PUSAT KEDOKTERAN DAN KESEHATAN POLRI RUMAH SAKIT PUSAT KEPOLISIAN R.S.

SUKANTO

KERANGKA ACUAN PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT PUSAT KEPOLISIAN R.SAID SUKANTO JAKARTA

I.

PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit

Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan (safety) di rumah sakit yaitu : keselamatan pasien (patient safety) ,keselamatan pekerja atau petugas

kesehatan,keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas ,keselamatan lingkungan (green

Productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan bisnis rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit. Kelima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan di setiap rumah

sakit.Namun harus diakui kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait dengan isu mutu dan citra perumah sakitan.

Harus diakui ,pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai dengan yang diucapkan Hiprocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu Primum,non nocere (first,do no harm), Namun diakui dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit menjadi semakin kompleks dan berpotensi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan-KTD (Adversed event) apabila tidak dilakukan dengan hati-hati.

Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat,ratusan tes dan prosedur ,banyak alat dengan teknologinya,bermacam jenis tenaga professional dan non professional yang siap memberikan pelayann pasien 24 jam terus menerus.Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat terjadi KTD.

Pada tahun 2000 Institute Of Medicine di Amerika Serikat menerbitkan laporan yang mengagetkan banyak pihak : TO ERR IS HUMAN ,Building a safer Health

System.Laporan itu mengemukakan penelitian di rumah sakit di Utah dan Colorado serta New York.Di Utah dan Colorado ditemukan KTD (Adverse Event) sebesar 2,9 %,dimana 6,6% diantaranya meninggal.Sedangkan di New York KTD adalah sebesar 3,7% dengan angka kematian 13,6%.Angka kematian akibat KTD pada pasien rawat inap di seluruh Amerika yang berjumlah 33,6 juta per tahun berkisar 44.000-98.000 per tahun.Publikasikan WHO pada tahun 2004,mengumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit di berbagai Negara : Amerika,Inggris,Denmark,dan Australia, ditemukan KTD dengan rentang 3,2-16,6%.Dengan data-data tersebut,berbagai Negara segera melakukan penelitian dan mengembangkan Sistim Keselamatan Pasien.

Di Indonesia data tentang KTD apabila kejadian Nyaris Cedera (Near Miss) masih langka,namun dilain pihak terjadi peningkatan tuduhan mal praktek ,yang belum tentu sesuai dengan pembuktian akhir.Dalam rangka peningkatan keselamatan pasien di rumah sakit maka Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia telah mengambil inisiatif membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS).Komite tersebut telah aktif melaksanakan langkah-langkah persiapan pelaksanaan keselamatan pasien rumah sakit dengan mengembangkan laboratorium program keselamatan pasien rumah sakit. Mengingat keselamtan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit perlu dilakukan.Karena itu diperlukan acuan yang jelas untuk melaksanakan keselamatan pasien tersebut.Buku Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang terutama berisi Standar Keselamtan Pasien Rumah Sakit dan TujuanLangkah Menuju Keselamatan Pasien

Rumah Sakit diharapkan dapat membantu rumah sakit dalam melaksanakan kegiatannya.Buku Panduan ini rencananya akan dilengkapi dengan Instrumen Penilaian yang akan dimasukkan di dalam program akreditasi rumah sakit.

B.

TUJUAN PENYUSUNAN BUKU TATA KELOLA

TUJUAN UMUM : Memberikan informasi dan acuan bagi Rumkitpuspol R.Said Sukanto dalam melaksanakan program keselamatan pasien rumah sakit.

TUJUAN KHUSUS : 1. Terlaksananya program keselamatan pasien Rumkitpuspol R.Said Sukanto secara sistematis dan terarah 2. Terlaksananya pencatatan pelaporannya. 3. Sebagai acuan penyusunan instrument akreditasi Rumkitpuspol R.Said Sukanto. insiden di Rumkitpuspol R.Said Sukanto dan

C.PENGERTIAN 1.Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) Suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman,Hal ini Termasuk:asesmen resiko; indentifikasi dan pengelolahan hal yang berhubungan Dengan resiko pasien; pelaporan dan analisis insiden; kemampuan belajar dari Insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan Timbulnya risiko.Sistem ini mencegah oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu Tindakan atau tidak mengambil tindakan seharusnya. 2. Kejadian Tidak Diharapkan(KTD) (Adverse event) Suatu kejadian yang ditak diharapkan yang mengakibatkan cedera pasien akibat Melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambiltindakan yang seharusnya Diambil,dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisinya pasien.Cedera

Dapat diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan kesalahan medis karena Tidak dapat dicegah.

3.KTD yang dapat dicegah (Unpreventable adverse event) Suatu KTD akibat yang tidak dapat dicegah dengan pengetahuan yang mutakhir. 4.Kejadian Nyaris Cedera (KNC) (Near miss) Suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak Mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission), yang dapt mencederai Pasien,tetapi cedera serius tidak terjadi,karena keberuntungan (miss,pasien Terima suatu obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat),karena pencegahan (suatu obat dengan overdosis lethal akan diberikan,tetapi staf lain Mengetahui dan membatalkannya sebelum obat diberikan),atau peringanan (suatu obat dengan overdosis lethal diberikan,diketaui secara dini lalu diberikan antidotenya). 5.Kesalahan Medis (Medical errors) Kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan atau Berpotensi mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien. Kesalahan termasuk gagal melaksanakan sepenuhnya suatu rencana atau Menggunakan rencana yang salah untuk mencapai tujuannya.Dapat akibat melak sanakan sepenunnya suatu rencana atau menggunakan rencana yang salah untuk mencapai tujuannya. Dapat akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) (omission) 6.Insiden Keselamatan Pasien (Patient Safety Incident) Setiap kejadian yang tidak disengaja dan tidak diharapkan,yang dapat mengaki Batkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien. 7.Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Rumah Sakit Suatu sistem untuk mendokumentasikan insiden yang tidak disengaja dan tidak atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil

Diharapkan,yang dapat mengakibatkan atau berpotensimengakibatkan cedera Pada pasien.Sistem ini juga mendokumentasikan kejadian-kejadian yang tidak Konsisten dengan operasional rutin rumah sakit atau asuhan pasien. 8. Anlisis Akar Masalah (Root Cause Analysis) Suatu proses terstruktur untuk mengindentifikasi factor penyebab atau faktor Penyebab atau factor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyimpangan Kinerja,termasuk KTD 9.Manajemen Risiko (Risk Management) Dalam hubungan-nya dengan operasional rumah sakit,istilah menajemen risiko Dikaitkan kepada aktivitas perlindungan diri yang berarti mencegah ancaman Yang nyata atau berpotensi nyata terhadap kerugian keuangan akibat Kecelakaan, cedera atau malpraktik medis. 10. Kejadian Sentinel (Sentinel Event) Suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius; biasanya Dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima Seperti : operasi pada bagian tubuh yang salah.Pemilihan kata Sentinel terkait Dengan keseriusan cedera yang terjadi (mis.Amputasi pada kaki yang salah,dsb) Sehingga pencarian fakta terhadap kejadian ini mengungkapkan adanya masalah Yang serius pada kebijakan dan prosedur yang berlaku.

D.TUJUAN KPRS 1.Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit 2.meningkatnya akutanbilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat 3.Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di rumah sakit 4.Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi Pengulangan kejadian yang tidak diharapkan.

E.STANDAR KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT RADEN SAID SUKANTO

USA. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien 6. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien. Standar keselamatan pasien rumah skit yang disusun ini mengacu pada Hospital Patien Safety Standars Health yang dikeluarkan oleh Joint Commision on Acceditation of 2002.Mengingat masalah keselamatan pasien merupakan maslah yang perlu ditangani segera di rumah sakit di Indonesia maka diperlukan standar keselamatan pasien rumah sakit yang merupakan acuan bagi rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan kegiatannya. Kriteria : 1.Standar I Tentang hak pasien Standar : Pasien dan keluarganya mempunyai hak untuk mendapatkan informasi tentang rencana dan hasil pelayanan termasuk kemungkinan terjadinya kejadian tidak diharapkan. Standar Keselamatan Pasien wajib diterapkan rumah sakit dan penilaiannya dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi Rumah Sakit.Illinois. Standar Keselamatan pasien tersebut terdiri dari tujuh standar yaitu : 1. yang disesuaikan dan kondisi Organizations.tahun perumahsakitan di Indonesia. Hak Pasien 2. Pengunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melaksanakn evaluasi dan Program peningkatan keselamatan pasien 5. Mendidik staf tentang keselamatan pasien 7. Keselamatan pasien dan keseimbangan pelayanan 4. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan . Uraian tujuh standar tersebut diatas adalah sebagai berikut : a. Mendidik pasien dan keluarga 3.

3. Memberikan informasi yang benar. perencanaan pelayanan.jelas.lengkap dan jujur. Mengetahui kewajiban dang tanggung jawab pasien dan keluarga. Kriteria : 1). Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana pelayanan Secara jelas dan benar kepada pasien dan keluarganya tentang rencana dan Hasil pelayanan . Mematuhi intruksi dan menghormati peraturan rumah sakit 6. Standar : Rumah sakit harus mendidik pasien dan keluarganya tentang Kewajiban dan Tanggung jawab pasien dalam asuhan keluarga. di rumah sakit harus ada sistim dan mekanisme mendidik pasien dan Keluarganya tentang kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan Pasien . 2. Memahami dan menerima konsekkuensi pelayanan 5.Standar II MEndidik pasien dan keluarga.2. Kriteria : Keselamatan dalam pemberian pelayanan dapat ditingkatkan dengan Keterlibatan pasien yang merupakan partner dengan proses pelayanan. . c.Dengan pendidikan tersebut diharapkan pasien dan keluarga dapat : 1. Memenuhi kewajiban financial yang disepakati.Karena Itu. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana pelayanan 3.pengobatan atau prosedur untuk pasien termasuk Kemungkinan terjadinya Kejadian Tidak diharapkan. Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang rasa 7. pemeriksaan. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk hal yang tidak dimegerti 4. Standar III Keselamatan pasien dan kesinambungan Standar : Rumah sakit menjamin kesinambungan pelayanan dan menjamin koordinasi Antar tenaga dan unit pelayanan. b.Terdapat koodinasi pelayanan secara menyeluruh mulai dari Pasien masuk. diagnosis.

Setiap Rumah Sakit harus melakukan proses perencanaan(desighn) Yang baik. konsultasi dan rujukan. Standar : Rumah Sakit harus mendesign proses baru atau memperbaiki proses yang ada. praktek Bisnis yang sehat. Kriteria : 1). pelayanan social. kebutuhan Pasien. dan mengevaluasi kenerja melalui pengumpulan data. 3). 3).metode peningkatan kenerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien.Terdapat komunikasi dan transfer informasi antar profesi Kesehatan sehingga dapat tercapinya proses kordinasi tanpa Hambatan . pelayanan Kesehatan primer dan tindak lanjut lainnya.Standar IV Penggunaan Metode. mengacu pada visi. pelayanan Keperawatan . dan factor-faktor lain yang berpotensi risiko bagi Pasien sesuai Tujuh langkah menuju keselamatan pasien Rumah sakit 2). 4).Terdapat koordinasi pelayanan yang disesuaikan dengan Kebutuhan pasien dan kelayakan sumber daya secara berkesinam Bungan sehingga pada seluruh tahap pelayanan transisi antar unit Pelayanan dapat berjalan baik dan lancar.2).misi.menganalisis secara intensif kejadian tidak diharapkan dan melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja serta keselama tan pasien.akreditasi. dan tujuan rumah sakit.utilisasi. petugas pelayanan kesehatan .Setiap Rumah Sakit harus melakukan pengumpulan data kinerja Yang antara lain terkait dengan : pelaporan insiden.mutu pelayanan keuangan.Setiap rumah sakit harus melakukan evaluasi intensif terkait .Terdapat koordinasi pelayanan yang mencakup peningkatan Komunikasi untuk memafasilitasi dukungan keluarga. memonitor. kaidah klinis terkini.mana Jemen resiko .aman dan efektif d.

mulai dari Kejadian Nyaris Cedera (Near Miss) Sampai dengan Kejadian Tidak diharapkan (Adverse Event) . Standar : 1). Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien.Standar V. 4). Pimpinan mendorong dan menumbuhkan komunikasi dan koordinasi Unit dan individu berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang Keselamatan pasien. dan secara proaktif.yang mencakup jenis-jenis kejadian yang Memerlukan perhatian. e. Kriteria : 1. Pimpinan mendodorong dan implementasi program keselamatan Pasien secara terintegrasi dalam organisasi melalui penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit 2). 5).Pimpinan menjamin berlangsungnya program proaktif untuk indetifikasi Risiko keselamatan pasien dan program menekan atau mengurangi ke Jadian Tidak Diharapkan. Agar kinerja dan keselamatan pasien tinggi. Melakukan evaluasi satu proses kasusresiko tinggi. Pimpinan mengalokasikan sumber daya yang adekuat untuk mengukur Mengaji.Setiap rumah sakit harus menggunakan semua data dan informasi Hasil analisis untuk menentykan perubahan sistim yang diperlukan. 3).Tersedia program proaktif untuk indentifikasi risiko keselamatan dan Program minimalkan insiden.Dengan semua kejadian tidak diharapkan .Terdapat tim antar disiplin untuk mengelola program keselamatan pasien 2. 4).dan meningkatkan kinerja rumah sakit serta meningkatkan Keselamatan pasien.Pimpinan mengukur dan mengkaji efektifikasi kontribusinya dalam Meningkatkan kinerja rumah sakit dan keselamatan pasien.

misal Nya menangani Kejadian Sentinel (sentinel Event) atau kegiatan Proaktif untuk memperkecil risiko. Tersedia mekanisme kerja untuk menjamin bahwa semua komponen Dari rumah sakit terintegrasi dan berpatisipasi dalam program Keselamatan pasien 4.termasuk evaluasi berkala terhadap kecukupan sumber daya ter Sebut. 6.Tersedia sumber daya dan system informasi yang dibutuhkan dalam Kegiatan perbaikan kinerja rumah sakit dan perbaikan keselamatan Pasien.termasuk asuhan Kepada pasien yang terkena musibah .membatasi risiko pada orang lain Dan menyampaikan informasi yang benar dan jelas untuk keperluan Analisis.Tersedianya sasaran terukur dan pengumpulan informasi menggunakan Criteria objektif untuk mengevaluasi efektifitas perbaikan kinerja rumah Sakit dan keselamatan pasien. 5. 9.3.Tersedia mekanisme untuk menanganani berbagai jenis insiden.Terdapat l kolaborasi dan komunikasi terbuka secara suka rela antar Unit dan antar pengelola pelayanan di dalam rumah sakit dengan Pendekatan antar disiplin 8. .Tersedia mekanisme pelaporan intern dan eksternal berkaitan dengan Insidentermasuk penyedian informasi yang benar dan jelas tentang Analisis akar masalah (RCA) Kejadian Nyaris cedera (Near Miss)dan Kejadian Sentinel pada saat program keselamatan pasien mulai di Laksanakan. Tersedia prosedur cepat tanggap terhadap insiden . termasuk mekanisme untuk mendu Kung staf dalam kaitan dengan Kejadian Sentinel 7.termasuk rencana tindak lanjut dan Implementasinya.

Setiap rumah sakit harus menyelenggarakan pelatihan tentang kerjasama kelompok (Teamwork) guna mendukung pendekatan interdisiplin dan kolaborasi dalam rangka melayani pasien. g.f.Rumah sakit menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan serta memelihara kompetisi staf serta mendukung pendekatan interdisiplin dalam pelayanan pasieN Kriteria : 1).Rumah sakit merencanakan dan mendesain proses manajemen informasi keselamatan pasien untuk memenuhi kebutuhan informasi internal dan eksternal. 2). Perlu disediakan anggaran untuk merencanakan dan mendesain proses manajemen untuk memperoleh data dan informasi tentang halhal yang terkait dengan keselamatan pasien. 2). Kriteria : 1).pelatihan dan Orientasi bagi staf baru yang membuat topik keselamatan pasien Sesuai dengan tugas masing-masing. Standar VI Mendidik staf Tentang Keselamatan Pasien Standar : 1).Transmisi dan informasi harus tepat waktu dan akurat. 2).Setiap rumah sakit memiliki proses pendidikan.Rumah sakit memiliki proses pendidikan. . Standar : 1).pelatihan dan orientasi untuk setiap jabatan dengan keselamatan pasien secara jelas.Standar VII Komunikasi Merupakan kunci staf untuk mencapai keselamatan pasien. 3).Setiap rumah sakit harus mengintergrasikan topic keselamatan pasien dalam setiap kegiatan in-service training dan memberikan pedoman yang jelas tentang pelaporan insiden.

II.2).Tersedia mekanisme indentifikasi masalah dan kendala komunikasi untuk merevisi manajemen informasi yang ada.STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi Keselamatan Pasien RS.ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN RS BHAYANGKARA TINGKAT I RADEN SAID SUKANTO JAKARTA A.Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto Jakarta berdasarkan Surat Perintah Nomor : Sprin /2/I/2010 KARUMKIT WAKA RUMKIT KETUA KKPRS SEKRETARIS SUB DEP KESELAMATAN PASIEN Rumkitpuspol SUB DEP PPI Rumkitpuspol SUB DEP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Rumkitpuspol .

SMAN 9.LUKMAN HAKIM.SMIP.Sp.BIMANESH SUTARDJO.Sp.Msc 19.Dr.YAHYA.RACHMI WIJAYANTI.Dr.Dr.Sp.SKM 15.Sp.Dr.BS 12.Sp.SONNY TRISNADI.Sp.Sub K3 Sekretaris .Dr.FACHRUDIN.YAYOK WITARTO.Dr.Dr.Dr.PURNAMAWATI.BUDI SISWANTO.MM 2.GK Penanggung Jawab Konsultan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Pelaporan Kasub Komite Patien Safety Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Ka.S 10.Dr.RIZA M.DFM.SPd 6.P 8.Sp.S Kep MARS 5.MM 4.MERRY AGNES PANGARIBUAN 18.KURZA MULYANI 14.1.FEBIANA 7.JOKO NOFIANTO.ADI BASWARI 13.Dr.Amg.AN 16.Dr.SRI WAHYUNI.Sub Komite PPIRS Anggota / IPCO Sekretaris Ka.Dr.PD.Dr.Dr.Sp.A 11.FARIDA.FACN 3.SALEH AL MOCHDAR.Sp.BS.S.SARWOTO.An 17.DESAK NYOMAN SITHI.Dr.

seminar. Bersama-sama dengan KARS melakukan evaluasi panduan.ORGANISASI & TATA KELOLA 1.Memperlakukan panduan dan menetapkan pedoman yang terkait dengan kese Lamatan Pasien Rumah Sakit Melakukan Sosialisasi dan Advokasi keselamatan pasien rumah sakit kepada pemerintah pusat.pedoman dan pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit Secara berkala memberikan laporan kegiatan ke Departemen Kesehatan .lokakarya.Kejadian Nyaris Cedera dan kejadian Sentinel.lomba poster dan lain sebagainya yang terkait dengan program keselamtan pasien rumah skit Bersama-sama dengan KARS melakukan Audit keselamatan pasien rumah sakit Mengembangkan laboratorium uji coba program keselamatan pasien rumah sakit Mengembangkan rumah sakit model untuk rujukan rumah sakit lainnya dalam melaksanakan keselamatan pasien rumah sakit Melakukan penelitian / kajian dan pengembangan program keselamatan pasien rumah sakit.pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten / kota serta PERSI daerah dan Rumah Sakit Bersama-sama dengan KARS melakukan pelatihan keselamatn pasien rumah sakit Menyelenggarakan workshop.semiloka. Mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan insiden yang meliputi kejadian Tidak Diharapkan.B.Tugas & Fungsi .

Said Sukanto Menjamin implementasi program keselamatan pasien secara terintregasi Menjamin kesinambungan program dengan mengindentifikasi risiko keselamatan pasien dan pengurangan resiko Merencanakan peningkatan kinerja dan penyesuaian prioritas Mendorong dan menumbuhkan komunikasi dan koordinasi Mengembangkan peraturan dan prosedur dalam rangka kerja sama Menyiapkan SDM yang memadai untuk meningkatkan kinerja RS dalam meningkatkan keselamatan pasien Mengevaluasi keselamatan pasien.Antar Departemen dilingkungan Rumkit Puspol RS Sukanto wajib menerapkan .Pembagian Tugas & Tanggung Jawab Tugas Pemimpin Komite Keselamatan Pasien Rumkitpuspol R. Tugas Tim Subdep Keselamatan Pasien Rumkitpuspol R. Said Sukanto : Melakukan Suatu proses dalam pemberian pelayanan RS terhadap Pasien yang lebih aman Terdiri dari : Assessment resiko Indentifikasi & Manajemen resiko terhadap pasien Pelaporan & analisis insiden Kemampuan untuk belajar & menindaklanjutkan insiden Menerapkan solusi untuk mengurangi serta meminimalisir resiko.Hubungan tata cara kerja internal 1. c.2.

Pimpin Dan Dukung Staf Anda 3.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Naskah Akademik Pengembangan Kompetensi SDM Dokkes Polri Desember 2007. Bila tujuh langkah ini dilaksanakan dengan baik rumah skit dapat menambah penggunaan metode-metode lainnya.Prinsip koordinasi intergrasi dan sinkronisasi yang menyangkut pelaksanaan Keselamatan Pasien Rumkitpuspol R.libatkan Dan Berkomunikasi Dengan Pasien 6. Said Sukanto 2.STANDAR KOMPETENSI Standar kompetensi pejabat dilingkunagan Rumkit puspol Raden Said Sukanto berdasarkan pada Undang-Undang No.sehingga tujuh langkah tersebut secara menyeluruh harus dilaksanakan oleh setiap rumah sakit.Cegah Cedera Melalui Implementasi Sistem Keselamatan Pasien Tujuh langkah keselamatan pasien rumah skit merupakan panduan yang komprehensif untuk menuju keselamatan pasien .Mencari solusi atas kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan tugas Keselamatan Pasien Rumkitpuspol R.Integrasikan Aktivitas Pengelola Risiko 4. C. . Said Sukanto secara bersama.Belajar Dan Berbagi pengalaman Tentang Keselamatan Pasien 7.TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN 1.Pilih langkah-langkag yang paling strategis dan paling mudah dilaksanakan di rumah sakit.Kembangkan Sistem Pelaporan 5. Dalam pelaksanaan.tujuh langkah tersebut tidak harus berurutan dan tidak harus serentak.Bila langkah-langkah ini berhasil maka kembangkan langkah-langkah yang belum dilaksanakan. D.Bangun Kesadaran akan Nilai Keselamatan Pasien 2.

kejadian nyaris cedera dan kejadian sentinel.Pelaporan eksternal wajib dilakukan .PROGRAM KERJA SCHEDUL ( JADWAL ) PELAKSANAAN KEGIATAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2009 6 7 x x X X Kegiatan Pembentukan Tim KPRS Rapat Tim Pelatihan KPRS/Sosialisai Menyusun SOP DPJP Menyusun SOP transfer info dan koordinasi yan Melaksanakan DPJP dan transfer info Menyusun SOP pencatatan dan pelaporan KTD dan KNC Melaksanakan pencatatan dan pelaporan KTD dan KNC Monitor dan Analisis 1 prpses pelayanan yang berisiko tinggi 1 x 2 X X X 3 x x x x 4 x x 5 x x 8 x x 9 x x 10 11 12 x x x x x x x x x X x x x x x X x x x x X X x x x x x x x III.Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan insien yang meliputi Kejadian tidak diharapkan (KTD) . 3.Pelaporan internal yaitu mekanisme/alur pelaporan KPRS di internal rumah sakit.KNC dan Sentinel) mengacu kepada Buku Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang dikeluarkan Oleh Komite Keselamatan Pasien Rumah-PERSI. 2.Pencatatan dan pelaporan Insiden (KTD.E.Pelaporan Insiden terdiri dari : a.PENCATATAN DAN PELAPORAN a.Pelaporan eksternal yaitu pelaporan dari rumah sakit ke Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. b.RUMAH SAKIT 1.

Unit Keselamatan Pasien Rumah Sakit melakukan pencatatan kegiatan yang Telah dilakukan dan membuat laporan kegiatan kepada Direktur Rumah Sakit Secara berkala.Dapat dipastikan bahwa sistem pelaporan alkan mengajak semua orang dalam organisasi untuk peduli akan bahaya/ potensi bahaya yang dapat terjadi kepada pasien.KKPRS-PERSI 1.komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit melakukan kajian dan analisis dari Laporan insiden rumah skait serta melakukan sosialisasi hasil analisis dan Solusi maslah ke rumah sakit-rumah sakit melalui PERSI Daerah A.Pelaporan juga penting digunakan untuk memonitor upaya pencegahan terjadinya error sehingga diharapkan dapat mendorong dilakukannya investigasi selanjutnya. Apa yang harus dilaporkan ? Insiden yang dilaporkan adalah kejadian yang sudah terjadi.potensial terjadi ataupun yang nyaris terjadi.formulir pelaporan dan prosedur pelaporan yang harus disosialisasikan pada seluruh karyawan.salah satu caranya adalah dengan mengembangkan sistem pelaporan dan sistem analisis.PELAPORAN INSIDEN Banyak metode digunakan untuk mengindentifikasi risiko.Oleh rumah skait sesuai ketentuan dalam instrument akreditasi rumah Sakit yaitu pada Instrumen Akreditasi Administrasi dan Manajemen. b. Bagaimana memulai ? Dibuat suatu sistem pelaporan insiden di rumah sakit meliputi kebijakan. 2. . -Mengapa pelaporan insiden penting ? Karena pelaporan akan menjadi awal proses pembelajaran untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.Merekapitulasi laporan insiden dari rumah sakit dan menjaga kerahasian. 4.alur pelaporan .

karena takut disalahkan Laporan sering terlambat Bentuk laporan miskin data karena adanya budaya blame culture - Bagaimana cara membuat laporan Insiden (Incident report) ? Karyawan diberikan pelatihan mengenai sistem pelaporan insiden mulai dari maksud.bagaimana cara mengisi Formulir laporan insiden.pengertian pengertian yang digunakan dalam sistem pelaporan dan cara menganalisa laporan. .tujuan dan manfaat laporan.- Siapa yang membuat laporan Insiden ? Siapa saja atau semua staf RS yang pertama menemukan kejadian Siapa saja atau semua staf yang terlibat dalam kejadian - Masalah yang dihadapi dalam Laporan Insiden ? y y y y Laporan dipersepsikan sebagai Pekerja Perawat Laporan sering disembunyikan/Underreport.alur pelaporan.kapan harus melaporkan.

B. ALUR PELAPORAN INTERNAL ALUR PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN SMF/ INST KARUMKIT TIM KP RS KARUMKIT KKP PERSI INSIDEN (KTD/KNC) LAPORAN KEJADIAN (2x24 JAM) TANGANI SEGERA ATASAN LANGSUNG GRADING BIRU/ HIJAU MERAH/ KUNING INVESTIGASI SEDERHANA REKOMENDASI LAPORAN KEJADIAN HASIL INVESTIGASI ANALISA REGRADING RCA FEED BACK KE UNIT PEMBELAJARAN REKOMENDASI LAPORAN LAPORAN .

Laporan dikirim ke KKP-RS .Laporan hasil investigasi sederhana / analisis akar masalah / RCA yang terjadi pada PASIEN dilaporkan oleh Tim KP di RS (internal) Pimpinan RS ke KKP-RS dengan mengisi Formulir Laporan Insiden Keselamatan Pasien 2.C.ALUR PELAPORAN EKSTERNAL 1.

............5 tahun > 15 tahun .......30 tahun > 65 tahun > 1 bulan .......................................................... : 0 -1 bulan > 1 tahun .......65 ta ..................FORMULIR LAPORAN DAN PETUNJUK PENGISIANNYA FORMULIR LAPORAN INSIDEN INTERNAL di RS Rumah Sakit Kepolisian Pusat Raden Said............... DATA PASIEN Nama No MR Umur : ................. Dilaporkan Maximal 2X24 Jam LAPORAN INSIDEN (INTERNAL) I...............Sukanto Rahasia.................. : ...........1 tahun > 5 tahun ....D. Tidak Boleh difotocopy............. Ruangan : ..15 tahu > 30 tahun ...

................................................................................................................................................ Orang Pertama Yang Melaporkan Insiden Karyawan : Dokter/Perawat/Petugas lainya Pasien ..... Insiden 3............................................................. .....Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Penanggung biaya pasien : Pribadi ASKES Pemerintah JAMKESMAS Asuransi Swasta Perusahan Tanggal Masuk : II.......... Tanggal dan Waktu Insiden Tanggal 2.................................. . 4...................................................................................... Kronologi Insiden : ....................... RINCIAN KEJADIAN 1........... Jenis Insiden : Kejadian Nyaris Cedera / KNC (Near miss) Kejadian Tidak diharapkan/KTD (Adverse Event)/Kejadian Sentinel(sentinel Event) : : 5...........................

.............. (sebutkan) (Tempat pasien berada) 9................................................lapor ke K3 RS 7................................................. Insiden terjadi pada : Pasien Lain-lain....... Insiden terjadi pada pasien : (sesuai kasus penyakit / spesialisasi) Penyakit dalam dan Subspesialisasinya Anak dan Subspesialisasinya Bedah dan subspesialisasinya Obstetri Gynekologi dan Subspesialisasinya THTdan Subspesialisasinya Mata dan Subspesialisasinya Saraf dan Subspesialisasinya Anastesi dan Subspesialisasinya Kulit & Kelamin dan Subspesialisasinya (sebutkan) ............................................................................ Insiden menyangkut pasien : Pasien rawat inap Pasien rawat jalan Pasien UGD Lain-lain...................................................................... (sebutkan) Mis : Karyawan /Pengunjung/Pendamping/Keluarga pasien.................. (sebutkan) 6........................ 8.....................Keluarga / Pendamping pasien Pengunjung Lain-lain........ Tempat Insiden Lokasi kejadian............................................................

... Tindakan dilakukan oleh : Tim : terdiri dari : ........ isi bagian dibawah ini Tidak .......... Apakah kejadian yang sama pernah terjadi di Unit kerja lainya Ya Apabila ya........................... Unit / Departemen terkait yang menyebabkan insiden Unit kerja penyebab .......... Tindakan yang dilakukan segera kejadian ..................................................................................... (sebutkan) 11................................................................... 13.... Dokter Perawat Petugas lainya ......................................................................................................Jantung dan Subspesialisasinya Paru dan Subspesialisasinya Jiwa dan Subspesialisasinya Lokasi kejadian ......................... Akibat Insiden Terhadap Pasien : Kematian Cedera Irreversibel / Cedera Barat Cedera Reversible / Cedera Sedang Cedera Ringan Tidak ada cedera 12..................................................... (sebutkan) 10........................................................................................................................... ........................................ dan hasilnya : ............................. 14..

..................................................................................................................................................................................................................... ........... Pembuat Laporan Paraf Tgl Laporan ..................... Grading Risiko Kejadian (Diisi oleh atasan pelapor) : BIRU HIJAU KUNING MERAH Nb = Pilih satu jawaban .............................................................. .. ............. ............................................... ............... Pembuat Laporan Paraf Tgl Terima ......................................................................................................................................................................... ...............Kapan ? dan langkah / tindakan apa yang telah diambil pada unit kerja tersebut untuk Mencegah terulangnya kejadian yang sama ? ......................................................................

id Kode RS akan dikirim lewat SMS atau email oleh KKPRS PERSI I.Formulir laporan Insiden (Internal) adalah formulir laporan yang dilaporkan ke Tim KP di RS dalam waktu maksimal 2 x24 jam / akhir jam kerja / shift.Data RS (form Laporan IKP Eksternal) 1.inapat-safety. 3. Petunjuk Pengisian Formulir Laporan IKP Eksternal Kode RS Kode RS bersifat unik dan confidential. b.RS khusus Ortopedi.Bila Khusus pilih lagi : RSIA.RS khusus THT. Untuk RS Swasta menyesuaikan mis RS Pratama setara dengan RS kelas D.tindakan yang dilakukan saat terjadi insiden.Petunjuk Pengisian Laporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) Formulir Laporan Insiden terdiri dari dua macam : a.Setiap RS akan diberikan kode khusus untuk dapat mengakses dan mengirimkan laporan insiden ke KKPRS PERSI.Kepemilikan RS Dipilih salah satu sesuai kepemilikan RS : (jelas) 2.Formulir laporan Insiden Keselamatan Pasien (Eksternal) adalah Formulir Laporan yang dilaporkan ke KKP-RS setelah dilakukan analisis dan investigasi.pelapor dan penilaian grading.or.Laporan berisi : data pasien rincian kejadian.Kelas RS Dipilih salah satu sesuai Kelas RS. RS Madya setara dengan RS Kelas C dst.Tipe RS Dipilih salah satu sesuai Tipe RS : Umum atau khusus. .akibat insiden. Cara mendapatkan Kode RS : Rumah Sakit harus mengisi terlebig dahulu form data RS yang dapat diakses lewat http://www.

II.Tanggal laporan dikirim ke KKP-RS Diisi tanggal saat laporan dikirim via pos/kurir/e-report ke KKp-RS.atau Ny SY) No MR Ruangan : (jelas) : diisi nama ruangan dan nomor kamar mis.Kapasitas temapat tidur Diisi jumlah tempat tidur dengan box bayi 5.hanya diisi di form Laporan Internal: Nama Pasien : (bisa diisi initial mis : TnAR. .Diisi tanggal dan waktu saat insiden (KTD/KNC) terjadi .Data Pasien Data pasien : Nama.Tgl masuk RS dan jam diisi Di form laporan internal dan Eksternal (Lihat lampiran Form Laporan IKP) Umur Jenis Kelamin Penanggung Jawab : Umur Pilih Salah satu (jelas) : Pilih salah satu (jelas) : Pilih salah satu (jelas) Tanggal masuk RS dan jam : (jelas) III.Ruangan Melati kamar 301 Data Pasien : Umur.Propinsi (lokasi RS) Diisi nama propinsi dimana lokasi RS berada.No MR dan No.Buat prosedur pelaporan agar tanggal dan waktu insiden tidak lupa : Insiden harus dilaporkan paling lambat 2x24 jam atau pada akhir jam Kerja/shift.Ruangan.Jenis KelaminPenanggung biaya. 6. Rincian Kejadian 1.tanggal dan waktu insiden .4.

salah bagian yang dioperasikan. Tertinggal kasa.Tempat/Lokasi Tempat pasien berada.Kronologi Insiden .jika insiden terjadi pada karyawan /keluarga pasien/pengunjung.dikonsul ke Bedah Dengan suspect Appendicitis. 6.salah indentifikasi pasien.Pasien dirawat oleh spesialisasi ? (Pilih salah satu) .Pasien Gastritis kronis dirawat oleh Internis.Orang pertama yang melaporkan Insiden .2.Diisi insiden mis : Pasien jatuh.salah pemberian obat.Diisi ringkasan insiden mulai saat sebelum kejadian sampai terjadinya insiden -Kronologis harus sesuai kejadian yang sebenarnya.dll.Pilih salah satu pelapor yang paling pertama melaporkan terjadinya Insiden Mis : petugas / keluarga psien dll.Jenis Insiden Pilih salah satu Insiden Keselamatan Pasien (IKP) : KTD/KNC 5.dilapor Kan internal ke Tim K3 RS 7.Insiden sesuai kasus penyakit/spesialisasi .Insiden . 3.maka Penanggung Jawab kasus adalah : Bedah .mis : ruang rawat inap.bukan pendapatan Asumsi pelapor 4.UGD.Saat appendectomy terjadi insiden.Jika Insiden terjadi pada pasien : laporkan ke KKP-RS .Kejadian terjadi pada : .salah dosis Obat.Bila kasus penyakit /spesialisasi lebih dari satu.ruang rawat jalan.pilih salah satu yang Menyebabkan insiden Mis. 9.Insiden menyakut pasien : Pilih salah satu : Pasien rawat inap/pasien eawat jalan/pasien UGD 8.

ternyata hasilnya salah interpretasi Insiden Jenis Insiden : salah hasil lab pasien DHF : KNC (tidak terjadi cedera) Tempat /Lokasi : UGD Spesialisasi Unit penyebab : Kasus Penyakit Dalam : laboratorium b. Pasien anak berobat ke Poliklinik.Hal ini terjadi karena tidak dilakukan pengecekan ulang bagian yang akan dioperasikan oleh petugas kamar operasi.-Bila dirawat oleh Dokter umum : isi lain-lain : Umum 10.ternyata terjadi kesalahan pemberian obat oleh petugas farmasi.Adalah unit/departemen yang menjadi penyebab terjadinya insiden Misanya : a. Pasien DHF ke UGD.diperiksa laboratprium. diberikan resep.hasil ini diketahui setelah pasien pulang. Pasie THT akan dioperasi telinga kiri tapi ternyata yang dioperasi telinga kanan.Ibu pasien dating kembali ke farmasi untuk menanyakan obat tersebut. Insiden Jenis Insiden : Salah pemberian obat untuk pasien anak : KNC (tidak terjadi cedera) Tempat lLokasi : Farmasi Spesialisasi Unit Penyebab : Kasus Anak : Farmasi c. Insiden : salah bagian yang dioperasikan : telinga kiri Seharusnya kanan Jenis Insiden Tempat/Lokasi Spesialisasi Unit Penyebab : KTD (terjadi cedera) : kamar operasi : Kasus THT : Intalasi Bedah . Unit/Departemen yang menyebabkan insiden .

radiologi.sensorik atau psikologis tidak permanen Mis : Luka. Mis : Lumpuh. 13.perawat y Bila dilakukan petugas lain : sebutkan mis : Analis. Apakah Insiden yang sama pernah terjadi di Unit Kerja lain ? . 14.11.asisten apoteker.Jelaskan .robek y Cedera ringan : Cedera/luka yang dapat diatasi dengan pertolongan pertama tanpa harus di rawat mis : Luka lecet y Tidak ada cedera. lanjutkan dengan mengisi pertanyaan dibawah yaitu : y y Waktu kejadian : isi dalam bulan /tahun Tindakan yang telah dilakukan pada Unit Kerja tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama.Jika Ya.cacad y Cedera reversible/cedera sedang : Kehilangan fungsi motorik.Pilih salah satu : (lihat matriks grading risiko) y y Kematian : Jenis Cedera irreversible/cedera berat : Kehilangan fungsi motorik.Akibat Insiden .Tindakan yang dilakukan segera setelah insiden Ceritakan penanganan/tindakan yang saat itu dilakukan agar Insiden yang sama tidak terulang lagi.Bidan.sensorik atau psikologis secara permanen. tidak ada luka 12. tindakan dilakukan oleh Pilih salah satu : y Bila dilakukan Tim : sebutkan timnya terdiri dari siapa saja Mis Dokter.

Proses SUPTIPE INSIDEN i.Insiden terdiri dari : Tipe Insiden dan Subtipe insiden yang dapat dilihat pada table dibawah ini : TIPE INSIDEN NO.Indetifikasi Pasien ix. Pebagian tugas xi. Tidak Performance ketika dibutuhkan/ Indikasi ii. Serah Terima ii. Tidak tersedia iv. Perjanjian iii.TIPE INSIDEN Untuk mengisi Tipe insiden.harus melakukan analisis dan investigasi terlebih dahulu.IV. Consent x. Rujukan /Konsultan v. Admisi vi. Pindah Perawatan (Transfer of care) viii. Keluar/Pulang dari Ranap/RS vii. Salah Pasien . Masalah i. Daftar tunggu/Antrian iv. Respons terhadap kegawatdaruratan b. Tidak lengkap/Inadekuat iii. 1 TIPE INSIDEN Administrasi Klinik a.

Tidak performance ketika dibutuhkan Indikasi ii. Salah proses/pengobatan /prosedur vi. Salah proses/pelayanan 2 Proses/Prosedur Klinis a. General care /Management v. Tidak lengkap /Inadekuat iii. Spesimen/Hasil vii Belum dipulangkan (Detention/Restraint) b. Chart/Rekam Medik/Assessment iii. Dokumen Hilang /tidak tersedia ii. Dokumentasi a. Surat /E-mai/Rekam Komunikasi viii.Masalah i. Order /Permintaan ii. Terlambat mengakses dokumen .v. Form /sertifikat v. Test/Investigasi vi. Laporan/Hasil/Image b. Check List iv. Salah bagian tubuh /sisi 3.Dokumen yang terkait i. Prosedur/Pengobatan/Intervensi iv. Salah Pasien v. Label/sticker/Indentifikasi Bands kartu vii. Tidak tersedia iv. Intruksi /informasi/Kebijakan/SOP/Guideline vi. Skrening/Pencegahan/Medical check up ii. Diagnosis/Assessment iii.Masalah i. Proses i.

Tipe/Bagian infeksi I.Proses penggunaan Medikasi/cairan infus i. Bloodstream ii. Protozoa vi. Bakteri ii. Bagian yang dioperasikan iii Abses iv. Tidak jelas/Membingungkan/Illegible/informasi Informasi dalam dokumen tidak Lengkap 4.iii. Parasit v. Jamur iv. Infeksi Nosokomial (HospitalAssosiated Infection) a.Medikasi/ cairan infus yang terkait i. Rickettsia vii. Salah dokumen /salah orang iv. Medikasi/Cairan infus a. 5. Persepan ii. Protesis Infeksi vii.Tipe Organisme i. Pneumonia v. Prion ( Partikel protein yang Infeksius) viii. Kanul IV vi. Daftar Medikasi ii.Jaringan lunak. Daftar Cairan infuse b. Persiapan/Dispensing . Drain/tube urin viii. Virus iii.Organisme tidak terindentifikasi b.

Salah obat iii. Pengantaran v. Ommited medicine or dose xi. Imunoglobulin b. Suply/pesan vii. Adverse drug reaction(reaksi efek samping obat) 6.Maslah i. Obat kadarluasa xii. salah dosis/kekuatan/frekensi iv. Pemberian vi. Faktor pembekuan (cloting) iii. Penyimpanan viii. Kontraindikasi ix.Transfusi darah/ produk darah terkait ii. Salah formulasi/presentasi v. Pemaketan iv. Salah penyimpanan x. salah dispensing label/instruksi viii. Test pre transfuse i. Transfusi darah/Produk darah a.Monitoring c. Salah jumlah/kuantitas vii. Salah rute pemberian vi. Produk seluler .Proses Transfusi i. Albumin /plasma protein iv. Salah Pasien ii.iii.

Presentation v. Efek samping (Adverse effect) 7. Salah label dispensing/Intruksi vi. Salah dosis/frekuensi iv. Diet Umm ii. Salah penyimpanan viii. Penyimpanan vii. Dispensing/alokasi . Monitoring viii Presentasi/Pemaketan ix. Salah Darah/Produk darah iii. Kontraindikasi vii. Peresepan ii. Suply/order iv. Suply/pesan C.obat atau dosis yang diabaikan ix. Darah kadarluasa x. Pemberian vi. salh jumlah v. Pengantaran v.Proses nutrisi i. Nutrisi a.Maslah i. Peresepan iii.darah/Produk darah terkait ii. Salah pasien ii. Persiapan/Dispensing iv.Nutrisi yang terkait i. Diet khusus b. Persiapan/manufactur/proses memasak iii.

Salah mode pengantaran v. Oksigen/gas a. Salah pasien ii. Penyimpanan c. Salah penyimpanan 8. Salah Jumlah iv.Kontraminasi . Pemberian viii. Pemberian iv. Salah rate/flow/konsetrasi iv.vi. Kontraindikasi vi. Pengantaran vii.Gagal pemberian viii. Pengantaran v.Masalah i. Salah penyimpanan vii. Peresepan iii.Penyimpanan c.Proses penggunan oksigen/gas i. Daftar oksigen / gas terkait i. Suply/order vi. Salah pasien ii. salah konsistensi vi.Oksigen/gas terkait b. Salah gas iii. Label cylinder/warna kode/index pin ii.Masalah i. Salah Frekuensi v. Salah diet iii.

Kekerasan terhadap mayat v. User error 10. a.Bunuh diri b. Ketidaktersedian iii. Berisiko/sembrono/berbahaya iv. Presentation/pemaketan tidak baik ii. Masalah dengan penggunaan substansi/ abuse v.melarikan diri viii. Alat medis/ alat kesehatan/equitment property a. Agresi Verbal ii.Sengaja mencederai diri.Aggression i.Tipe alat medis/alat kesehatan/equitment property c. Kekerasan fisik iii.Perilaku pasien i. Berkeliaran. Kegagalan/malfungsi vi. Disdgement/miskoneksi/removal vii. Kekerasan seksual iv. Ancaman nyawa . tidak kooperatif ii. Inapropiate for task iv.Masalah Daftar alat medis/alat kesehatan/equitment property i. Diskriminasitif/berprasangka vii. Tidak pantas/sikap bermusuhan/kasar iii. Menggangu (Harrassement) vi.9. Tidak bersih/tidak steril v.

Slip iii. Serangan tajam lainnya. hilang keseimbangan b. Kursi iv.Sayatan ii.Tipe Jatuh i. Hancur. Gigitan. Kontak dengan orang iii.Kejadian mekanik lain i.Serangan tajam/tusukan i. Benturan akibat ledakan bom ii.Benturan tumpul i. Toilet vi. c. Velbed ii.Mekanisme Panas i. Tempat tidur iii.sengatan iv. Panas yang berlebihan .remuk iv. Kecalakaan a. Kontak dengan benda/binatang ii. Cakaran. Tusukan iii. Strecher v. Peralatanterapi vii Tangga viii. Tersandung ii. kolaps vi.Peristiwa mekanik lain e. Dibawa/dibantu oleh orang lain 12. Gesekan kasar b. Jatuh a.Keterlibatan saat jatuh i. Kontak dengan mesin d.11.

Mekanisme spesifik i. Bahan kimia korosif h.Paparan karena dampak cuaca. Paparan tekanan udara iv. Ancaman mekanik pernafasan ii.Beban kerja manajemen yang berlebihan b. Daftar Furtiture b.ii. Confinement to Oxygen-Deficent Place g. Keracunan bahan kimia atau substansi lain ii. Daftar Bangunan iii. Paparan suara/getaran cedera iii.Masalah i.Ketersedian/ keadekuatan tempat tidur/pelayanan c.bencana alam 13 Intrastruktur/Bangunan/be nda lain yang terpasang tetap a. Damaged/Faulty/Worn 14.Ancaman pada pernafasan i. Tenggelam atau hamper tenggelam iii. Paparan karena gravitasi rendah i.Sumber Daya Manusia . Resource/Manajemen organisasi a.Ketertiban Struktur/bangunan i. Dingin yang berlebihan f.Paparan bahan kimia atau substansi lainnya i. Inadekuat ii. Daftar struktur ii. Pembatasan oksigen-kekurangan tempat iv. Paparan listrik/radiasi yang lain menyebabkan ii.

Transport c.Prosesing f. Laboratorium/Patologi a.d.Sorting d.Ketersedian/ Adequacy 15.Organisasi/Tim f.Data entry e.Vertifikasi/Validasi g. Keterlibatan saat jatuh : toilet .Pengambilan/ Pick up b.Hasil Contoh : y Insiden Tipe Subtipe : salah pemberian obat (IM menjadi IV) : Medikasi : Proses pemberian medikasi : salah pemberian Masalah : salah rute pemberian y Insiden Tipe Insiden Subtipe Insiden : Pasien jatuh dari tempat tidur : Jatuh : Tipe jatuh : slip/terpeleset.Protocols/Kebijakan/ SOP Guideline g.Ketersedian/ kedekatan staf e.

y Insiden Tipe Insiden Subtipe Insiden : tertukar hasil pemeriksaan laboratorium : laboratorium : hasil E. Probabilitas Tdk Signifikan 1 Sangat sering terjadi (Tiap minggu/bulan) 5 Sering terjadi (beberapa kali/thn) 4 Mungkin terjadi (1-<2 thn/kali) 3 Jarang terjadi (>2-<5 thn/kali) 2 Sangat jarang terjadi (>5 thn/kali) 1 Rendah Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Rendah Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim Moderat Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim Moderat Minor 2 Moderat Moderat 3 Tinggi Mayor 4 Ekstrim Katastropik 5 Ekstrim .ANALISIS MATRIKS GRADING RESIKO Penilaian matriks risiko adalah suatu metode analisis kualitatif untuk menentukan derajat risiko suatu insiden berdasarkan Dampak dan Probabilitanya.

jelas dan jujur 2.Memberi informasi yang benar.Rencana pelayanan lengkap adalah memuat segalaaspek asuhan medis.Hal-hal yang menjadi kewajiban pasien adalah : 1.DPJP wajib memberikan pendidikan/edukasi kepada pasien tentang kewajiban terhadap rumah sakit dan bila diperlukan dibantu oleh staff dokter/ perawat /staf administrasi.pelaksanaan tindak lanjut / follow-up/ evaluasi asuhan medis.Pengertian DPJP adalah seorang dokter yang bertanggung jawab atas pengelolaan asuhan medis seorang pasien.konsultasi.pemeriksaan fisik .baik untuk pendapatan atau rawat bersama.rehabilitasi pasien dsb c.Mengetahui kewajibannya dan tanggung jawab pasien dan keluarga 3.Tugas a.yang akan diberikan.Memahami dan menerima konsekuensi pelayanan 5. 2.pemeriksaan penunjang medis / pemeriksaan lain .Memenuhi kewajiban financial yang disepakati .DPJP harus membuat rencana pelayanan.Mematuhi intruksi dan menghormati peraturan rumah sakit 6.dimuat dalam berkas rekam medis.termasuk pemeriksaan.F.Perihal bantuan ini harus diatur dalam pola operasional DPJP oleh Komite Medis .untuk penegakan diangnosis.DPJP & SOP 1.Memperlihatkan sikap mengormati dan tenggang rasa 7.selanjutnya perencanaan & pemberian terapi. b.s/d rehabilitasi Selain itu melakukan konsultasi sesuai kebutuhan / indikasi.Mengajukan pertanyaan untuk hal yang tidak dimengerti 4.DPJP bertugas mengelola rangkaian asuhan medis ( paket ) seorang pasien sesuai standar pelayanan medis / profesi a.l : anamnesa .

Dalam hal rawat bersama cakupan pelayanan seorang DPJP adalah sesuai dengan bidang/ keahlian/kompetensinya.Pola operasional DPJP ditetapkan oleh Komite Medis: tentang pengaturan DPJP internal dalam K. 3.misalnya seorang DPJP mengelola seorang pasien penyakit dalam.maka ditentukan DPJP Utama sebagai Koordinator.dan pengaturan lain yang diperlukan.Operasional 1.Pengaturan a.SMF.pengaturan DPJP Utama. 2.bila pasien tsb dikonsulkan untuk masalah penyakit di bidang bedah maka seorang DPJP lain yang akan mengelola asuhan bedah bagi pasien tsb. . 4.Bila pasien dikelola oleh lebih dari satu DPJP.tentang ruang lingkup DPJP.Pendidikan kepada pasien/keluarganya diberikan dalam bentuk penjelasan secara lisan dan kemudian DPJP mencatat dalam berkas rekam medis bahwa DPJP sudah memberikan penjelasan.tentang wewenang Komite Medis dalam pengaturan DPJP.tentang kepada siapa DPJP bertanggung jawab.Kebijakan DPJP ditetapkan dengan SK Direktur : tentang DPJP.dsb b.

Pastikan Tindakan yang benar pada Sisi Tubuh yang benar 5.Pastikan Akurasi Pemberian Obat pada Pengalihan Pelayanan 7.MM BRIGADIR JENDERAL POLISI Adalah Sembilan langkah solusi atau intervensi untuk mencegah / mengurangi Cidera pasien dan meningkatkan keselamatan pasien . DOK 14/IX/2006/K3 NO.Komunikasi secara Benar saat Serah terima/ Pengoperan Pasien 4. KEBIJAKAN Semua komponen pelaksana pelayanan kesehatan di RS. TUJUAN Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan Kejadian yang tidak diharapkan.Kendalikan Cairan Elektrolit Pekat 6.Pastikan Indentitas Pasien 3.S.Perhatikan Nama Obat. REVISI : A HALAMAN : 1/1 PROSEDUR TETAP TGL TERBIT 4 SEPTEMBER 2006 DITETAPKAN KARUMKIT PUSPOL RS SUKANTO PENGERTIAN Dr.Polri harus memperhatikan dan melaksanakan Sembilan langkah keselamatan pasien.BUDI SISWANTO. RINCIAN SEMBILAN SOLUSI 1.Rupa dan Ucapan Mirip 2.SEMBILAN SOLUSI KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT PUSDOKKES POLRI RUMKITPUSPOL RS SUKANTO NO.Hindari Salah Kateter dan Salah Sambung Slang .

.Gunakan Alat Injeksi Sekali Pakai 9.8.Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi Nosokomial.

Tepat Dosis 4.DOK : 14/IX/2006/K3 NO REVISI : A HALAMAN 2/6 Adalah Keselamatan Pasien terhadap penggunaan obat.Tulis cara pemberian c. b.Tepat Obat 3.cara pemberian serta reaksi dan efek samping obat.dosis.Jelaskan dengan benar dosis lama pemberian dan petunjuk pemberian.Gunakan stiker untuk labeling pada bungkus obat .KESELAMATAN PEMAKAIAN OBAT PUSDOKKES POLRI RUMKITPUSPOL RS SUKANTO DEFINISI NO.Tulis resep menggunakan nama dagang/nama generic dalam satu resep dengan jelas.Waspada efek samping obat PROSEDUR 1. e. TUJUAN Mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat dan kesalahan Pasien yang harus diberikan obat serta meningkatkan ketepatan pemberian obat. KEBIJAKAN 1.Tepat cara pemberian obat 6.Tepat waktu pemberian 5. d.Mencegah Salah Obat a.Tepat Pasien 2.Komunikasikan dengan pasien tentang nama obat dan pembe rian serta efek sampingnya.

b. 2. d.Simpan obat pada tempat berbeda dengan nama obat yang hampir sama.Berikan copy daftar pemberian obat kepada pasien apabila sudah bisa rawat jalan.Gunakan sistim pemeriksaan ganda antara pelaksanaan pemberian obat dan penyimpanan obat.dosis dan cara pemberian.Harus ada perawat senior yang menjadi pengawas/Penyelia untuk mengawasi buku daftar pemberian obat.Apabila Pasien dipindahkan keruangan lain serahkan juga daftar obat yang diberikan. f. .Tuluskan dengan jelas cara pemberian obat pada daftar yang bisa dilihat dengan mudah pada buku rekam medic c.f. g.Mencegah Salah Pasien dan Cara Pemberian a. e.Kumpulkan dengan lengkap dan benar daftar nama pasien pemberian obat.Gunakan format standar untuk informasi obat.

Akar masalah (root cause) Penyebab yang melatarbelakangi penyebab langsung (underlying cause) . - Analisa Penyebab dan Rekomendasi y Penyebab insiden dapat diketahui setelah melakukan investigasi dan analisa baik investigasi sederhana (simple investigasi) maupun investigasi komprehensiv (root cause analyisis) y Penyebab insiden terbagi dua yaitu : 1.Rumah Sakit 1.Unit Kerja Keselamatan Pasien Rumah Sakit Secara berkala (paling lama 2 thn) Melakukan evaluasi pedoman.Pimpinan rumah sakit secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi Program keselamatan pasien yang dilaksanakan oleh Unit Kerja Keselamatan Pasien rumah Sakit.IV. 2.Unit Kerja keselamatan Pasien Rumah Sakit melakukan evaluasi kegiatan setiap Triwulan dan membuat tindak lanjutnya.kebijakan dan prosedur keselamatan pasien yang Dipergunakan di rumah sakit 3.Penyebab langsung (immediate / direct cause) Penyebab yang langsung berhubungan dengan insiden / dampak ter Hadap pasien 2.Monitoring Dan Evaluasi A. - Tugas Manager Pimpinan rumah sakit secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi program keselamatan pasien yang dilaksanakan oleh Unit Kerja Keselamatan pasie Rumah Sakit.

Program Keselamatan Pasien merupakan never ending proses.y Faktor kontributor adalah factor yang melatarbelakangi terjadinya insiden Penyebab insiden dapat digolongkan berdasarkan penggolongan factor Kontributor.Faktor Kontributor dapat dipilih lebih dari satu.karena itu diperlukan budaya termasuk motivasi yang tinggi untuk bersedianya melaksanakan program keselamatan pasien secara berkesinambungan dan kelanjutan.PENUTUP Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit maka pelaksanaan kegiatan keselamatan pasien rumah sakit sangatlah penting . V. . Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi penekanan/penurunan insiden sehingga dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Indonesia.

TUJUAN KPRS E.PROGRAM KERJA III.TUGAS DAN FUNGSI B.TUGAS & FUNGSI 2. E.ORGANISASI & TATA KELOLA 1.PEMBAGIAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB 3.DAFTAR ISI BUKU PANDUAN KESELAMATAN PASIEN RUMKIT PUSPOL R.ALUR PELAPORAN INTERNAL C.STANDAR KOMPETENSI D.ORGANISASI DAN TATALAKSANAN KESELAMATAN PASIEN RS.PENDAHULUAN A.S SUKANTO I.PENGERTIAN D.ANALISIS MATRIKS GRADING RESIKO F.BHAYANGKARA TINGKAT I RADEN SAID SOEKANTO JAKARTA A.LATAR BELAKANG B.TATA KERJA C.TUJUAN BUKU TATA KELOLA C.TUJUH LANGKA MENUJU KESELAMATAN PASIEN RS E.FORMULIR LAPORAN DAN PETUNJUK PENGISIANNYA.PENCATATAN DAN PELAPORAN A.STANDAR KESELAMATAN PASIEN RADEN SAID SUKANTO II.PELAPORAN INSIDEN B.DPJP & SOP .

MONITORING DAN EVALUASI -TUGAS MANAJER -ANALISA PENYEBAB DAN REKOMENDASI V.PENUTUP .IV.