Anda di halaman 1dari 7

HUKUM COULOMB

Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Muatan listrik adalah pembawa kelistrikan suatu benda. Di dalam atom penyusun suatu benda terdapat 2 muatan listrik yaitu proton (+) dan elektron (-). .Jika sebuah benda mengandung lebih banyak proton karena kehilangan elektronnya maka benda tersebut akan bermuatan positif. Begitu pula sebaliknya benda akan bermuatan negatif jika menangkap elektron sehingga kelebihan elektron. Apa yang terjadi jika benda-benda bermuatan itu didekatkan? Dua
Gambar 1 (a) Muatan sejenis tolak menolak (b) Muatan tak sejenis tarik menarik

muatan listrik yang sejenis tolak menolak dan yang tidak sejenis tarik menarik. Ini berarti antara dua muatan terjadi gaya listrik. Bagaimanakah pengaruh besar muatan dan jarak antara kedua muatan terhadap besar gaya listrik ini? Hubungan gaya listrik antara dua bola bermuatan terhadap jarak antara keduanya, pertama kali diselidiki oleh fisikawan Perancis bernama Charles Augustin de Coulomb pada tahun 1785. Dalam percobaannya, ia menggunakan sebuah neraca puntir.

(a) Skema diagram neraca puntir Coulomb.

(b) Sketsa peralatan Coulomb

Jika bola A bermuatan diletakkan pada tempatnya, maka bola B ditolak oleh bola A (bola A dan bola B keduanya bermuatan positif). Ini mengakibatkan lengan neraca terpuntir, dan dalam keadaan seimbang lengan neraca mencapai keadaan yang baru. Dari sudut puntiran inilah Coulomb mengukur besar gaya listrik. Dengan mengubah-ubah jarak antara bola A dan B, gaya listrik dapat diukur sebagai fungsi jarak. Coulomb menyimpulkan bahwa gaya tarik atau gaya tolak berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua bola bermuatan. Secara matematis, dapat dirumuskan

Bagaimana muatan mempengaruhi gaya listrik? Mula-mula Coulomb mengukur gaya tolak antara bola A dan bola B pada suatu jarak tertentu (dijaga tetap dalam percobaan). Kemudian Coulomb membagi muatan bola A menjadi dua sehingga muatan A menjadi setengah muatan awalnya. Dia mendapatkan bahwa besar gaya tolak menolak menjadi setengah kali semula. Percobaan diulangi dengan membagi muatan bola A menjadi seperempat muatan awalnya. Coulomb mendapatkan bahwa besar gaya tolak menjadi seperempat kali semula. Coulomb menarik kesimpulan bahwa gaya tarik atau gaya tolak antara dua bola bermuatan sebanding dengan muatan-muatannya. Dengan menggabungkan kedua kesimpulan tersebut, Coulomb menyatakan hukumnya yang dinamakan hukum Coulomb, yaitu sebagai berikut : Besar gaya tarik atau gaya tolak antara dua muatan listrik sebanding dengan muatanmuatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan. Secara matematis hukum Coulomb dinyatakan sebagai berikut :

dengan F = gaya tarik/gaya tolak (N)

q1 , q2 = muatan listrik (coulomb) r = jarak antar dua muatan (m) Jika medium dimana muatan-muatan berada adalah vakum atau udara, maka

dengan

; 0 = permitivitas ruang hampa.

Jika benda berada dalam medium tertentu berlaku :

dengan bahan = permitivitas bahan Jika gaya Coulomb dalam vakum dibandingkan dengan gaya Coulomb dalam bahan, akan diperoleh :

1 Fdlm vakum Fdlm bahan

4 0 r 2 q1q2 1 4 bahan r 2

q1q2

bahan 0

Nilai ini disebut permitivitas relatif bahan terhadap vakum :

bahan 0

atau

bahan r 0

Gaya Coulomb oleh beberapa muatan diantaranya : 1. Muatan-Muatan Sejenis Besarnya gaya Coulomb pada suatu muatan yang dipengaruhi oleh beberapa muatan yang sejenis langsung dijumlahkan secara vektor. Pada Gambar 3, gaya Coulomb pada muatan q1 dipengaruhi oleh muatan q2 dan q3 adalah F = F12 + F13. Apabila arah ke kanan dianggap positif dan arah ke kiri negatif, besar gaya Coulomb pada muatan q1:

Gambar 3. Gaya elektrostatis tiga muatan

Secara umum, gaya Coulomb dapat dirumuskan :

2. Muatan-Muatan yang Tidak Sejenis Tiga buah muatan q1, q2, q3 ditunjukkan seperti pada Gambar 4.

Gambar 4. Gaya elektrostatis pada tiga muatan yang tidak segaris.

Untuk menentukan gaya Coulomb pada muatan q1 dapat dicari dengan menggunakan rumus kosinus sebagai berikut. dengan

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN 1. Sebuah partikel bermuatan +5 C diletakkan pada garis hubung dan di antara partikelpartikel bermuatan -9 C dan -4 C yang berjarak 0,5 m. Dimana partikel bermuatan +5 C harus diletakkan agar partikel tersebut tidak merasakan gaya Coulomb yang disebabkan oleh kedua partikel bermuatan negatif? Penyelesaian : Diketahui : q1= -9 C = -9 10-6 C q2 = -4 C = -4 10-6 C q3 = +5 C = +5 10-6 C a = 0,5 m Ditanya : x =?

Jawab

a = 0,5 m

q1

F31

q3

F32

- q2 =

r31 = x Agar F3 = 0 maka F31 harus sama dengan F32

r32 = 0,5 - x

( ( (

) ) )

m Partikel bermuatan +5 C diletakkan di antara garis hubung kedua muatan lainnya dan pada jarak 0,3 m dari muatan q1 = -9 C atau pada jarak 0,2 m dari muatan q2 = -4 C. 2. Diketahui segitiga ABC sama sisi dengan panjang sisi 3 dm. Pada titik sudut A dan B masing-masing terdapat muatan +4 C dan -1,5 C, pada puncak C terdapat muatan +210-5 C. Hitunglah gaya elektrostatis total di puncak C! Penyelesaian : Diketahui : qA= 4 C = 4 10-6 C qB = -1,5 C = -1,5 10-6 C

qC = 2 10-5 C a = 3 dm = 3 10-1 m Ditanya Jawab : FC = ... ? :

qA dan qC tolak menolak

qB dan qC tarik menarik

(tanda negatif menyatakan resultan gaya pada qC berarah ke bawah atau mendekati qB). Jadi,

DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, Joko. 2009. Fisika untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Penerbit Erlangga.