P. 1
MOTIVASI

MOTIVASI

|Views: 64|Likes:
Dipublikasikan oleh Faizal

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Faizal on Mar 31, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2012

pdf

text

original

MOTIVASI SDM

Materi kuliah MSDM Lanjutan

G.R.Terry: Motivasi adalah keinginan

yg terdpt pd diri seseorg individu yg merangsangnya utk melakukan tindakan Motivasi: sebagai kebutuhan, keinginan, dorongan, atau rangsangan dalam diri pribadi utk mencapai tujuan secara sadar (conscious) ataupun setengah sadar (subconscius)

William James

Tanpa motivasi seseorg baru m,gunakan 20% -30% kemampuan, dgn motivasi “ performance” 80%90% Dgn motivasi dapat menimbulkan “ sense of belonging “ akhirnya meningkatkan partisipasi dan komunikasi, serta menumbuhkan “ empathy (kemampuan menempatkan diri pada posisi org lain)

Teori Motivasi

Maslow Hierarchy of Needs,

menyatakan bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan yg dpt digolongkan dlm urutan: (1) Keb.Fisiologi,(2) Keb, Keamanan, (3) Kebutuhan Mencintai dan dicintai, (4) Kebutuhan Penghargaan, dan (5) Keb.Aktualisasi diri

Teori Higiene – Herzberg,s
dengan mengembangkan motivasi, tugas berat tdk dirasakan sebagai beban, “ Performance “ selalu memenuhi harapan ( meningkat) Apabila atasan memberi respon yg tinggi, dengan performance yg tinggi dan semakin tinggi, kejadian ini disebut “ Effektiv cycle “ disini terjadi harapan tinggi yg menghasilkan kinerja tinggi dan akan memperkuat harapan lebih tinggi. “Ineffektive cycle” bila pimpinan memberi harapan kecil, akan menghasilkan kinerja rendah dan akan terjadi harapan rendah.

Faktor Higiene
 


 

Hubungan antar manusia Kebijaksanaan dan adm, perubahan Pengawasan Gaji Keamanan tugas & kondisi kerja Pencapaian atau penyelesaian pekerjaan Penghargaan Tanggung jawab Arti, tantangan pekerjaan dan prospek

Motivator meliputi:
   

Teori X dan Y (MC.Gregor’s)

Teori X ( pandangan negatif ) - kebanyakan org tidak suka pekerjaan atau menghindari - Akibatnya harus selalu diawasi, diarahkan, kadang dipaksa /diancam - Kebanyakan kapasitas rendah, tdk kreatif, menghindari tg.jawab - Kurang terarah, kurang berambisi, hanya mencari pemuasan kebutuhan pada tahap kebutuhan fisiologis dan keamanan

Teori Y ( pandangan positif) - kebanyakan org menyukai pekerjaan menjadi sumber kepuasan - mampu melati, mengendalikan, mengarahkan diri dlm pekerjaan - kreatif dlm memecahkan persoalan - bertanggung jawab - kreatif, berambisi, motivasi tinggi ( sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri)

Kemampuan (Ability) dan Keterampilan (Skill)

Kemampuan SDM meliputi: bidang, Teknis, interpersonal (hubungan antar peribadi) dan konseptual. Keterampilan teknik : kemampuan menggunakan ilmu pengetahuan, metode, teknik, dan alat yg diperoleh melalui pengalaman, pend, & latihan. Ket. Interpersonal: kemampuan dlm menilai org, bekerjasama, motivasi, penerapan kepemimpinan efektif.

Kinerja (Performance) SDM

Motivasi dan kemampuan merupakan dua faktor yg menimbulkan efek sinergik. Performance (P) adalah fungsi “ability level “(A) dan degree of motivation (M) Peranan motivasi dan kemampuan pada prestasi (kinerja) dapat digambarkan dalam kuadran motivasi kemampuan

Kemampuan (+) dan didukung motivasi (+) m,hasilkan produktif (+) Motivasi (-) dan kemampuan (+) maka terjadi dilema, tdk tejawab dgn jelas, keadaan menjadi jelek. Motivasi (-) dan kemampuan (-) akan terjadi “ deadwood” perlu Star Motivasi (+) dan kemampuan (-), maka diperlukan pelatihan secara kontinu

Motivasi
PRODUKTIF

kemampuan

Teori Z ( W.Ouchi)

Menekankan perlunya berbagi wewenang pengambilan keputusan dan perlunya mengurangi rintangan-rintangan akibat perbedaan status antara pimpinan dan bawahan. Teori ini menekankan: - perlunya komunikasi lebih baik - tanggungjawab pribadi lebih besar - pengakuan lebih besar atas sumbangan tiap individu kpd tim - manusialah, bukan teknologi yg hrs dikoordinasikan

 

Keberhasilan pendekatan jepang adalah faktor budaya berbeda neg.lain Manajemen jepang, perinsip dasar teori Z,: - Bekerja seumur hidup, sekali bekerja pd perusahaan, tdk ada niat lagi pada persh lain - Mengutamakan kebersamaan, rasa intim kelompok, keberhasilan bersama, - Percaya penuh pada bawahan, dan mengikutkan dalam pengam. Keputusan - Sistem senioritas, pengalaman dlm penggajian

Teori Pola A dan Pola B (Argyris)

Teori Pola A:
- beranggapan bahwa individu tdk punya perasaan, tdk terbuka, mau bereksperimen, dan tdk mau menolong org lain - Pola A mirip dgn teori X dlm keadaan tertentu dpt pula sama dgn teori Y, ttpi dpt pula kombinasi XB, XA, YA & YB Teori Pola B: beranggapan setiap org memiliki perasaan, tenggang rasa, terbuka, mau berekperimen, dan mau menolog org

Teori E (Empowerment)= pemberdayaan, menyatakan:

Bahwa sebenarnya org mampu berbuat lebih banyak dari pd yg dimungkinkan organisasi, org mau dan akan bekerja baik, jika kita memberi kemungkinan. Manajer lebih efektif, berperan sebagai fasilitator, dari pd sebagai pemimpin, Mereka harus melimpahkan kekuasaan bukan hanya tanggungjawab. Pendelegasian hanya meminjamkan tanggungjawab.

Delapan butir pemberdayaan
   


  

Mengembangkan visi bersama Mendidik Menyingkirkan rintangan-rintangan Mengungkapkan Menyemangati Memperlengkapi Menilai Mengharapkan

Produktivitas

Produktivitas adalah suatu ukuran sejauh mana sumberdaya di gabungkan dan dpt dipergunakan dgn baik dpt mewujudkan hasil yg diinginkan. Produktivitas merupakan tujuan dari setiap organisasi dan individu Produktivitas adalah ukuran seberapa jauh masukan (input) dapat meng- hasilkan keluaran (output), baik kualitatif maupun kuantitatif sesuai standar baku.

Produktivitas: output p = input hasil yg dicapai p = sumbardaya yg digunakan

p = Efektivitas + Efisiensi P = Ef,tas + Ef,si + kreativitas + citra

Produktivitas yg baik akan menumbuhkan sebuah citra (image) yg baik, Citra adalah suatu persepsi org atas diri kita atau perusahaan, yg tumbuh dari opini masyarakat. Efektivitas : “ how far we achieve the gool “ (sejauh mana kita mencapai sasaran). To do

the right thing. Efisiensi : “ how do we mix various resources property” ( bagaimana

menggunakan sumberdaya secara benar atau tepat ) to do the things riht.

Hubungan Efektivitas dan Efisiensi

Sebagai penentu produktivitas sebagaimana dijelaskan: > Ef,tas dan Ef,si (+) menghasilkan produktivitas (+) > Ef,tas dan Ef,si (-) terjadi mis manajemen ( salah urus ) > Ef,tas (+), dan Ef,si (-) terjadi higt cost ( biaya tinggi ) > Ef,tas (-), dan Ef,si (+) terjadi dilema, tidak mencapai sasaran

Citra suatu peruhsan ditentukan oleh: organization behavior dan corporate performance (kinerja) Produktivitas dan citra yg baik dari suatu perusahaan akan menumbuh kembangkan dukungan Stakeholder Kinerja dan citra baikan dua sisi mata uang, kedua-duanya penting dan diperlukan bagi kelangsungan perusahaan. Kinerja yg baik menjadi potensi berkembang menjadi competitiv (berdaya saing), yg pd gilirannya menumbuhkan citra baik

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->