PRESENTASI KASUS

CARCINOMA MAMAE
Disusn Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Dalam Mengikuti Program Pendidikan Profesi Bagian Bedah

Diajukan Kepada Yth: dr. Suryo Habsara Sp. B

Disusun oleh: Isnaini Ashar 20050310200

SMF ILMU BEDAH RSUD PANEMBAHAN SENOPATI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2010

BAB I STATUS PASIEN

A. Identitas Pasien Nama Jenis Kelamin Usia Pekerjaan Alamat Agama Suku Bangsa Tanggal Masuk RS Ruang Perawatan Nomor CM : Ny. M : Perempuan : 43 tahun : Petani : Bantul : Islam : Jawaa : 5 februri 2009 : Melati 1 : 398705

B. Anamnesa Anamnesis dilakukan secara auto anamnesis 1. Keluhan Utama : Ada benjolan keras di mamae kiri sejak 6 bulan yang lalu

2. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke Poliklinik Bedah RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan keluhan ada benjolan keras di payudara kiri. Benjolan mulai dirasakan sejak 6 bulan yang lalu dan tumbuh hingga sekarang. Tidak dirasakan nyeri pada daerah benjolan. Pasien sudah premenopause sehingga menstruasi sudah tidak teratur, dan pada saat menstruasi tidak dirasakan nyeri pada payudaranaya.

3. Riwayat Penyakit Dahulu  Pasien belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya

4. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang serupa dengan pasien. 5. Anamnesis Sistem  Sistem serebrospinal : Tidak pusing, tidak demam.

 Sistem respirasi  Sistem digestivus  Sistem urogenital

: Tidak batuk, tidak pilek, tidak sesak nafas

 Sistem kardiovaskuler : Tidak berdebar-debar, tidak nyeri dada : Tidak mual, tidak muntah, tidak kembung, Tidak ada keluhan BAB : Tidak ada keluhan BAK.  Sistem muskuloskeletal : Tidak ada hambatan dalam bergerak.  Sistem integumentum : Suhu raba hangat. 6.     Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Status Gizi Vital Sign - Suhu - Nadi - Pernafasan - Tekanan darah  Pemeriksaan Kepala - Bentuk Kepala - Rambut  : Mesochepal, tidak terdapat deformitas : Dominan hitam dengan sedikit uban, tidak mudah dicabut Pemeriksaan Mata - Konjungtiva - Sklera - Pupil - Palpebra - Visus  Pemeriksaan Hidung - Bentuk : normal, tidak terdapat deformitas - Nafas cuping hidung : tidak ada : Pada mata kanan dan kiri tidak terlihat anemis. : Pada mata kanan dan kiri tidak terlihat ikterik : Isokor kanan-kiri, diameter 3 mm, reflek cahaya (+/+) : Tidak edema : Baik : 36.4º C : 76 x/menit, teratur, kuat angkat, isi cukup : 24 x/menit, tipe thoracoabdominal : 120/80 mmHg : Baik : Composmentis : Cukup

.Trakhea  Pemeriksaan Thorak .Paru-paru  Inspeksi  Palpasi  Perkusi : tidak terdapat sekret hidung : Tidak sianosis. tidak ada retraksi.Fungsional  Pemeriksaa Leher .Kelenjar limfonodi .Bibir . batas paru hepar pada SIC V LMC dextra..Gigi Pemeriksaan Telinga . tidak ada suara tambahan di semua lapang paru.Sekret . tidak ada sikatrik.Sekret  Pemeriksaan Mulut . tidak kering : Tidak kotor.Lidah .JVP . tidak terdapat deformitas : tidak ada : pendengaran baik : tidak meningkat : tidak membesar : tidak membesar : tidak terdapat deviasi trakhea : simetris kanan kiri.Tonsil .Kelenjar tiroid . : vocal fremitus kanan sama kiri.  Auskultasi : suara dasar vesikuler. : sonor pada seluruh lapang paru. tepi tidak hiperemi : Tidak membesar : Tidak hiperemis : Lengkap : normal.Jantung  Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat  Palpasi  Perkusi : Ictus cordis tidak teraba : Batas jantung  Kanan atas  Kanan bawah  Kiri atas : SIC II LPS dextra : SIC IV LPS dextra : SIC II LMC sinitra .Bentuk .Faring  .

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang diagnostic 1. sitoplasma sedikit sampai cukup. Kiri bawah  : SIC IV LMC sinistra  Auskultasi : S1. tidak terdapat nyeri tekan.Palpasi : pada payudara kiri teraba massa padat. akral hangat. tidak anemis. . vaskularisasi bertambah pada kuadaran atas. tampak putting tertarik ke dalam (retraksi). kulit payudara seperti kulit jeruk. tidak ada mur-mur.Auskultasi . tidak ada gallop Pemeriksaan Abdomen . tidak ada edema. USG : tampak bayangan masa hiperekoik inhomogen noduler. Pemeriksaan Ekstremitas .Inferior : tidak ada deformitas. C. 2. diameter kurang lebih 6 cm.Palpasi  : datar. Pada payudara kanan tidak teraba massa ataupun nyeri pada perabaan. tidak teraba adanya massa. Pada payudara kanan tida tampak benjolan ataupun kelainan lain. : tidak ada deformitas. AJH tanpa kalsifikasi. perfusi kapiler baik. akral hangat. tidak ada sikatrik.S2. Suspek Ca mamae sinistra 2.Superior . : mikroskopis : sedian sitologi menunjukkan sel-sel berkelompok dan tersebar atipi dan polimrfik. Status Lokalis  Pemeriksaan Payudara . tidak ada edema. hepar dan lien tidak teraba. tidak anemis. inti bulat sampai ireguler.Perkusi . perfusi kapiler baik. reguler. kromatin besar. didapatkan sel ganas. keras. benjolan di kuadran atas tengah payudara. tidak nyeri bila ditekan.Inspeksi: pada payudara kiri tampak ada benjolan berbatas tidak tegas. . terfiksir. tidak ada gambaran darm contour dan darm steifung : peristaltik normal : timpani di semua lapang abdomen : supel.Inspeksi . permukaan berbenjol-benjol.

Mammografi: tidak dilakukan 4.5 Satuan gr% 103/μl jta/μl 103/μl % % % % % % % mmk/jam mmk/jam detik detik detik detik Kimia Darah :  GDS  Ureum  Creatinin  Natrium  Kalium  Chlorida  HbsAg 94 35 1.(negative) Mg % Mg/dl Mg/dl mmol/l mmol/l mmol/l .4 32.6 14.32 142.PPT Cont. Darah PPT APTT Cont. tidak tampak tanda-tanda pulmo metastase dan bone metastase.37 210 42. Rontgen Thoraks: pulmo dan cor normal.9 . Hasil Pemeriksaan Laboratorium                   Parameter Hb AL AE AT Hmt Eosinofil Basofil Batang Segmen Lymphosit Monosit LED 1 jam 2 jam Gol.4 4.3 4.3 2 1 0 54 34 9 9 O 15.APTT Hasil 14.Kesimpulan: Karsinoma duktal 3.00 108.1 7.4 29.

Adenosis klerosis .D. Diagnosis   Carcinoma mamae sinistra (T3N0M0) DD: .Tumor fibrokistik E. Penatalaksanaan Dilakukan Operasi Modified Radical Mastectomy .Tumor filoides .Fibroadenoma .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. pembuluh darah. KANKER PAYUDARA 1. duktus. Anatomi Payudara Payudara normal mengandung jaringan kelenjar. saraf dan pembuluh limfe. jaringan otot penyokong lemak. Pada bagian lateral .

pektoralis yang mengurus m. saraf ini sedapat mungkin disingkirkan sehingga tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut (Hidayat S. Saraf n. juga di antara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak.pektoralis mayor dan minor.latisimus dorsi. Jaringan kelenjar payudara sediri diurus oleh saraf simpatik.serratus anterior sedapat mungkin dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila (Hidayat S. terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula .. a.torakalis longus yang mengurus m.mamaria interna. 1997). jaringan kelenjar ini keluar dari bulatannya ke arah aksila. 1997). 1997).torakalis lateralis yang bercabang dari a.interkostobrakialis dan n. yang disebut duktus lactiferous. n.aksilaris. Penyaliran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila. Pada diseksi aksila. interkostalis. Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n. Di antara lobules tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara (Hidayat S. dan n. dan beberapa a. Perdarahan payudara terutama berasal dari cabang a. Setiap payudara terdiri atas 12-20 lobulus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla mamae..interkostalis (Hidayat S. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit paralisis dan mati rasa pasca bedah.kutaneus brakius medialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. sebagian lagi ke kelenjar parasternal.. Di antara kelenjar susu dan fasia pectoralis. torakodorsalis yang menguurus m. yakni n.. disebut penonjolan Spence atau ekor payudara.perforantes anterior dari a.atas kelenjar payudara. 1997).

perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas. Jalur limfe lainnya berasal dari daerah sentral dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna. ke m.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam fosa supraklavikuler (Hidayat S. juga menuju ke aksila kontralateral. Saluran limfe dari seluruh payudara menyalir ke kelompok anterior aksila. tidak dilakukan. .. masa klimacterium. sampai masa menopause. 2. Selama beberapa hari menjelang menstruasi ini payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pada pemeriksaan fisik terutama palpasi.rectus abdominis lewat ligamentum falsiparum hepatis ke hati. Perubahan kedua adalah perubahan yang sesuai dengan siklus menstruasi. pleura. 1997). dan payudara kontralateral (Hidayat S. 1997). tetapi setelah menstruasi pemeriksaan ini dapat dilakukan (Hidayat S. payudara menjadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi terjadi pembesaran maksimal bahkan dapat timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. kelenjar aksila bagian dalam. kelompok sentral aksila. Pada waktu ini pemeriksaan foto mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. pengaruh estrogen dan progesterone yang diproduksi ovarium dan hormone hipofisis menyebabkan duktus laktiferus berkembang. Pada aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar dari 10-90) buah kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan vena brakialis.. 1997).penyaliran yang ke kelenjar interpektoralis.. Fisiologi Payudara Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi oleh hormone. sekitar hari ke delapan menstruasi. yang lewat sepanjang v. masa fertilitas. Sejak pubertas.

kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. 3. Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara. 4. namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama di antara kanker lainnya pada wanita..000 di Amerika Serikat. pada waktu kehamilan payudara mnjadi besar karena epitel duktus lobus dan duktus alveolus berproliferasi dan tumbuh duktus baru. Sekresi hormone prolaktin dari hipofisis anterior memicu proses laktasi. air susu diproduksi oleh sel alveolus dan mengisi asinus yang kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu (Hidayat S. Orang tua (ibu) pernah menderita karsinoma payudara terutama pada usia relatif muda. Definisi dan Insidensi Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya. tahun 2000 diperkirakan 1.000 meninggal karenanya. 1997). sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Selain itu. Setiap tahun lebih dari 250. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia. 1995) : a. Masih menurut WHO. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita.2 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700. Faktor Resiko Beberapa faktor risiko yang memegang peranan penting di dalam proses kejadian kanker payudara (Gani.Perubahan ketiga terjadi sewaktu hamil dan menyusui. cepat dan tidak terkendali.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175. .

Fase Promosi Pada tahap promosi. kakak atau adik menderita karsinoma payudara. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi: a. 6. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. Gejala Klinis Karsinoma payudara biasanya mempunyai gambaran klinis sebagai berikut : . virus.b. Fase Inisiasi Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. Anggota keluarga. d. yang bisa berupa bahan kimia. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. c. Penderita tumor jinak payudara. b. e. tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor. Kehamilan pertama terjadi sesudah umur 35 tahun. 5. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Sebelumnya pernah menderita karsinoma pada salah satu payudara. Patofisiologi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi.

fibroadenoma besar Di atas benjolan : kanker (tanda khas) Infeksi jika ganas Kanker lama (terutama pada orang tua) . f. h.Kenyal . i. Tarikan pada kulit di atas tumor. Peau’d orange. d. Satelit tumor di kulit.Bercawak . tumor ganas atau infeksi . b.Benjolan kelihatan . c.Keras Interpretasi Penyebab fisiologi seperti pada tegangan pramenstruasi atau penyakit fibrokistik Tumor jinak. berbenjol-benjol atau melekat pada kanker atau inflamasi non-enfektif Kelainan fibrikistik Lipoma Sangat mencurigakan karsinoma Kista. karsinoma.a.Tidak tergantung daur menstruasi Benjolan di payudara .Berubah dengan daur menstruasi . Retraksi puting susu. Pembesaran kelenjar getah bening ketiak.Kemerahan . j. l. Elovasi dari puting susu. k.Kulit jeruk . Discharge dari puting susu. Ulserasi atau koreng. Tanda dan Gejala Nyeri : . Terdapat benjolan keras yang lebih melekat atau terfiksir. e. Edema. Asimetri payudara. Eksim pada puting susu. g.Lunak Perubahan Kulit : .Tukak Kelainan puting atau areola Permukaan licin pada fibroadenoma atau kista Permukaan keras.

sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh. dan Jalur Penyebarannya a. USG.Infeksi baru . Banyak sekali cara untuk menentukan stadium. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak.Hemoragik : Karsinoma Papiloma intraduktus (Sumber : Sjamsu Hidayat & Wim de Jong. Stadium Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya. 1997) 7.Retraksi . Klasifikasi Stadium TNM (PERABOI. harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA.Eksema Keadaan cairan : .Hijau Fibrosis karena kanker Retraksi baru karena kanker (bidang fibrosis karena pelebaran duktus) Unilateral : penyakit paget (tanda khas kanker) Kehamilan atau laktasi Normal (Perimenopause Pelebaran duktus Kelainan fibrolitik . Untuk menentukan suatu stadium.Seperti susu . Stadium.Jernih . rontgen . namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh UICC(International Union Against Cancer dari WHO atau World Health Organization) / AJCC(American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons.. Sistem TNM. dan bila memungkinkan dengan CT Scan.2003) . b. scintigrafi dll.

1 cm atau kurang. : Tidak terdapat tumor primer.5 cm. : Ukuran tumor berapapun dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau terbatas pada 1 payudara. . : Lobular Carcinoma In Situ. T1 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya 2cm atau kurang. dan mikroskopis adalah sama. : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya lebih dari 2 cm sampai 5 cm.T = ukuran primer tumor. Catatan: Penyakit Paget dengan adanya tumor dikelompokkan sesuai dengan ukuran tumornya. T1mic : Adanya mikroinvasi ukuran 0. : Ductal Carcinoma In Situ. : Penyakit Paget pada putting tanpa adanya tumor.1 cm. nodul satelit pada kulit yang : Tumor dengan ukuran lebih dari 0. : Karsinoma in situ. Nilai T dalam cm. T1a T1b T1c T2 T3 T4 kulit. : Tumor dengan ukuran lebih dari 0. Ukuran T secara klinis. radiologis. : Tumor dengan ukuran lebih dari 1 cm sampai 2 cm.5 cm sampai 1 cm.1 cm sampai 0. T4a T4b : Ekstensi ke dinding dada tidak termasuk otot pektoralis. Tx To Tis Tis(DCIS) Tis(LCIS) Tis(Paget’s) : Tumor primer tidak dapat dnilai. : Tumor dengan ukuran diameter terbesar lebih dari 5 cm. nilai paling kecil dibulatkan ke angka 0. : Edema (termasuk peau d’orange). ulserasi.

: Metastasis ke kgb mamaria interna dan kgb aksila. N = kelenjar getah bening regional. atau metastasis pada kgb supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa metastasis pada kgb aksila/mamaria interna. M = metastasis jauh. berkonglomerasi. : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral terfiksir. terdeteksi dengan pemeriksaan fisik atau secara imaging (di luar limfoscintigrafi). N2b : Metastasis hanya pada kgb mamaria interna ipsilateral secara klinis dan tidak terdapat metastasis pada kgb aksila. Nx N0 N1 N2 : Kgb regional tidak bisa dinilai (telah diangkat sebelumnya). : Metastasis ke kgb supraklavikula. : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral yang mobil. . atau adanya pembesaran kgb ke mamaria interna ipsilateral (klinis) tanpa adanya metastasis ke kgb aksila. Catatan: Terdeteksi secara klinis. N3a N3b N3c : Metastasis ke kgb infraklavikular ipsilateral. : Metastasis karsinomatosa. N3 : Metastasis pada kgb infraklavikular ipsilateral dengan atau tanpa metastasis kgb aksila atau klinis terdapat metastasis pada kgb aksila.T4c T4d : Mencakup kedua hal di atas. N2a : Metastasis pada kgb aksila terfiksir atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain. : Tidak terdapat metastasis kgb.

. ke anterior mengenai kulit.Mx M0 M1 c. Menurut observasi klinik patologik. angka metastasis kelenjar limfe mammaria interna adalah 50%. angka metastasis makin tinggi. Tumor pada mulanya menjalar dalam duktus. : Tidak terdapat metastasis jauh. 2008). Data di China menunjukkan: mendekati 60% pasien kanker mammae pada konsultasi awal menderita metastasis kelenjar limfe aksilar. lalu menginvasi dinding duktus dan ke sekitarnya. diferensiasi sel kanker makin buruk. ada sebagian lesi walaupun terletak di sisi lateral. 2008). Karena vasa limfatik dalam kelenjar mammae saling beranastomosis. juga mungkin bermetastasis ke kelenjar limfe mammaria interna. bila tumor di sisi medial dan kelenjar limfe aksilar positif. posterior ke otot pektoralis hingga ke dinding toraks (Wan Desen. Jalur Penyebaran Invasi lokal Kanker mammae sebagian besar timbul dari epitel duktus kelenjar.  : Metastasis jauh belum dapat dinilai. angka metastasis adalah 15%.  Metastasis kelenjar limfe regional Metastasis tersering karsinoma mammae adalah ke kelenjar limfe aksilar. : Terdapat metastasis jauh. Semakin lanjut stadiumnya. jika kelenjar limfe aksilar negative. Kelenjar limfe mammaria interna juga merupakan jalur metastasis yang penting. Metastasis di kelenjar limfe aksilar maupun kelenjar limfe mammaria interna dapat lebih lanjut bermetastasis ke kelenjar limfe supraklavikular (Wan Desen.

Pemeriksaan klinik Pada pemeriksaan klinik dilakukan langsung pada penderita dengan pertumbuhan neoplasmanya. 1995). juga dapat langsung menginvasi masuk pembuluh darah (melalui vena kava atau sistem vena interkostal-vertebral) hingga timbul metastasis hematogen. 1987). Tumor ganas pada payudara disertai dengan rasa sakit di pinggang perlu dipikirkan kemungkinan metastasis pada tulang vertebra. pleura. Pertumbuhan cepat tumor merupakan kemungkinan tumor ganas. Batuk atau sesak nafas dapat terjadi pada keadaan dimana tumor metastasis pada paru. 8. tentang penyakit dan penderitanya (Andoko Prawiro Atmodjo. Metastasis hematogen Sel kanker dapat melalui saluran limfatik akhirnya masuk ke pembuluh darah. hati. tulang. menurut cara-cara yang lazim dilakukan juga terhadap penyakit lain pada umumnya : 1) Anamnesis Anamnesis merupakan wawancara lansung atau melalui perantara sepengetahuan orang terdekat lain. . Hasil autopsy menunjukkan lokasi tersering metastasis adalah paru. Pada mulanya tidak merasa sakit. dan adrenal (Wan Desen. Pada kasus yang meragukan anamnesis lebih banyak diarahkan pada indikasi golongan resiko (Gani. akan tetapi pada pertumbuhan selanjutnya akan timbul keluhan sakit. Adanya benjolan pada payudara merupakan keluhan utama dari penderita. 2008).

Ulserasi. Dapat dilihat : Puting susu tertarik ke dalam. 1994). tumor ganas tidak boleh dilakukan pemeriksaan fisik yang berulang-ulang karena kemungkinan dapat mempercepat penyebaran. 2) Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik payudara harus dikerjakan secara halus. Nodul pada axilla (Zwaveling. 1985). Bahkan kanker payudara dalam tahap permulaanpun tidak menimbulkan rasa nyeri. Peau d’orange. Tumor-tumor jinak seperti kista retensi atau tumor jinak lain. tidak boleh kasar dan keras. . Edema. Tidak jarang palpasi yang keras menimbulkan perdarahan atau nyeri yang hebat dari penderita. 1994).  Inspeksi Pada inspeksi dapat dilihat dilatasi pembuluh-pembuluh balik di bawah kulit akibat pembesaran tumor jinak atau ganas dibawah kulit (Hanifa Wiknjosastro.Nyeri adalah fisiologis kalau timbul sebelum atau sesudah haid dan dirasakan pada kedua payudara. satelit tumor di kulit. Eksem pada puting susu. Nyeri baru terasa kalau infiltrasi ke sekitar sudah mulai (Hanifa Wiknjosastro. hampir tidak menimbulkan nyeri.

2) hubungan kulit dengan tumor apakah masih bebas atau ada perlengketan. Palpasi dilakukan dengan memakai 3-4 jari yang dirapatkan. Palpasi dimulai dari bagian perifer sampai areola mammae dan papilla mammae. 4) kelenjar limfe di aksila. dari parasternal kearah garis aksila ke belakang. dari subklavikular ke arah paling distal (Hanifa Wiknjosastro. infraklavikular. 1995). Palpasi harus meliputi seluruh payudara. Palpasi harus meliputi seluruh payudara. mulai dari parasternal ke arah garis aksila ke belakang dan dari subklavikular ke arah paling distal. Palpasi Pemeriksaan dilakukan dengan tangan pasien di samping dan sesudah itu tangan di atas dengan posisi pasien duduk. palpasi payudara di antara dua jari harus dihindarkan karena dengan cara ini kelenjar payudara normalpun teraba seperti massa tumor. 1994). dan supraklavikular 5) adanya tumor satelit (Gani. apabila terdapat massa maka perlu dievaluasi tentang : 1) besar atau diameter serta letak dan batas tumor dengan jaringan sekitarnya. . 3) hubungan tumor dengan jaringan di bawahnya apakah bebas atau ada perlengketan.

 USG (Ultrasonografi) . Dapat dipakai untuk menegakkan diagnosa kanker payudara melalui tiga cara :  Pemeriksan sekret dari puting susu. Hasil positif pada pemeriksaan sitologi bukan indikasi untuk bedah radikal sebab hasil negatif palsu sering terjadi (Hidayat S.  Aspirasi jarum halus (Fine needle aspiration). Pemeriksaan sitologi Pemeriksan sitologi dapat diperoleh sediaan dari pungsi jarum halus serta dapat menentukan apakah akan segera disiapkan pembedahan dengan sediaan beku atau akan dilakukan pemeriksaan yang lain atau akan langsung dilakukan ekstirpasi.  Biopsi Biopsi insisi ataupun eksisi merupakan metoda klasik yang sering dipergunakan untuk diagnosis berbagai tumor payudara. Apabila pemeriksaan histopatologi positif karsinoma.  Pemeriksaan sediaan tekan (Sitologi Imprint). Biopsi dilakukan dengan anestesi lokal ataupun umum tergantung pada kondisi pasien.. maka pada pasien kembali ke kamar bedah untuk tindakan bedah terapetik. 1997).

II dan sebagian stadium III disebut kanker mammae operable. I. relatif mudah dikerjakan. Mammogram pada masa pramenopause kurang bermanfaat karena gambaran kanker di antara jaringan kelenjar kurang tampak (Hidayat S.  Mammografi Mammografi adalah foto roentgen payudara yang menggunakan peralatan khusus yang tidak menyebabkan rasa sakit dan tidak memerlukan bahan kontras serta dapat menemukan benjolan yang kecil sekalipun. USG biasanya dapat untuk membedakan tumor padat dan kiste pada payudara serta untuk menentukan metastasis di hati. USG ini berperan terutama untuk payudara yang padat pada wanita muda. Pola operasi yang sering dipakai adalah (Wan Desen. Tanda berupa makrokalsifikasi tidak khas untuk karsinoma. bila secara klinis curiga terdapat tumor dan pada mammografi tidak ditemukan apa-apa maka pemeriksaan dapat dicoba dengan cara biopsi jaringan. 1997).USG ini sangat menguntungkan karena memiliki keuntungan yaitu tidak mempergunakan sinar pengion sehingga tidak ada bahaya radiasi dan pemeriksaan bersifat non invasif. Penatalaksanaan a. Terapi bedah/Mastektomi Pasien yang pada awal terpi termasuk stadium 0.. 9. jenis payudara ini kadang-kadang sulit dinilai dengan mammografi. demikian juga bila mammografi positif tetapi secara klinis tidak dicuriga adanya tumor maka dapat dilanjutkan dengan biopsi di tempat yang ditunjukkan oleh foto tersebut. 2008): . serta dapat dipakai berulang-ulang.

Biasanya dibuat dua insisi terpisah di mammae dan aksila. Lingkup diseksi . m. mereseksi m. m.pectoralis minor. Pola operasi ini memiliki kelebihan antara lain memacu pemulihan fungsi pasca operasi. dan jaringan limfatik dan lemak subskapular. lingkup reseksinya mencakup kulit berjarak minimal 3 cm dari tumor. 4) Mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe aksilar Secara umum ini disebut dengan operasi konservasi mammae. tapi sulit membersihkan kelenjar limfe aksilar superior.pektoralis mayor. tapi mempertahankan m. Model operasi ini terutama untuk karsinoma in situ atau pasien lanjut usia. di bawah mikroskop tak ada invasi tumor tempat irisan.1) Mastektomi radikal Tahun 1890 Halsted pertama kali merancang dan memopulerkan operasi radikal kanker mammae. 2) Mastektomi radikal modifikasi Lingkup resseksi sama dengan teknik radikal. aksilar secara kontinyu enblok reseksi.pektoralis mayor dan minor (model Auchincloss) atau mempertahankan m.pektoralis minor (model Patey). 3) Mastektomi total Hanya membuang seluruh kelenjar mammae tanpa membersihkan kelenjar limfe.pectoralis mayor. seluruh kelenjar mammae. Mastektomi segmental bertujuan mereseksi sebagian jaringan kelenjar mammae normal di tepi tumor.

Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. 5) Mastektomi segmental plus biopsy kelenjar limfe sentinel Metode reseksi segmental sama dengan di atas. Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah. warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam. . c. saat operasi dilakukan insisi kecil di aksila dan secara tepat mengangkat kelenjar limfe sentinel. bila patologik negative maka operasi dihentikan. Radiasi Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi.kelenjar limfe aksilar biasanya juga mencakup jaringan aksila dan kelenjar limfe aksilar kelompok tengah. serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. dibiopsi. yang mana yang terbaik masih controversial. kelenjar limfe sentinel adalah terminal pertama metastasis limfogen dari karsinoma mammae. bila positif maka dilakukan diseksi kelenjar limfe aksilar. kemudian baru memikirkan sedapat mungkin konservasi fungsi dan kontur mammae. nafsu makan berkurang. Untuk terapi kanker mammae terdapat banyak pilihan pola operasi. Secara umum dikatakan harus berdasarkan stadium penyakit dengan syarat dapat mereseksi tuntas tumor. b.

Terapi hormonal paliatif dilakukan pada penderita pramenopause. yaitu . Obat yang diberikan adalah kombinasi Cyclophosphamide. Indikasi BCS: · T : 3 cm · Pasien menginginkan mempertahankan payudaranya Syarat BCS (Breast Conserving Surgery): karsinoma payudara berdasarkan klasifikasinya.2003): 1) Kanker payudara stadium 0 Dilakukan : BCS Mastektomi simple Terapi definitive pada T0 tergantung pada pemeriksaan blok paraffin. Metotrexate dan 5-Fluorouracyl selama 6 bulan. Penatalaksanaan (PERABOI. biasanya diberikan secara paliatif sebelum khemoterapi karena efek terapinya lebih lama. d. Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi. tapi juga di seluruh tubuh. dengan cara ovarektomy bilateral atau dengan pemberian anti estrogen seperti Tamoksifen atau Aminoglutetimid. Estrogen tidak dapat diberikan karena efek sampingnya terlalu berat.Tidak hanya sel kanker pada payudara. lokasi didasarkanpada hasil pemeriksaan imaging. Terapi hormonal Terapi hormonal diberikan jika penyakit telah sistemik berupa metastasis jauh.

· Tumor tidak multiple. · Terdapat sarana radioterapi yang memadai.ER/PR . · Penderita dapat melakukan control rutin setelah pengobatan.· Keinginan penderita setelah dilakukan inform consent. kemoterapi. · Belum pernah terapi radiasi di dada. node(+) · Pemberian tergantung dari : .Node(+)/(-) . · Tidak menderita penyakit LE atau penyakit kolagen. · Tumor tidak terletak sentral. 2) Kanker payudara stadium dini/operable Dilakukan : BCS (harus memenuhi syarat di atas) Mastektomi radikal Mastektomi radikal modifikasi Terapi adjuvant : · Dibedakan pada keadaan : Node(-).Usia pemenopause atau post menopause Dapat berupa : radiasi. . · Perbandingan ukuran tumor dan volume payudara cukup baik untuk kosmetik pasca BCS. dan hormonal terapi. · Mamografi tidak memperlihatkan mikrokalsifikasi/tanda keganasan lain yang difus (luas).

lymph Invasion) High Thymidin Index .Terapi adjuvan pada NODE NEGATIVE (KGB histopatologi negative): Menopausal status Pre menopause Hormonal receptor ER (+)/ PR (+) ER (-)/ PR (-) Post menopause ER (+)/ PR (+) ER (-)/ PR (-) Old age ER (+)/ PR (+) ER (-)/ PR (-) High risk Ke + Tam/ Ov Ke Tam + Kemo Ke Tam + Kemo Ke Terapi adjuvan pada NODE positive (KGB histopatologi positif): Menopausal status Pre menopausal Hormonal receptor ER (+)/ PR (+) ER (-) and PR (-) Post menopausal ER (+)/ PR (+) ER (-) and/ PR (-) Old age ER (+)/ PR (+) ER (-) and PR (-) High risk Ke + Tam/ Ov Ke Ke + Tam Ke Tam + Kem Ke Kelompok resiko tinggi:     Umur ER/PR negative Tumor progesif (vascular.

Pada keadaan T < cn ="0" style=""> pN. CMF. Dosis lokoreginal profilaksis adalah 50Gy.AC : 6 siklus .Pada potensial terjadi residif ditambahkan 10 GY (misalnya tepi sayatan dekat tumor atau post BCS).KGB(+) dengan ekstensi ekstra kapsuler Acuan pemberian radiasi sbb : Pada dasarnya diberikan radiasi lokoregional (payudara dan aksila beserta supraklavikula. booster dilakukan sebagai berikut: .  Kemoterapi Kemoterapi Kemoterapi adjuvant : kombinasi CAF (CEF). .Setelah tindakan operasi terbatas (BCS) .Tepi sayatan dekat (T > T2) tidak bebas tumor .Terapi adjuvant :  Radiasi Diberikan apabila ditemukan keadaan sbb : .Tumor sentral/medial . maka tidak dilakukan radiasi pada KGB aksila supraklavukula. . kecuali : .Pada terdapat masa tumor atau residu post OP (mikroskopik atau makroskopik) maka diberikan boster dengan dosis 20 GY kecuali pada aksila 15 GY.Pada keadaan tumor dimedial/sentral diberikan tambahan radiasi pada mamaria interna.

Kombinasi CEF Dosis C : Cyclophosfamide 500mg/m2 hari 1 E : Epirubicin 50 mg /m2 hari 1 F : 5 Fluoro Uracil 500mg/M2 hari 1 Interval : 3 minggu .Kombinasi CAF Dosis C : Cyclophosfamide 500 mg/m2 hari1 A : Adriamycin = Doxorubin 50 mg/M2 hari 1 F : 5 Fluoro Uracil 500 mg/m 2 hari 1 Interval : 3 minggu .3 siklus pasca terapi primer .Optional : Kombinasi Taxan + Doxorubycin .Kombinasi CMF Dosis C : Cyclophosfamide 100 mg/m2 hari 1 s/d 14 M : Metotrexate 40mg/m2 IV hari 1 & 8 F : % Fluoro Uracil 500 mg /m2 IV hari 1 & 8 Interval : 4 minggu .Kombinasi AC Dosis A : Adriamycin C : Cyclophosfamide .3 siklus praterapi primer ditambah .Kemoterapi paliatif Kemoterapi neoadjuvant : 12 siklus : .

Pemberian reseptor ER+ PR +. Ablative : bilateral oophorectomi (ovarektomi bilateral) 3. ER+ PR . Status hormonal Additive : apabila ER.PR + ER+ PR. ER – PR + 2. Additive : pemberian tamoxifen 2. tanpa pemeriksaan reseptor. perjalanan penyakit slow growing & intermediated growing.(menopause tanpa pemeriksaan ER & PR) ER – PR + Ablasi : apabila. 3) Kanker payudara locally advanced (local lanjut) Operable Locally advanced o Simple mastektomi/MRM + radiasi kuratif + kemoterapi adjuvant + hormonal terapi Inoperable Locally advanced o Radiasi kuratif + kemoterapi + hormonal terapi o Radiasi + operasi + kemoterapi + hormonal terapi .Capecitabine Gemcitabine  Hormonal terapi Macam terapi hormonal 1. premenopause.. Dasar pemberian : 1. menopause 1-5 tahun dengan efek estrogen (+).

Fiksasi ke dasar dari tumor primer. chemotherapy dan hormone terapi.o Kemoterapi neoadjuvant + operasi + kemoterapi + radiasi + hormonal terapi. Prognosis Prognosis kanker payudara tergantung dari :        Besarnya tumor primer. Banyaknya/besarnya kelenjar axilla yang positf. Yang tujuannya adalah untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tertinggal pada saat operasi. 10. penanganan selanjutnya disebut adjuvant therapy yang terdiri dari terapi radiasi. Tipe histologis tumor/invasi ke pembuluh darah. . Umur/keadaan menstruasi. Tingkatan tumor anaplastik. Kehamilan. 4) Kanker payudara lanjut metastase jauh Prinsip : o Sifat terapi paliatif o Terapi sistemik merupakan terapi primer ( kemoterapi dan hormonal) terapi) o Terapi lokoregional ( radiasi &bedah) Setelah operasi.

USA. CA Cancer Journal. Connolly. Breast Cancer Staging. www. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Stages of Breast Cancer-The TNM system. . SE. Sarwono.gov Prawirohardjo. www.concencus. Jakarta: EGC Stephan. (2007). 2006. James. Pam. 56: 37-47. Breast Cancer Management.nih. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2005. Sjamsuningrat.DAFTAR PUSTAKA NIH Concensus Guidlines. W. 2009. & de Jong. Edisi 3. 2000..com Singletary. R.about.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful