Anda di halaman 1dari 5

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KEPULAUAN RIAU BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

STANDAR OPERASIONAL PELAKSANAAN (SOP) PENGADAAN OBAT DAN ALKES HABIS PAKAI SUMBER DANA PEMELIHARAAN KESEHATAN (DPK)

I.

PENDAHULUAN 1. UMUM a. Dalam rangka mewujudkan misi Dokkes Polri di bidang pelayanan kesehatan yaitu menyelenggarakan pelayanan paripurna serta memfasilitasi masyarakat Polri untuk mewujudkan hidup sehat, perlu dilaksanakan peningkatan mutu pelayanan sesuai standar dan peningkatan akses masyarakat Polri terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga berdampak terhadap perbaikan derajat kesehatan dan meningkatkan performa anggota Polri yang sehat samapta; b. Dalam menyelenggarakan Dana Pemeliharaan Kesehatan diperlukan suatu prosedur pengelolaan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel guna memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi Pegawai Negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan keluarganya; c. Guna menyelenggarakan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan yang bermutu diperlukan standar yang jelas, mengacu kepada standar nasional maupun standar universal, bagi sumber daya, pembinaan maupun operasional. 2. DASAR a. Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. b. Undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. c. Peraturan Kepala Kepolisan Negara Republik Indonesia nomor 1 tahun 2010 tentang Pengelolaan dana pemeliharaan kesehatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

SOP Pengadaan obatobatan dan Alkes habis pakai

Page 1

d. Keputusan Kepala Kepolisan Negara Republik Indonesia nomor : Kep/709/XII/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang alokasi penggunaan dana pemeliharaan kesehatan (DPK) Polri tahun 2012. 3. MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud dibuatnya standar prosedur operasional pelaksanaan pengadaan obat-obatan dan alkes habis pakai yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. b. Tujuannya peraturan ini sebagai pedoman dalam pengelolaan DPK untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh PNS Polri, anggota Polri dan keluarganya. 4. RUANG LINGKUP DAN TATA URUT Ruang lingkup Standar Operasional Pelaksanaan pengadaan obat-obatan dan alkes habis pakai meliputi : a. BAB I Pendahuluan b. BAB II Mekanisme pengelolaan c. BAB III Alokasi penggunaan dan pendistribusian d. BAB IV Pengawasan dan pengendalian e. BAB V Penutup II. MEKANISME PENGELOLAAN 5. MEKANISME PENGELOLAAN MELIPUTI : a. b. c. d. e. Kepala Biro Perencanaan (Karorena) Polda Kepri menerbitkan Surat Perintah Penggunaan DPK kepada kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes); P3DPK diterima oleh Kabid Dokkes sebagai kuasa pengguna anggaran; Disposisi Kabid Dokkes untuk melaksanakan penyerapan anggaran; P3DPK di disposisi ke Subbid Kespol Dokkes dimana pengadaan obat-obatan diarahkan ke Ur Matkes dan penggantian biaya perobatan (restitusi) diarahkan ke Ur Yankes; Kabid Keu Polda Kepri membayarkan DPK kepada bendaharawan satuan kerja (bensatker) dari pihak penyedia barang dan jasa yang ditunjuk oleh Kabiddokkes Polda Kepri yang memenuhi syarat tagihan dngan ketentuan :

SOP Pengadaan obatobatan dan Alkes habis pakai

Page 2

1) 2)

Pertanggungjawaban keuangan harus mempunyai dasar hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; Hak atas tagihan telah dibuktikan dan kewajiban telah dilaksanakan oleh yang berhak atas tagihan tersebut sesuai dengan batas wewenang dan hak yang diperoleh dengan mendasarkan kepada peraturan perundang-undangan;

3) f. g.

Pengeluaran telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang direncanakan dalam program yang telah ditetapkan

Kabiddokkes selaku pengguna DPK melaksanakan kegiatan sesuai dengan surat perintah penggunaan DPK dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaannya; Pelaksnaan anggaran DPK yang belum selesai sampai dengan tutup buku tahun anggaran berjalan dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya dengan menggunakan otoritasi/surat persetujuan pelaksanaan penggunaan dana (SP3D) tahun anggaran yang lalu.

III. ALOKASI PENGGUNAAN DAN PENDISTRIBUSIAN 6. ALOKASI PENGGUNAAN MELIPUTI : Alokasi pengadaan obat-obatan dan alkes habis pakai termasuk juga digunakan untuk biaya packing, creating, handling dan transportation (PCHT) dan biaya adminsitrasi pengadaan; 7. PELAKSANAAN PENYERAPAN DPK : a) b) c) d) Ur Matkes meminta renbut dari Polres/ta dan Poliklinik; Menyusun kebutuhan sesuai dengan anggaran yang tersedia; Melaksanakan prosedur pengadaan sesuai dengan Keppres nomor 54 tahun 2010 dan perintah dari kuasa pengguna anggaran (KPA); Membuat Kep untuk penunjukan KPA dan PPK serta membuat Sprin penunjukan panitia pengadaan dan panitia pemeriksaan/serah terima khusu untuk panitia pemeriksaan/serah terima terdiri dari personil Satker Rosarpras, Bidpropam dan Biddokkes Polda Kepri; e) f) g) h) i) Melaksanakan proses penawaran terhadap rekanan selama 3 (tiga) hari; Mengevaluasi penawaran yang masuk; Menunjuk pemenang dari rekanan oleh kuasa pengguna anggaran; Membuat SPK dan melaksanakan SPK oleh rekkanan, PPK dan KPA; Melaksanakan pengujian dan pemeriksaan material oleh panitia pemeriksa/serah terima dengan membuat berita acara pemeriksaan dan serah terima;

SOP Pengadaan obatobatan dan Alkes habis pakai

Page 3

8. PENDISTRIBUSIAN Persyaratan pengajuan permohonan restitusi kesehatan pada faskes non Polri terdiri dari : a. b. c. Melaksanakan rencana distribusi oabat-obatan dan alkes habis pakai untuk Polres/ta dan poliklinik; Melaksanakan pendistribusian obat-obatan dan alkes habis pakai sesuai rendis; Melaksanakan serah terima obat-obatan dan alkes habis pakai kepada polres/ta dan ploklinik sesuai SPPM yang ada.

9.

KETERLAMBATAN Keterlambatan pengajuan dan realisasi pembayaran restitusi kesehatan, tidak menyebabkan gugurnya hak pengajuan dan hak menerima pembayaran restitusi kesehatan.

IV. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 10. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Pengawasan dan pengendalian terhadap pengadaan obat-obatan dan alkes habis pakai sumber DPK dilakukan dalam bentuk : a. Pelaporan terdiri dari : Realisasi DPK bulanan dilaporkan secara berjenjang, dari Satker pengguna kepada Kapolri dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Realisasi DPK wajib dikirim kepada Kabid Keu Polda Kepri, Kabid Keu mabes Polri dengan tembusan Kapusdokkes Polri, Irwasda Polda Kepri dan Karorena Polda Kepri; 2) Rekap realisasi DPK yang dibuat oleh Kabid Keu Mabes Polri dan Kabid Keu Polda wajib dikirim kepada Kapusku Polri dengan tembusan Itwasum Polri, Derena Kapolri dan Kapusdokkes Polri; 3) Rekap realisasi DPK yang dibuat oleh Kapusku Polri wajib dikirim kepada Kapolri melalui Derena kapolri dengan tembusan Itwasum Polri dan Kapusdokkes Polri. 4) Pengadaan obat dan alkes habis pakai yang dilaksanakan wajib dilaporkan kepada Kapusdokkes Polri setiap bulan. b. Supervisi Supervisi dilaksanakan secara terpadu ke Rumkit Puspol RS Sukanto, Biddokkes Polda, Rumkit Bhayangkara dan Poliklinik oleh unsur Sderenbang Polri, Pusku Polri dan Pusdokkes Polri. Pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) terdiri dari : 1) Wasrik internal Polri yang dilakukan oleh Itwasda dan Itwasum Polri; 2) Wasrik eksternal Polri yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

c.

SOP Pengadaan obatobatan dan Alkes habis pakai

Page 4

V.

PENUTUP

Buku Standar Prosedur Operasional ini disusun sebagai petunjuk dalam pelaksanaan pengadaan obat-obatan dan alkes habis pakai sumber dana DPK.

Batam, Pebruari 2012 KEPALA BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN POLDA KEPULAUAN RIAU

Dr. AMIR PURBA, SST.MK AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 58100853

SOP Pengadaan obatobatan dan Alkes habis pakai

Page 5