Anda di halaman 1dari 2

3 Klasifikasi Fraktur Dentoalveolar 3.1 Menurut WHO 1) Kerusakan pada Jaringan Keras Gigi dan Pulpa a.

Infraksi Mahkota (Enamel infraction) : fraktur yang tidak sempurna pada email tanpa kehilangan struktur gigi b. Fraktur yang tidak kompleks (uncomplicated crown fracture) Fraktur email : fraktur yang hanya mengenai lapisan email saja. Fraktur email-dentin: fraktur pada mahkota gigi yang hanya mengenai email dan dentin saja tanpa melibatkan pulpa.

c. Fraktur mahkota yang kompleks (complicated crown fracture) : fraktur yang mengenai email, dentin, dan pulpa. 2) Kerusakan pada Jaringan Keras Gigi, Pulpa, dan Tulang Alveolar a. Fraktur mahkota-akar : fraktur yang mengenai email, dentin, dan sementum. b. Fraktur akar : fraktur yang mengenai dentin, sementum, dan pulpa tanpa melibatkan lapisan email. c. Fraktur dinding soket gigi : fraktur tulang alveolar yang melibatkan dinding soket labial atau lingual, dibatasi oleh bagian fasial atau lingual dari dinding soket. d. Fraktur prosesus alveolaris : fraktur yang mengenai prosesus alveolaris dengan atau tanpa melibatkan soket alveolar gigi. e. Fraktur korpus mandibula atau maksila : fraktur pada korpus mandibula atau maksila yang melibatkan prosesus alveolaris, dengan atau tanpa melibatkan soket gigi. 3) Kerusakan pada Jaringan Peiodontal a. Concusion b. Subluxation c. Luksasi ekstrusi (partial displacement) d. Luksasi e. Luksasi intrusi f. Laserasi (hilang atau ekstrartikulasi)

4) Kerusakan pada Gusi atau Jaringan Lunak Rongga Mulut a. Laserasi : Laserasi merupakan suatu luka terbuka pada jaringan lunak yang disebabkan oleh benda tajam seperti pisau atau pecahan luka. b. Kontusio : luka memar c. Luka Abrasi : luka pada daerah superfisial yang disebabkan karena gesekan atau goresan suatu benda.

5) Trauma / Fraktur Dentoalveolar a. b. c. d. Comminution of the alveolar socket Fraktur soket alveolar Fraktur Processus alveolaris Fraktur Mandibula atau Maxilla

3.2 Klasifikasi Ellis a. b. c. d. Klas I : Uncomplicated Crown Fractures yang Hanya Melibatkan Enamel Klas II : Uncomplicated Crown Fractures yang Melibatkan Enamel dan Dentin Klas III : Complicated Fractures Pada Mahkota dan Melibatkan Pulpa Klas IV : Gigi mengalami trauma sehingga gigi menjadi non vital dengan atau tanpa hilangnya struktur mahkota