Anda di halaman 1dari 6

Teknik, instrumentasi serta prosedur perawatan Teknik pada gingivektomi: Gingivektomi bedah Step 1: Poket pada masing-masing permukaan

dieksplorasi dengan probe periodontal dan ditandai dengan pocket marker. Masing-masing poket ditandai pada beberapa daerah sebagai outline pada permukaannya. Step 2: Pisau periodontal (Kirkland knives) digunakan untuk insisi pada daerah permukaan fasial dan lingual. Pisau periodontal Orban digunakan untuk insisi interdental, jika diperlukan, dan pisau Bard-Parker, dan gunting digunakan sebagai instrumen tambahan. Insisi dimulai dari apikal ke tanda poket dan aecara langsung ke koronal di antara dasar poket dan puncak tulang. Proses penyembuhan tidak akan terjadi masalah jika daerah ditutupi periodontal pack secara adekuat. Insisi kontinyu dan terputus bisa digunakan. Insisi harus dibevel kurang-lebih 45o sehingga blade dapat menembus seluruh gingiva menuju ke dasar poket. Insisi yang akurat akan dapat menghilangkan dinding poket dan membentuk kontur jaringan yang ramping; bila insisi terlalu datar akan terbentuk kontur pascaoperasi yang kurang memuaskan Kealahan yang paling sering dibuat pada operasi ini adalah insisi pada posisi koronal sehingga dinding dasar poket tetap tertinggal dan penyakit cenderung timbul kembali. Step 3: Menghilangkan dinding poket yang telah dieksisi, membersihkan daerah, dan memeriksa permukaan akar. Bila insisi sudah dapat memisahkan seluruh dinding poket dari jaringan di bawahnya, dinding poket akan dapat dengan mudah dihilangkan dengan kuret atau skaler yang besar. Sisa jaringan fibrosa dan jaringan granulasi dapat dibersihkan seluruhnya dengan kuret yang tajam(Carranza, 2002:749750).

gambar 1. Membuat titik perdarahan dengan penanda poket, titik-titik perdarahan tersebut menunjukkan kedalaman poket

gambar 2. A, insisi terputus. B, insisi secara langsung.

gambar 3. A, posisi penanda poket. B, insisi bevel yang terletak di apikal dari titik yang dibuat dengan penanda poket

gambar 4. 1, Jaringan granulasi. 2, kalkulus dan deposit lain di akar. 3, daerah yang bersih pada dasar poket

Prosedur gingivektomi bedah adalah sebagai berikut: 1. Menandai Poket. Untuk dapat menghilangkan seluruh dinding poket, batas apical dari poket harus diidentifikasi terlebih dahulu dan diberi tanda dengan menggunakan tang penanda poket atau sonde periodontal. Beberapa tanda yang dibuat pada gingival fasial dan lingual dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat insisi gingivektomi. 2. Insisi Gingivektomi. Insisi dapat dibuat dengan bantuan beberapa buah pisau seperti misalnya; Swann-Morton No 12 atau 15 pada pegangan skapel konvensional; pisau Blake yang menggunakan blade disposable; pisau gingivektomi khusus seperti Kirkand, Orban atau pisau GoldmanFox yang harus diasah setiap akan digunakan. Pemilihan jenis pisau yang akan digunakan adalah tergantung pada operator masing-masing, namun bila memungkinkan selalu menggunakan blade yang disposable. Insisi harus dibuat di sebelah apikal dari tanda yang sudah dibuat yaitu di apikal dasar poket dan bersudut 45O sehingga blade dapat menembus seluruh gingival menuju ke dasar poket. Insisi yang kontinu (tidak berupa insisi sabit yang terputus) dibuat mengikuti dasar poket. Insisi yang akurat akan dapat menghilangkan dinding poket dan membentuk kontur pascaoperasi yang kurang memuaskan. Kesalahan yang paling sering dibuat pada operasi ini kurang memuaskan. 3. Pemotongan Jaringan. Bila insisi sudah dapat memisahkan seluruh dinding poket dari jaringan dibawahnya, dinding poket akan dapat dengan mudah dihilangkan dengan kuret atau skaler yang besar misalnya skaler Cumine. Sisa jaringan fibrosa dan jaringan granulasi dapat dibersihkan seluruhnya dengan kuret yang tajam untuk membuka permukaan akar. 4. Skaling dan Root Planing. Permukaan akar harus diperiksa untuk melihat adanya sisa deposit kalkulus dan bila perlu permukaan akar harus diskaling dan dilakukan root planning. (Manson, 1993: 180)

Dressing periodontal. Dressing yang digunakan untuk menutupi luka mempunyai berbagai macam fungsi sebagai berikut: 1. Untuk melindungi luka dari iritasi. 2. Untuk menjaga agar daerah luka tetap dalam keadaan bersih. 3. Untuk mengontrol perdarahan. 4. untuk mengontrol produksi jaringan granulasi yang berlebihan. Karena itu, dressing dapat mempercepat pemulihan dan memberikan kenyamanan pascaoperasi. (Manson, 1993: 180)

Persyaratan dari Dressing periodontal yang ideal, yaitu: 1. Harus bersifat tidak mengiritasi dan tidak merangsang terjadinya reaksi alergi 2. Harus dapat dipasang cekat pada gigi geligi dan jaringan dan dapat mengalir diantara gigi geligi sehingga dapat tertahan cukup kuat. Waktu pengerasan yang lambat memungki8nkan dressing dimanipulasi dengan mudah. 3. Dapat mencegah akumulasi sisa makanan dan saliva 4. Mempunyai sifat antibakteri sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri 5. Harus cukup keras sehingga tidak mudah tergeser 6. Rasanya tidak mengganggu (Manson, 1989: 180)

Gingivektomi elektrosurgery Keuntungan: elektrosurgery baik untuk conturing jaringan dan control

pendarahan(Carranza, 2002 :752). Kerugian: elektrosurgery tidak dapat dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung. Jika jarim elektrosurgery menyentuh tulang, mengakibatkan kerusakan yang ireversibel. Selanjutnya the heat generated dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan dan kehilangan jaringan periodontal pendukung(Carranza, 2002 :752).

Untuk teknik ini dalam menghilangkan pembesaran gingiva dan gingivoplasty dapat menggunakan jarum elektroda yang bentuknya ovoid kecil dan diamondshaped elektroda untuk menghias(carranza, 2009 :752). Proses penyembuhan gingivektomi secara elektrosurgery. Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada proses penyembuhan gingiva yang dilakukan elektrosurgery dan dengan pembedahan, peneliti lain menyebutkan bahwa proses penyembuhan gingiva pada teknik elektrosurgery lebih lambat dari pembedahan dengan pisau bedah (Carranza, 2002 :753).

Gingivektomi laser Laser gingivektomi dibagi menjadi 2 tipe, yaitu carbon dioksida ( ) dan

neodymium: ytttrium-alumunium-garnet (Nd:YAG). Masing masing dari tipe tersebut mempunyai panjang gelombang, yaitu 10,600 nm dan 1064 nm. Sinar laser digunakan untuk melakukan eksisi. Kekurangan yang dimiliki dari laser

gingivektomi adalah proses penyembuhannya lebih lama jika dibandingkan dengan eksisi menggunakan skalpel gingivektomi (Caranza, 2002: 752).

Gingivektomi chemosurgery Teknik ini menghilangkan gingiva menggunakan kimia. Sejenis 5% paraformaldehid atau potassium hidroxide. Tetapi teknik ini jarang digunakan karena memiliki kekurangan: a. Aksi kedalaman tidak dapat terkontrol, karena perlekatan jaringan dibawah poket dapat terluka. b. Remodelling gingival tidak dapat dilakukan secara efektif c. Epitelisasi dan reformasi epitel junction serta pembentukkan kembali fiber alveolar crest lebih lambat pada teknik kimia daripada dengan scalpel. Oleh sebab itu, menggunakan metode kimia ini tidak (Caranza, 2002:753). direkomendasikan