Anda di halaman 1dari 8

Apa obat dapat menyebabkan pembesaran gingiva?

obat yang paling sering terlibat terkait dengan pembesaran gingiva adalah: 1. 2. 3. Fenitoin: obat antikonvulsan sering diresepkan digunakan untuk mengobati berbagai jenis kejang dan kejang. Siklosporin: obat imunosupresan biasanya digunakan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi. Hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam pengobatan berbagai lainnya berbasis kekebalan kondisi seperti psoriasis, dermatitis atopik, rheumatoid arthritis dan sindrom nefrotik. Kalsium channel blockers: kelas obat kardiovaskular yang digunakan dalam manajemen kondisi seperti hipertensi, nyeri dada dan denyut jantung tidak teratur. Contoh umumnya diresepkan termasuk nifedipin, amlodipin dan verapamil.

Gingivitis, juga umumnya disebut penyakit gusi atau penyakit periodontal, menggambarkan kejadian-kejadian yang mulai dengan pertumbuhan bakteri didalam mulut anda dan mungkin berakhir - jika tidak dirawat dengan benar - dengan kehilangan gigi yang disebabkan oleh pengrusakan dari jaringan yang mengelilingi gigi-gigi anda. Sebenarnya, gingivitis dan periodontitis adalah dua stadium yang berbeda dari penyakit gusi. Perbedaan Antara Gingivitis Dan Periodontitis Gingivitis biasanya mendahului periodontitis. Bagaimanapun, adalah penting untuk mengetahui bahwa tidak semua gingivitis berlanjut ke periodontitis. Pada keadaan awal dari gingivitis, bakteri-bakteri dalam plaque terbentuk, menyebabkan gusi-gusi menjadi meradang (merah dan bengkak) dan seringkali dengan mudah berdarah sewaktu sikat gigi. Meskipun gusi-gusi mungkin teriritasi, gigi-gigi masih dengan kuat tertanam dalam rongga-rongga mereka. Tidak ada kerusakan tulang atau jaringan lain yang tidak dapat dikembalikan telah terjadi pada stadium ini. Jika gingivitis dibiarkan tidak dirawat, ia dapat berlanjut ke periodontitis. Pada orang dengan periodontitis, lapisan bagian dalam dari gusi dan tulang menjauh dari gigi-gigi dan membentuk kantong-kantong (pockets). Ruang-ruang kecil ini antara gigi-gigi dan gusi-gusi mengumpulkan puing-puing (kotoran) dan dapat menjadi terinfeksi. Sistim imun tubuh melawan bakterbakteri ketika plaque menyebar dan tumbuh dibawah garis gusi. Racun-racun - yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri dalam plaque serta enzim-enzim tubuh yang "baik" yang terlibat dalam memerangi infeksi-infeksi - mulai mengurai tulang dan jaringan penghubung yang memegang gigi-gigi pada tempatnya. Ketika penyakitnya berlanjut, kantong-kantong (pockets) mendalam dan lebih banyak jaringan gusi dan tulang yang dirusak. Ketika ini terjadi, gigi-gigi tidak lagi tertanam pada tempatnya, mereka menjadi lebih kendur, dan kehilangan gigi terjadi. Penyakit gusi, nyatanya, adalah penyebab yang memimpin dari kehilangan gigi pada kaum dewasa. Penyebab Penyakit Periodontal Plaque adalah penyebab utama dari penyakit periodontal. Bagaimanapun, faktor-faktor lain dapat berkontribusi pada penyakit gusi. Ini termasuk: Perubahan-perubahan hormon - seperti yang terjadi selama kehamilan, masa pubertas, menopause, dan menstruasi bulanan - membuat gusi-gusi lebih sensitif, yang membuat gingivitis lebih mudah untuk berkembang. Penyakit-penyakit mungkin mempengaruhi kondisi dari gusi-gusi. Ini termasuk penyakit-penyakit seperti kanker atau HIV yang mengganggu sistim imun. Karena diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan gula darah, pasien-pasien dengan penyakit ini berada pada risiko yang lebih tinggi mengembangkan infeksi-infeksi, termasuk penyakit periodontal. Obat-obat dapat mempengaruhi kesehatan mulut (oral) karena beberapa mengurangi aliran air liur, yang mempunyai efek perlindungan pada gigi-gigi dan gusi-gusi. Beberapa obat-obat, seperti obat anticonvulsant Dilantin dan obat anti-angina Procardia dan Adalat, dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan gusi yang abnormal. Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, membuat jaringan gusi lebih sulit untuk memperbaiki dirinya sendiri. Kebiasaan-kebiasaan kesehatan mulut yang buruk seperti tidak menggosok dan flossing pada basis harian, membuat gingivitis lebih mudah untuk berkembang. Sejarah penyakit gigi keluarga dapat menjadi faktor yang berkontribusi untuk perkembangan gingivitis. Gingivitis adalah peradangan pada gusi. dapat terjadi pada interdental papil, tepi gusi, gusi cekat, atau kombinasinya. Penyebab dari gingivitis adalah kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik, sehingga terbentuk plak dan karang gigi pada permukaan gigi yang berbatasan dengan tepi gingiva. Kuman-kuman dalam plak menghasilkan racun yang merangsang gingiva dan menyebabkan gingivitis, gingival berwarna merah dan mudah berdarah. Ciri-ciri klinis gingivitis mencakup : 1) pendarahan pada probing; 2) perubahan warna; 3) perubahan konsistensi; 4) perubahan tekstur permukaan; 5) perubahan kontur/bentuk; 6) pembentukan saku gusi Gingivitis adalah suatu peradangan dari gingiva yang disebabkan oleh kalkulus, kuman-kuman, sisa-sisa makanan pada gingival bebas yang merusak jaringan epithelium pada gingiva. Gingiva yang meradang hanya pada tepi gusi sampai dengan papilla dentalis disebut dengan gingivitis marginalis, gingivitis marginalis ini merupakan stadium yang paling dini dari penyakit periodontal. Peradangan gingiva ini dapat klinis dan akut. Gingivitis dapat diklasifikasikan menurut penyebarannya, lama, etiologi, pathogenesis dan tingkat keparahannya. Penyebarannya dapat menyeluruh, setempat, tepi dan papiler. Macam-macam gingivitis berdasarkan pada etiologi yaitu aktinomikotik, diabetes, hormonal, leukimia, sel plasma, psoriasis, skorbutik, human immunodeficiency virus (HIV). Berdasarkan lamanya dapat akut dan kronis. Gingivitis paling sering kronis dan tidak terasa sakit, tetapi gingivitis akut dan terasa sakit, tetapi gingivitis akut dan terasa sakit dapat menutupi keadaan kronis tersebut. Gingivitis kronis menunjukkan tepi gingiva yang membengkak, merah dengan papilla interdental menggelembung, strippling hilang ketika jaringan tepi membesar, keparahannya seringkali dinilai berdasarkan perubahan pada warna, kontur, konsistensi dan adanya pendarahan. Gingivitis merupakan tahap awal dari proses penyakit periodontal dan apabila dibiarkan akan menjadi periodontitis. Pada gingivitis akan terlihat jaringan gusi berwarna merah, gusi mudah berdarah, gusi membengkak. Akibat dari pembengkakan gusi, maka saku gusi akan tampak lebih dalam dari keadaan normal. Tanda-tanda gingivitis dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Gingivitis Marginalis acuta. Tanda-tandanya : 1) warna merah terang; 2) papila dentalis membengkak; 3) adanya ulserativ;

4) mudah berdarah; 5) terdapat exudat 6) terasa sakit 2. Gingivitis Marginalis Kronis. Tanda-tandanya : 1) warna merah, dan warna ini lama-kelamaan berubah warna menjadi kebiru- biruan; 2) papila dentalis membengkak; 3) nafas terasa bau; 4) gigi goyang. Penyebab gingivitis Gingivitis disebabkan oleh faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer adalah bakteri plak yang menjadi pemicu terjadinya gingivitis. Faktor sekunder dibagi menjadi faktor lokal dan faktor sistemik. Faktor lokal merupakan predisposisi terjadinya akumulasi plak dan menghalangi pembersihan plak tersebut, faktor sistemik adalah faktor yang dapat memodofikasi respon gusi terhadap iritasi lokal seperti alergi, defisiensi nutrisi, kelainan darah, hormonal, virus, dan obatobatan. Faktor sistemik penyebab gingivitis adalah 1) faktor nutrisi, secara teoritis defisiensi nutrisi utama dapat mempengaruhi keadaan gingiva dan daya tahannya terhadap iritasi plak. Pada defisiensi nutrisi yang parah dan disertai dengan kebersihan gigi dan mulut yang buruk, terlihat adanya kerusakan jaringan periodontal yang berkembang cepat dan kehilangan gigi yang cukup dini; 2) faktor genetic/keturunan 3) faktor hormonal, perubahan hormon seksual berlangsung selama pubertas, kehamilan dan menopause, keadaan ini dapat menimbulkan perubahan jaringan gingiva yang merubah respons terhadap produk-produk plak. Penderita diabetes mellitus mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh sehingga kemampuan rongga mulut anda menjadi lemah untuk melawan infeksi, maka gusi membengkak dan menjadi merah, muncul infeksi, dan gigi tampak tidak rata dan mudah tanggal GINGIVAL ENLARGEMENT = INFLAMATORY ENLARGEMENT Merupakan komplikasi sekunder dari enlargement tipe lainnya Kronis Akut INFLAMATORY ENLARGEMENT KRONIS Tanda-tanda klinis: Pembesaran pada papila interdental dan marginal gingiva Terlokalisir/menyebar Bisa berupa massa tumor yg berdiri sendiri (discrete) dan bertangkai Berkembang secara lambat Tidak sakit (kecuali disertai trauma/inf akut) Gambaran Histopatologi: Adanya eksudatif dan proliferatif yg menandakan adanya inflamasi kronis Lesi lunak Berwarna merah tua/ merah kebiruan Permukaan halus dan mengkilap Mudah berdarah Terdapat sejumlah sel dan cairan inflamasi Terjadi pembentukan kapiler baru Etiologi: Pemaparan dental plak yg berlangsung lama Faktor-faktor yg meningkatkan akumulasi plak: OH yg buruk Ketidaknormalan anatomis

Restorasi yg tidak baik Alat orthodonsi yg tidak pas Perubahan Gingiva ok bernafas melalui mulut

Dpt tjd gingivitis dan gingiva enlargement Gingiva berwarna merah dan edematous Permukaan mengkilap Biasanya terjadi pd regio maksila anterior Perubahan tsb berkaitan dgn iritasi ok dehidrasi permukaan INFLAMATORY ENLARGEMENT AKUT ABSES GINGIVA Tanda-tanda klinis

Terlokalisir Terasa sakit Onsetnya cepat dan meluas scr cepat Tdp pd marginal/ papila interdental Berwarna merah Permukaan halus dan mengkilap Dlm waktu 24 s/d 48 jam terlihat eksudat purulen Gigi didekatnya peka thd perkusi Lesi bisa pecah scr spontan Etiologi:

Bakteri yang ikut masuk bersama substansi asing ke dlm gingiva Substansi asing: bulu sikat gigi, potongan kulit apel, serpihan tusuk gigi, dll DRUG-INDUCED ENLARGEMENT

Disebabkan ok penggunaan obat; Antikonvulsant , Immunosuppressant, Bloker channel kalsium Dapat menimbulkan permasalahan dalam berbicara, mastikasi/ pengunyahan, erupsi gigi dan estetik. Tanda-Tanda Klinis

Pembesarannya dimulai pada papila interdental, tidak terasa sakit, kemudian meluas ke gingiva margin fasial dan lingual. Jika terus berlanjut, pembesaran pada papila dan marginal bisa bergabung, dan berkembang sampai menutupi mahkota gigi dan mengganggu oklusi Bila tidak disertai inflamasi, lesi berbentuk mulberry, padat/kenyal, berwarna merah muda pucat, tidak mudah berdarah. Adanya pembesaran gingiva mempersulit plak kontrol shg sering menyebabkan tjdnya proses inflamasi sekunder dan pembesaran ok bakteri/plak. Bila disertai inflamasi, ukuran lesi bertambah, warna merah/merah kebiruan, mudah berdarah. Hiperplasi menyebar pd RM, paling sering pd RA dan anterior RB Hiperplasi tjd pd rahang yg bergigi, tidak terjadi pd adentulous ridge. Hiperplasi hilang bila gigi bersangkutan diekstraksi Timbulnya hiperplasi ok obat-obatan tidak dipengaruhi oleh ada/tdknya plak, namun perkembangan hiperplasi dan pencegahan komplikasinya dpt dicegah dgn plak kontrol dan OH yg baik. Hiperplasi ok obat-obatan bersifat rekuren walaupun sudah dihilangkan dgn tindakan pembedahan. Hilangnya hiperplasi scr spontan dpt terjadi dlm bbrp bulan stlh menghentikan pemakaian obat tsb. kombinasi pembesaran ok obat-obatan

ANTIKONVULSANT GE ok antikonvulsant pertamakali ditemukan pd pengguna Phenytoin (Dilantin) untuk perawatan epilepsi (kecuali petitmal) Phenytoin merupakan kelompok Hydantoin yg dpt menyebabkan GE Hydantoin lainnya yg dilaporkan dpt mengakibatkan GE: ethotoin (Paganone), dan mephenytoin (Mesantoin) Antikonvulsant lain yg menyebabkan GE: succinimides (ethosuximiae [Zerontin], methsuxinimide [Celontin]) dan asam valproat ([Depakenel]) GE terjadi pd + 50% pasien pengguna obat2 tsb Lebih sering tjd pada pasien yg usianya lebih muda Beberapa laporan mengindikasi adanya hubungan antara dosis obat dengan pertumbuhan gingiva yg berlebih tsb. Walaupun phenytoin terdapat pada saliva dan plasma, namun tidak ada laporan yg mengatakan adanya hubungan tingkat keparahan GE dengan tingkat phenytoin dalam plasma/saliva Phenytoin merangsang proliferasi sel2 fibroblast dan ephitelium Terjadinya GE dipengaruhi oleh faktor genetis host dalam memberikan respon thd penggunaan phenytoin Phenytoin dpt menginduksi penurunan kolagen Kesimpulan: Patogenesis GE ok phenytoin tdk diketahui scr pasti, ttp bbrp bukti menghubungkannya dgn peningkatan subpopulasi fibroblast yg ditentukan sebelumnya oleg genetis, inaktivasi kolagenase, dan inflamasi ok plak. Immunosuppressant Immunosuppressant yg dpt menyebabkan GE: Cyclosporine u/ mencegah penolakan tubuh thd organ yg ditransplantasikan, dan u/ pengobatan penyakit autoimun Vaskularisasi lebih banyak drpd GE ok phenytoin Lebih sering tjd pd anak2 Selain GE, efek samping penggunaan cyclosporine lainnya: nefrotoksisitas, hipertensi, hipertrichosis Immonossuppressant lainnya yg menyebabkan GE: tacrolimus (namun lbh sedikit drpd cyclosporine) Bloker Channel Kalsium Digunakan untuk perawatan kardiovaskular: hipertensi, angina pektoris, spasmus arteri koroner, dan aritmia kardiac Cara kerja: * Menghambat influx ion kalsium melewati membran sel hati dan sel otot halus * Mencegah mobilisasi kalsium intra seluler * Menyebabkan dilatasi arteri koroner dan arteriol => meningkatkan suplay oksigen => menurunkan hipertensi Obat gol ini yg menginduksi GE: Nifedipine Contoh lainnya : Diltiazem, Felodipine, Nitredipine, Verapamil (menyebabkan GE namun lbh sedikit) GINGIVAL ENLARGEMENT IDIOPATIK Mrpk kondisi GE yg belum diketahui penyebabnya dan jarang terjadi Pd bbrp kasus di hub dgn faktor herediter Istilah lain: gingivomatosis, Elephantiasis, fibromatosis idopatik, hiperplasia gingiva herediter, fibromatosis familial kongenital Tanda-tanda klinis Pembesaran melibatkan gingiva cekat, gingiva margin, dan papila interdental Melibatkan permukaan fasial, lingual, mandibula dan maksila Warna merah muda, padat, konsistensi kenyal, permukaan berbatu2 Pada kasus yg parah GE menutupi gigi hampir seluruhnya dan menutupi vestibulum

GINGIVA ENLARGEMENT OK KONDISI TERTENTU 3 Tipe: # Hormonal : kehamilan, pubertas # Nutrisi # Alergi Ada juga GE ok kondisi tertentu yg tdk spesifik GINGIVA ENLARGEMENT OK KEHAMILAN Pembesaran bisa pd marginal dan menyebar, atau berupa massa spt tumor (tunggal/multipel) Selama kehaminan tjd peningkatan progesteron dan estrogen (pd akhir trisemester ketiga meningkat 10 s/d 30x dibanding menstruasi) => perubahan permeabilitas vaskular => edema gingival => peningkatan respon inflamasi thd plak Tjd perubahan mikrobiota subgingiva termasuk peningkatan jumlah provotella intermedia GE ok kehamilan disebut juga: angiogranuloma Pembesaran marginal Disebabkan oleh bertambah parahnya inflamasi yg sudah ada sebelumnya Gambaran klinis: biasanya menyebar dan cenderung lbh jelas pd interproksimal drpd fasial/lingual Warna merah terang/magenta, Konsistensi lunak, permukaan halus dan mengkilap. Mudah berdarah scr spontan atau sedikit rangsangan Pembesaran gingiva seperti tumor Bukan suatu neoplasma Merupakan respon inflamasi oleh bakterial plak dan dimodifikasi o/ keadaan px Muncul setelah usia kehamilan diatas 3 bulan, atau bs lbh awal Gejala klinis: * Berbentuk spt jamur, discrete, bulat pipih (flattened spherical), menonjol dari tepi gingiva / dari interproksimal dan dilekatkan o/ dasar yg bertangkai * warna: merah tua/merah kehitaman/magenta * permukaan halus dan mengkilap * tidak melibatkan tulang dibawahnya * konsistensi bervariasi: semi padat dgn variasi derajat kelunakan * tidak terasa sakit, kecuali bila mengganggu oklusi dan terjadi ulserasi => sakit Pembesaran gingiva selama kehamilan dapat dicegah dengan menghilangkan plak dan kalkulus serta penjagaan Oh yg baik sesudahnya Perawatan: penghilangan jaringan dan diikuti penghilangan iritan lokal Hilangnya GE pd kehamilan bisa terjadi secara spontan setelah kehamilan berakhir, namun harus tetap diikuti pembersihan dental deposit GINGIVA ENLARGEMENT OK PUBERTAS Bisa pd pria/wanita Ok hormonal=> peningkatan proporsi provotella intermedia, dan provotella nigrescens Berhubungan dengan faktor lokal => biasanya muncul pd daerah yg tdp akumulasi plak Terjadi pembesaran pd marginal dan interdental, disertai tonjolan membulat pd papila interdental yg terlihat jelas : defisiensi vit C

Lbh sering tjd ps fasial drpd lingual ok mekanisme aksi lidah dan pergerakan selama makan, mencegah akumulasi iritan lokal pd lingual Gejala klinis GE ok pubertas relatif sama dgn inflamasi gingiva kronis, namun yg membedakan GE pubertas dgn GE inflamasi kronis adalah, pd GE pubertas bersifat rekurent walaupun deposit plak relatif sedikit. Setelah masa pubertas GE akan menghilang dan harus diikuti pembersihan plak/kalkulus GINGIVA ENLARGEMENT OK DEFISIENSI VIT C

Istilah lain: Scurvy Defisiensi vit. C akut menyebabkan: hemorrhage, perdarahan gingiva, degenerasi kolagen, dan edema jar. Ikat gingiva => hal ini menyebabkan respon gingiva thd dental plak menurun => shg tjd inflamasi berlebihan => pembesaran gingiva yg parah scurvy Tjd pembesaran pd marginal Berwarna merah kebiruan Konsistensi lunak Permukaan halus dan mengkilap Tjd perdarahan spontan/ sedikit rangsangan Permukaan nekrosis Tdp pembentukan pseudomembran GINGIVITIS SEL PLASMA

Pembesaran dari gingiva margin sampai gingiva cekat Terdapat lesi yg terlokalisasi ( granuloma sel plasma) Berwarna merah, terkadang bergranular Mudah berdarah Istilah lain: gingivitis atypical, dan gingivostomatitis sel plasma Berawal dari alergi, kemungkinan berhubungan dgn komponen2 dalam permen karet, pasta gigi, atau makanan Perbaikan lesi dapat dilakukan dengan menghentikan pemaparan alergen GE OK KONDISI TERTENTU YG TDK SPESIFIK (GRANULOMA PYOGENIK)

Merupakan pembesaran gingiva seperti tumor => respon berlebihan thd trauma yg kecil DD: GE ok kehamilan Bentuk bervariasi dari massa spt tumor yg spherical discrete dgn perlekatan pedunculated, sampai bentuk keloid yg datar/pipih dgn dasar yg luas Warna merah terang atau ungu Konsistensi lunak/padat Pd bbrp kasus disertai ulserasi dan eksudasi purulent Lesi tsbberkurang scr spontan mjd: papiloma fibroepital atau bisa tetap tanpa mengalami perubahan selama bertahun2 Perawatan: menghilangkan lesi dan faktor iritan GINGIVA ENLARGEMENT OK PENYAKIT SISTEMIK = LEUKEMIA

Bisa terlokalisasi/ menyeluruh Tjd perluasan gingiva margin yg melebihi ukuran normal atau bisa terbentuk massa seperti tumor yg mempunyai ciri2 tersendiri pada interproksimal Berwarna merah kebiruan Permukaan mengkilap Konsistensi agak padat dan ada kecenderungan menjadi lunak dan mengalami perdarahan Lebih sering terjadi pd leukimia akut drpd leukemia kronis/subakut

PENYAKIT GRANULOMA = WEGENERS GRANULOMATOSIS Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti Diduga terjadi injuri jaringan yg dimediasi scr imunologis Penyakit ini jarang terjadi Dapat menyebabkan kematian krn gagal ginjal dlm kurun waktu bbrp bulan Penggunaan obat2 imunosupresif dpt membantu pengobatan penyakit ini Manifestasi awal penyakit ini melibatkan regio orofasial: ulserasi mukosa oral, gingiva enlargement, mobilitas gigi yg abnormal, dan respon penyembuhan yg tertunda Pembesaran pd papila interdental (palillary granulomatous) berwarna ungu kemerahan dan mudah berdarah jika ada rangsangan Penyakit yg penyebabnya blm diketahui pasti Dimulai pd individu berusia 20-an an atau 30-an Pembesaran gingiva berwarna merah, berwarna merah dan tdk sakit ENLARGEMENT NEOPLASTK = (TUMOR GINGIVA) Tumor Jinak Gingiva: o Epulis o Fibroma o Papiloma o Granuloma giant sel perifer o Granuloma giant sel sentral o Leukoplakia o Kista Gingiva Tumor Ganas Gingiva o Karsinoma o Melanoma maligna o Sarkoma EPULIS :Merupakan istilah umum untuk menunjukkan massa spt tumor pd gingiva FIBROMA Fibroma pd gingiva muncul dari jar ikat atau ligament periodontal Pertumbuhannya lambat, padat dan nodular atau bs jg lunak dan vaskular Biasanya bertangkai(pedunculated) Scr klinisyg di dx fibroma adalah pembesaran krn inflamasi

PAPILLOMA Berhubungan dgn human papilloma virus (HPV) Pd papilloma oral => HPV-6 dan HPV-11 Papilloma gingiva berbentuk spt bungakol, berdiri sendiri/spt kutil, biasanya ukuran kecil, keras, permukaan sedikit tidak teratur

GRANULOMA GIANT SEL PERIFER Muncul pd daerah interdental atau marginal, sering pd labial, dan bisa menutupi beberapa gigi Bentuk variasi: teratur dan halus atau permukaan multilobulated dan berlekuk2

Tidak sakit, konsistensi padat atau spt spons Warna bervariasi dari merah muda/tua/biru keunguan

GRANULOMA GIANT SEL SENTRAL : Lesi ini muncul dan berasal dari dalam rahang dan membentuk kavitas sentral LEUKOPLAKIA Suatu bentukan plak warna putih yg tdk bs hilang dgn digosok. Penyebabnya di hub dgn pengguna tembakau Faktor lain: candida albicans, HPV-16, HPV-18, trauma Penampakan: lesi bersisik, pipih, warna putih keabu-abuan, atau berupa plak keratin yg tebal serta tdk teratur

KISTA GINGIVA Ukuran kecil (mikroskop), jarang terlihat scr klinis Bila terlihat scr klinis: terlokalisasi, marginal gingiva dan gingiva cekat Sering pd caninus RB dan premolar RB Sering pd lingual dan tdk sakit Bila disertai perluasan bs erosi perm. Tl alveolar Massa jinak lain pd gingiva: nevus, myoblastoma, hemangioma, neurilemoma, neirofibroma, mucoceles, ameloblastoma KARSINOMA Karsinoma sel squamous => tumor ganas gingiva yg paling sering ditemukan Exophytic => tampak spt pertumbuhan keluar yg tdk beraturan atau lesi erosi yg ulseratif, datar dan pipih Tidak menimbulkan gejala => shg tanpa disadari bs menimbulkan komplikasi dan menimbulkan sakit Bs melibatkan tulang dibwhnya, ligamen periodontalgigi didekatnya dan mukosa didekatnya

MELANOMA MALIGNA Pd palatum durum, dan gingiva RA pd org yg sudah tua Pigmentasi gelap, diawali dgn pidmentasi yg terlokalisir Bisa datar/nodular

SARKOMA : Sarkoma kaposi sering tjd pd RM penderita AIDS, pd palatum dan gingiva FALSE ENLARGEMENT Bukan enlargement sebenarnya, merupakan pembesaran yg tampak ok bertambahnya ukuran tulang dibawahnya atau bentukan gigi permanen dibawahnya (developmental enlargement) Contoh ukuran tl yg bertambah adalah pd: eksotosis, torus (palatinus/lingual) Contoh pembesaran ok gigi permanen dibawahnya: