Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal

epidermis dan apendiks kulit ( Marwali,2000). Basalioma adalah merupakan tumor ganas yang berasal dari sel lapisan basal epidermis bersifat invasive, destruktif lokal, dan sangat jarang bermetastasis (Nila,2000). Basalioma adalah merupakan kanker kulit yang timbul dari lapisan sel basal epidermis atau folikel rambut ; yang paling umum dan jarang bermetastasis ; kekambuhan umum terjadi (Brunner and Suddarth, 2000). Basalioma merupakan jenis kanker kulit dan tumor ganas pada manusia yang paling sering terjadi dan lebih banyak mengenai orang kulit putih dan jarang terjadi pada orang kulit hitam.( Shirley, 2005). Basalioma adalah keganasan sel basal epidermis.( Beth Goldstein, 2001). Etiologi Penyebabnya belum pasti diketahui. Lebih dari 90% penyebab basalioma yaitu terpapar sinar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya. Lokalisasi kanker kulit lebih banyak terdapat di daerah kulit yang terbuka, terpapar sinar matahari misalnya kulit muka. Paling sering muncul pada usia diatas 40-70 tahun dan lebih di jumpai pada pria dengan perbandingan 2 : 1, mungkin di karenakan kaum pria lebih banyak ke luar rumah dan perpapar sinar matahari. Faktor resiko lainnya yaitu: a. Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang. b. Pemaparan sinar X yang berlebihan. c. Senyawa kimia arsen, trauma dan ulkus kronis. Patofisiologi Basalioma merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan. Basalioma berasal dari sel epidermis sepanjang lamina basalis. Kanker sel basal terjadi pada daerah terbuka yang biasanya terpapar sinar matahari, seperti wajah, kepala, dan leher. Untungnya tumor ini jarang sekali bermetastasis. Pasien dengan kanker sel basal tunggal lebih mudah mendapat kanker kulit. Spektrum sinar matahari yang bersifat karsinogen adalah sinar yang panjang gelombangnya, berkisar antara 280 samapi 320 mm. Spektrum inilah yang membakar dan membuat kulit menjadi cacat. Selain itu, pasien yang memiliki riwayat kanker sel basal harus menggunakan tabir surya atau pakaian pelindung untuk menghindari sinar karsinogen yang terdapat di dalam sinar matahari. Penyebab lain basalioma adalah riwayat pengobatan, radiologi, sebelumnya untuk menyembuhkan penyakit kulit lain. Sinar ultraviolet panjang (UVA) yang dipancarkan oleh alat untuk membuat kulit kecoklatan seperti terbakar sinar matahari juga merusak epidermis dan di anggap sebagai karsinogen. Tumor ini ditandai oleh nodul eritromatosa, halus dan seperti mutiara, bagian tengah mengalami ulserasi dan perdarahan, meninggi dan memiliki pembuluh telangiektatik pada permukannya. ManifestasiKlinis Tanda dan gejala yang menyertai penyakit basalioma adalah presileksinya terutama pada wajah (pipi, dahi, hidung, lipat nasolabial, daerah periorbital), leher. Meskipun jarang dapat pula dijumpai pada lengan, tangan, badan, tungkai, kaki dan kulit kepala. Gambaran klinik basalioma berdasarkan histopatologi terbagi menjadi 5 bentuk : a. Nodulo-ulseratif, termasuk ulkus rodens Merupakan jenis yang paling sering di jumpai. Lesi biasanya tampak sebagai lesi tunggal. Paling sering mengenai wajah, terutama pipi, lipat nasolabial, dahi, dan tepi kelopak mata. Pada awalnya tampak papul atau nodul kecil, transparan seperti mutiara, berdiameter kurang dari 2 cm, dengan tepi meninggi. Permukaannya tampak mengkilat sering dijumpai adanya teleangiektasia dan kadangkadang dengan skuama yang halus atau kusta tipis. Berwarna seperti mutiara, kadang-kadang seperti

kulit normal sampai eritem yang pucat. Lesi membesar secara perlahan dan suatu saat bagian tengah lesi menjadi cekung, meninggalkan tepi yang meninggi, keras. Jika terabaikan, lesi-lesi ini akan mengalami ulserasi dengan destruksi jaringan disekitarnya. b. Berpigmen Gambaran klinisnya sama dengan yang tipe nodulo-ulseratif. Bedanya, pada jenis ini berwarna cokelat atau hitam berbintik-bintik atau homogen yang secara klinis dapat menyerupai melanoma. c. Morfea atau fibrosing atau sklerosine Biasanya terjadi pada kepala dan leher. Lesi tampak sebagai plak sklerotik yang cekung, berwarna putih kekuningan dengan batas tidak jelas. Lesi tampak sebagai bercak sklerodermatosa dan tidak memberi kesan basalioma bila dilihat oleh mata yang tidak berpengalaman. Pertumbuhan perifer di ikuti oleh perluasan sklerosis di tengahnya. d. Superfisial Lesi biasanya multiple, mengenai badan. Secara klinis tampak sebagai plak transparan, eritematosa sampai berpigmen terang berbentuk oval sampai ireguler dengan tepi berbatas tegas, sedikit meninggi, seperti benang atau kawat. Biasanya dihubungkan dengan ingesti arsenic kronis. e. Fibroepitelioma Paling sering terjadi pada punggung bawah. Secara klinis lesi berupa papul kecil yang tidak bertangkai atau bertangkai pendek dengan permukaan halus atau noduler dengan warna yang bervariasi. Disamping itu terdapat pula 3 sindroma klinis, dimana epitelioma sel basal berperan penting, yaitu : a. Sindroma epitelioma sel basal nevoid Dikenal pula sebagai sindrom Gorlin Goltz. Merupakan kelainan autosomal dominan dengan penetrasi yang bervariasi, ditandai oleh 5 gejala mayor yaitu: 1) Basalioma multiple yang terjadi pada usia muda. 2) Cekungan-cekungan pada telapak kaki. 3) Kelainan pada tulang, terutama pada tulang rusuk. 4) Kista pada tulang rahang. 5) Kalsifikasi ektopik dari falks serebri dan struktur lainnya. b. Nevus sel basal unilateral linier Merupakan jenis yang sangat jarang di jumpai. Lesi berupa nodul dan komedo, dengan daerah atrofi bentuk striae, distribusi zosteriformis atau linier, unilateral. Lesi biasanya di jumpai sejak lahir dan lesi ini tidak meluas dengan meningkatnya usia. c. Sindroma bazex Sindrom ini digambarkan pertama kalinya oleh Bazex, diturunkan secara dominan dengan cirri khas sebagai berikut: 1) Atrofoderma folikuler, yang ditandai oleh folikuler yang terbuka lebar, seperti ice-pick marks, terutama pada ekstremitas. 2) Epitelioma sel basal kecil, multiple pada wajah, biasanya timbul pertama kali pada saat remaja atau awal dewasa. Namun kadang-kadang dapat juga timbul pada masa akhir anak-anak. 5. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan pada penderita basalioma adalah : a. Anamnesis, keluhan utama adalah adanya benjolan atau borok di kulit terutama di daerah terbuka seperti muka, lengan, dan kaki.

b. Pemeriksaan fisik, lesi terbanyak di daerah muka, tungkai, lengan, berupa nodul atau ulkus iduratif, pinggir dan dasar ulkus teratur dan kotor. c. Evaluasi histologis d. Biopsi, sebelum dilakukan terapi selalu dilakukan biopsi untuk konfirmasi histopatologi sebelum terapi. Tumor yang berukuran kecil dapat dilakukan biopsi eksisi, sedang ukuran besar biasanya biopsi insisi. 6. Penatalaksanaan Dalam memilih metode pengobatan yang tepat untuk karsinoma sel basal ( basalioma) perlu diperhatikan beberapa faktor berikut: a. Faktor penderita Keadaan umum dan usia penderita. Sosio-ekonomi penderita. b. Faktor tumor Lokasi dan hubungannya dengan jaringan sekitarnya (perlekatan dengan tulang rawan, tulang, daerah mata, bibir). Ukuran tumor. Jenis histology. Riwayat tumor (rekurensi, pengobatan sebelumnya). Terjadinya metastasis. c. Faktor fasilitas Peralatan yang ada. Pengalaman dan keahlian dokter yang mengobati. d. Faktor metode yang akan digunakan. Mempertimbangkan kemungkinan komplikasi yang terjadi, terutama daerah wajah. Memilih metode yang telah dikuasai dengan angka kesembuhan yang tinggi. Adapun berbagai jenis penatalaksanaan untuk karsinoma sel basal itu antara lain: a. Kuretase dan Elektrodesikasi Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik atau dipotong dengan pisau bedah. Sebelumnya diberikan suntukan anestesi. b. Bedah Eksisi Tujuan utamanya adalah untuk mengangkat keseluruhan tumor. Ukuran insisi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. c. Radioterapi Terapi ini hanya di kerjakan pada pasien yang berusia lanjut karena perubahan akibat sinar x dapat terlihat sesudah 5-10 tahun kemudian dan perubahan malignan pada sikatriks dapat timbulkan oleh sinar x setelah 15-30 tahun kemudian. d. Bedah beku Bedah beku menghancurkan tumor dengan cara dreep freezing, yaitu dengan cara jaringan tumor di beku dinginkan,dibiarkan melunak dan kemudian di beku dinginkan kembali kemudian mengalami gelatinisasi dan sembuh spontan. e. Bedah mikrografik Mohs Merupakan metode pembedahan untuk mengangkat lesi kulit yang malignan. Metode ini paling akurat dan menyelamatkan jaringan normal. f. Beberapa cara pengobatan baru meliputi 5 fluorourasil yang dikombinasikan dengan kuretase ringan, retinoat, interferon,terapi fotodinamik.

7. Komplikasi Adapun komplikasi yang dapat di timbulkan dari penyakit kanker kulit ini yaitu: a. Akibat pembedahan dan terapi radiasi: - Jaringan yang di buat tergores/ terluka. - Perubahan warna kulit. - Timbulnya perubahan pada kulit dari alat-alat kosmetik. - Luka kulit yang kronis. - Keterbatasan anggota badan jika pengobatan luas. b. Akibat kemoterapi dan bioterapi: - mual dan muntah. - syndrome flulike. - mielosupresi. - paresthesia - fibrosis pulmonary. - hipersensivitas. - alopesia. - reaksi alergi. c. Umum: - Timbulnya perubahan pada kulit dari alat-alat kosmetik dan citra tubuh. - Kehilangan fungsi pada ekstremitas. - Perlukaan dan perubahan warna kulit. - Proses hasil metastase penyakit pada paengobatan invasif dan potensial kematian terakhir. Pencegahan Untuk mencegah kekambuhan, hindari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit basalioma, antara lain: - Lindungi kulit dari cahaya matahari dengan menggunakan topi, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang. - Sinar matahari yang paling kuat adalah pada tengah hari, karena itu sebaiknya hindari sinar matahari pada tengah hari. - Gunakan tabir surya berkualitas tinggi, minimal dengan SPF ( Solar Protection Factor)15, yang menghambat sinar UV( Ultra Violet) A dan UV ( Ultra Violet) B. - Oleskan tabir surya minimal setengah jam sebelum bepergian dan oleskan sesering mungkin. - Periksalah kulit secara teratur untuk mengetahui adanya berbagai perubahan yang mengarah kepada keganasan (pertumbuhan baru di kulit yang membentuk tukak, mudah berdarah, sukar sembuh, berubah warna, ukuran, struktur, terasa nyeri, meradang atau gatal).

Basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal epidermis dan apendiks kulit (Graham, R, 2005) merupakan tumor ganas yang berasal dari sel lapisan basal epidermis (lapisan teratas kulit), bersifat invasif (cepat meluas), destruktif lokal dan sangat jarang bermetastasis/menyebar ke organ lain lewat aliran darah ato cairan tubuh (Nila, 2005), juga merupakan kanker kulit yang timbul dari lapisan sel basal epidermis atau folikel rambut ; yang paling umum dan jarang bermetastasis ; kekambuhan umum terjadi (Brunner and Suddarth, 2000). Lebih dari 90 % penyebab basalioma yaitu terpapar sinar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya. Paling sering muncul pada usia diatas 40 tahun. Faktor resiko lainnya adalah : a. Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah). b. Pemaparan sinar X dan sinar Ultraviolet yang berlebihan. Unfortunately, Basalioma merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan. Basalioma berasal

dari sel epidermis sepanjang lamina basalis. Kanker sel basal terjadi pada daerah terbuka yang biasanya terpapar sinar matahari, seperti wajah, kepala, dan leher. Untungnya tumor ini jarang sekali bermetastasis. Pasien dengan kanker sel basal tunggal lebih mudah mendapat kanker kulit. Spektrum sinar matahari yang bersifat karsinogen adalah sinar yang panjang gelombangnya, bekisar antara 280 samapi 320 mm. Spektrum inilah yang membakar dan membuat kulit menjadi cacat. Selain itu, pasien yang memiliki riwayat kanker sel basal harus menggunakan tabir surya atau pakaian pelindung untuk menghindari sinar karsinogen yang terdapat di dalam sinar matahari. Penyebab lain basalioma adalah riwayat pengobatan, radiologi, sebelumnya untuk menyembuhkan penyakit kulit lain. Sinar ultraviolet panjang (UVA) yang dipancarkan oleh alat untuk membuat kulit kecoklatan seperti terbakar sinar matahari juga merusak epidermis dan di anggap sebagai karsinogen. Tumor ini ditandai oleh nodul eritromatosa, halus dan seperti mutiara, bagian tengah mengalami ulserasi dan perdarahan, meninggi dan memiliki pembuluh telangiektatik pada permukannya. Tanda dan gejala yang menyertai penyakit basalioma adalah presileksinya terutama pada wajah (pipi, dahi, hidung, lipat nasolabial, daerah periorbital), leher. Meskipun jarang dapat pula dijumpai pada lengan, tangan, badan, tungkai, kaki dan kulit kepala. Gambaran klinik basalioma bervariasi terbagi menjadi 5 bentuk : a. Nodulo-ulseratif, termasuk ulkus rodens (lukanya kayak bekas digerogoti tikus) b. Berpigmen c. Morfea atau fibrosing atau sklerosine d. Superfisial e. Fibroepitelioma Disamping itu terdapat pula 3 sindroma klinis, dimana epitelioma sel basal berperan penting, yaitu : a. Sindroma epitelioma sel basal nevoid. b. Nevus sel basal unilateral linier c. Sindroma bazex Menurut Baughman, CD & Hackley J.C, 2000, pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan pada penderita. Basalioma adalah : a. Evaluasi histologis b. Biopsi Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik (kuretase dan elektrodesikasi) atau dipotong dengan pisau bedah. Sebelumnya diberikan suntukan anestesi. b. Eksisi c. Terapi radiasi Untuk mencegah kekambuhan, hindari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit basalioma. Definisi Basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal epidermis dan apendiks kulit (Graham, R, 2005). Basalioma adalah merupakan tumor ganas yang berasal dari sel lapisan basal epidermis, bersifat invasif, destruktif lokal dan sangat jarang bermetastasis (Nila, 2005). Basalioma adalah merupakan kanker kulit yang timbul dari lapisan sel basal epidermis atau folikel rambut ; yang paling umum dan jarang bermetastasis ; kekambuhan umum terjadi (Brunner and Suddarth, 2000). 2. Etiologi Lebih dari 90 % penyebab basalioma yaitu terpapar inar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya.

Paling sering muncul pada usia diatas 40 tahun. Faktor resiko lainnya adalah : a. Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah). b. Pemaparan sinar X yang berlebihan. 3. Patofisiologi Basalioma merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan. Basalioma berasal dari sel epidermis sepanjang lamina basalis. Kanker sel basal terjadi pada daerah terbuka yang biasanya terpapar sinar matahari, seperti wajah, kepala, dan leher. Untungnya tumor ini jarang sekali bermetastasis. Pasien dengan kanker sel basal tunggal lebih mudah mendapat kanker kulit. Spektrum sinar matahari yang bersifat karsinogen adalah sinar yang panjang gelombangnya, bekisar antara 280 samapi 320 mm. Spektrum inilah yang membakar dan membuat kulit menjadi cacat. Selain itu, pasien yang memiliki riwayat kanker sel basal harus menggunakan tabir surya atau pakaian pelindung untuk menghindari sinar karsinogen yang terdapat di dalam sinar matahari. Penyebab lain basalioma adalah riwayat pengobatan, radiologi, sebelumnya untuk menyembuhkan penyakit kulit lain. Sinar ultraviolet panjang (UVA) yang dipancarkan oleh alat untuk membuat kulit kecoklatan seperti terbakar sinar matahari juga merusak epidermis dan di anggap sebagai karsinogen. Tumor ini ditandai oleh nodul eritromatosa, halus dan seperti mutiara, bagian tengah mengalami ulserasi dan perdarahan, meninggi dan memiliki pembuluh telangiektatik pada permukannya. 4. Manifestasi Klinik Tanda dan gejala yang menyertai penyakit basalioma adalah presileksinya terutama pada wajah (pipi, dahi, hidung, lipat nasolabial, daerah periorbital), leher. Meskipun jarang dapat pula dijumpai pada lengan, tangan, badan, tungkai, kaki dan kulit kepala. Gambaran klinik basalioma bervariasi terbagi menjadi 5 bentuk : a. Nodulo-ulseratif, termasuk ulkus rodens b. Berpigmen c. Morfea atau fibrosing atau sklerosine d. Superfisial e. Fibroepitelioma Disamping itu terdapat pula 3 sindroma klinis, dimana epitelioma sel basal berperan penting, yaitu : a. Sindroma epitelioma sel basal nevoid. b. Nevus sel basal unilateral linier c. Sindroma bazex 5. Pemeriksaan Diagnostik Menurut Baughman, CD & Hackley J.C, 2000, pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan pada penderita. Basalioma adalah : a. Evaluasi histologis b. Biopsi 6. Penatalaksanaan a. Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik (kuretase dan elektrodesikasi) atau dipotong dengan pisau bedah. Sebelumnya diberikan suntukan anestesi. b. Eksisi c. Terapi radiasi 7. Pencegahan Untuk mencegah kekambuhan, hindari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit basalioma.