Anda di halaman 1dari 179

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIZI BURUK

PADA ANAK BERBASIS WEB


Oleh :

INDAH NURUL AFIFAH
NIM. 04550048

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG
2009


SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIZI BURUK
PADA ANAK BERBASIS WEB

Diajukan Kepada:
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam
Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom)

Oleh :

INDAH NURUL AFIFAH
NIM. 045500448

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG
2009

HALAMAN PERSETUJUAN

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIZI BURUK
PADA ANAK BERBASIS WEB


SKRIPSI


Oleh :
INDAH NURUL AFIFAH
NIM. 04550048

Telah Disetujui oleh :

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II


Syahiduz Zaman, M. Kom M. Ainul Yaqin, S.Si., M.Kom
NIP. 150 368 777 NIP. 150 377 940


Malang, 29 Januari 2009


Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Malang


Suhartono, S.Si, M.Kom
NIP. 150 327 241

HALAMAN PENGESAHAN

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIZI BURUK
PADA ANAK BERBASIS WEB

SKRIPSI

Oleh :
INDAH NURUL AFIFAH
NIM. 04550048

Telah dipertahankan Di Depan Dewan Penguji
Dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S. Kom)

Pada Tanggal, 15 Januari 2009

Susunan Dewan Penguji Tanda Tangan

1. Penguji Utama : Totok Chamidy, M.Kom ( )
NIP. 150 381 177

2. Ketua Penguji : M. Amin Hariyadi, M.T ( )
NIP.150 368 791

3. Sekertaris Penguji : Syahiduz Zaman, M.Kom ( )
NIP.150 368 777

4. Anggota Penguji : M. Ainul Yaqin, S.Si., M.Kom ( )
NIP. 150 377 940

Mengetahui dan Mengesahkan
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang



Suhartono, S.Si, M.Kom
NIP. 150 327 241

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Indah Nurul Afifah
NIM : 04550048
Jurusan : Teknik Informatika
Fakultas : Sains dan Teknologi

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan
atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya
sendiri.

Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan,
maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.


Malang, 30 Januari 2009
Yang membuat pernyataan,


Indah Nurul Afifah
NIM. 04550048




Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu,
Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.
Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,
Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya.
Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (Q.S. Yunus : 107)


Lembor Persembohonku

Dengon segoIo pujo don puji syukur yong fiodo
ferhinggo kepodo AIIoh SWT. Don semogo shoIowof serfo
soIom fefop fercurohkon kepodo Mobi Muhommod SAW.

Ioryo ini kupersembohkon kepodo:
Ibundo Hosonoh don Ayohondo Suyof fercinfo,
IniIoh koryo yong kupersembohkon unfukmu, koryo
yong fokkon fercipfo fonpo doo, dukungon serfo
dorongon yong fiodo henfinyo mengoIir di sefiop
usohoku,

8undo,mungkinkoh ku memboIos doo yong sefiop
keheningon moIom kou rinfihkon demi diriku,mungkinkoh
ku memboIos fefes demi fefes oir susu yong menjodi
doroh don doging doIom fubuhku...

Ayoh,seondoinyo sepercik finfo yong kufuIis di
Iemboron ini dopof menghopus keIeIohon di wojohmu,
seondoinyo seribu ucopon ferimo kosih mompu
mengobofi gurofon-gurofon Iuko di fongonmu,
8undo,Ayoh..Honyo sebuoh roso kosihku unfukmu,
Honyo sebuoh Ionfunon doo yong kuberikon unfukmu
semogo AIIoh SWT memboIos semuo yong feIoh engkou
berikon podoku,

Thonk's fo my fomiIy
Iokokku Dewi don Adikku Hobibi (Hibbi), don Adikku Ike
(Inung)...fhonk's for your supporf, offenfion,
ond your proy for me,

And fhonk's for my big fomiIy
IokekZku don nenekZku fercinfo,
8upuhZku, PokpuhZku, 8uIikZku, PokIikZku, soudoroku
semuo, keponokonZku..


KATA PENGANTAR



Alhamdulillahirrobbil alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang
melimpahkan segala rahmat, taufiq, hidayah, dan karunia-Nya, tak lupa teriring
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah dalam meraih kesuksesan di dunia
dan akhirat, sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan skripsi dengan judul
"SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIZI BURUK PADA
ANAK BERBASIS WEB". Sebagai salah satu persyaratan akademis dalam
menyelesaikan program studi Teknik Informatika Spesialisasi Teknik Informatika
jenjang Strata-1 (S1) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
Dalam Skripsi ini dijelaskan bagaimana sistem ini bekerja. Sehingga
nantinya dapat digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi gizi dan
menentukan tipe gizi pada anak yang berusia 0-5 tahun
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa dalam
menyelesaikan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah
banyak memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Maka melalui kesempatan
ini perkenankan penulis menyampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya,
terima kasih yang begitu mendalam dan penghargaan yang tulus kepada yang
terhormat Bapak Syahiduz Zaman, M.Kom., selaku dosen pembimbing I, Bapak
Ainul Yaqin, S.Si., M.Kom., selaku dosen pembimbing II, serta Ibu Dr. Anik
Puryatni, Sp.A selaku pembimbing di RSU Dr. Saiful Anwar Malang, yang telah
meluangkan waktunya untuk memberikan petunjuk, koreksi, saran, serta

dukungan semangat yang benar-benar penulis rasakan sehingga terwujudnya
skripsi ini.
Terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya penulis sampaikan
pula kepada yang terhormat:
1. Ayah dan Bunda yang telah banyak memberikan cinta, kasih dan sayangnya
kepada penulis hingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini, serta
kepada Kakak dan Adik-adikku terima kasih buat doa, dorongan semangat
dan keceriaan yang diberikan kepada penulis.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Malang beserta seluruh staf.
3. Bapak Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU., DSc, selaku Dekan
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang
beserta seluruh staf.
4. Bapak Suhartono, M,Kom., selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
5. Ibu Ririn Kusumawati, M.Kom, selaku dosen wali.
6. DR. Dr. T.P. Hutapea, Sp.P., MARS., DTCE selaku Direktur RSU Dr.
Saiful Anwar Wadir Pelayanan dan Pendidikan Malang yang telah
menerima penulis dengan baik untuk melaksanakan penelitian skripsi di
RSU Dr. Saiful Anwar Malang beserta staf.
7. Prof. Dr. dr. M. Istiadjid ES, SpS, SpBS selaku Ketua Komisi Etik
Penelitian Kesehatan, yang telah memberi persetujuan kepada penulis

dengan menerbitkan Ethical Clearance sehingga penulis dapat melakukan
penelitian di RS. Saiful Anwar Malang.
8. Dr. Rahma, Sp.A., Dr Astri Proborin SP.A., yang telah banyak membantu
memberikan keterangan kepada penulis selama melakukan penelitian. Ibu
Reni dan Ibu Nia selaku staf bagian DIKLIT, Ibu Feronica selaku kepala
IRNA IV yang telah menerima, membantu dan memberikan pelayanan
kepada penulis selama melakukan penelitian dengan baik.
9. Perpustakaan Poltekkes Malang, yang telah memeberikan ijin kepada
penulis untuk memakai fasilitas perpustakaan.
10. Seluruh dosen Jurusan Teknik Informatika baik yang telah memberikan
ilmunya di spesialisasi teknik Teknik Informatika maupun pada Mata Kuliah
Dasar Umum (MKDU).
11. Seluruh Asisten Laboratorium Teknik Informatika Universitas Islam Negeri
(UIN) Malang yang telah banyak memberikan bantuan, bimbingan serta
keceriaan.
12. Bara dan Prima, terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan
kepada penulis dan memberikan supportnya selama penulis menyelesaikan
skripsi.
13. Sahabat2 dan teman2, khususnya Lil Hanifah, Istidianah, Isna, Ajeng, Aina,
Tri, Arif, Titis, Eva, Anton_Mamek terima kasih buat kecerian,
semangatnya, dan bantuan selama penulis menyelesaikan skripsi dan studi di
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang "you are the best friend"

14. Reni, Maya, Umar, Sofi, Wafdan, Pipit, Rofi, Herle, Eva, Febri, Nurul,
Muzank_titin, Fuada, Rosi, Nia, serta seluruh teman di Kos Sunan Drajat 4,
terima kasih buat doa, keceriaan, semangat dan bantuan yang diberikan
kepada penulis.
15. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang telah
dilakukannya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia biasa tentunya tidak
akan luput dari kekurangan dan keterbatasan. Maka dengan segenap kerendahan
hati, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya bila dalam penulisan skripsi ini
jauh dari sempurna oleh sebab itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga Laporan skripsi ini
bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun pihak lain yang memanfaatkan dan
dapat berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Malang, 10 Januari 2009
Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iv
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN..................................................... v
MOTTO .......................................................................................................... vi
LEMBAR PERSEMBAHANKU ................................................................. vii
KATA PENGANTAR.................................................................................... viii
DAFTAR ISI................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. xviii
ABSTRAK ...................................................................................................... xix

BAB I : PENDAHULUAN........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................... 6
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................... 6
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................. 6
1.5 Batasan Masalah ..................................................................... 8
1.6 Penelitian Yang Berkaitan ...................................................... 9
1.7 Metodologi Penelitian............................................................. 9
1.8 Definisi Istilah......................................................................... 11
1.9 Sistematika Penulisan ............................................................. 13


BAB II : LANDASAN TEORI .................................................................. 15
2.1 Tinjauan Tentang Gizi ........................................................... 15
2.1.1 Konsep Dasar Timbulnya Masalah Gizi ....................... 16
2.1.2 Cara Menentukan Status Gizi ....................................... 19
2.1.2.1 Pengukuran Antropometri ................................. 20
2.1.3 Cara Menyatakan Status Gizi ........................................ 22
2.1.3.1 Z-Skor Terhadap Nilai Median ......................... 22
2.1.3.2 Baku Anthropometri WHO NCHS (Z-Skor) .... 23
2.1.3.3 Klasifikasi KEP (Mclaren) ................................ 24
2.2 Tinjauan Tentang Sistem Pakar .............................................. 25
2.2.1 Definisi Sisem Pakar ................................................... 25
2.2.2 Sejarah Sistem Pakar ................................................... 26
2.2.3 Pemakai Sistem Pakar ................................................. 28
2.2.4 Konsep Dasar Sistem Pakar ....................................... 28
2.2.5 Bentuk Sistem Pakar .................................................. 31
2.2.6 Struktur Sistem Pakar ................................................. 32
2.2.7 Ciri-ciri Sistem Pakar ................................................. 33
2.2.8 Keuntungan Pemakaian Sistem Pakar ........................ 34

2.2.9 Kelemahan Sistem Pakar ........................................... 36
2.2.10 Arsitektur Sistem Pakar ............................................. 36
2.2.11 Basis Pengetahuan ...................................................... 38
2.2.12 Motor Inferensi .......................................................... 40
2.2.13 Kategori Masalah Sistem Pakar ................................. 45
2.3 Tinjauan Tentang Basis Data .................................................. 46
2.3.1 Operasi Basis Data......................................................... 46
2.3.2 Objek Basis Data............................................................ 48
2.4 Tinjauan Tentang Website ..................................................... 50
2.4.1 Sejarah Web................................................................... 50
2.4.2 Pengenalan Web............................................................. 50
2.5 Perangkat Pemodelan Sistem dalam Pembuatan suatu Program
................................................................................................. 53
2.5.1 Diagram Konteks .......................................................... 54
2.5.2 Data Flow Diagram (DFD) ........................................... 55
2.5.3 Flowchart (Bagan Alir).................................................. 59
2.5.4 Entity Relationship Diagram (ERD).............................. 60
2.5.4 Jenis-jenis Relationship......................................... 62
2.6 Tinjauan Singkat Software...................................................... 64
2.6.1 PHP ................................................................................ 64
2.6.2 MYSQL.......................................................................... 65
2.6.2.1 Tipe Data MYSQL............................................. 66
2.6.3 Dreamweaver 8 ............................................................. 68

BAB III : DESAIN PERANCANGAN DAN SISTEM.............................. 69
3.1 Materi Penelitian..................................................................... 69
3.2 Alat Penelitian......................................................................... 69
3.2.1 Kebutuhan Hadware ...................................................... 69
3.2.2 Kebutuhan Software ...................................................... 70
3.3 Analisis Sistem........................................................................ 71
3.3.1 Dependency Diagram..................................................... 71
3.3.2 Konteks Diagram........................................................... 72
3.3.3 Data Flow Diagram....................................................... 74
3.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ....................................... 76
3.5 Rancangan Database .............................................................. 77
3.6 Proses Penalaran Inferensi Maju............................................. 82
3.7 Diagram Alir atau Flowchart ................................................. 85

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................... 93
4.1 Implementasi........................................................................... 93
4.2 Desain Menu Program............................................................ 93
4.2.1 Desain Menu Program Pengguna ................................... 94
4.2.2 Desain Menu Program Admin ....................................... 94
4.3 Penjelasan Program ............................................................... 95
4.3.1 Halaman Menu Program Pengguna ............................... 95
4.3.1.1 Menu Halaman Depan ...................................... 95

4.3.1.2 Menu Halaman Buku Tamu .............................. 97
4.3.1.3 Menu Halaman Profil ........................................ 98
4.3.1.4 Menu Konsultasi ............................................... 99
4.3.1.5 Menu Halaman Login Pengguna ...................... 101
4.3.1.6 Menu Input ID Anak ......................................... 102
4.3.1.7 Menu Analisa .................................................... 102
4.3.1.8 Menu Input Analisa Lanjut ............................... 106
4.3.1.9 Menu Hasil Analisa Final ................................. 107
4.3.1.10 Menu Berita ...................................................... 109
4.3.1.11 Menu Detail Berita ............................................ 110
4.3.1.12 Menu Tentang Sistem ....................................... 111
4.3.2 Halaman Menu Utama Admin ....................................... 111
4.3.2.1 Menu Login Admin .......................................... 111
4.3.2.2 Menu Halaman Depan ....................................... 113
4.3.2.3 Menu Tabel Berat Badan Per Usia ................... 113
4.3.2.4 Menu Tambah Berat Badan Per Usia ............... 114
4.3.2.5 Menu Tabel Tinggi Badan Per Usia ................. 116
4.3.2.6 Menu Tambah Tabel Tinggi Badan Per Usia ... 117
4.3.2.7 Menu Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan ..... 118
4.3.2.8 Menu Tambah Berat Badan Per Tinggi Badan . 119
4.3.2.9 Menu Hapus Berita ........................................... 120
4.3.2.10 Menu Tambah Berita ........................................ 122
4.3.2.11 Menu Laporan Statistik ..................................... 123
4.3.2.12 Menu Hapus Data User ..................................... 124
4.3.2.13 Menu Sejarah Pemeriksaan Pasien ................... 125
4.3.2.14 Menu Daftar Buku Tamu .................................. 126
4.4 Pengujian Sistem ................................................................... 127

BAB V : PENUTUP .................................................................................... 139
5.1 Kesimpulan ............................................................................. 139
5.2 Saran ....................................................................................... 140

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN













DAFTAR TABEL


Tabel 2.1 : Tabel Antropometri...................................................................... 23
Tabel 2.2 : Tabel Klasifikasi Mclaren ........................................................... 24
Tabel 2.3 : Tabel Kadar Albumin .................................................................. 24
Tabel 2.4 : Sistem Konvensional vs Sistem Pakar ........................................ 30
Tabel 2.5 : Simbol Aliran Sistem .................................................................. 60
Tabel 3.1 : Basis Data t_kategori_user .......................................................... 77
Tabel 3.2 : Basis Data t_user ......................................................................... 77
Tabel 3.3 : Basis Data t_hasil ........................................................................ 78
Tabel 3.4 : Basis Data tu................................................................................ 78
Tabel 3.5 : Basis Data bu ............................................................................... 79
Tabel 3.6 : Basis Data bb .............................................................................. 79
Tabel 3.7 : Basis Data lla ............................................................................... 80
Tabel 3.8 : Basis Data kategori_bu ............................................................... 80
Tabel 3.9 : Basis Data skor ............................................................................ 81
Tabel 3.10 : Basis Data Mclaren ..................................................................... 81
Tabel 3.11 : Basis Data Albumin..................................................................... 81
Tabel 3.12 : Basis Data Guest.......................................................................... 82
Tabel 3.13 : Basis Data Berita ........................................................................ 82
Tabel 4.1 : Pengujian Sistem......................................................................... 128

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Faktor Penyebab Gizi Kurang................................................. 18
Gambar 2.2 : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keadaan Gizi ................. 19
Gambar 2.3 : Struktur Sistem Pakar ............................................................ 33
Gambar 2.4 : Arsitektur Sistem Pakar ......................................................... 38
Gambar 2.5 : Complete Struktur of Rule Base.............................................. 40
Gambar 2.6 : Proses Backward Chaining..................................................... 41
Gambar 2.7 : Proses Forward Chaining....................................................... 42
Gambar 2.8 : Diagram Alir Teknik Penelusuran Depth-First Search .......... 43
Gambar 2.9 : Diagram Alir Teknik Penelusuran Breadth-First Search....... 43
Gambar 2.10 : Diagram Alir Teknik Penelusuran Best-First Search............. 44
Gambar 2.11 : Kesatuan Eksternal DFD ........................................................ 56
Gambar 2.12 : Arus Data di DFD................................................................... 56
Gambar 2.13 : Proses Data di DFD................................................................. 57
Gambar 2.14 : Simpan Data di DFD............................................................... 58
Gambar 2.15 : Simbol Entitas......................................................................... 61
Gambar 2.16 : Simbol Tabel ........................................................................... 61
Gambar 2.17 : Simbol Penghubung ............................................................... 61
Gambar 2.18 : Relasi satu ke satu................................................................... 62
Gambar 2.19 : Relasi Satu ke Banyak ............................................................ 62
Gambar 2.20 : Relasi Banyak ke Satu ........................................................... 63
Gambar 2.21 : Relasi Banyak ke Banyak ...................................................... 63
Gambar 3.1 : Dependency Diagram.............................................................. 72
Gambar 3.2 : Context Diagram..................................................................... 73
Gambar 3.3 : Data Flow Diagram Level 1.................................................... 75
Gambar 3.4 : Entity Relationship Diagram................................................... 76
Gambar 3.5 : Flowchart Proses Penalaran Inferensi Maju .......................... 84
Gambar 3.6 : Flowchart Pendaftaran ........................................................... 85
Gambar 3.7 : Flowchart Login ..................................................................... 86
Gambar 3.8 : Flowchart Form Data Anak ................................................... 87
Gambar 3.9 : Flowchart Pengisian Data Anak ............................................. 88
Gambar 3.10 : Flowchart Analisa Lanjut ....................................................... 90
Gambar 3.11 : Flowchart Buku Tamu ............................................................ 91
Gambar 4.1 : Desain Menu Program Pengguna............................................ 94
Gambar 4.2 : Desain Menu Program Admin ................................................ 94
Gambar 4.3 : Halaman Depan Pengguna ..................................................... 96
Gambar 4.4 : Halaman Buku Tamu ............................................................. 97
Gambar 4.5 : Menu Halaman Profil.............................................................. 99
Gambar 4.6 : Menu Konsultasi .................................................................... 99
Gambar 4.7 : Menu Login Pengguna............................................................ 101
Gambar 4.8 : Menu Input ID_anak .............................................................. 102
Gambar 4.9 : Menu Hasil Analisa................................................................. 103
Gambar 4.10 : Halaman Menu Input Analisa Lanjut...................................... 106
Gambar 4.11 : Halaman Menu Hasil Analisa Final ........................................ 108

Gambar 4.12 : Halaman Menu Berita............................................................ 109
Gambar 4.13 : Halaman Menu Detail Berita ................................................. 110
Gambar 4.14 : Halaman Menu Tentang Sistem ............................................ 111
Gambar 4.15 : Halaman Menu Login Admin ............................................... 112
Gambar 4.16 : Menu Halaman Depan ........................................................... 113
Gambar 4.17 : Menu Tabel Berat Badan Per Usia......................................... 114
Gambar 4.18 : Menu Tambah Tabel Berat Badan Per Usia ......................... 115
Gambar 4.19 : Menu Tabel Tinggi Badan Per Usia....................................... 116
Gambar 4.20 : Menu Tambah Tabel Tinggi Badan Per Usia ........................ 117
Gambar 4.21 : Menu Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan.......................... 118
Gambar 4.22 : Menu Tambah Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan............ 120
Gambar 4.23 : Halaman Menu Berita............................................................ 121
Gambar 4.24 : Halaman Menu Tambah Berita.............................................. 122
Gambar 4.25 : Menu Statistik........................................................................ 123
Gambar 4.26 : Halaman Menu Data User...................................................... 124
Gambar 4.27 : Menu Laporan Hasil Konsultasi Program.............................. 125
Gambar 4.28 : Halaman Menu Daftar Buku Tamu ....................................... 126
Gambar 4.29 : Hasil Analisa Nurfaizah......................................................... 130
Gambar 4.30 : Hasil Analisa M. Yasin.......................................................... 131
Gambar 4.31 : Hasil Analisa Lis M. ............................................................. 132
Gambar 4.32 : Hasil Analisa Aditya ............................................................. 132
Gambar 4.33 : Hasil Analisa Rehan............................................................... 133
Gambar 4.34 : Hasil Analisa Dani B.............................................................. 134
Gambar 4.35 : Hasil Analisa Faris................................................................. 135
Gambar 4.36 : Hasil Analisa Hatmaja ........................................................... 135
Gambar 4.37 : Hasil Analisa Azwa................................................................ 136
Gambar 4.38 : Hasil Analisa Rehan............................................................... 137
Gambar 4.39 : Hasil Analisa Revangga......................................................... 138









DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Tabel Anthropometri Z-score BB/TB
Lampiran 2 : Tabel Anthropometri Z-score TB/U
Lampiran 3 : Tabel Anthropometri Z-score BB/U
Lampiran 4 : Percentiles og Upper Arm Circumference and Estimaled
Upper Arm Muscle
Lampiran 5 : Status Pasien a.n Nurfaizah
Lampiran 6 : Status Pasien a.n M. Yasin
Lampiran 7 : Status Pasien a.n Aditya
Lampiran 8 : Status Pasien a.n Lis Mardiana
Lampiran 9 : Status Pasien a.n Rehan
Lampiran 10 : Status Pasien a.n Dani Bima
Lampiran 11 : Status Pasien a.n Faris
Lampiran 12 : Status Pasien a.n Hatmaja
Lampiran 13 : Status Pasien a.n Azwa
Lampiran 14 : Status Pasien a.n Rehan
Lampiran 15 : Status Pasien a.n Revangga
Lampiran 16 : Permohonan Surat Ijin Pengambilan Data
Lampiran 17 : Surat Balasan Dari RS. Saiful Anwar
Lampiran 18 : Keputusan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang
Lampiran 19 : Foto-foto Penelitian

ABSTRAK

Afifah, Indah Nurul. 2009. 04550048. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Gizi
Buruk Pada Anak Berbasis Web. Pembimbing : (I) Syahiduz Zaman,
M.Kom, (II) M.Ainul Yaqin, S.Si., M.Kom.

Kata Kunci : Sistem Pakar, Gizi Buruk Pada Anak, Forward Chaining,

Gizi buruk adalah kondisi tubuh yang tampak sangat kurus karena
makanan yang dimakan setiap hari tidak dapat memenuhi zat gizi yang
dibutuhkan terutama energi dan protein.
Ada beberapa penyebab terjadinya masalah terhadap pertumbuhan dan
perkembangan seorang anak yang menyebabkan anak terkena penyakit gizi,
diantaranya penyebab langsung contohnya kurangnya asupan makanan, yang
kedua penyebab tidak langsung contohnya persediaan makanan di rumah.
Anak yang terkena gizi buruk harus cepat ditangani dengan baik, karena
apabila tidak cepat ditangani akan menyebabkan kematian. Namun masih banyak
orang tua yang memiliki pengetahuan yang terbatas terhadap masalah gizi. Gizi
dapat dideteksi sejak dini dan kemudian dilakukan penanganan yang tepat dan
intensif.
Ada beberapa cara untuk menentukan status gizi seorang anak, salah
satunya adalah cara antropometri, cara ini membandingkan antara berat badan
dengan tinggi badan, yang nantinya akan menghasilkan analisa berupa berat
badan per usia, tinggi badan per usia, dan berat badan per tinggi badan. yang
kemudian untuk menentukan tipe gizinya melihat dari hasil analisa berat badan
per tinggi badan. apabila hasil analisa berat badan per tinggi badan menunjukkan
status gizi buruk maka periksaan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang
meliputi, edema, hepatomegali, dermatosis, edema+dermatosis, dan perubahan
rambut, serta penilaian pada albuminnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sistem
pakar yang mampu mengidentifikasi gizi buruk pada anak yang berusia 0 hingga 5
tahun. Pembuatan sistem pakar ini menggunakan pemrograman PHP dan MySQL
sebagai basis data. Dengan metode inferensi yang digunakan adalah forward
chaining,
Berdasarkan dari analisa data yang diperoleh dari RS. Saiful Anwar
Malang dengan menggunakan aplikasi ini ada beberapa hasil yang sesuai dengan
aplikasi ini dan ada yang kurang sesuai. Hal tersebut dikarenakan adanya faktor-
faktor lain yang mempengaruhinya, misalnya faktor keturunan. Aplikasi ini dapat
membantu dokter spesialis anak yang menentukan status gizi anak berdasarkan
berat badan per tinggi badan dengan klasifikasi KEP (Mclaren) dan menentukan
albuminnya, maka akan ditemukan tipee gizi buruk yang sedang diderita oleh
anak

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

l> !.. ` < .l> !,,L `: .-. < | `.. :!`,| .,-. _
Artinya: Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan
Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-
Nya saja menyembah. (An-Nahl 114)

Demikianlah firman Allah dalam Al-Quran, telah dijelaskan kepada kita
sebagai manusia yang bertaqwa hendaknya kita selalu mensyukuri nikmat yang
telah diberikan oleh Allah dengan selalu mengkonsumsi makanan yang halal lagi
baik, dikatakan makanan yang halal yaitu makanan yang boleh dimakan dan tidak
ada larangan menurut hukum Islam atau syarie untuk memakannya, sedangkan
dikatakan makanan yang baik mempunyai cakupan yang luas salah satunya yaitu
makanan yang bergizi.
Dalam konteks permasalahan makanan yang halal dan baik, merupakan
kewajiban orang tua untuk memberikan makanan yang halal dan baik kepada
anak-anaknya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal,
akan tetapi realita di negara Indonesia tidak demikian adanya. Karena akhir-akhir
ini sering dikejutkan dengan ditemukannya penyakit gizi buruk yang pada
dasarnya Indonesia merupakan negara yang subur dan makmur.
Sedangkan gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas
sumber daya manusia (SDM). Gangguan gizi pada awal kehidupan akan

mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Gizi kurang pada balita tidak hanya
menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan
dan produktivitas di masa dewasa.
Salah satu bentuk dari gizi kurang yaitu gizi buruk (severe malnutrition).
Gizi buruk (severe malnutrition) adalah suatu istilah teknis yang umumnya
dipakai oleh kalangan gizi, kesehatan dan kedokteran. Gizi buruk merupakan
bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Gizi buruk
bukan hanya disebabkan oleh kondisi sosial, ekonomi, budaya keluarga, pola
asuh, daya beli keluarga, dan juga pengetahuan ibu, Tetapi juga karena secara
langsung masalah gizi buruk dipengaruhi oleh tidak cukupnya konsumsi energi,
protein dan zat gizi lain serta adanya infeksi penyakit.
Perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik (nature)
atau merupakan produk lingkungan (nurture) saja. Model biopsikososial pada
tumbuh kembang anak mengakui pentingnya pengaruh kekuatan intrinsik dan
ekstrinsik. Tinggi badan misalnya adalah fungsi antara faktor genetik (biologik),
kebiasaan makan (psikologik) dan terpenuhinya makanan bergizi (sosial) pada
anak.
Kelainan pertumbuhan anak yang dijumpai adalah antara lain perawakan
pendek (short stature), perawakan tinggi (tall stature), yang diklasifikasikan
sebagai variasi normal dan patologis, malnutrisi dan obesitas, sehingga diperlukan
suatu kiat dalam pengukuran antropometri sebagai salah satu cara penilaiannya.
Selain dari itu, dampak krisis ekonomi yang melanda negeri ini juga
menyebabkan harga-harga barang menjadi semakin mahal, termasuk juga harga

kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) makanan. Dari hari ke hari harga
sembako semakin melambung tinggi, dampak pada keadaan ini sangat terasa bagi
masyarakat yang keadaan ekonominya lemah. Pada keadaan ini secara tidak sadar
tidak sedikit orang tua yang mengabaikan kesehatan anak-anaknya. Padahal dalam
Al-Quran Allah SWT berfirman
. l.1. ..l _. _.l.| _`>. `. >!`,|
Artinya: .........dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena
takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada
mereka. (Al-Anaam:151)

Ayat diatas menjelaskan tentang larangan Allah terhadap orang tua untuk
membunuh anak-anaknya, membunuh disini memiliki makn yang luas. Orang tua
tidak boleh mengabaikan hak-hak yang harus diterima anak, misalnya pendidikan
dan kesehatan. Karena anak merupakan amanah atau titipan yang diberikan oleh
Allah.
Pada ayat diatas juga dijelaskan sebagai orang tua tidak boleh merasa takut
miskin untuk menghidupi anak-anaknya, karena semua rezeki telah diatur oleh
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki kepada setiap
makhluq-Nya.
Maka pemahaman pengetahuan mengenai gizi dan upaya-upaya
peningkatan perbaikan gizi sangat diperlukan guna mencegah secara dini
memburuknya kemungkinan yang akan terjadi. Akan tetapi hal ini mempunyai
kesulitan bagi masyarakat yang pengetahuannya kurang di bidang gizi.
Kesulitan ini dapat diatasi dengan pakar gizi. Pakar bidang gizi bisa
merupakan dosen yang kompeten pada suatu bidang gizi, bisa merupakan seorang

ahli bidang gizi yang bekerja pada suatu instansi dan dapat pula melalui sumber
terdokumentasi. Diantara ketiganya yang paling akurat dan mudah adalah
konsultasi dengan dosen yang kompeten pada suatu bidang gizi. Namun cara
tersebut juga memiliki beberapa kendala, diantaranya kendala waktu mengingat
kesibukan yang dimiliki setiap dosen, dan bagi masyarakat yang tidak pernah
merasakan kuliah khususnya di bidang gizi tentu hal itu akan menjadi kendala
utama. Maka dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari
tenaga medis dan juga ilmuwan.
Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat, hasil dari
pemikiran dan pelatihan manusia-manusia cerdas, telah berkembang suatu
teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu
kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). Kecanggihan cara berpikir
manusia ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

_.`, .>l _. ',!: _. ,`, .>l .1 _. ,> ,. !.
`., | l` .,l ___
Artinya: Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran
dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang
dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.
dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran
(dari firman Allah). (Al-Baqarah:269)

Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah telah memberikan karunia kepada
orang-orang yang mau berpikir, kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu
komputer yang khususnya membuat hardware atau software agar komputer dapat
menirukan bagaimana manusia berpikir pada saat memecahkan masalah dan

mengambil keputusan yang dalam hal ini adalah cara berpikir seorang tenaga
medis. Dengan adanya kecerdasan buatan, komputer akan dapat membantu
menyelesaikan masalah yang besar dan kompleks dengan lebih cepat dan objektif
daripada manusia. Disamping itu komputer dapat menyimpan data dalam jumlah
besar sehingga dapat diproses dengan mudah.
Artificial Intelligence (AI) memiliki berbagai macam aplikasi, salah
satunya adalah sistem pakar. Sistem pakar merupakan program Artificial
Intelligence (AI) yang menggabungkan basis pengetahuan dengan inference
engine. Program ini bertindak sebagai seorang konsultan yang cerdas atau
penasehat dalam suatu lingkungan keahlian tertentu. Sebagai hasil dari himpunan
pengetahuan yang telah dikumpulkan dari beberapa orang pakar. Salah satu
bidang aplikasi yang cukup menonjol dalam sistem pakar adalah proses diagnosis.
Dalam pengertian umum diagnosis merupakan proses menentukan penyebab atau
sumber-sumber kegagalan dari suatu sistem atau peralatan yang berdasarkan
gejala-gejala yang teramati. Proses diagnosis ini juga dapat melibatkan tindakan
perbaikan atau pengobatan. Proses diagnosis sering dilakukan oleh pakar dalam
bidang penelitian maupun kedokteran.
Dengan sistem pakar proses konsultasi masyarakat akan lebih mudah,
karena pengetahuan para ahli gizi telah diadopsi dalam sistem ini. Pada skripsi ini
menggunakan metode forward chaining, metode ini dilakukan untuk
mencocokkan fakta atau pernyataan.
Berdasarkan dari uraian di atas maka perlu dibuat sebuah aplikasi,
sehingga nantinya penelitian tentang gizi buruk pada anak ini dapat memberi

manfaat yang signifikan dan sistem pakar gizi buruk untuk anak ini dapat efektif,
dalam hal ini penulis mengangkat suatu tema "Sistem Pakar Untuk
Mengidentifikasi Gizi Buruk Pada Anak Berbasis Web".

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut "Bagaimana membuat program aplikasi sistem pakar
untuk menentukan status gizi menurut berat badan per tinggi badannya (BB/TB)
dan mengetahui tipe gizi buruk pada anak?"

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengaplikasikan sistem
pakar yang mampu menentukan status gizi menurut berat badan per tinggi badan
(BB/TB) dan mengidentifikasi tipe gizi buruk pada anak dengan memperhatikan
aturan-aturan (rule-rule) secara cepat dan tepat dengan metode dan disain sistem
yang telah dibuat.

1.4 Manfaat Penelitian
Dengan dirancang dan dibangunnya sistem pakar untuk menentukan status
gizi dan untuk mengidentifikasi tipe gizi buruk pada anak diharapkan dapat
memberikan manfaat sebagai berikut :



a. Bagi Peneliti
Akan menambah khazanah keilmuan, pemikiran dan pengalaman dalam
bidang Teknik Informatika, serta sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar
Sarjana Strata Satu (S-1) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
b. Bagi Lembaga
Hasil dari penelitian ini kiranya dapat digunakan sebagai tambahan
informasi dalam meningkatkan output pendidikan khususnya di perguruan tinggi,
yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
c. Bagi RS. Saiful Anwar Malang
Dapat digunakan untuk mempermudah dokter spesialis anak yang
menangani gizi untuk memeriksa pasien.
d. Bagi Masyarakat Umum
1. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat untuk mencegah dan
menanggulangi masalah gizi buruk pada anak yang terpadu di tanah air dan
berkesinambungan dari semua pihak khususnya dari daerah., utamanya
pemerintah daerah dengan melakukan upaya-upaya yang diperlukan.
2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pijakan bagi penelitian-
penelitian berikutnya yang membahas mengenai masalah sistem pakar
3. Berguna untuk pengembangan dalam sumber daya manusia dalam pendidikan
mengenai keluarga sadar gizi (kadarzi) dan juga teknologi.
4. Berguna untuk membantu menangani permasalahan dalam konsep
mendiagnosa gejala gizi buruk sehingga nantinya dapat diketahui tipe gizi
buruk pada anak.

1.5 Batasan Masalah
Agar tetap terarah dan terfokus pada permasalahan yang diangkat, maka
ruang lingkup dibatasi pada:
1. Jenis penyakit, yaitu khusus untuk mengidentifikasi penyakit gizi pada anak.
2. Aplikasi ini hanya difokuskan untuk menentukan status gizi pada anak usia 0
hingga 5 tahun.
3. Sistem ini hanya untuk menentukan status gizi kemudian jika ternyata anak
dinyatakan gizi buruk maka sistem akan melanjutkan pada proses
pengidentifikasian tipe gizi buruk.
4. Perancangan dan pembangunan sistem pakar untuk menentukan status gizi
dalam mengidentifikasi tipe gizi buruk dengan cara anthropometri, yaitu
dengan pemeriksaan pada Berat Badan per Usia (BB/U), Tinggi Badan per
Usia (TB/U), Berat Badan per Tinggi Badan (BB/TB), dan Lingkar Lengan
Atas (LLA), dan jika diketahui anak terkena gizi buruk dari Berat Badan per
Tinggi Badan (BB/TB) maka dilanjutkan dengan penentuan gejala untuk
mengetahui tipe gizi buruk seorang anak dengan menggunakan klasifikasi
Mclaren dan Albumin.
5. Untuk menyatakan status gizi menggunakan cara Z-Skor terhadap nilai
median dan untuk menentukan tipe gizi buruk yaitu berdasarkan data-data
yang telah diperoleh pada penelitian.
6. Sistem pakar ini dibuat berdasarkan data-data yang diperoleh dari Dokter
spesialis anak di RS Saiful Anwar Malang.

7. Bagaimana aturan-aturan forward chaining dalam mengerjakan sistem pakar
untuk mendiagnosa gizi buruk terhadap anak
8. Sistem pakar untuk mendiagnosa gizi buruk terhadap anak ini berbasis web
dengan menggunakan PHP, MySQL sebagai database, Adobe Photoshop dan
software pendukung lainnya jika diperlukan.

1.6 Penelitian Yang Berkaitan
Penelitian yang serupa juga telah dilakukan oleh mahasiswa STIKI dalam
studi khususnya, oleh Ayulis Sugeng N. Angkatan 2006, hanya saja pada
penelitian tersebut hanya mengkaji saja tidak membangun sebuah program.

1.7 Metodologi Penelitian
Tahap-tahap yang dilakukan dalam mengerjakan tugas akhir ini adalah
sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data
Beberapa metode yang akan digunakan dalam pengumpulan data:
a. Wawancara
Menurut S. Margono, wawancara merupakan sebuah alat pengumpul
informasi dengan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk menjawab secara lisan
pula (Margono,2002:165). Hal senada dikatakan oleh Lexy. J. Moleong,
wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu antara pewawancara
(interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee) (Moleong, 2000:5).

Data yang berkaitan dengan penelitian diperoleh dari wawancara dengan
dokter spesialis anak di RS. Saiful Anwar Malang. Hasil dari wawancara akan
digunakan untuk menggambarkan atau mendiskripsikan proses pengdentifikasian
gizi buruk pada anak.
b. Studi Literatur
Pada metode ini penulis mengumpulkan data-data yang diperlukan sebagai
referensi dalam penulisan laporan dan pembuatan program. Metode ini adalah
suatu tahap dalam pengumpulan data yaitu melalui studi pustaka sebagai
pendukung dan penunjang penyusunan tugas akhir.
2. Analisa Data dan Sistem
Membuat analisa terhadap data yang sudah diperoleh dari hasil
wawancara yaitu menggabungkan dengan kebutuhan user dengan
menggunakan pemodelan sistem.
3. Perancangan Sistem
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang merupakan metode
dalam mengidentifikasi gizi buruk pada anak dibawah lima tahun dengan meneliti
jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas yang
bertujuan untuk memperoleh data-data secara sistematis, akurat, dan faktual
tentang cara menentukan status gizi dan menentukan tipe gizi buruk pada anak.
Berdasarkan waktunya, penelitian ini termasuk penelitian Crissectional
dimana data diambil dalam satu waktu tertentu.
Pada fase ini merupakan fase untuk memahami rancangan sistem
informasi sesuai data yang ada dan mengimplementasikan model yang diinginkan

oleh pemakai. Pemodelan sistem ini berupa perancangan database dengan
didukung metode yang digunakan serta desain sistem yang dirancang.
4. Pembuatan Program
Membuat program dan merepresentasikan hasil desain ke dalam
pemrograman dengan PHP dan MySQL berdasarkan sistem yang sudah
dirancang dan telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat khususnya
mengenai penanganan gizi buruk terhadap anak.
5. Evaluasi Program
Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur dan sistem yang telah disusun
secara keseluruhan. Proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa
sistem yang telah dibuat sudah benar, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan
dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya.
6. Pembuatan Laporan Tugas Akhir
Tahap akhir dari pembuatan tugas akhir ini adalah membuat laporan dari
yang telah dikerjakan selama proses pembuatan tugas akhir dan dijadikan sebagai
dokumentasi tugas akhir.

1.8 Definisi Istilah
Anthropometri : (Dari Bahasa Yunani uv0peao yang berati manusia and ctpov
yang berarti mengukur, secara literal berarti "pengukuran manusia"), dalam
antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu manusia untuk mengetahui
variasi fisik manusia.

Dermatosis : Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai
petechia (perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan,
pada kulit maupun selaput lendir), yang lambat laun kemudian menghitam.
Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini
biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya.
Edema : Meningkatnya volume cairan di luar sel (ekstraseluler) dan di luar
pembuluh darah (ekstravaskuler) disertai dengan penimbunan di jaringan serosa.
Hepatomegali : Pembesaran organ hati yang disebabkan oleh berbagai jenis
penyebab seperti infeksi virus hepatitis, demam tifoid, amoeba, pemimbunan
lemak (fatty liver), penyakit keganasan seperti leukemia, kanker hati (hepatoma)
dan penyebaran dari keganasan (metastasis). Keluhan dari hepatomegali ini
gangguan dari sistem pencernaan seperti mual dan muntah, nyeri perut kanan atas,
kuning bahkan buang air besar hitam. Pengobatan pada kasus hepatomegali ini
berdasarkan penyebab yang mendasarinya.
Kwashiorkor : Terdapat tanda-tanda klinis yang tampak pada penderita gizi buruk
tipe kwashiorkor diantaranya : (1) Bengkak (oedema) hampir di seluruh tubuh,
terutama punggung dan kaki. (2) Muka bulat dan sembap (moon face). (3) Mata
kuyu dan sayu. (4) Rambut tipis, jarang, dan mudah dicabut. (5) Terdapat bercak
merah-hitam pada kulit, kadang terkelupas. (6) Cengeng, rewel, dan apatis.
Marasmus : Suatu bentuk kurang kalori-protein yang berat. keadaan ini
merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit
infeksi. Marasmus sering dijumpai pada usia 0 - 2 tahun. Keadaan yang terlihat
mencolok adalah hilangnya lemak subkutan, terutama pada wajah. Akibatnya

ialah wajah si anak lonjong, berkeriput dan tampak lebih tua (old man face). Otot-
otot lemah dan atropi, bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan maka
anggota gerak terlihat seperti kulit dengan tulang.
Marasmus-Kwashiorkor : Tampak gabungan tanda-tanda klinis pada pada
penderita gizi buruk tipe ini.

1.9 Sistematika Penulisan
Guna memudahkan dan memahami penulisan tiap-tiap bab dalam
pembuatan tugas akhir ini, maka dijabarkan secara singkat sistematika penulisan
tugas akhir yang terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, penelitian yang
berkaitan, metodologi penelitian, definisi istilah, dan sistematika
penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Landasan teori berisi tentang tinjauan dari beberapa literatur,
yaitu mejelaskan tentang teori-teori yang terkait dengan
permasalahan yang diambil, sebagai acuan dalam analisa dan
pemecahan masalah dari studi literatur yang berkaitan dengan
permasalahan yang dibahas dan nantinya akan memudahkan
penulis dalam menyelesaikan dan memecahkan masalah.


BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN PROGRAM
Menjelaskan tentang pembuatan desain dan
perancangan program Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi
Gizi Buruk Pada Anak Berbasis Web yang meliputi materi
penelitian, alat penelitian, Dependency Diagram, Context
Diagram (CD), Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship
Diagram (ERD), rancangan database dan flowchart .
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Menjelaskan tentang implementasi dan hasil perancangan
beserta penjelasan dan penggunaan program yang telah dibuat.
Serta melakukan pengujian terhadap aplikasi yang dibuat untuk
mengetahui aplikasi tersebut telah dapat menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi sesuai dengan yang diharapkan
BAB V PENUTUP
Penutup terdiri dari dua, yaitu kesimpulan dan saran.
Kesimpulan berisi rangkuman secara singkat dari hasil
pembahasan masalah. Sedangkan saran berisi harapan dan
kemungkinan lebih lanjut dari hasil pembahasan masalah yang
diperoleh untuk menuju lebih baik.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Tentang Gizi
> _ !: ..> .:-. ,s .:'-. _>.l _l !l.>: .`
_.,l _!.l !,.:.`. ,s ,.:.`. l _. .:.. :| .. .,
.1> ,, .::!.> . ..| > _,..l _
Artinya : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang
tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-
macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan
warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang
bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di
hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin);
dan janganlah kamu berlebih-lebihan. sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang yang berlebih-lebihan.(Q.S. Al- Anam : 141)

Allah SWT berfirman, menjelaskan bahwa Dialah pencipta segala
tanaman, buah-buahan dan binatang ternak, kita dianjurkan untuk memakan
semua yang telah Allah sediakan untuk kita, firman diatas menjelaskan tentang
keseimbangan gizi, hendaknya kita memakan makanan yang telah disediakan oleh
Allah, salah satunya adalah buah-buahan. Allah telah menciptakan berbagai
macam jenis tumbuhan yang didalamnya banyak mengandung gizi yang
diperlukan oleh tubuh, dan hendaknya kita tidak berlebih-lebihan dalam
mengkonsumsinya.
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat yang tidak digunakan untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,
serta menghasilkan energi.

2.1.1 Konsep Dasar Timbulnya Masalah Gizi
Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat,
namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan media dan
pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor,
oleh karena itu pendekatan penanggulannya harus melibatkan berbagai sektor
yang terkait.
Masalah gizi, meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan
pangan, pemecahannya tidak selalu berupa peningkatan produksi dan pengadaan
pangan. Pada kasus tertentu, seperti dalam keadaan krisis (bencana kekeringan,
perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi muncul akibat masalah
ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, yaitu kamampuan rumah tangga
memperoleh makanan untuk semua anggoatanya. Menyadari hal itu, peningkatan
status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota
masyarakat untuk memperoleh makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Dalam
konteks itu masalah gizi tidak lagi semata-mata masalah kesehatan tetapi juga
masalah kemiskinan, pemerataan, dan masalah kesempatan kerja.
Masalah gizi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya
masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP), masalah Anemia
Besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang
Vitamin A (KVA) dan masalah obesitas terutama di kota-kota besar. Pada Widya

Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1993, telah terungkap bahwa Indonesia
mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum
dapat diatasi secara menyeluruh, sudah muncul masalah baru, yaitu berupa gizi
lebih.
Disamping masalah tersebut diatas, diduga ada masalah gizi mikro lainnya
seperti defisiensi Zink yang sampai saat ini belum terungkapkan, karena adanya
keterbatasan Iptek Gizi. Secara umum masalah gizi di Indonesia, terutama KEP,
masih lebih tinggi daripada negara ASEAN lainnya. Pada tahun 1995 sekitar 35,4
% anak balita di Indonesia menderita KEP (persen median berat menurut umur <
80 %). Pada tahun 1997, berdasarkan pemantauan status gizi (PSG) yang
dilakukan oleh direktorat Bina Gizi Masyarakat, prevalensi KEP ini turun menjadi
23,1 %. Keadaan ini tidak dapat bertahan yaitu pada saat Indonesia mengalami
krisis moneter yang berakibat pada krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pada
tahun 1998, prevalensi KEP meningkat kembali menjadi 39,8 %. Demikian pula
masalah KVA yang diperkirakan akan meningkat karena masa krisis ekonomi
yang berkepanjangan.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) pada tahun 1999, telah
merumuskan factor yang menyebabkan gizi kurang seperti bagan dibawah ini


Gizi Kurang
Asupan Makanan
Penyakit Inf eksi
Kemiskinan,
Kurang Pendidikan,
Kurang Ketrampilan
Pelayanan Kesehatan
Perssediaan Makanan
di Rumah
Perawatan Anak dan
Ibu Hamil
Krisis Ekonomi Langsung
Penyebab
Langsung
Penyebab
TidakLangsung
PokokMasal ah
Akar Masalah

Gambar 2.1 Faktor penyebab Gizi Kurang
(Sumber: Supriasa, 2003)

Konsep terjadinya keadaan gizi mempunyai dimensi yang sangat
kompleks. Daly, et al (1979) membuat model faktor-faktor yang mempengaruhi
keadaan gizi yaitu konsumsi makanan dan tingkat kesehatan. Konsumsi makanan
dipengaruhi oleh pendapatan, makanan, dan tersedianya bahan makanan. Faktor
yang mempengaruhi keadaan gizi model Daly dapat dilihat pada gambar dibawah
ini







Produksi
Pertanian
Pengolahan
bahan makanan
Distribusi
bahan makanan
dan f aktor harga
Pendapatan,
lapangan kerja, pendidikan
kemampuan sosial
Kemampuan keluarga
menggunakan makanan
Tersedianya bahan makanan
dapat diperolehnya
bahan makanan
Konsumsi
makanan
Kesehatan
Keadaan
Gizi


Gambar 2.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keadaan Gizi
(Sumber : Supriasa : 2003)

Ditinjau dari sudut pandang epidemiologi masalah gizi sangat dipengaruhi
oleh faktor pejamu, agens dan lingkungan. Faktor pejamu meliputi fisiologi,
metabolisme, dan kebutuhan zat gizi. Faktor agens meliputi zat gizi yaitu zat gizi
makro seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta zat gizi mikro seperti vitamin
dan mineral. Faktor lingkungan (makanan) meliputi bahan makanan, pengolahan,
penyimpanan, penghidangan dan higienis, serta sanitasi makanan. (Supriasa,
2002)

2.1.2 Cara Menentukan Status Gizi
Ada beberapa macam cara untuk menentukan status gizi pada seseorang,
salah satunya adalah dengan cara Antropometri.





2.1.2.1 Pengukuran Antropometri
Pengertian istilah nutritional anthropometry mula-mula muncul dalam
Body measurements and Human Nutrition yang ditulis oleh Brozek pada tahun
1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966) sebagai :
Pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh
manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda.
Sedangkan menurut wikipedia Antropometri (dari Bahasa Yunani
uv0peao yang berati manusia and ctpov yang berarti mengukur, secara literal
berarti "pengukuran manusia"), dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran
individu manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia.
Pengukuran antropometri ada 2 tipe yaitu pertumbuhan, dan ukuran
komposisi tubuh yang dibagi menjadi pengukuran lemak tubuh dan massa tubuh
yang bebas lemak. Penilaian pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam
surveilan kesehatan anak karena hampir setiap masalah yang berkaitan dengan
fisiologi, interpersonal, dan domain sosial dapat memberikan efek yang buruk
pada pertumbuhan anak. Alat yang sangat penting untuk penilaian pertumbuhan
adalah table pertumbuhan (growth table) pada gambar terlampir, dilengkapi
dengan alat timbangan yang akurat, papan pengukur, stadiometer dan pita
pengukur.
Langkah-langkah Manajemen Tumbuh Kembang Anak
Pengukuran antropometri : berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas.
Penggunaan table anthropometri Z-Score
Penilaian dan analisa status gizi & pertumbuhan anak

Penilaian perkembangan anak, dan maturasi
Intervensi (preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif).
Perlu ditekankan bahwa pengukuran antropometri hanyalah satu dari
sejumlah teknik-teknik yang dapat untuk menilai status gizi.
Pengukuran dengan cara-cara yang baku dilakukan beberapa kali secara
berkala pada berat, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, diperlukan untuk
penilaian pertumbuhan dan status gizi pada bayi dan anak.
1. Berat dan Tinggi Badan Terhadap Umur atau Berat Badan terhadap Tinggi
Badan.
Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku, beberapa kali
secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju, mengukur
panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada papan pengukur
(infantometer), tinggi badan anak diatas 2 tahun dengan berdiri diukur dengan
stadiometer.
Baku yang digunakan adalah baku antropometri WHO NCHS untuk anak usia
0-5 tahun yang dibedakan menurut jenis kelamin laki-laki dan wanita.
Cara canggih yang lebih tepat untuk menetapkan status gizi pada anak dengan
kalkulasi skor Z (atau standard deviasi) dengan mengurangi nilai berat badan
dengan nilai median yang dibagi dengan standard deviasi populasi referens.
Skor Z = > +3 (misalnya 3SD diatas median) dipakai sebagai indikator
obesitas. Berat badan per usia, tinggi badan per usia dan berat badan menurut
tinggi badan menggunakan baku dari pocket book of pediatrics.


2. Lingkar Lengan Atas
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) bagian kiri balita,
kemudian dicocokkan dengan tabel percentiles of Upper Arm Circumference.
Apabila LLAnya berada pada percentile 50 hingga 95 maka dikatakan gizi
baik, apabila LLAnya berada pada percentile 5 hingga 25 maka dikatakan gizi
kurang, sedangkan bila kurang dari percentile 5 maka dikatakan gizi buruk.
Lingkar lengan atas menggunakan baku dari pocket book of pediatrics

2.1.3 Cara Menyatakan Status Gizi
Untuk mengetahui status gizi seseorang dapat digunakan berbagai cara,
salah satunya yaitu dengan cara Z-Skor terhadap nilai median.

2.1.3.1 Z-Skor Terhadap Nilai Median
Z-Skor merupakan index anthropometri yang digunakan secara
internasioal untuk penentuan status gizi dan pertumbuhan, yang diekspresikan
sebagai satuan standar deviasi (SD) populasi. Z-Skor digunakan untuk
menghitung status gizi secara anthropometri pada berat badan terhadap umur
(BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), berat badan terhadap tinggi badan
(BB/TB). Tabel Untuk BB/U, TB/U, dan BB/TB dapat dilihat pada lampiran
Rumus untuk menentukan status gizi dengan cara Z-Skor adalah :
1. Bila nilai real hasil pengukuran berat badan per usia (BB/U), tinggi badan per
usia (TB/U) atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) lebih besar atau
sama dengan nilai median maka :

Z-Skor =Nilai Real-Nilai Median
SD Upper

2. Bila nilai real hasil pengukuran berat badan per usia (BB/U), tinggi badan per
usia (TB/U) atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) lebih kecil dari
nilai median maka :
Z-Skor =Nilai Real-Nilai Median
SD Low

2.1.3.2 Baku Anthropometri WHO NCHS (Z-Score)
Baku anthropometri ini digunakan untuk menyatakan status gizi pada
anak. Setelah berat badan dan tinggi badan diukur maka langkah selanjutnya
adalah menentukan nilai standart deviasinya yang mana hasil yang diperoleh akan
menentukan tingkat gizi seorang anak.
Tabel 2.1 Tabel Anthropometri
(Sumber : Pokcet book of pediatrics)

Indeks Status Gizi Ambang Batas
BB Sangat lebih >+3SD
BB Lebih +2SD s/d +3SD
BB Normal -2SD s/d +2SD
BB Kurang -3SD s/d -2 SD
BB/U
BB Sangat Kurang <-3SD
TB Tinggi >+2SD
TB Normal -2SD s/d +2SD
TB Pendek -3SD s/d -2SD
TB/U
TB Sangat Pendek <-2SD
Obese >+3SD
Gizi Lebih +2SD s/d +3SD
Gizi Baik -2SD s/d +2SD
Gizi Kurang -3SD s/d -2SD
BB/TB
Gizi Buruk <-3SD







2.1.3.3 Klasifikasi KEP (Mclaren)
Setelah status gizi telah diketahui, hanya pada anak yang terkena kasus
gizi buruk maka berikutnya adalah proses untuk menentukan tipe gizi buruknya,
yaitu menghitung dan menjumlahkan nilai yang telah ditetapkan dengan
menggunakan klasifikasi KEP (Mclaren dan Albumin). Untuk menghitung nilai
ini dapat melihat gejala yang tampak pada anak.

Tabel 2.2 Tabel klasifikasi Mclaren
(Sumber : Pokcet book of pediatrics)










Tabel 2.3 Tabel Kadar Albumin
(Sumber : Pokcet book of pediatrics)












a. Skor 0-3 ditentukan sebagai gizi buruk tipe marasmus
b. Skor 4-8 ditentukan sebagai gizi buruk tipe marasmus-kwarshiorkor
c. Skor 9-15 ditentukan sebagai gizi buruk tipe kwarshiorkor

Gx
Nilai
Edema 3
Dermatosis 2
Edema + Dermatosis 6
Perubahan Rambut 1
Hepatomegali 1
Albumin Nilai
<1 7
1-1.49 6
1.5-1.99 5
2-2.49 4
2.5-2.99 3
3-3.49 2
3.5-3.99 1
>4 0

2.2 Tinjauan Tentang Sistem Pakar
Bidang teknik kecerdasan buatan yang paling popular saat ini adalah
system pakar. Ini disebabkan penerapannya diberbagai bidang, baik dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan terutama dibidang bisnis telah terbukti
sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Sistem pakar juga merupakan
bidang teknik kecerdasan buatan yang paling luas penerapannya.(Hariyadi:1)

2.2.1 Definisi Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oeh para ahli. System pakar
yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu
dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun
dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat
diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan
membantu aktivitasnya sebagai asisen yang sangat berpengalaman.
Ada beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain:
Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang
dilakukan oleh seorang pakar.
Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang
berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat
dibandingkan dengan kehlian seorang pakar.

Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer
yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.(Kusumadewi,
2003 : 109)

2.2.2 Sejarah Sistem Pakar
Sistem pakar mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh
Artificial Intelligence Corporation. Periode penelitian artificial intelligence ini
didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan computer
canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu
usaha kearah ini adalah General Purpose Problem Solver (GPS). GPS yang berupa
sebuah prosedur yang dikembangkan oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan
Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk
menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah predecessor
menuju Expert System (ES). GPS berusaha untuk menyusun langkah-langkah
yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
Pada pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba
bisa (general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan
dikembangkannya DENDRAL oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan
kemudian diikuti oleh MYCIN. Pembuatan DENDRAL mengarah pada konklusi-
konklusi berikut : GPS terlalu lemah untuk digunakan sebagai dasar untuk
membangun ES yang berunjuk kerja tinggi. Pemecahan masalah manusia adalah
baik hanya jika beroperasi dalam domain yang sangat sempit. ES harus di-update

secara berkala untuk informasi baru. Update semacam ini dapat efisien apabila
menggunakan representasi pengetahuan berbasis rule.
Problem yang kompleks membutuhkan pengetahuan yang banyak sekali
tentang area problem. Pada pertengahan tahun 1970-an, beberapa ES mulai
muncul. Sebuah pengetahuan kunci yang dipelajari saat itu adalah kekuatan dari
ES berasal dari pengetahuan spesifik yang dimilikinya, bukan dari formalisme-
formalisme khusus dan pola penarikan kesimpulan yang digunakannya.
Awal 1980-an, teknologi ES yang mula-mula dibatasi oleh suasana
akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersil, khususnya XCON, XSEL
(dikembangkan dari R-1 pada digital Equipment Corp.) dan CATS-1
(dikembangkan oleh general Electric).
Sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan
sejak pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama
dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanford University. Sistem
in diberi nama MYCIN (Heckerman, 1986).
MYCIN merupakan program interaktif yang melakukan diagnosis
penyakit miningitis dan infeksi bacremia serta memberikan rekomendasi terapi
antimikrobia. MYCIN mampu memberikan penjelasan atas penalarannya secara
detail. Dalam uji coba, dia mampu menunjukkan kemampuan seperti seorang
spesialis. Meskipun MYCIN tidak pernah digunakan secara rutin oleh dokter,
MYCIN merupakan referensi yang bagus dalam penelitian kecerdasan buatan
yang lain (---, 1995). (Kusrini, 2006 :12)


2.2.3 Pemakai Sistem Pakar
Sistem pakar dapat digunakan oleh:
1. Orang awam yang bukan pakar untuk menigkatkan kemampuan mereka dalam
memecahkan masalah.
2. Pakar sebagai asisten yang berpengetahuan.
3. Memperbanyak atau menyebarkan sumber pengetahuan yang semakin langka.
Sistem pakar merupakan program yang dapat menggantikan keberadaan
seorang pakar. Alasan mendasar mengapa ES dikembangkan untuk menggantikan
seorang pakar:
1. Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi.
2. Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang
pakar.
3. Seorang pakar akan pensiun atau pergi.
4. Menghadirkan/menggunakan jasa seorang pakar memerlukan biaya yang
mahal.
5. kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat. (Kusrini,
2006 :14)

2.2.4 Konsep Dasar Sistem Pakar
Menurut Efraim Turban 1995 (Arhami, 2005: 11), konsep dasar sistem
pakar mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan
kemampuan menjelaskan.

Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang
tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk
pengetahuan yang termasuk keahlian adalah:
1. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu.
2. Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.
3. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasalahan
tertentu.
4. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah.
5. Meta- knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan).
Bentuk ini memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan
lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan ahli.
Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan,
mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain), menyusun
kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika
dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka.
Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan
lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar.
Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli
atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi
pengetahuan, dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di
komputer disebut dengan nam basis pengetahuan. Ada 2 tipe pengetahuan, yaitu:
fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan).

Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan
untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan
dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer
harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas
dalam bentuk motor inferensi (inference engine).
Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule-based
system, yang mana pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan. Aturan
tersebut biasanya berbentuk IF-THEN.
Fitur lainnya dari sistem pakar adalah kemampuan untuk merekomendasi.
Kemampuan inilah yang membedakan sistem pakar dengan sistem konvensional.
Tabel 2.4 Sistem Konvensional vs Sistem Pakar
(Sumber : Sri Kusumadewi. 2003:112)

Sistem Konvensional Sistem Pakar
Informasi dan pemrosesannya biasanya
jadi satu dengan program.
Basis pengetahuan merupakan bagian
terpisah dari mekanisme inferensi.
Biasanya tidak menjelaskan mengapa
suatu input data itu dibutuhkan, atau
bagaimana output itu diperoleh.
Penjelasan adalah bagian terpenting
dari sistem pakar.
Pengubahan program cukup sulit &
membosankan
Pengubahan aturan dapat dilakukan
dengan mudah.
Sistem hanya akan beroperasi jika
sistem tersebut sudah lengkap.
Sistem dapat beroperasi hanya dengan
beberapa aturan.
Eksekusi dilakukan lengkah demi
langkah
Eksekusi dilakukan pada keseluruhan
basis pengetahuan
Menggunakan data Menggunakan pengetahuan
Tujuan utamanya adalah efisiensi. Tujuan utamanya adalah efektivitas.





Menurut Turban (1995), terdapat tiga orang yang terlibat dalam
lingkungan sistem pakar, yaitu:
1. Pakar
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan khusus, pendapat, pengalaman
dan metode, serta kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut
guna menyelesaikan masalah.
2. Knowledge engineer (Perekayasa Sistem)
Knowledge engineer adalah orang yang membantu pakar dalam menyusun
area permasalan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-
jawaban pakar atas pertanyaan yag diajukan, menggambarkan analogi,
mengajukan counter example dan menerangkan kesulitan-kesulitan
konseptual.
3. Pemakai
Sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu: pemakai bukan pakar,
pelajar, pembangun sistem pakar yang ingin meningkatkan dan menambah
basis pengetahuan, dan pakar. (Arhami, 2005 : 12)

2.2.5 Bentuk Sistem Pakar

Ada empat bentuk sistem pakar, yaitu:
1. Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri sendiri
tidak tergabung dengan software yang lainnya.

2. Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang
terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan program
dimana di dalamnya memanggil algoritma subrutin lain (konvensional).
3. Menghubugkan ke software lain. Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar
yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya dengan
DBMS.
4. Sistem mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khusus yang
dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang
digunakan untuk membantu menganalisis data radar.

2.2.6 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan
pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi
(consultation environment). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan
untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar,
sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar
guna memperoleh pengetahuan pakar. Komponen-komponen sistem pakar dalam
kedua bagian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:


Gambar 2.3 Struktur Sistem Pakar
(Sumber : Muhammad Arhami :2005)


Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti
yang terdapat pada gambar diatas, yaitu user interface (antarmuka pengguna),
basis pengetahuan, akuisisi pengetahuan, mesin inferensi, workplace, fasilitas
penjelasan, perbaikan pengetahuan.

2.2.7 Ciri-ciri Sistem Pakar
1. Terbatas pada bidang yang spesifik.
2. Dapat memberikan penalaran unutk data-data yang tidak lengkap atau tidak
pasti.
3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang
dapat dipahami.
Aksi yang
direkomendasi
Antarmuka
pemakai
Fasilitas
penjelasan
Mesin Inferensi
Papan tulis
(workplace)
Basis Pengetahuan fakta aturan
Fasilitas Penjelas
Pengguna
Knowledge engineer
Pengetahuan Pakar
Fakta
Spesifik
Lingkungan Konsultasi Lingkungan Pengembang


4. Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu.
5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
6. Outputnya bersifat nasehat atau anjuran.
7. Output tergantung dari dialog dengan user.
8. Knowledge base dan inference engine terpisah.(Kusrini, 2006 :14)
9. Memiliki fasilitas informasi yang handal.
10. Mudah dimodifkasi.
11. Dapat digunakan dalam berbagai jenis computer.
12. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.(Kusumadewi, 2003 :122)

2.2.8 Keuntungan Pemakaian Sistem Pakar
1. Membuat seorang yang awam dapat bekerja seperti layaknya seorang pakar.
2. Dapat bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti.
3. Meningkatkan Output dan produktivitas. Sistem pakar dapat bekerja lebih
cepat dari manusia. Keuntungan ini berarti mengurangi jumlah pekerja yang
dibutuhkan, dan akhirnya akan mereduksi biaya.
4. Meningkatkan kualitas.
5. Sistem pakar menyediakan nasehat yang konsisten dan dapat mengurangi
tingkat kesalahan.
6. Membuat peralatan yang kompleks lebih mudah dioperasikan karena sistem
pakar dapat melatih pekerja yang tidak berpengalaman.
7. Handal.

8. Sistem pakar tidak dapat lelah atau bosan. Juga konsisten dalam memberi
jawaban dan selalu memberikan perhatian penuh.
9. Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang kompleks.
10. Memungkinkan pemindahan pengetahuan ke lokasi yang jauh serta
memperluas jangkauan seorang pakar, dapat diperoleh dan dipakai dimana
saja. Merupakan arsip yang terpercaya dari sebah keahlian sehingga user
seolah-olah berkonsultasi langsung dengan sang pakar meskipun mungkin
sang pakar sudah pensiun.(Kusrini, 2006:15)
11. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
12. Menyimpan paegetahuan dan keahlian para pakar.
13. Meningkatkan output dan produktivitas.
14. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang
termasuk keahlian langka).
15. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
16. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
17. Meningkatkan kapabilitassistem komputer.
18. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan
mengandung ketidakpastian.
19. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
20. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
21. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.(Kusumadewi, 2003 : 110)



2.2.9 Kelemahan Sistem Pakar
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki
beberapa kelemahan, antara lain:
1. Biaya yang diperlukan untuk mebuat dan memeliharanya sangat mahal.
2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan
pakar di bidangnya.
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar. (Kusumadewi, 2003 : 111)

2.2.10 Arsitektur Sistem Pakar
Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama, yaitu antarmuka
pengguna (user interface), basisdata sistem pakar (expert sistem batabase),
fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition facility), dan mekanisme
inferensi (inference mechanism). Selain itu ada satu komponen yang hanya ada
pada beberapa sistem pakar, yaitu fasilitas penjelasan.
Antamuka pengguna adalah perngkat lunak yang menyediakan media
komunikasi antara pengguna dengan sistem.
Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar pada subyek
tertentu. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, merumuskan, dan
menyelesaikan masalah. Basis data ini terdiri dari 2 elemen dasar:
1. Fakta, situasi masalah dan teori yang terkait.
2. Heuristik khusus atau rules, yang langsung menggunakan pengetahuan untuk
menyelesaikan masalah khusus.

Pengetahuan ini dapat berasal dari pakar, jurnal, majalah, dan sumber
pengetahuan lain.
Fasilitas akuisisi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang
menyediakan fasilitas dialog antara pakar dengan sistem. Fasilitas akuisisi ini
digunakan untuk memasukkan fakta-fakta dan kaidah-kaidah sesuai dengan
perkembangan ilmu. Meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan
dari kemampuan pemecahan masalah seorang pakar atau sumber pengetahuan
terdokumentasi (buku, dll) ke program komputer, yang bertujuan untuk
memperbaiki dan atau mengembangkan basis pengetahuan (knowedge base).
Mekanisme inferensi merupakan perangkat lunak yang meakukan
penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu
kesimpulan atau hasil akhir. Dalam komponen ini dilakukan pemodelan proses
berpikir manusia.
Fasilitas penjelasan berguna untuk memberikan penjelasan kepada
pengguna mengapa komputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan
dasar apa yang digunakan komputer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi.
Ada 4 tipe penjelasan yang digunakan dalam sistem pakar, yaitu
1. penjelasan mengenai jejak aturan yang menunjukkan status konsultasi.
2. Penjelasan mengenai bagaimana sebuah keputusan diperoleh.
3. Penjelasan mengapa sistem menanyakan suatu pertanyaan.
4. Penjelasan mengapa sistem tidak memberikan keputusan seperti yang
dikehendaki pengguna.

Arsitektur dasar dari sistem pakar dapat dilihat pada gambar dibawah ini.




Gambar 2.4 Arsitektur Sistem Pakar
(Sumber : Kusrini. 2006: 19)


Memori kerja dalam arsitektur sistem pakar merupakan bagian dari sistem
pakar yang berisi fakta-fakta masalah yang ditemukan dalam suatu sesi, berisi
fakta-fakta tentang suatu masalah yang ditemukan dalam proses
konsultasi.(Kusrini, 2006 : 17)

2.2.11 Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman,
formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua
elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang obyek
dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang
cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui.
Dalam studi kasus pada sistem berbasis pengetahuan terdapat beberapa
karakteristik yang dibangun untuk membantu kita di dalam membentuk
serangkaian prinsip-prinsip arsitekturnya. Prinsip tersebut meliputi:

1. Pengetahuan merupakan kunci kekuatan sistem pakar.
2. Pengetahuan sering tidak pasti dan tidak lengkap.
3. Pengetahuan sering miskin spesifikasi.
4. Amatir menjadi ahli secara bertahap.
5. Sistem pakar harus fleksibel.
6. Sistem pakar harus transparan.
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah,
tentu saja di dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan
yang sangat umum digunakan, yaitu:
1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan
menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita
memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan si
pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Disamping itu,
bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-
langkah) pencapaian solusi.
2. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi
yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk
keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user
menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama
(mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah
situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan. (Kusumadewi:115)

Knowledge Base
Rule : IF-THEN
Expert System
Database
FACT
Inf erence Engine
Explanation Facilities
User Interface
Developer
interf ace
Expert
Knowledge Engineer User
External Program
External
Database









Gambar 2.5 complete structure of a rule base
Sumber:artificial intelligence. Michael Negnevitsky

2.2.12 Motor inferensi
Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang
digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah. Mesin inferensi adalah
program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang
informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk
memformulasikan kesimpulan.(Turban, 1995).
Kebanyakan sistem pakar berbasis aturan menggunakan strategi inferensi
yang dinamakan modus ponen. Berdasarkan strategi ini, jika terdapat aturan IF A
THEN B, dan jika diketahui bahwa A benar, maka dapat disimpulkan bahwa B
juga benar. Strategi inferensi modus ponen dinyatakan dalam bentuk:
[A AND (A B)] B
dengan A dan AB adalah proposisi-proposisi dalam basis pengetahuan.

Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakar
berbasis aturan, yaitu pelacakan ke belakang (backward chaining) dan pelacakan
ke depan (forward chaining).
Backward chaining is the goal-driven reasoning. In backward chainning,
in expert system has the goal (a hypothetical solution) and the inference engine
attempts to find the evidence to prove it. (Negnevitsky:38)
Pelacakan kebelakang adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal-
driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari
aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses
pelacakan menggunakan premis untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan
mencari aturan lain dengan tujuan baru sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut
sampai semua kemungkinan ditemukan. Gambar 2.4 menunjukkan proses
bacward chaining.


Gambar 2.6 Proses Backward Chaining


Forward chaining is the data driven reasoning. The reason starts from the
known data and proceeds forward with that data. Each time only the topmost rule
is executed. (Negnevitsky:38)
Pelacakan ke depan adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven).
Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya
mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang
sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN. Gambar 2.5 menunjukkan proses
forward chaining.





Gambar 2.7 Proses Forward Chaining

Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga acam penelusuran,
yaitu Depth-first search, Breadth-first search dan Best-first saearch.
a. Depth-first search, melakukan penelusuran kaidah secara mendalam dari
simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan.











Gambar 2.8 Diagram Alir Teknik Penulusuran Depth-First Search

b. Breadth-first search, bergerak dari simpul akar, simpul yang ada pada setiap
tingkat diuji sebelum pindah ke tingkat selanjutnya. (Gmbar 1.8).






Gambar 2.9 Diagram alirir Teknik Penulusuran Breadth-First Search









c. Best-first search, bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya.









Gambar 2.10 Diagram Alir Teknik Penulusuran Best-first search

Dalam memilih apakah akan menggunakan pelacakan ke depan atau
pelacakan ke belakang, semuanya bergantung masalah yang akan dibuat sistem
pakarnya, dan belum dapat dibuktikan mana yang lebih baik diantara kedua
metode inferensi ini.
Untuk sebuah sistem pakar yang besar, dengan jumlah rule yang relatif
banyak, metode pelacakan ke depan akan dirasakan sangat lamban dalam
pengambilan kesimpulan, sehingga untuk sistem-sistem yang besar digunakan
metode pelacakan ke belakang.




2.2.13 Kategori Masalah Sistem Pakar
Masalah-masalah yang dapat diselesaikan dengan sistem pakar,
diantaranya :
1. Interpretasi membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data
mentah.
2. Prediksi memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-
situasi tertentu.
3. Diagnosis menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang
didasarkan pada gejala-gejala yang teramati.
4. Desain menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok
dengan tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu.
5. Perencanaan merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat
mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu.
6. Debugging dan repair menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk
mengatasi malfungsi.
7. Intruksi mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain
subyek.
8. Pengendalian mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks.
9. Selection megidentifkasi pilihan terbaik dari sekumpulan (list) kemugkinan.
10. Simulation pemodelan interaksi antara komponen-komponen sistem.
11. Monitoring membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang
diharapkan.



2.3 Tinjauan Tentang Basis Data
Menurut Fathansyah (1999:2) Basis Data dapat didefinisikan dalam
sejumlah sudut pandang seperti:
Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisir
sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan
mudah.
Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama
sedemikian rupa dan pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk
memenuhi berbagai kebutuhan.
Kumpulan file / tabel / arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam
media penyimpanan elektronik.
Menurut Jogiyanto H.M (1995:217) Basis Data (database) merupakan
kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di
simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk
memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen paling penting di
sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedaia informasi bagi
penggunanya. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan
database system (sistem basis data).

2.3.1 Operasi Basis Data
Didalam sebuah disk, basis data dapat diciptakan dan dapat pula
ditiadakan. Di dalam sebuah disk dapt pula menempatkan beberapa (lebih dari
satu) basis data. Sementara dalam sebuah basis data dapat menempatkan satu atau

lebih file / tabel. Pada file / tabel inilah sesungguhnya data disimpan atau
ditempatkan.
Operasi-operasi dasar dilakukan berkenaan dengan basis data meliputi :
1. Pembuatan basis data baru (create database), yang identik dengan pembuatan
lemari arsip baru.
2. Penghapusan basis data (drop table), yang identik dengan perusakan lemari
arsip beserta isi.
3. Pembuatan file/table baru ke suatu basi data (create table), yang identik
dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang sudah ada.
4. Penghapusan file/table baru ke suatu basi data (drop table), yang identik
dengan perusakan map arsip lama yang ada disebuah lemari arsip.
5. Penambahan atau pengisian data baru kesebuah file/tabel di sebuah basis data
(insert), yang identik dengan penambahan lembar arsip kesebuah map arsip.
6. Pengambilan data dari file/tabel di sebuah basis data (retive/ search), yang
identik dengan pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.
7. Pengubahan data dari sebuah file tabel (update), yang identik dengan
perbaikan isi lembar arsip yang ada di sebuah map arsip.
8. Penghapusan data dari sebuah file/tabel (update), yang identik dengan
penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.





2.3.2 Objek Basis Data
Tujuan utama dalam pengelolaan data dalam basis data adalah agar dalam
pencarin data dengan mudah dan cepat. Secara lengkap, pemanfaatan basi data
dilakukan untuk menemukan sejumlah tujuan (objek) seperti berikut :
1. Kecepatan dan kemudahan (speed)
Pemanfaatan basis data memungkinkan menyimpan data, perubahan data,
menampilkan data dengan lebih cepat dan mudah, dibandingkan secara
manual atau secara elektronik tetapi tidak dalam penerapan basis data,
missal dalam bentuk teks biasa.
2. Efisiensi ruang penyimpanan (space)
Keterkaitan antar kelompok data dalam basis data, maka redundansi
(pengulangan) data akan terjadi. Banyak redundansi memperbesar ruang
penyimpanan (di memori utama atau memori sekunder) yang harus
disediakan. Dengan basis data optimalisasi dan efisensi penggunaan ruang
penyimpanan dapat dilakukan, karena dapat melakukan penekanan
redundansi data dengan pengkodean atau membuat relasi-relasi (dalam
bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.
3. Keakuratan (accuracy)
Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama
dengan cara aturan tipe data, domain data, keunikan data, yang dapat
diterapkan dalam sebuah basis data, berguna unuk penekanan ketidak
akuratan pemasukan dan penyimpanan data.


4. Ketersediaan (availability)
Pertambahan data akan semakin bertambah dan membutuhkan ruang
penyimpanan yang besar. Dan tidak semua data yang ada digunakan,
sehingga data dikelompokkan menjadi ; data utama / master, data transaksi,
data histori, dan data kadaluarsa. Data yang jarang atau tidak pernah
digunakan dapat di keluarkan dari basis data yang sedang aktif (off-line)
dengan cara penghapusan atau memindahkan ke media penyimpanan off-line
(removable disk, tape). Selain itu dengan adanya kepentingan pemakain
data, maka basis data dapat memiliki data yang disebar diberbagai wiilayah
atau daerah, dengan pemanfaatan teknologi komputer data yang ada disuatu
cabang dapat diakses oleh cabang lain.
5. Kelengkapan (completeness)
Kelengkapan data yang dikelola dalam basis data bersifat relatif (baik
terhadap kebutuhan pemakaian atau waktu). Dalam basis data selain
menyimpan data juga menyimpan struktur (definisi objek dan definisi detail
objek dalam basis data, seperti struktur file / tabel atau indeks). Kebutuhan
akan kelengkapan data, sehingga dengan basis data kita dapat menambah
record data, perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan
tabel atau penambahan field baru dalam tabel.
6. Keamanan (security)
Dalam basis data dapat ditentukan siapa saja yang dapat mengakses data
beserta objek didalamnya, dan menetukan jenis operasi apa saja yang boleh
digunakan, seperti: adanya password.

7. Kebersamaan Pemakaian (sharability)
Pemakai basis data tidak terbatas untuk satu pemakai saja atau satu lokasi
atau oleh satu sistem/aplikasi saja. Basis data yang dikelola oleh sistem
(aplikasi) yang mendukung lingkungan multiuser, akan dapat memenuhi
kebutuhan ini.


2.4 Tinjauan Tentang Web Site
2.4.1 Sejarah Web
Sejarah web dimulai pada bulan Mei 1989 ketika Tim Berner-Lee yang
bekerja dilaboratorium Fisika Partikel Eropa atau yang dikenal dengan nama
CERN (Consei European pour la Recherce Nuklaire) yang berada di Genewa,
swiss, mengajukan protocol (suatu tatacara untuk berkomunikasi) sistem
distribusi informasi Internet yang diguanakan untuk berbagai informasi di anatara
para fisikiawan.
Protokol inilah yang selanjutnya dikenal dengan protocol World Wide Web
dan dikembanagkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). W3C adalah
konsorsium dari sejumalah organisasi yang berkepentingan dalam pengembangan
berbagai standar yang berkaitan dengan web.

2.4.2 Pengenalan Web
Internet adalah sebuah solusi jaringan yang dapat menghubungkan
beberapa jaringan lokal yang ada pada suatu daerah, kota, atau bahkan pada
sebuah Negara. tidak hanya itu, dengan adanya fasilitas internet setiap orang

dapat melakukan kegiatan mengirim email, cari data, atau bahkan belanja secara
online.
Ghoper, WWW atau World Wide Web (Jaringan Dunia luas) adalah
sebuah bagian dari inetrnet yang sangat dikenal dengan dunia internet, dengan
adanya WWW maka klien dapat menampilkan sebuah virtual yang disebut
dengan web site.
Untuk dapat menghubungkan beberapa komputer sehingga menjadi
sebuah kelompok jaringan, maka membutuhkan media penghubung yaitu TCP/IP
(Transfer Control Protocol/Internet Protocol) merupakan yaitu sebuah protocol
yang mengidentifikasi sebuah komputer yang terhubung dengan jaringan TCP/IP
memiliki tehnik mengidentifikasi dengan menggunakan penomoron yang
dinamakan NomorIP/ IP address (Internet Protokol Addres). Dengan yang
dinamakan nomor ini sebuah komputer dapat terhubung dengan kompuer lain
dalam sebuah jaringan global (internet), sehingga memungkinkan komputer
berkomunikasi dengan komputer lain melalui suatu jaringan yang sering disebut
dengan internet.
TCP/IP bekerja untuk mengatur bagaimana komputer terhubung ke internet
dan mengatur pertukaran data yang terjadi pada komputer tersebut. Pada TCP/IP
terdapat beberapa protocol kecil yang menangani masalah komunikasi antar
komputer, diantaranya adalah :
TCP (Transfer Control Protocol) mengatur komunikasi anatar apliksi.
UDP (User Datagram Protocol) mengatur komunikasi antar apliksi.
IP (Internet Cintrol Message Protocol) mengatur komunikasi antar komputer.

ICMP (Internet Control Message Protocol) untuk mengatasi kesalahan data
statistic.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) untuk pengalamatan dinamik.
Proses kerja dari WWW dapat dibagi menjadi beberapa komponen seperti :
1. Protokol
Adalah sebuah media yang distandarkan untuk dapat mengakses komputer
di dalam sebuh jaringan. Halaman yang bisa diakses dalah halaman web site.
WWW memiliki standar protocol yang bernama HTTP (Hypertext Transfer
Protocol). Dengan menggunakan protocol ini sebuah halaman yang ada dalam
komputer jaringan dapat dibuka dan diakses.
2. Address
Merupakan alamat yang berkaitan dengan penamaan sebuah komputer di
dalam jaringan. Alamat ini sebenarnya merupakan sebuah Nomor yang dimiliki
sebuah komputer yang sering disebut dengan Nomor IP, dengan adanya
perkembngan jaman, maka dibentuklah metode baru yang bernama Domain
Name. Sehingga NO IP diganti dengan URL (Uniform Resourrce Locator) yang
berkaitan dengan nama suatu instansi pemilik komputer, misal: http://
www.akakom.ac.a\id. URL digunakan sebagai penujuk lokasi pada internet . URL
menjadi alamat absolute suatu situs yang akan dikunjngi. Jika suatu situs tidak
memiliki URL, maka situs web tersebut tidak akan bisa dikunjungi .
Struktur URL terdiri dari jenis protocol, nama web server dan direktori server :
http://www.prihatna.com/versiI/new.php?=5&ket+baru


Keterangan :
http adalah nama protocol, terletak pada bagian pertama susunan yang
menspesifikasikan metode pengaksesan situs. Nama protocol sering juga
disebut dengan istilah service (layanan). Service URL tidak antara lain http,
gopher, news dan ftp
www.prihatna.com adalah nama web server yang diawali dengan slash dua
kali (//).
versiI adalah nama direktori web server. Pada URL susunan direktori dapat
lebih dari satu, bergantung di mana file yang akan diakses diletakkan. Pada
contoh nama direktorinya adalah versiI, yang didalamya mungkin masih
terdapat direktori lain.
new.php adalah nama file yang diakses. Nama file yang akan diakses ditulis
setelah direktori web server. Penulisan nama file harus disertai dengan
ekstensi file.
id=5&ket+baru adalah query (panggilan)yang digunakan untuk mentransfer
variable melalui URL, yang diawali dengan tanda tanya (?). Tanda & (dan)
digunakan untuk menyambung variable jika lebih dari satu.

2.5 Perangkat Pemodelan Sistem dalam Pembuatan suatu Program.
Didalam merancang sistem informasi diperlukan suatu pemodelan sistem
untuk menggambarkan dan mengkomunikasikan secara sederhana rancangan
sistem yang dibuat, agar sistem mudah dipahami dan dikoreksi.

Melalui pemodelan sistem, dapat digambarkan aliran data yang akan
diproses menjadi informasi dan aliran distribusinya secara sederhana, sehingga
arus data dan informasi dapat terlihat secara jelas.
Pemodelan sistem merepresentasikan visualisasi bentuk sistem yang
diinginkan oleh pemakai. Sedangkan program yaitu susunan instruksi yang
dimasukkan kedalam komputer untuk dijalankan oleh komputer (Mico, 1996, hal
93). Perangkat pemodelan sistem disini meliputi :
2.5.1 Konteks Diagram atau Diagram Context (DC)
Untuk menggambarkan suatu interaksi dalam sistem informasi secara
umum diperlukan suatu diagram konteks yang menjelaskan mengenai keterkaitan
sistem informasi tersebut dengan entitas-entitas yang ada didalam sistem.
Diagram konteks menurut Budi Sutedjo (2002, hal 116) merupakan pola
penggambaran yang berfungsi untuk memperlihatkan interaksi SI tersebut dengan
lingkungan dimana sistem tersebut ditempatkan. Dalam penggambaran itu, sistem
dianggap sebagai sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci karena yang
ditekankan adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang akan mengaksesnya.
Dalam pembentukan diagram konteks, beberapa hal berikut perlu diperhatikan :
Kelompok pemakai, baik pihak internal atau eksternal perusahaan, dan
departemen terkait.
Kemungkinan kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam penggunaan sistem
harus diidentifikasi secara lengkap.

Arah anak panah yang menunjukkan aliran data jangan sampai terbalik agar
dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap seluruh proses sistem
yang akan dibentuk.
Setiap kejadian digambarkan dalam bentuk tekstual yang sederhana dan
mudah dipahami oleh pembuat sistem.
2.5.2 Diagram Data Alir atau Data Flow Diagram (DFD).
Data flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis menggambarkan
aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari
input menjadi output. DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi
pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran
analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional
sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
Data Flow Diagram merupakan peralatan yang berfungsi untuk
menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi
yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukkan dari dan kemana data
mengalir serta penyimpanannya. DFD juga dikenal sebagai grafik aliran data atau
bubble chart.
Ada empat komponen data flow diagram menurut Jogiant.H.M (1995:705)
antara lain:
1. Kesatuan Eksternal (External Entity)
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan
suatu sistem dengan kesatuan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan
dilingkunagan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lain

yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima
output dari sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan notasi kotak.
Kesatuan luar kebanyakan adalah salah satu dari :
a. Suatu kantor, departemen atau devisi dalam perusahaan tetapi diluar sistem
yang sedang dikembangkan.
b. Suatu organisasi atau orang yang berada diluar organisasi seperti pelanggan
atau pemasok.
c. Sistem informasi diluar sisitem yang dikembangkan.
d. Sumber asli dari akuntansi.
e. Penerima akhir dari laporan yang dihasilkan oleh sistem seperti manajer .

Gambar 2.11 Kesatuan Eksternal DFD
(Sumber : Kristianto, 2004 : 66)

2. Arus data
Arus Data (data flow) di DFD diberi simbol suatau anak panah. Arus data
ini mengalirkan diantara proses (process), simpanan data (data store), dan
kesatuan luar (exsternal entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang
dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.



Gambar 2.12 Arus data di DFD
(Sumber : Kristianto, 2004 : 67)






3. Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin
atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk
dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses atau yang mengubah input
menjadi output.

Gambar 2.13 Prosse data di DFD
(Sumber : Kristianto, 2004 : 68)


Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi berikut:
a. Identifikasi proses
Identifikasi ini pada umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan acuan
dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses.
b. Nama proses
Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut. Nama
dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya.
Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk (input) dan hasil
dari proses adalah merupakan arus data lain yang mengalir (output). Beberapa
kemungkinan arus data dalam suatu proses :
a. suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus
data.
b. Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan
sebuah arus data.

c. Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebih dari
sebuah arus data.
Pada umumnya kesalahan proses DFD adalah:
a. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output, kesalahan ini
disebut dengan kesalahan black hole (lubang hitam).
b. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input, kesalahan ini
disebut dengan miracle (ajaib).
4. Simpanan Data (Data Store)
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang
dapat berupa sebagai :
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku


Gambar 2.14 Simpan store di DFD
(Sumber : Kristianto, 2004 : 70)


Di dalam pengambaran simpanan data di DFD perlu diperhatikan
beberapa hal, sebagai berikut :
a. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data, karena yang
menggunakan atau merubah data di simpanan data adalah suatu proses.

b. Data flow yang menuju ke data store dari proses menunjukkan proses update
terhadap data yang tersimpan dalam data store. update dapat berupa:
1. Menambah atau menyimpan record baru atau dokumen baru kedalam data
store.
2. menghapus record atau mengambil dokumen dari data store.
3. Merubah nilai data dari suatu record atau di suatu dokumen yang ada di data
store.
c. Data flow yang berasal dari data store kesuatu proses menunjukkan bahwa
proses tersebut menggunakan data yang ada di data store.
Untuk suatu proses yang melakukan kedua-duanya, yaitu menggunakan
danupdate data store


2.5.3. Flowchart (Bagan Alir)
Flowchart (bagan alir) adalah bagan yang menjelaskan secara rinci
langkah-langkah dari proses program. Flowchart dibuat dengan menggunakan
simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan suatu proses dalam program
(Jogiyanto HM,1995:797).

Adapun simbol Flowchart adalah sebagai berikut :
Tabel 2.5 Simbol Aliran Sistem
(Sumber: Joginto.HM, 1995)
Simbol Keterangan
Simbol Proses yaitu untuk pengolahan data, yaitu mewakili
suatu proses.
Simbol untuk input dan output digunakan untuk mewakili
suatu data input dan output.
Simbol keputusan untuk mengambil keputusan atau
digunakan untuk suatu penyelesaian kondisi di dalam
program.
Simbol proses terdefinisi digunakan untuk menunjukkan
suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan ditempat lain
Simbol persiapan digunakan memberikan nilai awal suatu
besaran
Simbol titik terminal menunjukkan awal dan akhir program
atau proses
Simbol penghubung digunakan untuk menunjukkan
sambungan dari bagian alir yang terputus dihalaman yang
masih sama atau halaman lain
Simbol garis (flow lines symbol) digunakan untuk
menunjukkan arus dari proses.

2.5.4 Entity Relationship Diagram (ERD).
Entity Relationship adalah model konseptual yang mendeskripsikan
hubungan antar penyimpanan [Waljiayanto, 2000]. Entity Relationship Diagram
(ERD) atau yang juga dikenal dengan diagram relasional tabel, digunakan untuk
memodelkan struktur data dan hubungan antar data. yang digunakan dalam
diagram relasional ini antara lain :



1. Entitas.



Gambar 2.15 Simbol Entitas
(Sumber : Madcoms, 2003)

Dilambangkan dengan lingkaran elipse dengan keterangan nama field
didalamnya. Entitas memiliki fungsi sebagai simbol untuk identitas nama field
yang ada dalam tabel.
2. Tabel.

Gambar 2.16 Simbol Tabel
(Sumber : Madcoms, 2003)

Dilambangkan dengan persegi panjang dengan keterangan nama label di
dalamnya. Simbol ini akan berhubungan langsung dengan entitas dan
penghubung.
3. Penghubung.



Gambar 2.17 Simbol Penghubung
(Sumber : Madcoms, 2003)

Dilambangkan dengan belah ketupat yang akan berhubungan dengan entitas yang
menghubungkan antar tabel.




2.5.4.1 Jenis-jenis Relationship :
a. Satu ke satu (One to One)
Setiap setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak
dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu sebaliknya setiap entitas
pada himpunan etitas A berhubungan dengan paling banyak dengan entitas A




Gambar 2.18 Relasi satu ke satu
(Sumber: Fathansyah , 1999:77)


b. Satu ke banyak (One to Many)
Setiap setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya , dimana setiap
entitas pada himpunan entitas B behubungan dengan paling banyak dengan satu
entitas pada himpunan entitas A.





Gambar 2.19 Relasi satu ke banyak
(Sumber: Fathansyah , 1999:78)



Entitas 1
Entitas 2
Entitas 3
Entitas 4
Entitas 1
Entitas 2
Entitas 3
Entitas 4
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas

c. Banyak ke Satu (Many to One)
Setiap entitas pada himpunan entitas A behubungan paling banyak dengan
satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya , dimana setiap
entitas pada himpunan entitas A berhubungan degan paling banyak satu entitas
pada himpunan entitas B.





Gambar 2.20 Relasi banyak ke satu
(Sumber: Fathansyah , 1999:77)

d. Banyak ke banyak (Many to Many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap
entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada
himpunan entitas A.




Gambar 2.21 Relasi banyak ke banyak
(Sumber: Fathansyah , 1999:79)




Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas
Entitas

2.6 Tinjauan Singkat Software
2.6.1 PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang perintahnya dilaksanakan
pada server dan kemudian hasilnya ditampilkan pada komputer klien. PHP juga
merupakam HTML embedded, yaitu perintah-perintah PHP yang dituliskan
bearsamaan dengan perintah-perintah HTML. Dapat dikatakan tanpa HTML,
maka PHP tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. HTML (HyperText
Markup Language) sendiri merupakan sebuah bahasa untuk membuat tampilan
web. Kadi, di sini ada sinergi dari dua bahasa yang saling menguatkan, yaitu PHP
dan HTML (sebagian orang berpendapat HTML bukan sebuah bahasa
pemrograman).
PHP pada awalnya diciptakan oleh Rasmus Lerdof pada tahun 1994
sebagai sebuah aplikasi kecil (berbentuk makro) untuk melengkapi situs
personalnya di internet. Itu sebabnya, pada saat itu PHP merupakan singkatan dari
Personal Homepage. Kemudian, dikembangkan lagi oleh masyarakat internet
sukarelawan pendukung gerakan Public Licences memnjadi sebuah bangsa yang
lebih sempurna seperti saat ini. Pada tahun 2001, PHP telah digunakan oleh lebih
dari lima juta jenis situs interaktif.
Selanjutnya PHP berganti nama meanjadi PHP: Hypertext Preprocessor.
Informasi selengkapnya mengenai PHP ini dapat Anda peroleh melalui situsnya di
http://www.php.net. Seperti halnya MySQL yang berada di bawah bendera Open
Source, PHP pun bebas di download, diubah dan digunakan oleh siapa saja
dengan cuma-cuma.

Untuk membuat situs yang dinamis dan interaktif, kita memerlukan sebuah
database (server) sebagai tulang punggungnya. Ada banyak server yang dapat
digunakan bersana dengan PHP, misalnya Adabas D, InterBase, Solid, mSQL,
Sybase, Empress, MySQL, Velocis, FilePro, Oracle, UNIX dbm, Informix, dan
PostgreSQL. Ada kecenderungan, PHP disandingkan dengan database server
MySQL. Sinergi inilah yang akhirnya menguatkan posisi MySQL dan PHP
sebagai perangkat yang paling populer dan paling banyak digunakan sebagai
aplikasi internet. (arbie339)

2.6.2 MYSQL

MySQL adalah sebuah system manajemen database relasi (relational data
base management system) yang bersifat terbuka (open source). Terbuka
maksudnya adalah MySQL boleh di download oleh siapa saja, baik versi kode
program aslinya (source code program) maupun versi binernya (executable
program) dan bisa digunakan secara (relatif) gratis baik untuk dimodifikasi sesuai
dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai suatu program aplikasi computer.
(arbie 1)
MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP menggunakan
perintah query dan escape character yang sama dengan PHP. MySQl mempunyai
tampilan client yang mempermudah dalam mengakses database dengan kata sandi
untuk mengijinkan proses yang boleh dilakukan. Untuk masuk ke dalam database
disediakan user default, yaitu root. Kelebihan dari MySQL dapat melakukan

transaksi dengan mudah an efisien serta mampu menangani jutaan user dalam
waktu yang bersamaan.

2.6.2.1 Tipe data MySQL
MySQL memiliki banyak tipe data berbeda yang dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu Numeric, Date and Time dan tipe data String. Menentukan jenis
dari tipe data merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pembuatan tabel,
supaya ruang memory yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.
1. Tipe Data Numeric
Pada tipe data numeric MySQL menggunakan standart ANSI SQL, maka jika
bekerja dengan sistem database yang berbeda akan tetap dikenal.
2. Tipe Data Date And Time
MySQL memiliki beberapa tipe data yang tersedia untuk menampilkan tanggal
dan waktu.
3. Tipe Data String
Walaupun tipe numeric dan date sangat penting, namun kebanyakan dari tipe data
yang akan digunakan berada di format string.
Beberapa pertimbangan memilih MySQL
Kecepatan, berdasarkan hasil pengujian, MySQL memiliki kecepatan paling
baik di banding database server lainnya.
Mudah digunakan, perintah-perintah dan aturan-aturan pada MySQL maupun
proses instalasinya relatif mudah digunakan.

Open source, dengan konsep ini siapa pun dapat berpartisipasi untuk
mengembangkan MySQL dan hasil pengembangan itu diserahkan kepada
umum atau kepada komunitas Open Source
Kapabilitas, MySQL telah digunakan untuk mengelola database dengan
jumlah 50 juta record
Replikasi data, dengan adanya fasilitas replikasi data ini, Anda dapat
mempunyai beberapa database bayangan pada beberapa server anak lainnya
yang berasal dari satu database induk sehingga akan meningkatkan kinerja dan
kecepatan MySQL.
Biaya rendah, MySQL dapat digunakan tanpa harus memikirkan biaya lisensi
selama mengikuti kosep open source.
Konektifitas dan keamanan, MySQL mendukung dan menerapkan sistem
keamanan dan izin akses tingkat lanjut, termasuk dukungan pengamanan
dengan cara pengacakan lapisan data .
Fleksibilitas/probabilitas, MySQL mendukung perintah-perintah ANSI SQL
99 dan beberapa perintah database alternatif lainnya sehingga memudahkan
untuk beralih dari dan ke MySQL.
Lintas platform sistem operas, MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem
operasi yang berbeda, seperti linux, Microsoft Windows, FreeBSD, Sun
Solaris, IBMs AIX, Mac OS X, HP-UX, AIX, QNX, Novell Netware, SCO
OpenUnix, SGI Irix, dan ec OSF. (Arbie 4)



2.1.1 Dreamweaver 8
Macromedia dreamwever adalah sebuah HTML editor profesional untuk
mendesain secara visual dan mengelola situs atau halaman web.
Saat ini terdapat software dari kelompok macromedia yang belakangan
banyak digunakan untuk mendesain suatu situs web. Versi terbaru dari
macromedia dreamwever saat ini adalah dreamwever 8. pada dreamwever 8,
terdapat beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web
saja, tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi web dengan
menggunakan berbagai bahasa pemrograman web antara lain JPS, PHP, ASP, dan
ColdFussion.
Dreamwever merupakan software utama yang digunakan oleh web
desainer maupun web programmer dalam mengembangkan suatu situs web. Hal
ini disebabkan ruang kerja, fasilitas dan kemampuan dreamwever yang mampu
menngkatkan produktifitas dan efektivitas dalam desain maupun membangun
suatu situs web. Dreamwever juga dilengkapi dengan fasilitas untuk manajemen
situs yang cukup lengkap.

BAB III
DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Materi Penelitian
Materi yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya :
1. Rancangan sistem pakar untuk menentukan status gizi buruk secara manual.
2. Data yang digunakan untuk mendukung sistem adalah pocket book of
pediatrics yang berisi antara lain:
1. Tabel antropometri Z-score Berat Badan per Tinggi Badan (BB/TB).
2. Tabel antropometri Z-score Berat Badan per Usia (BB/U).
3. Tabel antropometri Z-score Tinggi Badan per Usia (TB/U).
4. Baku antropometri WHO NCHS (Z-Score)
5. Klasifikasi KEP (Mclaren)
6. Tabel Kadar Albumin
7. Tabel persentil Lingkar Lengan Atas (LLA).

3.2 Alat Penelitian
3.2.1 Kebutuhan Hardware
Mulai tahap penelitian sampai dengan tahap implementasi dalam
sebuah rancangan program Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Gizi
Buruk Pada Anak menggunakan perangkat komputer dengan spesifikasi
sebagai berikut :


Hardware
Processor Pentium IV
Harddisk 180 GB
Memory 256 MB
Printer Canon Pixma IP 1880
Mouse, Keyboard, Monitor.
Sedangkan untuk instalasi program Sistem Pakar Untuk
Mengidentifikasi Gizi Buruk Pada Anak ini memerlukan spesifikasi
hardware minimum sebagai berikut:
Hardware Minimum Untuk Menjalankan Program :
a. Processor Pentium III 450 MHz.
b. Memory 128 MB.
c. Hardisk 40 GB.
d. Mouse, Keyboard, dan Monitor.

3.2.2 Kebutuhan Software
Adapun untuk kebutuhan software mulai tahap penelitian sampai
tahap implementasi dari Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Gizi Buruk
Pada Anak. Menggunakan beberapa software sebagai berikut:
Windows XP
XAMPP
Mozila Firefox
Adobe Pothosop
Dreamwever 8

Office XP
Software Minimum Untuk Menjalankan progam :
a. Windows 98
b. XAMPP
c. Internet Explorer 6.0 atau lebih

3.3 Analisis Sistem
3.3.1 Dependency Diagram
Dependency diagram merupakan diagram yang mengindikasikan
hubungan antara pertanyaan, aturan, nilai dan rekomendasi dari suatu knowledge
base. Bentuk segitiga menunjukkan himpunan rule (rule set) dan nomor dari
himpunan tersebut. Bentuk kotak menunjukkan hasil dari rule baik berupa
kesimpulan awal, fakta baru maupun rekomendasi atau saran. Sedangkan tanda
tanya menunjukkan kondisi yang akan mempengaruhi isi dari rule.
Dari dependency diagram dapat dijelaskan bahwa data menunukkan
kondisi yang mempengaruhi rule set 2 dari kondisi tersebut menghasilkan
kesimpulan awal berupa status gizi berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan,
tinggi badan dan ukuran lingkar lengan atas. Selanjutnya, hasil yang berasal dari
rule set 2, membentuk rule set 1 dengan penambahan kondisi yaitu gejala.
Sehingga dalam rule set 1, terdapat basis pengetahuan berupa aturan yang telah
diklasifikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, ukuran
lingkar lengan atas dan gejala. Kemudian menghasilkan output berupa identifikasi
tipe gizi buruk.


Gambar 3.1. Dependency diagram

3.3.2 Konteks Diagram atau Context Diagram (CD)
Konteks Diagram merupakan aliran yang memodelkan hubungan antara
sistem dengan entitas, yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang
mewakili keseluruhan sistem. Aliran dalam diagram konteks memodelkan
masukan ke sistem dan keluaran dari sistem.





















Gambar 3.2. Context Diagram

Diagram konteks diatas menerangkan bahwa arus data secara umum yang
melibatkan 2 buah entitas, yaitu:
a. User merupakan pengguna dari aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi
penyakit gizi buruk pada anak yang berusia 0-5 tahun. Pada entitas user
terdapat sepuluh aliran data, dimana lima aliran data aliran data menuju ke
sistem, yaitu input username dan password, daftar konsultasi, input data anak,
input gejala, input buku tamu.
b. Pakar gizi dapat dikategorikan dokter spesialis anak, ahli gizi atau siapapun
yang memahamipermasalahan mengenai gizi, dimana pakar gizi ini
merupakan seseorang yang ditunjuk untuk mengelola situs dikarenakan
pemahaman yang lebih luas mengenai permasalahan gizi. Pakar gizi dapat
info_daftar
Input_data_kategori_bu
Input LLA
Input_Data_Skor
Input_berita
Login_admin_sukses
laporan_statistik
Laporan_buku_tamu
laporan_data_user
Lapoaran_hasil_konsultasi
Laporan_data_antropometri
input_data_tu
Input_username_password
Info_data_tamu
Info_hasil_konsultasi
Info_Data_Konsultasi
Info_username_password
Input _buku_tamu
Input_gejala
input_data_anak
Daftar_konsultasi
Input Username_Password
0
Sistem Pakar GIzi Buruk
untuk anak
+
Pakar_gizi
User

menghapus, merubah dan menambah data yang nantinya digunakan oleh
sistem. Terdapat duabelas aliran data, dimana enam aliran data menuju ke
sistem, yaitu input data kategori berat badan per usia (bu), input lingkar lengan
atas (LLA), input berita, input data tinggi badan per usia (tu), input data skor,
dan input username dan password. Serta enam aliran data dari sistem menuju
ke admin, yaitu login admin sukses, laporan data antropometri, laporan hasil
konsultasi, laporan data user, laporan buku tamu, dan laporan statistik.

3.3.3 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram ini menjelaskan proses yang ada yang ada pada
aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi gizi buruk pada anak

input_bu
input_t_user
input_t_kategori_user
input_tu
input_skor
input_LLA
input_kategori_bu
input_mclaren
input_albumin
Data_pasien
info_daftar
Verifikasi_password
simpan_id_user
Tampilkan_berita
Input_data_kategori_bu
Input LLA
Input_Data_Skor
data_bb_tb
Data_bu
Data_albumin
Data_mclaren
Data_kategori_bu
LLA
Data_skor
Data_tu
input_data_tu
Laporan_data_antropometri
Lapoaran_hasil_konsultasi
laporan_data_user
laporan_statistik
[Username_dan_password]
Data_user
[Info_username_password]
Daftar_konsultasi
Info_Data_Konsultasi
Info_hasil_konsultasi
Input Username_Password
Info_username_password
simpan
Input_gejala
input_data_anak
guest
Info_data_tamu
Input _buku_tamu
Laporan_buku_tamu
Input_username_password
Login_admin_sukses
simpan
Input_berita
Pakar_gizi
User
1
berita_pros
5 berita
2
login
3
Administrator
4
buku_tamu
6 guest
5
konsultasi
7 t_hasil
8 t_kategori_user
9 Data_bb_tb
10 bu
11 albumin
12 mclaren
6
Daftar
13 t_user
14 kategori_bu
15 LLA
16 Skor
17 tu

Gambar 3.3 Data Flow Diagram (DFD) Level 1

3.4 Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD digunakan untuk menunjukkan hubungan antara entity dengan
database dan objekobjek (himpunan entitas) apa saja yang ingin dilibatkan dalam
sebuah basis data dan bagaimana hubungan yang terjadi diantara objek-objek
tersebut.
ERD yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan
relasi yang masing-masing dilengkapi dengan beberapa atribut yang
mempersentasikan seluruh fakta yang ditinjau dari keadaan yang nyata. Dimana
dapat digambarkan secara lebih sistimatis dengan menggunakan ERD. Gambar
berikut menunjukkan hubungan-hubungan antara tabel database dengan
relationship entitas yang lainnya, dimana terdapat empat relasi database yaitu
tabel t_user, t_hasil, t_kategori_user dan bb.

Relation_67
Relation_51
t_user
idt_user
idt_kategori_user
username
pas
alamat
email
telp
t_hasi l
idt_hasi l
umur
idt_user
nama_anak
bb
tb
bb_tb
ll a
berat
ti nggi
li ngkar
status_gi zi
tanggal bb
id_bb
kategori
median
sd_l ow
sd_upper
tb
t_kategori_user
idt_kategori_user
kategori
ll a
idt_l la
usi a
kategori
kurang_bawah
kurang_atas
sehat_bawah
sehat_atas
gizi_buruk
kategori_bu
kategori
idt_kategori_bu
status_gi zi
batas_atas
batas_bawah
skor
id_skor
ti pe
batas_atas
batas_bawah
Mclaren
indikator
nilai
Albumin
batas_atas
batas_bawah
nilai
Guest
Id_Guest
Nama
alamat
Telepon
email
Saran
Tgl_Masuk
Beri ta
Id_News
Judul
Beri ta
Pengi ri m
Dibaca
Date
tu
id_tu
kategori
median
sd_l ow
sd_upper
usi a
bu
id_bu
kategori
median
sd_l ow
sd_upper
usi a
bb=bu
bb=bb_tb
tu=tb
ll a=l la
kategori=status_gizi

Gambar 3.4. Entity Relationship Diagram

3.5 Rancangan Database
Pembuatan desain sistem program melalui Data Flow Diagram dan Entity
Relationship Diagram dapat dibuat tabel-tabel database yang akan dikelola dan
digunakan untuk menjalankan aplikasi.
Aplikasi database yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah My SQL,
file databasenya gizi. Berikut ini nama-nama table yang digunakan beserta
field-field yang terdapat pada masing-masing table.
1. Tabel t_kategori_user, ini berfungsi untuk menyimpan data kategori user.
Tabel 3.1. Basis Data t_kategori_user

2. Tabel t_user, berfungsi untuk menyimpan data user
Tabel 3.2. Basis Data t_user


No Fields Type Size Keterangan
1. Idt_kategori_user Int 1 Primary
2. Kategori Varchar 5 -
No Fields Type Size Keterangan
1. Idt_user Int 3 Primary
2. Idt_kategori_user Int 1 -
3 Username Varchar 128 -
4 Password Varchar 32 -
5 Alamat Varchar 255 -
6 Email Varchar 50 -
7 Telp Varchar 50 -

3. Tabel t_hasil, berfungsi untuk menyimpan data user yang telah melakukan
konsultasi.
Tabel 3.3. Basis Data t_hasil

4. Tabel tu, berfungsi untuk menyimpan data table tinggi badan per usia.
Tabel 3.4. Basis Data tu


No Fields Type Size Keterangan
1. Idt_hasil Int 3 Primary
2. Umur Int 1 -
3 Idt_user Varchar 128 -
4 Nama_anak Varchar 32 -
5 bb Varchar 255 -
6 tb Varchar 50 -
7 Bb_tb Varchar 50 -
8 LLA Varchar 20 -
9 Berat Int 3 -
10 Tinggi Int 4 -
11 Lingkar Int 4 -
12 Status_gizi Int 1 -
13 Tanggal Date - -
No Fields Type Size Keterangan
1 Id_tu Int 3 Primary
2. Kategori Int 1 -
3 Median Float - -
4 SD_Low Float - -
5 SD_Upper Float - -
6 Usia Int 2 -

5. Tabel bu, berfungsi untuk menyimpan data table berat badan per usia.
Tabel 3.5. Basis Data bu
No Fields Type Size Keterangan
1 Id_bu Int 3 Primary
2. Kategori Int 1 -
3 Median Float - -
4 SD_Low Float - -
5 SD_Upper Float - -
6 Usia Int 2 -

6. Tabel bb, berfungsi untuk menyimpan data table berat badan per tinggi badan.
Tabel 3.6. Basis Data bb
No Fields Type Size Keterangan
1 Id_bb Int 3 Primary
2. Kategori Int 1 -
3 Median Float - -
4 SD_Low Float - -
5 SD_Upper Float - -
6 TB Int 3 -










7. Tabel lla, berfungsi untuk menyimpan data tabel lingkar lengan atas.
Tabel 3.7. Basis Data lla

8. Tabel kategori_bu, berfungsi untuk menyimpan status gizi.
Tabel 3.8. Basis Data kategori_bu







No Fields Type Size Keterangan
1. Idt_LLA Int 1 Primary
2. Usia Varchar 2 -
3 Kategori Varchar 1 -
4 Kurang_bawah Varchar 3 -
5 Kurang_atas Varchar 3 -
6 Sehat_bawah Varchar 3 -
7 Sehat_atas Varchar 3 -
8 Gizi_buruk Varchar 4 -
No Fields Type Size Keterangan
1. Kategori Int 1 -
2. Idt_kategori_bu Int 3 -
3 Status_gizi Char 40 -
4 Batas_atas Float - -
5 Batas_bawah Float - -

9. Tabel skor, berfungsi untuk menyimpan data tipe-tipe gizi buruk dengan
nilainya.
Tabel 3.9. Basis Data Skor

10. Tabel mclaren, berfungsi untuk menyimpan data klasifikasi KEP (Mc Laren).
Tabel 3.10. Basis Data Mclaren

11. Tabel albumin, berfungsi untuk menyimpan data albumin dengan nilainya.
Tabel 3.11. Basis Data Albumin





No Fields Type Size Keterangan
1. Id_skor Int 1 Primary
2. Tipe Varchar 25 -
3 Batas_atas Varchar 2 -
4 Batas_bawah Varchar 2 -
No Fields Type Size Keterangan
1. Indikator Varchar 20 -
2. Nilai Int 1 -
No Fields Type Size Keterangan
1. Batas_atas Varchar 4 -
2. Batas_bawah Varchar 4 -
3 Nilai Int 1 -

12. Tabel guest, berfungsi untuk menyimpan data tamu yang berkunjung dengan
saran dan kritiknya.
Tabel 3.12. Basis Data guest

13. Tabel berita, berfungsi untuk menyimpan berita
Tabel 3.13. Basis Data berita


3.6 Proses Penalaran Inferensi Maju (Forward Chaining)
Suatu kaidah dapat disusun jika pengetahuan dibagi menjadi dua bagian
utama, yaitu bagian fakta dan bagian kesimpulan. Selanjutnya bagian fakta sendiri
dikelompokkan lagi menjadi fakta-fakta yang lebih spesifik untuk kemudian
No Fields Type Size Keterangan
1. Id_guest Int 4 Primary
2. Nama Varchar 90 -
3 Alamat Varchar 100 -
4 Telepon Varchar 11
5 Email Varchar 50
6 Saran Varchar 500
7 Tgl_Masuk Date -
No Fields Type Size Keterangan
1. Id_news Int 4 Primary
2. Judul Varchar 100 -
3 Berita Text - -
4 Pengirim Varchar 30
5 Dibaca Int 6
6 Date Date -

masing-masing kelompok fakta akan membentuk sebuah kaidah yang memiliki
sebuah kesimpulan tertentu.
Dalam hal ini, akan dijelaskan bagaimana aliran proses jika menggunakan
metode forward chaining yang dapat dilihat pada flowchart di bawah ini:



Mclaren, Albumin
End
Ya
Tidak
Kesimpulan akhir
pemeriksaan berupa
tipe gizi buruk
Terkena Gizi
Buruk
1
Kaidah berbasis aturan
Kaidah sesuai?
File Basis
pengetahuan
Ya
Tidak

Gambar 3.5 Flowchart Proses Inferensi Penalaran Maju (Forward Chaining)






3.7 Diagram Alir atauFlowchart
1. Flowchart Pendaftaran

Gambar 3.6. Flowchart Pendaftaran

Flowchart diatas merupakan flowchart pendaftaran, penjelasan mengenai
langkah-langkah proses yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Pada saat akan melakukan proses konsultasi, pengunjung baru disarankan
untuk mengisi form pendaftaran dengan lengkap dan benar dengan tujuan untuk
mendapatkan username dan password yang nantinya akan digunakan untuk login.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengunjung yang akan konsultasi
adalah mengisi username, password, alamat, email, dan telepon. Dari pengisian
tersebut sistem akan memeriksa apakah data sudah terisi semua, jika belum maka

sistem akan meminta pengunjung untuk mengisi lagi dan melengkapinya dan akan
query akan dijalankan dengan memasukkan username, password, alamat, email,
dan telepon pada tabel t_user.
Jika keseluruhan proses dan tahap diatas telah dilakukan, sistem akan
berlanjut menuju kondisi nomor satu, yaitu flowchart login pengguna.


2. Flowchart Login



Gambar 3.7. Flowchart Login


Flowchart program diatas, merupakan lanjutan proses dari flowchart
program pendaftaran, langkah-langkah proses yang dilakukan adalah sebagai
berikut :

Setelah pengguna melakukan proses pendaftaran dan mendapatkan
username dan password, kemudian pengguna melakukan proses login dengan
memasukkan username dan password yang telah didapatkan dari pengisian proses
pendaftaran sebelumnya.
Kemudian sistem akan melakukan proses query dengan mencari username
dan password yang telah dimasukkan pada tabel t_user. Jika sudah mendapatkan,
maka sistem akan akan melihat apakah username dan password tersebut benar
atau tidak. Apabila username dan password tidak benar maka, maka sistem akan
memberikan info bahwa data yang diisikan tidak benar. Akan tetapi jika benar
maka proses berlanjut pada kondsi nomer dua yaitu flowchart form data anak.

3. Flowchart Form Data Anak




Gambar 3.8. Flowchart Form Data Anak



Flowchart diatas merupakan langkah berikutnya, yaitu form data anak,
adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Setelah pengguna memasukkan username dan password dari pengisian
proses pendaftaran sebelumnya, kemudian sistem akan memprosesnya apakah
valid atau tidak, ketika data yang diisikan salah maka akan kembali ke form login,
tetapi jika benar maka akan tampil form pengisian data anak.

3. Flowchart Pengisian Data Anak



Gambar 3.9. Flowchart Pengisian Data Anak



Flowchart program diatas, merupakan proses berikutnya, pada proses
pengisian data anak ini pengguna di sarnkan untuk mengisi data anak yang
meliputi input nama balita, jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, lingkar
lengan atas. Kemudian sistem akan memerikasa apakah data telah terisi semua,
jika belum maka pengguna akan dikembalikan pada form pengisian data anak.
Tetapi jika benar maka akan melangkah pada proses selanjutnya.
Pada proses selanjutnya ini sistem akan melakukan proses query dengan
memasukkan nama balita, jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, lingkar
lengan atas, kemudian setelah data terisi semua maka akan menampilkan status
gizi balita yang berupa hasil analisa yaitu nilai yang dimasukkan dan diproses
oleh sistem. Jika hasil analisa berat badan per tinggi badannya tidak menghasilkan
status gizi buruk maka sistem akan berhenti, tetapi jika hasil analisa berat badan
per tinggi badan ternyata gizi buruk maka akan dilanjutkan pada proses
berikutnya, yaitu proses analisa lanjut.










5. Flowchart Analisa Lanjut

Gambar 3.10. Flowchart Analisa Lanjut



Pada flowchart diatas merupakan proses selanjutnya dari flowchart
pengisian data anak. Setelah anak teridentifikasi gizi buruk menurut hasil analisa
berat badan per tinggi badan maka dilanjutkan pada proses selanjutya yaitu proses
analisa lanjut untuk mengetahui tipe gizi pada anak.
Kemudian pengguna memilih kondisi pasien yaitu gejala-gejala yang
tampak pada anak dan kadar albuminnya, kemudian akan diproses oleh sistem
dan hasil akhirnya pengguna akan mengetahui tipe gizi buruk yang diderita oleh
anak.


6. Flowchart Buku Tamu





















Gambar 3.11. Flowchart Buku Tamu


Dari flowchart diatas, dapat dijelaskan langkah-langkah proses yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
Buku tamu merupakan salah satu menu dalam aplikasi sistem pakar untuk
mengidentifikasi gizi buruk pada anak berbasis web, pada menu ini baik
pengunjung maupun pengguna sistem ini dapat memberikan saran dan kritiknya
yang membangun pada aplikasi ini.
Ketika sistem telah dijalankan, kemudian pengguna memberikan inputan
kepada sistem berupa nama, alamat, email, telepon dan saran. Setelah itu sistem
akan melihat apakah data yang telah diisikan lengkap atau tidak, jika data belum
terisi dengan lengkap maka sistem meminta pengguna untuk kembali ke menu
buku tamu.

Jika data telah terisi dengan lengkap maka akan berlanjut pada proses
query dimana nama, alamat, email, telepon dan saran yang baru disimpan pada
tabel guest, yang kemudian akan ditampilkan hasil inputan pada tabel guest.
Apabila semua proses telah dilakukan maka proses ini telah selesai.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Implementasi
Penerapan program aplikasi Sistem Pakar untuk mengidentifikasi gizi
buruk pada anak menggunakan Rule Base System Metode Forward Reasoning ini
sebagai media informasi bagi masyarakat khususnya para dokter spesialis gizi dan
ahli gizi. Dengan adanya program ini diharapkan mampu memberikan informasi
yang dibutuhkan user yang kesulitan dalam mengindentifikasi penyakit gizi secara
jelas dan akurat.

4.2. Desain Menu Program
Desain menu dalam program system pakar untuk mengidentifikasi gizi
buruk pada anak, user serta admin yang merupakan seorang pakar gizi dihadapkan
pada halaman yang terdeskripsi dalam struktur menu program berikut ini.

4.2.1. Desain Menu Program Pengguna

Halaman Menu Utama
Halaman Depan Buku Tamu Konsultasi Profil Berita Tentang
sistem
User Login
Input Data Anak
Hasil Status Gizi
Input Gejala
Hasil Tipe Gizi Buruk
Analisa
Sejarah Pemeriksaan
Logout
Admin Login
Daftar
Tabel tinggi per usia
Tabel berat per usia
Tabel berat badan
per tinggi badan

Gambar 4.1. Desain Menu Program Pengguna

4.2.2. Desain Menu Program Admin

Halaman Utama Administrator
Login
Home
Berat Badan
per Usia
Tinggi Badan
per Tinggi Usia
Berat Badan
per Tinggi Badan
Berita Statistik Data User Laporan Buku Tamu Logout
Tambah
Berat Badan
per Usia
Delete
Berat Badan
per Usia
Tambah
Tinggi Badan
per Tinggi Usia
Delete
Tinggi Badan
per Tinggi Usia
Tambah
Berat Badan
per Tinggi Badan
Delete
Berat Badan
per Tinggi Badan
Tambah Berita
Delete Berita
Delete Data User Delete Daftar tamu
Lihat hasil
konsultasi user

Gambar 4.2 . Desain Menu Program Admin


4.3. Penjelasan Program
Didalam penjelasan program ini dijelaskan tentang alur pembuatan dan
kegunaan program yang dibuat beserta tampilan desain. Berikut ini tampilan-
tampilan form yang ada dalam program yang dibuat :

4.3.1. Halaman Menu Progam Pengguna
Dalam halaman menu proram pengguna akan ditampilkan halaman menu
yang dapat diakses oleh pengguna, Adapun halaman menu tersebut adalah sebagai
berikut :
4.3.1.1 Menu Halaman Depan
Halaman pada menu halaman depan ini merupakan tampilan awal saat
progam dijalankan, dimana dalam halaman depan ini terdapat informasi sekilas
mengenai gizi buruk. Adapun desain halamannya adalah :


Gambar 4.3. Halaman Depan Pengguna

4.3.1.2 Menu Halaman Buku Tamu
Pada halaman menu buku tamu ini, pengguna dapat mengisikan beberapa
saran yang berfungsi untuk perbaikan program Sistem Pakar Untuk
mengidentifikasi gizi buruk anak. Adapun desain halamannya adalah sebagai
berikut :

Gambar 4.4. Halaman Buku Tamu

Di bawah ini merupakan scipt PHP yang digunakan untuk menyimpan
saran serta kritik yang telah dimasukan oleh pengguna :
<form action="" method="post">
<?
include ('server_gb.php');
if ($_POST['Button1']=='Kirim')
{
if(strlen($_POST['TNama'])>0 && strlen($_POST['TAlamat'])>0 &&
strlen($_POST['TSaran'])>0) {
$TNama= $_POST['TNama'];
//echo $text1;
$TAlamat= $_POST['TAlamat'];
//echo $TAlamat;
//$ $TAlamat=md5( 'TAlamat');
$TTelepon= $_POST['TTelepon'];

//echo $text3;
$TEmail= $_POST['TEmail'];
//echo $text4;
$TSaran= $_POST['TSaran'];
//echo $text5;
$query="insert into guest (nama, alamat,
telepon, email, saran, tgl_masuk)

VALUES('$TNama','$TAlamat','$TTelepon','$TEmail','$TSaran',now())"
;
if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";
echo"<b><a href=Buku_Tamu.php>Klik Untuk
Kembali</a></b>";
}

}
else
{
echo "Maaf Data Anda Belum Lengkap, Silahkan Mengulang
Kembali Untuk Mengisi Form Buku Tamu<br>";
echo"<b><a href=Buku_Tamu.php>Klik Disini</a></b>";
}
}
?>


4.3.1.3 Menu Halaman Profil
Pada halaman ini menjelaskan tentang deskripsi yang merancang dan
membuat program tentang sistem pakar untuk mengidentifikasi gizi buruk pada
anak. Berikut tampilannya.


Gambar 4.5. Menu Halaman Profil

4.3.1.4 Menu Konsultasi
Pada halaman ini, apabila pengguna ingin melakukan proses konsultasi,
konsultasi, sehingga pengguna akan mendapatkan username dan password yang
nantinya digunakan untuk login pada halaman menu login user. Adapun desain
halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.6. Menu Konsultasi

Dibawah ini merupakan script PHP yang digunakan untuk menyimpan
data mengenai daftar pengguna baru :
<?
if ($_POST['simpan']=='Kirim')
{

if(strlen($_POST['text1'])>0 && strlen($_POST['text2'])>0 &&
strlen($_POST['text3'])>0) {


$text1= $_POST['text1'];
//echo $text1;
$text2= $_POST['text2'];
//echo $text2;
$text2=md5($text2);
$text3= $_POST['text3'];
//echo $text3;
$text4= $_POST['text4'];
//echo $text4;
$text5= $_POST['text5'];
//echo $text5;
$query="insert into t_user
(idt_kategori_user,username, pas, alamat, email, telp)

VALUES('2','$text1','$text2','$text3','$text4','$text5')";

if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";
echo"<b><a href=Konsultasi.php>Klik Untuk
Kembali Ke Halaman Pendaftaran</a></b>";
}

}
else
{
echo "Maaf Data Anda Belum Lengkap Silahkan Mengulang
Kembali Pendaftaran<br/>";
echo"<b><a href=Konsultasi.php>Klik Untuk Kembali Ke Halaman
Pendaftaran</a></b>";
}
}
?>


4.3.1.5 Menu Halaman Login Pengguna
Bagi pengguna yang ingin berkonsultasi maka harus login terlebih dahulu.
Username dan password didapatkan dari proses sebelumnya, yaitu pendaftaran
pada menu konsultasi yang dilakukan oleh pengguna. Berikut desainnya:






Gambar 4.7. Menu Login Pengguna

Dibawah ini merupakan script PHP yang digunakan untuk proses validasi
username dan password yang telah dimasukkan oleh pengguna:
<?
include "server_gb.php";
if($_POST['nama'] && $_POST['pass'])
{

$id=$_POST['nama'];
$pas=$_POST['pass'];
$pass=md5($pas);
// Untuk menghindari SQL Injection
$Unam=mysql_real_escape_string($id);
$Upas=mysql_real_escape_string($pass);

$sql="select * from t_user where username='$Unam' and
pas='$Upas' and idt_kategori_user=2";

$jumlah=mysql_query($sql) or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
if($hasilJumlah['username']==$Unam &&
$hasilJumlah['pas']==$Upas){
session_start();
$_SESSION['Unam']=$hasilJumlah['username']; // nama user
$_SESSION['Ucat']=$hasilJumlah['idt_kategori_user'];//
id kategori
$_SESSION['Uno']=$hasilJumlah['idt_user']; //id user

header("location:ID_anak.php");
}
else {
echo "Data Tidak Ditemukan";
}
}
else {
header("location:warning.php?pesan=Masukkan username dan
password dengan benar");
}
?>

4.3.1.6 Menu Halaman Input ID_anak
Pada halaman menu ID_anak ini berfungsi untuk mengisikan data anak
termasuk usia, agar menghasilkan status gizi sesuai dengan usia. Adapun halaman
desainnya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.8. Menu Input ID_anak

4.3.1.7 Menu Halaman Analisa
Pada Halaman ini merupakan proses selanjutnya dari ID_anak, pada
halaman ini merupakan hasil dari pengisian data anak. Berikut tampilannya :


Gambar 4.9. Menu Hasil Analisa

Dibawah ini merupakan script PHP yang digunakan untuk menganalisa
data yang telah dimasukkan oleh pengguna. Adapun desain halamannya adalah
sebagai berikut :
<?
if(isset($_SESSION['Unam'])){
echo "<h1>Selamat datang ".$_SESSION['Unam']."</h1>";
if($_POST['nama'] && $_POST['berat'] && $_POST['tinggi']
&& $_POST['lingkar'] && $_POST['jenis']){
//data untuk log
$idUser=$_SESSION['Uno'];
$nama= $_POST['nama'];
// data untuk analisa
$usia = $_POST['tahun']*12 +$_POST['bulan'];
$kategori=$_POST['jenis'];
$bbaktual=$_POST['berat'];
$tbaktual=$_POST['tinggi'];
$lingkar =$_POST['lingkar'];
//perhitungan berat badan per usia
$query="select * from bu where usia ='$usia' and kategori =
'$kategori'";
$jumlah=mysql_query($query); //or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$median = $hasilJumlah['median'];
$low = $hasilJumlah['SD_Low'];
$upper = $hasilJumlah['SD_Upper'];
if(($bbaktual > $median) or ($bbaktual==$median)){

$bbu = ($bbaktual - $median)/$upper;
}
else if ($bbaktual < $median){
$bbu = ($bbaktual - $median)/$low;
}
echo "<p>Hasil Analisa Berat Badan Per Usia Adalah = $bbu</p>";
$queryKategori="select idt_kategori_bu,status_gizi
from kategori_bu where $bbu >= batas_bawah and $bbu <
batas_atas and kategori = 1";
$jumlah=mysql_query($queryKategori); //or
die("koneksi gagal.".mysql_error());//
error_log(mysql_error());
hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$statusBerat=$hasilJumlah['status_gizi'];
$idStatusBerat=$hasilJumlah['idt_kategori_bu'];
echo "<p>Status Gizi berdasarkan Berat Badan per Usia Adalah
= $statusBerat</p>";
// perhitungan tinggi badan per usia
$query="select * from tu where usia ='$usia' and kategori
= '$kategori'";
$jumlah=mysql_query($query); //or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$median = $hasilJumlah['median'];
$low = $hasilJumlah['SD_Low'];
$upper = $hasilJumlah['SD_Upper'];
if(($tbaktual > $median) or ($tbaktual==$median)){
$tbu = ($tbaktual - $median)/$upper;
}
else if ($tbaktual < $median){
$tbu = ($tbaktual - $median)/$low;
}
echo "<p>Hasil Analisa Tinggi Badan Per Usia Adalah =
$tbu</p>";
$queryKategori="select idt_kategori_bu,status_gizi from
kategori_bu where $tbu >= batas_bawah and $tbu < batas_atas and
kategori = 2";
$jumlah=mysql_query($queryKategori); //or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$statusTinggi=$hasilJumlah['status_gizi'];
$idStatusTinggi=$hasilJumlah['idt_kategori_bu'];
echo "<p>Status Gizi berdasarkan Tinggi Badan per Usia Adalah =
$statusTinggi</p>";
//perhitungan berat badan per tinggi badan
$query="select * from bb where TB ='$tbaktual' and kategori =
'$kategori'";
$jumlah=mysql_query($query); //or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$median = $hasilJumlah['median'];
$low = $hasilJumlah['SD_Low'];
$upper = $hasilJumlah['SD_Upper'];
if(($bbaktual > $median) or ($bbaktual==$median)){
$bbtb = ($bbaktual - $median)/$upper;
}

else if ($bbaktual < $median){
$bbtb = ($bbaktual - $median)/$low;
}
echo "<p>Hasil Analisa Berat Badan Per Tinggi Badan Adalah =
$bbtb</p>";
$queryKategori="select idt_kategori_bu,status_gizi from
kategori_bu where $bbtb >= batas_bawah and $bbtb < batas_atas and
kategori = 3";
$jumlah=mysql_query($queryKategori); //or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
$statusBeratPerTinggi=$hasilJumlah['status_gizi'];
$idStatusBeratPerTinggi=$hasilJumlah['idt_kategori_bu'];
echo "<p>Status Gizi berdasarkan Berat Badan per Tinggi Badan
Adalah = $statusBeratPerTinggi</p>";
//perhitungan lingkar lengan atas
$query = "select * from lla where usia = $usia and kategori =
$kategori";
$jumlah = mysql_query($query); //or die ("koneksi
gagal.".mysql_error());
$hasilJumlah = mysql_fetch_array($jumlah);
$kurang_bawah = $hasilJumlah['kurang_bawah'];
$kurang_atas = $hasilJumlah['kurang_atas'];
$sehat_atas = $hasilJumlah['sehat_atas'];
$sehat_bawah = $hasilJumlah['sehat_bawah'];
if ($lingkar <= $sehat_atas && $lingkar >= $sehat_bawah){
$statusLingkarLengan = "Sehat";
}
else if($lingkar <= $kurang_atas && $lingkar >= $kurang_bawah){
$statusLingkarLengan = "Kurang Sehat";
}
else if($lingkar <= $kurang_bawah){
$statusLingkarLengan = "Gizi Buruk";
}
echo "<p>Status Gizi berdasarkan Lingkar Lengan Atas Adalah =
$statusLingkarLengan</p>";
//masukkan log data pasien
$queryLog="insert into t_hasil
(idt_user,umur,nama_anak,bb,tb,bb_tb,lla,berat,tinggi,lingkar,tang
gal) values
('$idUser','$usia','$nama','$idStatusBerat','$idStatusTinggi','$id
StatusBeratPerTinggi','$statusLingkarLengan','$bbaktual','$tbaktua
l','$lingkar',now())";
if(!mysql_query($queryLog,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "<br /><b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";
}
if($idStatusBeratPerTinggi == 14){
echo "<h1><a href=analisaLanjut.php>Anak Anda Terkena Gizi
Buruk Klik di Sini Untuk Melanjutkan Analisa</a></h1>";
}

}
else {
echo "<br>Semua data harus di isi";
}
}
else {
echo "<h1>MAaf Anda Tidak Memiliki Hak Mengakses Halaman
Ini</h1>";
}
?>


4.3.1.8 Menu Input Analisa lanjut
Halaman ini merupakan analisa lanjut dari menu analisa. Setelah anak
terdeteksi sebagai gizi buruk pada berat badan per tinggi badannya maka langkah
selanjutnya adalah proses untuk menentukan tie gizi buruknya. Adapun desain
halamannya adalah sebagai berikut:

Gambar 4.10. Halaman Menu Input Analisa Lanjut

Dibawah ini merupakan script dari tampilan analisa lanjut.

<?
if(isset($_SESSION['Unam'])){
echo "<h1>Selamat datang ".$_SESSION['Unam']."</h1>";

echo "<form action = analisaFinal.php method=post>";
$query="select * from mclaren";
$data=mysql_query($query);
echo "<table widht=600px >";
echo "<tr><td>&nbsp;</td><td widht=300px>Kondisi
Pasien</td></tr>";
while($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<tr><td><input type=checkbox name=news[] id=news
value=$hasilQuery[Nilai]></td><td>$hasilQuery[indikator]</td></tr>
";
}
echo "</table>";
$query="select * from albumin";
$data=mysql_query($query);
echo "<p><label for=albumin>Kadar Albumin</label>";
echo "<select name=albumin>";
while($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<option value=$hasilQuery[Nilai] >$hasilQuery[batas_atas]
s.d $hasilQuery[batas_bawah] &nbsp; &nbsp; </option>";
}
echo "</select></p>";
echo "<p><input type=submit name=Simpan value=Simpan></p>";
echo "</form>";
}
else{
echo "<h1>MAaf Anda Tidak Memiliki Hak Mengakses Halaman
Ini</h1>";
}
?>



4.3.1.9 Menu Hasil Analisa Final
Halaman Menu analisa final merupakan hasil akhir dari proses konsultasi,
pada halaman ini memberikan hasil yang berupa tipe gizi buruk, apakah gizi
buruk marasmus, gizi buruk kwashiorkor, atau gizi buruk marasmus-kwashiorkor.
Adapun tampilannya adalah sebagai berikut.


Gambar 4.11. Halaman Menu Hasil Analisa Final

Dibawah ini merupakan script PHP analisa final yang digunakan untuk
menghasilkan sebuah proses konsultasi akhir dari aplikasi ini.
<?
if(isset($_SESSION['Unam'])){
echo "<h1>Selamat datang ".$_SESSION['Unam']."</h1>";
$id = $_POST['news'];
if($_POST['Simpan'])
{
$total=0;
for ($i=0; $i<count($_POST['news']); $i++)
{
$total=$total+$id[$i];
}
$albumin = $_POST['albumin'];
$jumlahParameter = $total + $albumin;
$query = "select * from skor where batas_atas >=
$jumlahParameter and batas_bawah <= $jumlahParameter";
$data = mysql_query($query);
$hasilQuery= mysql_fetch_array($data);
echo "<h2>Berdasarkan Analisa Anak Anda Mengalami Giziburuk
<u>$hasilQuery[kategori]</u></h2>";
}
}
else{
echo "<h1>MAaf Anda Tidak Memiliki Hak Mengakses
Halaman Ini</h1>";
}
?>

4.3.1.10 Menu Berita
Halaman menu berita berfungsi untuk memberikan berita-berita terbaru
kepada pengguna situs ini.Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.12. Halaman Menu Berita
<?php
$sqlBerita = "select * from berita order by date DESC limit 5";
$qryBerita = mysql_query($sqlBerita)
or die ("gagal query tampil");
while ($dataBerita=mysql_fetch_array($qryBerita)) {
$berita =$dataBerita['berita'];
$cuplikan = substr($berita,0,strpos($berita, chr(10) ) );
$tgl=substr($dataBerita['date'],8,2);
$bln=substr($dataBerita['date'],5,2);
$thn=substr($dataBerita['date'],0,4);
?>
<br><b><font size="2">
[ <a href="berita_detail.php?idshow=<?
echo $dataBerita['id_news'];?>">
<?php echo $dataBerita['judul']; ?></a> ]</font>
</b><br>
<?php echo $cuplikan;?>
<br><br>posted by : <b><?php echo $dataBerita['pengirim'];
?></b>
tanggal : <b><?php echo $tgl."-".$bln."-".$thn; ?>
</b>
dibaca : <b><?php echo $dataBerita['dibaca']; ?>
</b>kali<br>
<?php
}
?>

4.3.1.11 Menu Detail Berita
Pada halaman ini merupakan bagian dari keseluruhan berita. Berikut
tampilannya.

Gambar 4.13. Halaman Menu Detail Berita

Sedangkan dibawah ini merupakan script untuk detail berita.

<?php
$idshow=$_GET['idshow'];
$sql_baca="UPDATE berita SET dibaca=dibaca + 1 WHERE
id_news='$idshow'";
mysql_query($sql_baca);
$sqlBerita = "SELECT * FROM berita WHERE id_news='$idshow'";
$qryBerita = mysql_query($sqlBerita);
$dataBerita =mysql_fetch_array($qryBerita);
$data_judul=$dataBerita ['judul'];
$data_berita=$dataBerita ['berita'];
$data_pengirim=$dataBerita ['pengirim'];
$data_date=$dataBerita ['date'];
$data_dibaca=$dataBerita ['dibaca'];

$tgl_ind=substr($data_date,8,2)."_".
substr($data_date,5,2)."_".
substr($data_date,0,4);
?>



4.3.1.12 Menu Tentang Sistem
Pada halaman ini disajikan tentang cara penggunaan system pakar untuk
mengidentifikasi gizi buruk pada anak, serta didalamnya terdapat pengetahuan
tentang pengetahuan yang digunakan dalam system ini. Adapun desainnya adalah
sebagai berikut :

Gambar 4.14. Halaman Menu Tentang Sistem

4.3.2 Halaman Menu Utama Admin
Pada tampilan ini ada beberapa menu yang dapat dipilih oleh Admin, yaitu
halaman depan, buku tamu, konsultasi, profil, berita, tentang sistem, login untuk
member, adapun tampilannya adalah sebagai berikut:
4.3.2.1 Menu Login Admin
Pada halaman ini adalah halaman yang digunakan untuk login bagi admin,
adapun tampilannya adalah sebagai berikut:


Gambar 4.15. Halaman Menu Login Admin

Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut:
<?
include "../server_gb.php";
if($_POST['nama'] && $_POST['pass'])
{
$id=$_POST['nama'];
$pas=$_POST['pass'];
$pass=md5($pas);
// Untuk menghindari SQL Injection
$Unam=mysql_real_escape_string($id);
$Upas=mysql_real_escape_string($pass);

$sql="select * from t_user where username='$Unam' and
pas='$Upas' and idt_kategori_user=1";

$jumlah=mysql_query($sql) or die("koneksi
gagal.".mysql_error());// error_log(mysql_error());
$hasilJumlah=mysql_fetch_array($jumlah);
if($hasilJumlah['username']==$Unam &&
$hasilJumlah['pas']==$Upas){
session_start();
$_SESSION['AdminUnam']=$hasilJumlah['username']; // nama
user
$_SESSION['AdminUcat']=$hasilJumlah['idt_kategori_user'];//
id kategori
$_SESSION['AdminUno']=$hasilJumlah['idt_user']; //id
user
header("location:index.php");
}
else {

echo "Data Tidak Ditemukan";
}
}
else {
header("location:warning.php?pesan=Masukkan username dan
password dengan benar");
}
?>


4.3.2.2 Menu Halaman Depan
Halaman depan pada menu ini adalah berisi profil programmer serta berisi
deskripsi singkat tujuan dibuatnya program aplikasi ini.

Gambar 4.16. Menu Halaman Depan

4.3.2.3 Menu Tabel Berat Badan Per Usia
Halaman ini menampilkan table berat badan per usia dari usia 0 hingga 5
tahun dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki


Gambar 4.17. Menu Tabel Berat Badan Per Usia

Adapun di bawah ini adalah script PHP untuk table berat badan per usia.
<?
if($_POST['Simpan']=="Simpan")
{
if(strlen($_POST['median'])>0 &&
strlen($_POST['sdl'])>0 && strlen($_POST['sdu']) &&
strlen($_POST['usia'])>0 && strlen($_POST['kat'])>0 ) {
$median=$_POST['median'];
$sdl=$_POST['sdl'];
$sdu=$_POST['sdu'];
$usia=$_POST['usia'];
$kat=$_POST['kat'];

$query="insert into bu
(
median,SD_Low,SD_Upper,usia,kategori
)values(
'$median','$sdl','$sdu','$usia','$kat'
)";

if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";

echo"<b><a
href=index.php?page=tambahDataBeratBadan>Klik Untuk Kembali Ke
Halaman Tambah Data Berat Badan</a></b>";
}
}

else
echo "Semua Data Harus di Isi";
}
?>

4.3.2.4 Menu Tambah Berat Badan Per Usia
Pada halaman ini menampilkan form untuk penambahan pada table berat
badan per usia. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut.

Gambar 4.18. Menu Tambah Tabel Berat Badan Per Usia

Sedangkan dibawah ini adalah script PHP untuk tambah table berat badan
per usia
<?
echo "<p><b>Form Penambahan Berat Badan Per Usia</b></p>";
echo "<form name=insertBerat
action=index.php?page=insertBeratBadan method=post>";
echo "<p><label for=median>Median :</label><input type=text
name=median></p>";
echo "<p><label for=sdl>SD Lower :</label><input type=text
name=sdl></p>";

echo "<p><label for=sdu>SD Upper :</label><input type=text
name=sdu></p>";
echo "<p><label for=usia>Usia :</label><input type=text
name=usia></p>";
echo "<p><label for=kat>Kategori :</label><select name=kat>
<option value=1>Laki Laki</option>
<option value=2>Perempuan</option>
</select></p>";
echo "<p><input type=submit name=Simpan value=Simpan></p>";
echo "</form>";
?>

4.3.2.5 Menu Tabel Tinggi Badan Per Usia
Halaman ini menampilkan tabel tinggi badan per usia dari usia 0 hingga 5
tahun dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki, pada halaman ini bisa
menambah dan menghapus tabel tinggi badan per usia.

Gambar 4.19. Menu Tabel Tinggi Badan Per Usia

Adapun di bawah ini adalah script PHP untuk tabel berat badan per usia.
<?
if($_POST['Simpan']=="Simpan")
{
if(strlen($_POST['median'])>0 &&
strlen($_POST['sdl'])>0 && strlen($_POST['sdu']) &&
strlen($_POST['usia'])>0 && strlen($_POST['kat'])>0 ) {

$median=$_POST['median'];
$sdl=$_POST['sdl'];
$sdu=$_POST['sdu'];
$usia=$_POST['usia'];
$kat=$_POST['kat'];
$query="insert into tu
(
median,SD_Low,SD_Upper,usia,kategori
)values(
'$median','$sdl','$sdu','$usia','$kat'
)";

if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";
echo"<b><a
href=index.php?page=tambahDataTinggiBadan>Klik Untuk Kembali Ke
Halaman Tambah Data Tinggi Badan</a></b>";
}
}
else
echo "Semua Data Harus di Isi";
}
?>

4.3.2.6 Menu Tambah Tabel Tinggi Badan Per Usia
Pada halaman ini menampilkan form untuk penambahan pada tabel tinggi
badan per usia. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut.

Gambar 4.20. Menu Tambah Tabel Tinggi Badan Per Usia

Adapun di bawah ini adalah script PHP untuk tambah table tinggi badan
per usia.
<?
echo "<p><b>Form Penambahan Tinggi Badan Per Usia</b></p>";
echo "<form name=insertBerat
action=index.php?page=insertTinggiBadan method=post>";
echo "<p><label for=median>Median :</label><input type=text
name=median></p>";
echo "<p><label for=sdl>SD Lower :</label><input type=text
name=sdl></p>";
echo "<p><label for=sdu>SD Upper :</label><input type=text
name=sdu></p>";
echo "<p><label for=usia>Usia :</label><input type=text
name=usia></p>";
echo "<p><label for=kat>Kategori :</label><select name=kat>
<option value=1>Laki Laki</option>
<option value=2>Perempuan</option>
</select></p>";
echo "<p><input type=submit name=Simpan value=Simpan></p>";
echo "</form>";
?>


4.3.2.7 Menu Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan
Halaman ini menampilkan berat badan per tinggi badan dari usia 0 hingga
5 tahun dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki

Gambar 4.21. Menu Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan

Adapun di bawah ini adalah script PHP untuk table berat badan per tinggi
badan.

<?
if($_POST['Simpan']=="Simpan")
{
if(strlen($_POST['median'])>0 &&
strlen($_POST['sdl'])>0 && strlen($_POST['sdu']) &&
strlen($_POST['tinggi'])>0 && strlen($_POST['kat'])>0 ) {
$median=$_POST['median'];
$sdl=$_POST['sdl'];
$sdu=$_POST['sdu'];
$tinggi=$_POST['tinggi'];
$kat=$_POST['kat'];

$query="insert into bb
(
median,SD_Low,SD_Upper,TB,kategori
)values(
'$median','$sdl','$sdu','$tinggi','$kat'
)";

if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<b>Data Anda Telah Disimpan</b><br />";
echo"<b><a
href=index.php?page=tambahDataBeratPerTinggi>Klik Untuk Kembali Ke
Halaman Tambah Data Berat Badan Per Tinggi Badan</a></b>";
}
}
else
echo "Semua Data Harus di Isi";
}
?>

4.3.2.8 Menu Tambah Berat Badan Per Tinggi Badan
Pada halaman ini menampilkan form untuk penambahan pada tabel tinggi
badan per tinggi badan. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut.


Gambar 4.22. Halaman Menu Tambah Tabel Berat Badan Per Tinggi Badan

Adapun dibawah ini adalah script PHP untuk menu tambah berat badan
per tinggi badan:
<?
echo "<p><b>Form Penambahan Berat Badan Per Tinggi Badan</b></p>";
echo "<form name=insertBerat
action=index.php?page=insertBeratPerTinggi method=post>";
echo "<p><label for=median>Median :</label><input type=text
name=median></p>";
echo "<p><label for=sdl>SD Lower :</label><input type=text
name=sdl></p>";
echo "<p><label for=sdu>SD Upper :</label><input type=text
name=sdu></p>";
echo "<p><label for=tinggi>Tinggi :</label><input type=text
name=tinggi></p>";
echo "<p><label for=kat>Kategori :</label><select name=kat>
<option value=1>Laki Laki</option>
<option value=2>Perempuan</option>
</select></p>";
echo "<p><input type=submit name=Simpan value=Simpan></p>";
echo "</form>";
?>

4.3.2.9 Menu Hapus Berita
Pada halaman ini menampilkan form untuk hapus dan tambah berita.
Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut.


Gambar 4.23. Halaman Menu Berita
Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut:
<?
if($_POST['Simpan']=="Simpan")
{
if(strlen($_POST['judul'])>0 &&
strlen($_POST['berita'])>0 && strlen($_POST['pengirim'])) {
$judul=$_POST['judul'];
$berita=$_POST['berita'];
$pengirim=$_POST['pengirim'];
$query="insert into berita
(
judul,berita,pengirim,date
)values(
'$judul','$berita','$pengirim',now()
)";
if(!mysql_query($query,$koneksi))
{
mysql_error();
}
else
{
mysql_close();
echo "
<p><b>Data Anda Telah Disimpan</b></p>"
echo"<p><b><a href=index.php?page=tambahBerita>Klik
Untuk Kembali Ke Halaman Tambah Berita</a></b></p>";
}
}
else
echo "Semua Data Harus di Isi";
}
?>

4.3.2.10 Menu Tambah Berita
Pada halaman ini menampilkan form untuk penambahan berita. Adapun
desain halamannya adalah sebagai berikut.

Gambar 4.24. Halaman Menu Tambah Berita
Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut:
<?
echo "<p><b>Form Penambahan Berita</b></p>";
echo "<form name=insertBerita action=index.php?page=insertBerita
method=post>";
echo "<p><label for=judul>Judul :</label><input type=text
name=judul></p>";
echo "<p><label for=berita>Berita :</label><textarea cols=30
name=berita></textarea></p>";
echo "<p><label for=pengirim>Pengirim :</label><input type=text
name=pengirim></p>";
echo "<p><input type=submit name=Simpan value=Simpan></p>";
echo "</form>";
?>





4.3.2.11 Menu Laporan Statistik
Pada halaman ini menampilkan form laporan jumlah user yang terdaftar,
jumlah user yang diperiksa, dan jumlah user yang diperiksa bulan ini. Adapun
desain halamannya adalah sebagai berikut.

Gambar 4.25. Menu Statistik
Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut :
<?
echo "<h1>Statistik Web</h1>";
$query = "select count(*) as totalUser from t_user where
idt_kategori_user=2";
$data=mysql_query($query) or die (mysql_error());
while ($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<p>Jumlah User Terdaftar:&nbsp&nbsp
".$hasilQuery[totalUser]."</p>";
}

$tanggal= date("Y-n-j");
$query ="select count(*) as totalPeriksa from t_hasil";
$data=mysql_query($query) or die (mysql_error());
while ($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<p>Jumlah User yang diperiksa:&nbsp&nbsp
".$hasilQuery[totalPeriksa]."</p>";
}

$bulan = date (n);
$tahun = date (Y);

$query = "select count(*) as totalPeriksaBulanIni from t_hasil
where month(tanggal)= $bulan and year(tanggal) = $tahun ";
$data=mysql_query($query);
while ($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<p>Jumlah User yang diperiksa Bulan ini:&nbsp&nbsp
".$hasilQuery[totalPeriksaBulanIni]."</p>";
}
?>


4.3.2.12 Menu Hapus Data User
Pada halaman ini merupakan laporan dari user yang telah melakukan
konsultasi dan admin juga bisa menghapus daftar user. Adapun tampilannya
adalah sebagai berikut:

Gambar 4.26. Halaman Menu Data User

Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut:
<?
$id = $_POST['news'];
if($_POST['Delete'])
{
for ($i=0; $i<count($_POST['news']); $i++)
{
$deletequery = "delete from t_user where
idt_user=$id[$i]";
$delete = mysql_query($deletequery);

}
if ($delete)
{
echo "<p><b>Data User Berhasi Dihapus</b></p>";
}
}
?>

4.3.2.13 Menu Sejarah Pemeriksaan Pasien
Pada halaman ini merupakan laporan dari hasil pemeriksaan anak, pada
halaman ini admin bisa membaca masing-masing hasil pemeriksaan.

Gambar 4.27. Menu Laporan Hasil Konsultasi Pengguna
Adapun script PHPnya adalah sebagai berikut :
<?
$id=$_GET['id'];
$query="select nama_anak,Year(tanggal) as
tahun,umur,berat,tinggi,Month(tanggal) as bulan,Day(tanggal) as
hari,a.status_gizi as beratperusia,b.status_gizi as
tinggiperusia,c.status_gizi as beratpertinggi from t_hasil
inner join kategori_bu a on t_hasil.bb=a.idt_kategori_bu
inner join kategori_bu b on t_hasil.tb=b.idt_kategori_bu
inner join kategori_bu c on t_hasil.bb_tb=c.idt_kategori_bu
where idt_user=$id
Order by nama_anak";
$data=mysql_query($query);
echo "<table widht=600px >";
echo "<tr><td>Nama Anak</td><td widht=100px>Tanggal Periksa</td>

<td widht=100px>Status Berat</td><td widht=100px>
Status Tinggi</td><td widht=100px>Status Berat Per Tinggi</td><td
widht=100px>Umur</td></tr>";
while ($hasilQuery=mysql_fetch_array($data)){
echo "<tr><td>".$hasilQuery[nama_anak]."</td><td
widht=100px>".$hasilQuery[hari]."-".$hasilQuery[bulan]."-
".$hasilQuery[tahun]."</td><td
widht=100px>".$hasilQuery[beratperusia]."&nbsp;(&nbsp;".$hasilQuer
y[berat]."&nbsp;kg&nbsp;)</td><td
widht=100px>".$hasilQuery[tinggiperusia]."&nbsp;(&nbsp;".$hasilQue
ry[tinggi]."&nbsp;cm&nbsp;)</td><td
widht=100px>".$hasilQuery[beratpertinggi]."</td><td
widht=100px>".$hasilQuery[umur]."&nbsp;(&nbsp;bln&nbsp;)</td></tr>
";
}
echo "</table>";
?>


4.3.2.14 Menu Daftar Buku Tamu
Halaman ini memberikan laporan pengunjung yang memberikan saran
atau kritik, admin dapat menghapus pengunjung yang dianggap tidak benar.

Gambar 4.28. Halaman Menu daftar Buku Tamu
Adapun script untuk menghapus daftar buku tamu adalah sebagai berikut
<?
$id = $_POST['news'];
if($_POST['Delete'])
{

for ($i=0; $i<count($_POST['news']); $i++)
{
$deletequery = "delete from guest where id_guest=$id[$i]";
$delete = mysql_query($deletequery);
}
if ($delete)
{
echo "<p><b>Data Berita Berhasi Dihapus</b></p>";
}
}
?>


4.4 Pengujian Sistem

Pengujian dalam hal kelayakan penggunaan aplikasi sistem pakar untuk
mengidentifikasi gizi buruk pada anak yaitu dengan menjalankan program aplikasi
yang dilakukan oleh pengguna. Kemudian diamati mengenai jalannya proogram.
Dari data aktual yang diperoleh dari RS. Saiful Anwar Malang, ada
beberapa pasien dengan data yang berbeda (ada pada lampiran)



Tabel 4.1. Pengujian Sistem
No Nama Usia JK
BB
(kg)
TB
(cm)
LLA
(cm)
Gejala / kadar albumin
(mg/dl)
Status Gizi
1 NurFaizah 2,12 th Pr 5.4 71 8.5 Perubahan warna rambut/0 Gizi Buruk tipe Marasmus
2 M. Yasin 3 Th Lk 6.5 78 11
Dermatosis
Perubahan rambut/2.16
Gizi Buruk tipe Marasmus
Kwashiorkor
3 Lis M.
1 bl
12 hr
Pr 3.8 51 10 Edema/- Baik
4 Aditya
4 th
8 bl
Lk 14 97 - - Baik
5 Rehan 9 bl Lk 4.5 60 8.5
Perubahan rambut
Hepatomegali
Gizi buruk
6 Dani B. 12 bl Lk 6.5 69 - - Normal
7 Faris 3 bl Lk 3.7 53 - -/3.77 Kurang
8 Hatmaja 3 bl Lk 3 53 -
Dermatosis
Edema
Perubahan rambut
Hepatomegali
Albumin/-
Gizi buruk Marasmic-
Kwashiorkor
9 Azwa 1 bl 3 hr Pr 2 52 8 -/4.18 Gizi kurang
10 Rehan 10 bl Lk 4.3 61 8.5 -/- Gizi buruk marasmus
11 Revangga 1 th Lk 6.5 69 12
Perubahan rambut
Hepatomegali/2.92
Gizi buruk marasmic-
kwashiorkor

Tabel diatas merupakan, data aktual yang diperoleh dari rumah sakit (data
asli terdapat pada lampiran), berdasarkan data tersebut dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :
Jika nilai real lebih besar dari nilai median maka dapat dihitung dengan
meggunakan rumus :


Jika nilai real lebih kecil dari nilai median maka dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :


Kemudian setelah diketahui anak terkena gizi buruk langkah selanjutnya
adalah menentukan tipe gizi buruknya dengan menggunakan tabel mclaren dan
tabel albumin yang terdapat pada bab 2.

Berdasarkan rumus tersebut dapat dihitung
1. Nurfaizah
Diket :
Usia 2.12 tahun
Jenis Kelamin perempuan
Berat badan 5.4 kg
Tinggi badan 71 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 5.4 - 11.9 = -6.5 = -5.416 (sangat kurang)
1.20 1.20
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 71 86.5 = -15.5 = -4,696 (sangat pendek)
3.3 3.3
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 5.4 8.6 = -3.2 = -4 (buruk)
0.8 0.8
Z-Skor = Nilai Real Nilai Median
SD Upper
Z-Skor = Nilai Real Nilai Median
SD Low

Hasil analisa BB/TB pada Nurfaizah adalah -4, jadi dia mengalami gizi
buruk. Dengan gejala yang tampak pada anak yaitu : perubahan warna rambut (1)
dan kadar albuminnya 0 (7), sehingga anak tersebut dinyatakan terkena gizi buruk
marasmic-kwashiorkor. Berikut adalah hasil analisanya menggunakan aplikasi
sistem pakarnya.

Gambar 4.29 Hasil Analisa Nurfaizah

2. M.Yasin
Diket :
Usia 3 tahun
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 6.5 kg
Tinggi badan 78 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 6.5 14.6 = -8.1 = -5.0625 (sangat kurang)
1.60 1.60
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 78 96.5 = -18.5 = -5.2857 (sangat pendek)
3.5 3.5
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 6.5 10.5 = -4 = -4.444 (buruk)
0.9 0.9

Hasil analisa BB/TB M. Yasin adalah -4.444, jadi dia mengalami gizi
buruk. Dengan gejala yang tampak pada anak yaitu : dermatosis (2) dan
perubahan warna rambut (1) dan kadar albuminnya 2.16 mg/dl (4) sehingga anak

tersebut dinyatakan terkena gizi buruk marasmic-kwashiorkor. Berikut adalah
hasil analisanya menggunakan aplikasi sistem pakarnya.

Gambar 4.30. Hasil Analisa M.Yasin

3. Lis M.
Diket :
Usia 1 bulan 12 hari
Jenis Kelamin perempuan
Berat badan 3.8 kg
Tinggi badan 51 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 3.8 4.0 = -0.2 = -0.3 (normal)
0.60 .0.60
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 51 53.5 = -2.5 = -1.086 (normal)
2.3 2.3
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 3.8 3.5 = 0.3 = 0.6 (baik)
0.5 0.5

Dengan gejala yang tampak pada anak yaitu : edema (3), namun hasil
analisa menurut BB/TB anak tersebut dikatakan baik. Berikut adalah hasil
analisanya menggunakan aplikasi sistem pakarnya.


Gambar 4.31. Hasil Analisa Lis M

4. Aditya
Diket :
Usia 4 tahun 8 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 14 kg
Tinggi badan 97 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 14 17.7 = -3.7 = -1.85 (normal)
2.00 2.00
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 97 106.6 = -9.6 = -2.133 (pendek)
4.5 4.5
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 14 15.0 = -1 = -0.769 (baik)
1.3 1.3

Pada Aditya hasil analisanya BB/TB -0.769, jadi dia mempunyai gizi baik.
Berikut adalah hasil analisanya menggunakan aplikasi sistem pakarnya.

Gambar 4.32. Hasil Analisa Aditya








5. Rehan
Diket :
Usia 9 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 4.5 kg
Tinggi badan 60 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 4.5 9.2 = -4.7 = -4.7 (sangat kurang)
1 1
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 60 72.3 = -12.3 = -40730 (sangat pendek)
2.6 2.6
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 4.5 5.7 = -1.2 = -1.714 (baik)
0.7 0.7

Pada Rehan, hasil analisa BB/TB adalah -1.714, jadi dia mempunyai gizi
baik, namun dia mempunyai gejala yang tampak yaitu perubahan warna rambut
(1) dan hepatomegali (1). Berikut adalah hasil analisanya menggunakan aplikasi
sistem pakarnya.


Gambar 4.33. Hasil Analisa Rehan

6. Dani
Diket :
Usia 12 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 6.5 kg
Tinggi badan 69 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 6.5 10.2 = -3.7 = --3.363 (sangat kurang)
1.10 1.10

Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 69 76.1 = -7.1 = -2.629 (pendek)
2.7 2.7
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 6.5 8.3 = -1.8 = -2.25 (kurang)
0.8 0.8

Pada Dani hasil analisanya BB/TB -2.25, jadi dia mempunyai gizi kurang.
Berikut adalah hasil analisanya menggunakan aplikasi sistem pakarnya.


Gambar 4.34. Hasil Analisa Dani B.


7. Faris
Diket :
Usia 3 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 3.7 kg
Tinggi badan 53 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 3.7 6 = -2.3 = -2.3 (kurang)
1 1
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 53 61.1 = -8.1 = -3.115 (sangat pendek)
2.6 2.6
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 3.7 3.9 = -0.2 = -0.4 (baik)
0.5 0.5

Hasil analisa BB/TB pada Faris adalah -0.4, jadi dia mempunyai gizi baik.
Berikut adalah hasil analisnya menggunakan aplikasi sistem pakarnya.


Gambar 4.35. Hasil Analisa Faris

8. Hatmaja
Diket :
Usia 3 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 3 kg
Tinggi badan 53 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 3 6 = -3 = -3 (kurang)
1 1
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 53 61.1 = -8.1 = -3.115 (sangat pendek)
2.6 2.6
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 3 3.9 = -0.9 = -1.8 (baik)
0.5 0.5

Hasil anlisa BB/TB pada Hatmaja adalah -1,8, jadi dia mempunyai gizi
baik. Berikut adalah hasil analsa menggunakan sistem pakarnya.

Gambar 4.36. Hasil Analisa Hatmaja







9. Azwa
Diket :
Usia 1 bulan 3 hari
Jenis Kelamin perempuan
Berat badan 2 kg
Tinggi badan 52 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 2 4.0 = -2 = -3.333 (sangat kurang)
0.60 0.60
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 52 53.5 = -1.5 = -0.652 (normal)
2.3 2.3
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 2 3.7 = -1.7 = -4.25 (buruk)
0.4 0.4

Hasil analisa BB/TB yang diperoleh dari Aza adalah -4,25, hal itu
menunjukkan bahwa dia terkena gizi buruk, dengan disertai kadar albuminna -
4,18 mg/dl. Berikut adalah hasil analisa menggunakan sistem pakarnya.

Gambar 4.37. Hasil Analisa Azwa

10 Rehan
Diket :
Usia 10 bulan
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 4.3 kg
Tinggi badan 61 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 4.3 9.5 = -5.2 = -5.777 (sangat kurang)
0.90 0.90


Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 61 73.6 = -12.6 = -4.86 (sangat pendek)
2.6 2.6
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 4.3 5.9 = -1.6 = -2.28 (kurang)
0.7 0.7

Hasil analisa BB/TB yang diperoleh dari Rehan adalah -2,28, jadi dia
mengalami gizi kurang. Berikut adalah hasil analisa menggunakan sistem
pakarnya.

Gambar 4.38. Hasil Analisa Rehan


11. Revangga
Diket :
Usia 1 tahun
Jenis Kelamin laki-laki
Berat badan 6.5 kg
Tinggi badan 69 cm

Untuk menghitung berat badan per usia :
Z- Skor = 6.5 10.2 = -3.7 = -3.363 (sangat kurang)
1.10 1.10
Untuk menghitung tinggi badan per usia :
Z- Skor = 69 76.1 = -7.1 = -2.629 (pendek)
2.7 2.7
Untuk menghitung berat badan per tinggi badan :
Z- Skor = 6.5 8.3 = -1.8 = -2.25 (kurang)
0.8 0.8

Hasil analisa BB/TB pada Revangga menunjukkan angka -2,25, jadi dia
mengalami gizi kurang berikut adalah hasil analisanya menggunakan sistem
pakarnya.


Gambar 4.39. Hasil Analisa Revangga.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan yang telah dibahas dan diselesaikan melalui
laporan ini, dapat ditarik kesimpulannya, yaitu : program aplikasi sistem pakar ini,
dapat menentukan status gizi buruk pada anak hanya menurut berat badan per
tinggi badan (BB/TB) dan dapat mengetahui tipe gizi buruk, sesuai dengan gejala
(klasifilakasi Mclaren dan Albumin) yang di masukkan, secara tepat apabila
sesuai dengan fakta dan kaidah aturan yang telah ditentukan.
Namun pada kenyataan data yang diperoleh dari RS. Saiful Anwar
Malang, pasien yang terkena gizi buruk tidak selalu ditentukan dari berat badan
per tinggi badannya, hal tersebut dikarenakan ada beberapa faktor, diantaranya
gejala yang tampak dan juga bisa dikarenakan dari gen pasien, sehingga apabila
berat badan dan tinggi badan tidak sesuai dengan standard usia, jika energi dan
protein sesuai dengan porsinya maka jika dihitung menurut berat badan per tinggi
badan anak tersebut dikatakan normal, atau malah sebaliknya seorang pasien yang
memiliki berat badan lebih atau tinggi badan lebih dari standard usia, jika energi
dan protein kurang atau lebih dari porsinya maka pasien tersebut bisa dikatakan
mengalami gizi kurang atau gizi lebih.




5.2 Saran
Progam aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi gizi buruk ini,
kiranya masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, bukan hanya dari berat
badan per tinggi badan saja. Dan juga perlu dikembangkan sampai tingkat
penyembuhannya sesuai dengan fase- fase pengobatan dan perawatan anak gizi
buruk, yaitu fase stabilisasi, fase transisi, fase rehabilitasi, dan fase tindak lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Arhami, M. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakata: ANDI.
Kadir, Abdul. 2008. Tuntunan Praktis : Belajar Database Menggunakan MySQL.
Yogyakarta : ANDI
Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogakarta: ANDI.
Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelegence (Teknik dan Aplikasinya).
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nugroho, B. 2008. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta: Graha Media.
Pohan dan Bahri. 1997. Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta: Erlangga.
Prasetyo, D.D. 2005. Solusi Menjadi Web MasterMelalui Manajemen
Web dengan PHP. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Sugianto, Benny. Dr., MPH. 2006. Pengenalan Dini Penyimpangan Pertumbuhan
dan Tindak Lanjutnya Sebagai Salah Satu Cara Mencegah Terjadinya
Malnutrisi Pada Anak Balita. Surabaya : Akademi Gizi Surabaya
Supriasa. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC Kedokteran
Winarko, E. 2006. Perancangan Database Dengan Power Designer 6.32. Jakarta:
Prestasi Pustaka.








LAMPIRAN-LAMPIRAN






















Foto-Foto Penelitian