Anda di halaman 1dari 17

Pasar Modal

REKSADANA

Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa memahami peran, karakteristik dan jenisjenis reksadana 2. Mahasiswa memahami pengukuran kinerja reksadana. 3. Mahasiswa memahami fungsi manajer investasi dalam reksadana.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

151

Pasar Modal

Peran, Karakteristik dan Jenis Reksadana Industri reksadana yang telah tumbuh pesat dalam kurun waktu dua tahun terakhir diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan alternatif diluar perbankan. Dengan karakterisitik reksadana sebagai instrumen investasi jangka panjang, maka peran reksadana sangatlah penting untk membiayai investasi jangka panjang di sektor riil. Korporasi-korporasi menengah dan besar dapat mengeluarkan corporate bonds untuk membiayai usahanya, dan corporate bonds tersebut nantinya akan dibeli oleh para fund managers yang nantinya akan dipakai sebagai bagian dari portofolio reksadana yang akan dijualnya. Begitu juga dengan saham-saham yang dikeluarkan oleh para emiten di pasar modal dapat menjadi sumber lain untuk portofolio reksadana. Dengan semakin banyaknya korporasi-korporasi yang mengeluarkan saham maupun obligasi, maka peran intermediasi di pasar modal akan semakin meningkat. Kondisi ini akan semakin penting di saat-saat seperti sekarang ini karena banyaknya bank-bank yang melakukan reposisi strategi ekspansi kredit mereka dari corporate lending menjadi retail lending yang emnyebabkan pasokan corporate loan menjadi terbatas. Ditengah-tengah minimnya sumber dana pembiayaan jangka panjang saat ini, peran reksadana dirasakan sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Sumber dana pembiayaan perbankan memang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan ekonomi berjangka panjang, namun kemampuan perbankan untuk membiayai sektor riil yang berjangka panjang juga terbatas, sehingga kehadiran reksadana akan menjadi pendukung perbankan untuk bersama-sama membantu pembangunan ekonomi nasional. Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya pada tulisan tentang Reksadana, Perbakan dann Sektor Riil (Kompas, 3 Juli 2003), satu hal yang memang masih harus diperhatikan oleh para fund managers adalah keberanian untuk mendiversifikasikan portofolio reksadana dengan lebih banyak memanfaatkan corporate bonds maupun saham yang terdaftar di pasar modal. Kalau skenario ini dapat berjalan dengan baik, maka reksadana memiliki peran yang sangat strategis untuk menciptakan pasar yang bullish untuk corporate bonds maupun saham-saham yang diperdagangkan di pasar modal. Deposito masih menjadi pilihan utama untuk mengamankan uang. Namun cara konvensional itu mulai ditinggalkan, terutama bagi yang ingin mendapatkan keuntungan lebih cepat. Uang yang dimiliki dipaksa bekerja untuk mendapatkan keuntungan maksimal. fund manager atau manajer investasi bisa memberikan nasihat dan mengarahkan kemana uang kita bisa diinvestasikan.
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

152

Pasar Modal

Investasi melalui Reksadana adalah investasi yang aman, mudah, dan cepat. Anda dapat menitipkan sejumlah uang kepada pengelola Reksadana (Manajer Investasi) untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di Pasar Uang atau pasar modal disesuaikan dengan kebijaksanaan investasi yang ditetapkan dan berdasarkan resiko yang ingin anda ambil. Dengan dibantu informasi yang lengkap, pastikan investasi anda berlipat. Pilihan investasinya juga banyak, misalnya reksadana, obligasi berpendapatan tetap, bermain valuta asing (valas) di pasar uang, jual-beli saham, atau campuran di atara banyak pilihan itu. 1. Reksadana Pendapatan Tetap. Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang. 2. Reksadana Saham. Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas. 3. Reksadana Campuran. Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. 4. Reksadana Pasar Uang. Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun. Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain: Pertama, pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

153

Pasar Modal

Kedua, Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut. Ketiga, Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung berbagai peluang risiko, antara lain: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan. Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut. Risiko Likuiditas Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut. Risiko Wanprestasi Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.

Dilihat dari segi bentuknya, Reksa Dana dapat dibedakan menjadi: 1. Reksa Dana berbentuk Perseroan (Corporate Type) Dalam bentuk Reksa Dana ini, perusahaan penerbit Reksa Dana menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dari hasil penjualan tersebut di investasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun pasar uang. Reksa Dana bentuk Perseroan dibedakan lagi berdasarkan sifatnya menjadi Reksa Dana Perseroan yang tertutup dan Reksa Dana Perseroan yang terbuka. Bentuk ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Bentuk hukumnya adalah Perseroan Terbatas (PT). Pengelolaan kekayaan Reksa Dana didasarkan pada kontrak antara Direksi Perusahaan dengan Manajer Investasi yang ditunjuk. Penyimpanan kekayaan Reksa Dana didasarkan pada kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

154

Pasar Modal

2. Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Contractual Type) Reksa Dana bentuk ini, merupakan kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan, di mana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. Bentuk inilah yang lebih populer dan jumlahnya semakin bertambah dibandingkan dengan Reksa Dana yang berbentuk Perseroan. Bentuk ini bercirikan:

Bentuk hukumnya adalah Kontrak Investasi Kolektif. Pengelolaan Reksa Dana dilakukan oleh Manajer berdasarkan kontrak.

Investasi

Penyimpanan kekayaan investasi kolektif dilaksanakan oleh Bank Kustodian berdasarkan kontrak. Pengukuran Kinerja Reksadana Semangat investasi pada reksadana adalah market-based retun yang berarti mekanisme pasarlah yang akan menentukan besar kecilnya rate of return yang akan diperoleh oleh seorang investor. Investor harus sadar dan mengetahui bahwa investasi yang ditanamkannya pada reksadana akan berfluktuasi sesuai dengan perkembangan pasar sehingga uang yang telah disetorkan tersebut juga dapat berkurang. Perubahan suku bunga atau perubahan nilai tukar yang terjadi dapat mempengaruhi rate of return yang akan diperoleh oleh investor. Apabila underlying assets dari reksadana tersebut berupa obligasi dengan suku bunga tetap, maka penurunan suku bunga akan menaikkan rate of return yang diterima investor dan begitu juga sebaliknya apabila suku bunga mengalami kenaikan maka keuntungan yang diperoleh menjadi berkurang. Dengan mekanisme seperti ini reksadana tidak bisa dipastikan berapa rate of returnnya dan oleh karenanya bank-bank yang menjual reksadana juga dilarang memberikan jaminan rate of return tertentu kepada investor yang membelinya. Apabila reksadana ingin memberikan rate of return yang bersifat tetap maka hal tersebut harus didasarkan atas struktur portofolionya, kalau rate of return dari portofolio tersebut bersifat market mechanism maka hasil yang diperoleh juga didasarkan atas market return. Saat ini kita masih belum memiliki pasar dan instrumen derivatif yang bagus sehingga dapat menunjang tersedianya reksadana dengan guaranted rate of return seperti halnya di Hongkong. Dengan melihat kondisi seperti ini bank akan menghadapi kesulitan apabila ikut serta menjamin rate of return yang akan diberikan kepada investor pembeli reksadana.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

155

Pasar Modal

Sebagai contoh, apabila bank menjamin rate of return pada level tertentu untuk reksadana berbasis obligasi dengan bunga tetap, katankanlah 12% dan ternyata kemudian suku bunga mengalami kenaikan yang cukup besar, maka rate of return dari reksadana tersebut akan menurun dan bisa dibawah 12%. Konsekuensinya, bank harus mampu membayar selisihnya sesuai dengan rate of return yang telah dijanjikan kepada investor reksadana. Dengan cara seperti ini, bank tidak hanya terekspos dengan market risk yang cukup besar tetapi juga dapat mengalami liquidity risk yang membahayakan kondisi keuangan bank tersebut. Dalam hal pengukuran kinerja reksadana, BADAN Pengawas Pasar Modal telah menerbitkan serangkaian peraturan agar pengelolaan reksa dana transparan. Peraturan Bapepam mensyaratkan kontrak investasi kolektif reksa dana dilakukan antara bank kustodian (sebagai wakil investor) dan manajer investasi. Manajer investasi mengelola portofolio, sedangkan bank kustodian memberikan jasa penitipan kolektif dan kustodian berkenaan kekayaan reksa dana. Selain berkewajiban menyimpan dan mengadministrasikan portofolio efek, bank kustodian juga berkewajiban menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan mengumumkannya. Kekayaan atau aktiva reksadana adalah nilai portfolio atau aktiva reksa dana yang dapat berupa kas, deposito, SBI, surat berharga komersial, saham, obligasi dan efek lainnya. Sedangkan kewajibannya, bisa berupa fee manajer investasi, bank kustodian, pajak, fee broker serta fee pembelian efek yang belum dibayarkan. Jadi NAB merupakan jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban-kewajiban yang masih ada. Sedangkan NAB per unit merupakan jumlah NAB dibagi dengan jumlah nilai unit penyertaan yang beredar. Setelah mendapatkan Nilai Aktiva Bersih, membaginya dengan jumlah unit penyertaan yang beredar maka diperolah NAB per Unitnya, yang perubahannya diumumkan di koran-koran setiap hari. NAB per Unit menjadi dasar klaim investor kalau menjual kembali (redeem) unit penyertaan yang dimilikinya. Pada deposito, tingkat suku bunga menjadi indikator investasi yang bersifat tetap untuk jangka waktu tertentu. Sedangkan dalam reksadana, NAB per unit yang berubah-ubah setiap harinya menjadi indikator hasil investasi. NAB adalah nilai pasar portofolio efek dikurangi kewajiban-kewajiban yang timbul. Perhitungan NAB didasarkan pada metode marked to market. Bagi investor reksa dana, NAB memiliki dua arti penting, yakni : (1) NAB per unit penyertaan merupakan angka nominal, di mana investor dapat melakukan penjualan kembali (redemption) dan pembelian reksa dana pascapenawaran umumnya
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

156

Pasar Modal

(2) perbandingan NAB pada dua titik akan memberikan gambaran imbal hasil (return) yang didapat.

Figure 1 Return Sekuritas


Pengukuran kinerja lainnya dengan melihat risiko yang secara teori dapat diukur dengan beberapa metode seperti Metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Para investor tidak usah terlalu repot mempelajari metode tersebut, tapi dapat menanyakan kepada manajer investasi. Metode sederhana yang berbasis pada risiko untuk pengukurun kinerja dapat dihitung dengan cara lain, misalnya, membuat rasio antara return dengan risk atau dikenal dengan 3R (return - risk ratio) - sumber Bagian Riset Kontan. Contoh, bila reksadana jenis pendapatan "AAA" mempunyai return atau tingkat pengembalian 0,912 pada bulan lalu dan risk-nya diukur dengan besarnya standar deviasi 0,028, maka besaran 3R-nya adalah 32,187. Hasil metode, akhirnya, dapat dibandingkan satu dengan lainnya sehingga dapat diperoleh ranking dan investor dapat memutuskan reksadana yang mana yang akan dibeli. Tetapi, membandingkan hal tersebut harus memperhatikan periode pengukuran yang sama, membandingkan reksadana yang sejenis, mengikutsertakan faktor risiko, penentuan kriteria benchmark, perhitungan dengan formulasi yang benar dan seragam, dan alternatif formulasi untuk perbandingan kinerja dengan waktu yang berbeda. Pengaturan penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) NAB pada satu titik hanya sekadar angka. Namun, perbandingan NAB antara 2 titik (30 harian dan atau 1 tahunan) akan menunjukkan imbal hasil
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

157

Pasar Modal

yang ada. Bapepam telah menetapkan bank kustodian yang wajib menghitung NAB reksa dana dan mengumumkannya setiap hari bursa. Bapepam juga menetapkan bahwa manajer investasi tidak boleh terafiliasi dengan bank kustodian. Ketentuan tentang pengelolaan reksa dana berbentuk investasi kolektif, diatur dalam Peraturan Nomor IVB1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (lampiran Keputusan Ketua Bapepam No Kep-15/PM/ 2002 tanggal 15 Agustus 2002). Butir 1 peraturan ini menyatakan bahwa bank kustodian wajib menghitung NAB setiap hari bursa dan mengumumkannya. Butir 7b2 mewajibkan bank kustodian untuk menghitung NAB dari unit penyertaan setiap hari bursa. Teknis penghitungan NAB diatur dalam Peraturan Nomor IV C2 tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksadana (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No Kep-96/ PM/1996 tanggal 28 Mei 1996). Pada peraturan ini (IVC2, butir 1 c) jelas bahwa untuk efek yang aktif diperdagangkan, manajer investasi harus memakai harga terakhir efek yang diperdagangkan untuk mendapatkan nilai pasar wajar. Contoh NAB.

Sumber: www.Danamas.com

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

158

Pasar Modal

Fungsi Manajer Investasi


PERATURAN NOMOR V.G.5 : FUNGSI MANAJER INVESTASI BERKAITAN DENGAN EFEK BERAGUN ASET (ASSET BACKED SECURITIES) Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep- 46 /PM/1997 Tanggal : 26 Desember 1997

1.

Manajer Investasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. b. mempunyai Modal Kerja Bersih Disesuaikan sekurang-kurangnya Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah); mempunyai sekurang-kurangnya 2 (dua) orang pegawai yang mempunyai pengalaman kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan dalam kegiatan pengorganisasian, strukturisasi, dan pengelolaan Kontrak Investasi Kolektif; melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin untuk mengembangkan likuiditas Efek Beragun Aset dan membantu pemegang Efek Beragun Aset untuk menjual Efek Beragun Asetnya; dan tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Kreditur Awal.

c.

d. 2.

Manajer Investasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset wajib: a. melakukan tugas dan bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset sebagaimana ditentukan dalam Kontrak Investasi Kolektif; bertindak dengan cermat dan sikap profesional dalam meneliti Kreditur Awal, aset keuangan yang akan diperoleh, aspek hukum dan perpajakan, dan hal lain dalam proses strukturisasi Efek Beragun Aset; bertanggung jawab atas keterbukaan dan kebenaran atas fakta material tentang Efek Beragun Aset, sebagaimana dinyatakan dalam Dokumen Keterbukaan Efek Beragun Aset dan dalam Pernyataan Pendaftaran apabila Efek Beragun Aset tersebut ditawarkan melalui Penawaran Umum; bertindak cepat dan efektif untuk melindungi kepentingan para pemegang Efek Beragun Aset; membeli aset dari Kreditur Awal untuk dicatatkan atas nama Bank Kustodian yang dalam hal ini bertindak untuk kepentingan pemegang Efek Beragun Aset; dan melaporkan hasil penjualan Efek Beragun Aset yang ditawarkan melalui Penawaran Umum setiap 15 (lima belas) hari kepada Bapepam sampai Penawaran Umum selesai.

b.

c.

d. e. f.

3.

Manajer Investasi wajib melaporkan kepada setiap pemegang Efek Beragun Aset setiap bulan: a. b. c. d. jumlah Efek Beragun Aset yang dimiliki oleh pemegang Efek Beragun Aset tersebut; laporan keuangan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; laporan atas aset keuangan yang mendukung masing-masing kelas Efek Beragun Aset; rata-rata tertimbang jatuh tempo aset keuangan dalam portofolio Kontrak Investasi

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

159

Pasar Modal

Kolektif Efek Beragun Aset; e. f. g. jumlah tunggakan pembayaran atas aset keuangan dalam portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; perkiraan pembayaran kepada tiap kelas Efek Beragun Aset selama 12 (dua belas) bulan ke depan; perkiraan nilai pasar wajar setiap kelas Efek Beragun Aset yang didasarkan pada tingkat suku bunga pasar, peringkat terakhir dari tiap kelas Efek Beragun Aset, dan pembayaran yang diharapkan untuk tiap kelas Efek Beragun Aset, disertai dengan uraian metode penilaian tersebut; dan informasi material berkaitan dengan komposisi portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset atau pengelolaan aset keuangan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan adanya kemungkinan perubahan arus kas, nilai dan atau peringkat kelas unit tertentu.

h.

4.

Disamping berkewajiban untuk menyampaikan kepada pemegang Efek laporan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 huruf b peraturan ini, Manajer Investasi juga berkewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diperiksa oleh Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bapepam. Manajer Investasi berwenang mengganti Bank Kustodian dan melaporkan kepada Bapepam selambat-lambatnya 5 (lima) hari sesudah penggantian sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset. Manajer Investasi wajib mewakili kepentingan pemegang Efek Beragun Aset di dalam dan di luar pengadilan sehubungan dengan aset keuangan dalam portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset atau berkaitan dengan fungsi Bank Kustodian dan Penyedia Jasa. Bapepam berwenang untuk mengganti Manajer Investasi dalam hal Manajer Investasi tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku.

5.

6.

7.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

160

Pasar Modal

Contoh Perusahaan Reksadana

Reksadana kampus pertama di Indonesia yang diluncurkan tanggal 27 September 2001 secara bersama oleh PT Niaga Aset Manajemen (NAM). Tujuan peluncuran reksadana ini adalah untuk mempertahankan investasi dan memperoleh tingkat pengembalian yang sesuai dengan tingkat risiko yang dapat diterima dalam jangka menengah melalui investasi pada efek bersifat hutang yang berpendapatan tetap, instrumen pasar uang dan atau efek bersifatekuitas.

Untuk mencapai pengembalian yang optimal, 90% dari dana kelolaan akan diinvestasikan ke dalam efek hutang, 5% dalam pasar uang, dan 5% dalam efek ekuitas. Resiko relatif sedang karena adanya efek hutang dalam portofolio Reksadana Gadjah Mada. KOMPOSISI INVESTASI Batasan Investasi Reksa Dana Gadjah Mada Efek Bersifat Hutang Instrumen Pasar Uang Efek Bersifat Ekuitas Minimum Maksimum

80% 5% 0%

95% 10% 10%

KETENTUAN & BIAYA INVESTASI Minimal Investasi Rp. 100.000,00 Selling Fee 1,25 % Redemption Fee 1% < 6 bulan 0% > bulan

INFORMASI PENJUALAN Tata Cara Penjualan Para pemegang unit penyertaan dapat menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimiliki dengan mengisi Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang di tujukan kepada Manajer Investasi, dengan melampirkan fotocopy kartu identitas.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

161

Pasar Modal

Batas Minumum Penjualan Kembali Batas Minumum Penjualan Kembali Unit Penyertaan Reksa Dana Gadjah Mada adalah sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah). Pembayaran Hasil Penjualan Kembali Unit Penyertaan Pembayaran hasil penjualan kembali unit penyertaan setelah dipotong dengan biaya transfer, pembayaran ini akan dilakukan dalam 5 (lima) hari bursa atau selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari bursa setelah Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan diterima secara lengkap dan disetujui oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Harga Penjualan Kembali Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang diterima Manajer Investasi sampai dengan jam 13.00 WIB, maka harga penjualan kembali akan di proses berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan pada akhir hari bursa yang bersangkutan. Bila lebih dari jam 13.00 WIB maka harga penjualan kembali didasarkan pada Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan pada akhir bursa berikutnya. Pengalihan Unit Penyertaan Pemegang unit penyertaan dapat melakukan pengalihan unit penyertaan (switching) dari Reksa Dana Gadjah Mada ke Reksa Dana Niaga Pendapatan Tetap, Niaga Saham, Niaga Kombinasi, maksimum 1 (satu) kali dalam sebulan. Dengan minimum pengalihan unit penyertaan adalah sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) dan mengisi Formulir Pengalihan Unit Penyertaan yang ditujukan kepada Manajer Investasi.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

162

Pasar Modal

Dialog : Reksadana ala Metromini


http://www.pacific.net.id/content/ekonomi/hazan/reksadana.html
Pertanyaan: Karena tertarik pada promosi saya pun ikut berinvestasi di reksadana. Pada mulanya saya yakin pada kemampuan manajer investasi yang mengelola dana publik di reksadana. Sebab, manajer investasi punya kemampuan analisis yang tajam, sehingga tahu kapan harus menjual saham yang dimilikinya dan kapan membeli saham yang mempunyai prospek baik. Tapi kenyataannya, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana cenderung tetap turun sekalipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik. Apa saran-saran dari Bapak bagi manajer investasi, mengingat investor sangat mengandalkan kemampuan mereka? Jawaban: Ada beberapa hal umum yang perlu Anda ketahui tentang manajer investasi (MI), dan wakil manajer investasi (WMI). Manajer investasi adalah institusi, sedangkan wakil manajer investasi adalah orang yang mewakili MI dalam mengelola suatu reksadana.

Pertama, orang-orang ini bukanlah paranormal. Prediksi terhadap kinerja efek yang akan mereka beli tidak menggunakan ilmu gaib, melainkan memakai teknik analisis yang dipelajari semua orang. Teknik analisis tersebut dikembangkan oleh orang-orang yang telah terlebih dahulu bergerak di bidang ini dan telah diuji berulang-ulang melalui studi empiris, dengan menggunakan sampel dari waktu dan setting yang berbeda. Oleh karena itu, daya nalar seorang WMI dalam pengambilan keputusan investasi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ketersediaan hasil-hasil studi empiris yang menggunakan setting Indonesia. Para WMI tidak memiliki waktu untuk melakukan kerja akademis tersebut, sementara setiap pasar memiliki karakteristik yang unik. Akibatnya, hasil pengujian di luar negeri bukanlah generalisasi yang secara otomatis berlaku di sini. Kedua, kegiatan investasi tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan analisis saja. Ia membutuhkan intuisi. Maka pengalaman adalah elemen yang tak tergantikan. Karena itu pula, garis batas antara akademisi dan praktisi di bidang investasi seringkali terlihat nyata. Walaupun kita bisa menyebut nama seperti Henry Nicholas, Stanley Diller, dan Fischer Black sebagai contoh profesor yang "menyeberang" menjadi praktisi, atau nama George Soros sebagai praktisi yang memiliki bobot akademis, namun jumlah mereka terlalu kecil dibanding dengan yang berada di salah satu sisi saja. Kedua kubu ini saling menghidupi. Tanpa karya akademisi, horison para analis akan menjadi cupet dan intuisinya tumpul. Sebaliknya, tanpa legitimasi dari para praktisi, karya akademis menjadi seperti angin, mandul dan tak menghasilkan umpan balik apa pun. Ketiga, mengelola reksadana di Indonesia adalah seni memperoleh keleluasaan gerak di ruang yang sempit. Kalau orang menyebut kata portofolio di Amerika Serikat, yang mereka maksud adalah kumpulan dari aset yang menurut keyakinan manajer investasi merupakan kombinasi terbaik untuk mencapai tujuan pembentukan dana. Dengan demikian,
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

163

Pasar Modal

portofolio bisa berisi efek yang tercatat di bursa dan instrumen pasar uang. Tapi, ia juga boleh mengandung penyertaan pada modal ventura, leveraged partnership, realestat, efek asing, bahkan precious metal, oil drilling, dan farming. Di Indonesia, portofolio reksadana dibatasi pada efek yang ditawarkan melalui penawaran umum dan instrumen pasar uang. Itu pun masih dibelenggu oleh 13 batasan investasi yang terlalu panjang untuk dirinci di sini satu per satu. Di pasar modal yang telah maju, manajer investasi dapat menggunakan berbagai instrumen derivatif untuk tujuan hedging (melindungi potensi penurunan NAB dari unanticipated reverse trend). Di sini, instrumen seperti itu masih dalam tahap angan-angan.

Keempat, reksadana bukan panasea. Tidak ada obat yang mujarab untuk segala macam penyakit. Tidak satu reksadana pun yang bisa memenuhi motif investasi semua strata pemodal. Karena itu, starting point pembentukan reksadana, yang merupakan salah satu tugas paling sulit manajer investasi, adalah mendefinisikan segmen pemodal yang hendak dijangkau.
Kita sering sekali mendengar manajer investasi membuat pernyataan bahwa sasaran utama reksadana mereka adalah ritel. Mereka tidak pernah menjelaskan lebih lanjut ritel yang mana, seakan mereka beranggapan bahwa pemodal individual itu adalah barisan robot yang uniform. Mereka juga tak sempat menjelaskan apakah produk yang dirancang untuk, dan disponsori oleh, institusi otomatis cocok untuk ritel. Akhirnya, seperti yang selalu saya tulis, reksadana seperti mata uang dengan dua muka: how to gathering money and how to managing money. Para pemodal harus mengetahui bahwa manajer investasi memperoleh imbalan setiap bulan, tak soal apakah nilai kekayaan bersih setiap unit penyertaan naik atau turun. Nilai imbalan manajer investasi tidak ditentukan oleh NAB per unit, tapi NAB total. Artinya, walaupun kekayaan para pemegang unit menurun, imbalan manajer investasi akan naik terus. Ini sepanjang arus dana masuk positif, yaitu sepanjang hasil penjualan unit yang baru lebih besar dari pembelian kembali. Kita sama-sama berharap, semoga di sini tidak ada hit and run type investment manager. Setelah memobilisasi dana dalam jumlah raksasa, lalu mereka mengelola dana seperti cara sebagian sopir metromini yang ugal-ugalan di jalan raya. Walaupun dalam jangka panjang akan terjadi seleksi alamiah, namun dalam jangka pendek mereka telah menikmati imbalan bermiliar rupiah dari kantung pemegang unit.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

164

Pasar Modal

ISTILAH REKSADANA

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

165

Pasar Modal

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

166

Pasar Modal

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

167