Anda di halaman 1dari 24

0 Alga Musa 1

HTML & PHP PENDAHULUAN


Internet bukan lagi menjad kalimat yang asing bagi telinga kita.
Bahkan orang awam sekalipun sudah mengenal apa yang dinamakan
internet, kata-kata world wide web (www) seakan-akan sudah menjadi
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan modern saat ini. Situs-
situs web menampilkan berbagai informasi apapun yang ada di belahan
dunia tidak peduli seberapapun jauhnya.
Untuk membuat suatu situs web yang menarik dan interaktif, yang
Oleh : tidak hanya sekedar menampilkan informasi, tetapi dapat berinteraksi
Lusiana Soraya ( Nusa_Dharma2003@yahoo.com ) dengan user, sehingga suatu situs tidak bersifat statis, tetapi dapat menjadi
bersifat dinamis, membutuhkan kemampuan pemrograman web.
Dalam pendahuluan ini akan diberikan pengantar tentang
pemrograman web. Apa yang dimaksud server-side programming dan apa
yang dimaksud dengan server-side programming.

SERVER SIDE VS CLIENT SIDE


Teknologi yang digunakan dalam pemrograman web dibagi
Supported by : menjadi dua yaitu server side dan client side. Pada server side, perintah-
perintah program dijalankan di server dan dikirimkan ke browser sudah
dalam bentuk HTML. Sedangkan client side, proses akan dilakukan di web
browser. Biasanya client side digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan
interaksi user tetapi data yang ditampilkan tetap dan seragam.
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di
internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang
mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan
perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file
yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan
dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam
bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika
yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka
oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser.
Banyak sekali bahasa pemrograman yang dipakai pada
HIMPUNAN MAHASISWA MANAJEMEN pemrograman web, diantaranya : CGI/Perl, Active Server Pages (ASP), Java
INFORMATIKA DAN KOMPUTERISASI AKUNTANSI Server Pages (JSP), PHP, ColdFusion (CFM), dll, yang kesemuanya itu
AMIK - BSI adalah program server side. Sedangkan untuk client side misalnya saja
JavaScript, VBScript, HTML.
2005
Alga Musa 2 Alga Musa 3
HTML
Heading
Tag yang pertama kali akan kita pelajari adalah tag heading, yang
Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa standar berfungsi untuk memformat Heading (Judul/sub judul) dalam sebuah
dalam menulis halaman web, HTML merupakan pengembangan dari standar dokumen. Ada 7 buah heading yang dikenal dalam HTML yaitu <H1>
pemformatan dokumen teks. HTML sebenarnya adalah dokumen dalam sampai <H7>. Untuk mengetahui ukuran tiap heading, anda dapat mencoba
bentuk ASCII atau teks biasa yang dapat diterjemahkan oleh browser web baris-baris berikut :
menjadi suatu halaman yang menarik.
<HTML>
<HEAD>
STRUKTUR DOKUMEN HTML <TITLE>Latihan Heading</TITLE>
Sesuai dengan namanya yaitu Hypertext Markup Language </HEAD>
(HTML) maka dokumen HTML terdiri dari tanda-tanda (markup) untuk <BODY>
menandai perintah-perintahnya (yang selanjutnya akan kita sebut sebagai <H1>Heading 1</H1>
<H2>Heading 2</H2>
tag). <H3>Heading 3</H3>
Tag HTML biasanya adalah tag-tag yang berpasangan dan <H6>Heading 6</H6>
ditandai dengan simbol < dan >, sedangkan ‘pasangan’ atau akhir perintah <H7>Heading 7</H7>
dari sebuah tag ditandai dengan tanda ‘/’, misalnya pasangan dari tag <tag> </BODY>
</HTML>
adalah </tag>.
Setiap dokumen HTML memiliki struktur sbb : Paragraf
Untuk memformat paragraf kita bisa menggunakan tag <P>.
<HTML>
<HEAD>
Dengan tag ini kita bisa menentukan alignment (posisi) dari dokumen HTML.
<TITLE>Judul yang muncul pada title bar web</TITLE> Untuk mengatur posisi tulisan kita menggunakan atribut ALIGN. Atribut
</HEAD> ALIGN diikuti dengan posisi yang diinginkan.
<BODY> Selain tag <P> ada pula tag <BR> untuk pindah baris, <HR> untuk
Text, gambar atau isi dokumen HTML anda membuat garis, <BLOCKQUOTE> untuk membuat kutipan, <PRE> untuk
</BODY>
</HTML> menampilkan text sama dengan yang anda ketikkan dalam dokumen HTML,
misal anda mengetikkan :
untuk lebih jelasnya, anda buka editor anda (mis : NOTEPAD) lalu ketikkan
<HTML>
baris perintah HTML diatas dan panggil melalui browser web anda. <HEAD>
<TITLE>TEST</TITLE>
<HEAD>
<BODY>
Hallo
Hallo
Hallo
</BODY>
</HTML>

Maka yang akan ditampilkan oleh browser adalah

HalloHalloHallo
Gambar 1. Tampilan Latihan 1
Alga Musa 4 Alga Musa 5
Hal itu terjadi karena HTML tidak mengenali tombol Enter sehingga tombol Untuk mengatur jenis, ukuran, warna suatu font, kita bisa
tersebut diabaikan. Untuk mengatasi hal tersebut maka kita menggunakan menggunakan tag <FONT>, tag <FONT> ini memiliki beberap atribut
tag <PRE> tersebut. diantaranya FACE dan COLOR.
Atribut FACE digunakan untuk menentukan jenis font yang akan
<HTML> kita gunakan, semisal kita akan menggunakan jenis font Comic Sans MS,
<HEAD>
<TITLE>Latihan Menggunakan Paragraf</TITLE> maka kita dapat menuliskan <FONT FACE=”Comic Sans MS”>. Sedangkan
</HEAD> COLOR berfungsi untuk menentukan warna font, bisa dengan cara
<P ALIGN=”right”> menyebutkan nama warna seperti red, green dan blue atau menggunakan
Tulisan ini rata kanan. nilai RGB (Red Green Blue) dari suatu warna, misalnya FF0000 untuk red,
<P ALIGN=”center”>
Tulisan ini akan berada di tengah dokumen 00FF00 untuk green dan 0000FF untuk blue. Ada juga atribut SIZE untuk
<P ALIGN=”left”> menentukan ukuran font
Tulisan ini rata kiri
<P align=”left”> <HTML>
Hallo,<BR>Apakah anda sudah bisa HTML<BR> <HEAD>
Kalau sudah bisa, baguslah<BR> <TITLE>Latihan Font</TITLE>
<PRE> </HEAD>
<---------> <BODY>
| u u | <FONT FACE=”Comic Sans MS” COLOR=”red” SIZ=1>
| u | Ini Menggunakan Font Comic Sans,
| --- | warna merah dan ukurannya 1
<---------> </FONT><BR>
</PRE> <FONT FACE=”Monotype Corsiva” COLOR=”blue” SIZE=3>
</BODY> Ini menggunakan Font Monotype Corsiva,
</HTML> warna biru dan ukurannya 3
</FONT>
</BODY>
</HTML>

Gambar 2. Tampilan Latihan 2

Font Gambar 3. Contoh Latihan Font


Alga Musa 6 Alga Musa 7
Warna Dokumen • Komputer
Suatu dokumen web akan terlihat lebih menarik jika diberi warna- HTML menyediakan tag untuk membuat list seperti diatas. Jenis list dalam
warna atau gambar sebagai backgroundnya. Untuk itu, pada HTML tersedia HTML dibagi menjadi :
atribut-atribut untuk mengatur hal tersebut, atribut tersebut diletakkan pada • Ordered List
tag <BODY> sehingga efeknya akan dapat dilihat di seluruh dokumen. • Unordered List
Atribut yang digunakan dalam tag <BODY> yaitu : • Directory List
Atribut Fungsi • Menu List
BGCOLOR Menentukan warna background suatu halaman • Definition List
web List yang paling sering dipakai adalah Ordered List dan Unordered List,
BACKGROUND Menentukan gambar/images yang akan untuk Directory List, Menu List dan Definition List jarang sekali dipakai.
dipasang sebagai background halaman web Ordered List
TEXT Menentukan warna teks normal Ordered list adalah daftar yang tiap bagiannya disertai dengan
LINK Menentukan warna teks yang berfungsi sebagai penomoran. Ordered list diawali dengan tag <OL> dan setiap item dalam list
link selalu diawali dengan <LI>. List yang memakai tag <OL> ini tidak harus
1,2,3,dst tetapi bisa saja a,b,c,dst, i,ii,iii,dst, tergantung pada atribut TYPE
ALINK Menentukan warna teks link ketika diklik yang dituliskan dalam tag <OL>.
VLINK Menentukan warna teks link ketika selesai diklik Tipe penomoran yang dimiliki oleh tag <OL> yaitu :
• 1 -> 1,2,3,…
Link • A -> A,B,C,…
Dalam web, selalu ada yang dinamakan link, link berfungsi • A -> a,b,c,…
menghubungkan antara satu halaman dengan halaman lainnya. Untuk link • I -> I,II,III,…
ini HTML menyediakan tag <A> (Anchor). Tag <A> memiliki beberapa atribut
• I -> i,ii,iii,…
mis : HREF untuk menghubungkan antara satu halam dengan halaman
Unordered List
lainnya, dan NAME untuk memberikan nama pada suatu paragraf/tulisan
Unordered list biasanya ditandai dengan pemakaian bullet untuk
dalam dokumen HTML, sehingga mempermudah navigasi dalam suatu
menandai setiap item dalam list. Unordered list diawali dengan tag <UL>.
halaman web.
Sama seperti dalam Ordered list, pada Unordered list setiap item dalam list
<HTML> selalu diawali dengan <LI> dan juga memiliki beberapa type, yaitu :
<HEAD> • TYPE = circle -> Tanda lingkaran
<TITLE>Latihan Link</TITLE> • TYPE = disk -> Tanda cakram
</HEAD> • TYPE = square -> Tanda kotak
<BODY>
<A NAME=”top”>Bagian ini ditandai dengan top</A>
<A HREF=”latihan1.html”>Link ke latihan1.html</A> <HTML>
<A HREF=”#top”>Link ke tempat yang ditandai</A> <HEAD>
</BODY> <TITLE>Latihan menggunakan List</TITLE>
</HTML> <HEAD>
<BODY>
List Dibawah ini menggunakan Ordered List
<OL TYPE=a>
Terkadang dalam website yang kita buat, kita ingin membuat <LI>Apel
sebuah daftar, misalnya saja kita membuat daftar barang inventaris sbb : <LI>Mangga
• Meja <LI>Semangka
</OL>
• Kursi Dibawah ini menggunakan Unordered List
Alga Musa 8 Alga Musa 9
<UL TYPE=square> <HTML>
<LI>Apel <HEAD>
<LI>Mangga <TITLE>Latihan Penggunaan IMG</TITLE>
<LI>Semangka </HEAD>
</UL> <BODY>
Dibawah ini menggunakan Ordered List mulai 10 <IMG SRC="klikphp.gif" ALIGN=LEFT HSPACE=20
<OL TYPE=1 START=10> VSPACE=1>
<LI>Sepuluh <A HREF="http://www.klikphp.com">KlikPHP.com</A>
<LI>Sebelas adalah situs yang ditujukan bagi para
<LI>Duabelas penggemar/pemakai PHP di Indonesia.<BR>
</OL> Anda dapat menemukan Tutorial, Tips 'n Trick,
</BODY> Contoh Script, berdiskusi masalah PHP, dll.<BR>
</HTML> </BODY>
</HTML>

Gambar 5. Contoh penggunaan tag IMG


Gambar 4. Contoh Penggunaan List TABEL
Untuk membuat tampilan website yang bagus, kebanyakan para
MENAMPILKAN GAMBAR desainer web menggunakan tabel untuk mempermudah pengerjaan mereka,
Suatu situs web yang bagus, biasanya menampilkan gambar- coba saja lihat situs www.detik.com, www.kompas.com, www.astaga.com,
gambar untuk menarik pengunjung masuk kedalamnya, bayangkan saja jika dan masih banyak lagi situs yang menggunakan tabel untuk mempercantik
situs tersebut hanya menampilkan tulisan saja, tentu amat membosankan. website-nya.
HTML menyediakan fasilitas untuk menampilkan gambar di halaman web Untuk membuat tabel, HTML menyediakan tag <TABLE>. Dalam
kita menggunakan tag <IMG>. tag <TABLE> terdapat banyak atribut, yaitu :
Tag <IMG> memiliki bermacam atribut seperti SRC yang Atribut Fungsi
digunakan untuk menentukan lokasi gambar yang akan ditampilkan, ALT Menentukan ukuran border/garis
sebagai teks pengganti apabila ada browser yang tidak mendukung grafik, BORDER
tabel
BORDER berfungsi untuk memberikan suatu border di sekeliling gambar,
Height dan weight berfungsi untuk menentukan tinggi atau lebar suatu WIDTH Menentukan lebar tabel
gambar dalam halaman web kita (dalam ukuran pixel), HSPACE dan HEIGHT Menentukan tinggi tabel
VSPACE berfungsi menentukan jarak spasi dengan objek disekitar gambar BGCOLOR Menentukan background tabel
secara horiontal maupun vertikal. Menentukan gambar yang
BACKGROUND
digunakan untuk background tabel
Alga Musa 10 Alga Musa 11

Untuk membuat baris, setelah menuliskan tag <TABLE> maka digunakan


tag <TR>. Sedangkan untuk membuat kolom digunakan tag <TD>. Sebagian
besar atribut dalam tag <TABLE> dapat digunakan dalam tag <TR> maupun
dalam tag <TD>.
Penggabungan baris/kolom
Untuk menggabungkan baris/kolom (merge) digunakan atribut
COLSPAN dan ROWSPAN. COLSPAN digunakan untuk menggabungkan
beberapa kolom menjadi 1 sedangkan ROWSPAN menggabungkan
beberapa baris menjadi 1.
CELLPADING dan CELLSPACING
CELLPADING digunakan untuk mengatur spasi antara border
dengan tulisan, sedangkan CELLSPACING digunakan untuk mengatur spasi
antar dua buah sel. Gambar 6. Contoh Penggunaan Tabel
Form
<HEAD> Untuk melakukan interaksi dengan user, biasanya suatu situs
<TITLE>Contoh Penggunaan Tabel</TITLE> menggunakan form untuk menerima masukan/input dari user dan
</HEAD> memproses hasil inputan tersebut di server.
<BODY> Misalkan saja :
<TABLE BORDER="2" CELLSPACING="3"
CELLPADING="2" WIDTH="100%">
<TR>
<TD BGCOLOR="blue"
COLSPAN="2" ALIGN="center">Kelas</TD>
<TD BGCOLOR="red"
ALIGN="center" ROWSPAN="2">Ket</TD>
</TR>
Lusiana
<TR>
<TD ALIGN="center">1</TD>
<TD ALIGN="center">2</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Andi</TD>
<TD>Nina</TD>
<TD>Lunas</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY> Gambar 7. Web dengan Form
</HTML>
Dalam gambar diatas dapat dilihat untuk nama, kita menggunakan tipe
textbox, password menggunakan tipe password, untuk jenis kelamin
menggunakan radio button dan untuk hobi menggunakan checkbox. Untuk
mengatur tipe form, menggunakan atribut TYPE, struktur form dapat dibuat
sbb :
Alga Musa 12 Alga Musa 13
<FORM METHOD=”…” ACTION=”…”> disediakan dan ingin mengirimkan ke server, maka user dapat menekan
<INPUT TYPE=”…” NAME=”…” VALUE=”…”> tombol submit. Sedangkan tombol reset berfungsi jika user ingin
<INPUT TYPE=”Submit” VALUE=”…”>
</FORM> mengosongkan kembali form. Untuk membuat tombol submit, pada TYPE
kita tuliskan “Submit” dan untuk membuat tombol reset, kita menuliskan
Untuk membuat form seperti pada gambar.7 dalam HTML dapat ditulis : “Reset”.

<HTML> Frame
<HEAD> Frame HTML dapat digunakan untuk membuat tampilan halaman
<TITLE> Penggunaan Form </TITLE>
</HEAD> HTML yang terbagi dalam beberapa bagian, dan setiap bagian adalah 1
<BODY> halaman web. Biasanya frame digunakan jika salah satu bagian dalam
<FORM METHOD=POST ACTION="thank.html"> halaman web tetap dan halaman yang lainnya berubah (mis : Menu)
Nama : sehingga dapat mempercepat proses, karena hanya satu bagian saja yang
<INPUT TYPE="Text" NAME="Nama"><BR>
Password :
diload dari server.
<INPUT TYPE="Password" NAME="pass"><BR> Untuk membuat frame, digunakan tag <FRAMESET> …
Jenis Kelamin <BR> </FRAMESET> dalam tag ini terdapat tag <FRAME> yang menentukan isi
<INPUT TYPE="Radio" dari frame yang ditentukan dalam tag <FRAMESET>, struktur dari tag ini
NAME="kelamin" VALUE="pria">Pria adalah :
<INPUT TYPE="Radio"
NAME="kelamin" VALUE="wanita">Wanita<BR>
Hobi : <BR> <FRAMESET COLS=a,b,c,… atau ROWS=a,b,c,…>
<INPUT TYPE="Checkbox" <FRAME NAME=… SRC=…>
NAME="hobi" VALUE="tidur">Tidur<BR> <FRAME NAME=… SRC=…>
<INPUT TYPE="Checkbox" <FRAME NAME=… SRC=…>
NAME="hobi" VALUE="bersepeda">Bersepeda</BR> …
<INPUT TYPE="Checkbox" </FRAMESET>
NAME="hobi" VALUE="lain">Lainnya</BR>
<INPUT TYPE="Submit" VALUE="Kirim">
<INPUT TYPE="Reset" VALUE="Ulangi"> pada tag <FRAMESET> terdapat atribut COLS atau ROWS, atribut COLS
</BODY> jika kita ingin membuat frame yang terbagi dalam kolom-kolom, sedangkan
</HTML> atribut ROWS digunakan jika kita ingin membuat frame yang terbagi dalam
beberapa baris.
Atribut-atribut diatas dapat dijelaskan sbb :
Atribut Fungsi
METHOD Metode pengiriman data ke file
tujuan. Ada 2 yaitu POST dan GET
ACTION Aksi yang akan dilakukan jika user
menekan tombol Submit
NAME Memberikan nama tiap input
VALUE Memberikan nilai suatu input
TYPE Tipe form yang akan kita gunakan.

Setiap form harus memiliki minimal tombol Submit atau tombol reset. Gambar 8. Frame
Tombol Submit berfungsi ketika user telah mengisi form yang telah
Alga Musa 14 Alga Musa 15
Dalam tag <FRAME> terdapat atribut SRC yang menunjukkan lokasi/nama
file yang digunakan dalam frame tersebut, sedangkan atribut NAME PHP
berfungsi sebagai identifikasi frame tersebut.

Sejarah PHP
PHP adalah salah satu bahasa Server-side yang didesain khusus
untuk aplikasi web. PHP dapat disisipkan diantara bahasa HTML dan karena
bahasa Server side, maka bahasa PHP akan dieksekusi di server, sehingga
yang dikirimkan ke browser adalah “hasil jadi” dalam bentuk HTML, dan
kode PHP anda tidak akan terlihat.
PHP dibuat pertama kali oleh satu orang yaitu Rasmus Lerdorf,
yang pada awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada
homepagenya. Diawal Januari 2001, PHP telah dipakai lebih dari 5 juta
domain diseluruh dunia, dan akan terus bertambah karena kemudahan
aplikasi PHP ini dibandingkan dengan bahasa Server side yang lain. Anda
dapat melihat angka sesungguhnya di http://www.php.net/usage.php.
PHP termasuk dalam Open Source Product. Jadi anda dapat
merubah source code dan mendistribusikannya secara bebas. PHP juga
diedarkan secara gratis. Anda bisa mendapatkannya secara gratis. PHP
juga dapat berjalan diberbagai web server semisal IIS, Apache. PWS, dll.

Penggabungan PHP dengan HTML


Seperti yang telah dituliskan sebelumnya bahwa PHP dapat
digabung (embed) dengan HTML, Untuk penulisannya dalam HTML, kode
PHP diawali dengan tanda <? atau <?php dan diakhiri dengan tanda ?>.
Dan untuk menambahkan komentar diawali dengan tanda /* dan diakhiri
dengan */ atau menggunakan tanda //.
Cat :
Tanda /* dan */ digunakan jika komentar yang kita tulis
lebih sari 1 baris, sedangkan tanda // digunakan jika
komentar yang kita gunakan hanya 1 baris saja.
Contoh penggunaan PHP :

<HTML>
<?php
echo (“Teks ini dicetak menggunakan PHP”);
?>
</HTML>
Alga Musa 16 Alga Musa 17
Variabel dalam PHP
Setiap bahasa pemrograman pastilah mempunyai suatu variabel. Konstanta
Variabel berfungsi untuk menyimpan beberapa bit data, sehingga untuk Ada kalanya dalam suatu program ada nilai yang tidak pernah
memanggil suatu data kita tinggal memanggil variabel tersebut. berubah alias selalu konstan. Untuk membuat sebuah konstanta dalam
Dalam PHP, setiap variabel selalu dimulai dengan tanda ‘$’. Tidak PHP, kita bisa menggunakan fungsi built-in PHP yaitu define().
peduli data tersebut apakah integer, real maupun string, PHP akan secara Misal :
otomatis mengkonversi data menurut tipenya.
Contoh : define(“PERUSAHAAN”, “PT. Kabur Kanginan”);
define(“ALAMAT”, “Jl. Tidak Jelas”);
<HTML>
<HEAD> dalam contoh diatas, kita membuat 2 buah konstanta yaitu PERUSAHAAN
<TITLE> Variabel dalam PHP </TITLE> yang berisi identitas perusahan dan konstanta ALAMAT yang berisikan
</HEAD> alamat tempat perusahaan tersebut berada. Untuk memanggil konstanta
<BODY> tersebut, kita bisa menuliskan sbb :
<?
$variabel=1; echo(“Saya kerja di “ . PERUSAHAAN . “<BR>”);
echo ("Nilai variabel = $variabel<BR>"); echo(“Yang beralamat di “ . ALAMAT . “<BR>”);
//variabel bertipe integer
$variabel=1+3.5; jika kita jalankan program tersebut, maka secara otomatis akan kita
echo ("Nilai variabel = $variabel<BR>"); dapatkan hasil :
//variabel bertipe double
$variabel="Selamat datang di PHP";
echo ("Nilai variabel = $variabel<BR>"); Saya kerja di PT. Kabur Kanginan
//variabel bertipe string Yang beralamat di Jl. Tidak Jelas
?>
</BODY> Menerima Inputan dari Form
</HTML> Dalam form selalu ada value yang nantinya akan dijadikan sebuah
variabel oleh PHP. Variabel inilah yang akan diproses oleh PHP tergantung
pada penggunaan program PHP tersebut. Misalkan saja kita mengubah form
pada latihan 7 seperti berikut :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Variabel dari Form </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FORM METHOD=POST ACTION="php2.php">
Nama :
<INPUT TYPE="Text" NAME="nama"><BR>
Password :
<INPUT TYPE="Password" NAME="pass"><BR>
Jenis Kelamin <BR>
Gambar 9. Contoh Variabel dlm PHP <INPUT TYPE="Radio"
NAME="kelamin" VALUE="pria">Pria
<INPUT TYPE="Radio"
NAME="kelamin" VALUE="wanita">Wanita<BR>
Hobi : <BR>
Alga Musa 18 Alga Musa 19
<INPUT TYPE="Checkbox"
NAME="hobi" VALUE="tidur">Tidur<BR>
<INPUT TYPE="Checkbox"
NAME="hobi" VALUE="bersepeda">Bersepeda</BR>
<INPUT TYPE="Checkbox"
NAME="hobi" VALUE="lain">Lainnya</BR>
<INPUT TYPE="submit" VALUE="Kirim">
<INPUT TYPE="Reset" VALUE="Ulangi">
</FORM>
<?
if(isset($nama)) {
echo("Nama Anda : $nama<BR>");
echo("Password : $pass<BR>");
echo("Jen Kelamin : $kelamin<BR>");
echo("Hobi : $hobi<BR>");
}
?>
</BODY>
</HTML> Gambar 11. Hasil dari inputan pada form Gambar 10.
Hasilnya sebagai berikut : Dari program diatas, dapat terlihat bahwa name yang terdapat pada form
secara otomatis diubah oleh PHP ke dalam variabel-variabel, sehingga
memudahkan kita untuk mengidentifikasi data yang dikirim oleh form.
Fungsi dari function isset() adalah untuk mengecek apakah
variabel telah terkirim/mempunyai nilai, jika variabel tersebut telah terkirim,
maka PHP akan mengeksekusi program yang terdapat diantara { dan }.
Lusiana
Operator
Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk
melakukan fungsi matematika. Operator aritmatika dalam PHP :
Operator Operasi Penggunaan
+ Penjumlahan $a+$b
- Pengurangan $a-$b
* Perkalian $a*$b
Gambar 10. Form Inputan / Pembagian $a/$b
% Modulus $a%$b
Setelah dikirim, hasilnya akan seperti dibawah ini :
Operator String
Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation ( . ).
<?php
$a=”Hallo”;
$b= $a . “Selamat Datang di PHP”;
//$b berisikan “Hallo Selamat datang di PHP”
?>
Alga Musa 20 Alga Musa 21
dengan $b
Operator Bitwise Operator perbandingan lainnya adalah operator trinary “?:” yang memiliki
Operator bitwise dapat digunakan untuk membuat bit tertentu bentuk :
darisuatu integer menjadi 1 atau 0. (ekspresi) ? (jika benar) : (jika salah);
Contoh Nama Hasil
$a & $b And Bit yang bernilai 1 pada Operator Logika
$a dan $b akan diset 1 Contoh Nama Hasil
$a | $b Or Bit yang bernilai 1 pada $a and $b And True jika $a sama
$a atau $b akan diset 1 $a && $b dengan $b
$a ^ $b Xor Bit yang bernilai 1 pada $a or $b Or True jika salah satu $a
$a atau $b tetapi tidak $a || $b atau $b adalah benar
pada keduanya akan $a xor $b Exclusive Or True jika salah satu $a
diset 1 atau $b adalah benar
~ $a Not Bit yang bernilai 1 pada dan tidak keduanya
$a akan diset 0, dan !$a Not True jika $a tidak benar
sebaliknya.
$a << $b Shift Left Geser bit $a sebanyak Struktur Kontrol
$b langkah ke kiri (setiap If
langkah berarti “kalikan Berfungsi untuk melakukan eksekusi suatu statement secara
dengan dua”). bersyarat. Strukturnya :
$a >> $b Shift right Geser bit $a sebanyak
$b langkah ke kanan <?php
(setiap langkah berarti If (ekspresi1)
{ Statement };
“bagikan dengan dua”). elseif (ekspresi2)
{ statement };
Operator Perbandingan else
{ statement };
Contoh Nama Hasil ?>
$a > $b Lebih dari True jika $a lebih besar
dari $b Contoh penggunaan Struktur Kontrol dan penggunaan operator :
$a <= $b Kurang dari atau sama True jika $a lebih kecil <? php
$a=4;
dengan dari $b atau $a sama $b=-$a // $b=–3
dengan $b if ($b<5) {
< Kurang dari True jika $a lebih kecil echo(“Baris ini akan tercetak”);
dari $b }
if ($b>5) {
$a >= $b Lebih besar atau sama True jika $a lebih besar echo(“Baris ini tidak akan tercetak”);
dengan dari $b atau $a sama }
dengan $b $c=5;
$a == $b Sama dengan True jika $a sama $d=6;
if($a=4 && $c=5 && $d=6) {
dengan $b echo(“Baris ini akan tercetak”); }
$a != $b Tidak sama dengan True jika $a tidak sama ?>
Alga Musa 22 Alga Musa 23
Switch LOOP
Switch berguna sebagai alternatif pengganti dari If, misalnya kita Loop berarti kita mengeksekusi beberapa baris program dalam
mempunyai program : waktu tertentu, atau sampai suatu kondisi telah terpenuhi. PHP memiliki 2
jenis loop, yaitu for dan while.
<? For
If($negara=”ca”) { For digunakan untuk melaksanakan statemen perulangan yang
Echo(“Canada”);
} elseif ($negara=”my”) { jumlahnya telah diketahui.
echo(“Malaysia”); Syntax :
} elseif ($negara=”us”) { For (nilai awal;nilai akhir; kenaikan)
echo(“United States”); { statemen }
} else {
echo(“Indonesia”); contoh :
}
?> <?
For($i=1;$i<=7;$i++)
dalam contoh diatas, kita membandingkan isi dalam variabel $negara. Untuk {
membandingkan isi dari sebuah variabel kita bisa menggunakan switch : echo(“<FONT SIZE=$i>Ini font dengan ukuran
$i</FONT></BR>”);
<? }
Switch($negara) { ?>
Case “ca” :
Echo(“Canada”);
Break;
Case “my” :
Echo(“Malaysia”);
Break;
Case “us” :
Echo(“United States”);
Break;
Default:
Echo(“Indonesia”);
}
?>

Dapat dilihat di atas, setiap perintah case selalu ada perintah Gambar 12. Penggunaan For
break, hal itu berfungsi agar setelah mengeksekusi program didalam case,
program langsung keluar dari statemen switch tersebut. PHP akan terus While
mengeksekusi perintah dibawahnya hingga akhir block switch, atau jika While digunakan untuk mengeksekusi perintah sampai jumlah
ditemui statemen break. Jika anda tidak menuliskan statemen break di akhir tertentu
setiap statemen case, maka PHP akan terus mengeksekusi statement pada Syntax :
case selanjutnya. Sedangkan pernyataan pada default dieksekusi jika While(kondisi)
statemen pada case tidak ada yang memenuhi. { statemen }

do..while
Mirip dengan while, kecuali kondisi diperiksa pada akhir setiap
iterasi.
Alga Musa 24 Alga Musa 25
Syntax : // File Utama
Do require(“identitas.php”);
{ statemen } echo(JUDUL . PB . AUTHOR);
while(kondisi)
for($i=1;$i<=7;$i++)
Contoh : {
include(“font.php”);
}
Require
Statemen require akan digantikan dengan file yang ditunjuk ?>
olehnya, mirip seperti C preprocessor #include. Ini berarti bahwa statemen
ini tidak dapat diletakkan dalam struktur loop.
Syntax :
Require(‘namafile’);

Include
Statemen include akan menyertakan isi dari suatu file yang
ditunjuk olehnya, dan hal ini terjadi setiap statemen include ini dipanggil,
sehingga statemen include ini dapat digunakan dalam struktur loop untuk
menyertakan banyak file yang berbeda.
Syntax :
Include(‘namafile’);
Gambar 13. Penggunaan Include dan Require
Contoh :
Pertama-tama kita buat terlebih dahulu file identits.php yang berisikan judul
dari program yang akan kita buat, pembuat program dan satu buah Function
konstanta untuk pindah baris (PB). Dalam setiap program kadangkala ada beberapa perintah yang
sama, Cuma mungkin berbeda variabelnya, kita bisa saja menuliskan
<? program tersebut berkali-kali, tetapi itu akan menyulitkan kita jika ternyata
// File identitas.php program kita ada kesalahan. Disamping itu program kita akan menjadi lebih
define(“JUDUL”,”Latihan dengan PHP”);
define(“AUTHOR”,”Dhika Cikul (dhika@cikul.cc)”); panjang dan tidak efisien. Dengan menggunakan function kita tidak perlu
define(“PB”,”<BR>”); menuliskan program yang sama berkali-kali kita Cuma perlu mengubah
?>
variabel yang kita gunakan saja.
Syntax :
Lalu kita buat file kedua yang kita beri nama font.php yang berisikan : Function nama_fungsi(argumen)
{ statemen }
<?
// File font.php contoh :
echo(“<FONT SIZE=$i>Tulisan ini dicetak dengan ukuran $i</FONT>” .
PB);
?> <?
Function gantibaris($n)
Dan file ketiga yaitu file utama : {
for($i=1;$i<=$n;$I++)
<? {
Alga Musa 26 Alga Musa 27
echo(“<BR>”); echo($negara[1]); // tercetak Indonesia
} Tipe data array memiliki pointer untuk menunjukkan dimana indeks yang
echo(“baris 1”); aktif. Untuk array yang baru dideklarasikan, nomor indeks adalah nomor
gantibaris(5); indeks yang pertama [0]. Untuk mengetahui nomor indek yang aktif
echo(“baris 2”); digunakan fungsi key(), untuk mengetahui nilai dari elemen tersebut dapat
?> menggunakan fungsi current() dan untuk mengetahui jumlah elemen dalam
digunakan fungsi count(). Posisi pointer juga dapat diatur, untuk menaikkan
pointer kita dapat menggunakan fungsi next(), untuk menurunkan pointer
kita dapat menggunakan fungsi prev(), untuk mengarahkan pointer ke posisi
terakhir dapat menggunakan fungsi end() dan untuk mengembalikan pointer
kembali ke awal dapat menggunakan fungsi reset()
Contoh :

<?
$negara=Array("Indonesia","Malaysia","Kamboja");
$total=count($negara);
for($i=1;$i<=$total;$i++)
{
$aktif=key($negara);
Gambar 14. Penggunaan Function $nilai=current($negara);
echo("Pointer berada pada elemen $aktif dan
nilainya : $nilai<BR>");
Array next($negara);
Array digunakan untuk mengidentifikasikan variabel yang memiliki }
nilai berbeda namun dengan satu nama variabel, misalkan saja kita memiliki end($negara);
for($i=1;$i<=$total;$i++)
variabel $negara yang kita ketahui bahwa negara tidak hanya 1, untuk {
mengidentifikasi variabel $negara yang memiliki banyak nilai kita bisa $aktif=key($negara);
menggunakan misalnya $negara[1]=”Indonesia” lalu $negara[2]=”Malaysia” $nilai=current($negara);
dst. echo("Pointer berada pada elemen $aktif dan
nilainya : $nilai<BR>");
Setiap elemen dalam array memiliki nomor indeks, nomor indeks prev($negara);
dalam array diawali dengan nol [0]. Pada deklarasi array jika kita tidak }
mendeklarasikan nomor indeks tersebut maka secara otomatos akan diberi end($negara);
nomor indeks [0]. $aktif=key($negara);
Untuk mendeklarasikan array menggunakan fungsi array() mis : echo("<P>Elemen dipindahkan menuju elemen terakhir,
yitu elemen ke-$aktif");
$negara = array(“Indonesia”,”Malaysia”,”Kamboja”); reset($negara);
echo($negara[1]); // tercetak Malaysia $aktif=key($negara);
echo("<P>Elemen dipindahkan menuju elemen pertama
Seperti terlihat di atas secara otomatis Indonesia akan diberi indeks [o], yaitu elemen ke-$aktif");
Malaysia diberi indeks [1] dan Kamboja diberi indeks [2]. Jika kita ?>
menginginkan indeks pertama dimulai dengan 1 maka kita dapat
menuliskan:

$negara=array(1=>”Indonesia”,”Malaysia”,”Kamboja”);
Alga Musa 28 Alga Musa 29

Gambar 16. Array berelemen string


Gambar 15. Penggunaan Array
Pengurutan Array
Pada contoh yang telah dibuat di atas, elemen-elemen array berupa integer, Nilai-nilai yang terdapat dalam array dapat pula diurutkan, untuk
tetapi elemen array juga bisa berupa string, misalnya : $negara[“ina”] = nilai numerik akan diurutkan dari nilai terendah ke nilai tertinggi sedangkan
”Indonesia”, $negara[“my”] = “Malaysia” , untuk mengambil array yang untuk string akan mengurutkan dari a-z. Untuk mengurutkan nilai tersebut
elemennya berupa string digunakan fungsi each(). Fungsi each() berfungsi digunakan fungsi sort() dengan syarat elemen array tersebut adalah integer,
mengambil nilai dari array kemudian menaikkan pointer satu elemen. Hasil untuk array dengan elemen string dapat digunakan fungsi asort()
dari fungsi each() dimasukkan ke dalam variabel menggunakan fungsi list(). Contoh :
Contoh :
<?
<? $x=array(3,4,7,8,5,2,1,6,0,9);
$negara=array("ina"=>"Indonesia","my"=>"Malaysia"," echo("Sebelum diurutkan : ");
kam"=>"Kamboja"); for($i=0;$i<count($x);$i++)
$total=count($negara); {
for($i=1;$i<=$total;$i++) echo("$x[$i],");
{ }
list($aktif,$nilai)=each($negara);
echo("Pointer berada pada elemen $aktif dan sort($x);
nilainya : $nilai<BR>"); echo("<BR>Setelah diurutkan : ");
} for($i=0;$i<count($x);$i++)
?> {
echo("$x[$i],");
}

$s=array(f,j,b,d,e,i,a,c,g,h);
echo("<P>Sebelum diurutkan : ");
for($i=0;$i<count($x);$i++)
{
echo("$s[$i],");
}

sort($s);
echo("<BR>Setelah diurutkan : ");
for($i=0;$i<count($s);$i++)
Alga Musa 30 Alga Musa 31
{ pemotongan diawali dari nilai terakhir dengan jarak sebesar nilai parameter
echo("$s[$i],"); awal.
}
$negara=array("ina"=>"Indonesia","my"=>"Malaysia"," Sedangkan parameter akhir jika tidak ada tanda negatif maka
kam"=>"Kamboja"); menunjukkan jumlah elemen yang diambil, namun jika bertanda negatif
echo("<P>Sebelum Diurutkan : "); maka pemotongan diakhiri dari sejumlah elemen yang diambil dari nilai
for($i=1;$i<=count($negara);$i++) terakhir dengan jarak sebesar nilai parameter akhir.
{
list($aktif,$nilai)=each($negara); Untuk menggabungkan elemen dapat digunakan fungsi array_merge().
echo("<BR>Elemen ke-$i adalah $aktif dan Contoh
bernilai $nilai");
} <?
asort($negara); $angka=array(0,1,2,3,4,5,6,7,8,9);
echo("<P>Setelah Diurutkan : "); $potong1=array_slice($angka,2);
for($i=1;$i<=count($negara);$i++) $potong2=array_slice($angka,2,4);
{ $potong3=array_slice($angka,4,3);
list($aktif,$nilai)=each($negara); $potong4=array_slice($angka,-3,2);
echo("<BR>Elemen ke-$i adalah $aktif dan $potong5=array_slice($angka,-5,-3);
bernilai $nilai"); $gabung=array_merge($potong3,$potong4);
}
?> echo("\$angka = ");
for($i=0;$i<count($angka);$i++)
{
echo("$angka[$i],");
}
echo("<P>array_slice(\$angka,2) = ");
for($i=0;$i<count($potong1);$i++)
{
echo("$potong1[$i],");
}
echo("<P>array_slice(\$angka,2,4) = ");
for($i=0;$i<count($potong2);$i++)
{
echo("$potong2[$i],");
}
echo("<P>array_slice(\$angka,4,3) = ");
for($i=0;$i<count($potong3);$i++)
{
echo("$potong3[$i],");
}
Gambar 17.Sorting dalam Array echo("<P>array_slice(\$angka,-3,2) = ");
for($i=0;$i<count($potong4);$i++)
Mengambil dan menggabungkan elemen {
echo("$potong4[$i],");
Untuk mengambil beberapa elemen dari array dapat digunakan }
fungsi array_slice(), penggunaan fungsi array_slice() adalah : echo("<P>array_slice(\$angka,-5,-3) = ");
Array_slice($variabel,parameter awal,parameter akhir) for($i=0;$i<count($potong5);$i++)
Untuk parameter awal, jika tidak ada tanda negatif (-) maka parameter awal {
echo("$potong5[$i],");
menunjukkan awal pemotongan, namun jika terdapat tanda negatif (-) maka }
echo("<P>Gabungan Potongan ke-3 dan ke-4 : ");
Alga Musa 32 Alga Musa 33
for($i=0;$i<count($gabung);$i++) substr_replace()
{ substr_replace() berfungsi mengganti sebagian atau seluruh
echo("$gabung[$i],");
} karakter yang dibatasi oleh parameter awal dan parameter akhir,
?> Sintaksnya:
substr_replace($variabel,$var_pengganti,parameter awal,akhir);
untuk lebih jelasnya contoh :

<?
$string="abcdefghij";

$string1=substr($string,3);
$string2=substr($string,3,4);
$string3=substr($string,-4,3);
$string4=substr($string,-5,-2);
$pengganti="aku";
$string5=substr_replace($string,$pengganti,3);
$string6=substr_replace($string,$pengganti,3,4);
$string7=substr_replace($string,$pengganti,-4,3);
$string8=substr_replace($string,$pengganti,-5,-2);
Gambar 18. Pemisahan dan penggabungan Array
echo("\$string = $string\n");
echo("<BR>substr(\$string,3) = $string1\n");
echo("<BR>substr(\$string,3,4) = $string2\n");
echo("<BR>substr(\$string,-4,3) = $string3\n");
MANIPULASI STRING echo("<BR>substr(\$string,-5,-2) = $string4\n");
Substr()
Fungsi substr() hampir sama dengan fungsi array_slice() yaitu echo("<P>\$pengganti = $pengganti\n");
mengambil beberapa karakter yang ditentukan oleh 2 parameter yaitu echo("<BR>substr_replace(\$string,\$pengganti,3) =
$string5\n");
parameter awal dan akhir. Penulisannya : echo("<BR>substr_replace(\$string,\$pengganti,3,4)
Substr(var string,parameter awal,parameter akhir); = $string6\n");
Mengenai penggunaan parameter awal dan parameter akhir sama dengan echo("<BR>substr_replace(\$string,\$pengganti,-4,3)
array_slice() yaitu jika parameter awal tidak ada tanda negatif, berarti = $string7\n");
echo("<BR>substr_replace(\$string,\$pengganti,-5,-
menunjukkan awal pengambilan karakter (dengan catatan karaker awal 2) = $string8\n");
adalah nol) dan jika negatif maka pengambilan karakter dimulai dari karakter ?>
paling akhir sebanyak nilai yang ditunjukkan oleh parameter awal.
Sedangkan untuk parameter akhir, jika tidak ada tanda negatif, maka nilai
tersebut menunjukkan banyaknya karakter yang diambil, sedangkan jika
terdapat tanda negatif, maka pengambilan karakter diakhiri sebanyak nilai
parameter awal dari karakter terakhir.
Alga Musa 34 Alga Musa 35
ereg()
Fungsi ereg() berfungsi untuk mengecek apakah sebuah kata/kalimat
terdapat dalam sebuah kalimat.
eregi()
Fungsi dari eregi() sama dengan ereg() namun dalam eregi() tidak
membedakan antara huruf besar ataupun kecil sedangkan pada fungsi
ereg() membedakan antara huruf besar dan kecil
Contoh :

<?
if(ereg("php","Pemrograman PHP"))
{
echo("Yang ini tidak tercetak");
}
Gambar 19. Penggunaan substr() if(eregi("php","Pemrograman PHP"))
{
echo("Yang ini tercetak");
}
trim() ?>
Fungsi trim() berfungsi untuk menghilangkan spasi di kanan dan
kiri dari variabel string, mis : ereg_replace() dan eregi_replace()
ereg_replace() dan eregi_replace() berfungsi mengubah string yang
<? ditemukan dengan string pengganti. Misal :
$char=” Pemrograman PHP “;
echo (trim($char)); <?
?> $str=”Saya sedang belajar HTML”;
$pengganti=”PHP”;
Akan Menghasilkan : echo(eregi_replace(“html”,$pengganti,$str));
// Akan tercetak ‘Saya sedang belajar PHP’
‘Pemrograman PHP’ ?>

Untuk menghilangkan spasi di sebelah kiri string dapat digunakab fungsi split()
ltrim(), sedangkan untuk sebelah kanan digunakan chop(). split() berfungsi untuk memecah suatu string dan dimasukkan ke dalam
chr() array. Misal :
Fungsi chr() digunakan untuk menterjemahkan kode ASCII. Misal :
echo(chr(34); // Akan menghasilkan tanda “ <?
$str=”Andi,Joko,Dudi,Amin,Dewi”;
ord() $pemisah=”,”;
Fungsi ord() kebalikan dari fungsi chr() yaitu mengubah dari karakter ke $kata=split($pemisah,$str);
kode ASCII misal : for($i=0;$i<count($kata);$i++)
Echo(ord(“)); // Akan menghasilkan 34 {
echo(“Kata ke-$i : $kata[i]”);
strlen() }
Fungsi strlen() digunakan untuk mengetahui jumlah karakter dalam sebuah ?>
string. Mis :
Echo(strlen(“Pemrograman PHP”)); // Akan menghasilkan 15
Alga Musa 36 Alga Musa 37
OPERASI FILE File-1 tulisan.txt
Untuk membuka/mengakses file digunakan fungsi fopen(). Fungsi Saya sekarang sedang belajar php<BR> Asyik lho
Ternyata PHP itu mudah,
fopen() ini dapat mengakses file dari sistem file, atau melalui HTTP atau tidak sesulit yang dibayangkan
FTP di Internet. <P>Bagaimana?
Sintaksnya : apakah anda ingin belajar lebih lanjut??
Fopen(filename, mode akses); <HR>
Filename adalah file yang akan dibuka, sedangkan mode akses adalah File PHP
metode pengaksesan file tersebut apakah file tersebut diakses hanya untuk <?
dibaca, ditulis atau ditambah. Mode akses yang diberikan : if($file=fopen("tulisan.txt", "r"))
{
echo("Dibawah ini menggunakan fgets()<BR>");
Mode Akses Keterangan while(!feof($file)) {
a Membuka file untuk diubah. Data akan ditambahkan di $string=fgets($file,255);
akhir file yang diakses, jika file tidak ditemukan, maka echo($string);
PHP secara otomatis akan membuat file tersebut. }
fclose($file);
a+ Membuka file untuk diubah dan dibaca. Data akan
ditambahkan di akhir file yang diakses, jika file tidak $file=fopen("tulisan.txt", "a+");
ditemukan, maka PHP secara otomatis akan membuat echo("<P>Yang ini menggunakan
fgetss()<BR>");
file tersebut while(!feof($file)) {
r Membuka file untuk dibaca saja $string=fgetss($file,255);
echo($string);
r+ Membuka file untuk dibaca dan ditulis. Data akan ditulis di }
awal file
w Membuka file untuk ditulis saja. Data dalam file yang $tambahan="Ini Tambahannya";
echo("<P>\$tambahan = $tambahan<BR>");
lama akan hilang dan digantikan dengan data baru yang fputs($file,$tambahan);
dimasukkan. Jika file tidak ditemukan, PHP secara fclose($file);
otomatis akan membuat file tersebut $file=fopen("tulisan.txt","r");
w+ Membuka file untuk ditulis dan dibaca. Data dalam file echo("Setelah Ditambah : <BR>");
while(!feof($file)) {
yang lama akan hilang dan digantikan dengan data baru $string=fgets($file,255);
yang dimasukkan. Jika file tidak ditemukan, PHP secara echo($string);
otomatis akan membuat file tersebut }
fclose($file);
}
Untuk melihat isi dari file digunakan fungsi fgets($filename, length), else
$filename adalah variabel file yang akan dibuka sedangkan length {
menunjukkan jumlah karakter yang diambil. Pada fungsi fgets() ini setiap tag echo("File Gagal dibuka");
HTML akan dieksekusi, agar tag HTML tidak bisa dieksekusi maka }
?>
digunakan fungsi fgetss().
Sedangkan untuk menginputkan data ke dalam file, digunakan fungsi
fputs($namafile, $variabel_data), isi data yang akan dimasukkan berada
pada $variabel_data sedangkan $namafile adalah file tujuan data tersebut.
contoh :
Alga Musa 38 Alga Musa 39
baris-baris data yang berada dalam satu atau lebih kolom. Keseluruhan
tabel itu dihimpun dalam satu kesatuan yang disebut database.
Akses Database pada PHP
Untuk koneksi ke database, gunakan perintah :
mysql_connect(hostname, username, password);
Contoh :
<?
$hostname=”localhost”;// hostname server database
$username=”php”; // username database
$password=”php”; // password database
if(! $db = mysql_connect($hostname, $username,
$password)) // Connect ke database
{
echo mysql_error ();// tampilkan pesan error
return 0;
}
Gambar 20. Operasi File
Jika anda membuka kembali file tulisan.txt, isinya akan berubah menjadi : Query ke database
Setelah anda connect ke database anda tinggal melakukan query ke
Saya sekarang sedang belajar php<BR> Asyik lho database, caranya :
Ternyata PHP itu mudah,
tidak sesulit yang dibayangkan <?
<P>Bagaimana? mysql_select_db(“nama_database”); // memilih
apakah anda ingin belajar lebih lanjut?? database yang digunakan
<HR>Ini Tambahannya $query=”select * from nama_tabel”; // query
yang akan dieksekusi
Dalam contoh diatas terdapat fungsi feof(). Kegunaan dari fungsi ini adalah $res=mysql_query($query, $db); // eksekusi
menentukan akhir dari sebuah file, jika sudah pada akhir file fungsi ini akan query
?>
bernilai True.
Begitu pula untuk query yang lainnya misalnya insert, delete, update, dll kita
DATABASE
Database SQL dapat menggunakan perintah mysql_query.
SQL (structured query language) adalah bahasa standar yang
Menampilkan isi tabel
digunakan untuk database. Bahasa yang pada awalnya dikembangkan oleh
Setelah melakukan query, anda mungkin perlu untuk menampilkan hasil
IBM ini telah diadopsi secara luas dan digunakan sebagai standar industri.
MySQL query. Perintahnya :
MySQL mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan Cat : dengan asumsi kita telah mempunyai sebuah tabel yang memiliki
kolom nama, alamat dan email.
yang lainnya misalnya PostgreSQL, Microsoft SQL Server, dan Oracle.
Menggunakan mysql_fetch_row
Kelebihan MySQL adalah pada kecepatan akses, biaya, konfigurasi,
tersedia source code karena MySQL berada di bawah Open Source License <table>
dan MySQL juga dapat digunakan di berbagai Sistem Operasi misalnya : <tr>
LINUX, UNIX, Windows. <td>Nama</td>
Dalam konteks database, informasi tersimpan dalam tabel-tabel <td>Alamat</td>
yang secara logika merupakan struktur data dua dimensi yang terdiri atas <td>email</td>
<?
Alga Musa 40 Alga Musa 41
while ($row = mysql_fetch_row($res)) // memecah
tiap kolom di dalam tabel ke dalam array Catatan :
{
echo “<tr>”;
echo “<td>$row[0]</td>”; //
menampilkan nama
echo “<td>$row[1]</td>”; //
menampilkan alamat
echo “<td>$row[2]</td>”; //
menampilkan email
}
?>
</table>

menggunakan mysql_fetch_array

<table>
<tr>
<td>Nama</td>
<td>Alamat</td>
<td>email</td>
<?
while ($row = mysql_fetch_array($res)) // memecah
tiap kolom di dalam tabel ke dalam array
{
echo “<tr>”;
echo “<td>$row[‘nama’]</td>”; //
menampilkan nama
echo “<td>$row[‘alamat’]</td>”; //
menampilkan alamat
echo “<td>$row[‘email’]</td>”; //
menampilkan email
}
?>
</table>
Alga Musa 42 Alga Musa 43
Catatan : Catatan :
Alga Musa 44 Alga Musa 45
Catatan : Catatan :
Alga Musa 46 Alga Musa 47
Catatan :