Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL BUSINESS PLAN

PENGANTAR TECHNOPRENEURSHIP (IG - 091311)


KELAS 17

LOGO SEPATU SUKA-SUKA


TAGLINE

DISUSUN OLEH :
DENINTA GIZKA

Z. W.

3211100XXX

CAHYANINGRUM LATHIFA

3211100112

SARAH INASSARI SANTOSO

3211100061

ANINDHITA NURMALA PUTRI

3211100009

ARSITEKTUR

DOSEN : ENDAH YUSWARINI

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang
Dewasa ini kebutuhan sandang atau lebih terkenal dengan kata fesyen merupakan

kebutuhan yang sangat bersaing dengan kebutuhan pangan. Perkembangan dunia fesyen
terbilang cukup merata diseluruh penjuru dunia dan menjamur di berbagai lapiran masyarakat
dari yang muda hinga yang tua. Dari segala perkembangannya sandang kini tidak hanya
berhenti pada kain yang digunakan sebagai penutup badan yaitu baju dan celana atau rok.
Kini kebutuhan penduku ng fesyen seperti aksesoris, tas, sepatu, hingga tampilan rambut juga
sangat diperhatikan bahkan menjadi mata pencaharian yang menjanjikan.
Tidak hanya pemerhati fesyen, kalangan anak sekolah hingga mahasiswa kini telah
memiliki gaya hidup baru, yaitu gaya hidup yang peduli dengan fesyen. Hal tersebut juga
didukung oleh adanya media sosial saat ini yang memfasilitasi pengguna untuk
mempublikasikan foto keseharian mereka, dan dari fenomena ini mau tidak mau hal yang
paling sering dilihat adalah pakaian dari pengguna media sosial tersebut.
Bagi seorang mahasiswi yang setiap hari berpakaian bebas, tentunya kebutuhan akan
sandang cukup besar. Setidaknya mereka memiliki 5 baju rapih yang digunakan setiap kuliah.
Jika kita berbicara mengenai mahasiswi yang mementingkan penampilan, tentunya baju yang
mereka gunakan akan di mix and match dengan barang pendukung lainnya seperti tas juga
sepatu. hal tersebut mengartikan bahwa kebutuhan barang pendukung fesyen merupakan hal
yang dibutuhkan dalam jumlah lebih dari satu. Hal tersebutlah yang menginspirasi kami
untuk membuat suatu bisnis plan di bidang fesyen utamanya penggunaan sepatu. Bagaimana
sepatu dapat sering digunakan namun dapat tetap cocok atau serasi dengan pakaian yang
digunakan.
Apabila kita bicara mengenai bisnis fesyen terutama sepatu, maka yang paling sesuai
untuk target pasar mahasiswi adalah penggunaan sepatu dengan hak datar atau sering kita
sebut flat shoes. Flat shoes merupakan sepatu cantik untuk perempuan yang nyaman
digunakan sehari hari juga sesuai dengan kondisi mahasiswi yang aktif bergerak.
Kebutuhan akan sepatu bertambah jika telah memasuki musim hujan. Bagaimana
tidak, musim hujan sering kali membuat kondisi jalan di Surabaya menggenang. Kondisi
tersebut membuat sepatu mahasiswa mau tidak mau basah bahkan bisa mengalami kerusakan

dalam jangka waktu yang pendek. Maka dari itu adanya sepatu dengan kualitas baik dan
warna yang gelap dibutuhkan untuk menghindari tampang sepatu yang kotor dikarenakan
basah di musim hujan ataupun debu di musim kemarau.

1.2

Rumusan masalah
Melihat latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan antara lain:
1.

Bagaimana menciptakan suatu sepatu yang dapat dengan mudah di mix and
match dengan pakaian yang berganti-ganti setiap harinya?

2.
1.3

Bagaimana membuat sepatu yang sesuai dengan kantong mahasiswa?

Tujuan
Melihat latar perumusan masalah di atas, maka karya ini kedepannya akan memiliki
tujuan antara lain:
1.

Menciptakan suatu sepatu yang dapat dengan mudah di mix and match dengan
berbagai pakaian.

2.

Membuat sepatu yang sesuai dengan kantong mahasiswa namun tetap dengan
kualitas yang baik.

1.4

Luaran
Adapun luaran yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah :
1.

Adanya usaha mahasiswa dengan kreatifitas di bidang desain yang


menghasilkan profit.

2.

Melatih mahasiswa untuk mengambangkan pengetahuan bisnis yang nantinya


akan membuka lapangan kerja baru.

3.
1.5

Meningkatkan daya kreativitas baik dari perancang hingga konsumen sepatu.

Manfaat
Manfaat dari program ini adalah:
1.

Untuk team, adanya bisnis sepatu yang memacu kreatifitas yang menghasilkan
profit.

2.

Untuk masyarakat, Memperkenalkan adanya sepatu yang fashionable yang


dapat digunakan di beragam model baju sehingga tidak perlu mengeluarkan
budget yang tinggi untuk membeli banyak sepatu.

3.

Untuk pemerintah, Kegiatan ini membantu program pemerintah dalam


pengembangan industri local.

4.

Untuk perkembangan fesyen, Membantu menumbuhkan rasa peka masyarakat


terhadap adanya suatu keindahan dalam berkeseharian.

BAB II
ANALISA PRODUK
2.1

Analisa produk
Produk ini bergerak dalam bidang fesyen. Produk ini merupakan produk

fesyen yang praktis, serba guna dan bermanfaat untuk para konsumen yang
segmentasinya adalah mahasiswi. Produk yang ditawarkan adalah sepatu yang
menjawab kebutuhan masyarakat kini yang suka mengekspresikan dirinya. Sepatu
dengan base warna dan bahan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan untuk
kemudian dapat dipadu-padankan dengan aksesoris beragam varian yang dapat
dengan mudah diganti dengan bantuan velcro.
Tampilan sepatu menjadi lebih personal karena akan selalu berbeda sesuai
dengan suasana hati atau pun tema fashion yang dikenakan. Bahan-bahan yang
digunakan adalah bahan yang aman, nyaman dan berkualitas.
Berikut karakteristik dari produk Shoessuka dibandingkan dengan produk
sejenis lainnya , antara lain :
1) Desain. Karena para konsumen bisa dengan bebas menentukan seperti
apa desain sepatu yang diinginkan dan tentu saja nilai eksklusivitasnya
tinggi karena desainnya terbatas (limited edition).
2) Fleksibel. Karena sepatu dapat digunakan ke berbagai acara dengan
format heels yang bisa diatur sesuai kebutuhan konsumen.
3) Unik. Karena dalam sepasang produk Shoessuka, konsumen bisa
merasakan berbagai macam jenis sepatu (flat shoes, wedges, high
heels, boot, etc) hanya dengan membeli sepasang sepatu produk
Shoessuka.

2.2

Analisa kompetitor
Keberhasilan bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami

pesaing. Output dari kemampuan tersebut, menopang manajemen dalam memutuskan


dimana akan bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing. Demikian dari hal
tersebut, analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya.
Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman
(threats),

kesempatan (opportunities), kelebihan

(strengths),

dan

kelemahan

(weaknesses) yang terjadi sebaga akibat dari perubahan persaingan potensial, serta
kekuatan dan kelemahan pesaing. Berikut merupakan analisa kompetitor Shoessuka
dibandingkan dengan kompetitor:
No
1
2

Bahan
Brand

Kategori

Desain

Produksi

5
6

Harga
Teknologi Pembuatan

Aspek Lain

Tabel di

atas

Shoessuka

Produk Sejenis

Belum terkenal sehingga akan


sulit di awal pemasaran produk
Shoessuka karena belum
memiliki jaminan kepuasan
dari konsumen
Tidak terbatas karena tampilan
akan sesuai dengan keinginan
konsumen

Produk sejenis sudah memiliki


konsumen yang loyal dan
produk mereka sudah dikenal
masyarakat luas

Aksesoris diproduksi dengan


memanfaatkan barang-barang
bekas dan baru sehingga
tampilannya akan selalu
berbeda tiap produksi
Lebih ekonomis
Sepatu dan aksesoris
diproduksi dengan cara
handmade sehingga kualitas
dan detailnya dapat terkontrol
Memiliki nilai tambah
tersendiri karena konsumen
menjadi bagian dari penciptaan
tampilan sepatu. Sepatu dapat
menjadi lebih personal sesuai
dengan karakter pemakai,

menjelaskan

posisi

produk

Terbatas sehingga terkadang


konsumen merasa kurang
cocok dengan desain, warna,
atau pun aksesorisnya
Sepatu diproduksi secara
massal sehingga aksesoris
yang menempel tidak eksklusif
karena sama
Cenderung mahal
Dengan teknologi mesin dan
dibuat secara massal

Sepatu diproduksi secara


massal sehingga konsumen
cenderung akan memiliki
sepatu yang sama dengan
konsumen lain

Shoessuka dibandingkan

dengan

sejumlah kompetitor penting dalam 6 atribut, yaitu bahan, brand, desain, produksi, harga,
teknologi pembuatan dan aspek khusus. Dapat dilihat di tabel tersebut bahwa produk
Shoessuka tertinggal pada atribut brand. Hal ini dapat dijelaskan karena produk Shoessuka
ini masih belum memiliki nama besar, sehingga beberapa konsumen yang memiliki

karakterisik loyalitas tinggi terhadap sebuah brand akan sulit untuk dijangkau produk
Shoessuka. Sementara itu di sisi lain produk Shoessuka mengungguli produk-produk sejenis
yang ada di pasaran. Hal tersebut dijelaskan dari sisi desain bahwa produk Shoessuka ini
memiliki desain yang sangat beragam dan unik (limited edition) karena mengutamakan
keinginan dari para konsumen yang ingin agar produk sepatu mereka unik dan tidak pasaran.
Sedangkan dari segi harga produk Shoessuka relatif lebih ekonomis dari produk sejenis.
Karena memang segmentasi pasar yang diinginkan adalah perempuan remaja (pelajarmahasiswi) yang memiliki keterbatasan penghasilan/uang.
Dari analisa perbandingan dengan kompetitor tersebut, dapat disimpulkan bahwa arah
pengembangan produk Shoessuka harus memperhatikan aspek desain, harga serta proses
produksi dan teknologi pembuatannya. Karena di aspek tersebut, produk Shoessuka. Ini dapat
bersaing dengan para kompetitor. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan produk
difokuskan pada aspek-aspek tersebut sehingga nilai-nilai keunggulan produk tetap terjaga.
2.3

Analisa SWOT
Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu

internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan produk kita.
Kelebihan (strengths) :
1. Mudah di mix and match dengan berbagai macam pakaian, merupakan
cetusan dan identitas terkuat dari produk kami
2. Design asesoris dapat dipesan secara custom,baik dari segi design,
bahan, hingga budget yang diinginkan
3. Pembelian asesoris terjangkau oleh kalangan mahasiswa, mahasiswa
dalam hal ini merupakan pasar pertama produk kami
4. Kualitas sepatu terjaga karena diawasi dan di olah oleh pengerajin
terpercaya kami
5. Design sepatu custom dapat dipesan secara custom,baik dari segi design,
bahan, tinggi heels, hingga budget yang diinginkan
6. Target pasar, dapat menjangkau ke semua umur (perempuan) namun jika
dapat berkembang dengan baik tidak menutup kemungkinan merambah
ke fesyen laki-laki
Kelemahan (weaknesses) :
1. Harga sesuai dengan kualitas

2. Sepatu harga murah cenderung tidak tahan lama karena bahan yang
memang kurang baik dibanding bahan dengan harga lebih tinggi
3. Perlu menjaga kebersihan sepatu, karena sepatu ini dirancang akan
sering dipakai bahkan setiap hari
Kesempatan (opportunites):
1. Banyak link terlebih pada kelompok kami berasal dari daerah yang
berbeda beda sehingga memiliki link dari teman yang cukup banyak
2. Rasa mudah bosan merupakan suatu hal yang biasa yang dianggap
sangat berpeluang bagi produk kami
3. Pasar luas selain karena kami mahasiswa, tetapi juga karena kami
menjangkau harga yang sesuai dengan berbagai kalangan
4. Pasar yang kuat dalam hal ini adalah pasar dari konsumen yang memiliki
sikap mudah bosan, sehingga konsumen tersebut akan sering kembali
untuk meminta desain asesoris lanjutan sesuai dengan pakaian yang ia
punya
5. Online serve merupakan pasar yang sedang ramai saat ini karena dapat
diakses dimanampun juga kapanpun dan dapat mendisplay produk
dengan jumlah banyak
Ancaman (threats) :
1. Plagiat dari pebisnis baru yang merasa memiliki pasar yang belum
terjamah oleh prosuk kami
2. Industri kreatif yang sejenis yang sudah ada di lokasi lain namun dengan
konsep penempel magnet dan kurang terpublikasi di masyarakat
3. Peminat berkurang dimusim hujan karena produk kami bukan lah sepatu
yang tahan air

Matriks TOWS adalah metode untuk merumuskan strategi bisnis sebuah perusahaan
berdasarkan analisa SWOT. TOWS adalah singkatan dari Threat, Opportunities, Weakness,
dan Strength. SO strategy (Strength Opportunity), WO strategy (Weakness Opportunity), ST
strategy (Strength Threat), dan WT strategy (Weakness Threat). Berikut adalah analisa
dengan menggunakan matriks TOWS pada produk kami.

Tabel Matriks TOWS

Pemetaan strategi sebuah bisnis adalah yang bisa diterapkan perusahaan yaitu dengan
analisa kondisi eksternal dan internal dari suatu bisnis. Dari pemetaan TOWS matriks strategi
bisnis dibagi ke dalam 4 kategori, yaitu S-O strategy, S-T strategy, W-O strategy, dan W-T
strategy. Berikut ini adalah penjelasan dari masing masing kategori strategi tersebut:

S-O Strategy adalah bagaimana memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk


mengambil kesempatan yang ada.
Kami dapat memanfaatkan rasa mudah bosan dengan kreatidifitas desain kami dan
juga dapat mencerminkan pribadi konsumen sehingga konsumen merasa produk
kami sangat ramah dan paham atas keinginan konsumen. Desain yang disajikan
juga dapat turut mengajak konsumen berpikir kreatif dari segi desain maupun
harga. Dengan konsep ini, produk akan mudah dipasarkan secara tidak langsung
oleh konsumen.

S-T Strategy adalah bagaimana memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk


menghindari ancaman yang ada.

Hand made dan original pada desain esesoris akan meminimalisir kemungkinan
plagiat ataupun industri kreatif sejenis. harga juga dapat disesuaikan dengan
kualitas sepatu maupun asesoris.

W-O Strategy adalah bagaimana meminimalisir kelemahan yang dimiliki untuk


mengambil kesempatan yang ada.
Produk kami memang menjual kualitas sepatu yang biasa hingga yang terjamin
kualitasnya. Meskipun demikian, kualitas akan terbayar dengan harga yang kami
tawarkan. Dengan pembelian sepatu yang sedikit mahal namun akan awet
digunakan dalam jangka waktu lama dan tidak akan bosan dengan kreasi asesoris
yang kami tawarkan. Selain itu system bongkar pasang ini nantinya akan menjadi
modal karakter yang akan diingat pasar.

W-T Strategy adalah bagaimana perusahaan meminimalisir kelemahan yang dimiliki


untuk mengambil kesempatan yang ada.
Execution quality is high, mengapa? karena kami lebih mengutamakan dan
memprioritaskan sepatu berkualitas baik karena sangat sesuai dengan jonsep kami
yang nantinya akan sering dipakai. Kami juga akan menjaga kepercayaan client
yang telah menggunakan produk kami dengan mengagendakan acara-acara yang
akan menarik pasar. Karakter bongkar-pasang pada konsep barang sangat mudah
di igat pasar .

BAB III
ANALISA PASAR
3.1

Profil konsumen
Produk Shoessuka ini hadir di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

konsumen yang sering berubah-ubah. Namun selama ini belum ada sepatu yang
mampu mewadahi pola selera konsumen yang sering berubah-ubah. Sepatu ini hadir
dengan konsep yang baru di mana menyajikan sebuah sepatu sebagai kanvas media
para konsumen menuangkan kreasinya melalui aksesoris yang dapat diganti sesuai
selera. Produk Shoessuka hadir untuk para mahasiswi yang membutuhkan sepatu yang
praktis namun tetap fashionable. Karena tingginya mobilitas dan padatnya kegiatan,
mahasiswi cenderung memilih menggunakan sepatu yang praktis, nyaman dan
harganya terjangkau. Mengingat daya beli konsumen masih terpengaruh oleh daya
beli orang tuanya (bukan daya beli konsumen langsung).

3.2

Potensi dan segmentasi pasar


Pasar yang diincar oleh produk Shoessuka (mahasiswi) memiliki berbagai

potensi penjualan. Yang pertama adalah kebutuhan manusia akan gaya hidup (lifestyle). Banyaknya kegiatan mahasiswi di kampus akan semakin memicu seseorang
untuk menggunakan alas kaki yang praktis dan nyaman untuk media mobilitasnya.
Potensi kedua adalah keterjangkauan harga dari produk. Mahasiswi lebih
menyukai harga yang murah dengan kualitas yang sepadan (tidak terlalu buruk).
Sehingga produk ini akan mudah masuk pasar.
Potensi ketiga adalah kecenderungan mahasiswi untuk mencoba hal baru dan
mencoba sesuatu yang menarik. Sehingga brand baru dari Shoessuka tidak akan
menimbulkan suatu handicap, melainkan justru relatif menjadi kekuatan dari produk.
Ditambah dengan eksklusivitas desain dan warna yang menarik, maka tidak sulit bagi
produk ini untuk bersaing di pasar.
Sementara itu, pasar dari produk ini dibagi kedalam segmen utama,
yaitu mahasiswi dengan daya beli tingkat menengah. Selain itu tidak ada lagi segmen
yang signifikan diproyeksikan oleh produk ini.

3.3

Pesaing dan peluang pasar


Ancaman terbesar dari produk ini

adalah sudah mulai banyaknya produk

handmade shoes yang ada di pasar. Produk produk kompetitor ini bahkan sudah
mempunyai kepercayaan dan loyalitas tersendiri bagi pasarnya. Lebih

jauh lagi,

produk produk pesaing ini secara tidak langsung membuat segmen segmen pasar
yang terbentuk karena keberagaman harga dari produk produk pesaing tersebut.
Produk produk pesaing tersebut antara lain xxxxxx dan lain- lain.

3.4

Media promosi yang akan digunakan

Membuat sebuah promotion event (pameran)


Dalam promotion event ini, akan dibuat sebuah acara

yang

bertujuan untuk akselerasi pengenalan produk ini ke pasar. Isi dari


acara ini adalah rangkaian acara hiburan sederhana yang menampilkan
proses pembutan produk Shoessuka secara singkat yang disertai dengan
kuis dengan hadiah produk Shoessuka gratis.

Mouth to mouth
Sebagai produk yang baru dan belum memiliki brand yang besar. Hal ini
terbilang efektif karena kecepatan informasi yang tersebar cukup tinggi.

Internet
Menampilkan profil Shoessuka di media sosial (facebook, twitter
instagram) sehingga diketahui masyarakat luas khususnya mahasiswi
yang menjadi pasar utama produk ini.

3.5

Strategi pemasaran yang akan diterapkan


1)

Pengembangan produk
Pengembangan

produk

yang berlangsung

secara

kontinyu

dan

berkelanjutan. Dari periode ke periode akan dilakukan evaluasi terkait


pengembangan apa saja yang perlu dilakukan untuk penyesuaian
keinginan pasar terhadap produk. aspek tempat juga turut menjadi
pertimbangan utama kesuksesan produk ini. Tempat-tempat yang dirasa
akan memiliki potensi nilai penjualan terbanyak adalah tempat di mana
konsentrasi tertinggi segmen masyarakat berada, yaitu di kampus dan di
sekolah. Penjualan dapat memanfaatkan event-event yang diadakan

kampus maupun sekolah atau dengan cara yang lebih mobile yaitu
melalui kios yang dibuka dengan memanfaatkan bagasi mobil.
2)

Pengembangan wilayah pemasaran


Keberlanjutan usaha dalam jangka pendek dapat dilakukan dengan
pembuatan seasonal edition yang menawarkan aksesoris baru atau base
sepatu model baru (tidak hanya flat shoes). Hal ini bertujuan untuk
memfokuskan pemasaran pada awal beridirinya produk (produk masih
belum stabil). Kemudian interaksi dengan konsumen melalui posting tips
melalui media sosial dalam memadu-madankan aksesoris dengan
pakaian juga dilakukan untuk memberi masukan kepada konsumen
dalam memilih padu-padan aksesoris dengan pakaian yang dikenakan.
Dalam jangka panjang, pemasaran diperluas dengan membuka toko
nyata berupa gerai di pusat perbelanjaan Surabaya. Menciptakan inovasi
melalui workshop pembuatan aksesoris yang akan memberikan
pengalaman terjun langsung kepada para konsumen dalam membuat
sepatu miliknya sendiri. Langkah selanjutnya dalam jangka waktu
tertentu (diproyeksikan 3-6 bulan) produk akan mulai dijual di secara
online dan melalui store (toko) sehingga dapat semakin memperluas
jaringan pemasaran dengan membuka gerai-gerai cabang di kota-kota
besar di Indonesia.

BAB IV
ANALISA FINANSIAL
Analisa Finansial dilakukan dengan tujuan mengetahui kondisi keuangan perusahaan
selama berlangsungnya masa operasi perusahaan. Output dari analisa finansial ini adalah
sebuahhasil studi kelayakan usaha secara finansial.
4.1

HORIZON WAKTU PERENCANAAN

4.2

HARGA POKOK PRODUKSI

4.3

PERHITUNGAN PENDAPATAN

4.4

PERHITUNGAN NILAI INVESTASI

BAB V
PERSONALIA DAN JADWAL KEGIATAN
5.1

Personalia
Business plan ini terdiri 1 orang ketua tim dan 3 anggota tim. Di bawah ini

akan dijelaskan siapa-siapa yang terkait dengan business plan ini, berikut nama
mahasiswa sebagai berikut :
Ketua Tim dan Anggota

Ketua Tim
Nama : Deninta Gizka Zyahrina Widya
NRP

: 3211100xxx

Anggota I
Nama : Cahyaningrum Lathifa
NRP

: 3211100112

Anggota II
Nama : Sarah Inassari Santoso
NRP

: 3211100061

Anggota III
Nama : Anindhita Nurmala Putri
NRP

5.2

: 3211100009

Struktur organisasi
Dalam melakukan bisnis diperlukan adanya struktur organisasi yang jelas

untuk mengetahui peran dan tugas masing-masing dalam bisnis yang dijalankan serta
untuk menghindarkan kesalapahaman antar masing-masing anggota dalam bisnis.
Berikut struktur organisasi bisnis Shoessuka (Sepatu Suka-suka)

Gambar 5.1 Struktur Organisasi Shoessuka

Peran ketua adalah memberikan arahan kepada divisi marketing, produksi dan
manajemen serta bertanggungjawab atas berjalannya bisnis Shoessuka ini. Divisi
marketing berperan untuk memasarkan Shoessuka ke konsumen dan memasarkan
produk secara online melalui situs media sosial. Divisi produksi berperan dalam
proses produksi Shoessuka serta controlling dalam proses pembuatannya. Divisi
manajemen berperan dalam mengatur dan menyusun jadwal kegiatan bulanan bisnis
Shoessuka sehingga terjadi integrasi antara proses produksi dan marketing.
Diharapkan kerja sama antara ketua, divisi marketing dan divisi produksi serta
divisi manajemen akan berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

5.3

Jadwal kegiatan
Dalam menjalankan bisnis ini, diperlukan adanya perencanaan jadwal kegiatan

yang harus dilakukan sebagai penunjang keberhasilan produk Shoessuka di


segmentasi pasar yang dituju.
Berikut gambaran jadwal kegiatan yang akan dilakukan :
Bulan 1

Menangkap peluang lalu menentukan segmentasi pasar yang akan dituju


kemudian mengidentifikasi peluang yang ada dengan ide produk yang diusulkan.
Bulan 2

Mencari referensi (preseden) dari produk sejenis lalu membuat inovasi dan
karakteristik yang berbeda dengan kompetitor sehingga diharapkan produk yang
diusulkan akan mampu bertahan di segmentasi pasar yang dituju.

Bulan 3

Mulai menentukan partner untuk memulai proses produksi produk Shoessuka.


Menentukan bahan yang akan digunakan, memulai proses desain sehingga kualitas
produk Shoessuka di pemasaran perdana akan berkualitas.
Bulan 4
Strategi

:
pemasaran

produk

shoessuka

dimulai

dengan

mengikuti

event/pameran yang ada di surabaya. Kemudian mouth to mouth promotion yang


selanjutnya pemasaran melalui media sosial.
Bulan 5

Menghitung laba-rugi dari proses produksi pertama produk shoessuka.


Sehingga di masa yang akan datang akan lebih bisa meminimalisasikan rugi dan
mendapatkan banyak keuntungan.
Bulan 6

Melakukan cross-check keuangan dan jika mempertimbangkan untuk


membuka gerai (store) yang bertujuan untuk lebih dekat dengan konsumen dan
sebagai langkah awal mengembangkan bisnis ke level yang lebih tinggi.