Anda di halaman 1dari 1

HUBUNGAN KEBIASAAN MENDENGKUR SAAT TIDUR

TERHADAP MALOKLUSI PADA ANAK USIA 10-15 TAHUN


KARIMAH
Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

ABSTRAK
Latar belakang: Mendengkur terjadi akibat adanya obstruksi jalan napas yang memicu
perubahan pada pola pernapasan. Perubahan pola pernapasan yang terjadi pada anak selama
periode pertumbuhan dapat menganggu perkembangan tulang wajah serta oklusi gigi akibat
adanya ketidakseimbangan otot-otot di sekitar wajah dan terhambatnya hormon pertumbuhan
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anak yang mengalami
kebiasaan mendengkur saat tidur dengan maloklusi pada anak.Metode: Penelitian potong
lintang ini dilakukan pada 60 subjek yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kebisaan
mendengkur dan kontrol. Kelompok kebiasaan mendengkur dibagi menjadi 3 kategori
berdasarkan durasi yaitu durasi singkat (2-4 tahun), durasi sedang 4-6 tahun) dan lama >6
tahun). Maloklusi diukur dengan pemeriksaan intra oral dan pencetakan model studi.
Hubungan kebiasaan mendengkur dan maloklusi dianalisis menggunakan analisis univariat
dan bivariat dengan uji kolomogorov smirnov (p<0,05). Hasil: Maloklusi klas 2 dan klas 3
lebih banyak dijumpai pada anak dengan kebiasaan mendengkur dibandingkan kelompok
kontrol. Meningkatnya durasi kebiasaan mendengkur disertai dengan meningkatnya kejadian
maloklusi klas 2 dan klas 3 serta disertai menurunnya kejadian maloklusi klas 1.Hasil uji
Kolmogorov smirnov didapatkan nilai probabilitas 0,016 (p<0,05) Kesimpulan: Dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebisaan mendengkur saat tidur
terhadap maloklusi pada anak .
Kata kunci: habitual snoring, malocclusion.