Anda di halaman 1dari 13

ASSIGNMENT 5

PERPINDAHAN MASSA-01

Oleh :
Pangiastika Putri Wulandari/NPM 1306370493

Departemen Teknik Kimia


Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
Depok, 2015

ASSIGNMENT 5
A mixture of feed containing 35% mol methanol (A), 40% ethanol (B) and 25% mol 1butanol (C) is to be fractionated so that the distillate contains only 2,5% mole of ethanol
and the bottom product contains only 1% mole of methanol. The column will operate at 1
atm with 60 percent vaporized feed. (a) Calculate the minimum number of tray needed. (b)
Estimate the number of ideal plates required if the reflux ratio is 1.5R Dm. (c) Compare your
result with Hysys program. (Boiling Point of methanol at 1 atm = 64,62 oC, ethanol = 78,3
o

C, and 1-buthanol = 117,46oC)

Answer :
a. Calculate the minimum number of tray needed
Diketahui :
Basis dari feed = 100 mol/h feed
Heptana 35% = 0,35 x 100 mol/h feed = 35 mol/h feed
Oktana 40% = 0,40 x 100 mol/h feed = 40 mol/h feed
Dekana 25 % = 0,25 x 100 mol/h feed = 25 mol/h feed
Distilat
Residu

: 0,025 mol ethanol


: 0,01 mol methanol

Menentukan komponen light key dan heavy key


Komponen yang menjadi light key merupakan komponen yang ringan yang masih
mempunyai komposisi yang tidak terlalu kecil di produk bawah. Sedangkan
komponen heavy key adalah komponen yang berat yang komposisinya tidak terlalu
kecil di distilat atau produk atas. Untuk penyelesaian soal ini pemilihan light key dan
heavy key dapat dibuktikan dengan menggunakan persamaan Shiras
Komponen light key
: Methanol
Komponen heavy key
: Ethanol

Menentukan laju alir di Distilat dan di Residu


Untuk menghitung laju alir maka terlebih dahulu kita harus menyelesaikan neraca mol
total dan neraca mol komponen. Karena heavy key pada soal ini adalah ethanol maka
fraksi 1-buthanol di distilat dianggap nol atau tidak terdapat lagi 1-buthanol pada
distilat. Dengan demikian dapat diketahui fraksi methanol di distilat
x D , A + x D , B=1
x D , A =1x D ,B
x D , A =10, 025
x D , A =0,975

Neraca mol komponen A (methanol)


F=D+B
100=D+ B

B=100D
F x F , A =D x D , A +Bx B , A
100 0,35=0,975 D+ (100D ) 0,01
35=0 ,975 D+10, 01 D
D=35,233 mol /h

B=100D
B=10035,233mol /h

B=64,767 mol /h

Menentukan komposisi di Distilat (D)


D=35,233 mol /h
Komponen A (methanol)
x D , A =10, 025=0,975
mol=0,975 35,233=34,352mol

Komponen B (ethanol)
x D , B =0,025
mol=0,025 35,233=0,881mol
Komponen C (1-buthanol)
x D , C =0
mol=0 35,233=0 mol

Menentukan komposisi di Produk Bawah (Bottom)


B=64,767 mol /h
Komponen A (methanol)
x B , A =0, 01
mol=0, 01 64,767=0,064767 mol

Komponen B (ethanol)
F x F ,B =D x D , B + Bx B , B
100 0,40=(35,233 0 , 02 5)+ ( 64,767 x B . B )
x B , B=0 ,604
mol=0,604 64,767=39,119 mol
Komponen C (1-buthanol)
F x F .C =D x D . C +Bx B . C
100 0, 25=(35,233 0)+ ( 64,767 x B ,C )
x B .C =0,386
mol=0,386 64,767=25 mol

Semua hasil yang diperoleh tersebut dimasukkan dalam tabel berikut ini :

Komponen
Methanol (A)
Ethanol (B)
1-Buthanol (C)

Feed

Distilat

Bottom Product

F = 100 mol/h
zF
mol
0,35
35
0,40
40
0,25
25

D = 35,233 mol/h
xD
mol
0,975
34,352
0,025
0,881
0
0

B = 64,767 mol/h
xB
mol
0,01
0,64767
0,604
39,119
0,386
25

Menentukan Suhu Operasi


Suhu operasi dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan dibawah ini
Ne

Ne

Fi
x Bi=1= f ( K 1
) +1
i=1

i=1

dengan f = fraksi uap di dalam feed, yaitu 0,6


xB di dalam persamaan diatas merupakan fraksi pada produk bawah.
Suhu operasi dicari dengan menggunakan bantuan goal seek dari Microsoft Excel
seperti berikut.
Komponen

Boiling Point
pada 1 atm
(oC)

Methanol

64,62

8,0724

1574,99

238,87

Ethanol

78,3

8,2133

1652,05

231,48

1-Buthanol

117,46

7,4768

1362,39

178,73

Konstanta Antoine

T
84,670

P total (atm)
1

f
0,6

Komponen
Methanol
Ethanol
1-Buthanol

xF
0,35
0,4
0,25

xD
0,975
0,025
0

P (atm)
2,10666
1,27927
0,26525

K atau m
2,10666
1,27927
0,26525
Total

xBi
0,21034
0,34259
0,44710
1,00004

Jadi suhu operasi sebesar 84,67C

Menentukan Suhu di Distilat dan Produk Bawah


Suhu di distilat dihitung untuk mempermudah dalam perhitungan nilai alfa rata-rata
yang akan digunakan dalam perhitungan tray. Untuk mencari suhu di ditilat juga
menggunakan goal seek, sehingga didapatkan nilai berikut
T
64,881
Kompone
n
Methanol
Ethanol
1-Buthanol

P total
(atm)
1

f
0,6

Konstanta Antoine
A
B
C
8,0724
1574,99
238,87
8,2133
1652,05
231,48
7,4768
1362,39
178,73

P (atm)

K atau m

xF

1,01497
0,57285
0,10081

1,01497
0,57285
0,10081

0,975
0,025
0
Total

0,96632
0,03362
0,00000
0,99993

Maka suhu di distilat adalah 64,881C


Untuk mencari suhu di produk bawah dapat dilihat dari komposisi produk bawah itu
sendiri yaitu 1% methanol, 60,4 % ethanol, dan 38,6% 1-buthanol. Dengan
menggunakan goal seek maka dapat diketahui suhu di produk bawah yaitu
T
94,775
Komponen

P total (atm)
1

f
0,6

Konstanta Antoine
A
B
C

P (atm)

K atau m

xF

Methanol

8,0724

Ethanol

8,2133

1-Buthanol

7,4768

1574,9
9
1652,0
5
1362,3
9

238,87

2,95817

2,95817

0,01

0,00460

231,48

1,85696

1,85696

0,604

0,39890

178,73

0,41186

0,41186

0,386

0,59649

Total

0,99999

Maka suhu di produk bawah adalah 94,775C

Menentukan jumlah tray minimum menggunakan persamaan Fenske


Persamaan Fenske
x
x
ln i , D / J , D
x i , B x J ,B
N m +1=
ln i ,J

[( ) ( )]

Dimana,
lk , hk = lk ,hk =

mlk 2,10666

=1,646767
mhk 1,27927

sehingga:
ln
N m +1=

ln i ,J
ln

N m +1=

[( ) ( )]
xi , D xJ , D
/
x i , B x J ,B

[( ) ( )]
0,975 0, 02 5
/
0, 01
0,604
ln 1,646767

N m=15,5661=14,566 15
Jadi jumlah tray minimum yang dibutuhkan untuk melakukan distilasi pada reflux tak
terhingga (infinite reflux) adalah 15 tray. Untuk menghitung tray minimum juga dapat
menggunakan alfa rata-rata yakni dengan cara menghubungkan alfa LK/HK dengan
suhu feed, distilat dan produk bawah dengan persamaan berikut.
x
x
ln i , D / J , D
x i , B x J ,B
N m +1=
ln i ,J

[( ) ( )]

Dimana,
3
i, J = Dij Fij Bij =1,668868

Fij =

mLK 2,10666
=
=1,646767
mHk 1,27927

Dij =

mLK 1,01497
=
=1,77179
mHK 0,57285

Bij =

m LK 2,95817
=
=1,59302
mHK 1,85696

Sehingga
ln
N m +1=

ln i ,J
ln

N m +1=

[( ) ( )]
xi , D xJ , D
/
x i , B x J ,B

[( ) ( )]
0,975 0, 02 5
/
0, 01
0,604
ln 1,668868

N m=1 5,1611=14,161 1 5
Jumlah tray minimum yang dibutuhkan untuk melakukan distilasi pada reflux tak
terhingga (infinite reflux) adalah 15 tray.
b. Estimate the number of ideal plates required if the reflux ratio is 1.5RDm
Menghitung nilai
merupakan akar koreksi dari persamaan Underwood yang harus diperoleh sebelum
mendapatkan nilai RDm.
1q=

i x Fi
i

Tabel nilai alfa


Konstanta Antoine

Kompone
n

Methanol

8,0724

1574,99

Ethanol

8,2133

1-Buthanol

7,4768

P (atm)

K atau m

(alfa)

238,87

2,10666

2,10666

1,646767

1652,05

231,48

1,27927

1,27927

1362,39

178,73

0,26525

0,26525

0,207345

Karena feed adalah campuran uap-cair dengan komposisi uap 0,6, maka q = 0,4.
Perhitungan menggunakan rumus persamaan Underwood untuk feed yaitu :
x

iFi =1 q
i

iFi =1 0, 4
i

iFi =0, 6
i

Dengan menggunakan goal seek pada Microsoft Excel maka didapatkan nilai yang
memenuhi persamaan
x

iFi =0 , 6
i

Untuk memilih nilai


nilai

yang akan digunakan, kita mempunyai persyaratan bahwa

harus berada antara nilai komponen light key dan nilai komponen

heavy key.

(teta)

1,334085714

(alfa)

i x Fi
i

Komponen

xF

Methanol

0,35

1,64677

1,84327194

Ethanol

0,4

-1,1972975

1-Buthanol

0,25

0,207349

-0,0460066

Total

0,59996781

Nilai

yang didapatkan adalah 1,3341.

Mencari nilai RDm dari persamaan Underwood


Persamaan Underwood untuk dsitilat
x
R Dm+1= i Di
i
R Dm+1=

1,64677 0,975 1 0, 025


+
1,646771,3341 11,3341

R Dm+1=5,06

R Dm=4,06

Menghitung RD yang nilainya 1,5 RDm


R D=1, 5 R Dm
R D=1, 5 4,06
R D=6,09

R D R Dm 6,094,06
=
=0,2863
R D +1
6,09+1

Menggunakan hubungan R dengan N serta dengan Gilliland Correlation


Gilliland Correlation

Berdasarkan

grafik

N N min
=0,43
N +1

Menghitung nilai N
N N min
=0, 43
N +1

diatasi

untuk

R D R Dm
=0 ,2863 ,
R D +1

maka

diperoleh

N 15 ,161
=0, 43
N +1
N15 , 161=0,44 N + 0 , 43
N=26,073

N=26,073 stages

c. Compare your result with Hysys program.


Setelah seluruh perhitungan selesai makan kita perlu membandingkannya dengam hasil
yang ditampilkan oleh program Hysys. Pertama, kita memasukkan data zat yang
digunakan (methanol, ethanol, dan 1-buthanol) dan persamaan yang dipakai (persamaan
Antoine). Kedua, kita menginput nilai fraksi uap dalam feed (0,6), tekanan feed (1 atm),
laju alir mol feed (100 mol/h), dan komposisi feed (methanol 0,35, ethanol 0,40, dan 1buthanol 0,25). Ketiga, kita menginput zat yang menjadi komponen light key yaitu
methanol dengan komposisinya di residu sebesar 0,01 dan komponen heavy key yaitu
ethanol dengan komposisinya di distilat sebesar 0,025. Keempat, kita memasukkan
tekanan kondenser dan reboiler (nilai tekanan bebas namun tekanan reboiler harus lebih
besar dari tekanan kondenser), serta rasio reflux eksternal. Akhirnya, kita akan
memperoleh nilai reflux minimum, jumlah tray minimum, dan jumlah tray ideal. Berikut
adalah proses input dan output yang keluar pada Hysys.

Perbandingan Hasil

Minimum Ratio Reflux


Jumlah tray minimum
(termasuk reboiler)
Jumlah tray ideal ketika R = 1.5RDm
(termasuk reboiler)

Hasil Perhitungan

Hasil Hysys

4,06

3,973

15,161

15,244

26,073

25,293

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh dari hasil
perhitungan memiliki angka yang mendekati dengan hasil Hysis. Adanya perbedaan
mungkin disebabkan oleh faktorr pembulatan dan ketelitian saat melakukan perhitungan.
Pada program Hysys, perhitungan otomatis yang dilakukan program tersebut juga
didasarkan pada metode Shortcut FUG (Fenske-Underwood-Gilliland), sama seperti
perhitungan manual yang dilakukan. Kunci untuk dapat memperoleh hasil yang akurat
pada program Hysys adalah ketepatan dalam memilih komponen light key dan heavy key.
Karena pemilihan yang dilakukan tepat, maka hasil yang diperoleh pun hampir akurat.