Anda di halaman 1dari 18

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik?

May 25, 2016 No Comments

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik? Biaya overhead pabrik (manufacturing
overhead costs) adalah biaya produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya
tenaga kerja langsung. Apabila suatu perusahaan juga memiliki departemen-departemen lain selain
departemen produksi maka semua biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut (termasuk
biaya tenaga kerjanya) dikategorikan sebagai biaya overhead pabrik.
Untuk bisa menghitung biaya overhead pabrik, terdapat tahap-tahap yang harus dilakukan oleh
perusahaan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik
Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik didasarkan pada volume kegiatan yang akan
dilaksanakan di masa depan.
2. Memilih dan menaksir dasar pembebanan biaya overhead pabrik
Dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, dapat dipilih berdasarkan satuan produk,
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, jam tenaga kerja langsung, jam mesin. Sementara
itu faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembebanan biaya overhead pabrik antara lain:
1. Memperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam departemen
produksi
2. Memperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan hubungannya
dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.
3. Menghitung tarif biaya overhead pabrik yang dapat dilakukan dengan rumus:

Mengapa Kerajaan Banten Menjadi Kuat di Bidang


Perdagangan?
October 31, 2016 No Comments

Mengapa Kerajaan Banten Menjadi Kuat di Bidang Perdagangan? Dalam meletakan


dasar pembangunan ekonomi Banten, selain di bidang perdagangan untuk daerah pesisir, pada
kawasan pedalaman pembukaan sawah mulai diperkenalkan.
Asumsi ini berkembang karena pada waktu itu di beberapa kawasan pedalaman seperti Lebak,
perekonomian masyarakatnya ditopang oleh kegiatan perladangan, sebagaimana penafsiran dari
naskah sanghyang siksakanda ng karesian yg menceritakan adanya istilah pahuma (peladang),
panggerek (pemburu) & panyadap (penyadap).
Ketiga istilah ini jelas lebih kepada sistem ladang, begitu juga dengan nama peralatanya seperti
kujang, patik, baliung, kored & sadap. Pada masa Sultan Ageng antara 1663 & 1667 pekerjaan
pengairan besar dilakukan untuk mengembangkan pertanian.
Antara 30 & 40 km kanal baru dibangun dengan menggunakan tenaga sebanyak 16 000 orang.
Di sepanjang kanal tersebut, antara 30 & 40 000 ribu hektar sawah baru & ribuan hektar
perkebunan kelapa ditanam. 30 000-an petani ditempatkan di atas tanah tersebut, termasuk orang
Bugis & Makasar.
Perkebunan tebu, yang didatangkan saudagar Cina pada tahun 1620-an, dikembangkan. Di
bawah Sultan Ageng, perkembangan penduduk Banten meningkat signifikan. Tak dapat
dipungkiri sampai pada tahun 1678, Banten telah menjadi kota metropolitan, dengan jumlah
penduduk & kekayaan yg dimilikinya menjadikan Banten sebagai salah satu kota terbesar di
dunia pada masa tersebut.

PENGERTIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


Ketika

mengatur

anggaran

keuangan

tiap

bulan,

pernahkah

Anda

menyisihkan sedikit uang untuk mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran


tidak terduga? Jika Anda pernah melakukannya, maka Anda adalah tipe
orang yang selalu sedia payung sebelum hujan.
Saat ini mulai banyak orang yang mengatur anggaran keuangannya dengan
sangat detail. Mereka biasanya telah membagi keuangan mereka ke dalam
kategori-kategori pengeluaran yang rutin mereka lakukan setiap bulan.
Misalnya saja, anggaran untuk makan, bensin, hingga anggaran untuk cicilan
rumah atau mobil. Sayangnya, belum banyak orang yang memasukkan
kategori

pengeluaran

tidak

terduga

dalam

anggarannya.

Padahal,

menganggarkan biaya tidak terduga dalam keuangan merupakan hal yang


penting sebagai upaya menjaga kondisi keuangan Anda agar tetap stabil.
Persiapan anggaran pengeluaran tidak terduga tidak hanya penting untuk
dilakukan dalam penyusunan anggaran rumah tangga, namun penting pula
untuk dilakukan oleh perusahaan. Istilah yang tepat untuk menyebut
pengeluaran-pengeluaran tidak terduga sebuah perusahaan adalah biaya
overhead pabrik.
Biaya overhead pabrik (manufacturing overhead costs) adalah biaya
produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya tenaga
kerja langsung. Apabila suatu perusahaan juga memiliki departemendepartemen lain selain departemen produksi maka semua biaya yang terjadi
di departemen pembantu tersebut (termasuk biaya tenaga kerjanya)
dikategorikan sebagai biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik
biasanya muncul dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk pemakaian

bahan tambahan, biaya tenaga kerja tak langsung, pengawasan mesin


produksi, pajak, asuransi, hingga fasilitas-fasilitas tambahan yang diperlukan
dalam proses produksi.
PENGGOLONGAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Sebelum menentukan anggaran biaya overhead pabrik, kita harus bisa
menggolongkan biaya overhead pabrik terlebih dahulu. Dengan adanya
penggolongan, kita akan lebih mudah dalam menentukan seberapa besar
anggaran yang perlu disisihkan sebagai anggaran biaya overhead pabrik
sesuai dengan usaha di perusahaan kita. Biaya overhead pabrik dapat
digolongkan ke dalam tiga kriteria, yakni:
1. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya
Berdasarkan sifatnya, biaya overhead pabrik dapat dibagi menjadi:
a. Biaya bahan penolong
Bahan penolong yang dimaksud dalam hal ini adalah bahan yang tidak
menjadi bagian dari hasil produksi atau bahan yang nilainya relatif kecil
dibandingkan harga keseluruhan produk.
b. Biaya tenaga kerja tak langsung
Tenaga kerja tak langsung yang dimaksud dalam biaya overhead pabrik
adalah tenaga kerja perusahaan yang upahnya tidak dapat diperhitungkan
secara langsung kepada produk.
c. Biaya reparasi dan pemeliharaan
Biaya reparasi dan pemeliharaan yang dimaksud dalam biaya overhead
pabrik adalah biaya suku cadang (spareparts), biaya bahan habis pakai

(factory supplies), dan harga jasa yang perlu dikeluarkan perusahaan untuk
keperluan perbaikan dan pemeliharaan mesin produksi, kendaraan, dan alatalat perusahaan lainnya.
2. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut
hubungan dengan perubahan volume produksi.

perilakunya

dalam

Penggolongan biaya overhead pabrik yang selanjutnya dibagi berdasarkan


perilakunya dalam hubungan dengan perubahan volume produksi. Perilaku
biaya overhead pabrik ini dapat dibagi menjadi tiga golongan:
a. Biaya overhead pabrik tetap, yakni biaya overhead pabrik yang tidak
berubah meskipun terjadi perubahan dalam volume produksi.
b. Biaya overhead pabrik variabel, yakni biaya overhead pabrik yang
berubah sebanding dengan perubahan volume produksi.
c. Biaya overhead pabrik semivariabel, yakni biaya overhead pabrik yang
berubah namun tidak sebanding dengan perubahan volume produksi. Untuk
memudahkan penentuan tarif biaya overhead pabrik, biasanya biaya
overhead pabrik semivariabel akan dipecah menjadi dua unsur yakni biaya
tetap dan biaya variabel.
3. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan
departemen.
Selain departemen produksi, sebuah perusahaan pasti memiliki departemen
lain

yang

dikategorikan

sebagai

departemen

pembantu.

Berdasarkan

hubungannya dengan departemen-departemen yang ada dalam perusahaan,


biaya overhead pabrik dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Biaya overhead pabrik langsung departemen (direct departemental
overhead expenses), yakni biaya overhead pabrik yang ada dalam sebuah

departemen dan manfaatnya hanya dapat dinikmati oleh departemen


tersebut.
b. Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen (indirect departemental
overhead expenses), yakni biaya overhead pabrik yang manfaatnya dapat
dinikmati oleh lebih dari satu departemen.

ILUSTRASI BIAYA OVERHEAD PABRIK (SAMUEL/UCEO)

METODE PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK


Untuk

menentukan

tarif

biaya

overhead

pabrik,

perusahaan

perlu

memperhatikan jumlah tarif biaya overhead pabrik yang akan digunakan.


Terdapat

tiga

alternatif

yang

dapat

perusahaan

digunakan

untuk

menentukan tarif biaya overhead pabrik, yaitu:


1. Plantwide Rate / Tarif Tunggal
Perusahaan

hanya

menggunakan

tarif

biaya

overhead

pabrik

untuk

pembebanan biaya overhead pabrik ke pesanan maupun produknya dari


awal sampai akhir proses.
2. Departemental Rate / Tarif Departementalisasi
Perusahaan menetapkan tarif biaya overhead pabrik untuk setiap tahapan
atau departemen produksi yang ada di perusahaan. Jumlah tarif biaya
overhead pabrik tergantung dari tahapan atau departemen produksi yang
ada.
3. Activity Rate / Tarif Setiap Aktivitas

Perusahaan menetapkan tarif biaya overhead pabrik untuk setiap aktivitas


yang terjadi dalam pembuatan produknya. Cara ini dikenal dengan Activity
Based Costing (ABC).
MENGHITUNG BIAYA OVERHEAD PABRIK
Untuk bisa menghitung biaya overhead pabrik, terdapat tahap-tahap yang
harus dilakukan oleh perusahaan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik
Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik didasarkan pada volume
kegiatan yang akan dilaksanakan di masa depan.
2. Memilih dan menaksir dasar pembebanan biaya overhead pabrik
Dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, dapat dipilih
berdasarkan satuan produk, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
jam tenaga kerja langsung, jam mesin. Sementara itu faktor-faktor yang
harus dipertimbangkan dalam pembebanan biaya overhead pabrik antara
lain:
a. Memperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya
dalam departemen produksi
b. Memperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut
dan hubungannya dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.
c. Menghitung tarif biaya overhead pabrik yang dapat dilakukan dengan
rumus:

BERBAGAI RUMUS TAMBAHAN PENGHITUNGAN BIAYA OVERHEAD


PABRIK
Selain rumus di atas, biaya overhead pabrik juga dapat dihitung berdasarkan
jenis perusahaan. Macam-macam penghitungan dasar pembebanan biaya
overhead pabrik kepada produk antara lain:
a. Jumlah satuan produk
Metode ini langsung membebankan biaya overhead pabrik kepada produk
dan lebih cocok digunakan dalam perusahaan yang hanya memproduksi satu
jenis produk. Beban biaya overhead pabrik untuk setiap produk dihitung
dengan rumus:

b. Biaya bahan baku


Apabila harga pokok bahan baku sebagai dasar pembebanan, maka tarif
biaya overhead pabrik dapat dihitung dengan rumus:

Sebagai catatan, semakun besar biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk
mengolah produk, maka semakin besar pula biaya overhead pabrik yang
dibebankan kepada produk. Metode ini terbatas penggunaannya karena
adanya kemungkinan sebuah produk dibuat dari bahan baku dengan harga
yang mahal, sementara produk lain dibuat dari bahan yang lebih murah.
Dalam kasus seperti ini, jika pengerjaan kedua produk sama, maka produk
pertama akan menerima beban biaya overhead pabrik yang lebih tinggi
dibandingkan dengan produk yang kedua.
c. Biaya tenaga kerja
Apabila sebagian besar elemen biaya overhead pabrik mempunyai hubungan
yang erat dengan jumlah upah tenaga kerja langsung, maka dasar yang

dipakai untuk membebankan biaya overhead pabrik adalah biaya tenaga


kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

Penting sebagai catatan, metode ini memiliki kelemahan karena biaya


overhead pabrik harus dilihat sebagai tambahan nilai produk. Jumlah biaya
tenaga kerja langsung juga dianggap meliputi upah tenaga kerja dari
berbagai tingkatan yang ada dalam perusahaan.
d. Jam tenaga kerja langsung
Apabila biaya overhead pabrik mempunyai hubungan erat dengan waktu
untuk membuat produk, maka dasar yang dipakai untuk membebankan
adalah jam tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung
dengan rumus:

e. Jam mesin
Apabila biaya overhead pabrik bervariasi dengan waktu penggunaan mesin
maka dasar yang dipakai membebankan adalah jam mesin. Tarif biaya
overhead pabrik dihitung dengan rumus:

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya merupakan hal yang diidamkan oleh
banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha menjadi sukses bukanlah hal yang
mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang perlu direncanakan dengan baik
dan secara terperinci sehingga terbentuk model bisnis yang menjanjikan
keuntungan.

Dengan mengikuti pembelajaran mengenai BMC ini, diharapkan UC-Onliners dapat


memahami kegunaan model bisnis yang baik, bagaimanakah cara membuatnya,
serta dapat mempraktekkan secara langsung untuk digunakan dalam menjalankan
bisnisnya

PT. BIRU LAUT membebankan biaya overhead pada produk dengan tarif yang telah
ditentukan di muka. Berikut ini budget dan realisasi dari biaya overhead pabrik dalam
tahun 1997.

Diminta :
1.

Berapakah BOP Tetap dan Variabel yang dianggarkan dan yang direalisasikan.

2.

Hitung Tarif BOP Tetap maupun Variabel berdasarkan :

3.

A.

Jam mesin (Rp.) pada kapasitas mesin 75.000 jam mesin.

B.

Biaya bahan baku (%).

C.

Jam kerja langsung (Rp.) pada kapasitas 60.000 jam kerja langsung.

D.

Unit produksi (Rp.) pada kapasitas produksi 750.000 unit.

E.

Biaya tenaga kerja langsung (%).


Menganalisa selisih BOP, jika realisasi kapasitas yang dicapai 70.000 jam mesin.

JAWABAN KASUS 1 :
1.
BOP Tetap

Dianggarkan
Rp. 8.625.000,-

Direalisasikan

Rp. 8.775.000,-

BOP Variabel
2.

Rp. 9.375.000,-

Rp. 9.300.000,-

a) Tarif BOP Tetap = Rp. 8.625.000,- / 75.000 = Rp. 115,-

Tarif BOP Tetap = Rp. 9.375.000,- / 75.000 = Rp. 125,b) Tarif BOP Tetap = (8.625.000,- / 15.000.000) x 100 % = 57,5 %
Tarif BOP Tetap = (Rp. 9.375.000,- / 15.000.000) x 100 % = 62,5 %
c) Tarif BOP Tetap = 8.625.000,- / 60.000 = Rp. 143,75
Tarif BOP Tetap = Rp. 9.375.000,- / 60.000 = Rp. 156,25
d) Tarif BOP Tetap = 8.625.000,- / 750.000 = Rp. 11,50
Tarif BOP Tetap = Rp. 9.375.000,- / 750.000 = Rp. 12,50
e) Tarif BOP Tetap = (8.625.000,- / 13.000.000) x 100 % = 66,35 %
Tarif BOP Tetap = (Rp. 9.375.000,- / 13.000.000) x 100 % = 72,12 %
3.

KASUS 2
Pihak akuntan diminta oleh pihak manajemen PT. WEKA dalam menghitung tarif biaya
overhead pabrik yang didasarkan pada berbagai macam kapasitas. Di bawah ini adalah
data yang digunakan untuk perhitungan tarif BOP :

Diminta :
1.

Hitunglah tarif biaya overhead apbrik pada masing-masing tingkat kapasitas.

2.

Jika jam sesungguhnya dan biaya overhead pabrik sesungguhnya sama dengan
estimasi pada kapasitas yang sesungguhnya diharapkan, berapakah jumlah
pembebanan (Lebih atau Kurang) biaya overhead pabrik pada tingkat kapasitas :
A.

Penjualan Rata-rata.

B.

Kapasitas Normal.

C.

Kapasitas Praktis.

JAWABAN KASUS 2 :
1. Perhitungan Tarif BOP

2. Perhitungan pembebanan Lebih atau Kurang biaya overhead pabrik :

KASUS 3
Pihak manajemen PT. SARI BAKTI UTAMA menetapkan tarif biaya overhead pabrik
Rp. 100,- setiap satu kwintal produksi. Jika dalam satu bulan perusahaan
menghasilkan 2.500 kwintal, maka anggaran biaya overhead pabrik sebesar Rp.
410.000,- . Pada saat produksi mencapai 7.500 kwintal, maka anggaran biaya
overhead pabrik sebesar Rp. 710.000,- . Pada bulan April 1997 lalu, perusahaan
menghasilkan produk sebanyak 6.000 kwintal, sehingga biaya overhead pabrik yang
dikeluarkan sebesar Rp. 550.000,Diminta :
1.

Tarif Biaya Overhead Pabrik Variabel.

2.

Anggaran Biaya Overhead Pabrik Tetap.

3.

Kapasitas Normal.

4.

Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan pada bulan April 1997.

5.

Selisih Biaya Overhead Pabrik pada bulan April 1997, yang dirinci menjadi :
A.

Selisih Anggaran.

B.

Selisih Kapasitas.

JAWABAN KASUS 3 :

4.

Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan pada bulan April 1997 :

Kapasitas sesungguhnya pada bulan April 1997 = 6.000 kwt


BOP dibebankan pada bulan April 1997 = 6.000 kwt x Rp. 100,- = Rp. 600.000,-

Untuk Lebih Jelasnya Silakan Unduh File Nya Disini > SOAL ANALIS

Strategi Rekrutmen Karyawan Untuk Mendapatkan SDM Terbaik


Rekrutmen merupakan serangkaian kegiatan dengan tujuan utama untuk mencari
dan memikat para pelamar pekerjaan dengan memberikan mereka motivasi untuk
bisa memperlihatkan kemampuan dan pengetahuan mereka demi menutupi
kekurangan posisi yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian dalam
sebuah perusahaan ataupun suatu instansi.
Menurut Schermerhorn, rekrutmen sendiri merupakan serangkaian proses untuk
penarikan sekelompok kandidat guna mengisi posisi yang lowong dalam sebuah
perusahaan ataupun instansi.
Proses perekrutan yang efektif akan mampu mampu menghadirkan sumber daya
manusia terbaik dan mampu menarik perhatian dari orang-orang yang punya
kemampuan dan keterampilannya khusus untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan
yang butuhkan.
Cara menentukan kualifikasi pelamar
Dalam proses pertama untuk mendapatkan calon pekerja yang efektif dan sesuai
dengan kualifikasi yang dibutuhkan, sebuah perusahaan atau instansi akan
menghadapi beberapa proses, dari mulai menentukan kualifikasi pelamar sampai
akhirnya pelamar tersebut akan diangkat menjadi karyawan dalam perusahaan
anda.
Tujuan utama dari rekrutmen sendiri sebenarnya bukan hanya untuk menghasilkan
sejumlah orang tertentu saja, ternyata tujuan rekrutmen juga harusnya mampu
untuk memikat para pelamar yang kompeten bagi perusahaan atau instansi tersebut
dengan mengacu kepada kemampuan atau ability, kecocokan antara persyaratan
pekerjaan dengan pengetahuan dan motifasi yang merujuk kepada kecocokan
antara karakteristik pekerjaan dengan kepribadian si pelamar.
Untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai, sangat dibutuhkan strategi
rekrutmen karyawan yang tepat dan efektif, jangan sampai proses rekrutmen
karyawan ini hanya jadi ajang membuang-buang waktu, uang dan tenaga tanpa
menghasilkan apa yang perusahaan atau instansi butuhkan. Strategi
rekrutmensendiri terbagi dalam beberapa tahap, diantaranya adalah.
Perencanaan rekrutmen
Proses rekrutmen yang paling awal akan bermula dari menentukan spesifikasi yang
jelas dari kebutuhan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau instansi,
baik itu berdasarkan jumlah, tingkat keahlian, tingkat pendidikan dan tenggang
waktu untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

Download Kumpulan SOP Lengkap


Bagian SDM, Katalog KPI Lengkap
Semua Fungsi dan Tabel SALARY
GRADE disini
Setelah itu ditentukan, strategi rekrutmen karyawan berikutnya adalah dengan
memproyeksikan daftar untuk mencapai tujuan akhir terbaik berdasarkan prediksi
kekosongan jabatan atau posisi (kebutuhan).
Dalam hal perencanaan perekrutan ini, perusahaan tersebut haruslah
mempersiapkan segala hal yang akan menunjang proses perekrutan supaya
berjalan maksimal. Dalam proses perencanaan rekrutmen tersebut, departemen HR
harus sudah mempersiapkan segalanya, dari mulai kualifikasi pelamar, posisi yang
diproyeksikan, jumlah kebutuhan dan hal lainnya.
Dimana tempat merekrut
Untuk mendapatkan karyawan yang memiliki kualifikasi terbaik, perusahaan atau
instansi tersebut harus mencari kandidat di dalam wilayah yang diprediksi penuh
dengan calon kandidat potensial. Walaupun pasar tenaga kerja lokal merupakan
tempat terbaik untuk memulai upaya perekrutan, akan tetapi jangan lupakan juga
perekrutan regional ataupun nasional yang bisa saja dilakukan untuk beberapa
posisi tertentu. Bahkan kalau benar-benar dibutuhkan, pencarian kandidat secara
Internasional bisa dilakukan.
Posisi masuk
Salah satu keputusan dalam strategi rekrutmen karyawan lainya adalah mengetahui
dimana posisi masuk pertama kali atau entry level yang seharusnya didalam hierarki
organisasional.
Perlu diketahui kalau posisi entry level yang pertama biasanya akan ada di lapisan
bawah sekali dari sebuah perusahaan atau instansi, misalnya saja seperti posisi
produksi atau bagian operasi. Setelah itu, masuk kedalam posisi entry level kedua
yang terpusat pada arah manajemen yang lebih rendah lagi dan posisi lainnya.
Salah satu alasan kenapa harus dimulai dari bawah karena posisi paling bawah
biasanya membutuhkan lebih banyak kandidat, dengan begitu maka para pelamar
kemungkinan besar akan berjumlah banyak. Disini perusahaan juga bisa memilih

berkas-berkas pelamar yang diperkirakan akan cocok jika di posisikan di dalam


posisi yang lebih tinggi. Sortir ini sendiri bisa dilihat dari portofolio pelamar, tingkat
pendidikan, pengalaman kerja dan lainnya.
Pencarian pelamar
Setelah perencanaan telah dianggap matang dan strategi rekrutmen karyawan teleh
disusun dengan rapi, maka aktivitas rekrutmen yang sesungguhnya bisa mulai
dijalankan. Untuk prakteknya, pencarian pelamar ini dapat menggunakan metode
rekrutmen tradisional dengan menggunakan iklan media seperti surat kabar, televisi
dan memasang poster lowongan kerja di tempat-tempat yang sudah ditentukan
sebelumnya.
Proses ini sendiri merupakan acara puncak dari serangkaian proses yang bersifat
administrasi, dimana pencarian pelamar ini dimulai dengan mengumpulkan surat
lamaran, kemudian mensortir calon pelamar, melakukan panggilan tes, dan
menjalani proses training.

37 Materi Pelatihan SDM yang


Cetar Membahana dan Top
Markotop. Download sekarang.
Untuk jumlah pelamar yang terlalu banyak, biasanya para perusahaan akan
membagi berkas lamaran tersebut dalam beberapa kategori, dimana proses sortir ini
akan lebih panjang dan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Tidak jarang proses
sortir ini saja, perusahaan atau instansi akan membutuhkan pihak ketiga guna
mencari kandidat yang cocok dari ribuan atau bahkan jutaan pelamar.
Memikat pelamar
Salah satu komponen utama dari srategi rekrutmen adalam dengan merencanakan
pemikat bagi pelamar kerja. Dalam kondisi tertentu, terkadang perusahaan atau
instansi terkadang akan menemui kesulitan dalam memikat orang-orang yang
dibutuhkan, khususnya posisi karyawan ahli. Untuk memperkuat upaya
rekrutmennya sendiri, perusahaan atau instansi perlu menentukan daya tarik atau
bujukan efektif yang akan ditawarkan. Misalnya saja salary, jenjang karir dan
lainnya.

Selain dengan menggunakan strategi rekrutmen karyawan diatas, perusahaan atau


instansi juga bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk mendapatkan calon pekerja
potensial. Biasanya ini berbentuk yayasan, dimana yayasan ini sudah memiliki
database calon karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan.
Walaupun begitu, tetap saja serangkaian proses diatas harus dilalui, tapi proses
tersebut akan berhenti pada saat proses pencarian pelamar, dimana proses tersebut
sudah diserahkan sepenuhnya kepada yayasan. Strategi rekrutmen karyawan
seperti ini biasanya akan diambil jika perusahaan membutuhkan karyawan tingkat
bawah dana jumlah yang tidak terlalu banyak.

GRATIS - Template Tabel Performance


Appraisal Berbasis KPI dan Panduan
Balanced Scorecard. Download sekarang.
8

8158