Anda di halaman 1dari 27

www.matematika-pas.blogspot.

com

E-learning matematika, GRATIS

Penyusun : Dian Novita L, S.Pd. ; Fuat, S.Pd.


Editor : Drs. Keto Susanto, M.Si. M.T. ; Istijab, S.H. M.Hum.
Imam Indra Gunawan, S.Si.
Materi pembelajaran hitung keuangan yang akan dibahas disini mencakup :
1. Bunga Tunggal
2. Bunga Majemuk
3. Rente
4. Anuitas
5. Penyusutan

Bunga Tunggal
I. Bunga Tunggal
1. Pengertian
Dalam kehidupan sehari-hari kata bunga bukanlah suatu yang asing bagi telinga
kita. Sering kita jumpai seseorang membeli sepeda motor secara kredit dengan
dikenai bunga 10 % per tahun atau seseorang meminjam uang di bank dengan
bunga 2 % per bulan.
Misalkan, Agung meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000,- kepada Jono. Sebagai
tanda jasa Agung memberi uang Rp. 50.000,- setiap tahun. Sampai uang tersebut
dapat dikembalikan. Uang yang dipinjam disebut modal atau pokok pinjaman
sedangkan jangka waktu yang di gunakan dalam perhitungan bunga adalah tahun,
bulan atau hari.
Besar bunga dinyatakan dalam persen dan biasa disebut suku bunga. Pada contoh
diatas modal yang dipinjam Agung diperhitungkan dengan dasar bunga sebesar.
setahun
Dan apabila bunga tersebut pada setiap akhir jangka waktu tidak beruba maka
bunga tersebut dapat dikatakan sebagai Bunga Tunggal.
Jika modal dibungkan dalam i persen, maka gabungan modal dan bunga :
1. Sesudah 1 tahun = M + i.M.
2. Sesudah 2 tahun = M + 2.i.M
3. Sesudah 3 tahun = M + 3.i.M
n. .. n tahun = M + n (iM)
Dan disini terlihat bahwa susunan bilangan diatas membentuk barisan aritmatika.
2. Menghitung Bunga Tunggal
Apabila modal sebesar M dipinjamkan dengan tingkat bunga P % per tahun, jika
besar bunga = I maka besarnya :
a. Setelah . t tahun
c. Setelah 10 hari

b. Setelah n bulan

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

Contoh Soal:
Yahya meminjam uang di koperasi sebesar Rp. 2.000.000,- dengan perjanjian
bunga tunggal 10 % per tahun.
Hitunglah besar bunga, apabila modal (uang) tersebut dibayar selama :
a. 2 tahun.
b. 3 bulan.
c. 15 hari.
d. 2 th, 3 bulan, 15 hari.
Jawab :
a.

b.

c.

d.
3. Menghitung bunga tunggal dengan metode
tetap.
Rumus :

angka bunga dari pembagi

Ket : Rumus tersebut berlaku untuk jangka waktu dalam hari.


Rumus angka bunga untuk satu modal :
Rumus angka bunga untuk lebih dari satu modal :

Pembagi tetap :
Ket : i = bunga

II = Jangka Waktu.

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

Contoh Soal:
Seorang tukang sayur meminjam uang pada rentenir sebesar 2.000.000 untuk
modal berjualan. Ia dikenai bunga 12 % pertahun. Suatu hari dia hendak
membanyar bunga dari hutangnya pada hari ke 120 dengan menggunakan
metode angka bunga dan pembagi tetap. Tentukan besar bunga yang harus
dibayar.
Jawab :
Diket : M = 2.000.000
i = 12 % /th.
w = 120 hari
Dit : besar i

4. Menghitung bunga tunggal dengan metode persen sebanding


Rumus :

Keterangan :
Rumus tersebut untuk soal yang apabila hasil

bukan bilangan

bulat.
Jika tidak diberi tanda maka 1 tahun : 360 hari
Angka bunga :
: disebut bunga 1 %

Contoh Soal :
1. Besar bunga dari modal Rp. 1.000.000,- dengan dasar bunga 14 % pertahun
selama 50 hari adalah :
Jawab :
bukan bilangan bulat.

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

5. Menghitung bunga tunggal dengan metode persen seukuran


Rumus :
Keterangan :
P % = Suku bunga
M = Modal
T = Jangka Waktu
Jika lebih dari satu modal yang dibungakan maka MT pada rumus diatas
diganti dengan
Pembuatan rumus bunga P % tersebut menggunakan dasar bunga 5 % dan 1
tahun = 365 hari sebagai

Latihan :
1. Diketahui suatu modal sebesar Rp. 3.000.000,00 dengan suku bunga 15%
pertahun. Tentukan besar bunga tunggal untuk jangka waktu 8 bulan!
2. Antoni mempunyai uang sebesar Rp. 10.000.000,00 dan ditabungkan ke
Bank dengan bunga tetap 12% pertahun. Tentukan jumlah uang Antoni
setelah ditabung selama 10 bulan!
3. Pemerintah memberikan pinjaman lunak untuk Usaha Kecil dan
Menengah, Besar pinjaman Rp. 20.000.000,00 dengan bunga 8% per
tahun. Dana pinjaman harus dikembalikan setelah digunakan selama 3
tahun. Tentukan berapa besar bunga dengan menggunakan perhitungan
bunga tunggal biasa dan bunga tunggal eksak!
II. Bunga dan Diskonto
1. Bunga.
Contoh : Seseorang meminjam uang dengan bunga 5 % setahun. Bila setelah
1 tahun. Ia membayar Rp. 4.000.000,- terdiri dari pelunasan dan bunga,
berapakah besar bunga yang dibayarnya?
Jawab :
Misalnya uang yang dipinjamnya sebesar M maka :

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

dengan keterangan : b = bunga


P = Angka suku bunga
Jadi bunga yang dibayarkan Rp. 190.476,19
2. Diskonto
Apabila bunga dari suatu pinjaman dibayarkan terlebih dahulu pada saat awal
pinjaman. Sehingga besarnya uang yang diterima merupakan selisih antara
besarnya pinjaman dengan besar bunga.
Sedangkan besarnya uang yang harus dikembalikan sama dengan nilai besar
pinjaman. Inilah yang disebut Diskonto.
Contoh :
Keterangan Pinjaman P=10 % pertahun
Nilai
Nilai
Sistem
b. 1 th
Tunai
Akhir
Diskonto
100.000
10.000
90.000
100.000
Bunga
100.000
10.000
100.000
100.000
Ket :
Nilai tunai
Nilai akhir

: Pinjaman yang diterima


: Pinjaman yang dikembalikan

Dari tabel diatas terlihat bahwa Diskonto dapat diambil dari Nilai Akhir
dikurangi Nilai Tunai.

Contoh :
Kholek meminjam uang dengan diskonto 5% per tahun. Jika pada saat meminjam
kholek menerima uang sebesar Rp. 15.000.000,-. Berapakah besar uang yang
harus ia kembalikan setelah 1 tahun.
Jawab :
Misal uang yang dipinjam sebasar M = NT. Maka :

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

Jika yang harus dikembalikan = 15.000.000 + 789.473,68


Jadi pinjaman yang harus dikembalikan = Rp. 15.789.473,68
Perhitungan bunga menggunakan persen dibawah seratus dan diatas seratus
- Persen diabawah seratus
Merupakan perhitungan bunga didasarkan pada nilai akhir dari suatu
pinjaman
P. % dibawah seratus adalah :
-

Persen diatas seratus


P. % diatas seratus dalah :
Contoh :
a. Hitunglah 5% diatas dari 200.000
5% diatas dari =

b. Hitunglah 5% dibawah seratus dari 200.000

Latihan :
1. Ibu Mira meminjam uang di Bank sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan besar
diskonto 10% dalam jangka waktu satu tahun. Berapakah besar uang pinjaman
saat di terima Ibu Mira!
2. Tentukan diskonto tunggal untuk:
a. Rp. 3.500.000 selama 60 hari dengan diskonto tunggal 4% perbulan.
b. Rp. 5.000.000 selama 90 hari dengan diskonto tunggal 3,5% perbulan.
Ali Imron menerima pinjaman dari Bank dengan besar diskonto 12,5%
pertahun.Jika uang pinjaman pada saat diterima Ali Imron sebesar Rp.
14.000.000,-.Tentukan besar pinjaman Ali Imron sebelum dipotong dengan yang
telah ditentukan!

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

Bunga Majemuk
A. Pengertian Bunga Mejemuk
Jika pada bunga tunggal adalah bunga yang dihasilkan disetiap akhir jangka
waktu tidak berubah, maka dapa bunga majemuk bunga yang dihasilkan disetiap
akhir jangka waktu berikutnya semakin bertambah. Karena bunga itu sendiri
iktu berbunga dengan ikut menjadi modal.
Untuk lebih jelasnya. Perhatikan contoh berikut :
Contoh :
Putri meminjam uang di koperasi Adi Daya sebesar Rp. 1.000.000,- dengan
bunga mejemuk 10 % per tahun. Berapakah besar uang yang harus dikembalikan
pada tahun ke 3.
Jawab :
Modal
Rp. 1.000.000,Bunga tahun ke-1 = 10 % x 1.000.000
Rp. 100.000,Rp. 1.100.000,Bunga tahun ke-2 = 10 % x 1.100.000
Rp. 110.000,Rp. 1,210.000,Bunga tahun ke-3 = 10 % x 1.200.000
Rp. 121.000,Rp. 1.331.000,Jika uang yang harus dikembalikan pada tahun ke-3 adalah Rp. 1.331.000,Tahun ke-1
M
b
1.000.000 + 100.000

Nilai Akhir (NA)


Tahun ke-2
M
b
1.100.000 + 110.000

Tahun ke-3
M
b
1.210.000 + 121.000

Jika modal M dibayarkan atas dasar bunga mejemuk i persen, maka :


sesudah 1 tahun. Modal menjadi
sesudah 2 tahun. Modal menjadi
sesudah 3 tahun . Modal menjadi

Sesudah n tahun. Modal menjadi

Terlihat bahwa
merupakan
barisan Geometri. Perhitungan dalam bunga majemuk dapat menggunakan
daftar bunga, logaritma, maupun kalkulator.
Ada 2 macam perhitungan bunga majemuk. Yaitu dengan menggunakan nilai
akhri moda dan nilai tunai modal.
a. Nilai Akhir modal.
Yaitu suatu nilai modal yang diperhitungkan dengan suku bunga sampai
jangka waktu tertentu.
1. Jika menggunakan tabel bunga (n. bilangan bulat)
Na = M x table I (dengan dasar i % dan n)

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

2. Jika menggunakan Rumus (n bilangan bulat dan n bukan bilangan bulat)

Ket : Na = Nilai Akhir


M = Modal
i = % suku bunga
n = Jangka Waktu
Contoh Soal:
Budi mempunyai uang Rp. 10.000.000,-, kemudian dibungakan dibank
atas dasar bunga mejemuk 5% per tahun salama 7 tahun. Hitunglah nilai
akhir modal tersebut.
Jawab :
Diket : M = Rp. 10.000.000
i = 5 % = 0,05
n=7
Dit

: Na = ..?

Na = M x table I. daftar bunya ( i = 5% .n = 7)


= 10.000.000 x 1.407004,2
= 14.071.004
Na = Rp. 14.071.004 atau
Na = M x (1 + i)n (Rumus).
= 10.000.000 x ( 1 + 0,05 )7
= 10.000.000 x 1,057
= 10.000.000 x 1,407100423
Na = 14.071.004
b. Nilai Tunai Modal
Yaitu suatu nilai modal beberapa bulan/tahun yang akan datang,
diperhitungkan sekarang dengan suku bunga yang ditentukan.
Untuk menghitung nilai tunai modal sebagai berikut :
1. Jika menggunakan tabel bunga
NT = Na x tabel II ( dasar i % dan n )
NT = M.
2. Jika menggunakan rumus

Ket : NT = Nilai tunai


Na = Nilai akhir
i = % Suku bunga
n = Jangka waktu

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

Contoh Soal:
Suatu modal sebesar Rp. 8.000.000,- akan dibayarkan 5 tahun lagi atas
dasar bunga majemuk 6 % per tahun.
Tentukan nilai tunai modal tersebut.
Diket : M = 8.000.000
i =6%
n = 5 tahur
suku bunga majemuk
Dit : NT = .?
Na = NT x tabel II (dasar 6 % dan n = 5)
= 8.000.000 x 0.74726
= Rp 5.978.080,00
Atau

=
=

8.000.000
(1 + 0,06) 5
8.000.000
1,3382255776

= Rp 5.978.080,00

Latihan :
1. Handoko mempunyai uang sebesar Rp. 10.000.000,- dan ditabungkan di
bank dengan bunga tetap 8% pertahun. Tentukan jumlah uang Handoko
setelah ditabung selam 10 tahun!
2. Handoko mempunyai uang sebesar Rp. 10.000.000,- dan ditabungkan di
bank dengan bunga tetap 8% pertahun. Tentukan jumlah uang Handoko
setelah ditabung selam 10 tahun!
3. Untuk menambah modal usaha mracang, Pak Gimin memdapatkan pinjaman
dari Bank sebesar Rp. 20.000.000,- dengan bunga 15% dengan jangka waktu
5 tahun dengan besar anggsuran tetap. Berapa angsuran tiap bulannya?

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

10

RENTE
I.

Pengertian Rente
Rente adalah pembayaran / penerimaan sejumlah uang yang tetap besarnya pada
setiap jangka waktu tertentu misalnya setiap bulan.
Contoh :
Ani menabung setiap bulan sebesar Rp.100.000,00

II.

Macam macam Rente


Ada 4 macam rente :
1. Rente Pranumerando
Rente ini dalam pembayaran / penerimaan sejumlah uang dilakukan pada
setiap awal tahun atau awal bulan.
2. Rente Postnumerando
Rente ini dalam pembayaran / penerimaan sejumlah uang dilakukan pada
setiap akhir tahun atau akhir bulan.
3. Rente Kekal / Abadi
Rente ini untuk pembayaran / penerimaan sejumlah uang mempunyai jangka
. Oleh karena itu, yang dihitung hanya
waktu yang tidak terhingga
nilai tunai saja, sedangkan nilai akhir tidak dapat dihitung jumlahnya.
4. Rente yang Ditangguhkan
Rente ini untuk pembayaran / penerimaan sejumlah uang yang pertama
ditunda setelah beberapa periode (bulan/tahun) kemudian.
Rente Pranumerando
1. Nilai Akhir Rente Pranumerando
Angsurannya tiap awal, yang ditanya nilai akhir.
Dengan tabel bunga :

III.

dasar i dan n
Dengan rumus :

Keterangan :
Na
= Nilai akhir
a
= angsuran
i
= suku bunga (dengan rumus, i dibuat dalam desimal)
n
= jangka waktu
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari setiap tahun mulai tahun 2003 Dion memasukkan
uang sebesar Rp.50.000,00 kebank. Apabila bank memberikan bunga 4%
setahun serta tabungan Dion hanya sampai pada akhir tahun 2010 maka
tentukanlah besar uang Dioan sampai akhir tahun tersebut !

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS


Jawab :
Dengan tabel bunga.
Na
= 50.000
Na
= Rp.479.139,77

11

(9,58279531)
lihat tabel III dengan
i = 4% dan n = 8

Dengan Rumus :

2. Nilai Tunai Rente Pranumerando


Angsurannya tiap awal, yang ditanya nilai tunai.
Dengan tabel bunga :

dasar i dan (n 1)
Dengan rumus :

Keterangan :
Nt = Nilai tunai
a
= Angsuran
i
= Suku bunga dibuat dalam desimal
n
= Jangka waktu
Contoh soal :
Setiap awal tahun Ali mengangsur sebesar Rp. 7.000.000 selama 8 tahun
dengan dasar bunga
% per tahun. Jika Ali ingin melunasi angsuran
tersebut pada awal tahun maka tentukanlah nilai tunainya.
Jawab :
Dengan tabel bunga :
Nt =7.000 + 7.000
(6,11454398)
Nt = Rp.49.801,81
Lihat tabel IV dengan
i = 3 % dan n = 7
Dengan rumus :

Nt = Rp. 49.801,81

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS


IV.

12

Rente Postnumerando
1. Nilai Akhir Rente Postnumerando
Angsurannya tiap akhir, yang ditanya nila akhir.
Dengan tabel bunga :

dasar i dan (n 1)
Dengan rumus :

Keterangan :
Na = Nilai akhir
a
= Angsuran
i
= suku bunga dibuat dalam desimal
n
= jangka waktu
Contoh soal :
Setiap akhir bulan Adam menabungkan uangnya di bank sebesar
Rp.100.000,00 dengan suku bunga majemuk 2 %. Jika Adam menabung
hanya sampai pada akhir bulan ke-5 maka tentukanlah besar uang tersebut
(tepat sesudah menabung terakhir).
Jawab :
Dengan tabel bunga
Na = 100.000 + 100.000
(4,20404016)
Na = Rp.520.404,00
lihat tabel III dengan
i = 2 % dan n = 4
Dengan rumus :

2. Nilai Tunai Rente Postnumerando


Angsurannya tiap akhir, yang ditanya nilai tunai .
Dengan tabel bunga :

dasar i dan (n 1)
Dengan rumus :

Keterangan :
Nt = Nilai tunai
a = Angsuran
i
= suku bunga dibuat dalam desimal
n
= jangka waktu

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

13

Contoh soal :
Setiap akhir bulan sahrul akan menerima uang dari suatu yayasan sebesar
per bulan. Sahrul akan
Rp.50.000.000 dengan suku bunga majemuk
menerima uang itu selama 2 tahun. Jika Sahrul menghendaki uang tersebut
dapa diterima secara keseluruhan pada awal bulan pertama maka tentukanlah
besar uang yang diterima Sahrul.
Jawab :
Dengan tabel bunga :
Nt = 50.000
(20,03040537)
Nt = Rp.520.404,00
lihat tabel IV dengan
% dan n = 24
i=1
Dengan rumus :

V.

Rente Kekal / Abadi


1. Rente Kekal Pranumerando
Angsurannya tiap awal tanpa akhir, yang ditanya nilai tunai.
Rumus :

Keterangan :
Nt = Nilai tunai
a
= angsuran
i
= suku bunga dibuat dalam desimal
Contoh Soal :
Mulai tanggal 1 Januari 2005 sebuah perusahaan memberikan bantuan kepada
yayasan yatim piatu sebesar Rp. 2.200.000,00 per tahun. Apabila sumbangan
itu oleh yayasan diminta seluruhnya pada tanggal 1 Januari 2005, berapa uang
yang diterima yayasan apabila dasar bunga 10 % per tahun tahun?
Jawab :

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

14

2. Rente Kekal Postnumerando


Angsurannya tiap akhir tanpa akhir, yang ditanya nilai tunai.
Rumus:

Keterangan :
Nt = nilai tunai
a
= angsuran
i
= suku bunga dibuat dalam desimal
Contoh Soal :
Seorang donatur bersedia member sumbangan pada yayasan tuna netra setiap
akhir tahun sebesar Rp. 1.150.000,00. Pemberian sumbangan dimulai pada
tanggal 30 Desember 2003 Pimpinan yayasan tuna netra meminta sumbangan
tersebut secara keseluruhan pada awal tahun pertama. Apabila diperhitungkan
buang 8 % per tahun maka tentukan jumlah uang yang akan diterima yayasana
tersebut.
Jawab :

Catatan :
Rente kekal tidak menggunakan tabel bunga karena jangka waktunya tidak
terhingga.

VI.

Rente yang Ditangguhkan


Untuk rente ini yang dibacarakan hanya nilai tunainya saja.
1. Nilai Tunai Rente yan Ditangguhkan dari Suatu Rente
Angsuran pertama yang ditangguhkan, yang ditanya nilai tunai.
Dengan tabel :
Nt = a (tabel IV) (tabel IV)
dasar i dan n

dasar i dan (K 1)

Dengan rumus :

Keterangan :
Nt = Nilai tunai
a = angsuran
i = % suku bunga
n = jangka waktu mulai pinjaman sampai dengan angsuran terakhir
k = jangka waktu mulai pinjaman samapi dengan angsuran pertama
Contoh Soal :
Pada tanggal 1 Januari 2000 Rudi meminjam uang di bank. Pinjaman itu akan
di kembalikan dengan angsuran yang sama, masing masing Rp. 72.000,00.
Angsuran pertama dibayar pada tanggal 31 Desember 2004 dan berakhir pada

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

15

tanggal 31 Desember 2009. Apabila bank memperhitungkan bunga 6 %


setahun maka hitunglah besar pinjaman Rudi pada tanggal 1 Januari 2000.
Jawab :
Dengan tabel bunga :
Nt = 72.000
(7,36008705 - 3.46510561)
Nt = Rp.280.438,70
lihat tabel IV
lihat tabel IV
dengan i = 6 % dengan i = 6 %
dan n = 10
dan k = 4
dengan rumus :

2. Nilai Tunai Rente yang Ditangguhkan dari Rente Kekal


Angsuran pertama yang ditangguhkan tanpa akhir, yang ditanya nilai tunai.
Dengan tabel bunga :
(tabel IV)
dasar i dan (K-1)
Dengan rumus :
Keterangan :
Nt = Nilai tunai
a
= angsuran
i
= % suku bunga
k
= jangka waktu mulai pinjaman sampai dengan angsuran pertama
Contoh soal :
Diketahui suatu rente kekal dangan angsuran Rp.100.000,00 apabila angsuran
pertama dilakukan 5 tahun yang akan datang dengan suku bunga 5 % per
tahun maka hitunglah nilai tunai pada tanggal 1 Januari 2004.
Jawab :
Dengan tabel bunga :
(3,54595050)
lihat tabel IV
dengan i = 5 % dan K = 4

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

16

Dengan rumus :

Latihan :
1. Setiap awal tahun disetorkan sejumlah uang ke bank sebanyak Rp. 1.000.000,-.
Jika besar bunga 4% per tahun, maka tentukan nilai akhir rente pada tahun ke-3!
2. Setiap awal tahun disetorkan sejumlah uang ke bank sebanyak Rp. 1.000.000,-.
Jika besar bunga 4% per tahun, maka tentukan nilai tunai rente pada tahun ke-3!
3. Pada akhir tahun dimasukkan sejumlah uang ke Bank sebanyak Rp. 4.000.000,dengan bunga 4,5% pertahun. Pada tahun ke-3 tentukan harga tunai rente?

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

17

ANUITAS
I. Pengertian Anuitas
Apabila suatu pinjaman dilunasi dengan pembayaran yang tetap besarnya
dalam satu periode tertentu, maka pembayaran yang tetap besarnya ini disebut
anuitas.
Dalam setiap pembayaran yang besarnya tetap (anuitas) ini, terhitung untuk
membayar bunga (atas dasar bunga majemuk) dan untuk mengangsur
pinjaman.
Bagian dari anuitas yang dipakai membayar bunga disebut bagian bunga dan
bagian yang dipakai untuk mengangsur pinjaman disebut bagian angsuran.
Apabila anuitas adalah A, bunga pinjaman periode ke-n adalah bn dan
angsuran ke-n adalah an, maka : A = bn + an , n = 1, 2, 3,
Contoh
Pinjaman Rp 2.000.000,00 dilunasi dengan cara anuitas Rp 449.254,20 dengan
suku
bunga 4%.
Buatlah rencana angsurannya.
Penyelesaian
Masalah di atas dapat kita buatkan tabel sebagai berikut :
Anuitas (A) = Rp 449.254,20 Sisa Pinjaman
Pinjaman Awal/M
Bulan
(Rp )
Bunga (bn)
Angsuran(an) = (M a)
=4%M (Rp)
=A b (Rp) (Rp)
1
2.000.000
80.000,00
369.254,20
1.630.745,80
2
1.630.745.80
65.229,83
384.024,37
1.246.721,43
3
1.246.721,43
49.868,86
399.385,34
847.336,09
4
847.336,09
33.893,44
415.360.76
431.975,33
5
431.975,33
17.278,87
431.975,33
0
Jumlah

2.000.000

II. Menghitung Anuitas


Cara untuk menentukan besar anuitas dapat dijelaskan dengan contoh sebagai
berikut
Contoh :
Pinjaman sebesar Rp 2.000.000,00 yang akan dilunasi dengan anuitas tahunan
selama 4 tahun dengan suku bunga 5% pertahun. Anuitas pertama dibayar
sesudah satu tahun meminjam. Tentukan besar anuitasnya!
Penyelesaian
Misalkan besar angsuran = A, maka didapat diagram sebagai berikut :
A(1,05)-5
A(1,05)-4
A(1,05)-3
A(1,05)-2
A(1,05)-1
Tahun ke :

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

18

A(1,05)-1 + A(1,05)-2 + A(1,05)-3 + A(1,05)-4 + A(1,05)-5 = 2.000.000

Ruas kiri adalah deret geometri, sehingga dapat dihitung sebagai berikut :

Jadi besar anuitasnya adalah Rp. 461.949,60


Secara umum, sebagaimana contoh di atas jika pinjaman sebesar M, yang akan
dilunasi secara anuitas tahunan sebesar A, selama n tahun, dengan suku bunga i
pertahun, anuitas pertama dibayar sesudah satu tahun meminjam, akan
diperoleh :

Ruas kiri adalah deret geometri, yang telah kita kethui rumus jumlahnya
adalah:
sehingga jumlah diatas dihasilkan:

Atau jika kita tulis dengan notasi sigma :

sehingga diperoleh :

Untuk perhitungan nilai

dapat dilihat pada daftar

bunga : daftar V

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

19

Contoh soal :
Hutang sebesar Rp 2.500.000,00 akan diangsur dengan anuitas selama 10
tahun dengan bunga 5% pertahun, jika angsuran pertama satu tahun sesudah
peminjaman, maka tentukan besar anuitasnya.
Penyelesaian :
M = 2.500.00, i = 0,05 dan n = 10
Besarnya anuitas :

Jadi besarnya anuitas adalah Rp.323.761,44

Penyelesaian diatas, dapat juga digunakan tabel, yaitu daftar V, sebagai


berikut:

(dapat dilihat di Daftar V pda Daftar Buanga)

Sehingga besarnya anuitas adalah : Rp. 323.761,43


Latihan :
1. Ibu Reni meminjam uang di Bank sebesar Rp. 10.000.000,-. Pinjaman harus
dilunasi dengan anuitas selama setahun dengan pembayaran tiap 3 bulan. Suku
bunga 3% per tiga bulan. Buatlah rencana pelunasannya, buatkan pula table
rencana pelunasan itu!
2. Suatu pinjaman sebesar rp. 10.000.000 akan dilunasi dengan 5 angsuran
dengan suku bunga 12% pertahun. Tentukan besar anuitasnya!

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

20

PENYUSUTAN
I. Pengertian
Bila seseorang membeli suatu barang, misalnya kendaraan, mesin photocopy,
mesin stensil, TV, kulkas, sesudah satu tahun maka nilainya akan menurut.
Penuruan nilai disebabkan barang-barang tersebut aus, daya produktifitasnya
menurun atau bahkan barang tersebut rusak. Penurunan nilai inilah yang disebut
penyusutan. Sebelum kita bahas mengenai penyusutan, siswa perlu diingatkan
pemahamannya berkaitan pengertian dalam bidang ekonomi yaitu pengertian
aktiva.
1. Pengertian Aktiva
Aktiva adalah segala sumber daya ekonomi, barang fisik perusahaan yang
berupa harta benda dan hak hokum yang dimiliki untuk memperoleh
keungtungan.
Ditinjau dari manfaatnya, aktiva dibedakan atas :
a. Aktiva lancar adalah uang tunai atau aktiva lainnya yang secara cepat
dapat dicairkan menjadi uang tunai, dijual atau dipakai habis selama
periode operasi
yang normal dari perusahaan itu (misalnya dalam satu tahun) Contoh
aktiva lancar, misalnya : uang kas, persediaan barang dagangan,bahan
mentah, barang dalam proses, piutang dagang, wesel tagih, surat berharga
yang dapat dijual dan lain-lain.
b. Aktiva tetap adalah aktiva yang sifatnya permanent (tetap) atau tahan
lama yaitu lebih dari satu periode operasi normal, yang dimiliki
perusahaan dan dipergunakan dalam operasi-operasi penyelenggaraan
perusahaan itu. Aktiva tetap disebut juga kekayaan (property), pabrik
(plant), dan alat-alat perlengkapan (equipment).
Kita kenal dua macam aktiva tetap, yaitu :
1) Aktiva tetap berujud (tangible material) adalah aktiva yang
mempunyai nilai fisik atau material. Misalnya : perabotan (furniture),
perkakas (tools), mesin-mesin (machinery).
2) Aktiva tetap tak berujud (intangible material) adalah aktiva yang tidak
memiliki wujud fisik. Misalnya hak paten , hak cipta (copy right).
Seiring dengan perjalanan waktu, aktiva tetap (kecuali tanah) selama
masal pakainya mengalami penurunan daya guna.
Oleh karena itu maka aktiva tetap yang digunakan dalam proses produksi
sebagian dari biaya perolehannya secara berkala harus dialokasikan
terhadap biaya perusahaan selama masa pakai dari aktiva tersebut. Proses
pengalokasian secara berkala dari sebagian biaya perolehan suatu aktiva
terhadap biaya perusahaan inilah yang disebut penyusutan atau
depresiasi
II. Penyusutan
Kita kenal dua jenis penyusutan :
1. Penyusutan fisik, yaitu berkurangnya daya guna yang disebabkan pemakaian.
2. Penyusutan fungsional, yaitu penyusutan yang disebabkan kelemahan dan
ketuaan model.

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

21

a) Metode Garis Lurus (Persentase tetap dari harga beli)


Pada dasarnya metode ini menggunakan rata-rata, yaitu besarnya
penyusutan dibagi secara rata menurut umur barang.
Jika biaya perolehan aktiva A, nilai residu/sisa S, dan perkiraan umur
manfaat/ekonomis n, maka penyusutan tiap periode adalah :

Bilamana dinyatakan dalam persen maka penyusutan tiap periode adalah :

Contoh :
Sebuah mesin photocopy seharga Rp. 10.000.000,00 dengan taksiran umur
manfaat 5 tahun, mempunyai nilai sisa/residu Rp. 1.000.000,00.
Tentukan :
a. Penyusutan tiap tahun
b. Presentase penyusutan
c. Nilai buku akhir tahun ke-3
d. Daftar penyusutan.
Penyelesaian :
A = 10.000.000;

n = 5; S = 1.000.000

a.

Jadi penyusutan tiap tahun sebesar Rp. 1.800.000,00


b. Persentase penyusutan :

Jadi persentase penyusutannya sebesar 18 %


c. Nilai buku akhir tahun ke-3 adalah A 3D
= 10.000.000 3 1.800.000 = 4.600.000
Jadi nilai buku akhir tahun ke 3 adalah sebesar Rp 4.600.000,00
d. Daftar penyusutan :
Tahun Beban
Akumulasi penyusutan Nilai buku
ke
penyusutan
(Rp)
akhir th
(Rp)
(Rp)
0
10.000.000
1
1.800.000
1.800.000
8.200.000
2
1.800.000
3.600.000
6.400.000
3
1.800.000
5.400.000
4.600.000
4
1.800.000
7.200.000
2.800.000
5
1.800.000
9.000.000
1.000.000

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

22

b) Metode Persentase Tetap Dari Nilai Buku


Metode ini besar besar penyusutan mendasarkan pada persentase tetap dari
nilai buku, sehingga penyusutan tiap tahun akan berbeda.
Jika r menyatakan persentase penyusutan, A menyatakan biaya perolehan
aktiva, S menyatakan nilai residu dan n menyatakan umur manfaat aktiva,
maka persentase penyusutan r dapat dihitung sebagai berikut :

Begitu dan seterusnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai buku akhir
tahun ke-n adalah :

Dari rumus

maka

=
Contoh Soal :
Seperangkat komputer berharga Rp 10.000.000,00 dengan nilai sisa
Rp. 625.000,00 setelah 4 tahun. Apabila tiap tahun disusut dari nilai
bukunya, tentukan :
a. persentase prnyusutan
b. besarnya penyusutan tahun ke-3
c. nilai buku akhir tahun ke-3
Penyelesaian :
A = 10.000.000; S = 625.000; n = 4
a. Persentase penyusutan :

b. Jika besarnya penyusutan tahun ke-3 dinyatakan dengan D3, maka


dapat dihitung sebagai berikut :
- besar penyusutan tahun ke-1 yaitu D1 = rA S1= A r A= A(1 r)
- besar penyusutan tahun ke-2, yaitu D2 = r A(1 r) S2 = A(1 r)

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

23

- besar penyusutan tahun ke-3 adalah D3 = r A (1 r)2


D = 0,50 10.000.000 (1 0,50)2
= 5.000.000 0,25
= 1.250.000,00
Jadi besar penyusutan tahun ke 3 adalah Rp 1.250.000,00
c. Nilai buku akhir tahun ke 3 :
S3 = A(1 r)2 r A(1 r)2 = A(1 r)2 (1 r) = A(1 r)2 (1 r)
S3 = A( 1 r)3
S3 = 10.000.000 (1 0,5)3 = 1.250.000 (1 0,5)3 = 1.250.000
Jadi nilai buku akhir tahun ke-3 adalah Rp 1.250.000,00
c) Menentukan Nilai Penyusutan dengan Metode Satuan Jam Kerja.
Metode ini didasarkan pada pemikiran bahwa berkurangnya daya guna
suatu aktiva terutama dipengaruhi oleh lamanya waktu pemakaian yang
sebenarnya dari aktiva tersebut. Beban yang sebenarnya suatu periode
tergantung pada jumlah jam kerja aktiva itu dioperasikan, sehingga umur
manfaat aktiva diperkirakan dalam jumlah jam kerja, atau jam yang
efektif.
Sehingga nilai penyusutan setiap jam kerja :

Keterangan :
n = jumlah jam kerja
d = beban penyusutan tiap jam kerja
Contoh Soal :
Sebuah mobil cukup mewah dibeli dengan harga Rp 350.000.000,00
setelah 4 tahun mempunyai umur manfaat 10.000 jam kerja, dengan
rincian tahun I adalah 2.500 jam kerja, tahun ke II adalah sebesar 3.800
jam kerja, tahun III sebesar 2.000 jam kerja, dan tahun ke IV sebesar 1.700
jam, dengan nilai sisa Rp 200.000.000,00
Tentukan :
a. Beban penyusutan
b. Daftar penyusutan
Penyelesaian :
A = 350.000; S = 200.000 dan n = 10.000
a. Beban penyusutan per jam kerja :

Jadi beban penyusutan per jam kerja sebesar Rp. 15.000,00

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS


b. Daftar penyusutan
Penyusuta
Th
Jam
n tiap
ke
kerja
0
1
2
3
4

2.500
3.800
2.000
1.700

24

Jam kerja
(Rp)

Beban
Penyusutan
(Rp)

Akumulasi
Penyusutan
(Rp)

Nilai Buku
Akhir Th
(Rp)

15.000
15.000
15.000
15.000

37.500.000
57.000.000
30.000.000
25.500.000

37.500.000
94.500.000
124.500.000
150.000.000

350.000.000
312.500.000
255.500.000
225.500.000
200.000.000

10.000

d) Menentukan Nilai Penyusutan dengan Metode Hasil Poduksi


Dalam metode ini, umur manfaat aktiva diperkirakan dengan
menyatakannya dalam suatu periode tergantung pada jumlah satuan hasil
produksi yang dihasilkannya. Penyusutan tiap satuan produksi (D) adalah :
Yang dimaksud dengan n adalah jumlah satuan hasil produksi, dan S
nilai residu.
Contoh Soal :
Suatu aktiva dibeli dengan harga Rp 3.500.000,00 mempunyai umur
manfaat 3 tahun dengan nilai residu Rp 1.500.000,00. Rincian produksi
tahun I adalah 3.000 SHP, tahun II sebesar 1.500 SHP dan tahun ke III
sebesar 500 SHP. Tentukanlah :
a. Beban penyusutan hasil produksi
b. Daftar penyusutan
Penyelesaian :
A = 3.500.000; S = 1.5000.000; n = 3.000 + 1.500 + 500 = 5.000
a. Beban penyusutan persatuan hasil produksi

Jadi beban penyusutan persatuan produksi adalah sebesar Rp. 400,00


b. Daftar Penyusutan
Penyusutan tiap
Th
Jam kerja
ke SHP
(Rp)

0
1
2
3

3.000
1.500
500
5.000

400
400
400

Beban
Penyusutan
(Rp)
1.200.000
600.000
200.000

Akumulasi
Penyusutan
(Rp)
1.200.000
1.800.000
2.000.000

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

Nilai Buku
Akhir Th
(Rp)
3.500.000
2.300.000
1.700.000
1.500.000

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

25

e) Menentukan Nilai Penyusutan dengan Metode Bilangan Tahun Umur


Aktiva
Untuk menentukan beban penyusutan dari tahun ke tahun dengan metode
ini digunakan pecahan pecahan yang menurun, dengan penyebut jumlah
bilangan tahun sebagai pembilang diambil bilangan tahun yang menurun
(dengan urutan dibalik).
Misal : bila aktiva diperkirakan mempunyai umur manfaat 5 tahun,
penyusutan dilakukan sebagai berikut :
Penyebut
= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15
Pembilang
= bilangan tahun dengan urutan yang berlawanan
= 5, 4, 3, 2, 1
Sehingga pecahan periode I
Pecahan periode II
Pecahan periode III
Pecahan periode IV
Pecahan periode V
Dan besarnya :

Beban penyusutan = pecahan x ( A S )


Contoh Soal :
Aryanti membeli mesin cuci seharga Rp. 900.000 dengan nilai residu,
Rp. 300.000,00 dan mempunyai umur manfaat 4 tahun. Tentukan :
a. Beban penyusutan tahun ke-2
b. Daftar penyusutan
Penyelesaian :
A = 900.000; S = 300.000; n = 4
Jumlah bilangan tahun = 1 + 2 + 3 + 4 = 10
a. Beban penyusutan tahun ke-2

Jadi beban penyusutan tahun ke-2 adalah sebesar Rp. 180.000,00


b. Daftar penyusutan :
Nilai Buku
Akumulasi
Beban
Th
Tingkat
AS
Akhir th
Penyusutan Penyusutan
Ke Penyusutan
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
0
900.000
1
4/10
600.000
240.000
240.000
660.000
2
3/10
600.000
180.000
420.000
480.000
3
2/10
600.000
120.000
540.000
360.000
4
1/10
600.000
60.000
600.000
300.000

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS


1.

2.

3.

4.
5.

26

Latihan :
Suatu aktiva bernilai Rp 50.000.000,00 dengan umur manfaat 5 tahun, mempunyai nilai
sisa Rp 35.000.000,00 .Berdasarkan metode garis lurus. Tentukan:
a. Penyusutan tiap tahun
c. Nilai buku akhir tahun ke-3
b. Persentase penyusutan
Pada tanggal 28 Pebruari 1997 dibeli suatu unit mesin dengan harga perolehan Rp.
26.000.000,00. Umur ekonomis mesin ditaksir selama 8 tahun dengan nilai residu
Rp. 2.000.000,00. Hitunglah nilai buku mesin pada akhir tahun 2000 dengan metode
garis lurus !
Sebuah aktiva dengan nilai beli Rp. 5.000.000,00 mempunyai nilai residu
Rp.1.250.000,00 dengan masa produksi 10 tahun. Jika setiap tahun terjadi
penyusutan terhadap harga beli. Berapakah nilai buku sesudah tahun ke-4?
Seperangkat Video Laser Disc seharga Rp.2.500.000,00 setiap tahun dihapuskan
30% dari nilai bukunya. Berapa nilai buku akhir tahun ke-2
Sebuah mobil Pick Up bekas seharga Rp.3.500.000,00 setiap tahun mengalami
penyusutan dari nilai buku. Setelah 3 tahun residunya Rp.1.750.000,00. Tentukan :
b. Nilai buku akhir tahun ke-2
a. Persentase penyusutan!

LATIHAN ULANGAN
1. Ibu Diana meminjam modal sebesar Rp. 10.000.000,-, jika Ibu Diana harus
mengembalikan dalam jangka waktu 2 tahun dengan pengembalian 8/5 dari modal
pinjaman. Tentukan besar bunga pertahun!
2. Jika modal sebesar Rp. 16.000.000,- dipinjamkan selama 3 bulan dengan suku bunga
12,5% pertahun. Tentukan besar bunga tunggal eksak dan biasa, jika dilakukan pada
tahun 2007 dan tahun 2008!
3. Ali meminjam modal sebesar Rp. 100.000.000,- dengan cara diskonto, suku bunga
yang disepakati 15% pertahun. Tentukan besar modal pinjaman yang dietrima Ali
setelah dipotong bunga!
4. Bakri menerima pinjaman setelah dipotong bunga rp. 12.000.000,- dengan cara
diskonto, suku bunga 16% pertahun. Tentukan besar pinjaman bakri!
5. Jika modal sebesar Rp 25.000.000,- dibungakan dengan cara bunga majemuk, suku
bungan 1,2% perbulan. Berapa besar modal setelah 10 tahun.
6. Modal sebesar Rp 30.000.000,- dibungakan berdasarkan bunga majemuk dengan
bunga 8% pertahun. Tentukan modal selama 5 tahun 9 bulan!
7. Jika awal tahun disetor sejumlah uang ke Bank sebanyak Rp. 1.000.000,- besar
bunga 6% pertahun maka nilai akhir rente pada akhir tahun ke -8 sebesar .
8. Pada tiap akhir tahun Umi memasukkan uang sebesar Rp. 1.000.000,- ke Bank
dengan bunga yang ditwarkan 10% pertahun. Pada tahun Ke-6 tentukan harga tunai
rente nya!
9. Pak Kartolo meminjam uang di Bank sebesar Rp. 10.000.000,- dan harus dilunasi
dengan anuitas selama 3 tahun dengan pembayaran tiap semester, suku bunga yang
ditawarkan adalah 5% persemester tentukan :
a. besar anuitas dengan pembulatan ribuan ke atas
b. besar pembulatan jika anuitas dibulatkan ke ribuan ke atas.
10. Sebuah sepeda motor dibeli dengan harga Rp 4.300.000,00. Apabila harganya
mengalami penyusutan 10 % pertahun terhadap harga beli maka nilai buku tahun
ketiga adalah.

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas.blogspot.com

E-learning matematika, GRATIS

27

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk


membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan
jaminan/agunan berupa Rumah. Walaupun penggunaannya mirip, KPR
berbeda dengan kredit konstruksi dan renovasi.
Agunan yang diperlukan untuk KPR adalah rumah yang akan dibeli itu
sendiri untuk KPR Pembelian. Sedangkan untuk KPR Multiguna atau KPR
Refinancing yang menjadi Agunan adalah Rumah yang sudah dimiliki.
Karena masuk dalam kategori Kredit Konsumtif maka peruntukan KPR
haruslah untuk kegiatan yang bersifat Konsumtif seperti pembelian rumah,
furniture, kendaraan bermotor dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan yang
bersifat produktif seperti pembelian stok barang dagangan, modal kerja dan
lain sebagainya.
Beberapa contoh KPR adalah KPR Merdeka dari Bank NISP, Kredit Griya
Utama dari BTN, dan KPR BCA dari BCA.

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan