Anda di halaman 1dari 4

PENGGUNAAN INTEGRAL TENTU DAN INTEGRAL TAK TENTU

DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Dani Purno yuwono (100533402559)
1)
dan Mbajeng Wahyu Prasiska (100533402635)
S1 Pendidikan Teknik Informatika 2010 0ffering A
2)
1) Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, Jl Semarang 5 Malang.
Abstract Makalah ini membahas tentang penggunaan
integral tentu dan tak tentu dalam kehidupan sehari-
hari. Dalam penggunaanya dalam keseharian integral
sering kali mereka tak menyadari bahwa secara tidak
langsung mereka menggunakan penghitungan
integral. Misalnya saja di gunakan untuk menghitung
luas bidang di suatu tempat dapat menggunakan
penghitungan menggunakan integal

Kata Kunci:integral tentu ,integral tak tentu ,notasi ,
kurva ,
1. PENDAHULUAN
Dalam bab sebelumnya, kita mempelajari salah satu
bagian utama kalkulus, yaitu kalkulus diferensial.
Berikut ini kita akan membahas bagian utama kedua,
yaitu kalkulus integral. Dalam pengertian sehari-hari,
kata integral mengandung arti keseluruhan.
Istilah mengintegrasi bisa berarti menunjukkan
keseluruhan atau memberikan total; dalam
matematika berarti menemukan fungsi yang
turunannya diketahui.
Misalkan dari suatu fungsi f(x) yang diketahui kita
diminta untuk
mencari suatu fungsi y sedemikian rupa sehingga
dalam rentang nilai x
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
INTEGRAL TAK TENTU
Definisi :
Fungsi F dikatakan anti turunan dari fungsi f pada
selang I jika F(x) = f(x) untuk semua x di I. Notasi :
F(x) =

f(x) dx
Integral tak tentu adalah Anti/Invers/Kebalikan
turunan.Contoh : c x dx x +

3 2
3
1

c x dx x +

4 3
4
Integral tak tentu adalah
operator linear, yaitu bersifat :
1.
dx x kf ) (
=

dx x f k ) (
2.

+ dx x g x f )] ( ) ( [
=
dx x f ) (
+
dx x g ) (
Rumus-rumus Dasar Integral Tak Tentu
1. c x
n
dx x
n n
+
+

1
1
1
, n - 1 2.

+ c x xdx cos sin


3.

+ c x xdx sin cos 4.


c x dx
x
+

ln
1
5.
c e dx e
x x
+

6.
c
a
a
dx a
x
x
+

ln
7.
+

c x
x
dx
1
2
sin
1
8.

+
+

c x tgn
x
dx
1
2
1
9.
+

c x
x x
dx
1
2
sec
1
10.

+ c tgnx xdx
2
sec
11.

+ c ctgx xdx ec
2
cos
12.

+ c x xtgnxdx sec sec


13.

+ c ecx ecxctgxdx cos cos


Contoh :
c x x dx x x + + +

sin 5
2
1
) cos 5 2 (
4 3
INTEGRAL TENTU
Definisi :
Misal f fungsi yang didefinisikan pada [a,b], f
dikatakan terintegralkan pada [a,b] jika

n
i
i i
P
x x f
1
0
) ( lim ada, selanjutnya

b
a
dx x f ) ( disebut Integral Tentu (Integral
Riemann) f dari a ke b, dan didefinisikan

b
a
dx x f ) (
=

n
i
i i
P
x x f
1
0
) ( lim
.

b
a
dx x f ) (
menyatakan luas daerah yang tercakup
diantara kurva y = f(x) dan sumbu x dalam selang
[a,b], jika

b
a
dx x f ) ( bertanda negatif maka
menyatakan luas daerah yang berada dibawah sumbu
x.
Definisi :

a
a
dx x f ) (
= 0

b
a
dx x f ) (
= -

a
b
dx x f ) (
, a > b
Teorema Dasar Kalkulus
Teorema Dasar Kalkulus memberikan kemudahan
untuk menghitung Integral Tentu, berikut teorema
tersebut :
Misal f kontinu pada [a,b] dan F sebarang anti
turunan f, maka

b
a
dx x f ) ( = F(b)
F(a)
Selanjutnya ditulis F(b) F(a) =
b
a
x F )] ( [
Contoh :
1. Perlihatkan bahwa jika r Q dan r -1, maka
1 1
1 1
+

+ +

r
a
r
b
dx x
r r b
a
r
Jawab :
Karena F(x) =
1
1
+
+
r
x
r
suatu anti turunan dari
f(x) = x
r
, maka menurut TDK,
1 1
) ( ) (
1 1
+

+

+ +

r
a
r
b
a F b F dx x
r r b
a
r
Integral tentu sebagai operator linear, yaitu bersifat :
Misal f dan g terintegralkan pada [a,b] dan k suatu
konstanta, maka kf dan
f + g terintegralkan, dengan
1.

b
a
dx x kf ) (
k
b
a
dx x f ) (
2.
dx x g x f
b
a
)] ( ) ( [

+
=
b
a
dx x f ) (
+

b
a
dx x g ) (
Contoh :
Hitung dx x x ) 6 4 (
2
1
2

Jawab :
dx x dx x dx x x



2
1
2
2
1
2
1
2
6 4 ) 6 4 ( = 4
2
1
3
2
1
2
3
6
2

1
1
]
1

1
1
]
1

x x
= 4
,
_

,
_

3
1
3
8
6
2
1
2
4
=
12
Sifat-Sifat Integral Tentu
1. Sifat Penambahan Selang
Teorema :
Jika f terintegralkan pada suatu selang yang
mengandung tiga titik a, b dan c, maka
dx x f
c
a

) (
= dx x f
b
a

) ( + dx x f
c
b

) (
bagaimanapun urutan a, b dan c.
Contoh :
1.
dx x dx x dx x

+
2
1
2
1
0
2
2
0
2
2.
dx x dx x dx x

+
2
3
2
3
0
2
2
0
2
3. dx x dx x dx x

+
2
1
2
1
0
2
2
0
2
2. Sifat Simetri
Teorema :
Jika f fungsi genap [f(-x) = f(x)] , mak a
dx x f
a
a

) (

= 2 dx x f
a

0
) ( dan
Jika f fungsi ganjil [f(-x) = - f(x)], maka
dx x f
a
a

) (
= 0.
Contoh : Suatu hari, Reza sedang memanen anggur
kemudian dia megambil Sebuah tong anggur. Reza
kemudian penasaran untuk menghitung volume tong
tersebut agar ia bisa memperkirakan kira-kira berapa
tong anggur yang akan dia bawah ,ia kemudian
teringat akan akan pelajaran kalkulus yang ia
dapatkan pada saat kuliah . Reza kemudian mengukur
tong tersebut memiliki jari2 atas dan bawah adalah 30
cm dan jari2 tengah 40 cm.. Tinggi tong adalah 1 m.
kemudian reza menghitung volume tong tersebut
Jawaban :
Reza akan meletakkan tong pada sisinya untuk
membuat suatu perhitungan aljabar
kemudian Reza menemukan persamaan parabola
dengan titik di (0,40) dan melalui (50,30).
Dan menggunakan rumus:
(X - h) 2 = 4 a (y - k)
Sekarang (h, k) adalah (0, 40) sehingga: x 2 = 4 a (y -
40) dan parabola melewati (50, 30), sehingga
(50) 2 = 4 a (30 - 40)
2500 = 4 a (-10) dan 4 a = -250
Jadi persamaan sisi barel
x 2 = -250 (y - 40), yaitu,
y = - x 2 / 250 + 40
kemudian mencari volume tong yang dihasilkan ketika
kita memutar parabola antara x = -50 dan x = 50
sekitar sumbu x-.
Maka di dapat perhitungan Integral sebgai berikut :
Jadi , volume tong anggur 425,2 L.
1.

,
_

,
_


0
4
cos 2
4
cos dx
x
dx
x

2 4
4
1
.
4
cos 8
0

,
_

dx
x

2.
dx
x
x

+
5
5
2
5
4
= 0
PENGGUNAAN INTEGRAL TERTENTU
1. Luas Daerah Bidang Rata
a. Daerah Antara Kurva dan Sumbu Koordinat.
Perhatikan gambar daerah rata dibawah ini
Daerah R dibatasi oleh grafik-grafik y = f(x), x =
a, x = b dan y = 0, luasnya A(R) ditentukan oleh :
A(R) =
dx x f
b
a

) (
Jika gambar terletak dibawah sumbu X maka
integral diatas bernilai negatif,
karena luas daerah tidak mungkin bilangan
negatif maka nilai integral tersebut dimutlakkan.
Perhatikan pula gambar daerah rata berikut ini :
Daerah R dibatasi oleh
grafik-grafik x = f(y), y =
c, y = d dan x = 0,
luasnya A(R) ditentukan
oleh : A(R) =
dy y f
d
c

) (
Jika gambar terletak disebelah kiri sumbu Y
maka integral diatas bernilai negatif, karena luas
daerah tidak mungkin bilangan negatif maka nilai
integral tersebut dimutlakkan.
Contoh :
Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh fungsi :

Untuk menghitung luas daerah rata ikuti pola berfikir
sebagai berikut :
1. Gambar daerah yang bersangkutan
2. Potong daerah menjadi jalur-jalur dan beri
nomor pada satu jalur tertentu
3. Hampiri luas jalur tertentu tersebut dengan
luas persegi panjang
4. Jumlahkan luas jalur-jalur pada daerah
tersebut
5. Ambil limit dari jumlah diatas dengan lebar
jalur menuju 0, maka diperoleh integral
tertentu.
b. Daerah antara 2 Kurva
Perhatikan kurva-kurva y = f(x) dan y = g(x)
dengan g(x) f(x) pada selang [a,b], sebagai
gambar berikut :
x x g x f A ) ) ( ) ( (
A =


b
a
dx x g x f )) ( ) ( (
Kita gunakan cara : potong, aproksimasikan,
dan integralkan.
a.

+
2
0
2
sin 1
cos

dx
x
x
b.

dx x x ) ln (
c.

+ dx ctgx tgx
2
) ( d.

xdx ec ctgx
3
cos
e.

dx
x
x
2
2
9
f.

+ +

dx
x x
x
5 4
1 2
2
2. Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva y
=
2
2
x
dan
y =
4 2
2
+ x x
3. Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva-
kurva y = x, y = 2x dan y = 5 x
4. Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva y =
x
dan y = -x + 6
5. Gambarlah daerah R yang dibatasi oleh
kurva-kurva y = x + 6, y = x
3
dan 2y + x
= 0. Kemudian hitunglah luasnya.
Contoh :
4. KESIMPULAN

Penggunaan integral dapat di implementasikan dalam
kehidupan sehari-hari sebagai penghitungan yang
cukup berpengaruh . misalnya saja saat penghitungan
sebuah bidang dengan menggunakan integral maka
hasil yang di dapt dapat di ketahui melalui
penghitungan denagn cara metode integral. Ada banya
penggunaan integral salah satunya adalah integral
tentu dan integral tak tentu
DAFTAR REFERENSI

1[1] http://rezaliah.blogspot.com/2011/03/penerapan-
integral-dalam-kehidupan.html diakses dari
internet pada tanggal 22Desember 2011