Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Semua hal yang terjadi pada dasarnya berasal dari sumber. Begitu pula dengan
penciptaan bumi dan kehidupan yang ada di bumi. Kehidupan adalah ciri yang membedakan
objek yang memiliki isyarat dan proses menompang diri (organuisme hidup) dengan objek yang
tidak memilikinya, baik karena fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki
fungsi tersebut dan klasifikasi sebagai benda mati.
Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Para ahli
biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler,
morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan
larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi
dari daerah-daerah purbakala dan batu-batu karang atau gunung-gunung batu.
Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara
generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai
bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek
moyang selama proses evolusi. Jadi evolusi erat kaitannya dengan asal usul kehidupan yang ada
di bumi. Dimana asal-usul kehidupan menjelaskan darimana makhluk hidup berasal dan evolusi
menjelaskan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
Seiring perkembangan zaman, muncul tokoh-tokoh yang memprakarsai teori asal usul
kehidupan yaitu Aristoteles, Antonie van Leeuwnhoek, Francesco Redi, Abbe Lazzaro
Spallanzani Louis Pasteur, Harold Urey, Stanley Miller, dan Alexander Oparin. Begitupun
muncul teori kosmozoik, biogenesis, abiogenesis, dan biokimia. Teori atau faham yang diajukan
pada dasarnya menolak dan melengkapi teori-teori sebelumnya.Hingga saat ini belum ada yang
berhasil memecahkan masalah bagaimana asal kehidupan di bumi ini. Banyak teori atau faham
yang diajukan, tapi sampai sekarang belum memberikan jawaban yang memuaskan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Teori asal usul kehidupan dapat dibagi menjadi dua teori yaitu teori biogenesis dan teori
abiogenesis. Teori abiogenesis (Generation spontanea) adalah teori yang mengatakan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati yang timbul secara spontan. Sedangkan teori biogenesis
adalah teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasa ldari makhluk hidup lainnya.
Menurut Robert (2006) adapun para pendukung teori abiogenesis yaitu:
a.

Aristoteles
Berpendapat bahwa meskipun adaikan yang bertelur dan telur ikan atau hasil perkawinan

induk ikan itu bila menetasakan menjadikan yang sama dengan induk.
b.

Anthoni Van Leuwenhoek


Berdasarkan hasil penemuannya pada air rendaman jerami yang diamati dengan

mikroskop dan ditemukan bintik-bintik berasal dari air dan menyimpulkan bahwa makhluk hidup
berasal dari benda mati.
c.

John Needham
Dia seorang ahli pengetahuan yang melakukan penelitian merebus kaldu dalam wadah

selama beberapa menit, kemudian ditutup dengan baik, ternyata dalam beberapa hari ditemukan
adanya kaldu yang berisi bakteri.
Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham
abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus
mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang
tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799),
dan LazzaroSpallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895).
Berdasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis generation
spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.

BAB III
ASAL USUL KEHIDUPAN
Berdasarkan fosil dan perhitungan yang diteliti, di duga kehidupan muncul di bumi
sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Para ahli berteori, bahwa kehidupan itu terbentuk melalui suatu
proses evolusi. Evolusi adalah suatu perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur dan
perlahan-lahan dalam waktu jutaan dan bahkan bermiliyar-miliyar tahun lamanya.
3.1 Teori Terbentuknya Bumi
3.1.1

Terbentuknya Bumi Menurut Teori

a. Teori Kabut
Dalam kosmogoni, hipotesis nebula menjelaskan pembentukan dan evolusi Tata
Surya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa hipotesis ini pertama kali diusulkan pada
1734 oleh Emanuel Swedenborg Awalnya hipotesis ini diterapkan hanya untuk Tata Surya
saja, namun sekarang hipotesis ini dianggap berlaku juga untuk pembentukan seluruh
alam semesta. Variasi modern yang diterima secara luas dari hipotesis nebula adalah
Model cakram nebula surya (Solar Nebular Disk Model) (SNDM).
Menurut hipotesis nebula, bintang terbentuk di awan yang besar dan padat dari
awan molekul raksasa-molekul hidrogen.Gravitasi awan tersebut tidak stabil, dan materi
bergabung menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang lebih padat yang akhirnya runtuh dan
membentuk bintang. Pembentukan bintang adalah proses yang kompleks, yang selalu
menghasilkan gas cakram protoplanet di sekitar bintang muda. Kejadian ini dapat
melahirkan planet dalam keadaan tertentu, yang sampai sekarang belum diketahui
prosesnya dengan baik.Dengan demikian pembentukan sistem planet dianggap sebagai
hasil alami dari pembentukan bintang.Bintang yang menyerupai matahari biasanya
memakan waktu sekitar 100 juta tahun untuk terbentuk.

Cakram protoplanet merupakan piringan akresi yang melanjutkan untuk memberi


makan bintang pusat.Cakram ini awalnya sangat panas, yang kemudian mendingin yang
dikenal sebagai tahap bintang T Tauri, di sini dimungkinkan terbentuknya butiran-butiran
debu yang terbuat dari batudan es.Butir-butiran ini akhirnya mengental menjadi
planetisimal berukuran kilometer. Jika cakram berukuran cukup besar proses
pertumbuhan bisa dimulai dengan sangat cepat, dalam waktu 100.000 sampai 300.000
tahun dapat membentuk embrio planet dengan ukuran sebesar jarak Bulan ke Mars. Di
dekat bintang, embrio planet melewati tahap penggabungan, menghasilkan beberapa
planet kebumian.Tahap terakhir memakan waktu sekitar 100 juta sampai satu miliar
tahun.
Pembentukan planet raksasa merupakan proses yang lebih rumit. Proses ini
diduga terjadi di luar garis beku, di mana embrio planet umumnya terbuat dari beragam
es. Akibatnya mereka beberapa kali lebih besar dibandingkan yang terbentuk di bagian
dalam piringan protoplanet.Apa yang terjadi setelah pembentukan embrio planet belum
sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa embrio terus tumbuh dan akhirnya mencapai 510 kali massa Bumi. Akumulasi gas oleh inti diawali dengan proses yang lambat, yang
terus menerus selama beberapa juta tahun, namun setelah membentuk protoplanet yang
mencapai sekitar 30 kali massa Bumi akumulasi ini menjadi luar biasa cepat. Planet
yang menyerupai Yupiter dan Saturnus diperkirakan menumpuk sebagian besar massa
mereka hanya selama 10.000 tahun. Akresi berhenti saat gas habis. Planet yang baru
terbentuk dapat berpindah menempuh jarak jauh selama atau setelah proses
pembentukan mereka. Raksasa gas seperti Uranus dan Neptunus dianggap sebagai
kegagalan inti, yang terlambat terbentuk ketika cakram hampir hilang
b. Teori Bigbang (Teori ledakan besar)
Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam
kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan
bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari
kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun
lalu.
4

Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide
sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan
hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan
meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami
dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih
tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi
dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang
tinggi.Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan
Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya
sejak lama, namun bergerak mengembang.Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan
bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan
Dentuman Besar.
Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada
kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju
pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera
mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan
sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang
tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus
mengembang dan mendingin.
Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam
Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan
semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam
Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.
3.1.2 Teori Terbentuknya Bumi Menurut perkembangan Zaman
a. Masa Arkeozoikum (2,5 4 milyar tahun lalu)
Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba, Masa Arkeozoikum (Arkean)
merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang
5

menjadi protokontinen.Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim
disebut kraton/perisai benua.Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan
kerakbumi.Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari balon bumi
(bakal calon bumi).Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu
terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan
disekitar mata-air panas. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000
tahun.Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal
muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan
ganggang).Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria
dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.
b. Masa Proterozoikum (2,5 milyar 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum artinya masa kehidupan awal.Masa Proterozoikum merupakan
awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer.Pada masa ini kehidupan mulai berkembang
dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).
Enkaryotes ini akan menjadi tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.
Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak
seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang buktibuktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum
bersama-sama dikenal sebagai masa Pra-Kambrium.Zaman Kambrium (590-500 juta
tahun lalu). Kambrium berasal dari kata Cambria nama latin untuk daerah Wales di
Inggeris sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan
invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium.Hampir seluruh kehidupan berada di
lautan.Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung.Fosil
yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral,
Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit).Sebuah daratan yang
disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India,
Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan
Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.

c. Zaman Ordovisium (500 440 juta tahun lalu)


Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang
belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali
seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid
(Lili Laut) dan Bryozona. Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana
trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa.Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan
Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar.Meluapnya Samudra dari Zaman Es
merupakan bagian peristiwa dari zaman ini.Gondwana dan benua-benua lainnya mulai
menutup celah samudera yang berada di antaranya.
d. Zaman Tersier (65 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya
primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan
fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang
hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan
banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.Pada
zaman Tersier Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling
berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global
e. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu sekarang)
Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai
sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian
diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.Pada Kala Plistosen paling
sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian besar Eropa,
Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen,
Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya Di antara 4 jaman es ini terdapat
jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat. Manusia purba jawa (Homo erectus
yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen.Manusia Modern
yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen.Flora dan fauna yang hidup
pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.

3.2 Teori terbentuknya Makhluk hidup di bumi


1. Teori Abiogenesis
Teori abiogenesis mengemukakan bahwa makhluk hidup yang ada di bumi berasal
dari bahan yang tidak hidup (tidak hidup). Teori Abiogenesis dikenal juga dengan sebutan
Generatio Spontanea yang artinya teori tersebut terjadi secara spontan atau terjadi begitu
saja. Jadi kalau pengertian Abiogenesis dan Generatio Spontanea kita gabungkan maka
secara keseluruhan artinya adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut
berasal dari benda mati atau tak hidup yang terjadinya secara spontan. Berikut beberapa
penemu yang beranggapan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati antara lain:
a. Teori Menurut Aristoteles (384-322 SM)
Aristoteles adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno.
Pada zaman Yunani Kuno Aristoteles yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi
begitu saja. Beliau mengamati ikan-ikan yang hidup di air, ia melihat ikan tertentu
keluar dari lumpur, menurutnya ikan-ikan berasal dari lumpur. Pendapat ini masih
terus bertahan sampai abad ke 17-18.
b. Teori Menurut John Needham (1700)
John Needham adalah seorang ahli pengetahuan berkebangsaan Inggris. Dia
merebus air kaldu kemudian memasukannya kedalam botol, lalu menutup rapat botol
tersebut dengan gabus. Ternyata beberapa hari kemudian muncul bakteri. Nedham
menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari kaldu. Padahal Nedham merebus kaldunya
tidak dengan botolnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri berasal dari botol
yang tidak steril.
c. Teori Menurut Anthony van Leeuwenhoek (abad ke 18)
Anthony berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas
rendaman jerami. Jadi Anthony menyimpulkan bahwa mikroorganisme berasal dari
air.
2. Teori Biogenesis

Teori biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
juga. Berikut beberapa penemu yang membantah teori Aristoteles dan Anthony antara
lain:
a. Fransisco Redi (1626-1697)
Fransisco Redi adalah seorang ahli ilmuwan bangsa Italia yang menentang teori
Abiogenesis dengan mengadakan percobaan yang menyimpulkan bahwa larva
(kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang
dapat masuk kedalam tabung dan bertelur pada kerataan daging. Dalam percobaannya,
Fransisco menggunakan tiga buah toples.
Toples I : diisi sekerat daging, dan ditutup rapat
Toples II: diisi sekerat daging, ditutup menggunakan kain kasa.
Toples III: diisi sekerat daging, tidak ditutup.
Fakta
Toples I : tidak ditemukannya larva
Toples II: tidak ditemukannya larva
Toples III: ditemukannya larva, karena lalat bisa masuk toples.
Dari percobaan yang telah dilakukan maka Fransisco Redi berpendapat bahwa
larva bukan berasal dari keratan daging (benda mati), tetapi berasal dari lalat yang
bertelur.

b. Teori Lazzaro Spallanzani (1729-1799)

Lazzaro spallanzani adalah seorang filososf bangsa Italia yang menentang


pendapat John Needham, kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh
pemanasan yang tidak sempurna sehingga mikroorganisme tidak terbunuh secara
sempurna.percobaan spallanzani:
- Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
- Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin,
kemudian dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakan di tempat yang sama. Beberapa hari
kemudian hasilnya sebagai berikut :
-

Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)


Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu


berasal dari mikroba yang berada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan
dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup
menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak
memungkinkan munculnya mahluk hidup (mikroba).
c. Teori Louis Pasteur (1822-1895)
Pasteur mengadakan percobaan dengan labu yang penutupnya berbentuk leher
angsa yang bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat diuadara
bersama dengan debu. Hasil percobaan louis pasteur adalah sebagai berikut :
Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (Cairan) tetapi

berasal dari mikroorganisme yang terdapat diudara


Jasad renik terdapat diudara bersama dengan debu

Berdasarkan hasil percobaan Fransisco, Spallanzani, dan Louis tersebut, maka


tumbanglah paham Abiogenesis, dan muncullah paham atau teori baru tentang asal
usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan:
omne vivum ex ovo: yang berarti setiap makhluk hidup berasal dari telur.
omne ovum ex vivo: yang berarti telur berasal dari makhluk hidup.
omne vivum ex vivo: yang berarti setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
3. Teori Kosmozoa

10

Arrehenius (1991) menyatakan bahwa kehidupan pertama dimulai dari sporaspora kehidupan yang bersama-sama dengan partikel debu alam disebarkan dari
tempat ke tempat lain, dibawah pengaruh sinar matahari tetapi teori ini, tidak
memperhitungkan adanya temperature yang begitu dingin dan juga sangat panas dan
sinar-sinar yang mematikan yang terdapat di angkasa luar, seperti sinar kosmis, sinar
ultraviolet , dan sinar inframerah
Teori ini berdasrkan dua asumsi, bahwa :
1. Benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini.
2. Hidup ini dapat dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa ke
bumi.
4. Teori Biokimia
a. Oparin (Rusia)
Oparin adalah seorang ahli biologi Rusia yang berpendapat bahwa di atmosfer
terkandung uap air (H2O), metana (CH4), amonia (NH3), hidrogen (H2), nitogen (N3),
dan sianogen (CNO). Uap air di atmosfer lama-kelamaan mengembun dan
mengumpul di atmosfer sehingga menjadi berat dan jatuh ke bumi sebagai hujan
lebat yang disertai halilintar. Pada waktu hujan lebat, senyawa-senyawa gas yang ada
di atmosfer banyak yang larut dan berekasi di dalam air hujan membentuk senyawa
organik sederhana (penyusun kehidupan) yang ikut jatuh ke bumi.

b. Harold Urey (Amerika)


Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari Amerika Serikat mengemukakan
bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas metana (CH4), amoniak
(NH3), hidrogen (H2) dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan unsur-unsur penting
yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Diduga karena adanya energi dari aliran
listrik halilintar dan radiasi sianr kosmos unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi
kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama
dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun
berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
11

c. Stanley Miller (Amerika)


Miller adalah murid Urey yang menguji teori Urey dengan percobaan tabung
saluran yang diisi uap air, metana, amonia, hidrogen yang kemudian dialiri listrik
bertegangan tinggi. Setelah seminggu Miller menampung zat yang terbentuk,
ternyata zat tersebut adalah asam amino. Asam amino merupakan bahan penyusun
proten pembentuk protoplasama sebagai dasar kehidupan.

BAB IV
KESIMPULAN

Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas.


Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu,

seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi.


Asal mula kehidupan terdapat dua subjek teori yaitu asal mula kehidupan bumi
dan asal mula kehidupan makhluk hidup di bumi. Sedangkan Asal mula
kehidupan di bumi di bagi menjadi dua yaitu terbentuknya bumi menurut teori
dan terbentuknya bumi menurut perkembangan zaman.
12

Asal mula terbentuknya bumi menurut teori terbagi menjadi teori kabut,teori
bigbang sedangkan menurut perkembangan zaman yaitu terbagi menjadi zaman
arkezoikum, zaman proterozoikum, zaman ordovisium, zaman tersier dan zaman

kuarter.
Asal mula kehidupan makhluk hidup di bumi terbagi menjadi beberapa teori yaitu
diantaranya teori abiogenesis, teori biogenesis, teori kosmozoa, dan teori
biokimia.

DAFTAR PUSTAKA
(https://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis_nebula)

13