Anda di halaman 1dari 21

cerita dari indonesia

1 | UNICEF INDONESIA
UNICEF Indonesia:
Membuat Setiap Anak Dihargai

Saat ini, UNICEF Menjamin hak-hak setiap anak atas kehidupan, pendidikan,
pembangunan dan perlindungan merupakan hal yang sangat
bekerja sama dengan
penting bagi pertumbuhan dan kesuksesan suatu bangsa. Sudah
berbagai lembaga menjadi tugas setiap orang, termasuk orang tua dan masyarakat,
untuk melahirkan masyarakat sipil dan sektor swasta, media dan akademisi, dan
pemahaman dan terutama setiap pemerintah, untuk menghormati, melindungi
dan memenuhi hak-hak anak. UNICEF bekerja di lebih dari 190
bukti-bukti untuk
negara untuk memastikan bahwa hak-hak semua anak, termasuk
mengidentifikasi anak- mereka yang paling terpinggirkan dan tidak beruntung, terwujud.
anak yang terasing
Di Indonesia, UNICEF mengingat kembali pada sejarah selama
dari seluruh kemajuan
lebih dari 50 tahun bermitra dengan pemerintah dan lembaga-
negara; melakukan lembaga lainnya, yang menjangkau jutaan anak-anak melalui
advokasi untuk kebijakan pembangunan dan bantuan kemanusiaan. Menanggapi
dan program yang lebih peningkatan kapasitas dan pertumbuhan ekonomi di negara ini,
Setiap anak - di manapun ia baik bagi anak-anak;
bidang kerja sama UNIECEF secara bertahap telah bergeser
dari pemberian layanan di tingkat masyarakat menuju kerja
tinggal - memiliki hak yang memberikan bantuan sama dalam kebijakan yang lebih strategis dengan mitra
teknis tingkat tinggi pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
sama atas awal kehidupan kepada pemerintah dan

yang sehat dan aman mitra lainnya; menguji


model dan inovasi yang
dapat menawarkan
Anthony Lake solusi terhadap
tantangan yang sudah
UNICEF Executive Director berlangsung lama
yang mempengaruhi
anak-anak; serta
membangun
kemitraan dan
jaringan demi
memajukan hak-
hak anak.
UNICEF Indonesia/2011/Josh Estey

THE INDONESIAN STORY | 1


Meskipun ruang lingkup program UNICEF bantuan darurat, memimpin pemulihan fasilitas
mungkin telah berubah dari waktu ke waktu, air bersih dan sanitasi, memberikan dukungan
organisasi ini memiliki mandat inti yang psikologis dan emosional kepada anak-anak,
tetap sama, yaitu: UNICEF ada di Indonesia membantu membuka kembali sekolah,
untuk membuat setiap anak dihargai. mendaftarkan dan melacak anak-anak yang
terpisah dari keluaganya, serta bekerja sama
Ketika UNICEF mulai bekerja di Indonesia pada dengan para mitra untuk memenuhi kebutuhan
tahun 1948, fokusnya adalah memberikan kesehatan penduduk yang terkena bencana.
bantuan darurat seperti yang dilakukannya
di banyak negara setelah perang dunia Tanggap tsunami sampai saat ini menjadi
kedua. Pada waktu itu, Pulau Lombok salah satu operasi darurat dan pemulihan
dilanda kekeringan dan UNICEF memberikan terbesar dalam sejarah UNICEF.
dukungan untuk mencegah kelaparan.
Satu dekade setelah bencana tersebut, Indonesia
Pada tahun 1949, perjanjian kerja sama resmi muncul sebagai salah satu perekonomian terkuat
pertama ditandatangani dengan Pemerintah di wilayahnya, hingga mencapai status negara
Republik Indonesia untuk membangun berpenghasilan menengah dengan pendapatan
dapur susu di Yogyakarta, yang menjadi per kapita sekitar USD3500 (Bank Dunia 2013).
pusat pemerintahan baru pada saat itu.
Namun demikian, menurut berbagai estimasi,
Pada tahun 1969, Pemerintah Indonesia sekitar 190,0001 anak meninggal setiap
meluncurkan Rencana Pembangunan tahun sebelum mencapai umur lima tahun,
Lima Tahun yang pertama. UNICEF kebanyakan disebabkan oleh penyakit yang
dan badan-badan PBB lainnya, seperti dapat dengan mudah dicegah atau diobati.
WHO, memberikan bantuan teknis.
Indonesia memiliki jumlah penduduk kedua
Selama dekade berikutnya, UNICEF terlibat terbesar di dunia yang tidak memiliki akses
dalam bidang program yang lebih luas terhadap jamban.2 Sehingga mereka harus buang
untuk membantu memperbaiki situasi air besar di tempat terbuka yang meningkatkan
perempuan dan anak-anak. Pada tahun 1990- risiko diare, pembunuh anak yang utama.
an, misalnya, UNICEF mulai bekerja sama
dengan pemerintah dalam mengembangkan Lebih dari satu dari tiga anak menderita
proyek-proyek guna meningkatkan angka hambatan pertumbuhan3, yang mengurangi
melek huruf di kalangan perempuan dan kesempatan mereka untuk bertahan hidup,
partisipasi angkatan kerja perempuan. serta menghambat perkembangan fisik
dan kognitif mereka. Stunting dikaitkan

UNICEF Indonesia/2008/Josh Estey


Pada tahun 2000, kerja sama antara dengan perkembangan otak di bawah
Indonesia dan UNICEF telah diperluas standar, yang pada gilirannya mempengaruhi
lagi, yang secara geografis mencapai 65 potensi pembangunan di seluruh negeri.
persen dari penduduk Indonesia.

Kemudian pada tahun 2004, tsunami di


Samudera Hindia melanda Provinsi Aceh.
Hampir 160.000 orang tewas - sebagian besar
adalah perempuan dan anak-anak. UNICEF
bergegas datang membawa pasokan

2 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 3


MEMPERSEMPIT bahwa sekitar 44.3 juta anak terkena
dampak kemiskinan, dan hidup dengan
Di Indonesia, sekitar 25 persen anak
perempuan menikah sebelum berumur

KESENJANGAN BAGI
penghasilan kurang dari dua dolar per hari. 18 tahun; salah satu yang tertinggi di
wilayah Asia Timur dan Pasifik.10
Anak-anak dalam rumah tangga termiskin tiga
ANAK INDONESIA kali lebih mungkin untuk meninggal dalam lima
tahun pertama hidup mereka jika dibandingkan
dengan anak-anak dari rumah tangga sejahtera7
Semua anak Indonesia memiliki hak
atas kesehatan, pendidikan yang
Di negara besar dengan penduduk yang beragam Data tentang sanitasi menunjukkan bahwa berkualitas, martabat dan kesempatan
seperti Indonesia, yang melesat muncul sebagai sebanyak 0 persen kuintil keluarga paling untuk memenuhi potensi mereka.
salah satu perekonomian terkuat, anak-anak dan sejahtera melakukan buang air besar di tempat
Investasi pada anak-anak Indonesia
kaum muda memainkan peran utama dalam terbuka, sedangkan dalam kalangan kuintil
adalah investasi masa depan Indonesia.
pembangunan di masa depan. Dari sekitar 250 termiskin angka ini mencapai 61 persen.8
juta orang penduduk Indonesia, kira-kira 84 juta di Untuk memastikan bahwa agenda
antaranya - atau sepertiganya - adalah anak-anak di Meskipun kemajuan terjadi sejak tahun
MDG yang belum selesai dapat dicapai
bawah usia 18 tahun.4 Dengan tingkat kesuburan 1990, tingkat kematian ibu melahirkan masih
secara adil, UNICEF memperjuangkan
sebesar 2,65 dan harapan hidup saat lahir, yaitu 69 luar biasa tinggi. Hasil SDKI tahun 2012 hak-hak anak Indonesia, serta
tahun untuk laki-laki dan 73 tahun untuk perempuan6, (359/100.000) jauh lebih tinggi daripada memanfaatkan keahlian dan komitmen
Indonesia akan terus memiliki penduduk anak- estimasi global yang dicontohkan dan lebih untuk mendukung Pemerintah
anak dan remaja yang bertambah dengan pesat. tinggi daripada estimasi SDKI tahun 2007. Indonesia dan mitra lainnya dalam
mengidentifikasi anak-anak yang
Meskipun berfokus pada pertumbuhan ekonomi, Indikator pendidikan menunjukkan bahwa
terkucil dari kemajuan, sehingga
kebijakan nasional perlu memberikan perhatian pada kelompok umur 13 sampai 15 tahun,
mampu melindungi dan memajukan
yang sama untuk memenuhi hak-hak warga negara anak-anak dari rumah tangga termiskin empat
hak-hak anak di Indonesia.
dan memastikan keadilan sosial. Agenda Tujuan kali lebih mungkin tidak bersekolah daripada
Pembangunan Milenium (MDG) yang belum anak-anak dari rumah tangga paling sejahtera.9
selesai mengharuskan pemerintah pusat dan mitra
pembangunan untuk menjembatani kesenjangan dan
melakukan perbaikan besar dalam kehidupan dan Perbedaan standar hidup antara kaum kaya dan kaum miskin di
kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Menuju Indonesia: Pendapatan keluarga menentukan kesempatan anak-anak
pasca tahun 2015, tujuan pembangunan berkelanjutan untuk tumbuh sehat, belajar dan terlindungi dari eksploitasi.
PBB memberikan penekanan lebih besar pada negara- 90 Q1 (Poorest) Q2 Q3 Q4 Q5 (Richest)
82.5

negara untuk mengatasi pertumbuhan inklusif, hak 80 77


70.14
asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan. 70

PERCENTAGE OF CHILDREN
63 62
59.13 58.15
60 56.55 56
UNICEF Indonesia/2012/Anne-Ccile Esteve

Agar mampu memberikan hasil-hasil MDG, 50 48.52 47.1


41 43.1
46.14

pengaruhnya harus merata di seluruh populasi, dan 40


32
35
30.3
memberikan manfaat bagi semua anak. Namun, di 30 27 26
24.1 25.48
22.7 23.51
20
Indonesia, kemajuan menyeluruh di tingkat nasional 17
13.9
10.5
16.8
10.6
6.3 5.16
10.22 8.3
10 7.48
sering menutupi besarnya kesenjangan. Jumlah anak 5.15
3.12 1.92 1.41
5.7 5.32
1.46
5.88
0
0
yang masih belum terjangkau tetap terlalu tinggi.
r

er

ld)

te

te

ht

ht

ld

s)
ile
te

sle

Ol

Ol

Ol
e

tio

tin

tin

in
at

at

na
sO
Ra

Ra

eig

ig
at

rh
so
el

ed
To

fic
rs

rs

s
e
za

un

as
W

ea

se
r
Sh

ar
ty

ty

rw

w
r

ia

ea

rti
er

ni
a

lit

W
St

Su
M
an

tF

Ye

Ye

No 7 Ye
er
dD
ye

l
er

de
mu
op

Ce
ta

ta

ta

5Y
le

n:

as
Ov

n(
op

-6

-12
18

or

or

or

Un
te
Pr

Penelitian yang dilakukan oleh BAPPENAS-

tio

1
2-1
dC

Im

rth
re

re
:3

6-
Pr

lM

or
re

:7
No

iza

eB

ild
:1

Bi
te

ol

:1
n

ep
fo

al

U5

ol
No

da

ta

ho

ol
ple

ol

Ch
un
(be

at

siv

ho
lf R
a

ho

ho
te

Sc
on

on

mm

om

ng
Sc
clu
ec

Se
ge

Sc

Sc
SMERU-UNICEF tahun 2012 tentang
Ne

ne

in

ki
gC

in
gI
ot

ria

Ex

in

in

or
st-

ed

ed
Pr

in

in
ar

W
ve

ed

ed
oll
Po

av

oll
av
to

ei

oll

oll
nr
tH

tH
ss

nr
ec
rly

kemiskinan anak misalnya menunjukkan

nr

nr
tE

tE
No
ce

No

tR
Ea

tE

tE
No

No
Ac

No

No

No
No

4 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 5


Berbeda Peran, Satu Tujuan:

HASIL-HASIL UNTUK ANAK-ANAK

UNICEF Indonesia/2004/Josh Estey


HIV/AIDS. Data tersebut menegaskan berskala nasional) dalam hal penyediaan
Berbeda Peran, Satu Tujuan: bahwa angka kematian anak yang tinggi informasi mendalam tentang sifat dan tingkat
hasil-hasil untuk anak-anak biasanya berkorelasi dengan kurangnya kemiskinan anak di Indonesia. Susenas
akses terhadap air bersih dan sanitasi, gizi tahun 2012 menunjukkan bahwa dengan
UNICEF melahirkan informasi dan pemahaman buruk, dan rendahnya tingkat pendidikan menggunakan garis kemiskinan nasional,

tentang situasi anak-anak di Indonesia ibu. Data tersebut diharapkan dapat


dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan
jumlah anak miskin adalah sebesar 15 persen
dibandingkan dengan penduduk secara
penganggaran tingkat kabupaten di Papua. umum sebesar 12 persen, dan anak-anak di
daerah perdesaan lebih terkena dampaknya
Advokasi untuk Perlindungan Sosial yang dibandingkan anak-anak di daerah perkotaan
Sensitif Anak di Indonesia: Menanggapi (18 persen berbanding 11 persen). Di seluruh
Dengan menghasilkan data yang kredibel dan mendukung, temuan dan bukti penelitian, ketidakadilan bukti-bukti tentang kemiskinan dan provinsi di Indonesia, tingkat kemiskinan
yang terus terjadi dapat disoroti. Lahirnya pemahaman telah menjadi landasan bagi dukungan UNICEF kesenjangan anak, dalam beberapa tahun anak sangat bervariasi, dari 35 persen di
terhadap pemerintah. Hal ini memungkinkan lembaga-lembaga mengatasi tantangan yang dihadapi oleh terakhir UNICEF telah bekerja sama dengan Papua sampai hanya 6 persen di Bali. Garis
anak-anak yang terkucilkan dari seluruh kemajuan dengan lebih baik. mitra-mitra utama, seperti TNP2K dari kantor kemiskinan nasional, yaitu sekitar USD 1 per
Wakil Presiden, Kementerian Perencanaan hari yang disesuaikan dengan perbedaan
UNICEF memberikan bantuan teknis untuk inisiatif penelitian tentang situasi anak-anak dan perempuan Pembangunan Nasional, dan Kementerian biaya hidup, sangat rendah untuk ukuran
guna memastikan bahwa kualitas penelitian tersebut memenuhi standar internasional. UNICEF juga Sosial, antara lain untuk melobi peningkatan negara berpenghasilan menengah seperti
membantu organisasi riset lokal untuk mendapatkan akses terhadap mitra pemerintah guna memastikan fokus dan penyertaan isu-isu anak-anak Indonesia. Menggunakan garis kemiskinan di
bahwa bukti bukti yang mereka hasilkan menjangkau audiens yang tepat. Guna memfasilitasi penelitian dalam kerangka perlindungan sosial yang ada atas USD 2 per hari menunjukkan tingginya
tentang isu-isu anak, UNICEF mendukung pembentukan jaringan peneliti dan evaluator pertama yang di Indonesia. Pentingnya perlindungan sosial tingkat kerentanan dan kemiskinan dalam
bekerja pada isu-isu anak-anak (Jaringan Peduli Anak Indonesia/JPAI), yang menyatukan peneliti, sekarang diakui sebagai salah satu langkah keluarga yang memiliki anak, dengan 49
pembuat kebijakan dan lain-lain. utama untuk mengurangi kesenjangan persen dari semua anak-anak tumbuh
dan melindungi kelompok yang rentan, dalam rumah tangga berpenghasilan kurang
Studi dan penilaian difokuskan untuk menghasilkan data baru serta analisis data yang ada untuk terutama anak perempuan dan anak laki-laki dari USD 2 per orang per hari. Pada garis
menciptakan gambaran seluas mungkin tentang situasi perempuan dan anak-anak di Indonesia, yang membutuhkan dukungan tambahan. kemiskinan yang lebih tinggi ini ada sedikit
tantangan dan ketidakadilan yang masih terus terjadi yang menghambat pertumbuhan dan pembangunan UNICEF menyediakan bantuan teknis untuk perbedaan antara tingkat kemiskinan anak
berkelanjutan, serta tren sosial-ekonomi yang dapat mempengaruhi masa depan anak-anak. memperkuat bantuan keluarga yang diberikan perkotaan (47 persen) dan tingkat kemiskinan
kepada penerima manfaat program bantuan anak perdesaan (50 persen). Di samping
Contoh upaya-upaya yang dilakukan oleh UNICEF tunai bersyarat terbesar (PKH) di negeri itu, jumlah anak miskin perkotaan tetap
untuk melahirkan pemahaman adalah: ini di bidang gizi. Di samping itu, UNICEF sama antara tahun 2009 dan 2012 (20 juta),
mendukung peninjauan efektifitas sistem sedangkan jumlah anak miskin perdesaan
Pelaksanaan Multiple Indicator Cluster Survey (MICS) di
perlindungan sosial yang berlaku untuk berkurang dari 26 menjadi 22 juta jiwa.
Papua: Selama beberapa tahun terakhir, UNICEF Indonesia
menyederhanakan dan mengintegrasikan Analisis kemiskinan anak juga menunjukkan
telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah,
berbagai langkah perlindungan sosial bahwa tingkat kemiskinan anak terkait erat
seperti BPS (Badan Pusat Statistik), untuk melaksanakan Data yang berkualitas sekaligus memperkuat dampak dengan karakteristik rumah tangga, termasuk
survei rumah tangga, seperti Multiple Indicator Cluster dan akurat memberikan pengurangan kemiskinan terhadap anak. gender dan latar belakang pendidikan kepala
Survey di enam kabupaten di Provinsi Papua dan Papua pemahaman penting
Barat. Survei rumah tangga memerlukan investasi besar, rumah tangga, serta besarnya rumah tangga.
kepada mitra Studi Kemiskinan Anak Indonesia:
baik dari segi keuangan maupun teknis. Data dari MICs Hasil penelitian ini membentuk landasan
guna memastikan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan
yang dilakukan di Papua, yang diluncurkan pada Desember bukti bagi kerja sama dengan Pemerintah
perencanaan, alokasi pemerintah dan mitra lainnya tentang
2012, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah, Indonesia untuk memperkuat strategi
sumber daya dan bagaimana kemiskinan berdampak terhadap
mengungkapkan adanya kesenjangan besar antara provinsi pengurangan kemiskinan anak, khususnya
program yang lebih kehidupan anak-anak, UNICEF bekerja sama
jangkauan dan efektivitas perlindungan sosial.
dan kabupaten pada indikator-indikator seperti kematian dengan SMERU (sebuah pusat penelitian
baik bagi anak-anak
anak, akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan
terpinggirkan.

8 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 9


Berbeda Peran, Satu Tujuan:
hasil-hasil untuk anak-anak

UNICEF melakukan advokasi untuk kebijakan,


hukum dan program yang memperkuat
terwujudnya hak-hak anak di Indonesia

Tidak seperti kebanyakan kelompok kepentingan lain, anak-anak tidak memiliki suara untuk melobi anggota
dewan, pembuat kebijakan dan pengambil keputusan lainnya untuk membela kepentingan mereka melalui
negosiasi. Namun hampir semua keputusan pemerintah, baik yang berhubungan dengan alokasi sumber daya,
perumusan kebijakan atau kesejahteraan sosial berdampak terhadap kehidupan anak-anak. Oleh sebab itu,
sebagai organisasi PBB yang memiliki mandat untuk melindungi dan memajukan hak-hak anak dan perempuan,
advokasi untuk kebijakan dan program yang ramah anak merupakan salah satu peran kunci UNICEF.

Contoh saran kebijakan yang berhasil mencakup reformasi undang-undang peradilan anak, inisiatif nasional
penanggulangan cacingan dan fortifikasi tepung terigu, serta penyertaan peningkatan kesadaran tentang HIV/
AIDS dalam kurikulum sekolah di Papua:

Hukum progresif tentang Peradilan Anak-Anak:


Setiap tahun di Indonesia, lebih dari 5.000 anak dihadapkan ke
sistem peradilan formal sebagai terdakwa. Hampir 90 persen Jelas bahwa
dari anak-anak tersebut berakhir di balik jeruji besi meskipun
anak-anak yang
sebagian besar pelanggaran yang mereka lakukan tidak berarti.
Sebagai satu-satunya mitra pembangunan yang memberikan paling terkena
dukungan teknis yang komprehensif kepada pemerintah dalam
rangka reformasi sistem peradilan anak, UNICEF berhasil
dampak positif
melakukan advokasi untuk memperbaiki kerangka hukum guna dan negatif
memperkuat perlindungan hak-hak anak. Hasilnya, pada awal
tahun 2012, 50 anak dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan
proses tata
melalui instruksi Presiden; dana pemerintah dialokasikan untuk kelola dan
lembaga pemasyarakatan; dan 'koreksi Cetak Biru' disahkan,
sehingga memberikan arah kebijakan bagi reformasi sistem pengambilan
pemasyarakatan. Pada Agustus 2014, setelah lebih dari tujuh tahun keputusan,
UNICEF dan mitra pemerintah melakukan advokasi, Undang-
Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Tindak namun
UNICEF Indonesia/2012

Pidana Anak-Anak mulai berlaku. Meskipun memiliki keterbatasan, kepentingan


undang-undang ini merupakan tonggak penting dalam proses
reformasi peradilan dan untuk mewujudkan sistem peradilan mereka sering
khusus untuk anak-anak sebagaimana diamanatkan oleh hukum
kali tidak dibela.
internasional. Undang-Undang Peradilan Anak mengandung
persyaratan tuntutan kesiapan bagi lembaga penegak hukum dan
10 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 11
instansi terkait, dan yang terpenting adalah Peraturan tentang Pendidikan HIV/AIDS
undang-undang ini menaikkan usia minimum di Sekolah: Di Indonesia, satu dari setiap lima
anak terhadap pertanggungjawaban pidana orang yang baru terinfeksi HIV berusia di bawah
dari 8 tahun menjadi 12 tahun. Secara khusus, 25 tahun. Dengan jumlah penduduk hanya
undang-undang ini sudah berdampak pada 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia,
kehidupan anak-anak. Ketika undang-undang tanah Papua menyumbang lebih dari 15 persen
ini diberlakukan, ratusan anak-anak dibebaskan dari semua kasus HIV baru pada tahun 2011.
dari tahanan, dan pada akhir September 2014 di Survei Pengetahuan, Sikap dan Praktik yang
seluruh negeri ini hanya ada 6 orang yang tetap dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa
berada di penjara karena kejahatan sipil. sangat sedikit kaum muda yang bersekolah
(12,6 persen di Papua dan 1,67 persen di
Standar Nasional untuk Fortifikasi Tepung Papua Barat) dan yang tidak bersekolah (4,5
Terigu: pada tahun 1998, Kementerian persen di Papua dan 0,0 persen di Papua Barat)
Kesehatan, mengeluarkan keputusan bahwa memiliki pengetahuan yang komprehensif
semua tepung terigu yang dibuat di Indonesia tentang HIV/AIDS. Kaum muda yang tidak
atau diimpor harus diperkaya dengan vitamin bersekolah lebih berisiko terinfeksi HIV, dengan
dan mineral, antara lain besi, asam folat dan 51 persen dari mereka yang berada Papua
seng. Kekurangan zat besi dan seng dapat dan 44 persen lainnya yang berada di Papua
berdampak negatif terhadap pertumbuhan Barat melaporkan bahwa mereka melakukan
anak. Sementara asam folat mencegah cacat hubungan seksual lebih dari satu kali, namun
pada tabung saraf. Menanggapi keputusan hanya 18 persen di antara mereka yang
ini, Kementerian Perindustrian, pada tahun merasa bahwa mereka berisiko terjangkit HIV.
2001, mewajibkan fortifikasi tepung terigu. Mencegah penyebaran virus ini lebih lanjut
Namun demikian pada Januari 2008, dalam kelompok usia ini melalui peningkatan
menyusul lobi yang dilakukan oleh para importir kesadaran dan pelatihan keterampilan hidup
tepung terigu, kewajiban mengikuti Standar telah menjadi prioritas UNICEF. Sehingga
Nasional Indonesia (SNI) ini dicabut. Dengan UNICEF mengadvokasi Gubernur Papua
memanfaatkan pengetahuan para ahli tentang dan Papua Barat untuk memastikan bahwa
gizi anak dan mengacu pada biaya fortifikasi sekolah-sekolah dilibatkan untuk memainkan
yang rendah, UNICEF meyakinkan pemerintah peran utama guna melahirkan kesadaran di
akan keuntungan besar yang dperoleh dari kalangan anak muda. Hasilnya, pada tahun 2011
investasi fortifikasi tepung terigu, sehingga pada pemerintah mewajibkan pendidikan HIV/AIDS di
Juli 2008, standar ini diberlakukan kembali. seluruh sekolah mulai dari tingkat dasar sampai
Saat ini semua tepung terigu yang dikonsumsi menengah atas. Tujuh rencana operasional
manusia di Indonesia difortifikasi. Baru-baru pendidikan di tingkat kabupaten dan provinsi

UNICEF Indonesia/2008/Josh Estey


ini UNICEF telah mengadvokasi pemerintah saat ini memasukkan anggaran untuk pelatihan
untuk lebih memperkuat peraturan tersebut keterampilan hidup HIV/AIDS (lebih dari USD
berdasarkan revisi rekomendasi WHO tahun 120.000 pada tahun 2012 berasal dari sumber
2009 dengan mengubah jenis zat besi dari besi daya pemerintah). Kajian yang baru-baru ini
elektrolitik menjadi sulfat besi atau fumarat besi dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari 75
yang lebih baik diserap oleh tubuh. Kesepakatan persen sekolah dasar dan sekolah menengah
juga telah dibuat bahwa semua pabrik akan pertama yang disurvei di lokasi sasaran memiliki
mulai menggunakan jenis zat besi yang sesuai pendidikan pencegahan HIV/AIDS dalam
pada kuartal ketiga tahun 2013. kurikulum mereka.

12 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 13


berbagai topik yang berdampak pada kehidupan telah dijalankan secara terpisah dari program
remaja dan kaum muda, di antaranya kekerasan kesehatan yang ada untuk menjangkau
terhadap anak, pernikahan dini (dengan sekitar satu penduduk yang terpencil dan yang paling
Berbeda Peran, Satu Tujuan:
dari setiap empat perempuan menikah sebelum terkena dampaknya. Bekerja sama dengan
hasil-hasil untuk anak-anak
mereka berusia 18 tahun), kesempatan untuk perawatan pasca melahirkan dan layanan
mendapatkan pendidikan, dan mata pencaharian. imunisasi, diagnosis, pengobatan, dan
Memperkenalkan inovasi dan inisiatif baru untuk Partisipasi ini tidak memerlukan biaya sepeserpun, pencegahan malaria disampaikan sedemikian
mengatasi tantangan yang sedang dihadapi yang dan sebagai imbalannya remaja dan kaum muda rupa sehingga secara sinergis memperbaiki
menerima informasi dan pengetahuan yang ketiga program tersebut. Berkat dukungan
berdampak terhadap kehidupan anak-anak membantu menciptakan kesadaran tentang topik besar dari dana global untuk memerangi
ini; suara mereka dimasukkan dalam perdebatan AIDS, tuberkulosis dan malaria, program
tentang pembangunan; dan juga, tanggapan inovatif ini sedang dikembangkan di seluruh
serta solusi yang mereka berikan disampaikan wilayah nusantara yang paling endemis
Pentingnya menguji model-model baru yang dapat dikembangkan, dan kebutuhan untuk menyediakan oleh UNICEF kepada mitra pemerintah yang malaria, sehingga memperbaiki kehidupan ibu
solusi inovatif guna memperkuat kualitas layanan sosial bagi anak-anak merupakan prioritas UNICEF relevan dan masyarakat sipil sebagai pesan dan anak pada masyarakat perdesaan yang
yang jelas di seluruh dunia. Berdasarkan pengalaman dari sejumlah negara, UNICEF Indonesia bekerja advokasi agar mengambil tindakan lebih lanjut. miskin. Pendekatan inovatif serupa digunakan
sama dengan kaum muda untuk mengembangkan pendekatan baru bagi tantangan yang sedang di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya
dihadapi dan tantangan yang terus ada yang mempengaruhi kehidupan anak-anak. Meningkatkan Pengendalian dan di Aceh, yang menjadi wilayah kerja sama
Penghapusan Malaria: Intensitas penularan UNICEF dengan Kementerian Kesehatan untuk
malaria di Indonesia sangat bervariasi, membasmi ancaman wabah malaria dengan
Memulai sebuah Laboratorium Inovasi: Agar perkembangan
sehingga membutuhkan pendekatan inovatif memberantas parasit itu sendiri. Dalam
teknologi yang pesat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya pada awal
Program untuk mengendalikan dan menghilangkannya. hal ini, UNICEF memfasilitasi kerja sama
abad ke-21, UNICEF telah mulai memperkenalkan inovasi sebagai
Di wilayah timur Indonesia, tempat terjadinya
salah satu strategi program lintas sektoral yang utama. Dalam hal contoh, seperti dengan masyarakat, sektor swasta (terutama
70 persen kasus malaria, namun hanya 9 pariwisata), dan fasilitas kesehatan masyarakat
ini, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, karena setengah penanggulangan persen penduduk Indonesia yang tinggal untuk membangun sistem pengawasan
dari jumlah penduduknya berusia di bawah 25 tahun. Media sosial
kasus diare, di wilayah ini, UNICEF bekerja sama yang cepat dan efektif agar dapat membasmi
benar-benar telah meraih kepopuleran di Indonesia, yang hampir tidak
dengan Kementerian Kesehatan untuk parasit malaria dari 12 kabupaten focus, dan
pernah terjadi di negara lain, dengan jejaring sosial, twitter, dan blog pneumonia dan mengintegrasikan program pengendalian
yang lebih digemari sebagai modus komunikasi di kalangan remaja bertujuan untuk memberantas malaria dari
malaria, berkontribusi malaria Indonesia, yang secara tradisional seluruh provinsi pada akhir tahun 2015.
dan kaum muda. Indonesia merupakan salah satu dari 5 peringkat
teratas pasar Facebook. Twitter juga sangat populer di negeri ini, terhadap penyediaan
dengan jumlah pengguna sebanyak 29 juta jiwa. Hal ini menjadikan layanan kepada
twitter sebagai wadah yang ideal untuk menjangkau populasi
remaja dan kaum muda secara luas melalui platform media sosial.
penduduk yang
Sehingga untuk memperkuat keterlibatan dengan remaja dan kaum sebelumnya kurang
muda, UNICEF mendirikan laboratorium inovasi pada akhir tahun
terlayani, serta
2013. Laboratorium ini berkonsentrasi untuk membangun hubungan
dengan kaum muda, mendorong mereka untuk berkontribusi mendorong mitra
dan berpartisipasi dalam membentuk masa kini dan masa depan pemerintah untuk
lingkungan, masyarakat dan negara mereka. Satu inisiatif awal
utama laboratorium ini adalah u-report Indonesia (ureport_id). Melalui
menyusun peraturan
u-report UNICEF bekerja sama secara sistematis dengan kaum yang dapat diterapkan
muda (usia di bawah 25 tahun) melalui jajak pendapat mingguan
secara lebih luas di
dengan menggunakan platform berbasis twitter. Responden muda
mengekspresikan pendapat mereka dan menanggapi berbagai daerah terpencil.
pertanyaan yang diajukan oleh UNICEF dan mitra yang mencakup

UNICEF Indonesia/2014

14 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 15


KESEMBUHAN SEORANG ANAK
PEREMPUAN, KEMENANGAN SATU Ketika demam Adelia tak kunjung reda, ia oleh Dinas Kesehatan setempat sangat penting.
dites untuk mengetahui keberadaan parasit Dinas Kesehatan setempat memasukkan setiap
PULAU TERHADAP MAlARIA malaria nomor dua yang paling sering kasus malaria dalam suatu pangkalan data, yang
dijumpai malaria vivax. Hal ini terjadi pada memberikan informasi tentang semua aspek
tahun 2011. Berkat penanganan yang cepat potensial yang mungkin telah mempengaruhi
dan efektif, Adelia, yang kini berusia 9 tahun, risiko seseorang untuk terjangkit, di antaranya
berhasil sembuh. Namun banyak penderita lain di mana penderita tinggal, dan apakah ada
sebelumnya yang tidak terlalu beruntung. habitat larva nyamuk Anopheles di dekatnya.

"Di pulau Sabang, pada dasarnya semua Upaya-upaya ini melahirkan kesuksesan yang
orang memiliki malaria pada satu masa dalam sangat besar. Sejak tahun 2011 Sabang telah
kehidupan mereka. Kami sudah sangat terbiasa bebas malaria, setelah Adelia menjadi penderita
dengan penyakit ini," ibu Adelia, Rahmawati, malaria lokal terakhir di kalangan penduduk
Adelia, penduduk menjelaskan. "Namun ketika hal itu menimpa Sabang yang berjumlah 30.000 jiwa.
lokal terakhir salah satu dari anak-anak Anda sendiri, saya
harus mengatakan, saya sangat khawatir." Pada Sejak saat itu, setiap kasus malaria yang masuk
yang terkena suatu saat, Batee shok, yaitu desa kampung telah terdeteksi sejak dini, seperti yang terjadi pada
malaria dites halaman Adelia dan ibunya di Provinsi Aceh, pertengahan tahun 2014 ketika satu kasus tunggal
memecahkan rekor dengan jumlah kasus malaria malaria yang berasal dari luar pulau terdeteksi
untuk mengetahui oleh sistem pengawasan. Hal ini menunjukkan
tertinggi yang tecatat di satu desa di Sabang.
keberadaan parasit ketangguhan sistem pengawasan di Sabang.
malaria nomor dua Adelia belum lahir ketika tsunami Samudera
Hindia melanda Pprovinsi Aceh pada tahun Di Sabang, relawan dari kalangan masyarakat
yang paling sering 2004, dan memicu tanggapan pasca-bencana yang dilatih oleh UNICEF memainkan peran
dijumpai, yaitu yang sangat besar di kawasan tersebut, penting dalam mencegah penyebaran penyakit.
namun landasan pelaksanaan intervensi Para relawan tersebut mendatangi rumah satu
malaria vivax, pada per satu untuk memeriksa kesehatan warga
malaria yang suatu hari nanti menyelamatkan
tahun 2011. Berkat hidupnya akan segera dimulai. dan bertanya apakah mereka menggunakan
penanganan yang kelambu anti nyamuk dengan benar. Sebagai
"Setelah tsunami, terjadi peningkatan kasus garis pertahanan terhadap malaria yang terdepan,
cepat dan efektif, malaria di Sabang," kenang dr. Titik Yuniarti, kepala kelambu ini didistribusikan oleh pemerintah
Adelia yang kini pengendalian penyakit menular di Dinas Kesehatan daerah dengan dukungan dari dana global untuk
Kabupaten. "Pada tahun 2008, kami mulai bekerja memerangi AIDS, tuberkulosis dan malaria.
berusia 9 tahun
dengan UNICEF untuk membasmi malaria."
berhasil sembuh Para relawan juga mengumpulkan sampel
Bantuan keuangan dan teknis dari UNICEF darah, meskipun tugas ini membuat mereka
secara total.
mendorong investasi pemerintah yang lebih besar dijuluki "drakula," namun pengujian untuk malaria
dalam mengendalikan malaria dan memperbaiki sangat penting untuk mengidentifikasi kasus
sistem kesehatan serta alokasi anggaran dari aktif malaria, melakukan pengobatan yang tepat

UNICEF Indonesia/2014
pemerintah daerah terus meningkat. Pelaporan waktu dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
kasus malaria meningkat di kalangan rumah
sakit dan praktik dokter swasta, seperti halnya "Saya ingin malaria lenyap dari pulau saya,"
penyelidikan yang lebih cepat terhadap kasus yang kata Srikayanti, relawan dari Sabang. "Ini hal
dilaporkan. Selain komitmen politik dan keterlibatan yang aneh; tidak ada yang harus mati karena
masyarakat, pengawasan ketat terhadap malaria gigitan nyamuk, terutama anak-anak."

16 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 17


250 SEKITAR

501
JUTA
perkiraan
84JUTA
Fakta dan Angka Gambaran
Nasional Kesenjangan
jumlah penduduk
KABUPATEN
14
tahun adalah
2014 12
anak-anak

Hampir 2 dari 10 kelahiran Di 8 provinsi di wilayah timur,


tidak dibantu oleh petugas 4 dari 10 kelahiran terjadi
34
PROVINSI15
kesehatan yang terampil27 tanpa bantuan tenaga terampil28

1 dari 25 anak 1 dari 9 anak


meninggal sebelum meninggal sebelum berumur 5 tahun
berumur 5 tahun 29 di 3 provinsi di wilayah timur30

Anak-anak dari rumah tangga termiskin dua


1 dari 3 anak kali lebih besar kemungkinannya
memiliki berat badan kurang daripada

31
Setiap 3 mENIT di suatu tempat
di Indonesia, seorang anak meninggal % menunjukkan gejala-gejala
demam, yang merupakan
balita stunted31 anak-anak dari keluarga paling sejahtera32
sebelum mencapai umur 5 tahun (sekitar indikator malaria dan
190,000 kematian setiap tahun)16
ANAK BALITA infeksi akut lainnya 17 41% rumah tangga tidak Rumah tangga perkotaan dua kali lebih
menggunakan fasilitas mungkin memiliki akses terhadap sanitasi
sanitasi yang sehat33 yang sehat daripada rumah tangga perdesaan34

Peringkat 2 tertinggi di dunia SETIAP seorang perempuan

30
Anak-anak dari rumah tangga termiskin empat
54 juta ORANG
meninggal karena Hampir 98% anak usia 7-12 tahun kali lebih mungkin putus sekolah daridapa
alasan yang berkaitan
buang air besar di tempat terbuka18
menit dengan kehamilan19 mengikuti pendidikan di tingkat SD35 anak-anak dari keluarga paling sejahtera36

Indonesia memiliki lebih dari Tanah Papua terdiri dari 1% penduduk


Indonesia, namun memiliki kasus HIV/
20,000 kasus HIV
LEBIH DARI 33% KURANG DARI 67% baru setiap tahun37
AIDS 15 kali lebih tinggi
daripada rata-rata nasional38
anak-anak tidak mendapatkan
balita didaftarkan ketika dilahirkan21
imunisasi secara lengkap20
7% anak usia 5-17 tahun Anak-anak di daerah perdesaan dua kali
lebih mungkin bekerja sebagai pekerja
bekerja sebagai pekerja anak39 anak daripada anak-anak di daerah perkotaan40
Peringkat 5 dengan jumlah
anak stunted tertinggi, berdampak
terhadap 1 dari 3 ANAK
2.3 juta
anak usia 7-15
tahun di Indonesia
tidak bersekolah23

UNICEF Indonesia/2011/Josh Estey


(36% dari total balita)22

35 % 1 dari 20
anak Indonesia
tidak memiliki
akses terhadap orang yang baru terinfeksi HIV
air bersih24 berusia di bawah 15 tahun25

menikah

25
Sekitar
40% anak
% sebelum
berusia 18 usia 1315 tahun melaporkan
anak perempuan tahun telah diserang di sekolah26
THE INDONESIAN STORY | 19
MENELUSURI KEMAJUAN
SANITASI DI NTT

Novianti Atafan, 7 tahun, adalah salah satu anak terakhir di desanya yang mendapatkan
jamban di dalam rumah. Ia tinggal di desa di pinggir pantai Fungafeng di Pulau Alor di
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia dan anggota keluarganya sudah terbiasa bangun
pagi dan berebut menuruni lereng di belakang rumah mereka menuju pantai di bawahnya
untuk buang air besar. Semua itu berubah ketika Agnes Gale, seorang pekerja kesehatan
setempat yang mengkhususkan diri di bidang sanitasi dan kebersihan mengunjungi desa
tersebut. Ia menunjukkan bagaimana kotoran manusia bisa mencemari air dan makanan.
Keluarga tersebut menyadari bahwa mereka memang perlu membangun dan menggunakan
jamban agar kesehatan mereka terjaga. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten,
UNICEF melatih Agnes dan 9 sanitarian lainnya di Alor tentang cara menggunakan pesan
singkat untuk memantau sanitasi di berbagai desa. Sekarang setiap kali Agnes mengunjungi
Fungafeng, ia mencatat jenis sanitasi apa yang dipakai oleh setiap rumah tangga - buang air

UNICEF Indonesia/2014/Sarah Grainger


besar di tempat terbuka, kakus bersama, jamban semi permanen atau jamban permanen.
Ia mengirimkan informasi melalui pesan singkat ke pangkalan data pusat yang kemudian
diterima oleh staf kesehatan kabupaten. Mereka menggunakan data tersebut untuk
membuat perencanaan awal dan mengalokasikan sumber daya ke tempat-tempat yang
masih memiliki masalah sanitasi. Sesi pemicuan dan tindak lanjut pemantauan tampaknya
memiliki efek terhadap kondisi kesehatan di Fungafeng. Dulu setiap tahun desa ini dilanda
wabah diare, namun Agnes mengatakan bahwa wabah tersebut tidak pernah terjadi lagi.

20 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 21


Memperkuat Pendekatan Berbasis olah raga. Meskipun pendidikan jasmani
Berbeda Peran, Satu Tujuan: Sistem Bagi Perlindungan Anak: di merupakan bagian tak terpisahkan dari
hasil-hasil untuk anak-anak Indonesia, secara historis, kebijakan kurikulum sekolah, pada kenyataannya
perlindungan anak tidak memiliki pendekatan kegiatan ini sering tidak dilaksanakan.
UNICEF menyediakan bantuan teknis yang komprehensif untuk mencegah Kebanyakan guru pendidikan jasmani di
tingkat tinggi untuk mitra guna meningkatkan pelanggaran terhadap anak-anak. Untuk
mengatasi masalah ini, UNICEF mendukung
Indonesia tidak memiliki pelatihan formal;
hampir 40 persen dari mereka tidak memiliki
kualitas layanan sosial bagi anak-anak pembangunan kapasitas staf nasional tingkat latar belakang pendidikan olah raga. Sekolah
menengah dari mitra kementerian dengan untuk anak berkebutuhan khusus tidak
memberikan pelatihan tentang pendekatan memiliki kurikulum pendidikan jasmani
sistem berbasis perlindungan anak dan khusus, dan guru-guru menggunakan
Meskipun terdapat perkembangan yang baik dalam mewujudkan hak-hak anak, tantangan yang berkaitan melaksanakan beberapa inisiatif pemetaan kurikulum reguler sebagai gantinya. Melalui
dengan kualitas layanan sosial di sektor-sektor seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial di tingkat provinsi yang menghasilkan inisiatif 'inspirasi internasional, kemitraan
masih tetap ada di Indonesia. Salah satu hambatannya adalah perbedaan kapasitas penyedia layanan untuk peraturan dan anggaran yang ditujukan untuk yang unik antara British Council, UK Sports
menjamin layanan yang berkualitas. Hal ini terutama terjadi di daerah yang sering kekurangan tenaga kerja perlindungan anak di tingkat lokal. Saran dan UNICEF dibangun dalam konteks
sosial dan kesehatan, serta memiliki staf dengan kapasitas teknis yang terbatas dalam beberapa hal. UNICEF teknis dan advokasi kebijakan dari UNICEF Olimpiade London 2012; Indonesia telah
mendukung pemerintah dalam menyediakan pelatihan dan penguatan kebijakan nasional, serta pedoman telah menghasilkan reformasi yang sedang menerima bantuan keuangan dan teknis
yang berkaitan dengan pembangunan kapasitas untuk mencapai hasil-hasil yang lebih baik bagi anak-anak. berlangsung untuk pengembangan sistem untuk mendukung sekolah agar memberikan
perlindungan anak di Indonesia. Undang- kesempatan untuk berolah raga bagi anak-
Undang dan kebijakan baru tersedia untuk anak. Pada tahun 2012, UNICEF mendukung
Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan: UNICEF
melindungi anak-anak, misalnya Keputusan peluncuran inisiatif Olah Raga untuk
telah menjadi lembaga terkemuka yang mendukung
Presiden tentang Pencegahan Pelecehan Perkembangan di empat kabupaten (Bone,
pemerintah dalam penguatan kapasitas petugas kesehatan
Studi, penelitian dan Seksual Pada Anak, dan Undang-Undang Pasuruan, Subang dan Jakarta). Bantuan
dan nonkesehatan untuk meningkatkan gizi ibu dan praktik
pemberian makan pada anak. Dukungan UNICEF dimulai
umpan balik dari Peradilan Anak. Indikator pemantauan teknis diberikan kepada guru pendidikan
mitra pemerintah dan evaluasi yang inovatif telah ditetapkan jasmani dan pelatih olah raga. Para praktisi
dengan keberhasilan pengenalan pelatihan untuk petugas
untuk melacak kemajuan bagi anak- olah raga ini sekarang memberikan
kesehatan, termasuk kursus konseling ASI dan konseling menunjukkan
anak, dan UNICEF mendukung sejumlah kesempatan untuk berolah raga secara
makanan pendamping ASI. Sejak tahun 2012, UNICEF telah adanya kebutuhan program percontohan untuk mencegah teratur, bermain dan berekreasi bagi lebih
memusatkan perhatiannya pada pembangunan kapasitas untuk mengalihkan dan menanggapi pelanggaran terhadap dari ratusan siswa sekolah dasar dan sekolah
petugas kesehatan masyarakat guna meningkatkan akses
pengetahuan perlindungan anak. Advokasi pengasuhan menengah. Dokumentasi proses inisiatif olah
pengasuh terhadap informasi dan konseling. Kursus tentang
nutrisi ibu hamil dan menyusui, dan pemberian makan pada
teknis kepada berbasis keluarga merupakan prioritas raga untuk perkembangan mengungkapkan
berbagai mitra, di khusus mengingat banyaknya anak-anak perubahan positif di lingkungan sekolah,
bayi dan anak dikembangkan pada tahun 2012, dan telah
yang tinggal di lembaga-lembaga di dengan meningkatnya kesempatan berolah
diperkenalkan kepada lebih dari 4500 tenaga kesehatan antaranya orang
Indonesia. UNICEF, bersama Pemerintah raga, dan partisipasi anak perempuan
masyarakan di 16 kabupaten dengan dukungan UNICEF. tua, masyarakat, Indonesia, melakukan evaluasi independen dan anak-anak difabel di daerah proyek
Selain itu, UNICEF berhasil mengadvokasi pemerintah daerah, pemuka agama, terhadap pendekatan pembangunan sistem dilaksanakan. Penyebaran pengetahuan dan
organisasi nonpemerintah, dan program pengurangan stunting,
pekerja sosial dan di negara ini dan dampaknya terhadap hikmah yang diperoleh dari inisiatif tersebut
yang didukung oleh Millennium Challenge Corporation,
untuk memperluas cakupan kursus ke 20 kabupaten lainnya
kesehatan, sehingga perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi sekarang akan berfungsi sebagai bukti
terjadi peningkatan dan pelecehan. untuk melakukan replikasi pada skala yang
pada akhir tahun 2014. Alat dan mekanisme pengawasan
lebih besar, serta membuat kebijakan yang
untuk melakukan pengawasan yang mendukung juga telah kapasitas di kalangan Pembangunan Kapasitas di Bidang lebih baik, dan alokasi sumber daya untuk
diperkenalkan, sehingga petugas kesehatan masyarakat yang mitra pemerintah Olah Raga Untuk Perkembangan menjamin hak-hak anak atas olah raga.
baru dilatih dibekali dengan dukungan dan pendampingan untuk memberikan dalam Kurikulum Sekolah: Di Indonesia,
selama melakukan pekerjaannya yang disediakan oleh tenaga
layanan berkualitas. banyak anak-anak memiliki kesempatan
kesehatan terlatih setelah mengikuti pelatihan awal. yang terbatas untuk berpartisipasi dalam

22 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 23


UNICEF Indonesia/2012/Ibrahim
Program Olah Raga untuk Pekembangan
menyarankan permainan dan olah raga
yang dapat dilakukan bersama oleh siswa
berkebutuhan khusus dan siswa lainnya.

24 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 25


Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat di
Berbeda Peran, Satu Tujuan: Sulawesi: Satu kendala di sektor pendidikan adalah rendahnya
hasil-hasil untuk anak-anak kualitas data yang digunakan untuk mengidentifikasi anak- Untuk
anak yang tidak memiliki akses atau yang tidak menyelesaikan menerjemahkan
UNICEF bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pendidikan dasar. Data pemerintah dikumpulkan di tingkat kebijakan nasional
memastikan pemanfaatan sumber daya yang memadai untuk sekolah, yang memberikan informasi hanya tentang anak- dan prioritas pro-anak
menjangkau anak-anak dan perempuan yang belum terjangkau anak yang bersekolah, sehingga tidak mencakup anak-anak
rentan yang tidak bersekolah. Untuk mengatasi kesenjangan
ke dalam rencana
ini, UNICEF bekerja sama dengan pusat data dan statistik pembangunan
pendidikan untuk mengembangkan Sistem Informasi Pendidikan daerah, kerja sama
Berbasis Masyarakat di Sulawesi guna mengidentifikasi dengan pemerintah
Sebagai bagian dari dukungan terhadap proses desentralisasi di Indonesia, lima kantor lapangan UNICEF anak-anak yang tidak bersekolah dan alasan mereka tidak
kabupaten dan
(Banda aceh, Surabaya, Kupang, Makassar, Jayapura) serta kantor nasional di Jakarta menganalisis berpartisipasi dalam pendidikan. Pada tahun 2012, Kabupaten
hambatan dalam konteks khusus untuk menuju perbaikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak, Polewali Mandar di Sulawesi Barat menggunakan data provinsi diperlukan,
membantu memperkuat penyediaan dan akses terhadap pelayanan, dan membahas norma sosial Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat untuk khususnya bagi
budaya yang dapat merugikan perkembangan anak perempuan dan anak laki-laki secara keseluruhan. mengidentifikasi anak-anak dari keluarga miskin yang putus perumusan rencana
sekolah. Sebanyak 2.316 anak, dari sekitar 3.600 dari anak yang
strategis kabupaten
tidak bersekolah di kabupaten ini diidentifikasi, dan selanjutnya
dikembalikan ke sekolah atau didaftarkan pada program
(renstra), peraturan
pendidikan nonformal melalui kampanye "Anak Putus Sekolah (perda), kebijakan,
Kembali Bersekolah. Program ini didanai oleh pemerintah anggaran, dan
daerah, yang menyediakan seragam, perlengkapan sekolah rencana kerja tahunan
dan biaya transportasi. Kampanye ini meginspirasi pemerintah
sektoral/satuan dan
pusat untuk meluncurkan gerakan serupa di seluruh negeri.
Inisiatif Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat pedoman pelayanan.
telah direplikasi di kabupaten terpilih di Jawa, NTT dan Aceh.

Pendekatan Rumpun Pulau terhadap Pendekatan ini memungkinkan pengintegrasian


Kesehatan Ibu dan Anak di Maluku program kesehatan ibu dan anak yang lebih
Tengah Barat: Dengan dukungan teknis luas, termasuk intervensi seperti imunisasi dan
UNICEF, Pemerintah Maluku dan Papua di tanggap darurat, di seluruh kabupaten. Inisiatif
Indonesia Timur menyiapkan pendekatan ini telah diperluas sampai kabupaten lainnya
rumpun pulau untuk mengatasi hambatan di Maluku guna memastikan bahwa setiap
dalam hal akses terhadap layanan kesehatan. kabupaten memiliki setidaknya satu pusat
Pendekatan rumpun pulau memungkinkan rumpun. Sejak saat itu, rumah tunggu persalinan
pihak berwenang untuk mengelola sistem bagi ibu hamil berisiko telah dimasukkan
kesehatan di kabupaten yang terletak di ke dalam pendekatan rumpun pulau guna
pulau terpencil. Pendekatan rumpun pulau memperbaiki akses perempuan hamil tehadap
berfokus pada pembentukan pusat kesehatan layanan kebidanan komprehensif dan rujukan
masyarakat (puskesmas) terpilih sebagai pusat yang cepat jika terjadi komplikasi. Pendekatan
rumpun di lokasi-lokasi utama yang dapat rumpun pulau juga dilaksanakan di Papua.
berfungsi sebagai pusat rujukan kasus medis, Beberapa pondok telah didirikan di puskesmas
khususnya darurat kebidanan, pusat logistik yang berfungsi sebagai pusat rumpun.
serta pusat orientasi dan pelatihan staf baru.
UNICEF Indonesia/2004/Josh Estey

26 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 27


Menginspirasi Anak Papua agar
berjuang keras demi pendidikan

Udara terasa dingin dan matahari belum lagi muncul ketika Tolaka, 8 tahun, dan adiknya
Lima, 7 tahun, meninggalkan rumah menuju sekolah pukul 6 pagi. Mereka membutuhkan
waktu satu jam dengan berjalan kaki menuju sekolah dari pondok jerami yang mereka
tinggali bersama ibu mereka di dekat tepi sungai Baliem, di Kecamatan Kurima, Papua.
Rute yang mereka tempuh melewati padang rumput yang tergenang dan jalanan di
sepanjang hutan yang lengket dengan lumpur untuk mencapai SD Advent Majma. "Saya
sudah terbiasa berjalan kaki, jadi saya tidak lelah sama sekali," kata Tolaka. Ibu tolaka,
Dimika Satai, tahu betapa pentingnya bagi kedua putrinya untuk mendapatkan pendidikan
yang baik. Ia sendiri pernah bersekolah di sekolah yang sama sewaktu anak-anak, namun
terpaksa putus sekolah ketika orang tuanya mengatakan bahwa sudah waktunya baginya
untuk menikah. "Jika anak-anak pergi ke sekolah, mereka akan bisa melakukan apa saja
yang mereka inginkan di masa depan. Saya ingin mereka berdua bekerja di kantor," ujarnya.
Namun demikian, kadang-kadang sulit untuk memotivasi anak-anak agar mau berjalan kaki
menempuh perjalanan panjang menuju sekolah. UNICEF Indonesia bekerja sama dengan
Dinas Pendidikan Kabupaten Papua dan Papua Barat untuk memastikan bahwa anak-anak
di provinsi tersebut mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas baik. Tujuannya adalah
menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan inspiratif bagi anak-anak untuk belajar. Di

UNICEF Indonesia/2014/Andy Brown


SD Advent Maima, pelatihan UNICEF telah mendorong para guru untuk memperkenalkan
sejumlah perubahan. Di kelas-kelas yang lebih rendah, para guru menggunakan nyanyian
Tolaka dan Lima berjalan dan permainan sebagai metode pengajaran. Kegiatan ini lebih menyenangkan dan partisipatif
untuk anak-anak. Anak-anak yang lebih tua berbaris di luar kelas mereka setiap pagi dan guru
kaki ke sekolah selama mereka memberikan kuis tentang pelajaran yang didapat kemarin sebelum mereka diizinkan
satu jam melalui padang masuk ke kelas. Kelas mereka juga lebih interaktif. "Pendekatan baru telah mendorong anak-
anak untuk datang ke sekolah," kata kepala guru Anie Joyce Nirupu. "Perbaikan nyata terjadi
rumput dan hutan. dalam hal kehadiran. Ketika mereka harus belajar dengan guru baru yang belum terbiasa
dengan metode ini, anak-anak tidak memiliki hubungan yang sama dengan mereka."

28 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 29


ini, pemerintah daerah telah mulai ini ke kantor perwakilannya di negara
Berbeda Peran, Satu Tujuan: melakukan konsultasi dengan para mitra, lain dan universitas di luar Amerika
hasil-hasil untuk anak-anak termasuk UNICEF, guna merampungkan Serikat, yang tumbuh menjadi kompetisi
rancangan kebijakan untuk disahkan. akademik terbesar yang pernah didukung
UNICEF menciptakan ruang bagi anak-anak dan oleh UNICEF selama ini. Indonesia
Desain global untuk Tantangan UNICEF:
remaja untuk mengekspresikan keprihatinan mereka "Desain untuk tantangan UNICEF" adalah
merupakan salah satu negara tempat
tantangan ini diperkenalkan melalui
dan berpartisipasi dalam proses pembangunan sebuah konsep yang dirintis pada tahun kemitraan yang diresmikan bersama
2012 oleh tim inovasi UNICEF di New York dua sekolah desain teratas di negeri
dalam rangka memanfaatkan antusiasme ini, yaitu Institut Pertanian Bogor dan
dan kreativitas mahasiswa jurusan desain Institut Teknologi Bandung jurusan
lokal di Amerika Serikat dengan keahlian desain. Didirikan dalam kurun waktu
UNICEF percaya bahwa anak-anak dan remaja perlu
kelembagaan dan sumber daya yang satu semester, tujuan utamanya adalah
memainkan peran penting dalam pembangunan masyarakat
Keikutsertaan mereka, dan bahwa mereka dapat bertindak sebagai agen
dimiliki oleh UNICEF - semua dalam ruang untuk mendorong mahasiswa agar
pembelajaran terbuka terhadap masalah mengembangkan konsep produk atau
kaum muda yang kuat untuk perubahan. Komponen utama upaya
khusus yang ditetapkan dan dipandu oleh
UNICEF di Indonesia adalah bekerja dengan anak-anak dan jasa yang akan berdampak terhadap
dalam proses remaja berusia di bawah 18 tahun dan menciptakan peluang
prinsip-prinsip inovasi utama UNICEF. tantangan yang terus ada, seperti
Pada dasarnya, tantangannya merupakan
penyusunan untuk partisipasi pemuda guna memastikan agar suara-
kompetisi akademik yang melibatkan
rendahnya tingkat pencatatan kelahiran,
suara penting dari masa depan negara ini tidak diabaikan. kebiasaan buang air besar di sembarang
kebijakan tentang para mahasiswa untuk mengembangkan tempat dan keterlibatan pemuda dalam
solusi inovatif guna meringankan masalah
pemuda membuat Melakukan Advokasi untuk Kebijakan Pemuda di program pengurangan risiko bencana.
Papua: Agar lebih memahami situasi kaum muda di Papua pembangunan. Keberhasilan kemitraan ini
kebijakan tersebut dan mendapatkan umpan balik yang komprehensif dari membuat UNICEF mengembangkan ide
lebih selaras berbagai mitra, UNICEF melakukan tinjauan ekstensif
terhadap dokumen yang tersedia, menyelenggarakan diskusi
dengan aspirasi kelompok terfokus dan mewawancarai para pemangku
dan realitas kaum kepentingan utama di tingkat provinsi dan kabupaten
sepanjang tahun 2012 dan 2013. Bukti-bukti mengungkapkan
muda. Hal ini
perlunya penyusunan kebijakan tentang pemuda yang
memperkuat membahas beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh
kaum muda di provinsi ini. Anak-anak dan remaja itu sendiri
proses dan
memainkan peran penting dalam proses yang melahirkan
hasilnya. pemahaman. Melalui forum yang ada, dan inisiatif partisipasi
pemuda yang didukung oleh UNICEF, kaum muda di tanah
Papua telah mengadvokasi hak-hak dan kebutuhan mereka,
serta tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintah dan UNICEF Indonesia/2012 UNICEF Indonesia/2014 UNICEF Indonesia/2012/Ibrahim

masyarakat sipil guna mempromosikan kemajuan dan


kesuksesan Provinsi Papua. Umpan balik dan partisipasi
kaum muda Papua selama lokakarya konsultasi berlangsung
membantu memvalidasi data dan informasi tentang
tantangan yang sedang dihadapi, dan membentuk landasan
bagi pertemuan konsultasi kebijakan tingkat tinggi pertama
yang diselenggarakan oleh Gubernur Papua Barat pada Juni
2013 untuk menyusun konsep kebijakan pemuda di tingkat
provinsi yang pertama di Indonesia. Setelah konsultasi

UNICEF Indonesia/2011/Josh Estey

30 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 31


Berbeda Peran, Satu Tujuan:
hasil-hasil untuk anak-anak

UNICEF membina kemitraan dan


jaringan untuk anak-anak

Guna memanfaatkan sumber daya, meraih konsensus, dan


mendorong munculnya ide-ide baru yang bermanfaat bagi
anak-anak di Indonesia, UNICEF terlibat dalam berbagai Melalui penguatan
kemitraan di tingkat lokal, regional dan global, termasuk dengan kemitraan dan
organisasi masyarakat sipil, sektor korporasi dan individu. jaringan nasional,
Kemitraan dengan Sektor Swasta di Indonesia: regional dan global,
UNICEF didukung oleh banyak individu dan perusahaan di masih banyak hal
Indonesia yang membantu organisasi ini menyampaikan
yang dapat dicapai
hasil-hasil bagi anak-anak. Sumber pendapatan yang penting
adalah lebih dari 40.000 donor tetap di dalam negeri yang untuk anak-anak. UNICEF Indonesia/2008/Josh Estey
berkontribusi dalam bentuk sejumlah uang setiap bulan Ini merupakan
negeri. Untuk mendukung pengenalan komponen gizi dalam program pengurangan
kepada UNICEF. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dukungan, lebih lanjut, Indonesia Global Compact kemiskinan, atau Aliansi Global untuk
adalah dukungan yang diberikan oleh berbagai perusahaan,
seperti Bank BCA, Yayasan Unilever, Bank Muamalat dan
solidaritas dan Network, Save the Children bersama memperbaiki nutrisi yang mendorong
tindakan bersama UNICEF Indonesia memusatkan perhatian penggunaan garam beryodium secara
jaringan ritel Indonesia, seperti Alfamaret dan Indomaret.
terutama pada industri pariwisata dan ritel. universal di Indonesia. UNICEF juga bekerja
UNICEF juga bekerja sama dengan perusahaan dalam yang akan sama dengan LSM internasional, seperti
kemitraan nonkeuangan yang membantu dunia usaha untuk
memastikan hak- Kemitraan dengan Donor Bilateral Save the Children dan Plan International
mendukung hak-hak anak. UN Global Compact, Save the dan LSM: Kemitraan dengan mitra
Children dan UNICEF bersama-sama mengembangkan hak setiap anak. di bidang pendidikan, pengurangan
bilateral, seperti Pemerintah Australia risiko bencana dan keadaan darurat.
'hak-hak anak dan prinsip usaha yang menyediakan kerangka (DFAT), Selandia baru, Norwegia dan
kerja komprehensif guna memahami dan mengatasi dampak Amerika Serikat (USAID), telah membuat Pelatihan Bidan Inisiatif Info Bidan:
usaha terhadap hak-hak dan kesejahteraan anak-anak. Di UNICEF mampu melaksanakan beberapa Pada tahun 2013 UNICEF menjalin kerja
Indonesia, Indonesia Global Compact Network, Save the inisiatif utama di berbagai sektor, seperti sama dengan perusahaan ponsel Nokia
Children dan UNICEF bergabung dengan Kementerian kesehatan dan gizi, pendidikan, HIV/ dan penyedia layanan PT XL Axiata dalam
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) AIDS dan perlindungan anak. Program proyek percontohan untuk memperbaiki
dan mitra nasional lainnya, untuk menyerukan kepada ini juga didukung oleh badan lain, seperti layanan kesehatan ibu dan anak di daerah
masyarakat bisnis lokal agar menempatkan hak-hak anak dana global untuk memerangi AIDS, perdesaan dengan menggunakan teknologi
sebagai pusat perhatian agenda tanggung jawab sosial tuberkulosis dan malaria, Yayasan Bill ponsel. Di Indonesia, bidan merupakan lini
perusahaan. Setelah peluncuran nasional pada tahun 2013, dan Melinda Gates, yang berfokus pada depan penyedia layanan kesehatan untuk
Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), yang sanitasi total berbasis masyarakat; Bank ibu hamil dan anak. Namun, banyak bidan
didukung oleh KPPPA, berkomitmen untuk memainkan peran Dunia yang bertujuan untuk memperkuat yang memiliki kapasitas terbatas dan kurang
penting dalam memantau pelaksanaan prinsip usaha di dalam

UNICEF Indonesia/2008/Josh Estey

32 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 33


memiliki informasi teknis yang diperlukan
untuk melakukan pekerjaan mereka. Upaya
pengembangan kapasitas konvensional,
seperti pelatihan tatap muka tidak selalu
efektif dari segi biaya, namun teknologi
ponsel menawarkan pilihan menarik,
karena ponsel dapat mengatasi tantangan
akses geografis dan sebagainya. Dengan
mengadaptasi aplikasi ponsel kehidupan
Nokia, UNICEF mengembangkan pesan
singkat yang dikirim kepada kelompok
percobaan yang terdiri dari 200 bidan
selama tahap uji coba. UNICEF menyatukan
Nokia dan Kementerian Kesehatan
sebagai mitra untuk inisiatif kerja sama
ini ini untuk pertama kalinya UNICEF
menyatukan sektor pemerintah dan swasta
dalam sebuah kolaborasi yang membahas
tantangan bagi pemberian layanan yang
berkualitas dengan menggunakan teknologi
yang ada guna mengatasi hambatan dalam
dalam hal akses terhadap pemahaman di
sektor pemerintah. Karena temuan proyek
percontohan tersebut menunjukkan hasil
positif, UNICEF mengembangkan inisiatif
ini untuk menjangkau lebih dari 20.000
bidan di Jawa Tengah melalui kerja sama
dengan asosiasi bidan setempat (IBI) dan
pihak-pihak lainnya. Untuk mengatasi
keterbatasan teknologi SMS, saat ini
UNICEF juga akan menggunakan berbagai
platform, termasuk aplikasi bergerak dan
media sosial (facebook dan twitter).

UNICEF Indonesia/2004/Rachel Donnan


34 | UNICEF INDONESIA THE INDONESIAN STORY | 35
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 IDHS 2012
2 Progress on Drinking Water and Sanitation 2014 Update, JMP, p12 and p52
3 State of the Worlds Children 2014, p38
4 Population projection for 2014, Census 2010
5 IDHS 2012, p49
6 IDHS 2012, p2
7 IDHS 2012, p105
8 Riskedas 2013
9 SUSENAS 2011, Inequalities in Education May 2013
10 CENSUS-SUSENAS 2010 data extrapolation
11 UN Department of Economic and Social Affairs,
World Population Prospects: The 2012 Revision
12 Census 2010
13 Child Poverty and Disparities in Indonesia, SMERU, p21
14 http://www.thejakartaglobe.com/archive/house-agrees-
on-creation-of-indonesias-34th-province-north-kalimantan/
15 http://www.thejakartaglobe.com/archive/house-agrees
on-creation-of-indonesias-34th-province-north-kalimantan/
16 IDHS 2012
17 IDHS 2012, p142
18 Progress on Drinking Water and Sanitation 2014 Update, JMP, p12
19 IDHS 2012, p209
20 IDHS 2012, p137
21 IDHS 2012, p20
22 State of the Worlds Children 2014, p38
23 SUSENAS 2011, Inequalities in Education May 2013
24 Child Poverty and Disparities in Indonesia, SMERU, p57
25 Mathematic Modelling of the HIV epidemic in Indonesia 2012-2016, p34-36
26 26UNICEF global databases 2014, sourced from the most recent Global School-based
Student Health Surveys (GSHS). Found in: United Nations Childrens Fund, Hidden in Plain
Sight: A statistical analysis of violence against children, UNICEF, New York, 2014.
27 IDHS 2012, p121
28 IDHS 2012, p269
29 IDHS 2012, p105
30 IDHS 2012, p262
31 State of the Worlds Children 2014, p38
32 State of the Worlds Children 2014, p104
33 Progress on Drinking Water and Sanitation 2014 Update, JMP, p52
34 Progress on Drinking Water and Sanitation 2014 Update, JMP, p52
35 SUSENAS 2011, Inequalities in Education May 2013
36 SUSENAS 2011, Inequalities in Education May 2013
37 Indonesia Country Report on the follow up to the declaration of commitment on HIV AIDS 2010-11, p33
38 Indonesia Country Report on the follow up to the declaration of commitment on HIV AIDS 2010-11, p16
39 Working Children in Indonesia 2009, ILO and Statistics Indonesia p37
40 Understanding Childrens Work in Indonesia 2012, Inter-Agency Study, p37

36 | UNICEF INDONESIA
UNICEF
World Trade Center 6, 10-11th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 31
Jakarta 12920, Indonesia

Tel.
(021) 2996 8000

Fax.
(021) 571 1326

Email
jakarta@unicef.org

Website
www.unicef.or.id

unicefindonesia @unicefindonesia