Anda di halaman 1dari 5

BED SIDE TEACHING

PERITONITIS GENERALISATA

ET CAUSA PERFORASI APPENDIKS

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian

Program Pendidikan Profesi Kedokteran Bagian Bedah

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh :

Muhammad Shilahul J (20110310203)

Diajukan Kepada :

dr. Satriyo Teguh K. sp. B

BAGIAN ILMU BEDAH

RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2016
BAB I

LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien

Nama : An. A.

Umur : 10 tahun

Tanggal lahir : 25 November 2006

Alamat : Mojotengah

Bagian : Bedah

Ruang : Bougenville

Tanggal masuk : 29 Mei 2016

B. Anamnesis

Keluhan Utama : Nyeri di seluruh lapang perut

Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang pasien anak-anak berusia 10 tahun datang ke


IGD RSUD KRT Setjonegoro pada hari Minggu tanggal
29 Mei 2016 dengan keluhan nyeri di seluruh lapang
perut. Pasien mengaku keluhan nyeri perut bermula
pada hari jumat sore setelah perutnya terbentur meja.
Keluhan nyeri perut pasien menetap dan dirasa semakin
memberat. Malam harinya pasien mengeluh demam
disertai mual dan muntah > 5x bercampur makanan dan
diare cair berwarna jernih > 5x. Pasien mengaku tidak
ada keluhan mengenai buang air kecilnya. Pasien
dibawa ke Puskesmas terlebih dahulu pada hari sabtu
namun keluhan tidak membaik.

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mengaku mempunyai keluhan nyeri perut


hilang dan timbul sekitar 1 bulan terakhir di regio kanan
bawah. Keluarga pasien mengaku bahwa pasien belum
pernah menderita penyakit yang mengharuskan dirawat
inap di rumah sakit sebelumnya. Keluarga pasien juga
mengaku pasien tidak sedang dalam keadaan sakit berat
yang mengharuskan pasien untuk mengkonsumsi obat-
obatan tertentu.
Riwayat Penyakit Keluarga : Keluarga pasien mengaku bahwa tidak ada keluarga
yang mengalami keluhan serupa.

C. Pemeriksaan Fisik

1.) Keadaan Umum

Kesan umum : Tampak kesakitan

Kesadaran : Komposmentis

2.) Vital Sign

TD : 130/100 mmhg

N : 143 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu : 38,1 derajat C

3.) General Examination

a.) Kepala
Mesocephal, Simetris, Bibir kering

b.) Mata
Conjuctiva anemis -/-
Sklera ikterik -/-
Pupil isokor, diameter 4cm
Reflek cahaya (+)

c.) Leher
JVP tidak meningkat

d.) Thorax
Inspeksi : Pergerakan dada kanan dan kiri simetris, tidak nampak jejas
Perkusi : Sonor
Palpasi : Krepitasi (-), Nyeri tekan (-), Vokal fremitus sama antara paru
kanan dan kiri
Auskultasi : Suara dasar vesikuler, Suara tambahan (-)

e.) Abdomen
Inspeksi : Cembung, distensi
Perkusi : Redup, pekak hepar menghilang
Palpasi : Defans Muskular (+), Nyeri tekan (+)
Auskultasi : Bising usus (-), Metallic sound (-)

f.) Genitalia
Tidak ada kelainan

g.) Ekstremitas
Atas : Tidak ada kelainan
Bawah : Tidak ada kelainan

D. Working Diagnosis

Peritonitis Generalisata et causa trauma tumpul abdomen dengan hemodinamik stabil

E. Differential Diagnosis

Peritonitis et causa perforasi Hollow viscus


Perdarahan intra abdomen et causa rupture organ padat

F. Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

HB 14.6 (10.8-15.6)
Leukosit 7.1 ( 4.5-13.5)
Eosinofil 0.00 ( 1.00-5.00)
Basofil 0.40 ( 0-1.00 )
Netrofil 87.60 ( 25.00-60.00)
Limfosit 9.10 (25.00-50.00)
Monosit 2.80 (1.00-6.00)
HT 41 (33-45)
Trombosit 281 (150-400)
Ureum 31.4 (<50)
Kreatinin 0.75 (<1.0)
SGOT 17.5 (<47)
SGPT 14.9 (<39)

G. Diagnosis

Peritonitis Generalisata et causa suspect perforasi Hollow viscus

H. Treatment

- Medika mentosa
Infus RL 18tpm
Injeksi Ketorolac 15mg 3x1
Injeksi Cefotaxime 1gr 2x1
- Operatif
Laparotomy eksplorasi