Anda di halaman 1dari 2

% COHb Gejala-gejala

010 tidak ada keluhan maupun gejala.


1020 rasa berat dikepala, sedikit sakit kepala, pelebaran pembuluh darah kulit.
2030 sakit kepala menusuk-nusuk pada pelipis
3040 sakit kepala hebat, lemah, dizziness, pandangan jadi kabur, nausea,
muntah-muntah.
4050 seperti diatas, syncope, nadi dan pernafasan menjadi cepat.
5060 syncope, nadi dan pernafasan menjadi cepat, coma, kejang yang
intermitten.
607- coma, kejang yang intermitten, depressi jantung dan pernafasan.
7080 nadi lemah, pernafasan lambat, kegagalan pernafasan dan meninggal
dalam beberapa jam.
8090 meninggal dalam waktu kurang dari satu jam.
90 keatas meninggal dalam beberapa menit.-

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran. Oleh karena itu, asap hasil
pembakaran sampahpun mengandung karbon monoksida. Berikut ini gejala yang
timbul setelah menghirup gas karboh monoksida, disesuaikan dengan kadar gas
karbon monoksida yang dihirup:

1. Paparan gas CO di bawah 100 ppm dalam waktu 1 jam, tidak menimbulkan
gejala apapun;
2. Paparan gas CO di bawah 500 ppm dalam waktu 1 jam, timbul gejala batuk
dan pusing;
3. Jika terpapar hingga di bawah 1000 ppm selama 1 jam dapat menyebabkan
sesak nafas, gelisah/bingung, serta muka merah;
4. Terpapar gas CO dengan kadar di atas 1000 ppm bisa menyebabkan koma.

[ppm = part per million, atau bpj = bagian per sejuta. Satuan ini menyatakan
volume suatu zat dalam sejuta bagian suatu campuran. 1% = 10.000 ppm.]

Metabolisme dan Interaksi Biokimia

80% -90% dari jumlah CO yang diabsorbsi berikatan dengan haemoglobin,


membentuk carboxyhaemoglobin (HbCO). HbCO menyebabkan lepasnya ikatan
oxyhemoglobin dan mereduksi kapasitas transport oksigen dalam darah. Afinitas
(daya tarik) ikatan karbon monoksida dan haemoglobin adalah 200-250 kali dari
O2+Hb. Karbon monoksida masuk ke aliran darah melalui paru-paru dan
bereaksi dengan haemoglobin.

Carboxyhaemoglobin beberapa kali lebih stabil dibandingkan oxyhaemoglobin


sehingga reaksi ini mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk
menyalurkan O2 ke jaringan tubuh. Jika kita duduk di udara dengan kadar karbon
monoksida 60 bpj selama 8 jam, maka kemampuan mengikat oksigen oleh darah
turun sebanyak 15% , sama dengan kehilangan darah sebanyak 0,5 liter.
Paparan dari karbon monoksida menghasilkan hypoxia (kekurangan oksigen)
pada jaringan. Hypoxia menyebabkan efek pada otak dan perkembangan janin.
Efek pada sistem kardiovaskuler terjadi pada HbCO kurang dari 5%.

Pengaruh COHb (dalam %) terhadap kesehatan:


1. Kurang dari 1,0 : tidak ada pengaruh
2. 2,0-5,0 : berpengaruh pada sistem syaraf utama, reaksi panca indera tidak
normal, pandangan kabur
3. 5,0 : perubahan fungsi jantung
4. 10,0-80,0 : kepala pusing, mual, berkunang-kunang, pingsan, sesak nafas, dan
kematian