0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan8 halaman

Analisis Balok WF 294x200x8x12 mm

1. Dokumen membahas redesain profil balok WF 300x150x9x13. 2. Dilakukan analisis terhadap kekuatan tekan, lentur, geser, dan tarik profil yang diusulkan. 3. Hasil analisis menunjukkan profil memenuhi persyaratan kuat terhadap kombinasi beban yang diaplikasikan.

Diunggah oleh

putra kompas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan8 halaman

Analisis Balok WF 294x200x8x12 mm

1. Dokumen membahas redesain profil balok WF 300x150x9x13. 2. Dilakukan analisis terhadap kekuatan tekan, lentur, geser, dan tarik profil yang diusulkan. 3. Hasil analisis menunjukkan profil memenuhi persyaratan kuat terhadap kombinasi beban yang diaplikasikan.

Diunggah oleh

putra kompas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

E.

Redesain profil balok WF 300x150x9x13

Profil terpasang

x x

Profil rafter adalah Wide Flange Shapes

Modulus Geser Baja (G) = 80000 MPa

Modulus Elastisitas Baja = 200000 Mpa

fy = 240 MPa

Tabel 4.4 menampilkan data dimensional penampang profil ini.

WF 294x200x8x12 mm moment inersia radius girasi modulus section


H B t.bdn t.syp r A ix iy rx ry zx zy
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
294 723 1.13E+ 1.60E+ 47. 7710 1600
200 8 12 18 8 08 07 125 1 00 00

Berdasarkan hitungan diatas maka momen lentur rencana akibat pembebanan terhadap sumbu x
balok (Mux) adalah :
Mux = 1475212 N.mm
Muy = 0 N.mm
Beban geser perlu oleh pembebanan terhadap sumbu (Vu) adalah :
Vux = 86776 N
Vuy = 0
Vu = 86776 N
Beban aksial perlu oleh pembebanan
Nu .= 1054 (Tarik)
Dengan panjang bentang (L) = 4900 mm
Analisa Terhadap Limit State

Pemeriksaan atas hasil analisa struktur menyatakan bahwa balok adalah komponen terkombinasi
lentur-geser maka usulan profil untuk balok akan dianalisa terhadap persamaan interaksi aksial
momen, persamaan kombinasi geser-lentur.

Nu Mux Muy
+ + 1 ( SNI 0317292002butir 8.4 .3 )
2 Nn Mnx Mny

Atau

Nu Mux Muy
+8 /9( + )1 ( SNI 0317292002butir 8.4 .3 )
Nn Mnx Mny

M ux M V
+ uy +0,625 uy 1,375 ( SNI 0317292002 butir 8.4 .3 )
M nx M ny V ny

Dengan ;

= 0,9 ; (interaksi geser-lentur) [SNI-2002 : pers (8.1-1)]


= 0,85 ; (interaksi aksial tekan-lentur) [SNI-2002 : pers (8.1-1)]
= 0,9 ; (interaksi aksial Tarik-lentur)[SNI-2002 : pers (8.1-1)]

Analisa untuk memperoleh tahanan-tahan rencana (Mnx, Mny dan Vn)

Mnx = min (Myx : Mbclk-x : Mltb-x) ; [SNI-2002 : pers (8.1-1]

Analisa Terhadap Tahanan Leleh (Mp)

MP = fy x Sx ; [SNI-2002; butir 8.2.1]


Zx = 771000 mm3
MP = Zx x fy
= 771000 x 240 = 185040000 Nmm
Analisa Terhadap Tekuk Lokal (Mbckl)

Mbckl-x bergantung kepada kekompakan dan kelangsingan penampang yang dapat diketahui
dengan membandingkan faktor-faktor kelangsingan (, p, r).
Perhitungan berdasarkan panjang bentang
= maks (x ; y)
L x 4900
x= = =39.2
i x 125

L y 1700
y= = =36.09
i y 47.1

Diambil yang maksimal sehingga = 39.2

p =1,76
E
fy

p =1,76
200000
240
=50,81

r =4,40
E
fy

r =4,40
200000
240
=127,02

39.2 50.81 ; p maka penampang adalah penampang kompak dan Mbckl dihitung

menurut persamaan :
Penampang kompak
M bckl=Mp = 185040000 Nmm

Analisa Terhadap Tekuk Lateral (Mltb)

Bergantung pada komponen tergolong pendek, menengah atau panjang


L = 4900 mm
Nilai Lp untuk profil I dan kanal ganda menurut tabel 8.3.2 SNI-2002

Lp = 1.76 x r y
E
fy [SNI 2002: Tabel 8.3-2]

Dengan nilai ry = 47.1


Lp = 1.76 x 47.1
200000
240
=2393mm

X1
Lr = ry f( )
L
1+ 1+ X 2 f 2L [SNI - 2002: Tabel 8.3-2]

Dengan nilai
fL = fy fr
= 240 70
= 170 Mpa

X1 =

S EGJA
2 ; dengan J =
1
3
3 3
(2 Bt + H d )

1 3 3
J = (2 x 200 x 12 +294 x 8 )
3

= 280576 ; konstanta puntir untuk penampang I

S = 771000 mm3
E = 200000 Mpa ; [SNI - 2002: butir 5.1.3]
G = 80000 Mpa ; [SNI - 2002: butir 5.1.3]
A = 7238 mm2

X1 =
3,14
771000
200000 x 80000 x 280576 x 7238
2

= 16415.53
S
2
lw H 2 Iy
X2 = 4 GJ ( ) ly ; dengan Iw = 4

2
294 x 16000000
Iw =
4

= 3.457 x 1011 mm6


2
771000 3.457E+11
X2 ( )
= 4 x 8000 x 280576 x 16000000 =1.024 x 10
4

Lr = 47.1 x ( 16415.53
170 )
1+ 1+(1.02 x 10 4
x 170 2)=7860.1 mm
Karena 2393 4900 7860.1 mm, sehingga Lp L Lr maka Mltlr dihitung menurut

persamaan :
Bentang menengah
Untuk profil I dan kanal ganda
LrL
Mltlr = cb + [ Mr+ ( MpMr ) ] x LrLp Mp [ SNI - 2002; pers. (8.3-2.b)]

Dengan nilai Cb
12.5 Mu
Cb = 2,5 Mmax +3 Ma +4 Mb+3 Mc 2,3

Ma, Mb, Mc adalah masing-masing momen pada bentang, bentang dan bentang dari balok
yang ditinjau
Mu = 47521200 Nmm
Mmax = 147521200 Nmm (momen max pada batang yang ditinjau)
Ma = 40381200 Nmm (momen pada 1/4 bentang batang yg ditinjau)
Mb = 12616100 Nmm (momen pada 1/2 bentang batang yg ditinjau)
Mc = 15546500 Nmm (momen pada 3/4 bentang batang yg ditinjau)
12.5 x 147521200
Cb = 2.5 x 147521200+ 3 x 40381200+ 4 x 12616100+3 x 15546500 2,3

= 3.14 > 2.3 , digunakan Cb = 2.3


Sehingga :

Mltlr = 2.30 + [ 131070000+ ( 185040000131070000 ) ] x 7860.14900


7860.12393

185040000
= 368670342.4 185040000 ; maka nilai Mltrl
Mltrl = 185040000 Nmm
Mnx diambil dari nilai terendah Mp, Mbuckl, Mltrl
= min (185040000; 185040000 ; 185040000)
= 185040000 N.mm

Analisa Terhadap Kuat Geser

Nilai kuat geser bergantung pada perbedaan tinggi (h) dan tebal plat (tw)
h = H 2 t. Sayap
= 294 - (2 x 12)
= 270 mm
tw = 8 mm
sehingga :
270
(h/tw) = 8

= 33.75
a = 4900 mm
5
5+
kn = a 2
( )
h

5
5+ 2
4900
=
( 270 )
= 5,015

1.10
Kn E
fy = 1.10
5.015(200000)
240 = 71.11

1.37
Kn E
fy = 1.37
5.015(200000)
240 = 88.57

(h/tw) < 1.10


Kn E
fy ; 41.1 < 71 ,kuat geser nominal dihitung dengan

Vn = 0,6 fy Aw [ SNI - 2002; pers. (8.3-2.c)]


Dengan nilai
Aw = (H 2t. Sayap) x t. Badan
= (294 - 2 x 12) x 8
= 2160 mm2
Vn = 0,6 x 240 x 2160
= 311040 N

Analisa terhadap gaya tarik (Nu)

Kuat Tarik rencana harus memenuhi :


Nu Nn [ SNI - 2002; pers. (10.1.1-1)]

Dengan
Nu = Gaya Tarik terfaktor
Nn = Kuat Tarik rencana

= Faktor reduksi

Nu = 65673 N

Nn = Ag fy [ SNI - 2002; pers. (8.3-2.c)]

Ag = 7238 mm
Nn = 7238 x 240 x 0.9
= 1563408 N

Dari perencanaan
Mux = 147521200 Nmm
Muy = 0 Nmm
Vu = 86776 N
Nu = 1054 N
Mnx = 185040000 Nmm
Mny = 0 Nmm
Vn = 311040 N
Nn = 1563408 N
Menguji Keterpenuhan Limit State

Geser-lentur
Mux Muy Vu
+
Mnx Mny
+ 0.65 (
Vn
1.375 )
147521200 86776
0.9 x 185040000
+0+ 0.65(0.9 x 311040
1.375 )
1.087<1.375 Memenuhi syarat

Aksial-lentur
Nu
0.2
Nn

1054
0.2
0.9 x 1563408

0.00075<0.2 ; Maka dihitung dengan persamaan

Nu Mux Muy
+ + 1
2 Nn Mnx Mny

1054 147521200
+ + 0 1
2 x 0.9 x 1563408 0.9 x 185040000

0.886<1 Memenuhi syarat

Lendutan
Berdasarkan SNI 03-1729-2002 batas lendutan maksimum untuk balok adalah
L 4900
= =13.61mm
360 360

Lendutan hasil analisis menggunakan SAP2000 didapatkan 1.43 mm (lampiran xxx), memenuhi
lendutan batas yang diberikan SNI 03-1729-2002

Hasil Desain
Profil 294x200x8x12 mm mm untuk balok memenuhi limit state yang dianjurkan SNI 03-1729-
2002 ,dari hasil perhitungan diketahui rasio rafter rentan terhadap lentur akibat beban yang

bekerja dengan rasio interaksi geser lentur sebesar 79.08 ,dan aksial lentur 88.62 , dan

lendutan sebesar 10.54 .

Anda mungkin juga menyukai