Anda di halaman 1dari 17

FISIKA ENERGI

ABKC (4609)

RESUME HASIL SOSIALISASI TENTANG MOR (MARKETING


OPERASIONAL REGIONAL) PT. PERTAMINA

DOSEN PEMBIMBING:
SYUBHAN ANNUR, M.Pd
ELLYNA HAFIZAH, M.Pd

OLEH:
Helda Wahyuni Hilmi Riyadi
(A1C413001) (A1C413049)
Putri Nur Fatimah Meilisa Windi A
(A1C413013) (A1C413051)
Sofia Rihamy Febrianti
(A1C413025) (A1C413053)
Meyrika Maharani Mukhlis
(A1C413031) (A1C413085)
Purnama Sari W Rahmatya
(A1C413035) (A1C413093)
Fitriani Wahyu Azhari
(A1C413045) (A1C413097)

KELOMPOK II
Kelas A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
JUNI 2016
Analisa Strategi Pemasaran PT. Pertamina

Selama lebih dari setengah abad, Pertamina telah


melayani kebutuhan energi dalam negeri dengan mengelola
kegiatan operasi yang terintegrasi di sektor minyak, gas, dan
panas bumi. Pertamina juga senantiasa berupaya untuk
memperbaiki kinerja operasi dan keuangan guna memberikan
kontribusi yang terbaik bagi perekonomian Indonesia.

Gambar 1. PT. Pertamina

1. Visi dan Misi


Visi
Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia.
Misi

Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar

nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip

komersial yang kuat.

2. Tujuan Masa Depan


1) Tujuan Perusahaan

1
Organisasi profit oriented (komersil), menjalankan usaha
inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi,
berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat. Pertamina
terus melakukan renovasi, menemukan cadangan baru serta
peningkatan kualitas produk BBM, Pelumas, Non BBM yang
telah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasar.

2) Prioritas untuk Masa Depan

Pertamina mempunyai tujuan untuk menjadi Perusahaan


Minyak Nasional Kelas Dunia. Pertamina dalam usahanya
selalu berinovasi melalui gagasan seluruh personel yang
dimilikinya, pelaksanaan riset terhadap kualitas produk
BBMnya, serta berusaha untuk mempertahankan standard
dan mutu segala produknya serta melakukan kontrol terhadap
tingkat produksinya. Dengan berpegang pada prinsip kehati-
hatian dan manajemen resiko yang handal, Pertamina
berharap akan dapat memberikan peluang dan pertumbuhan,
sehingga tetap memberikan kontribusi sebagai perusahaan
penyumbang APBN Negara Republik Indonesia melalui
pembayaran pajak maupun deviden kepada Pemerintah.

3. Tata Nilai
1) Clean (Bersih)

Dikelola secara profesional, menghindari benturan


kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi
kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata
kelola korporasi yang baik.

2) Competitive (Kompetitif)

2
Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun
internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi,
membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

3) Confident (Percaya Diri)

Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi


pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan
bangsa.

4) Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan)

Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan


berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada
pelanggan.

5) Commercial (Komersial)

Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial,


mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang
sehat.

6) Capable (Berkemampuan)

Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan


memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen
dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

4. Perencanaan Perusahaan

Dalam perencanaan perusahaan PT. Pertamina telah


mempunyai rencana yang tersusun dalam road map atau peta
jalan untuk menuju Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia
selama 15 tahun yakni pada tahun 2023. Program besar terbagi
dalam tiga RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan):

3
1) Periode I (2008 - 2013) dengan target Pertamina menjadi
perusahaan nomor satu di Indonesia. Hingga September 2009
ini dari sisi produksi minyak, Pertamina adalah nomor dua
setelah Chevron, dan untuk sisi produksi gas, menjadi nomor
dua dari Total.
2) Periode II (2013 - 2018) adalah bagaimana Pertamina
membangun diri menjadi perusahaan kelas wahid di kawasan
Asia Tenggara, bahkan belakangan ada yang menyebut target
Asia Pasifik, karena nyatanya di kawasan Asia Pasifik
Pertamina semakin menunjukkan gejala eksistensinya. Tak
cuma di Asia Tenggara saja. Keberhasilan masuk Participating
Interest sebesar 10 persen Blok BMG (Basker Manta Gummy)
di South Australia, ternyata memberikan semangat luar biasa,
kalau Pertamina bisa memulai berekspansi portofolio di
ladang-ladang di dalam dan di luar negeri.
3) Periode III (2018 - 2023) merupakan periode berat bagi
Pertamina karena harus menempatkan diri pada level 11
besar di antara NOC dan IOC.

5. Strategi Korporasi

Era kompetisi telah menjadi isu global. Hampir semua


negara di dunia ini tak bisa melepaskan era tersebut. Untuk bisa
bertahan di era pasar bebas, hampir semua negara harus
melakukan penyesuaian, termasuk Indonesia, sebagai bagian
dari masyarakat global. Semangat antimonopoli dan proteksi,
yang terus dihembuskan oleh tatanan baru bisnis, telah
memaksa Indonesia membenahi beberapa sistem yang sudah
mapan selama puluhan tahun dengan sistem yang baru.

Di bidang Migas, dua undang-undang yang memberikan


hak monopoli kepada Pertamina, yaitu UU No 44 Prp Tahun 1960
tentang Pertambangan Migas dan UU No 8 tahun 1971 tentang

4
Perusahan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara, tidak
relevan lagi. UU yang menyebabkan Pertamina berada pada
posisi antara tugas dan bisnis, telah digantikan dengan UU No.
22 Tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Migas
dan Gas.

Pertamina resmi berubah status hukumnya dengan UU


yang baru tersebut, peran istimewa Pertamina telah
dihilangkan. Peran khusus Pertamina sebagai pengatur, operator
tunggal, dan pengelola sumber alam di Indonesia pun telah
berakhir. Dengan UU tersebut, Pertamina hanya menjadi pemain
biasa di sektor Migas.

Pertamina berubah status hukumnya menjadi PT


Pertamina (Persero) berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak,
SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh
Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025
HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan
ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan
Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang
Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No.
45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No.
12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun
2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN
PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA)
MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)."

Dengan berubahnya bentuk badan usaha menjadi PT.


Pertamina maka berubahlah tujuan dari organisasi yang
mengutamakan pelayanan kepada masyarakat menjadi
organisasi profit oriented (komersil) hal ini merubah strategi

5
korporat yang selama ini digunakan oleh PT Pertamina untuk
menjadi perusahaan minyak kelas dunia. Dalam rangka
mencapai tujuan dan sasaran sesuai dengan visi dan misi
perusahaan, strategi yang diterapkan adalah melaksanakan
proses transformasi secara menyeluruh yang menyentuh dan
mendasar.

Pertamina mencanangkan program transformasi


perusahaan pada 20 Juli 2006 dengan dua tema besar yakni
fundamental dan bisnis. Mulai dari karyawannya, prosesnya, dan
unsur bisnisnya yang luar biasa serta luas cakupannya.
Transformasi tak hanya akan merubah kultur birokrat menuju
kultur korporat, tetapi dapat menciptakan tata kelola perusahaan
secara baik (good corporate governance) yang dapat
meningkatkan kinerja sebuah perusahaan.

6. Strategi Bisnis

Strategi bisnis adalah garis besar cara PT PHE agar setiap


wilayah kerja migas yang dikelola dapat memenangkan
persaingan (profitable), maka strategi bisnis PT PHE adalah
sebagai berikut:
1) Meningkatkan keuntungan perusahaan melalui :
Penambahan produksi melalui optimalisasi aset eksisting,
pengembangan lapangan, kegiatan EOR dan kegiatan
eksplorasi.
2) Optimalisasi biaya dengan melakukan evaluasi struktur biaya
setiap aset dan mengurangi biaya produksi.
3) Pertumbuhan cadangan melalui kegiatan eksplorasi.
4) Menerapkan HSSE excellence
Hasil tertinggi kinerja HSE tercapai melalui pendekatan
yang terstruktur.
Patuh kepada peraturan yang berlaku.
HSE sebagai bagian dari budaya operasi.

6
Pengakuan oleh pihak eksternal

7. Agenda Transformasi Pertamina


1) Perubahan Paradigma Manajemen dan Sumberdaya
Manusia.
2) Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hulu sebagai
Penghasil.
3) Pendapatan Utama Perusahaan.
4) Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hilir sebagai Ujung
Tombak.
5) Perusahaan dalam Interaksi dengan Konsumen.
6) Transformasi Restrukturisasi Korporat: Keuangan, SDM,
Hukum, IT, dan Administrasi Umum, termasuk Penanganan
Aset.

8. Strategi Perusahaan
1) Memfokuskan pada usaha inti di bidang minyak gas dan
bahan bakar nabati.
2) Meletakkan dasar komersial sebagai pertimbangan
terpenting dalam semua keputusan bisnisnya.
3) Menerapkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi setara
dengan perusahaan publik.
4) Mempekerjakan SDM terbaik di bidangnya baik dari dalam
maupun dari luar negeri.
5) Membangun lingkungan bisnis yang sehat bersama mitra
bisnis yang professional terpercaya dan berintegritas.
6) Melakukakan investasi untuk menopang pertumbuhan
dengan kemampuan sendiri maupun bekerjasama dengan
mitra bisnis yang terpercaya.
7) Membangun kemampuan teknologi riset dan
pengembangan bersama dengan perguruan tinggi dan
lembaga ilmu pengetahuan lainnya.

9. Distribusi (Strategi Pemasaran)

Pasar sasaran utama pertamina yaitu dalam negeri,


pertamina harus berusaha meraih simpati konsumen lokal,

7
meningkatkan aspek pelayanan pada konsumen melalui
program SPBU Pasti Pas. Serta, merencanakan pembangunan
SPBU internasional.

10. Asumsi
1) Asumsi Persaingan Masa Depan

Untuk BBM dan pelumas, Pertamina mengkonsentrasikan


pasar dalam negeri. Untuk gas dan non fuel, selain dalam
negeri juga merambah ke pasar asia tenggara, amerika, dan
eropa. Untuk bahan petrokimia, pasar yang dituju adalah
dalam negeri dan asia.

Pertamina membangun diri menjadi perusahaan kelas


wahid di kawasan Asia Tenggara, bahkan belakangan ada yang
menyebut target Asia Pasifik, karena nyatanya di kawasan Asia
Pasifik Pertamina semakin menunjukkan gejala eksistensinya.

2) Asumsi Strategis

Pertamina membangun hubungan kerjasama dengan


Negara timur tengah dalam penyediaan bahan mentah, dan
juga bekerjasama dengan perusahaan oil company dalam
bidang pengeboran seperti Caltex, Total, Ekspan. Pertamina
mengkonsentrasikan pasar dalam negeri, selain itu juga
merambah ke Asia Tenggara, Amerika dan Eropa (gas & non
fuel).

11. Konsumen
1) Konsumen Utama: Konsumen dalam negeri
2) Alasan mengapa konsumen senang memilih produk
Pertamina:
a) Nasionalisme,
b) Kualitas,
c) Harga yang relative murah,
d) Bersubsidi.

8
12. Pelaksanaan
1) Strategi Penguasaan Blok Dengan Anak Perusahaan.

Pengalaman Pertamina di sektor hulu memang lebih


dikenal sebagai penggarap ladang-ladang migas di daratan
alias onshore. Maka dengan cerdas, Pertamina melakukan
terobosan masuk ke offshore, baik shallow maupun deep
water. Pertamina menggandeng perusahaan yang sudah
kampiun di bidang ini seperti Star Oil, Petrobras, dan Shell
untuk beberapa ladang offshore Indonesia.

Salah satu alasan adalah seperti dikatakan Manajer New


Ventures Direktorat Hulu Pertamina, Bambang Manumayoso.
"Di onshore sudah sedikit reserves-nya. Juga semakin sulit
pembebasan lahan, sehingga proses untuk meningkatkan
produksi itu menjadi lama. Makanya kita mencari di offshore,"
jelas Bambang Manumayoso. Menurut Bambang Manumayoso
Pertamina bergerak ke deep water adalah demi mendapatkan
big resources, youth reserves. "Kita akan belajar ke sana dan
kita akan berusaha menjadi operator di-offshore," katanya.

Proses akuisisi atau pembelian blok-blok yang menarik


antara lain melalui pembelian atau penyertaan modal atau
Participating Interest (PI) ke dalam PSC-PSC yang prospektif
dan strategis. Upaya lainnya adalah mengambil alih sebagian
atau seluruh PI pada PSC yang akan terminasi. Seperti
misalnya Blok West Madura yang akan terminasi pada tahun
2011. Kemudian Blok Mahakam di Selat Makassar yang juga
akan terminasi tahun 2017.

Pertamina merambahi ladang-ladang minyak di sejumlah


negara. tahun 2006 ke Libya, lalu ke Sudan (2007), Qatar

9
(2009), dan Australia (2009). , Pertamina semakin semangat
mengakuisi blok-blok migas yang potensial dari pengelola
sebelumnya. Juga membeli Participating Interest (PI) atas blok-
blok yang masih ekonomis.

2) Strategi Beasiswa Berkelanjutan

Dengan program beasiswa berkelanjutan dari PERTAMINA


bagi masyarakat Indonesia (Pelajar dan Mahasiswa) akan
mendorong perusahaan dipercaya oleh masyarakat, dengan
adanya masyarakat yang merasakan manfaat adanya program
ini maka secara tidak langsung masyarakatpun akan selalu
berharap perusahaan tetap bertahan dan terus ada. Pertamina
memberikan beasiswa kepada lebih dari 2200 siswa kurang
mampu dari tingkat SD sampai dengan SLTA dan lebih dari 100
mahasiswa Perguruan Tinggi. Selain pendidikan formal,
Pertamina juga memberikan bantuan pendidikan ketrampilan
kepada lebih dari 2000 orang anak-anak putus sekolah dan
turut mendukung program Education for All (EFA) untuk
pendidikan kepada tuna netra.

3) Pelaksanaan strategi PKBL (Program Kemitraan dan Bina


Lingkungan)

Sesuai SK Menteri Keuangan RI No. 316/KMK.016/1994


tanggal 27 Juni 1994, BUMN termasuk PERTAMINA diwajibkan
melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan Koperasi
dalam rangka mendukung Pemerintah.

4) Pengembangan SDM

Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan


pekerja yang profisien, profesional, berkomitmen, berdedikasi
dan berorientasi bisnis dengan lebih meningkatkan kapabilitas/

10
capacity building. SDM-nya dididik dan di-training sehingga
mereka memberikan nilai tambah yang maksimal untuk
pemegang saham dan perusahaan. Untuk mencapai hal
tersebut di atas, perusahaan telah menetapkan strategi
korporat berikut untuk pengembangan SDM:

a) Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang


terorganisasi dan konsisten sehingga para pekerja memiliki
kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan
produktivitas yang tinggi.
b) Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan
remunerasi yang kompetitif serta memberikan
perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar
perusahaan migas di Indonesia dan peraturan yang
berlaku.
c) Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang
aman untuk menciptakan suasana yang harmonis dan
nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi.

Strategi korporat ini menjadi dasar untuk


pengimplementasian program pengembangan SDM.
Perusahaan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM
merupakan investasi jangka panjang sehingga Perusahaan
memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang
sistematik dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan
kebutuhan bisnis. Perusahaan telah mengimplementasikan
proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparan guna
memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk regenerasi.
Sebagai contoh ladang garapan yang selama puluhan tahun
selalu dan selalu di daratan alias onshore, kini BUMN migas ini
semakin berani ke ladang-ladang migas di lepas pantai
(offshore) upaya cepat Pertamina untuk memperoleh

11
kapabilitas dan skill baru mengenai penggarapan ladang
minyak di tengah deburan ombak laut, Pertamina melakukan
kaderisasi tenaga-tenaga offshore.dengan merekrut 400
tenaga expert di bidang offshore dari anak perusahaannya PHE
ONWJ Ltd. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan
melalui pihak ketiga yang independent seperti Universitas
Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas
Padjadjaran.

5) Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good


Corporate Governance/ GCG) dan mengembangkan budaya
perusahaan.

13. Tindakan Yang Mendatangkan Resiko


1) Salah satu dampak negatif dari kegiatan pertamina baik
yang beroperasi di darat maupun lepas pantai, yaitu
berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa
limbah sludge.
2) Kenaikan biaya.
3) Kontinuitas pasokan gas untuk memenuhi permintaan
industri domestik jangka panjang.
4) Instabilitas keamanan dan politik di suatu negara (embargo
ekspor Irak atau krisis energi dunia).
5) Ancaman ketidakpastian regulasi/ kontrak kerjasama bisnis
di negara setempat,
6) Kesulitan menjalin mitra yang sepadan,
7) Persaingan pasar diantara produsen gas semakin ketat,
dan
8) Anjloknya harga minyak dunia.

14. Kemampuan
1) Kekuatan

Memiliki komitmen bisnis tinggi untuk meningkatkan daya


saing dan kredibilitas perusahaan diseluruh level/elemen
organisasi. Menguasai cakupan bisnis sektor hulu dan hilir

12
migas secara sinergis, dengan struktur organisasi dan
menajemen modern yang desentralistik, mandiri, dan
berorientasi profit dengan sasaran pertumbuhan jangka
Panjang yang berkelanjutan.

2) Kelemahan
a) Belum memiliki kerangka konsep startegi baku pada
penerapan pola aliansi bisnis.
b) Koordinasi kendali manajemen dan bisnis diantara unit-unti
bisnis internasional masih relatif rendah.
c) Birokrasi yang terlalu berbelit karena secara operasional
pertamina dikendalikan oleh DKPP (dewan Komisaris
Perusahaan Pertamina) yang terdiri dari 5 menteri. Hal ini
menyebabkan berbelit-belitnya dalam pengambilan setiap
keputusan dan menghambat dalam pengurusan beragam
perizinan.
d) Kuantitas SDM dengan standar kualitas daya saing yang
dibutuhkan masih belum memadai.
e) Keterbatasan dana untuk melakukan ekspansi ke dunia
internasional.

15. Evaluasi

Etos kerja keras dapat pula kita lihat di Pertamina, salah


satu Badan Usaha Milik Negara terkemuka di Indonesia. Terbukti,
BUMN yang pada 10 Desember tahun ini akan memperingati
ulang tahunnya ke-52 itu selalu mampu memberikan
keuntungan bagi negara, baik melalui laba bersih perusahaan,
setoran pajak maupun aktivitas corporate social responsibility
yang dilakukannya. Sebagai contoh pada 2006, setoran
Pertamina kepada negara mencapaiRp 131,11 triliun, tediri dari
sumbangan PNBP sebesar Rp 92,22 triliun, pajak Rp26,97 triliun
dan deviden Rp 11,92 triliun.Sehingga dari gambaran tersebut,
Pertamina tak perlu diragukan lagi kinerja finansialnya.

13
RJPP Periode tiga tahun 2018 sampai dengan 2023
merupakan periode berat bagi pertamina karena harus
menempatkan diri pada level 11 besar diantara NOC dan IOC,
masih ada waktu 14 tahun, yang menyulitkan adalah situasi dan
kondisi peta perusahaan migas pada belasan tahun mendatang
masih sulit diprediksi pasti, sepasti-pastinya. Siapa lawan
tanding pertamina dalam mencapai target? Sekali-kali bisa
berubah tanpa diduga. Seperti diketahui, kebangkrutan
perusahaan kelas dunia diberbagai bidang sering tak diduga.
Olengnya perusahaan otomotif di AS perusahaan ini atau
bangkrutnya Enron pada tahun-tahun lalu adalah contoh nyata.
Termasuk terjadinya marger antara perusahaan besar didunia
migas.

Tanpa kerja keras, tidak mungkin perusahaan yang


mengelola sumber energi itu dapat terus tumbuh secara sehat.
Tepat memang bila Pertamina kini memperkenalkan slogan
Kerja keras Adalah Energi Kita, Energi Pertamina, dan Energi
Masyarakat Indonesia.

Tetapi memang, tumbuh saja tidak lagi cukup saat ini. Era
globalisasi telah memaksa perusahaan-perusahaan di Indonesia,
dan juga di negara lain, untuk tidak sekadar membandingkan
pertumbuhan mereka dengan perusahaan di negaranya saja.
Pertamina tidak bisa lagi sekadar membanggakan dirinya yang
kerap berada di tempat tertinggi dalam kualitas pengelolaan
perusahaan negeri ini, namun harus juga bersedia
diperbandingkan dengan perusahaan sejenis dari negara lain.
Pada titik itu, harus kita akui, Pertamina perlu kerja lebih keras
lagi mengejar ketertinggalan yang ada.

14
Kuncinya tentu bukan dengan mengandalkan sumber
daya alam yang ada semata, tetapi lebih pada bagaimana
meningkatkan potensi sumber daya manusia yang ada di
Pertamina sehingga pengelolaan yang dilakukan bisa lebih
efisien dan efektif. Terus tumbuhkan semangat kerja keras serta
kemampuan kerja cerdas untuk mewujudkan visi menjadi
perusahaan kelas dunia, serta tentu saja mewujudkan
masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera. saya rasa cukup
jelas, bagaimana implementasi strategi pertamina membangun
skuadron anak-anak peusahaan (AP) untuk kegiatan intinya,
termasuk sektor hulu.impossible is nothing, begitu kata sebuah
slogan. Disana selalu ada asa yang terus menggantung untuk
direngkuh. dan selalu ada kesempatan bagi Pertamina untuk
menjadi perusahaan kelas dunia yang disegani.

15