Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH SEMINAR

FISIKA DASAR 1
ABKC 4104

PENERAAN TERMOMETER
(T1)

Dosen Pembimbing:
Mustika Wati, M.Sc.

Asisten:
Rini Mariana

Oleh:
Purnama Sari Wahyuni

(A1C413035)

Shaumi Khairunnisa

(A1C413089)

Wahyu Azhari

(A1C413097)

KELOMPOK 9

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2013

PENERAAN TERMOMETER
Oleh: Purnama Sari Wahyuni (A1C413035), Shaumi Khairunnisa (A1C413089), dan Wahyu
Azhari (A1C413097)

Abstrak
Percobaan peneraan termometer bertujuan untuk melakukan peneraan
terhadap termometer sederhana. Dengan metode memasukkan termometer standar
dan tak berskala ke dalam gelas kimia berisi air dingin, air murni, dan air hangat di
gelas yang berlainan lalu diberi tanda di titik berhentinya cairan alkohol. Hasil yang
diperoleh pada termometer skala dan tak berskala secara berturut-turut untuk air
dingin, murni, dan hangat yaitu (15,0 0,5; 15 0,315) , air murni (29,0 0,5; 30,24
0,315) , air hangat (63,0 0,5; 63,63 0,315) . Terjadinya perbedaan hasil karena
pengaruh suhu ruang dan tekanan udara, serta ketidaktelitian saat mengukur dan
membaca skala.
Kata Kunci: Peneraan dan termometer

Thermometer Calibration
By Purnama Sari Wahyuni (A1C413035), Shaumi Khairunnisa (A1C413089), and
Wahyu Azhari (A1C413097)
Abstract
The trial of calibration thermometer is purpose to make a simple calibration of
thermometer. Using method with putting the standard thermometer and unscale
thermometer into kimia glasses thet contain cold water, pure water, and warm water
in defferent glassesthen sign the place that the scale stop. The result of measuring
standard thermometer and unscale thermometer for the cold water, (15,0 0,5 ;
15,120 0,315)

, pure water (30,0 0,5 ; 29,000 0,315)

, and warm water

(63,0 0,5 ; 63,63 0,315) . The result still have any differences because

influencing of room temperature and air pressure, also unaccurately at counting and
reading the scale of thermometer.
Key Word:Calibration and thermometer

I. PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tidak asing lagi dengan rasa panas,
hangat, sejuk dan dingin. Derajat panas suatu benda disebut suhu atau temperatur. Air
yang panas dikatakan mempunyai suhu lebih tinggi dari air yang dingin. Suhu untuk
menentukan derajat panas suatu benda tidak cukup menggunakan perasaan saja
karena rasa dari tiap individu berbeda-beda.
Di zaman sekarang ini, termometer sudah tidak asing lagi di telinga kita,
termometer digunakan untuk mengukur temperatur atau alat ukur panas. Termometer
memiliki banyak jenis, salah satunya adalah termometer batang. Termometer ini yang
paling banyak kita jumpai. Termometer dibuat berdasarkan kenyataan bahan volume
benda cair pada umumnya akan berubah bila dipanaskan atau didinginkan. Volume
zat cair bertambah besar jika dipanaskan, sebaliknya berkurang jika didinginkan.
Perubahan inilah yang digunakan sebagai patokan dalam pengukuran suhu.
Setiap termometer yang sama akan menunjukkan skala yang sama pula
apabila termometer tersebut mengukur suhu zat yang sama. Sebuah termometer
sederhana dapat ditera dengan menggunakan jenis termometer yang sama dengan
yang ditera.
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diambil suatu rumusan masalah.
Bagaimana cara melakukan peneraan terhadap termometer sederhana?
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk melakukan peneraan terhadap
termometer sederhana.
II. KAJIAN TEORI

Untuk mengukur suatu sistem, umumnya digunakan termometer. Termometer


dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah
tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air alkohol yang diberi skala. Ketika suhu
bertambah, air alkohol dalam tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air alkohol
lebih besar dibandingkan pemuaian pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian
permukaan alkohol dalam tabung kapiler dibaca dengan kenaikan suhu.
(Sumarsono, 2009: 26)
Zat yang berbeda tidak memuai dengan cara yang sama untuk jangkauan
temperatur yang besar. Dengan demikian, jika kita mengkalibrasi jenis termometer
yang berbeda dengan tepat seperti pernyataan di atas, biasanya termometertermometer tersebut tidak akan sama persis. Dengan cara kita mengkalibrasi merek.
termometer-termometer tersebut akan sama pada 0

dan 100 . Tetapi karena sifat

pemuaian yang berbeda, mereka tidak sama persis pada temperatur dipertengahan.
Demikian termometer air alkohol dalam gelas yang dikalibrasi dengan baik bisa
menunjukkan 52,0 ., sementara termometer yang dikalibrasi dengan baik dari jenis
lain mungkin menunjukkan 52,6 .
(Giancoli, 2001: 451)
Jika termometer mula-mula lebih panas dari pada air es panjang kolom air
alkohol akan berkurang tetapi akhirnya akan berhenti berubah. Sekarang termometer
dalam kesetimbangan termal dengan air es. Posisi kolom air alkohol diberi tanda pada
pipa gelas. Ini adalah temperatur titik es (dinamakan titik beku). Selanjutnya
termometer diletakkan dalam air mendidih pada tekanan1 atm dan panjang kolom air
alkohol bertambah sampai termometer berada diam kesetimbangan termal dengan air

mendidih, posisi baru kolom itu ditandai, ini adalah temperatur titik uap (dinamakan
juga titik didih normal air).
(Tipler, 1998: 562)
Untuk mengukur temperatur secara kuantitatif, perlu didefinisikan semacam
skala numerik. Skala yang paling banyak dipakai adalah skala celcius. Di amerika
serikat, skala fahrenheit juga umum. Skala yang paling penting dalam sains adalah
skala absolut atau Kelvin.
(Giancoli, 2001: 451)

Gambar 1. Termometer X dan Y


Skala termometer ada banyak serkali, untuk termometer yang menggunakan
sifat pemuaian maka konversi pada skalanya menggunakan sifat pemuaian.
Perbandingan skala tiap termometer selalu sama. Contohnya, dua termometer pada
gambar akan berlaku hubungan berikut:

(1)

(Damari, 2009:15)

Ada banyak jenis termometer, tetapi cara kerjanya selalubergantung pada


beberapa sifat materi yang berubah terhadap temperatur. Sebagian besar termometer
umum tergantung pada pemuaian materi terhadap naiknya temperatur. Gagasan
utama untuk temperatur oleh Galileo, menggunakan pemiuaian gas. Titik beku suatu
zat didefinisikan sebagai temperature dimana fase padat dan cair ada bersama dalam
kesetimbangan yaitu, tanpa adanya zat cair total yang berubah menjadi padat dan
ssebaliknya. Secara eksperimen, hal ini ditemukan hanya pada temperatur tertentu
saja, dan untuk tekanan tertentu. Dengan cara yang sama, titik didih didefinisikan
sebagai temperatur dimana cair dangas ada bersama dalam kesetimbangan. Karena
titik-titik ini berubah terhadap tekanan, tekanan harus ditentukan (biasanya sebesar 1
atm).
(Giancoli, 2001: 451)
Termometer umum saat ini terdiri dari tabung kaca dengan ruang di tengahnya
yang diisi air alkohol atau alkohol yang diberi warna merah.
(Giancoli, 200: 450)
Kalibrasi sebuah temperatur ialah penetapan tanda-tanda untuk pembagian
skala sebuah termometer, pembuatan skala pada termometer mengguanakn dua titik
tetap.
(Tim Dosen Fisika, 2013: 26)
Pertama, titik tetap atas atau titik uap (sistem point) yang didefinisikan
sebagai suhu air dan uap yang berada dalam keadaan setimbang pada tekanan 1
atmosfer dan ditandai dengan angka 100. Alasan menyebut tekanan 1 atmosfer adalah
karena titk didih air sangat dipengaruhi oleh tekanan udara di atas permukaan air. Hal
ini karena ketidakmurnian akan menyebabkan titik didih air lebih tinggi (di atas 100).
Sedangkan suhu uap tidak terpengaruh.

Kedua, titik tetap bawah atau titik es didefinisikan sebagai suhu campuran es
dan air dalam tekanan setimbang dengan udara jenuh pada tekanan 1 atmosfer.
Menurut termometer yang banyak digunakan saat ini, titik tetap bawah adalah titik
lebur es murni dan ditandai dengan angka nol titik uap diberi angka nol. Alasan
menyebut es murni adalah karena tidak murninya es (misal bercampur dengan garam)
akan menyebabkan titik lebur es lebih rendah (dbawah nol).
(Kanginan, 2007: 219)
III. METODE PERCOBAAN
A. Alat dan Bahan
1. Termometer standar

1 buah

2. Termometer tak berskala

1 buah

3. Gelas Kimia

1 buah

4. Kaki tiga dan kasa asbes

1 buah

5. Mistar

1 buah

6. Gelas Erlenmenyer

1 buah

7. Corong

1 buah

8. Korek

1 buah

9. Bunsen dan spiritus

1 buah

10. Spidol

1 buah

11. Es batu

Secukupnya

12. Air

Secukupnya

B. Langkah Percobaan
1) Termometer tidak berskala digantungkan dan dimasukkan

dalam corong dan di sela-selanya ditimbuni dengan


potongan-potongan es seperti Gambar 1. Dibiarkan
beberapa saat sehingga es melebur dan tampak dibagian
bawah corong menetes air. Jika esnya habis ditambah lagi
sampai permukaan air alkohol dari termometer berhenti
bergerak. Selanjutnya tempat berhentinya permukaaan air
alkohol tersebut diberi tanda dengan benang atau spidol dan tempat ini disebut
titik tetap bawah (titik 0 ).
Gambar 2. Penandaan Titik
Beku

2) Untuk menentukan titik tetap atas (titik 100 ) pada skala termometer, dapat

dilakukan dengan menyusun alat seperti Gambar 2. Mengisi gelas kimiadengan


air murni (tidak perlu penuh) kemudian mendidihkan air dalam gelas tersebut
dengan spiritus. Memasukkan temometer Standar untuk memeriksa suhu air
mendidih dampai 100 . Kemudian memasukkan termometer tak berskala yang
digantung ke dalam gelas dan dibiarkan beberapa saat di dalam gelas ditunggu
sampai air alkohol di dalam termometer tidak
berubah kemudian memberinya tanda dengan
Gambar 3. Proses
benang atau spidol seperti pada Gambar 3.
Pendidihan Air

Gambar 4. Pengukuran dan


Penandaan Titik Didih

3) Dengan mengguanakan kertas milimeter dan batas-batas yang telah diperoleh

dari percobaan, dibuat skala termometer untuk rentang 0

sampai 100 .

(Lampiran 2)
4) Membandingkan skala hasil percobaan dengan skala termometer standar.
5) Gunakan termometer standar dan termometer tidak berskala bersamaan untuk
mengukur beberapa nilai suhu sekitar. Mencatat nilai suhu sekitar. Mencatat nilai
dari suhu dari termometer standar dan menandai titik yang ditunjukkan
termometer tidak berskala tadi. Memeriksa berapa suhu yang ditunjukkan
termometer tidak berskala tadi dengan skalayang telah dibuat kemudian
membandingkannya dengan hasil yang dicatat dari termometer standar.

IV. DATA DAN ANALISIS


A. Data
Adapun data yang diperoleh dari hasil percobaan adalah sebagai berikut.
Termometer
No.

Keadaan Air

Standar (T
0,5)

1
2
3

Air dingin
Air murni
Air hangat

Skala padamm

Suhu yang

(termometer

diukur

tak berskala)

15,0
29,0
63,0

24
48
101

(T

0,315)

15,120
30,240
63,630

Tabel 1. Hasil Peneraan Termometer

B. Analisis

Pada percobaan pengukuran suhu ini, alat pengukuran suhu yang digunakan
untuk ditera adalah termometer tak berskala. Dalam melakukan percobaan pada
termometer ini yang pertama kali dilakukan adalah menentukan titik tetap bawah atau
titik es (ice point) dan titik tetap atas atau titik uap (steam point). Titik tetap bawah
didapatkan dari penunjukkan skala pada termometer tak berskala yang ujungnya
berada pada sela-sela potongan es sehingga cairan di dalam termometer bergerak
turun. Cairan dalam termometer tak berskala akan berhenti bergerak setelah titik
beku tercapai. Tempat berhentinya ditandai dengan spidol. Kemudian mengukur jarak
berhentinya tersebut dengan ujung termometer dengan mengguankan mistar. Untuk
titik tetap atas, langkah pertama didihkan air terlebih dahulu. Sambil dididihkan,
termometer tak berskala dicelupkan pada air tersebut. Sehingga cairan di dalam
termometer bergerak naik. Cairan tersebut akan berhenti bergerak setelah titik didih
tercapai. Kemudian pada tempat berhentinya ditandai dengan spidol dan diukur jarak
antara tanda tersebut dengan ujung termometer dengan menggunakan mistar.
Setelah itu didapatkan hasil jarak antara titik tetap bawah dengan ujung
termometer adalah 9,5 cm. Sedangkan jarak antar titik tetap atas dengan ujung
termometer adalah 25,4 cm. Maka didapatkan jarak pada termometer tak berskala
tersebut adalah 15,9 cm. Jarak tersebut adalah rentang skala pada termometer tak
berskala yaitu (0

- 100 ). Hasil tersebut dihitung dengan menggunakan persamaan

T = TA -TB(2)
Pada percobaan peneraan termometer sederhana ini digunakan air alkohol
yang bertindak sebagai termometer standar maupun termometer yang ditera. Objek
yang diukur dalam pengukuran suhu adalah air dingin, air murni, dan air hangat.
Untuk pengukuran suhu ruang dengan termometer standar yaitu 29 .

Pertama, pengukuran suhu air dingin. Air dingin ditempatkan pada gelas
kimia. Setelah itu termometer standar dan termometer tak berskala dicelupkan ke
dalam air dingin tersebut. Kedua alat tersebut diusahakan tercelupkan di dalam gelas
dengan ketinggian yang sama dan diusahakan agar tidak menyentuh dasar atau sisi
gelas tersebut. Tunggu sekian saat sampai cairan alkohol di dalam kedua termometer
berhenti bergerak. Kemudian setelah termometer standar berhenti bergerak suhu yang
terbaca dapat diketahui. Sedangkan pada termometer tak berskala, di titik berhentinya
skala diberikan tanda dan kemudian diukur jarak antara titik tetap bawah dengan titik
skala yang sudah ditandai dengan spidol tersebut dengan menggunakan mistar. Hasil
pengukuran suhu air dingin pada termomter standar adalah 15 . Sedangkan pada
termometer tak berskala adalah 2,4 cm. Suhu pada termometer tak berskala dapat
dihitung dengan persamaan
T= Skala yang terukur

NST(3)

Nilai skala terkecil pada termometer tak berskala adalah 0,63 /mm dikarenakan 1
mm mewakili 0,63

dan 1

mewakili 1,59mm. Maka diperoleh hasil perhitungan

sebesar 15,12 .
Kemudian yang kedua adalah menukur suhu air murni. Air murni dimasukkan
ke dalam gelas kimia kemudian diukur tanpa diberi perlakuan atau camapuran
khusus. Cara pengukuran suhu air murni sama dengan pengukuran suhu pada air
dingin. Diperoleh hasil pengukuran suhu pada termometer standar 29 . Sedangkan
hasil pada termometer tak berskala adalah 4,8 cm. Hasil tersebut kemudian dikalikan
dengan nilai skala terkecil pada termometer tak berskala yaitu 0,63 /mm

10

dikarenakan 1 mm mewakili 0,63

dan 1

mewakili 1,59 mm. Maka diperoleh hasil

perhitungan sebesar 30,24 .


Pengukuran ketiga menggunakan air hangat. Cara mengukur suhu air hangat
sama halnya seperti pengukuran suhu pada air dingin dan air murni. Air yang telah
dididihkan sebelumnya didiamkan sebentar dan sedikit ditambahkan air murni sampai
suhunya sedikit turun (menjadi hangat). Kemudian air yang sudah menjadi hangat
tersebut diukur suhunya dengan termometer standar dan termometer tak berskala.
Hasil pengukuran suhu air hangat dengan menggunakan termometer standar adalah
63 . Sedangkan hasil pada termometer tak berskala adalah 10,1 cm. Hasil tersebut
kemudian dikalikan dengan nilai skala terkecil pada termometer tak berskala yaitu
0,63 /mm dikarenakan 1 mm mewakili 0,63

dan 1

mewakili 1,59 mm. Maka

diperoleh hasil perhitungan sebesar 63,63 .


Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketaui suhu air murni lebih
tinggi dari suhu air dingin karena air dingin merupakan campuran dari massa air
murni ditambah dengan massa cairan es yang meleleh setelah percobaan sebelumnya
menentukan titik tetap bawah, yang menyebabkan suhunya lebih rendah dari suhu air
murni. Jadi suhu air dingin pada percobaan ini mencai suhu kesetimbangannya pada
suhu 15

tersebut dengan jumlah massa kedua cairan yang dicampur dengan

perbandingan yang tidak diperhatikan/diabaikan.


Sedangkan untuk suhu yang tertinggi adalah suhu pada air hangat. Hal
tersebut dikarenakan air hangat adalah percampuran antara air yang mendidih dengan
air murni. Air hangat dihasilkan pada percobaan yang sebelumnya menentukan titik

11

tetap atas, yang menyebabkan suhunya lebih tinggi dari suhu air murni dan dengan
perbandingan massanya yang tidak diperhitungkan/diabaikan, diperoleh suhu
kesetimbangan dari pencampuran tersebut yaitu 63 .
Dalam percobaan ini, suhu ruangan dan tekanan udara ruang sangat
mempengaruhi hasil pengukuran termometer standar maupun tak berskala. Bisa saja
termometer tersebut mengukur suhu ruang (lingkungan) dan tidak mengukur air
(sistem) atau mungkin penunjukan skala pada termometer adalah perpaduan dua suhu
tersebut. Selain itu tekanan udara juga berpengaruh karena suhu dipengaruhi oleh
tekanan

udara

ruang

berdasarkan

hukum

Boyle

Gay

Lussac,

yaitu

= konstan. Dimana tekanan berbanding lurus dengan suhunya. Jadi, semakin besar
tekanannya, semakin besar pula suhunya.
Pada percobaaan peneraan termometer ini, penunjukkan skala pada
termometer tak berskala hampir sama dangan penunjukan skala pada termometer
standar. Hal ini dapat dikatakan bahwa peneraan termometer yang telah dilakukan
hampir berhasil, walaupun masih terdapat sedikit perbedaan angka. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor diantanya yaitu ketidaktepatan dalam pemberian
tanda pada termometer tak berskala, ketidaktepatan dalam pengukuran rentang skala
pada termometer, ketidaktelitian dalam pembacaan skala pada termometer standar
dan mistar saat pengukuran, dan adanya pengaruh suhu lingkungan terhadap
pengukuran suhu air yang diukur pada percobaan ini.

V. DISKUSI
Hasil pengukuran pada termometer standar agak berbeda dengan hasil
pengukuran termometer tak berskala (termometer yang ditera). Faktor yang mingkin
12

mempengaruhi perbedaan hasil tersebut diantaranya ketidaktelitian saat mengamati


garis skala pada termometer standar dan termometer tak berskala. Termometer tak
berskala yang kadang menyentuh dinding gelas, sehingga mempengaruhi skala
termometer. Pengaruh suhu air yang berubah-ubah setiap waktu, serta kondisi alat
dan bahan yang kurang mendukung (kaca penutup dan termometer tak berskala.

VI. KESIMPULAN
Dalam melakukan peneraan termometer digunakan termometer sederhana
yang tidak memiliki skala dan membandingkan hasil pengukurannya dengan hasil
pengukuran menggunanakan termometer standar. Dari percobaan diperoleh hasil
pengukuran termometer tak berskala untuk suhu air hangat sebesar 63,63C, suhu air
murni sebesar 30,24C, dan suhu air dingin 15,12C. Hasil ini berbeda dengan
pengukuran menggunakan termometer air alkohol (termometer standar). Untuk suhu
air hangat sebesar 63C, suhu air murni sebesar 29C, dan suhu air dingin sebesar
15C. Penunjukkan skala pada termometer tak berskala hampir sama dangan
penunjukan skala pada termometer standar. Hal ini dapat dikatakan bahwa peneraan
termometer yang telah dilakukan hampir berhasil, walaupun masih terdapat sedikit
perbedaan angka. Mungkin dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu
ketidaktelitian dalam pembacaan skala, ketidaktepatan dalam penandaan skala, dan
adanya pengaruh suhu ruangan yang mempengaruhi pengukuran suhu air.

13

DAFTAR PUSTAKA
Damari, Ari. 2009. Konsep Jitu Fisika SMP untuk Kelas 1,2, dan 3. Jakarta: Wahyu
Media.
Giancoli, Dougls C. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga.
Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Tim Dosen Fisika. 2013. Modul Praktikum Fisika Dasar 1. Banjarmasin: UNLAM.
Tipler, P. A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1(Terjemahan). Jakarta:
Erlangga.

14

LAMPIRAN 1
A. Pengukuran

Rentang skala ada termometer tak berskala: 25,4

9,5 = 15,9 cm =

159 mm

Batas Ukur:

100

TA TB = T

Jumlah Skala: 100

Termometer Standar

NST=

= 100

=1

. NST = . 1 = 0,5

T=

Termometer tak berskala


NST =

T=

= 0,63 /mm

. NST = . 0,63 = 0,315

/mm

15

B. Perhitungan
1. Termometer standar

Air dingin: 15

PF = (15,0

= 15

= 29

= 63

0,5)

Air murni: 29

PF = (29,0

0,5)

Air hangat: 63

PF = (63,0

0,5)

2. Termometer tak berskala

Airdingin: 24

PF= (15,120

0,315)

Air murni: 48

PF= (30,24

0,63 /mm = 15,12

0,63 /mm= 30,240

0,315)

16

Air hangat: 101

PF= (63,630

0,63 /mm= 63,63

0,315)

17

Titik beku
didih
LAMPIRAN
2

Gambar 5. Grafik Peneraan Termometer

LAMPIRAN 3

18

Termometer badan tidak boleh ditera langsung dengan es mencair dan air
mendidih karena termometer badan adalah termometer yang digunakan untuk
mengukur suhu badan yang memiliki daerah pengukuran antara (35

C.

Dengan daerah tersebut dapat dipastikan tidak dapat ditera langsung dengan es
mencair yang suhunya 0

dan air mendidih dimana suhunya 100 . Skala pada

termometer badan di antara titik atas (100 ) dan titik bawah (0

. Selain itu

termometer badan berisi air alkohol. Dalam perjalanan naik, air alkohol mempunyai
kekuatan yang cukup untuk mengatasi hambatan di tabung kapier. Jadi air alkohol
tersebut mampu melewati hambatan tersebut. Sebuah zat cair yang memuai dapat
memiliki tekanan yang kuat sekali, sehingga ketika air membeku dan memuai,
tekanannya mampu memecahkan termometer.
Dalam percobaan perlu memperhatikan suhu ruangan karena suhu ruang dapat
mempengaruhi hasil pengukuran termometer teraan maupun standar. Bisa saja
termometer tersebut mengukur suhu ruang (lingkungan) dan tidak mengukur air
(sistem) atau mungkin penunjukan skala pada termometer adalah perpaduan dua suhu
tersebut. Selain suhu ruang, dalam percobaan ini perlu diperhatikan juga tekanan
udara, karena suhu dipengaruhi oleh tekanan udara ruang berdasarkan hukum Boyle
Gay Lussac, yaitu

= konstan. Dimana tekanan berbanding lurus dengan suhunya.

Jadi, semakin besar tekanannya, semakin besar pula suhunya.

19

LAMPIRAN 4

Gambar 6. Termometer Tak Berskala

Gambar 8. Gelas Kimia

Gambar 7. TermometerStandar

Gambar 9. Bunsen Berisi Spiritus

20

Gambar 10. Kaki Tiga dan Kasa Asbes

Gambar 11. Corong

Gambar 12. Gelas Erlenmeyer

Gambar 13. Mistar

21

Gambar 14. Korek

Gambar 16. Spidol

Gambar 15. Air dalamGelas Kimia

Gambar 17. Es dalam Gelas Erlenmeyer

22

Gambar 18. Pengukuran Titik Beku

Gambar 20. Pengukuran Titik Didih

Gambar 19. Penandaan Titik Beku

Gambar 21. Penandaan Titik Didih

23

Gambar 22. Pengukuran Suhu Air Dingin

Gambar 23. Pengukuran Suhu Air Murni

Gambar 24. Pengukuran Suhu Air Hangat

Gambar 25. Pengukuran Skala Pada Termometer


Tak Berskala

24

25

LAMPIRAN 5
A. Hasil Seminar
1. Moderator /MC
Nama

: Miratun Nisa

Kelompok

:3

2. Tanya Jawab
a. Apakah peneraan termometer dapat dilakukan bila tidak menggunakan air
murni, contohnya air gula atau air garam? (Penanya: M. Syahrirani
Kelompok: 2)
Jawab: Bisa, karena pada peneraan termometer yang diperhatikan adalah hasil
pengukuran suhunya bukan zat yang diukur suhunya, sehingga jenis air tidak
mempengaruhi dalam peneraan termometer asalkan jenis termometer standar
dan tak berskala yang digunakan pada percobaan tersebut adalah sama
misalkan menggunakan termometer alkohol
b. Apakah ada udara di atas air alkohol dalam tabung termometer? (Penguji)
Jawab: Tidak ada. Sebenarnya selain air alkohol tidak ada udara dalam tabung
termometer atau hampa udara. Sehingga jika alkohol dalam termometer
memuai karena terkena panas maka cairan alkohol dapat naik.
c. Apa perbedaan skala Kelvin dan Derajat Celcius? (Penguji)
Jawab: Perbedaan skala Kelvin dan Derajat Celcius terletak pada:

Titik tetap bawah/ titik beku yang tidak sama

Titik tetap atas/ titik didih berbeda

Jumlah skala termometer satu sama lainnya berbeda

Penulisan pada satuannya

26

d. Bagaimana cara mendapatkan suhu yang tertera pada termometer tak


berskala? (Penguji)
Jawab: Awalnya mencari NST termometer tak berskala dengan membagi
batas ukur (100) dengan jumlah skala pada termometer tak berskala (Jarak titi
beku dengan titik didih). Lalu hasilnya dikalikan dengan hasil pengukuran
dengan mistar pada termometer tak berskala tersebut.
e. Termometer apa yang digunakan pada peneraan termometer ini?
Jawab: Termometer yang digunakan adalah termometer alkohol
f. Kenapa pada peneraan termometer ini menggunakan termometer alkohol
bukan raksa?
Jawab: Karena air termometer pada alkohol berwarna merah jadi lebih mudah
untuk dilihat dan ditera saat menandai skala. Sedangkan pada termometer
raksa berwarna keperakan jadi lebih sulit untuk dilihat dan ditera saat
menandai skala.
g. Apa itu termometer?
Jawab: Termometer adalah sebuah alat untuk mengukur suhu suatu zat
h. Bagaimana prinsip kerjanya sebuah termometer?
Jawab: Prinsip kerjanya untuk mengukur suhu dengan cara menyentuhkan
titik sensitif ke benda atau lalu dapat mengetahui suhu benda tersebut dengan
melihat nilai suhu yang terbaca pada termometer.

27