Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR : T2

PENERAAN TERMOMETER

ABSTRAK

Percobaan mengenai peneraan termomater yang bertujuan untuk


menentukan skala pada thermometer dan tanggap terhadap penunjukkan
skala pada thermometer telah kami lakukan. Adapun metode yang
digunakan dalam percobaan ini adalah dengan menggantungkan
thermometer tidak berskala dan memasukkan ke dalam kaleng lengkap
dengan tutup yang berisi air mendidih dan ditetapkan sebagai titik tetap
atas yang didefinisikan 100 C. Kemudian untuk menentukan titik tetap
bawah yaitu dengan menggantungkan thermometer tidak berskala pada
potongan es dan didefinisikan 0 C. Dari hasil percobaan tiap 1 mm mewakili
0,77. Juga diperoleh selisih antara hasil pengukuran dengan thermometer
standar dan tidak berskala sebesar (0,21 0,008)C dan ketidakpastian 3,8
%. Hal ini dikarenakan oleh beberapa factor yaitu tekanan udara dan suhu
ruang yang tidak standar.

22 NOVEMBER 2010

Page 1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR : T2

PENDAHULUAN

TUJUAN
1. Menentukan skala pada
thermometer.
2. Tanggap terhadap
penunjukkan thermometer.

LATAR BELAKANG
Pada skala celcius dipilih dua suhu
acuan atau titik tetap yaitu titik
tetap atas
( titik uap / steam
point ) dan titik tetap bawah ( titik
es / ice point ). Suhu pada titik
tetap atas didefinisikan sebagai
suhu air dan uap yang berada
dalam keadaan setimbang pada
tekanan 1 atm, sedangkan pada
titik tetap bawah adalah suhu
campuran es dengan air dalam
keadaan setimbang dengan udara
jenuh pada tekanan 1 atm.

Berdasarkan latar belakang di atas,


dapat diambil rumusan masalah
yaitu :
1. Bagaimana cara menentukan
skala pada thermometer
tidak berskala ?

air murni yang mendidih


pada tekanan 1 atm.

DASAR TEORI
Skala suhu yang digunakan untuk
mengukur suhu dalam satuan
system internasional adalah skala
celcius, yang dinyatakan dengan
lambang C. Pada skala celcius
dipilih dua suhu acuan atau dua
titik tetap, yaitu :
Titik tetap bawah (titik es/ice
point) yaitu suhu es yang
sedang
mencair
pada
tekanan 1 atm.
Titik
tetap
atas
(titik
uap/steam point) yaitu suhu
22 NOVEMBER 2010

RUMUSAN MASALAH

Suhu pada titik tetap atas,


didefinisikan sebagai suhu air dan
uap yang berada dalam keadaan
setimbang pada tekanan 1 atm.
Suhu pada titik tetap bawah adalah
suhu campuran es dengan air
dalam keadaan setimbang dengan
udara jenuh pada tekanan 1 atm.
Pada skala celcius kedua titik ini,
diberi angka 0 untuk titik tetap
bawah dan diberi angka 100 pada
titik tetap atas. Dapat dinyatakan
pula bahwa suhu adalah suatu
besaran scalar yang dimiliki system
termodinamika.

Page 2

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR : T2

RUMUSAN HIPOTESIS :
Cara menentukan skala pada
thermometer tidak berskala adalah

METODE PERCOBAAN
ALAT DAN BAHAN
1. Model thermometer tidak
berskala 1 buah
2. Corong bening (plastic/kaca)
1 buah
3. Bejana 1 buah
4. Statif 2 buah
5. Kaleng lengkap dengan tutup
1 buah
6. Pembakar 1 buah
7. Thermometer standar 1 buah
8. Es dan air murnni
9. Benang dan spidol
DESAIN ALAT PERCOBAAN
VARIABEL VARIABEL PERCOBAAN
-

Variable control : suhu dan


tekanan ruangan
Variable manipulasi : suhu
benda yang diukur
Variable respon : hasil skala

LANGKAH LANGKAH PERCOBAAN


Menggantungkan
thermometer
tidak
berskala
dan
memasukkannya dalam corong dan
disela selanya ditimbuni dengan
potongan potongan es. Dibiarkan
beberapa
saat
sehingga
es
melebur dan tampak di bagian
bawah corong menetes air. Jika
22 NOVEMBER 2010

dengan
menera
atau
membandingkan
dengan
thermometer standar melalui titik
titik tetapnya.

esnya habis ditambah lagi sampai


permukaan air raksa tersebut dari
thermometer berhenti bergerak.
Selanjutnya tempat berhentinya
permukaan air raksa tersebut
diberi tanda dengan benang atau
spidol dan tempat ini disebut
dengan titik tetap bawah (titik 0
C). untuk menentukan titik tetap
atas (titik 100 C) pada skala
thermometer,
dapat
dilakukan
dengan mengisi kaleng dengan air
murni kemudian mendidihkan air
dalam kaleng tersebut . kemudian
memasukkan thermometer tidak
berskala ke air yang sedang
dididihkan dan dibiarkan beberapa
saat samapai skalanya konstan.
Kemudian
memberinya
tanda
dengan
benang
atau
spidol.
Kemudian dengan menggunakan
kertas millimeter dan batas batas
yang diperoleh dari percobaan
dengan skala thermometer standar.
Kemudian dengan menggunakan
thermometer
standard
an
thermometer
tidak
berskala
bersamaan
untuk
mengukur
beberapa nilai suhu beberapa
benda. Lalu mencatat nilai suhu
dari thermometer standar dan
menandai titik yang ditunjukkan

Page 3

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR : T2

thermometer tidak berskala dan


membandingkannya.

22 NOVEMBER 2010

Page 4

DATA DAN ANALISIS


DATA

Percobaan ke
1.
2.
3.
4.

Es yang mencair selama 5 menit


Air es yang ditambah air biasa
Air biasa
Air biasa yang dicampur sedikit
bongkahan es
5. Air panas yang didinginkan selama
15 menit
6. Air panas yang telah dicampur
dengan air es sebanyak 50 mL
7. Air panas yang didiamkan selama
10 menit dan dicampur beberapa
bongkahan es

Termomet
er standar
(T 1) C

Pada
skala
mm

10
14
30
25

13
18
38
32

Suhu pada
skala yang
dibuat (
C)
10,08
13,95
29,46
24,81

33

42

32,56

35

45

34,88

45

58

44,96

ANALISIS
Dalam penentuan skala yang dibuat jarak antara titik tetap atas dan titik
tetap bawah pada kertas millimeter adalah 129 mm, sehingga diperoleh
perbandingan :
1 mm =

100 C
129 mm

= 0,77 C/mm
Perbandingn tersebut diperoleh pada keadaan sebagai berikut :
Tekanan udara ruang : 761 mmHg
Titik beku air dengan thermometer standar : 0 C
Titik didih air dengan thermometer standar : 100 C
Suhu ruangan : 30 C