Anda di halaman 1dari 6

PEMERIKSAAN FISIK UMUM

Dr. Agus Saleh

Kepala

1. Bentuk : -Normocephal, Mikrocephal, Makrocephal (cth: Hidrosefalus)

2. Rambut : Warna (cth: rambut jagung pada kekurangan gizi), distribusi (cth: alopecia),
kerontokan: diusap disamping untuk memeriksa kerontokan.

Mata

Cekung : diare

Bengkak : alergi, trauma (cth: racoon eye), gangguan ginjal,

Hipertiroid: mata melotot (exoftalmus), lapangan pandang menyempit

Alis : Madarosis; kerontokan (biasanya pada pasien morbus hansen)

Kelopak : ptosis/tidak

Sklera : Ikterik/tidak

Konjungtiva : Anemis/tidak (biasanya telihat anemis pada Hb 9 g/dL)

Pupil : Isokor/tidak (intoksikasi opioid; pint poin pupils)

Sekret/tidak

Bola mata kering/tidak

Hidung

Simetris/tidak, deviasi septum (-)

Sekret/tidak

Epistaksis/tidak

Konka: hiperemis/tidak, udema/tidak

Nyeri tekan sinus, perkusi sinus paranasal

Telinga

Serumen
Gendang telinga : intak/tidak

Nyeri tekan : tragus-antitragus

Mulut

Bibir : kering-> dehidrasi, sianosis-> hipoksia, pucat-> anemis.

Lidah : kotor->thypoid, tremor, atrofi papil, deviasi.

Tenggorokkan

Tonsil : Hiperemis, Kriptus, Detritus, Ukuran

Faring : Hiperemis

Leher

Pemeriksaan JVP : N= 5-2, diatas nilai normal; overload, dibawah nilai normal, dehidrasi:
pasien berbaring dengan posisis 30, kepala pasien miring kekiri, dicari vena jugular
kemudian diberi tanda, tentukan titik R (5 cm) dengan ditarik garis sejajar bidang datar
melalui angulus ludovici, perpotongan antara garis sejajar tersebut dengan vena jugularis
interna adalah titik R (5 cm), kemudian lakukan pembendungan vena jugularis interna,
kemudian lepas bendungan yang bawah lalu ukur tingginya dengan cara, tarik garis tegak
lurus melalui titik R (5cm) kemudian di proyeksikan ke garis tersebut ketinggian JVPnya.

Pemeriksaan Tiroid : Pembesaran? (hiper/hipo), nodul (soliter/multipel), bruit.

Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening

Mandibula, Submandibula, submental, preaurikula, postaurikula. coli sinistra dan dextra,


supraclavicula, infraclavicula, axila, inguinal. Pembesaran di leher bentuknya seperti tasbih-
(Skrofuloderma) TBC kelenjar.

Kulit

Turgor : di bagian-bagian kulit yang tipis, contohnya: di dahi, di punggung tangan, sternum,
punggung kaki, tibia.

Warna: sawo matang, putih, albino


Pemeriksaan thorax :
Bentuk : Normochest, Barrel chest (PPOM/ PPOK), Pigeon Chest, Pectus Ekskavatus/
Shoe Maker Chest.
Spider naVisirosishepar
Ginekomastia, bekasoperasi
Garis garis proyeksi thoraks :
1. Linea mid clavicula : mulai dari pertengahan clavicula melalui papilla mamae
kebawah
2. Linea parasternal : Garis antara mid clavicula dan sterna
3. Linea Sternalis : Garis yang berada dipinggir sternum
4. Linea midsternalis : Garis ditengah tengah sternum
5. Linea Axilaris :
a. Linea axilaris anterior dari humerus anterior hinga bawah
b. Linea midaxilaris dari pertengahan humerus
c. Linea axilaris posterios dari humerus inferior hingga bawah
Paru ( periksa bagian depan dulu baru bagian belakang setelah pemeriksaan
jantung)
Inspeksi
a. Statis (dalam keadaan diam)
- Bentuk barrel chest ppok, emfisema
- Selaigamenyempitmassa, emfisema
melebarpneumotoraks, efusi
b. Dinamis (dalam keadaan bergerak)
- Pergerakan dinding dada simetris
- Pergerakan abnormal pneumotoraks
trauma dada flail chest
efusi
Palpasi
Vocal fremitus bisa dilakukan pemeriksaan dengan telapak tangan dan stetoskop
meningkatmassa, infiltrate (pasien Tb. Pneumonia, (infeksi paru))
menurunpneumotoraks, efusi
Perkusi
a. Sonor di seluruh lapang paru
b. Redupmassa (tumor), cairan (efusi), pneumonia
c. Hipersonorudarapneumotoraks
d. Batas paru hepar :
1. Batas paru hepar relative : Perkusi sepanjang linea midklavikularis hingga
kebawah hingga ditemukan perubahan suara sonor ke redup (karena masih
berisi udara : diafragma masih melengkung) pasien masih bernafas biasa
2. Batas paru hepar absolute :
Perkusi sepanjang linea midklavikularis hingga kebawah hingga ditemukan
batas paru hepar relative pasien disuruh nafas dalam dan menahan nafas
beberapa saat lalu perkusi diteruskan hingga menemukan suara pekak. (normal
hanya dua jari dari relative ke absolute)

e. Batas paru lambung


Perkusi sepanjang linea midklavikularis hingga kebawah hingga ditemukan
perubahan suara sonor ke timpani

f. Peranjakan paru (dinilai di paru bagian belakang)berkurang pada pasien


emfisema
Auskultasi
a. Normal Vesikuler, bronkovesikuler, bronchial, trakeal (harus tau gambar pola
pernafasan)
b. Abnormal suarana pastambahan rhonki, wheezing, pleural friction rub (pada
pleuritis), stridor, crackles, gargling, amforik (pada cavitas paru pada pasien TB
paru)

Jantung
Inspeksi
a. Normal ictus cordis tidak tampak
b. Jikatampaknormalnya di ICS V 2 jari medial linea mid clavicularis sinistra
Palpasi
c. Ictus cordisteraba di ICS V 2 jari medial linea mid clavicularis sinistra

Perkusi
a. Batas jantung atas pinggang jantung (perkusi dari olecranon kearah jantung
hingga menemukan suara pekak kemudian beri titik terus sampai bias membentuk
garis. (Pinggang jantung menghilang/ lancip pada pasien HHD / dengan gambaran
jantung bootshape.)
b. Batas jantung kanan ICS IV linea parasternalis dextra ( cara : Naik dua jari dari
batas paru hepar relative perkusi kearah medial
c. Batas jantungkiri ICS V 2 jari medial lineamidclaVicularissinistra ( cara : Naik
dua jari dari batas paru lambunglalu perkusi kearah medial)

Auskultasi
BJ I dan II reguler, murmus, gallop biasanya didapatkan pada keadaan HR > 140, dan
didengarkan lebih dari 1 menit.

Abdomen
*Inspeksi: -Datar

- Cekung -> Kurang gizi (cakeksia)

- Cembung -> ascites, obstruksi, meteorismus, ileus

- Scar

- Striae gravidarum

- Caput medusa

- Spider nevi

Palpasi : ( sebaiknya pakai regio)

- Supel

- Nyeri tekan

- Hepar (ukuran pembesaran jari patokannya. Titik pertemuan arcus costae dengan
linea midclavicula.) ( cara : pimpin pasien untuk bernafas lalu pasien dalam
keadaan berbaring dan kooperatif kemudian saat inspirasi tangan diatas saat ekspirasi
dalam tangan ikut menekan kemudian saat pasien inspirasi dalam, tangan menekan
sambil ikut keatas untuk meraba hepar.

*Hepar 2 lobus : hepar kiri pakai linea midsternal dibawah procesus xipoideus, hepar kanan
pakai titik pertemuan arcus costae dengan linea midclavicula

- Lien : schufner -> sias ke umbilikus kemudian ke titik pertemuan pertemuan arcus
costae dan midclavicula kiri

- Ascites: Shifting dullnes (pasien terlentang -> perkusi dari medial ( garis umbilikalis) ke
lateral sampai redup ( jari jangan dilepas dari abdomen) lalu pasin miring kemudian perkusi
diteruskan sampai linea mid axilaris untuk memastikan cairan pindah atau tidak > lalu
perkusi ulang dari lateral ke medial sampai ketemu redup

* Perkusi: Timpani di seluruh regio abdomen

*Auskultasi:
- Bising usus Normal (6-12 x/m)

- Menurun-> ileus

- Meningkat -> Diare

- Metallic sound ->peritonitis

Ekstremitas:

- Akral

- CRT -> N: < 2 detik

- Oedema-> pretibia/ punggung kaki

- Clubbing finger

- Sianosis