Anda di halaman 1dari 2

Pitiriasis Rosea / No.

ICD-10 : L42
Pityriasis rosea
No. Dokumen : /UKP/SOP/
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/
UPTD PUSKESMAS dr. Hj.Siti Maisaroh
Ttd. Ka. UPTD Puskesmas Tanjung Enim
TANJUNG ENIM Nip.197401122002122001
1. Pengertian Pitiriasis Rosea adalah penyakit kulit yang belum diketahui
penyebabnya yangdimulai dengan sebuah lesi perimer yang
dikarakteristikkan dengan gambaran herald patch berbentuk eritema
dan skuama halus yang kemudian diikuti dengan lesi sekunder
yangmempunyai gambaran khas.
2. Tujuan Sebagai pedoman di dalam memberikan penatalaksanaan terhadap
Pitiriasis Rosea agar pasien mendapatkan tindakan dan terapi yang
cepat dan tepat
3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Tanjung Enim Nomor Tahun
tentang Pemberian layanan klinis
4. Referensi Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer, Bakti Husada IDI Edisi revisi Tahun 2014
5. Alat & Bahan Lup
6. Langkah- 1. Anamnesis
langkah Pasien datang dengan keluhan lesi kemerahan yang awalnya
satu kemudian diikuti dengan lesi yang lebih kecil yang
menyerupai pohon cemara terbalik. Lesi ini kadang-kadang
dikeluhkan terasa gatal ringan.

2. Pemeriksaan Fisik
Penyakit dimulai dengan lesi pertama (herald patch), umumnya
di badan, soliter, berbentuk oval, dan anular, diameternya sekitar
3 cm. Lesi terdiri atas eritema dan skuama halus di atasnya.
Lamanya beberapa hari sampai dengan beberapa minggu. Lesi
berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama dengan
gambaran serupa dengan lesi pertama, namun lebih kecil,
susunannya sejajar dengan tulang iga, sehingga menyerupai
pohon cemara terbalik.

Tempat predileksi yang sering adalah pada badan, lengan atas


bagian proksimal dan paha atas.

3. Penegakan Diagnostik
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik.

Diagnosis Banding
Tinea korporis, Erupsi obat

4. Penatalaksanaan
Terapi berupa pengobatan simptomatik, misalnya untuk gatal
diberikan antipruritus seperti bedak asam salisilat 1-2% atau
mentol 0.25-0.5%.

5. Konseling dan Edukasi


a. Menjelaskan pada pasien bahwa pitiriasis rosea akan sembuh
dengan sendirinya dan tidak bersifat menular.
b. Pasien diminta untuk datang kembali apabila ruam masih
tetap ada setelah 3 bulan lebih dari re-evaluasi.

6. Prognosis
a. Ad vitam : Bonam
b. Ad functionam : Bonam
c. Ad Sanationam : Bonam

7.Diagram Alir
Anamnesis

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang

Diagnosis

Tatalaksan
a

8. Unit Terkait Poli MTBS


Poli Umum
Poli Lansia