Anda di halaman 1dari 24

Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.

com 1

4. Jika di tengah kata terdapat tiga konsonan


1 EJAAN atau lebih, pemisahannya dilakukan di antara
konsonan pertama (termasuk bentuk ng)
dengan konsonan kedua.
A. PEMISAHAN SUKU KATA PADA
KATA DASAR Contoh:
in-tra, kon-struk-si, in-ven-ta-ris.
1. Jika di tengah kata terdapat dua vokal
berurutan, pemisahannya dilakukan di antara
vokal tersebut. B. PENULISAN HURUF KAPITAL
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
Contoh: kata pada awal kalimat.
ta-at, ka-in, ku-ah.
Contoh:
2. Jika di tengah kata terdapat konsonan di x Warna apa yang kau sukai?
antara dua vokal, pemisahannya dilakukan x Kita harus rajin belajar.
sebelum konsonan tersebut. x Selamat datang di sekolah kami.

Contoh: 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama


o-rang, su-sah, pa-rang. dalam petikan langsung.

Karena ng, ny, sy, dan kh melambangkan Contoh:


satu konsonan, gabungan huruf itu tidak x Pak guru mengingatkan, Jangan
dipisahkan. Pemisahannya dilakukan sebelum lupa membuat PR!
x Saya tidak akan terlambat lagi,
atau sesudah pasangan huruf tersebut.
janjinya.
Contoh:
ung-kap, ikh-las, sya-rat, nya-nyi. 3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
dalam ungkapan yang berhubungan dengan
nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata
3. Jika di tengah kata terdapat konsonan yang ganti untuk Tuhan.
berurutan, pemisahannya dilakukan di antara
kedua konsonan itu. Contoh:
Yang Maha Pengasih, Yang Maha
Contoh: Kuasa, Alquran, Kristen, Weda,
ban-tal, can-tik, sen-ja, cin-ta. Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan!

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


2

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama


nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama Perhatikan contoh penulisan berikut:
orang, instansi, atau nama tempat. mendaki gunung, melintasi selat, mandi
di kali (huruf kapital tidak digunakan
Contoh: dalam penulisan yang behubungan
dengan geografi apabila tidak diikuti
Jenderal Soedirman, Laksamana Muda
nama danau, selat, dan lain-lain).
Udara Husein Sastranegara, Gubernur
Jawa Barat, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, Lurah Makmur. 10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
nama suatu badan, lembaga pemerintah,
lembaga ketatanegaraan, serta nama
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
dokumen resmi, kecuali konjungsi.
gelar kehormatan, keturunan, dan keaga-
maan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Majelis Permusyawaratan Rakyat,
Contoh: Kantor Departemen Keuangan,
Imam Syafii, Nabi Ibrahim, Pangeran Keputusan Presiden RI Nomor 156
Diponegoro, Sultan Hasanudin. Tahun 2005.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama Perhatikan penulisan berikut.


nama orang. a. Menurut undang-undang dasar kita.
b. Menjadi sebuah republik.
Contoh: c . Kerja sama antara pemerintah dan
Nadira Pramudita Iswari, Sherina rakyat.
Sihombing. d. Beberapa badan hukum.

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama


7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada semua kata yang merupakan nama
nama bangsa, suku, bahasa, dan nama kota. buku, majalah, surat kabar, dan judul
karangan, kecuali partikel seperti: di, ke,
Contoh: dari, yang, dan untuk yang tidak terletak
bangsa Indonesia, suku Sasak, bahasa pada posisi awal.
Mandarin, kota Palembang. a. Pelajaran keterampilan untuk Sekolah
Dasar.
8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama b. Dia menyukai majalah Bobo.
nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan c. Ayah berlangganan Koran Suara
peristiwa sejarah. Pembaruan.
12. Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama
Contoh: gelar, pangkat, dan sapaan.
tahun Hijriah, tarikh Masehi, bulan
Agustus, bulan Ramadhan, hari Natal, Contoh:
hari Lebaran, hari Galungan, Perang Prof. (professor), Ny. (nyonya), Dr.
Padri, Proklamasi Kemerdekaan. (doktor), Sdr. (saudara).
Perhatikan contoh penulisan berikut:
mengindonesiakan, keinggris-inggrisan
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
(huruf kapital tidak digunakan dalam
penunjuk hubungan kekerabatan, seperti ibu,
penulisan nama negara).
bapak, saudara, kakek, nenek, bibi, paman,
kakak, adik yang dipakai sebagai kata ganti
9. Huruf kapital dipakai sebagai nama khas atau sapaan.
dalam geografi.
Contoh:
Contoh: x Besok Paman akan datang.
Laut Jawa, Kali Ciliwung, Selat x Kapan Ayah akan berangkat?
Karimata, Danau Toba, Jalan Dago. x Silakan masuk, Dik!

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 3

C. PENULISAN KATA JADIAN E. PEMAKAIAN TANDA BACA

1. Awalan atau akhiran dari bentuk kata dasar 1. Tanda Titik


yang berupa gabungan kata, penulisannya a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang
serangkai dengan kata yang mendahuluinya bukan pertanyaan dan seruan.
atau mengikutinya.
Contoh:
Contoh:
Aku bersekolah di SDN Harapan.
beranak pinak, garis bawahi

b. Tanda titik dipakai pada singkatan nama


2. Bentuk dasar yang merupakan gabungan
orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau
kata yang mendapat awalan dan akhiran
pangkat.
sekaligus ditulis serangkai.

Contoh:
Contoh:
x Prof. Dr. Ir. Budi Santoso
memberitahukan, mempertanding-
x A.S. Hikam
kan, mempertanggungjawabkan.
x Bpk. Supangat
Perhatikan: Imbuhan yang bergabung
dengan huruf kapital atau angka ditulis c. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan
serangkai, tetapi dipisahkan dengan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
menggunakan tanda penghubung.
Contoh:
Contoh: dr. (dokter), Kep. (kepala), Prof.
se-Indonesia, tahun 90-an. (professor), Yth. (yang terhormat),
Sdr. (saudara), Dr. (doktor), S.E.
(sarjana ekonomi), Ny. (nyonya),
D. PENULISAN KATA DEPAN DARI, DI, Tn. (tuan)
KE
d. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka
1. Kata depan dari, di, ke ditulis terpisah dari jam, menit, dan detik yang menunjukkan
kata yang mengikutinya, kecuali dalam waktu.
gabungan kata yang sudah lazim dianggap
sebagai kata, seperti daripada, kepada. Contoh:
17.25.10 (pukul tujuh belas lewat 25
Contoh:
menit dan 10 detik)
x Mainan itu terkumpul di dalam
kotak.
x Letakkan saja di situ! e. Tanda titik dipakai untuk memisahkan
x Ke mana saja Adik sedari tadi? bilangan ribuan dan kelipatannya.
x Ayahnya bertugas ke luar negeri.
Contoh:
x Puncak Tugu Monas terbuat dari
emas seberat 17 kg. Penduduk Indon esi a berjumlah
220.000.000 jiwa. Tanda titik tidak
digunakan memisahkan ribuan dan
Perhatikan penulisan berikut. kelipatannya yang tidak menyatakan
Pulau Kalimantan lebih luas daripada Pulau jumlah, seperti nomor telepon
Jawa. rumahnya 8717175.
Surat itu telah disampaikan kepada Ibu Guru.
(kepada, daripada, dimana ditulis tak f. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul
terpisah) yang merupakan kepala karangan.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


4

Contoh: Contoh:
x Kera dan Bunga Kata ayah, Saya senang sekali.
x Perpisahan Kelas
x Surat Keputusan Bupati Bogor
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain yang
g. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat mengiringinya dalam kalimat jika petikan
pengirim surat, serta nama dan alamat langsung itu berakhir dengan tanda tanya
penerima surat. atau tanda seru.

Contoh: Contoh:
Yth. Sdr. Paijo (tanpa titik)
Ke mana Saudaramu pergi? tanya
Jl. Madrasah 38 Jakarta (tanpa titik)
Michael.
Jakarta, 27 Agustus 2005 (tanpa titik)

Hormat saya, b. Tanda koma digunakan di antara unsur-


Parno unsur dalam pemerincian atau pembilangan.

Pengirim Contoh:
Kantor Bea Cukai Palembang (tanpa Untuk membangun rumah dibutuhkan
titik) batu bata, semen, kayu, dan genting.
Jl. Pekalongan No 20 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik) c. Tanda koma digunakan untuk memisahkan
kalimat setara yang disisipi kata tetapi atau
h. Tanda titik tidak dipakai pada singkatan melainkan.
nama resmi lembaga pemerintah dan ketata-
negaraan, badan dan organisasi, serta nama Contoh:
dokumen resmi yang ditulis huruf awalnya x Kami akan mulai mengerjakan,
saja, atau suku katanya, atau akronimnya tetapi Ibu Guru melarang.
yang sudah lazim.
x Pak Parno bukan guru
menggambar, melainkan guru
Contoh: bahasa Inggris.
x KTP (Kartu Tanda Penduduk)
x DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
d. Tanda koma digunakan untuk memisahkan
x BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga
anak kalimat dari induk kalimat apabila anak
Berencana Nasional)
kalimat tersebut mendahulu i induk
x Dephankam (Departemen Per-
kalimatnya.
tahanan Keamanan)

Contoh:
i. Tanda titik tidak dipakai pada singkatan
x Kalau hari hujan, saya tidak akan
lambang kimia, takaran ukuran kimia, mata
datang.
uang, dan timbangan.
x Karena sakit, ia lupa akan janjinya.
Contoh:
x Tingginya 110 cm lebih sedikit. e. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
x Berat tubuh Farhan 2 kg lebih anak kalimat apabila anak kalimat tersebut
berat daripada Hafidz. mengiringi induk kalimatnya.
x Aura mempunyai uang Rp2.500,00.
Contoh:
x Saya tidak akan datang kalau hari
2. Tanda Koma
hujan.
a. Tanda koma digunakan untuk memisahkan x Dia lupa akan janjinya karena
petikan langsung dari bagian lain dalam sibuk.
kalimat.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 5

F. PEMAKAIAN TANDA KURUNG


x Dia mengatakan bahwa air mancur
menari di bilangan Monas sangat 1. Tanda kurang digunakan untuk mengapit
indah. keterangan tambahan atau penjelasan.

f. Tanda koma digunakan di antara: nama dan Contoh:


alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan Anggota DPR (Dewan Perwakilan
tanggal, serta nama tempat, wilayah, atau Rakyat) sedang rapat.
negeri yang ditulis berurutan.
2. Tanda kurung digunakan sebagai penjelasan
Contoh:
tentang kata/kelompok kata yang bukan
Jakarta, 14 September 1999 bagian dari pokok bahasan.
Kuala Lumpur, Malaysia
Sdr. Ali, Jalan Raya Taman Mini No 12,
Contoh:
Jakarta Timur.
Susilo Bambang Yudhoyono (Pembina
Partai Demokrat) terpilih menjadi
3. Tanda Titik Dua Presiden ke-6 RI.
a. Tanda titik dua digunakan pada akhir
pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian
atau pemerian.
G. PEMAKAIAN TANDA GARIS MIRING
Contoh: Tanda garis miring digunakan atau diletakkan
x Korban bencana di Aceh sekarang di antara urutan nomor surat yang terdiri dari
memerlukan peralatan sekolah: nomor, kode, bulan, dan tahun.
tas, buku, dan alat tulis.
x Hanya ada dua pilihan bagi Contoh:
penjahat narkoba: penjara atau
No 007/RW 19/IX/2005
hukuman mati.

b. Tanda titik dua digunakan sesudah kata


atau ungkapan yang memerlukan pemeran. H. PEMAKAIAN TANDA HUBUNG
1. Tanda hubung menyambung kata yang
Contoh: terpisah oleh pergantian baris.
Ketua : Farhan
Sekretaris : Nadhira Iswari Contoh:
Bendahara : Haura Pradipta
Aku dan Kakak hendak pergi berkun-
jung ke rumah Paman Kadir di wilayah
c. Tanda titik dua digunakan dalam teks drama Pekalongan.
sesudah kata yang menunjukkan pelaku
dalam percakapan.
2. Tanda hubung digunakan untuk menyambung
Contoh: awalan dengan kata yang dimulai dengan
Orang I : (meletakkan beberapa huruf kapital.
lembar kertas) Tolong
ketikkan surat-surat ini Contoh:
ya, Mbak! ber-Tuhan, se-Jawa Timur
Orang II : Iya, Bu, (mengambil
kertas-kertas itu dan
3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung
mulai mengetik).
bagian-bagian kata ulang.
Orang III : Tolong cetak di kertas
ukuran kuart o, ya!
(mengambil kursi lalu Contoh:
mendudukinya). kakek-kakek, anak-anak

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


6

4. Tanda hubung digunakan untuk merang-


kaikan imbuhan dengan kata asing.

Contoh: 2 KATA
mem-back up, di-mark up

5. Tanda hubung digunakan untuk meng- Di dalam bahasa Indonesia terdapat bentuk
kata yang dapat dipotong-potong menjadi
hubungkan awalan atau akhiran dengan
bagian yang lebih kecil, dan dipotong-potong
angka.
lagi menjadi bagian yang lebih kecil sehingga
tidak mempunyai arti atau makna.
Contoh:
ke-5, 1000-an Contoh:
memperkecil (mem-per-ke-cil)

I. PEMAKAIAN TANDA PISAH


Apabila kata ke dan cil dipisahkan, menjadi
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau tidak mempunyai arti atau makna. Bentuk mem,
kalimat yang memberi penjelasan khusus. per-, kecil disebut morfem. Bentuk kecil disebut
sebagai morfem bebas yaitu morfem yang dapat
Contoh: berdiri sendiri, sedangkan bentuk mem-, dan
x SoekarnoPresiden RI wafat per- disebut sebagai morfem terikat karena
pada tahun 1970. tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat
x Motorsekarang di rumah akan pada bentuk lain.
dijual.
Contoh:
x tertawa (tawa morfem bebas),
2. Tanda pisah digunakan untuk menyatakan
sedangkan ter- (morfem terikat)
arti sampai dengan atau sampai ke.
x kesejahteraan (sejahtera morfem
bebas), sedangkan ke an (morfem
Contoh:
terikat)
19952005, bulan JanuariDesember
2005
A. KATA BERIMBUHAN

J. PEMAKAIAN TANDA SERU Imbuhan (afiks) terdiri dari awalan (prefiks),


sisipan (infiks), gabungan awalan dan akhiran
Tanda seru digunakan sesudah ungkapan (konfiks), dan akhiran (sufiks).
atau pernyataan yang berupa seruan atau Afiks adalah bentuk morfem terikat yang
perintah. ditempelkan pada salah satu kata, baik kata
dasar maupun kata jadian.
Contoh: (kata dasar + imbuhan = kata berimbuhan)
x Pergi!
x Keluar dari kamarku sekarang juga! Contoh:
x makan + di = dimakan
x Ibu, tolong aku!
x guruh + em = gemuruh
x santap + an = santapan
K. PENULISAN UNSUR SERAPAN
1. costum o kostum 1. Awalan (Prefiks)
2. circulation o sirkulasi Awalan adalah imbuhan yang dibubuhkan di
3. charisma o karisma awal kata. Awalan dalam bahasa Indonesia
4. executive o eksekutif meliputi me-, ber-, ter-, ke-, se-, di-, per-,
dan pe-.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 7

a. Awalan me-
Awalan me memi li ki beberapa arti, karang + me (mengarang)
yaitu: halau + me (menghalau)

melakukan pekerjaan: menghitung,


menempel; Awalan me- menjadi mem- apabila dirang-
kaikan dengan kata yang huruf awalnya
melakukan pekerjaan dengan alat seperti berkonsonan b, p.
yang disebut oleh kata dasarnya: mengelem,
mengapur, menelepon, menyapu; Contoh:
memberi atau membubuhi: menggarami, biru + me (membiru)
menggulai, mencoret; proses + me (memproses)
membuat jadi: membersihkan, memutihkan,
meluruskan, menggandakan; Awalan me- tetap berbentuk me- apabila
mengambil: menguliti, membului; dirangkaikan dengan kata yang awalnya
berkonsonan l, r, w, dan y.
mengeluarkan bunyi: meraung, meringkik,
mengeong; Contoh:
mengeluarkan atau menampilkan : lintas + me (melintas)
menyanyi, menertawakan; rasa + me (merasa)
menjadi: menjauh, menyempit, memerah; yakin + me (meyakini)
wangi + me (mewangi)
Pengembangan awalan me-
Awalan me- menjadi men- apabila dirang- b. Awalan ber-
kaikan dengan kata asal yang awalannya
Awalan ber- memiliki beberapa makna,
huruf konsonan seperti: c, d, j.
yaitu:
Contoh: mempunyai atau memiliki: beristri,
cari + me (mencari) berjambang, berambut, berayah;
dukung + me (mendukung) mengenakan atau memakai: berkerudung,
jadi + me (menjadi) bersepatu, berkaca mata;
bersifat atau dalam keadaan: bersedih,
Awalan me- menjadi meny- apabila bersenang-senang;
dirangkaikan dengan kata yang huruf
awalnya adalah konsonan s. Konsonan s menyatakan perbuatan yang berbalasan:
umumnya menjadi hilang. bergandengan, berpelukan
memperoleh atau mendapat: beruntung,
Contoh: beranak;
sapa + me (menyapa) melakukan pekerjaan terhadap diri sendiri:
sodok + me (menyodok) berhias, bercermin;
memanggil: berabang, berkakak;
Awalan me- menjadi meng- apabila dirang-
kaikan dengan kata yang huruf awalnya menyatakan kelompok atau himpunan:
bervokal e, i, u, o dan berkonsonan g, h, k. berdua, berdelapan.

Pengembangan awalan ber-


Contoh:
intip + me (mengintip) Awalan ber- menjadi be- apabila di-
urus + me (mengurus) rangkaikan dengan kata yang huruf awalnya
embun + me (mengembun) berkonsonan r atau dirangkaikan dengan
ejek + me (mengejek) kata asal yang suku pertamanya berakhir
garuk + me (menggaruk) dengan konsonan r.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


8

e. Awalan ke-
Contoh:
Awalan ke- memiliki beberapa makna,
rupa + ber (berupa)
yaitu:
kerja + ber (bekerja)
menyatakan kumpulan: kesatuan, kese-
belasan;
Awalan ber- menjadi bel- apabila hanya
menyatakan urutan atau tingkat: kesatu,
dirangkaikan dengan kata ajar.
kesembilan;
menyatakan yang di-: ketua, kehendak.
Contoh:
ajar + ber (belajar)

Awalan ber- tetap berbentuk ber- apabila


dirangkaikan selain yang dijelaskan di atas.
Penggunaan awalan ke- sebagai
Contoh: imbuhan harus dibedakan dengan ke-
mobil + ber (bermobil) sebagai kata depan. Jika sebagai
imbuhan awalan, ke- harus digabung-
jalan + ber (berjalan)
kan dengan kata yang mengikutinya,
motor + ber (bermotor)
tetapi apabila sebagai kata depan,
awalan ke- harus dipisahkan dari kata
c. Awalan ter- yang mengikutinya.

Awalan ter- memiliki beberapa makna,


yaitu:
2. Sisipan (Infiks)
dapat: Tas yang berat itu akhirnya dapat
terangkat olehku. Sisipan adalah imbuhan yang dibubuhkan di
tidak sengaja: Minuman itu terambil adik. tengah-tengah kata. Sisipan dalam bahasa
paling: Murid terpandai itu menjadi juara Indonesia meliputi; -el-, -em-, -er-. Sisipan
olimpiade sains. memiliki beberapa makna, yaitu:
dalam keadaan: Ia sedang termenung menyatakan intentitas atau frekuensi:
sendiri. gemetar;

d. Awalan di- menyatakan banyak atau ragam: gemuruh,


temali, gemerincing;
Awalan di- bermakna perbuatan yang pasif.
memiliki sifat yang disebut dalam kata
Awalan di- merupakan kebalikan dari makna
dasarnya: gemilang, gelembung, temurun,
awalan me- yang bermakna aktif.
pelatuk.

Contoh:
3. Akhiran (Sufiks)
coba + di (dicoba)
Akhiran adalah imbuhan yang dibubuhkan
uji + di (diuji)
di akhir kata. Akhiran dalam bahasa Indonesia
sangka + di (disangka) meliputi: -kan, -i, -an, -kah, -lah, -pun, -tah.

a. Akhiran -kan
Akhiran -kan memiliki beberapa makna,
yaitu:
Penggunaan awal an di - sebagai
imbuhan harus dibedakan dengan di- biasanya mengandung arti perintah:
sebagai kata depan. Jika sebagai Perhatikan dengan saksama;
imbuhan, awalan di- harus digabungkan menyebabkan atau menjadikan sesuatu:
dengan kata yang mengikutinya, tetapi mengecilkan, menghadiahkan;
apabila sebagai kata depan, awalan di menyatakan arti bahwa suatu pekerjaan
harus dipisahkan dari kata benda yang dilakukan untuk orang lain: membuatkan,
mengikutinya. mendudukkan, mengembalikan, membelikan.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 9

b. Akhiran -i d. Konfiks per-an


Umumnya akhiran i- mengandung makna Konfiks per-an, memiliki makna sebagai
membentuk kalimat perintah. berikut.
Menyatakan perbuatan: perselisihan,
Contoh: pernyataan, pertahanan.
x Marahi dia!
Menyatakan tempat: permukiman, per-
x Turuti nasihatnya!
cetakan, perhentian.
Menyatakan periha l : perkantoran,
4. Awalan dan Akhiran (Konfiks) perbudakan.
Konfiks adalah imbuhan yang berupa Menyatakan daerah: perempatan, pertigaan.
gabungan awalan dan akhiran. Konfiks yang
terdapat di dalam bahasa Indonesia meliputi: e. Konfiks se-nya
ber-an, me-kan, pe-an, per-an, se-nya, dan Konfiks se-nya sering disertai dengan kata
mem-per-kan. sifat yang diulang. Konfiks ini dapat pula
menyatakan makna tingkat paling tinggi yang
a. Konfiks me-kan dan mem-per-kan
dapat dicapai.
Konfiks me-kan dan mem-per-kan, memiliki
makna sebagai berikut. Contoh:
Melakukan perbuata n : Penyanyi itu sepandai-pandainya, seindah-indahnya,
membawakan sebuah lagu. sebaik-baiknya.
Menyebabkan atau membuat jadi :
Kebakaran itu memusnahkan puluhan rumah;
Para siswa memperhatikan penjelasan guru. B. KATA ULANG (REDUPLIKASI)
Memberi: Ibu memperingatkan adik agar Kata ulang merupakan bentuk kata jadian
berhati-hati di jalan. yang berasal dari diulangnya suatu kata
sehingga menimbulkan perubahan arti/makna.
b. Konfiks ber-an Kita mengenal empat jenis kata ulang, yaitu
Konfiks ber-an, memiliki makna sebagai kata ulang murni (dwilingga), kata ulang
berikut. berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata
ulang berubah bunyi (salin suara).
Jumlah pelakunya banyak: berhamburan,
berguguran. 1. Kata ulang murni merupakan pengulangan
Timbal balik atau resiprok: berpelukan, dari kata dasar yang memiliki makna sebagai
bersalaman, berbalasan. berikut.
a. Menyerupai: kuda-kuda, siku-siku
c. Konfiks pe-an
b. Intentitas kualitatif (bersifat mene-
Konfiks pe-an, memiliki makna sebagai gaskan): cantik-cantik, jelek-jelek.
berikut.
c. Menyatakan intentitas kuantitatif: anak-
Menyatakan tempat: pemandian, penam- anak, kursi-kursi, buku-buku.
pungan.
d. Menyatakan himpunan (kolektif): satu-
Menyatakan proses: pemukiman, pena- satu, lima-lima.
naman, pendaftaran.
2. Kata ulang berimbuhan merupakan bentuk
Menyatakan hal: pendidikan, penjualan,
pengulangan kata dasar yang telah
pembelian.
mendapat imbuhan. Pengulangan itu dapat
Menyatakan hasil: pendapatan, penya- awalan, sisipan atau akhiran. Makna dari
maran, pengakuan. kata ulang berimbuhan terdiri dari:
Menyatakan alat: pendengaran, penglihatan, a. bermacam-macam: persoalan-per-
penciuman. soalan, biji-bijian;

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


10

b. menyerupai: anak-anakan, motor-


motoran, rumah-rumahan;
Catatan
c. saling: tolong-menolong, berpukul- Catatan
Catatan Catatan
pukulan, hormat-menghormati; Catatan
Catatan

d. bersifat seperti: orang-orangan, mobil-


mobilan; - Malam panjang bermakna malam
minggu atau malam menjelang libur,
e. menyatakan berulang-ulang: berkali-kali,
bukan malam yang waktunya
melambai-lambai, berlari-lari; panjang.
f. menyatakan berhubungan dengan: - Panjang tangan bermakna suka
masak-memasak, jahit-menjahit; mencuri, bukan berarti tangan yang
panjangnya melebihi ukuran normal.
g. melemahkan arti: kemerah-merahan.

3. Kata ulang dwipurwa merupakan bentuk


Kata majemuk memiliki ciri-ciri sebagai
pengulangan pada suku pertama dari suatu
berikut.
kata dasar dengan memuat e pepet pada
vocal pertama dari kata tersebut. Makna a. Unsur-unsurnya mengandung satu kesatuan
yang timbul dari pengulangan tersebut makna.
adalah banyak.
Contoh:
Contoh: malam panjang = malam minggu.
laki o lelaki
luhur o leluhur b. Unsur-unsur dalam kata majemuk tidak bisa
dipisahkan.

4. Kata ulang berubah bunyi (salin suara) Contoh:


merupakan pengulangan kata dasar yang Kata malam panjang tidak bisa disisipi
berubah fonemnya, baik fonem vokal maupun atau diubah menjadi malam yang
fonem konsonan. Makna yang timbul dari panjang atau malam itu panjang, begitu
kata ulang yang berubah bunyi ini adalah: pula dengan panjang tangan. Kata
a. menyatakan banyak: lauk-pauk, gerak- majemuk tidak dapat dipisahkan. Jika
gerik, warna-warni; dipaksakan, artinya akan sangat
berbeda.
b. menyatakan sering: mondar-mandir,
pontang-panting, bolak-balik;
c. Susunan kata majemuk tidak bisa diubah-
c. menguatkan arti: gelap-gulita, hiruk- ubah.
piruk, sunyi senyap, compang-camping.
Contoh:

C. KATA MAJEMUK meja makan tidak bisa diubah menjadi


makan meja.
Kata majemuk adalah gabungan dua kata
yang telah bersenyawa dan telah membentuk d. Apabila mendapat pengimbuhan atau
pengertian baru. Kata majemuk harus pengulangan harus meliputi semua unsurnya.
menerangkan seluruh gabungan yang ada
sebagai satu kesatuan bentuk. Contoh:
Contoh:
Penjelasan kata muka masam, bukanlah muka
per-an + tanggung jawab (per-
yang selalu asam, tetapi mengandung arti
tanggungjawaban)
cemberut. Begitu pula untuk kata majemuk
malam panjang, panjang tangan.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 11

e. Kata majemuk umumnya berupa kata dasar.


Contoh:
Contoh: x Baju ayah telah rapi disetrika.
buah tangan, banting tulang, mata x Banyak orang menjadikan gading
sapi, jantung kota, rumah sakit, patah gajah sebagai hiasan.
arang, naik darah, lintah darat. x Rumahnya bersebelahan dengan
kantor polisi.
x Tanah negara banyak yang
D. FRASE (KELOMPOK KATA)
dimanfaatkan oleh warga
Frase adalah gabungan dua kata atau lebih masyarakat.
yang tidak membentuk arti baru. Sekali pun x Agar tidak kekurangan protein,
merupakan gabungan kata, frase masih banyak-banyaklah mengonsumsi
mempertahankan makna asalnya. telur ayam.

Contoh: b. Menyatakan sifat.


x rumah besar = rumah yang mempunyai
ukuran melebihi rumah-rumah di Contoh:
sekitarnya. x Kami hanya dapat bermain di
lapangan sempit.
x anak manis = anak yang memiliki sikap
yang baik atau wajah yang cantik. x Siswa laki-laki dilarang berambut
panjang.
x komputer rusak = komputer yang
keadaannya sudah rusak dan tidak x Penari itu berwajah manis.
dapat digunakan lagi.
E. MAKNA KATA
Ciri-ciri frase adalah: Makna kata merupakan arti dan maksud
a. tidak memiliki makna baru; dari suatu kata. Makna kata terdiri dari dua
b. dapat disisipi kata lain. jenis sebagai berikut.
a. Makna denotasi adalah makna kata yang
Contoh: sebenarnya dan tidak mengandung makna
x rumah besar = rumah yang besar tambahan.

x kakak adik = kakak dan adik Contoh:


x gading gajah = gading milik gajah Buah mangga banyak disukai orang.
x di rumah = di dalam rumah (buah mangga = sejenis buah-buahan)

Frase dalam kalimat: b Makna konotasi adalah makna kata yang


x Tas yang berwarna hijau itu milik kakak sudah mengalami perubahan (pengurangan
saya. atau penambahan) makna asalnya.
x Pak guru menghukum siswa yang kedapatan
merokok. Contoh:
Akibat perbuatan anak itu, sang ibu
Pengertian frase akan menjadi jelas apabila menjadi makan hati. (makan hati =
terletak pada suatu kalimat. Frase dapat pula sedih/susah)
memiliki beberapa makna sebagai berikut.
a. Menyatakan milik: kelompok kata yang terdiri F. UNGKAPAN
dari dua kata atau lebih dan membentuk Ungkapan adalah kelompok kata yang secara
kesatuan makna yang menyatakan khusus menyatakan maksud dengan arti kiasan
kepemilikan. (makna konotasi).

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


12

suatu kalimat. Kata depan berfungsi khusus


Contoh: dalam suatu kalimat, di antaranya:
naik pitam = marah a. menyatakan waktu: pada (Saya pulang
darah daging = keturunan sekolah pada pukul 12.00 WIB);
muka tembok = tidak punya malu b. menyatakan tempat: antara, di, dari (Di
mana kamu tadi siang?);
Contoh dalam kalimat: c . menyatakan alat: dengan (Dia pukul
x Air terjun Niagara di Amerika merupakan lawannya dengan telak);
yang terbesar di dunia. d. mengantar objek tak langsung: akan, bagi,
x Kami tercatat sebagai anak didik SDN buat, kepada, tentang, untuk (Presiden
berpidato dengan berapi-api).
Harapan.
x Jangan selalu bermuka asam! Tak enak
dilihat orang. J. KATA BENDA
x Orang yang sudah lanjut usia pada umumnya
Kata benda adalah semua kata yang
menjadi pelupa.
merupakan nama benda, nama diri, atau yang
x Bersemangatlah! Jangan seperti orang yang dibendakan atau nomina.
sedang patah hati.
x Sebagian jenis raja hutan sudah termasuk Contoh:
binatang langka.
pegawai, kursi, kesukuan, kebangsaan.
x Sejak kejadian itu, dia seperti orang yang
tebal muka.
Kata benda terdiri dari tiga bagian besar
sebagai berikut.
G. SINOMIM
a. Kata benda abstrak adalah kata benda yang
Sinomim adalah kesamaan makna antara menunjuk pada sesuatu benda yang tidak
dua kata. dapat dilihat atau diraba. Contoh: iman,
ide, pengetahuan.
Contoh: b. Kata benda kongkret adalah kata benda
makna = arti, maksud yang menunjuk pada suatu benda yang
copot = lepas, tanggal dapat dilihat atau diraba. Contoh: pensil,
kangen = rindu buku, Joko, Sulawesi.
malang = celaka, sedih c. Kata benda yang dibendakan adalah kata
raib = hilang benda yang terbentuk dari jenis kata lain.
agung = besar
Contoh:
kemampuan (ke an + mampu)
H. ANTONIM
Antonim adalah lawan kata. Ciri-ciri kata benda dapat diketahui dari
beberapa hal sebagai berikut.
Contoh: a. Kata-kata yang dapat diperluas dengan
jangan = boleh menambahkan yang + kata sifat.
dusun = kota
damai = kacau Contoh:
bangga = kecewa lagu: lagu yang merdu (kata benda)
adil = berat sebelah perbuatan: perbuatan yang salah
(kata benda)

I. KATA DEPAN
b. Kata jadian yang terbentuk dari imbuhan
Kata depan adalah kata yang berfungsi (afiks): -nya, ke-an, pe-an, per-an, ke,
merangkai suatu kata dengan kata lainnya dalam pe- umumnya tergolong kata benda.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 13

a. Kata jadian yang terbentuk dari imbuhan:


Contoh: ber-, ber-an, di-, di-kan, diper-kan, me-,
baju nya , ke ada an , pem buat an , me-kan, memper-i, memper-kan.
perbaikan, tulisan, ketua, penari.
Contoh:
memasak, ditipu, termasyur, meng-
K. KATA KERJA (VERBAL) utarakan, dihabiskan , berpiki r,
berhadapan, mempersalahkan, di-
Kata kerja adalah kata yang menyatakan permalukan, memperbarui.
tindakan, perbuatan, atau cara melakukan
sesuatu. Kata kerja dapat dibagi atas beberapa b. Kata didahuli kata akan, hampir, sedang,
jenis berikut ini. segera, telah.
a. Kata kerja aktif: kata kerja yang berawalan
me- dan ber-, dan berfungsi sebagai Contoh:
predikat. Subjeknya melakukan suatu x Sejak tadi, ia telah pergi.
pekerjaan. x Dia segera datang.
x Aku akan bertanya kepada Pak
Contoh: Guru.
membaca, membeli, berpikir, menyanyi.
c. Kata-kata yang dapat diperluas dengan cara
b. Kata kerja pasif: kata kerja yang berawalan menambahkan dengan + kata sifat.
di-, ter- ,dan ke-, dan berfungsi sebagai
predikat. Subjeknya dikenai pekerjaan. Contoh:
x Farhan menulis dengan cepat.
Contoh: x Nadira berhitung dengan cermat.
ditulis, dibaca, tersangka, termasuk. x Haura membaca dengan keras.
(Buku dibaca Amir, Bemo termasuk
angkutan kota)
L. KATA SIFAT
Kata sifat adalah kata yang menjelaskan
Kata kerja dapat juga sebagai subjek. keadaan dan sifat suatu benda atau yang
dibendakan. Cara yang paling mudah untuk
Contoh: mengetahui suatu kata termasuk kata sifat,
x Bersenam tiap sore membuat badan apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
sehat. a. Menggunakan kata-kata seperti agak,
x Menulis memerlukan perbendaharaan cukup, lebih, paling, dan sangat.
kata yang banyak.
x Makan sayur mayur menghindari kita Contoh:
dari kebutaan. lebih senang, paling tua, cukup
dewasa, agak malas, sangat pandai.

Kata kerja dapat juga sebagai objek. b. Menggunakan bentuk se+ reduplikasi + nya.

Contoh: Contoh:
x Bibi sedang mengajarkan menari pada x mahal (semahal-mahalnya)
kakak saya. x teliti (seteliti-telitinya)
x Narapidana memperoleh makan dan
minum setiap hari. c. Menggunakan prefiks ter- yang bermakna
x Bapak mencoba tidur tanpa kasur. paling.

Ciri-ciri suatu kata tergolong sebagai kata Contoh:


kerja dapat diketahui dari hal-hal berikut. tercantik, termalas, terenak, terjelek.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


14

M. KATA BILANGAN f. Hubungan pertentangan: bagaimanapun,


biarpun, kendatipun, walaupun.
Kata bilangan adalah bentuk kata yang g. Hubungan tujuan: supaya, agar.
menyatakan jumlah, urutan, dan tingkatan suatu
h. Hubungan sebab: karena, oleh karena, sebab.
benda atau yang dibendakan. Bentuk-bentuk
i. Hubungan perbandingan: seperti, bagaikan,
kata bilangan sebagai berikut.
ibarat, laksana.
a. Kata bilangan himpunan: tiga-tiga, dua-
j. Hubungan cara: dengan.
dua.
k. Hubungan penjelasan: bahwa.
b. Kata bilangan bertingkat: Presiden kelima,
bab kedua. l. Hubungan akibat: akibatnya, maka, sampai
dengan, sehingga.
c . Kata bilangan utama: satu, dua, tiga.
m. Hubungan penguatan: ternyata, padahal.
d. Kata bilangan kumpulan: kesepuluh bukunya,
kedua anak itu.
e. Kata bantu bilangan: sebongkah batu, Contoh:
sekerat daging, selembar uang. x kakak pandai menyanyi, kakak pandai
f. Kata bilangan tak tentu: sebagian, semua, menari (kakak pandai menyanyi dan
masing-masing, tiap-tiap. menari).
x walaupun pandai, Pingkan tidak
N. KATA GANTI (PRONOMINAL) sombong (Pingkan tidak sombong
walaupun pandai).
Kata ganti adalah kata yang digunakan x Adik harus rajin belajar, dapat naik
untuk menggantikan benda atau sesuatu yang kelas (adik harus rajin belajar agar
dibendakan. Kata ganti terdiri atas beberapa dapat naik kelas).
jenis berikut ini.
a. Kata ganti orang (pronominal) terbagai atas:
x kata ganti orang pertama: bentuk P. KATA TANYA
tunggal (aku, saya), bentuk jamak
(kami, kita); Kata tanya adalah kata yang dipakai untuk
menanyakan sesuatu (benda, barang, atau
x kata ganti orang kedua: bentuk tunggal
seseorang). Beberapa jenis kata tanya yang
(engkau, anda, kamu), bentuk jamak
sering kita pergunakan adalah:
(kalian);
a. apa berfungsi menanyakan hal, benda, dan
x kata ganti orang ketiga: bentuk tunggal
binatang;
(ia, dia, beliau), bentuk jamak (mereka).
b. kapan berfungsi menanyakan waktu;
b. Kata ganti kepunyaan: buku saya, rumah
c. siapa berfungsi menanyakan orang;
kamu, bajuku, milikku.
d. di mana berfungsi menanyakan tempat;
c. Kata ganti penunjuk: ini, itu, sini, itu, sana.
e. berapa berfungsi menanyakan jumlah;
f. bagaimana berfungsi menanyakan keadaan
O. KATA HUBUNG (KONJUNGSI) dan cara;
g. mengapa berfungsi menanyakan alasan.
Kata hubung adalah kata yang digunakan
untuk menghubungkan kalimat tunggal dengan
kalimat tunggal lainnya. Bentuk-bentuk kata
hubung sebagai berikut.
a. Penambahan: lalu, dan, kemudian, serta.
b. Pemilihan: atau.
3 KALIMAT
c . Hubungan waktu: hingga, saat, sambil,
ketika, sampai, sejak, setelah. Kalimat adalah bagian yang paling kecil dari
d. Perlawanan: bukan, bukan saja, tetapi, tidak suatu wacana yang mengandung pikiran. Dalam
hanya, melainkan. bentuk lisan kalimat diikuti oleh intonasi, gaya
e. Hubungan syarat: apabila, bila, kalau, jika, bicara, dan jeda, tetapi tanpa huruf kapital
jikalau. dan tanda baca yang sesuai.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 15

A. UNSUR-UNSUR KALIMAT kelompok kata yang merupakan tujuan utama


dari suatu tindakan atau perbuatan dari subjek
1. Subjek dan dinyatakan oleh predikat. Fungsi objek
Subjek adalah sebutan. Subjek merupakan langsung mempunyai beberapa makna sebagai
pokok kalimat. Mengapa? Bila sebuah kalimat berikut.
tidak memiliki subjek, berarti kalimat tersebut
a. Alat: Pendekar menghunuskan pedangnya
tidak mempunyai hal inti yang akan dibicarakan.
ke arah lawan. Kata pedangnya menduduki
Bila kita akan menguji sebuah kalimat mempunyai
fungsi sebagai objek langsung yang
subjek atau tidak, ujilah dengan pertanyaan
bermakna alat, yaitu alat yang digunakan
apa atau siapa. Bila salah satu bagian kalimat
untuk melakukan suatu tindakan yang
tersebut dapat menjawab salah satu pertanyaan
dinyatakan oleh predikat.
itu, bagian itulah yang berfungsi sebagai subjek.
Dalam kategori kata, subjek dapat diduduki oleh b. Hasil: Saudara saya membuat mobil-mobilan.
kata benda, kata kerja, atau kata sifat. Kata mobil-mobilan menduduki fungsi objek
langsung yang bermakna hasil, yaitu hasil
Contoh: tindakan atau perbuatan yang dinyatakan
oleh predikat.
x Jujur merupakan sifat yang terpuji.
x Murid SDN Mekarsari berlatih paduan c. Penerima: Orang tua itu membuatkan pintu
suara. tetangganya. Kata pintu tetangganya
bermakna penerima, yakni penerima kegu-
x Meneliti membutuhkan kesabaran dan
naan dari suatu tindakan yang dinyatakan
ketekunan.
oleh predikat.
d. Penderita: Paman memotong kerbau. Kata
2. Predikat kerbau menduduki fungsi objek langsung
yang bermakna penderita.
Predikat adalah unsur utama dalam suatu
kalimat dan merupakan kata atau kelompok e. Tempat: Turis dari Australia mengunjungi
kata yang menerangkan subjek. Umumnya Pulau Bali. Pulau Bali menduduki fungsi
predikat berupa kata kerja atau kata sifat. sebagai objek langsung yang bermakna
Untuk menentukan predikat dalam suatu kalimat, tempat.
buatlah pertanyaan dengan kata tanya mengapa Objek tak langsung adalah objek yang
dan bagaimana. Letak predikat dalam kalimat menyertai subjek dalam melakukan atau
umumnya setelah subjek. mengalami sesuatu. Fungsi objek tak langsung
memiliki beberapa makna berikut.
Contoh:
a. Hasil: Tukang itu membuatkan kami rumah.
x Arman menaiki tangga.
Kata rumah menyatakan makna hasil yang
x Anak itu menyantap makanan dengan berfungsi sebagai objek tak langsung.
lahap.
b. Penerima: Paman membelikan saya sepeda
x Pertandingan antara Persija dengan
baru. Sepeda baru menduduki fungsi objek
Persipura sudah hampir selesai.
langsung yang menyatakan makna
x Penumpang bus kota tidak takut penderita, yaitu menderita akibat tindakan
bergelantungan saat melintas di jalan yang dinyatakan predikat. Sementara itu,
tol. kata saya yang menduduki fungsi objek tak
langsung menyatakan makna penerima.
3. Objek
4. Keterangan
Objek adalah keterangan predikat. Letak
objek umumnya setelah predikat, tetapi dalam Jenis-jenis keterangan dalam suatu kalimat
kalimat pasif, objek dapat menduduki fungsi sebagai berikut.
subjek. Objek terdiri dari dua, yaitu objek a. Alat: Saya pergi ke sekolah dengan sepeda.
langsung dan objek tidak langsung. b. Cara: Belajarlah secara teratur.
Objek langsung adalah kata benda atau c . Penyerta: Ia pergi ke Bogor dengan Ibunya.
yang dibendakan, baik berupa kata atau d. Tempat: Paman baru kembali dari Medan.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


16

e. Tujuan: Siswa harus rajin belajar supaya


lulus. x Siswa berencana tour, tetapi guru
f. Sebab: Karena kemalasannya, Joko tidak melarangnya.
lulus.
g. Waktu: Minggu yang lalu Bibi datang. b. Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat
majemuk yang hubungan antara unsur-
B. PEMBAGIAN KALIMAT unsurnya tidak sederajat. Salah satu
unsurnya berfungsi sebagai induk kalimat,
Kalimat dapat dibagi menjadi beberapa
dan unsur yang lain berfungsi sebagai anak
bentuk sebagai berikut.
kalimat.
1. Kalimat Tunggal
Contoh:
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri
x Jika hujan, ia tidak pergi ke
dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat
sekolah.
tunggal dapat juga di sertai objek dan
keterangan. x Walaupun hidup dimanja, ia merasa
bagaikan hidup dalam sangkar.
Contoh: x Kami tidak pergi karena macet.
x Saya akan datang. x Joko bekerja terlalu larut malam,
x Kami membuka lahan. sehingga jatuh sakit.
x Dengan terbata-bata ia
Perluasan kalimat tunggal dapat dilakukan mengabarkan bahwa ayahnya
dengan memberikan keterangan alat, tempat, sakit keras.
dan waktu. x Pekerjaan rumahku telah selesai
ketika ibu pulang dari kantor.
Contoh:
Rani menulis surat dengan komputer. c. Kalimat majemuk campuran adalah
gabungan kalimat majemuk setara dengan
kalimat majemuk bertingkat. Umumnya dalam
2. Kalimat Majemuk
kalimat majemuk campuran, terdapat paling
Kalimat majemuk adalah hasil perluasan dari sedikit tiga kalimat tunggal.
kalimat tunggal yang membentuk satu atau
lebih pola kalimat baru selain yang sudah ada. Contoh:
Dapat diartikan juga bahwa kalimat majemuk
Ujian sudah selesai ketika tim
adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih
pemeriksa datang dan guru-guru sudah
kalimat tunggal.
pulang.
Induk kalimat : ujian sudah selesai.
Contoh:
Anak kalimat : tim pengawas datang;
Bapak sedang menulis surat dan ibu sedang
menjahit. guru-guru sudah
pulang
Kalimat majemuk terdiri atas beberapa jenis
berikut ini.
3. Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
a. Kalimat majemuk setara adalah kalimat
majemuk yang unsur atau bagian-bagiannya Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya
mempunyai hubungan sederajat. melakukan suatu pekerjaan. Predikat kalimat
aktif selalu berbentuk kata kerja, umumnya
Contoh: berawalan ber- dan me-.
x Ayah menyetujui niatku dan ibu
merestuinya. Contoh:
x Kami akan pergi atau duduk saja x Nania bernyanyi dengan syahdu.
di sini? x Kakak memasak gulai.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 17

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya 6. Kalimat Perintah


dikenai pekerjaan. Kalimat perintah adalah kalimat yang
bermaksud memberikan perintah kepada orang
Contoh: lain supaya melakukan sesuatu hal. Umumnya
x Gulai dimasak kakak. kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru,
x Dengan syahdu l agu tersebut tetapi ada juga yang diakhiri dengan tanda
dinyanyikan Nania. titik.

Tidak semua kalimat aktif dapat diubah Contoh:


menjadi kalimat pasif. Kalimat aktif dapat diubah x Semoga Tuhan selalu melindungi kita
menjadi pasif apabila memiliki objek dan semua.
predikatnya berawalan me-. x Jangan menyeberan g di sini,
berbahaya!
4. Kalimat Langsung dan Kalimat Tak x Ambillah sapu itu supaya tidak
Langsung mengganggu jalan.
x Usahakan menjemput Ibu nanti malam.
Kalimat langsung adalah kalimat yang secara
langsung diucapkan orang. Kutipan dalam kalimat
langsung dapat berupa kalimat tanya, perintah, 7. Kalimat Tanya
atau berita.
Kalimat tanya adalah kalimat yang tujuannya
menanyakan sesuatu hal atau seseorang, dengan
Contoh:
harapan memperoleh jawaban.
x Tolong ambilkan Koran, Mat!, kata
ayah kepada Mamat.
Contoh:
x Kalian harus menyapu rumah!, kata x Kapan ayah berangkat?
kakak.
x Bagaimana proses terjadinya hujan?
x Dimana sekolahmu?
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang x Dia tidak sakit, bukan?
menceritakan kembali ucapan orang lain. Kutipan
dalam kalimat tak langsung merupakan kalimat
berita. 8. Kalimat Seru
Kalimat seru adalah kalimat yang mengung-
Contoh: kapkan perasaan kagum dan seruan. Kalimat
x Arif bertanya kepada ayah tentang seru dapat dibentuk dari kalimat berita yang
pekerjaan rumah. predikatnya berupa kata sifat.
x Bibi berkata bahwa kalian harus rajin
belajar. Contoh:
x Pemandangan di pantai sangat indah.
x Ayah meminta tolong kepada Mary
untuk membersihkan meja makan. x Alangkah indahnya pemandangan di
pantai.

5. Kalimat Berita
9. Kalimat Sapaan
Kalimat beri ta adalah kal i mat yang
Kalimat sapaan adalah kalimat yang
memberitahukan sesuatu hal kepada orang lain.
berfungsi menyapa atau menegur seseorang.
Kalimat sapaan umumnya ditandai pemakaian
Contoh:
kata ganti orang kedua.
x Paman akan ke luar negeri minggu
depan.
Contoh:
x Pimpinan tidak akan memarahimu.
x Akan pergi ke mana, Pak?
x Faksimili itu mungkin akan dikirim besok
x Berapa harga mainan itu, Mas?
sore.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


18

Namun, ada juga kalimat sapaan yang 2. Kapal laut mengangkut barang-barang dan
bermakna sebagai kalimat perintah. penumpang
3. Kadang-kadang juga ke luar negeri.
Contoh: 4. Barang-barang yang diangkut seperti kopra,
x Silakan Anda duduk! karet, kopi, teh, dan lain-lain.
x Tolong bimbing adik saya ini, Pak!

10. Kalimat Permintaan/Permohonan


Kalimat permintaan adalah kalimat yang 4 ME NYI MA K
menyatakan keinginan untuk meminta sesuatu
dari orang lain. Ciri-ciri kalimat ini ditandai dengan
kata-kata saya ingin, saya mohon, saya minta, Menyimak adalah mendengarkan dan
dan lain-lain. memperhatikan ucapan atau bacaan dengan
baik. Berikut beberapa bentuk kegiatan yang
Contoh: berkaitan dengan menyimak.
x Saya minta perhatian sebentar, Anak-
anak. A. MENDENGARKAN BERITA
x Saya mohon diberi kesempatan sekali Mendengarkan berita bertujuan untuk
lagi. memperoleh dan memahami informasi yang
disampaikan oleh pembaca berita atau penulis
berita.
11. Kalimat Harapan
Kalimat harapan adalah kalimat yang
B. MENDENGARKAN PENJELASAN
menyatakan keinginan untuk mendapatkan
sesuatu. Pada umumnya kalimat harapan Setiap kali kita menerima penjelasan, kali
menyatakan keinginan dalam jangka panjang. itu pulalah kita mendengarkan penjelasan. Saat
kita menerima penjelasan haruslah berkon-
Contoh: sentrasi. Jangan kita mendengarkan sesuatu
x Mudah-mudahan segala yang kita tanpa mengetahui maksudnya.
harapkan dapat terlaksana.
x Insya Allah kita dapat memenuhi C. MENDENGARKAN PERCAKAPAN
keinginan orang tua.
Percakapan hampir sama dengan wawancara.
Dalam dua kegiatan ini selalu ada pihak yang
12. Kalimat Ajakan bertanya dan ada pihak yang menjawab.
Kalimat ajakan adalah kalimat yang Perbedaannya, dalam wawancara pihak
menyatakan bujukan agar seseorang bersedia pewawancara selalu berperan sebagai penanya
mengikuti bujukan kita. dan pihak yang diwawancarai selalu berperan
sebagai orang yang ditanyai. Sementara itu,
dalam percakapan, pihak penanya dan penjawab
Contoh:
dapat berperan dan berbicara secara bergantian.
x Ayo, kamu bisa!
Di dalam percakapan, tanggapan dapat berupa
x Mari bersenang-senang, yuk!
pemberian pendapat, kebenaran, dan penjelasan.

13. Menyusun Kalimat Menjadi Paragraf D. MENDENGARKAN PIDATO


Paragraf adalah gabungan dari beberapa Dengan mendengarkan pidato kita diharapkan
kalimat yang saling berhubungan dan kalimat- dapat memperoleh informasi dan hiburan dari
kalimat itu memiliki suatu gagasan yang sama pidato yang disampaikan. Akan, tetapi, terkadang
dan padu. Contohnya: karena satu dan lain hal, kita tidak memperoleh
1. Biasanya berlayar dari satu pulau ke pulau apapun dari pidato tersebut. Hal ini dapat terjadi
lain. karena hal-hal berikut.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 19

a. Isi pidato yang terlalu bombastis; tidak b. membaca dalam hati:membaca tanpa suara;
sesuai dengan keadaan. c. membaca ekstensif: membaca teks
b. Bahasa yang digunakan tidak banyak sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat;
dimengerti oleh orang kebanyakan.
d. membaca intensif: membaca rincian-rincian
c. Gaya yang terlalu dibuat-buat.
penting dalam suatu teks;
e. membaca regular atau biasa: membaca
E. MENDENGARKAN CERITA
suatu teks baris demi baris;
Bila kita mendengarkan cerita, kemungkinan f. membaca sekilas (scanning): membaca
besar kita akan terhanyut dengan hal yang secara sekilas bagian-bagian penting,
diceritakan; terutama bila hal yang diceritakan terutama judul, daftar isi, dan kata
merupakan pengalaman sehari-hari yang dapat pengantar;
terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sebagai
contoh: jika kita mendengarkan cerita sedih, g. membaca cepat (skimming): membaca teks
kita menjadi sedih dan terharu. Hanyut dalam dengan cara cepat.
cerita itu dan merasakan seolah-olah kita
merasakan hal yang sama; berempati dengan Jenis-jenis membaca dapat dipraktikan
tokoh yang diceritakan. dalam kegiatan-kegiatan berikut.
Membaca jadwal kegiatan.
F. MENDENGARKAN PUISI Membaca kamus.
Sama dengan mendengarkan cerita, Membaca surat.
mendengarkan pembacaan puisi pun kita dapat
Membaca teks: teks atau bacaan adalah
ikut hanyut di dalamnya. Terutama bila kata-
karangan tertulis hasil pemikiran seseorang.
kata dan alur dalam puisi itu dapat kita nikmati.
Membaca teks berarti memahami isi bacaan
dan mengerti maksud yang terkandung di
G. MERANGKUM BERITA, CERAMAH, dalamnya. Dengan mengerti dan memahami
DAN DIALOG isi bacaan, berarti kita dapat menjawab
pertanyaan tentang bacaan tersebut, dapat
Merangkum atau menyingkat adalah
kegiatan atau usaha memperpendek berita, menceritakan kembali, dan dapat memprak-
ceramah, atau dialog agar tak sepanjang dan tikkan petunjuk yang ada di dalamnya
serumit aslinya. Kegiatan merangkum dapat dengan benar.
dilakukan dengan cara berikut. Membaca berita: membacakan berita untuk
a. Memperhatikan tema dan judul yang pada pendengar harus memperhatikan hal-hal
umumnya diutarakan pada awal acara. seperti lafal, volume suara, intonasi kalimat,
b. Mencatat kata-kata atau kalimat yang diberi tempo suara, ekspresi wajah, dan adanya
penekanan intonasi. kontak mata dengan pendengar.
c. Mencatat kata atau kalimat kunci dalam Membaca drama, cerpen, novel, dan puisi:
acara tersebut. membaca karya sastra berbeda dengan
membaca karya nonsastra. Dalam mem-
bacakan karya sastra diperlukan imajinasi
dan penghayatan yang lebih dibandingkan
saat membaca karya nonsastra. Misal, saat
5 MEMBACA membacakan drama, kita harus memahami
sifat dan karakter para tokohnya.
Kalimat topik: kemampuan lain yang
Membaca adalah suatu kegiatan yang diperlukan saat membaca adalah menentukan
bertujuan mencari, melihat, dan memahami isi pikiran utama bacaan tersebut. Pikiran utama
suatu bacaan atau tulisan. Ada beberapa jenis pada umumnya berada di dalam kalimat
cara membaca, yaitu: utama. Pada karangan jenis paparan, kalimat
a. membaca nyaring: membaca dengan suara utama biasanya diletakkan di awal atau di
yang keras; akhir paragraf.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


20

b. Menyusun kerangka karangan. Kerangka


karangan merupakan kerangka kerja yang
memuat garis besar suatu karangan.
6 BERBICARA
Menulis kerangka karangan dan mengem-
bangkannya sangatlah penting dalam
Berbicara adalah suatu kegiatan yang menghasilkan suatu karangan. Proses itu
bertujuan menyampaikan sesuatu hal melalui menguntungkan kita dalam hal berikut.
kata dan kalimat yang dapat didengarkan lawan a. Memudahkan menyusun karangan dan
bicara. Berikut beberapa bentuk kegiatan alurnya menjadi teratur.
berbicara.
b. Memudahkan kita menempatkan bagian
Bercerita karangan yang kurang penting dan penting.
Diskusi c. Menuntun kita mengumpulkan bahan dan
Pidato sumber yang diperlukan.
Wawancara d. Membantu kita mengurangi pengulangan
pembahasan.
Mengungkapkan kesan dari suatu cerita
Menyatakan pendapat
B. MENCERITAKAN GAMBAR
Bertelepon
Berdasarkan sebuah atau beberapa gambar,
Memberikan tanggapan
kita diharapkan dapat menuliskan cerita sesuai
Mengkritik dengan gambar tersebut.
Menjelaskan
Contoh:
Penyaki t demam
berdarah sangat
berbahaya. Penyakit
7 ME NUL I S ini menular oleh
nyamuk Aedes
agypty melalui
gigitan. Nyamuk
A. MENULIS KARANGAN penyebar virus
demam berdarah berkembang biak pada
Karangan terdiri atas tiga jenis sebagai berikut.
genangan-genangan air bersih. Oleh
a. Drama: karangan yang dibentuk dari dialog- karena itu, mari bersama-sama melakukan
dialog. pencegahan penyebaran virus demam
b. Prosa: karangan yang disusun dalam bentuk berdarah melalui kegiatan 3 M (menguras,
bebas dan terperinci. Prosa dapat dibagi menutup, dan mengubur) benda-benda
yang menjadi sarang nyamuk tersebut.
menjadi dua jenis yaitu fiksi (karangan yang
disusun berdasarkan imajinasi, seperi novel
dan cerpen), dan nonfiksi (karangan yang
disusun berdasarkan fakta yang sebenarnya C. MEMBUAT PENGUMUMAN
(biografi, laporan, dan resep).
c. Puisi: karangan yang mengutamakan irama, Syarat suatu pengumuman yang baik.
kepadatan makna, dan rima. a. Kalimatnya singkat, bahasanya sopan, dan
mudah dimengerti.
Menulis karangan dapat dilakukan dengan b. Isinya harus jelas dan mudah dibaca.
cara sebagai berikut.
c. Harus jelas pembuatnya.
a. Menentukan tema karangan atau gagasan
utama karangan. Ciri-ciri tema karangan
Bentuk pengumuman yang umum sebagai
adalah menarik dan bermanfaat, baru, serta
berikut.
sesuai dengan minat penulis.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 21

2 7

3
8

4 Keterangan:
1. Kop Daftar Riwayat Hidup.
2. Data pribadi.
5 3. Pendidikan formal.
4. Pendidikan nonformal (jika ada).
5. Pengalaman kerja (jika ada).
Keterangan: 6. Salam penutup.
7. Kota dan tanggal surat.
1. Nama instansi yang mengel uarkan 8. Nama dan tanda tangan yang bersangkutan.
pengumuman.
2. Pengumuman.
3. Isi pengumuma n dan pada siapa E. MENULIS SURAT PRIBADI,
pengumuman ditujukan. UNDANGAN, DINAS, DAN LAIN-
4. Tanggal pengumuman. LAIN
5. Nama dan tanda tangan yang bertanggung
jawab atas isi pengumuman. Surat pribadi adalah surat yang ditujukan
kepada seseorang (teman, saudara, keluarga)
yang isinya tidak perlu diketahui orang lain.
D. MENYUSUN DAFTAR RIWAYAT Adapun bentuk-bentuk surat sebagai berikut.
HIDUP
a. Surat Pribadi kepada Teman Sebaya
Daftar riwayat hidup adalah uraian singkat
tentang perjalanan hidup seseorang.
Bentuk daftar riwayat hidup pada umumnya
1
sebagai berikut.

1 2

5
4

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


22

Keterangan: Keterangan:
1. Kota dan tanggal surat. 1. Kota dan tanggal surat.
2. Alamat yang dituju. 2. Alamat yang dituju.
3. Salam pembuka. 3. Salam pembuka.
4. Isi surat. 4. Isi surat.
5. Salam penutup.
5. Salam penutup.
6. Nama pengirim dan tanda tangan.
6. Nama terang dan tanda tangan.
b. Surat Permohonan Ijin
c. Surat Undangan Resmi
Bentuk surat permohonan ijin yang umum
adalah sebagai berikut.

Bentuk 1 1

2
1

3
2

4
3

5
Keterangan:
1. Kop surat.
6
2. Tanggal.
3. Nomor
Hal
4. Isi Undangan.
Bentuk 2 5. Cap dan tanda tangan.

d. Surat Undangan Keluarga


2

3
1

5
Keterangan:
1. Isi Undangan.
1
Tanggal
Waktu
6
Tempat
2. Yang mengundang.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD


Ringkasan pelajaran ini didownload GRATIS dari : Bukupaket.com 23

Contoh:
AKU
8 PUISI
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Puisi adalah bentuk karangan terikat yang
terdiri dari kata-kata dan disusun atas beberapa Tak perlu sedu sedan itu
baris. Puisi dapat digolongkan menjadi dua jenis Aku ini binatang jalang
sebagai berikut. dari kumpulannya terbuang Biar
peluru menembus kulitku Aku
1. Puisi Lama tetap meradang menerjang
Pada awalnya puisi lama merupakan Luka dan bisa kubawa berlari
karangan atau cerita lisan yang berkembang di Berlari
masyarakat dan tidak diketahui dengan pasti Hingga hilang pedih peri
siapa pengarangnya. Ciri-cirinya adalah sebagai Dan aku akan lebih tidak peduli
berikut. Aku mau hidup seribu tahun lagi
a. Bentuknya terikat.
(Kerikil Tajam, 1946)
b. Jumlah baris dalam tiap bait terikat.
c. Sanjak atau rimanya terikat.
d. Jumlah suku kata terikat.
e. Iramanya terikat.

Keterangan:
x Baris atau larik adalah susunan kata yang
terdapat dalam satu bait puisi. 9 PROSA
x Bait adalah kumpulan beberapa baris yang
mempunyai satu arti.
Prosa merupakan jenis karangan bebas.
x Rima atau sanjak adalah persamaan bunyi
Berbeda dengan puisi, prosa tidak terikat oleh
yang terdapat pada baris. Bentuk rima
irama, sanjak, dan kemerduan bunyi. Berikut
bermacam- macam seperti a-b-a-b,
jenis prosa yang tergolong dalam prosa baru.
a-b-b-a, a-a-b-b, a-a-a-a.
a. Cerpen (cerita pendek) merupakan cerita
Bentuk puisi lama antara lain: bidal, gurin- fiktif dan rekaan. Ide cerita bukanlah cerita
dam, pantun, dan syair. yang sebenarnya. Walaupun demikian, pada
umumnya ide cerita dalam cerpen logis
Contoh: dengan kehidupan sebenarnya. Pokok cerita
dalam cerpen terfokus pada satu aspek
Perasaan siapa takkan nyala
cerita. Hal ini menimbulkan efek dan kesan
Melihat anak berlalu dendang tunggal. Fokus satu aspek itu mengung-
Seorang saja di tengah padang kapkan masalah yang terbatas pada hal-
Tiada berbaju buka kepala hal yang penting. Oleh karena hanya satu
aspek yang diungkapkan, cerpen menyajikan
peristiwa yang cermat dan jelas.
2. Puisi Modern
b. Novel juga merupakan cerita fiktif dan rekaan
Puisi modern adalah puisi yang berkembang mempunyai tema atu ide cerita yang lebih
setelah kemerdekaan. Dalam puisi modern, isinya kompleks dibanding cerpen. Pada umumnya
lebih dipentingkan dan pengarangnya bebas novel tidak memfokuskan diri pada satu
melukiskan tentang sesuatu tanpa terikat pada aspek cerita. Novel menceritakan hal-hal
rima atau sanjak, irama, dan syarat-syarat yang terpenting yang pernah muncul dalam
bahasanya. kehidupan tokoh-tokoh utamanya.

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia


24

c. Roman merupakan jenis prosa yang b. Legenda adalah salah satu bentuk prosa
menceritakan seluruh aspek tokoh utamanya. narasi dongeng tentang keajaiban alam.
Roman bercerita dari awal (kelahiran) sampai
c. Fabel adalah dongeng tentang binatang,
akhir (kematian) sang tokoh utama.
dan binatang dalam dongeng dilukiskan dapat
berbicara, berpikir, dan lain-lain.
Bentuk-bentuk prosa lama adalah dongeng,
cerita rakyat, legenda, fabel, sage, mythe, dan d. Sage merupakan dongeng yang isinya
cerita jenaka. mengandung unsur sejarah.

a. Dongeng adalah cerita turun temurun dari e. Mythe adalah cerita dewa-dewi atau
zaman ke zaman yang tidak diketahui siapa makhluk lain yang dalam cerita dianggap
pengarangnya dan bersifat fiktif, dan sebagai dewa.
ceritanya ti dak dapat di buktikan f. Cerita jenaka adalah cerita penghibur yang
kebenarannya. membangkitkan tawa, jenaka, keriangan,
atau sindiran. Contoh Si Kabayan.

Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah SD