100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan33 halaman

Modul Statistik KTSP

Dokumen tersebut membahas tentang statistika deskriptif yang mencakup pengertian statistika, cara pengumpulan data, ukuran pemusatan data (rata-rata, median, modus), statistik lima serangkai, jangkauan data, dan penyajian data dalam bentuk diagram garis dan lingkaran.

Diunggah oleh

Syamsir Kamal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan33 halaman

Modul Statistik KTSP

Dokumen tersebut membahas tentang statistika deskriptif yang mencakup pengertian statistika, cara pengumpulan data, ukuran pemusatan data (rata-rata, median, modus), statistik lima serangkai, jangkauan data, dan penyajian data dalam bentuk diagram garis dan lingkaran.

Diunggah oleh

Syamsir Kamal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Standar Kompetensi :

1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan


sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar :
1.1. Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran,
dan ogive
1.2. Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran,
dan ogive serta penafsirannya
1.3. Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data,
serta penafsirannya

A. Menyajikan Data Ukuran Menjadi Data Statistik


Deskriftif

1. Pengertian Statistik, Statistika, Populasi, Sampel, Datum dan Data


Statistik adalah kumpulan data yang umumnya berbentuk angka yang
disusun dalam daftar / diagram
Statistika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari
pengumpulan,
pengelompokan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari
data. Statistika terbagi atas Statistika Deskriftif dan Statistika Induktif /
Inferensi
Statistika Deskriftif adalah bagian statistika yang membahas tentang
penyusunan data ke dalam daftar daftar atau jadwal jadwal,
pembuatan grafik, pengolahan data yang bersifat analisis dan
penafsiran data. Bagian ini belum menghasilkan penarikan kesimpulan
secara umum.
Statistika Induktif / Inferensi adalah bagian statistika yang mencakup
semua aturan dan metode yang dapat dipakai sebagai alat untuk
menarik kesimpulan yang berlaku secara umum dari data yang telah
tersusun dan diolah sebelumnya.
Populasi adalah sekumpulan / keseluruhan data (objek) yang akan
diteliti.
Sampel adalah sebagian / semua populasi yang dianggap mewakili
populasi
Datum adalah keterangan yang diperoleh dari hasil pengamatan /
penelitian.

1
Data adalah kumpulan datum datum / bentuk jamak dari datum baik
dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif.

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan atau angka.


Contohnya : usia, tinggi badan, berat badan, dll
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan, contohnya :
agama, warna kulit, bentuk rambut, golongan darah, dll

Cara pengumpulan data :


1. Interview ( wawancara )
2. Angket ( kuisioner )
3. Pengamatan ( observasi )
4. Penulusuran literatur ( bahan ilmiah / buku / internet )

2. Mean,Median dan Modus untuk data tunggal ( ukuran


pemusatan )

a. Mean ( rata rata )


Mean adalah jumlah semua datum dibagi banyaknya datum tersebut,
mean disebut juga rata-rata hitungan / rataan hitung atau rata-rata
(rerata)

x x x ... x n x i
1 n
x 1 2 3 i 1
xi
n n n i 1


( x dibaca x bar )

Contoh 1 :
Hitung mean dari data : 3, 4, 3, 7, 8, 6, 6, 5

Jawab :

3 4 3 7 8 6 6 5 42
x 5,25
8 8

b. Median ( nilai tengah )


Median adalah nilai yang membagi suatu data yang sudah diurutkan
menjadi 2 bagian yang sama banyak dengan ketentuan :
- Jika banyaknya data ganjil, nilai median adalah nilai yang ada di
tengah
- Jika banyaknya data genap, nilai median adalah rata rata dua nilai
yang ada di tengah

2
Contoh 2 :
Tentukan median atas data berikut :
a) 3, 5, 4, 2, 6
b) 7, 3, 8, 11, 10, 5
Jawab :
a) Data di urutkan : 2, 3, 4, 5, 6

Me = 4

b) Data di urutkan : 3, 5, 7, 8, 10, 11

7 8 15
Me 7,5
2 2

c. Modus ( angka yang sering muncul )


Modus adalah angka yang sering muncul / nilai datum yang sering
muncul / frekuensinya paling tinggi.

Contoh :
Tentukan modus data : 4, 3, 6, 7, 6, 8, 4, 2, 3, 7, 3, 5, 9
Jawab :
Modus data adalah : 3

Jenis-jenis modus :
- Unimodal ( mempunyai 1 modus )
- Dimodal ( mempunyai 2 modus )
- Multimodal ( mempunyai banyak modus )

3. Statistik Lima Serangkai


Statistik lima serangkai dari data statistik diurutkan dari urutan terkecil
( statistik minimum ) dan urutan terbesar ( statistik maksimum ), keduanya
disebut statistik ekstrim serta kuartil bawah ( Q1 ), kuartil atas ( Q3 ) dan
kuartil tengah ( Q2 ) / median.

25 % 25 % 25 % 25 %

Y1 Q1 Me / Q2 Q3 Yn

Statistik Lima Serangkai dapat ditampilkan dalam Diagram sebagai berikut :

Q2
Q1 Q3

3
Y1 Yn

Contoh :
Tentukan statistik lima serangkai data berikut :
a. 5, 7, 7, 4, 3, 11, 13, 14, 15, 8, 9
b. 7, 8, 3, 4, 11, 13, 14, 9

Jawab :

a. Data diurutkan : 3, 4, 5, 7, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 15

Y1 Q1 Q2 Q3 Yn

Q2 = 8
Q1 = 5 Q3 = 13
Y1 = 3 Yn = 15

b. Data diurutkan : 3 4 7 8 9 11 13 14

Y1 Q1=5,5 Q2=8,5 Q3 = 12 Yn

Q2 = 8,5
Q1 = 5,5 Q3 = 12
Y1 = 3 Yn = 14

4. Jangkauan Data dan Jangkauan Antar Kuartil


a. Jangkauan Data ( Range / Rintangan )
Jangkauan data didefinisikan sebagai selisih antara nilai statistik
maksimum ( Yn ) dan nilai statistik minimum ( Y1 )

J = Yn Y1

b. Jangkauan antar kuartil ( Hamparan )


Jangkauan antar kuartil adalah selisih antara nilai kuartil atas ( Q 3 ) dan
kuartil bawah ( Q1 )

H = Jk = Q3 Q1

c. Jangkauan semi interkuartil ( simpangan kuartil )


Jangkauan semi interkuartil adalah setengah dari jangkauan antar
kuartil

Qd = H = (Q3 Q1)

4
Contoh : tentukan jangkauan data, jangkauan antar kuartil dan simpangan
Kuartil data: 3, 5, 1, 4, 2, 7, 9, 6, 6, 8, 7
Jawab :
Data setelah diurutkan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9

Y1 Q1 Q2 Q3 Yn
Jangkauan data : J = Yn Y1 = 9 1 = 8
Jangkauan antar kuartil : H = Q 3 Q1 = 7 3 = 4
Simpangan kuartil : Qd = H = . 4 = 2

B. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram


1. Diagram Garis, Diagram Lingkaran, Diagram Batang, Diagram Batang Daun,
Dan Diagram Kotak Garis
a. Diagram Garis
Diagram garis adalah suatu cara penyajian data statistik menggunakan
garis garis lurus, biasanya ; diagram garis digunakan untuk
menyajikan data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap suatu
objek dari waktu ke waktu secara berurutan
Contoh :
Pada sebuah penelitian seorang siswa mengukur panjang batang
kecambah setiap 2 hari, dengan hasil sebagai berikut :
Tabel :
Umur (hari) 0 2 4 6 8 10 12
Panjang (cm) 0 2 4,5 6 8 9,5 10
Sajikan tabel di atas dengan diagram garis :
Jawab :
Berdasarkan data tabel, diperoleh pasangan-pasangan koordinat :
( 0; 0 ), ( 2; 2 ), ( 4; 4,5 ), ( 6; 6 ), ( 8; 8 ), ( 10; 9,5 ), ( 12; 10 )
Y (Panjang/cm)

10
9
8
7
6
5
4
3
2
5
1 X (Umur/Hari)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

b. Diagram lingkaran
Diagram lingkaran adalah diagram untuk menyajikan data statistik
dengan menggunakan daerah lingkaran. Seluruh daerah lingkaran
menunjukkan keseluruhan data ( 100 % ) kemudian daeah lingkaran itu
dibagi bagi menjadi beberapa bagian sehingga masing masing
bagian berbentuk juring lingkaran yang menunjukkan bagian persentasi
data.

Contoh :
Dari 400 siswa SMA 14, didapat data pekerjaan orang tua / wali siswa
sebagai berikut :
120 orang sebagai PNS
100 orang sebagai Wiraswasta
150 orang sebagai pegawai swasta
30 orang sebagai TNI / POLRI
Buatlah diagram lingkaran data tersebut !

Jawab :

Karena luas juring lingkaran sebanding dengan besar sudut pusatnya,


maka ditentukan besar sudut pusatnya sebagai berikut :

Pekerjaan Jumlah Besar Sudut Pusat


PNS 120 120/400 x 360 = 108
Wiraswasta 100 100/400 x 360 = 90
Peg. Swasta 150 150/400 x 360 = 135
TNI / POLRI 30 30 / 400 x 360 = 27
Jumlah 400

270 1350
Peg.
SWASTA
TNI

1080 900
PNS WIRA

SWASTA

c. Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram yang digunakan untuk menyajikan data
statistik dengan batang berbentuk persegi panjang. Batang batang itu
digambar tegak atau mendatar dengan lebar sama.
Pada diagram batang antara batang satu dengan yang lainnya
digambarkan tidak berimpit, ada kalanya batang itu digambar 3 dimensi
sehingga batang batangnya digambarkan sebagai balok / silinder.
6
Contoh :
Banyaknya lulusan SD di sebuah kelurahan selama 5 tahun terakhir
tercatat sebagai berikut :
Tahun 1999 : 100 orang
Tahun 2000 : 150 orang
Tahun 2001 : 120 orang
Tahun 2002 : 160 orang
Tahun 2003 : 200 orang
Buatlah diagram batang data diatas ?

Jawab :

Jumlah lulusan
200

180

160

140

120

100
Tahun kelulusan
0 1999 2000 2001 2002 2003

Diagram batang diatas disebut diagram batang tegak

7
100 120 140 160 180 200 Jumlah

1999

2000

2001

2002

2003

Tahun
Diagram batang diatas disebut diagram batang mendatar

d. Diagram Batang Daun


Diagram batang daun adalah bentuk penyajian data yang
memperlihatkan data asli dan disusun secara vertikal dengan
menyertakan masing masing satuan untuk batang dan daun. Diagram
ini cukup efektif untuk menggambarkan pola penyebaran data yang
berukuran kecil.
Sesuai dengan namanya, diagram ini terdiri atas kolom batang dan
daun, setiap kumpulan data yang akan dibuat diagram batang dan
dipisahkan menjadi dua kelompok digit, yaitu satu kelompok digit
pertama ditulis pada kolom batang dan satu kelompok pada digit
kedua / lainnya ditulis dalam kolom daun.
Pemilihan digit untuk batang dan daun tidak baku, tetapi perlu
diperhatikan bahwa batang harus memuat nilai terbesar dan terkecil,
kolom paling kiri digunakan untuk menuliskan banyaknya data atau
frekuensi kumulatif sebelum / sesudah letak median setiap baris.

Contoh :
Diberikan kumpulan data : 23, 26, 34, 39, 42, 45, 47, 51, 53, 59, 79
Buatlah diagram batang daun dari data tersebut :

Jawab :

8
Frekuensi kumulatif batang daun
0 0 -
0 1 -
2 2 3, 6
4 3 4, 9
7 4 2, 5, 7
10 5 1,3,9
10 6 -
11 7 9
11 8 -
11 9 -

Batang = puluhan daun = satuan

e. Diagram Kotak Garis


Diagram Kotak Garis adalah diagram yang berbentuk kotak dan garis.
Bentuk kotak mencakup dari banyak data, sedangkan garis yang
mencuat keluar mencakup masing masing dari data.
Gambar diagram kotak garis adalah sebagai berikut :

XB2 XB1 Q1 Q2 Q3 XA1 XA2


Keterangan :
XB2 = Q1 3 ( Q 3 Q 1 )
3
XB1 = Q1 ( Q3 Q1 )
2
Q1, Q2, dan Q3 adalah nilai Kuartil pertama, kedua dan ketiga
3
XA1 = Q3 + ( Q3 Q1 )
2
XA2 = Q3 + 3 ( Q3 Q1 )

Jika data berada di luar batas XB 1 dan XA1, data itu disebut data
pencilan minor, sedangkan data yang berada di luar batas XB 2 dan XA2
disebut data ekstrem.

Contoh :
Buatlah diagram kotak garis dari data berikut : ( n = 40 )

10 11 12 13 13 13 14 15 16 18
21 21 22 22 23 24 24 24 24 24
32 33 34 34 35 36 37 38 39 39
9
40 40 40 41 43 46 46 48 48 49

Jawab :

18 + 21 39
Q1 = = = 19,5
2 2

24 + 32 56
Q2 = = = 28
2 2

39 + 40 79
Q3 = = = 39,5
2 2

XB2 = Q1 3 ( Q 3 Q 1 )
= 19,5 3 ( 39,5 19,5 )
= 19,5 3 ( 20 )
= 19,5 60
= - 40,5

3
XB1 = Q1 ( Q3 Q1 )
2
3
= 19,5 ( 39,5 19,5 )
2
3
= 19,5 ( 20 )
2
= 19,5 30
= - 10,5

3
XA1 = Q3 + ( Q3 Q1 )
2
3
= 39,5 + ( 39,5 19,5 )
2
3
= 39,5 + ( 20 )
2
= 39,5 + 30
= 69,5

XA2 = Q3 + 3 ( Q3 Q1 )
= 39,5 + 3 ( 39,5 19,5 )
= 39,5 + 3 ( 20 )
= 39,5 + 60
= 99,5

10
Diagram kotak garisnya :

40,5 10,5 19,5 28 39,5 69,5 99,5

2. Daftar Distribusi Frekuensi


Selain disajikan dalam bentuk diagram , data yang sudah terkumpul juga
dapat disajikan dalam bentuk daftar atau table. Data yang diperoleh dari
hasil penelitian dapat dibedakan menurut ukurannya menjadi 2 macama
yaitu : data yang ukurannya kecil (n 30) dan data yang ukurannya besar
(n > 30). Untuk data yang berukuran besar, pada umumnya disusun dalam
daftar distribusi frekuensi / daftar sebaran frekuensi. Daftar distribusi
frekuensi dibedakan lagi menjadi dua macam, yaitu Daftar distribusi
frekuensi tunggal dan Daftar distribusi frekuensi berkelompok.

a. Daftar distribusi frekuensi tunggal


Daftar distribusi frekuensi tunggal adalah suatu daftar frekuensi
distribusi yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diketahui
secara langsung frekuensi setiap datum. Frekuensi adalah kekerapan
atau keseringan muncul yang biasanya dilambangkan dengan huruf f.
Contoh :
Data pelemparan mata dadu sebanyak 30 kali
2 6 3 3 5 6 4 2 4 3
5 3 2 1 4 1 6 5 3 4
6 6 4 3 2 5 1 1 3 2

Data tersebut dapat disusun dalam distribusi frekuensi tunggal . sbb :


Angka ( Xi) Tally / Turus Frekuensi ( fi )

1 IIII 4
2 IIII 4
3 IIIII III 8
4 IIIIII 6
5 IIII 4
6 IIII 4

Jumlah fi = 30

Jadi daftar distribusi frekuensi tunggal adalah suatu daftar frekuensi


distribusi yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diketahui
frekuensi setiap datum.

b. Daftar distribusi frekuensi Berkelompok


Daftar distribusi frekuensi berkelompok adalah suatu daftar frekuensi
distribusi yang disusun sedemikian rupa sehingga data yang berukuran

11
besar disederhanakan dengan mengelompokkannnya menurut
kelompok-kelompok atau kelas-kelas tertentu. Kemudian, dari masing-
masing kelas tersebut dihitung frekuensinya.
Contoh :
Data nilai ulangan Matematika kelas XI IPA sebanyak 40 siswa, sbb :

32 78 90 67 64 52 84 78 49 77
45 83 65 69 38 65 49 88 76 84
63 76 54 75 56 64 67 78 90 59
76 89 87 93 84 39 74 83 92 75

Data tersebut dapat disusun dalam distribusi frekuensi berkelompok .


sbb :
Kelompok Nilai Titik Tengah Tally / Turus Frekuensi

31 40 35,5 III 3
41 50 45,5 III 3
51 60 55,5 IIII 4
61 70 65,5 IIIII III 8
71 80 75,5 IIIII IIIII 10
81 90 85,5 IIIII IIIII 10
91 100 95,5 II 2

Jumlah fi = 40
Karena nilai-nilai yang terdapat di atas merupakan kelompok nilai, daftar
distribusinya disebut daftar distribusi frekuensi berkelompok.

Istilah istilah dalam daftar distribusi frekuensi berkelompok :

1. Kelas
Kelas atau kelas interval adalah nama tiap tiap kelompok data
Pada contoh, data dikelompokkan menjadi 7 kelas interval, yaitu 31-
40, 41-50 s.d 91-100
Kelas 31-40 mencakup data : 31,32,33,34,35,36,37,38,39,40
.
Kelas 91-100 mencakup data : 91,92,93,94,95,96,97,98,99,100

2. Batas kelas
Batas kelas adalah nilai nilai yang membatasi suatu kelas, nilai
yang membatasi sebelah kiri suatu kelas disebut batas bawah
sedangkan di sebelah kanannya disebut batas atas

Pada contoh :
kelas 31-40 batas bawahnya 31 dan batas atasnya 40
.
kelas 91-100 batas bawahnya 91 dan batas atasnya 100

12
3. Tepi kelas
Tepi kelas adalah batas nyata kelas. Untuk data yang diperoleh dari
hasil pengukuran dengan ketelitian sampai satuan terdekat, tepi
kelas dibagi lagi menjadi :
Tepi bawah : batas bawah 0,5
Tepi atas : batas atas + 0,5
Pada contoh :
Tepi bawah kelas pertama 31-40 = 31 0,5 = 30,5
dan tepi atasnya 40 + 0,5 = 40,5
.
Tepi bawah kelas keyjuh 91-100 = 91 0,5 = 90,5
dan tepi atasnya 100 + 0,5 = 100,5

4. Panjang kelas (p)


Panjang kelas adalah lebar suatu kelas yang dihitung dari perbedaan
antara kedua tepi kelas. Jadi panjang kelas adalah selisih antara tepi
atas dan tepi bawah
panjang kelas = tepi atas tepi bawah
pada contoh :
panjang kels dapat dihitung dengan mengambil panjang kelas
pertama, yaitu p = 40,5 30,5 = 10
Dalam praktiknya, panjang kelas juga dapat dihitung menggunakan
titik tengah kelas, yaitu selisih antara dua titik tengah kelas yang
berurutan, jika xi adalah titik tengah kelas ke-1, panjang kelasnya
adalah p = xi - xi 1 . Misal, pada contoh, p = x 2 x1 = 45,5 35,5
= 10

5. Titik tengah kelas


titik tengah kelas adalah nilai yang dianggap mewakili kelas. yaitu
nilai yang terdapat ditengah-tengah kelas.
Titik tengah kelas= (batas bawah kls + batas atas kelas)
Pada contoh :
Titik tengah kelas pertama = (31 + 40) = 35,5

c. Membuat daftar distribusi frekuensi berkelompok

Langkah langkahnya :

1) Menentukan jangkauan ( J )

J = Yn Y1

2) Menentukan banyak kelas ( k )

k = 1 + 3,3 log n (Aturan sturges)

13
3) Menentukan panjang kelas interval ( p )

Jangkauan J
P= =
Banyak kelas k

4) Pilihlah batas bawah kelas pertama dengan mengambil datum


terkecil atau bilangan lain yang lebih kecil daripada datum terkecil.
Tetapi selisihnya kurang dari panjang kelas.

5) Tentukan frekuensi masing masing kelas dengan sistem turus /


tally ( dihitung satu per satu )

Contoh :
Buatlah daftar distribusi frekuensi berkelompok data tes hasil IQ 50
siswa SMA ,sebagai berikut :
80 111 122 80 119 125 88 100 117 87
104 86 112 88 96 118 127 129 85 89
123 110 92 127 103 89 128 103 115 95
127 104 117 89 110 116 103 84 127 97
113 93 88 123 121 92 119 89 125 118

Penyelesaian :
Langkah 1 :
J = 129 80 = 49

Langkah 2 :
k = 1 + 3,3 . log 50
= 1 + 3,3 . 1,698
= 1 + 5,606
= 6,606 ( dibulatkan 6 atau 7 )
Langkah 3 :
Misalnya, jika k = 6, maka :

J 49
P = = = 8,166 ( dibulatkan 8 atau 9 )
k 6

Langkah 4 :
Menentukan kelas kelas interval, misalnya P = 9, k = 6, maka :
Kelas pertama : 80 88
Kelas kedua : 89 97
Kelas ketiga : 98 106
Kelas keempat : 07 115
Kelas kelima : 116 124

14
Kelas keenam : 125 133

Langkah 5 :
Menyusun daftar distribusi frekuensi berkelompok :
Nilai Tally / Turus Frekuensi ( fi )
80 88 IIIII IIII 9
89 97 IIIII IIIII 10
98 106 IIIII II 7
107 115 IIIII 5
116 124 IIIII IIIII I 11
125 133 IIIII III 8
Jumlah 50

Latihan :
1. Koperasi Sumber Sehat yang bergerak di bidang penjualan dan penyaluran
susu sapi melaksanakan pendapatan jumlah ternak sapi perah yang
dimiliki oleh anggotanya. Dari 40 orang anggotanya diperoleh data
sebagai berikut :
1 3 2 4 1 2 5 2 3 3
3 1 6 2 2 4 4 3 5 1
4 3 3 3 1 3 3 3 3 3
5 4 2 2 3 1 2 1 4 3

Buatlah daftar distribusi frekuensi tunggal dari data di atas !


2. Suatu Koperasi Unit Desa ( KUD ) melakukan penelitian hasil panen padi
yang diperoleh oleh para petani setelah menggunakan jenis pupuk yang
baru. Setiap petani menggunakan jenis pupuk yang sama untuk luas
tanah yang sama. Hasil panen dari 50 petani adalah sebagai berikut
( dalam kwintal )

15 11 16 16 22 22 28 18 24 17
17 15 12 20 12 25 21 25 25 25
23 19 16 20 16 20 25 26 17 21
24 19 16 24 24 17 18 27 27 26
21 21 28 20 14 20 17 30 26 22

Buatlah daftar distribusi frekuensi berkelompok dengan panjang kelas


interval 4 dan batas bawah kelas interval pertama 11.

15
3. Histogram, Poligon Frekuensi dan Ogive
a. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram adalah bentuk penyajian daftar distribusi frekuensi dengan
menggunakan batang batang atau persegi panjang yang lebarnya
sama. Apabila titik titik tengah dari puncak puncak histogram
tersebut dihubungkan dengan menggunakan garis hubung, maka garis
yang menghubungkan titik titik tengah itu disebut poligon frekuensi.

Contoh :
Buatlah histogram dan poligon frekuensi daftar distribusi frekuunsi
berikut :

Nilai Nilai Tengah Frekuensi ( fi )


80 88 84 8
89 97 93 10
98 106 102 6
107 115 111 6
116 124 120 12
125 133 129 8
Jumlah 50

Penyelesaian :
frekuensi

12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1 Nilai tengah
0 75 84 93 102 111 120 129 138

16
b. Ogive
Daftar distribusi frekuensi kumulatif dapat digambarkan pada suatu
diagram dengan cara menempatkan nilai nilai tepi kelas pada sumbu
mendatar ( sumbu x ) dan nilai nilai frekuensi kumulatif pada sumbu
tegak ( sumbu y ). Jika titik titik yang merupakan pasangan nilai tepi
kelas dan nilai frekuensi kumulatif tersebut kita hubungkan dengan
garis, diagram garis yang terjadi dinamakan poligon frekuensi kumulatif,
apabila poligon frekuensi kumulatif ini dihaluskan, diperoleh suatu kurva
yang disebut ogive.

Daftar distribusi frekuensi kumulatif :

i. Daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari ( fk )

Nilai Kumulatif
Nilai f Tepi Atas fk kurang dari
kurang dari
80 88 8 88,5 88,5 8
89 97 10 97,5 97,5 18
98 106 6 106,5 106,5 24
107 115 6 115,5 115,5 30
116 124 12 124,5 124,5 42
125 133 8 133,5 133,5 50

ii. Daftar distribusi frekuensi kumulatif lebih dari ( fk )

Nilai Kumulatif
Nilai f Tepi Bawah Fk lebih dari
lebih dari
80 88 8 79,5 79,5 50
89 97 10 88,5 88,5 42
98 106 6 97,5 97,5 30
107 115 6 106,5 106,5 26
116 124 12 115,5 115,5 20
125 133 8 124,5 124,5 8

Penyelesaian :

17
fk kurang dari

50
48
46
44
42
40
38
36
34
32
30
28
26
24
22
20
18
16
14
12
10
8
6
5
4
2

79,5 88,5 97,5 100,5 115,5 124,5 133,5

Diagram diatas disebut poligon fk kurang dari (ogive positif)

18
fk kurang dari

50
48
46
44
42
40
38
36
34
32
30
28
26
24
22
20
18
16
14
12
10
8
6
5
4
2

79,5 88,5 97,5 100,5 115,5 124,5 133,5

Diagram diatas disebut poligon fk lebih dari (ogive negatif)

19
C. Ukuran Data
1. Ukuran Pemusatan data

a. Mean
Untuk data yang tersaji dalam daftar distribusi frekuensi, mean
dirumuskan sebagai berikut :

f x
i. i
x i 1
n

f
i 1
i.

Keterangan :
fi = frekuensi kelas ke i
n = jumlah kelas
xi = angka / nilai tengah

Contoh 1 :
Tentukan Mean data berikut :
Nilai (Xi) Frekuensi (fi)
3 2
4 3
5 4
6 8
7 5
8 10
9 8
Jumlah 40

Jawab :

Nilai (Xi) Frekuensi (fi) fi . xi


4 2 6
5 3 12
6 4 20
7 8 48
8 5 35
9 10 80
8 72
. fi = 40 . fi . xi = 273

20
n

f x
i. i
180
x i 1
n
7,5
24
f
i 1
i.

Jadi mean data tersebut adalah = 7,5

Contoh 2 :
Tentukan Mean data berikut :
Nilai Frekuensi

31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8

Jumlah 40

Jawab :

Nilai Nilai Tengah Frekuensi (fi) fi . xi


(Xi)
31 40 35,5 5 177,5
41 50 45,5 2 91
51 60 55,5 6 333
61 70 65,5 3 196,5
71 80 75,5 4 302
81 90 85,5 12 1026
91 100 95,5 8 764
. fi = 40 . fi . xi = 2890

f x
i. i
2890
x i 1
n
72,25
40
f
i 1
i.

Jadi mean data tersebut adalah = 72,25

21
b. Median

Untuk data dalam daftar distribusi frekuensi median dirumuskan :

1
n fk
Me L 2 P
f me

Keterangan :
Me = Median
L = Tepi bawah kelas median
n = Jumlah data / jumlah frekuensi
Fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median
Fme = Frekuensi kelas median
P = panjang kelas interval

Contoh : Tentukan median dari data dibawah ini :

Nilai Frekuensi
31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8

Jawab :

Nilai Frekuensi Frekuensi Kumulatif (fk)


31 40 5 5
41 50 2 7
51 60 6 13
61 70 3 16
71 80 4 20
81 90 12 32
91 100 8 40
. fi = 40

Banyak data (n) = 40


Kelas median adalah kelas yang memuat urutan ke n.
Kelas median= n= . 40 = 20 (di fk ), Yaitu kelas = 71 80
L = 71 0,5 = 70,5
fk = 16
f =4
p = 10

22
Maka :
1
n fk
Me L 2 P
f me


1
40 16
70,5 2 10
4

= 70,5 + 10

Me = 80,5

c. Modus ( Mo )

Untuk data dalam daftar distribusi frekuensi modus dirumuskan :

d1
Mo L P
d1 d 2

Keterangan :
Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas modus
d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya
P = panjang kelas interval

Contoh : Tentukan modus data berikut

Nilai frekuensi

31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8

. fi = 40
Jawab :
Banyak data (n) = 40
Kelas modus adalah kelas yang memuat frekuensi tertinggi,
Yaitu kelas = 81 90
L = 81 0,5 = 80,5
d1 = 12 4 = 8

23
d2 = 12 8= 4
P = 10
Maka :
d1
Mo = L+ p
d1 + d2

8
= 80,5 + 10
8+4

= 80,5 + 6,67

Mo = 87,17

2. Ukuran Letak Data

a. Kuartil
Kuartil membagi ukuran data yang telah diurutkan menjadi empat
bagian yang sama banyaknya
Untuk data dalam daftar distribusi frekuensi kuartil dirumuskan :

i
n f kQi
Qi LQi 4 P dengan i = 1,2,3
f Qi

Keterangan :
Qi = kuartil ke-i (ke-1, ke-2 atau ke-3)
LQi = Tepi bawah kelas Kuartil ke-i
n = Jumlah data / jumlah frekuensi
fkQi = Frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil ke-i
fQi = Frekuensi kelas kuartil ke-i
p = panjang kelas interval

Contoh :
Tentukan kuartil (Q1,Q2 dan Q3) dari daftar distribusi frekuensi berikut :
Nilai frekuensi
31 40 5
41 50 2
24
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8
Jawab :
Nilai fi fk
31 40 5 5
41 50 2 7
51 60 6 13
61 70 3 16
71 80 4 20
81 90 12 32
91 100 8 40

. fi = 40
Banyak data (n) = 40
Panjang kelas (p) = 10
(1) Kuartil bawah (Q1)
Kelas kuartil bawah ( Q1 ) yaitu kelas yang memuat urutan ke n
Kelas Q1= . 40= 10 (di fk) , Yaitu kelas = 51 60
LQ1 = 51 0,5 = 50,5
fk Q1= 7
f Q1 = 6
Maka :
1
n f kQ1
Q1 LQ1 4 P
f Q1


10 7
= 50,5 + 10
6

= 50,5 + 5

Q1 = 55,5

(2) Kuartil tengah (Q2)


2
Kelas kuartil tengah ( Q2 ) yaitu kelas yang memuat urutan ke n
4
2
Kelas Q2= . 40= 20 (di fk) , Yaitu kelas = 71 80
4
LQ2 = 71 0,5 = 70,5
fk Q2= 16

25
f Q2 = 4
Maka :
2
n f kQ2
Q2 LQ2 4 P
f Q2


20 16
= 70,5 + 10
4

= 70,5 + 10

Q1 = 80,5 ( Sama dengan nilai median)

(2) Kuartil atas (Q3)


3
Kelas kuartil atas ( Q3 ) yaitu kelas yang memuat urutan ke n
4
3
Kelas Q2= . 40= 30 (di fk) , Yaitu kelas = 81 90
4
LQ3 = 81 0,5 = 80,5
fk Q3= 20
f Q3 = 12
Maka :
3
n f kQ3
Q3 LQ3 4 P
f Q3


30 20
= 80,5 + 10
12

= 80,5 + 8,33

Q3 = 88,83

b. Desil
Desil merupakan nilai nilai yang membagi data yang sudah diurutkan
menjadi sepuluh bagian yang sama banyak. Karena desil membagi data
menjadi 10 bagian yang sama banyak. Maka ada sembilan nilai desil,
yaitu :
Xmin D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 Xmax

Desil pertama ( D1 ), Desil kedua ( D2 ), Desil ketiga ( D3 ), Desil


keempat ( D4 ), Desil kelima ( D5 ), Desil keenam ( D6 ), Desil
ketujuh ( D7 ), Desil kedelapan ( D8 ), dan Desil kesembilan ( D9 )
Misalkan urutan datanya adalah n dengan x1, x2, xn, nilai nilai data
yang sudah diurutkan dari yang terkecil sampai dengan terbesar, seperti

26
pada pembahasan tentang kuartil, desil pertama (D 1) merupakan nilai
1
yang terletak pada urutan ke (n+1), desil kedua (D2) merupakan
10
2
nilai yang terletak pada urutan ke (n+1) dan seterusnya, hingga
10
desil ke sembilan (D9) yang merupakan nilai yang terletak pada urutan
9
ke (n+1).
10

Desil untuk data tunggal dapat dirumuskan sebagai berikut :

Di X i n 1
10

Keterangan :
Di = desil ke - i
xi = 1, 2, 9
n = ukuran data

Contoh :
Tentukan desil pertama, desil kelima, dan desil kesembilan dari data
berikut ( n = 40 )

10 10 10 10 12 12 12 14 14 15
16 17 8 20 20 20 20 20 21 21
22 23 24 25 26 27 28 28 28 28
30 30 32 34 36 36 36 38 40 40

Jawab :

D1 X 1 n 1 D5 X 5 n 1 D9 X 9 n 1
10 10 10

X 1 41 X 5 41 X 9 41
10 10 10

X 41 X 205 X 369
10 10 10

X 1 X 5 X 9
4. 20. 36.
10 10 10

1 5 9
X4 (X5 X 4 ) X 20 ( X 21 X 20 ) X 36 ( X 37 X 36 )
10 10 10
1 5 9
X4 (12 10) X 20 (22 21) X 36 (36 36)
10 10 10
2 5 0
X4 X 20 X 36
10 10 10
= 10 + 0,2 = 21 + 0,5 = 36 + 0
= 10,2 = 21,5 = 36

27
Untuk data yang tersusun dalam daftar distribusi frekuensi berkelompok
rumus desil adalah :

i
n f kDi
Di LDi 10 P
f Di


Keterangan :
L = tepi
n = ukuran data
fkDi = frekuensi kumulatif sebelum kelas desil
fDi = frekuensi kelas desil
P = panjang kelas interval
Di = Desil ke i ( i = 1, 2, 3, 9 ).

Contoh :
Tentukan D1, D5 dan D8 data berikut :
Nilai frekuensi
40 49 2
50 59 5
60 69 12
70 79 10
80 89 5
90 99 2

Jawab :

Nilai frekuensi fk
40 49 2 2
50 59 5 7
60 69 12 19
70 79 10 29
80 89 5 34
90 99 2 36
jumlah 36

Banyak data (n) = 36


Panjang Kelas (p) = 10

(1) Desil pertama


1 1
Kelas yang memuat data D1 adalah ke n= (36) = 3,6
10 10
Kelas interval D1, yaitu kelas : 50 59
L D1 = 50 - 0,5 = 49,5
fkD1 = 2
28
f D1 = 5
maka :
1
n f kD1
D1 LD1 10 P
f D1

3,6 2
= 49,5 + 10
5

16
= 49,5 +
5

= 49,5 + 3,2

D1 = 52,7

(2) Desil kelima


5 5
Kelas yang memuat data D5 adalah ke n= (36) = 18
10 10
Kelas interval D5, yaitu kelas : 60 69
LD5 = 60 - 0,5 = 59,5
fkD5 = 7
f D5 = 12
maka :
5
n f kD5
D5 LD5 10 P
f D5

18 7
= 59,5 + 10
12

110
= 59,5 +
12

= 59,5 + 9,16

= 68,66

(2) Desil kedelapan


8 8
Kelas yang memuat data D8 adalah ke n= (36) = 28,8
10 10
Kelas interval D8, yaitu kelas : 70 79
29
LD8 = 70 - 0,5 = 69,5
fkD8 = 19
f D8 = 10
maka :
8
n f kD8
D8 LD8 10 P
f D8

28,8 19
= 69,5 + 10
10

98
= 69,5 +
10

= 69,5 + 9,8

= 79,3

3. Ukuran Penyebaran Data

a. Simpangan rata rata / Deviasi rata rata

Simpangan rata rata adalah ukuran penyebaran data yang mencerminkan


penyebaran setiap data terhadap nilai meannya.

Rumus SR untuk data tunggal :

1 n
SR i
n i 1
x x

Keterangan :

x = rata rata hitung / mean
xi = datum ke i
n = ukuran data
| | = tanda harga mutlak

Untuk data yang tersusun dalam daftar distribusi frekuensi SR dirumuskan :

1 n
SR
n i 1
f i xi x

Keterangan :

x = rata rata hitung / mean
fi = frekuensi kelas ke i
30
xi = titik tengah kelas ke i
n = jumlah data / frekuensi
| | = tanda harga mutlak

Contoh :

1. Tentukan simpangan rata rata data : 3, 4, 4, 5, 7, 8, 8, 9

Jawab :

3 4 4 5 7 8 8 9 48
x 6
8 8

1 n
SR i
n i 1
x x

3 6 4 6 4 6 5 6 7 6 8 6 8 6 9 6
1 8

8 i 1
1
= (3+2+2+1+1+2+2+3)
8
1
= (16)
8
= 2

2. Tentukan simpangan rata rata data berikut :

Nilai Frekuensi
1 10 5
11 20 6
21 30 10
31 40 4
41 50 3
51 60 2
Jumlah fi = 30

Jawab :


Nilai fi xi fi . xi | xi x | fi . | xi x |
1 10 5 5,5 27,5 20 100
11 20 6 15,5 93 10 60
21 30 10 25,5 255 0 0
31 40 4 35,5 142 10 40
41 50 3 45,5 136,5 20 60
51 60 2 55,5 111 30 60
Jumlah 30 765 90 320

31
n

f x
i. i
765
x i 1
n
25,5
30
f
i 1
i.

1 n 1
SR
n i 1
f x
i i x
30
(320) 10,67

b. Ragam ( Varians )
Ragam atau varians merupakan ukuran penyebaran data yang dianggap
lebih baik daripada simpangan rata rata, karena simpangan rata-rata
menggunakan deviasi secara mutlak ( absolut ) tanpa menghiraukan tanda
tanda positif atau negatif yang menyulitkan manipulasi secara matematis.

Rumus ragam (varians) untuk data tunggal dituliskan sebagai berikut :

2
1 n

S2 xi x
n i 1

Untuk data yang tersusun dalam daftar distribusi frekuensi, ragam (varians)
di rumuskan sebagai berikut :

2
1 n

S fi xi x
2

n i 1

c. Simpangan Baku
Simpangan baku atau deviasi standar ( S ) adalah akar kuadrat dari
varians.
Simpangan baku atau deviasi standar (S) dirumuskan :

S S2

Contoh 1 :
Tentukan ragam / varians dan simpangan baku data tunggal berikut :
3, 4, 4, 5, 7, 8, 8, 9

Jawab :

3 4 4 5 7 8 8 9 48
x 6
8 8

32
2
1 n

S xi x
2

n i 1


1 8

8 i 1

3 6 2 4 6 2 4 6 2 5 6 2 7 6 2 8 6 2 8 6 2 9 6 2
1
= (9+4+4+1+1+4+4+9)
8
1
= (36)
8
= 4,5
S S2 4,5 2,12

2. Tentukan ragam / varians dan simpangan baku data berkelompok


berikut :
Nilai Frekuensi
1 10 5
11 20 6
21 30 10
31 40 4
41 50 3
51 60 2

Jawab :


(xi x )
Nilai fi xi fi . xi fi . (xi x ) 2
2

1 10 5 5,5 27,5 400 2000


11 20 6 15,5 93 100 600
21 30 10 25,5 255 0 0
31 40 4 35,5 142 100 400
41 50 3 45,5 136,5 400 1200
51 60 2 55,5 111 900 1800
Jumlah 30 765 6000

f x
i. i
765
x i 1
n
25,5
30
f
i 1
i.

2
1 n
1
S2
n i 1
f i xi x
30
(6000) 200

S S2 200 10 2 14,14

33

Anda mungkin juga menyukai