Modul Statistik KTSP
Modul Statistik KTSP
Kompetensi Dasar :
1.1. Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran,
dan ogive
1.2. Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran,
dan ogive serta penafsirannya
1.3. Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data,
serta penafsirannya
1
Data adalah kumpulan datum datum / bentuk jamak dari datum baik
dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif.
x x x ... x n x i
1 n
x 1 2 3 i 1
xi
n n n i 1
( x dibaca x bar )
Contoh 1 :
Hitung mean dari data : 3, 4, 3, 7, 8, 6, 6, 5
Jawab :
3 4 3 7 8 6 6 5 42
x 5,25
8 8
2
Contoh 2 :
Tentukan median atas data berikut :
a) 3, 5, 4, 2, 6
b) 7, 3, 8, 11, 10, 5
Jawab :
a) Data di urutkan : 2, 3, 4, 5, 6
Me = 4
7 8 15
Me 7,5
2 2
Contoh :
Tentukan modus data : 4, 3, 6, 7, 6, 8, 4, 2, 3, 7, 3, 5, 9
Jawab :
Modus data adalah : 3
Jenis-jenis modus :
- Unimodal ( mempunyai 1 modus )
- Dimodal ( mempunyai 2 modus )
- Multimodal ( mempunyai banyak modus )
25 % 25 % 25 % 25 %
Y1 Q1 Me / Q2 Q3 Yn
Q2
Q1 Q3
3
Y1 Yn
Contoh :
Tentukan statistik lima serangkai data berikut :
a. 5, 7, 7, 4, 3, 11, 13, 14, 15, 8, 9
b. 7, 8, 3, 4, 11, 13, 14, 9
Jawab :
Y1 Q1 Q2 Q3 Yn
Q2 = 8
Q1 = 5 Q3 = 13
Y1 = 3 Yn = 15
b. Data diurutkan : 3 4 7 8 9 11 13 14
Y1 Q1=5,5 Q2=8,5 Q3 = 12 Yn
Q2 = 8,5
Q1 = 5,5 Q3 = 12
Y1 = 3 Yn = 14
J = Yn Y1
H = Jk = Q3 Q1
Qd = H = (Q3 Q1)
4
Contoh : tentukan jangkauan data, jangkauan antar kuartil dan simpangan
Kuartil data: 3, 5, 1, 4, 2, 7, 9, 6, 6, 8, 7
Jawab :
Data setelah diurutkan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9
Y1 Q1 Q2 Q3 Yn
Jangkauan data : J = Yn Y1 = 9 1 = 8
Jangkauan antar kuartil : H = Q 3 Q1 = 7 3 = 4
Simpangan kuartil : Qd = H = . 4 = 2
10
9
8
7
6
5
4
3
2
5
1 X (Umur/Hari)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
b. Diagram lingkaran
Diagram lingkaran adalah diagram untuk menyajikan data statistik
dengan menggunakan daerah lingkaran. Seluruh daerah lingkaran
menunjukkan keseluruhan data ( 100 % ) kemudian daeah lingkaran itu
dibagi bagi menjadi beberapa bagian sehingga masing masing
bagian berbentuk juring lingkaran yang menunjukkan bagian persentasi
data.
Contoh :
Dari 400 siswa SMA 14, didapat data pekerjaan orang tua / wali siswa
sebagai berikut :
120 orang sebagai PNS
100 orang sebagai Wiraswasta
150 orang sebagai pegawai swasta
30 orang sebagai TNI / POLRI
Buatlah diagram lingkaran data tersebut !
Jawab :
270 1350
Peg.
SWASTA
TNI
1080 900
PNS WIRA
SWASTA
c. Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram yang digunakan untuk menyajikan data
statistik dengan batang berbentuk persegi panjang. Batang batang itu
digambar tegak atau mendatar dengan lebar sama.
Pada diagram batang antara batang satu dengan yang lainnya
digambarkan tidak berimpit, ada kalanya batang itu digambar 3 dimensi
sehingga batang batangnya digambarkan sebagai balok / silinder.
6
Contoh :
Banyaknya lulusan SD di sebuah kelurahan selama 5 tahun terakhir
tercatat sebagai berikut :
Tahun 1999 : 100 orang
Tahun 2000 : 150 orang
Tahun 2001 : 120 orang
Tahun 2002 : 160 orang
Tahun 2003 : 200 orang
Buatlah diagram batang data diatas ?
Jawab :
Jumlah lulusan
200
180
160
140
120
100
Tahun kelulusan
0 1999 2000 2001 2002 2003
7
100 120 140 160 180 200 Jumlah
1999
2000
2001
2002
2003
Tahun
Diagram batang diatas disebut diagram batang mendatar
Contoh :
Diberikan kumpulan data : 23, 26, 34, 39, 42, 45, 47, 51, 53, 59, 79
Buatlah diagram batang daun dari data tersebut :
Jawab :
8
Frekuensi kumulatif batang daun
0 0 -
0 1 -
2 2 3, 6
4 3 4, 9
7 4 2, 5, 7
10 5 1,3,9
10 6 -
11 7 9
11 8 -
11 9 -
Jika data berada di luar batas XB 1 dan XA1, data itu disebut data
pencilan minor, sedangkan data yang berada di luar batas XB 2 dan XA2
disebut data ekstrem.
Contoh :
Buatlah diagram kotak garis dari data berikut : ( n = 40 )
10 11 12 13 13 13 14 15 16 18
21 21 22 22 23 24 24 24 24 24
32 33 34 34 35 36 37 38 39 39
9
40 40 40 41 43 46 46 48 48 49
Jawab :
18 + 21 39
Q1 = = = 19,5
2 2
24 + 32 56
Q2 = = = 28
2 2
39 + 40 79
Q3 = = = 39,5
2 2
XB2 = Q1 3 ( Q 3 Q 1 )
= 19,5 3 ( 39,5 19,5 )
= 19,5 3 ( 20 )
= 19,5 60
= - 40,5
3
XB1 = Q1 ( Q3 Q1 )
2
3
= 19,5 ( 39,5 19,5 )
2
3
= 19,5 ( 20 )
2
= 19,5 30
= - 10,5
3
XA1 = Q3 + ( Q3 Q1 )
2
3
= 39,5 + ( 39,5 19,5 )
2
3
= 39,5 + ( 20 )
2
= 39,5 + 30
= 69,5
XA2 = Q3 + 3 ( Q3 Q1 )
= 39,5 + 3 ( 39,5 19,5 )
= 39,5 + 3 ( 20 )
= 39,5 + 60
= 99,5
10
Diagram kotak garisnya :
1 IIII 4
2 IIII 4
3 IIIII III 8
4 IIIIII 6
5 IIII 4
6 IIII 4
Jumlah fi = 30
11
besar disederhanakan dengan mengelompokkannnya menurut
kelompok-kelompok atau kelas-kelas tertentu. Kemudian, dari masing-
masing kelas tersebut dihitung frekuensinya.
Contoh :
Data nilai ulangan Matematika kelas XI IPA sebanyak 40 siswa, sbb :
32 78 90 67 64 52 84 78 49 77
45 83 65 69 38 65 49 88 76 84
63 76 54 75 56 64 67 78 90 59
76 89 87 93 84 39 74 83 92 75
31 40 35,5 III 3
41 50 45,5 III 3
51 60 55,5 IIII 4
61 70 65,5 IIIII III 8
71 80 75,5 IIIII IIIII 10
81 90 85,5 IIIII IIIII 10
91 100 95,5 II 2
Jumlah fi = 40
Karena nilai-nilai yang terdapat di atas merupakan kelompok nilai, daftar
distribusinya disebut daftar distribusi frekuensi berkelompok.
1. Kelas
Kelas atau kelas interval adalah nama tiap tiap kelompok data
Pada contoh, data dikelompokkan menjadi 7 kelas interval, yaitu 31-
40, 41-50 s.d 91-100
Kelas 31-40 mencakup data : 31,32,33,34,35,36,37,38,39,40
.
Kelas 91-100 mencakup data : 91,92,93,94,95,96,97,98,99,100
2. Batas kelas
Batas kelas adalah nilai nilai yang membatasi suatu kelas, nilai
yang membatasi sebelah kiri suatu kelas disebut batas bawah
sedangkan di sebelah kanannya disebut batas atas
Pada contoh :
kelas 31-40 batas bawahnya 31 dan batas atasnya 40
.
kelas 91-100 batas bawahnya 91 dan batas atasnya 100
12
3. Tepi kelas
Tepi kelas adalah batas nyata kelas. Untuk data yang diperoleh dari
hasil pengukuran dengan ketelitian sampai satuan terdekat, tepi
kelas dibagi lagi menjadi :
Tepi bawah : batas bawah 0,5
Tepi atas : batas atas + 0,5
Pada contoh :
Tepi bawah kelas pertama 31-40 = 31 0,5 = 30,5
dan tepi atasnya 40 + 0,5 = 40,5
.
Tepi bawah kelas keyjuh 91-100 = 91 0,5 = 90,5
dan tepi atasnya 100 + 0,5 = 100,5
Langkah langkahnya :
1) Menentukan jangkauan ( J )
J = Yn Y1
13
3) Menentukan panjang kelas interval ( p )
Jangkauan J
P= =
Banyak kelas k
Contoh :
Buatlah daftar distribusi frekuensi berkelompok data tes hasil IQ 50
siswa SMA ,sebagai berikut :
80 111 122 80 119 125 88 100 117 87
104 86 112 88 96 118 127 129 85 89
123 110 92 127 103 89 128 103 115 95
127 104 117 89 110 116 103 84 127 97
113 93 88 123 121 92 119 89 125 118
Penyelesaian :
Langkah 1 :
J = 129 80 = 49
Langkah 2 :
k = 1 + 3,3 . log 50
= 1 + 3,3 . 1,698
= 1 + 5,606
= 6,606 ( dibulatkan 6 atau 7 )
Langkah 3 :
Misalnya, jika k = 6, maka :
J 49
P = = = 8,166 ( dibulatkan 8 atau 9 )
k 6
Langkah 4 :
Menentukan kelas kelas interval, misalnya P = 9, k = 6, maka :
Kelas pertama : 80 88
Kelas kedua : 89 97
Kelas ketiga : 98 106
Kelas keempat : 07 115
Kelas kelima : 116 124
14
Kelas keenam : 125 133
Langkah 5 :
Menyusun daftar distribusi frekuensi berkelompok :
Nilai Tally / Turus Frekuensi ( fi )
80 88 IIIII IIII 9
89 97 IIIII IIIII 10
98 106 IIIII II 7
107 115 IIIII 5
116 124 IIIII IIIII I 11
125 133 IIIII III 8
Jumlah 50
Latihan :
1. Koperasi Sumber Sehat yang bergerak di bidang penjualan dan penyaluran
susu sapi melaksanakan pendapatan jumlah ternak sapi perah yang
dimiliki oleh anggotanya. Dari 40 orang anggotanya diperoleh data
sebagai berikut :
1 3 2 4 1 2 5 2 3 3
3 1 6 2 2 4 4 3 5 1
4 3 3 3 1 3 3 3 3 3
5 4 2 2 3 1 2 1 4 3
15 11 16 16 22 22 28 18 24 17
17 15 12 20 12 25 21 25 25 25
23 19 16 20 16 20 25 26 17 21
24 19 16 24 24 17 18 27 27 26
21 21 28 20 14 20 17 30 26 22
15
3. Histogram, Poligon Frekuensi dan Ogive
a. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram adalah bentuk penyajian daftar distribusi frekuensi dengan
menggunakan batang batang atau persegi panjang yang lebarnya
sama. Apabila titik titik tengah dari puncak puncak histogram
tersebut dihubungkan dengan menggunakan garis hubung, maka garis
yang menghubungkan titik titik tengah itu disebut poligon frekuensi.
Contoh :
Buatlah histogram dan poligon frekuensi daftar distribusi frekuunsi
berikut :
Penyelesaian :
frekuensi
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1 Nilai tengah
0 75 84 93 102 111 120 129 138
16
b. Ogive
Daftar distribusi frekuensi kumulatif dapat digambarkan pada suatu
diagram dengan cara menempatkan nilai nilai tepi kelas pada sumbu
mendatar ( sumbu x ) dan nilai nilai frekuensi kumulatif pada sumbu
tegak ( sumbu y ). Jika titik titik yang merupakan pasangan nilai tepi
kelas dan nilai frekuensi kumulatif tersebut kita hubungkan dengan
garis, diagram garis yang terjadi dinamakan poligon frekuensi kumulatif,
apabila poligon frekuensi kumulatif ini dihaluskan, diperoleh suatu kurva
yang disebut ogive.
Nilai Kumulatif
Nilai f Tepi Atas fk kurang dari
kurang dari
80 88 8 88,5 88,5 8
89 97 10 97,5 97,5 18
98 106 6 106,5 106,5 24
107 115 6 115,5 115,5 30
116 124 12 124,5 124,5 42
125 133 8 133,5 133,5 50
Nilai Kumulatif
Nilai f Tepi Bawah Fk lebih dari
lebih dari
80 88 8 79,5 79,5 50
89 97 10 88,5 88,5 42
98 106 6 97,5 97,5 30
107 115 6 106,5 106,5 26
116 124 12 115,5 115,5 20
125 133 8 124,5 124,5 8
Penyelesaian :
17
fk kurang dari
50
48
46
44
42
40
38
36
34
32
30
28
26
24
22
20
18
16
14
12
10
8
6
5
4
2
79,5 88,5 97,5 100,5 115,5 124,5 133,5
18
fk kurang dari
50
48
46
44
42
40
38
36
34
32
30
28
26
24
22
20
18
16
14
12
10
8
6
5
4
2
79,5 88,5 97,5 100,5 115,5 124,5 133,5
19
C. Ukuran Data
1. Ukuran Pemusatan data
a. Mean
Untuk data yang tersaji dalam daftar distribusi frekuensi, mean
dirumuskan sebagai berikut :
f x
i. i
x i 1
n
f
i 1
i.
Keterangan :
fi = frekuensi kelas ke i
n = jumlah kelas
xi = angka / nilai tengah
Contoh 1 :
Tentukan Mean data berikut :
Nilai (Xi) Frekuensi (fi)
3 2
4 3
5 4
6 8
7 5
8 10
9 8
Jumlah 40
Jawab :
20
n
f x
i. i
180
x i 1
n
7,5
24
f
i 1
i.
Contoh 2 :
Tentukan Mean data berikut :
Nilai Frekuensi
31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8
Jumlah 40
Jawab :
f x
i. i
2890
x i 1
n
72,25
40
f
i 1
i.
21
b. Median
1
n fk
Me L 2 P
f me
Keterangan :
Me = Median
L = Tepi bawah kelas median
n = Jumlah data / jumlah frekuensi
Fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median
Fme = Frekuensi kelas median
P = panjang kelas interval
Nilai Frekuensi
31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8
Jawab :
22
Maka :
1
n fk
Me L 2 P
f me
1
40 16
70,5 2 10
4
= 70,5 + 10
Me = 80,5
c. Modus ( Mo )
d1
Mo L P
d1 d 2
Keterangan :
Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas modus
d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya
P = panjang kelas interval
Nilai frekuensi
31 40 5
41 50 2
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8
. fi = 40
Jawab :
Banyak data (n) = 40
Kelas modus adalah kelas yang memuat frekuensi tertinggi,
Yaitu kelas = 81 90
L = 81 0,5 = 80,5
d1 = 12 4 = 8
23
d2 = 12 8= 4
P = 10
Maka :
d1
Mo = L+ p
d1 + d2
8
= 80,5 + 10
8+4
= 80,5 + 6,67
Mo = 87,17
a. Kuartil
Kuartil membagi ukuran data yang telah diurutkan menjadi empat
bagian yang sama banyaknya
Untuk data dalam daftar distribusi frekuensi kuartil dirumuskan :
i
n f kQi
Qi LQi 4 P dengan i = 1,2,3
f Qi
Keterangan :
Qi = kuartil ke-i (ke-1, ke-2 atau ke-3)
LQi = Tepi bawah kelas Kuartil ke-i
n = Jumlah data / jumlah frekuensi
fkQi = Frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil ke-i
fQi = Frekuensi kelas kuartil ke-i
p = panjang kelas interval
Contoh :
Tentukan kuartil (Q1,Q2 dan Q3) dari daftar distribusi frekuensi berikut :
Nilai frekuensi
31 40 5
41 50 2
24
51 60 6
61 70 3
71 80 4
81 90 12
91 100 8
Jawab :
Nilai fi fk
31 40 5 5
41 50 2 7
51 60 6 13
61 70 3 16
71 80 4 20
81 90 12 32
91 100 8 40
. fi = 40
Banyak data (n) = 40
Panjang kelas (p) = 10
(1) Kuartil bawah (Q1)
Kelas kuartil bawah ( Q1 ) yaitu kelas yang memuat urutan ke n
Kelas Q1= . 40= 10 (di fk) , Yaitu kelas = 51 60
LQ1 = 51 0,5 = 50,5
fk Q1= 7
f Q1 = 6
Maka :
1
n f kQ1
Q1 LQ1 4 P
f Q1
10 7
= 50,5 + 10
6
= 50,5 + 5
Q1 = 55,5
25
f Q2 = 4
Maka :
2
n f kQ2
Q2 LQ2 4 P
f Q2
20 16
= 70,5 + 10
4
= 70,5 + 10
= 80,5 + 8,33
Q3 = 88,83
b. Desil
Desil merupakan nilai nilai yang membagi data yang sudah diurutkan
menjadi sepuluh bagian yang sama banyak. Karena desil membagi data
menjadi 10 bagian yang sama banyak. Maka ada sembilan nilai desil,
yaitu :
Xmin D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 Xmax
26
pada pembahasan tentang kuartil, desil pertama (D 1) merupakan nilai
1
yang terletak pada urutan ke (n+1), desil kedua (D2) merupakan
10
2
nilai yang terletak pada urutan ke (n+1) dan seterusnya, hingga
10
desil ke sembilan (D9) yang merupakan nilai yang terletak pada urutan
9
ke (n+1).
10
Di X i n 1
10
Keterangan :
Di = desil ke - i
xi = 1, 2, 9
n = ukuran data
Contoh :
Tentukan desil pertama, desil kelima, dan desil kesembilan dari data
berikut ( n = 40 )
10 10 10 10 12 12 12 14 14 15
16 17 8 20 20 20 20 20 21 21
22 23 24 25 26 27 28 28 28 28
30 30 32 34 36 36 36 38 40 40
Jawab :
D1 X 1 n 1 D5 X 5 n 1 D9 X 9 n 1
10 10 10
X 1 41 X 5 41 X 9 41
10 10 10
X 41 X 205 X 369
10 10 10
X 1 X 5 X 9
4. 20. 36.
10 10 10
1 5 9
X4 (X5 X 4 ) X 20 ( X 21 X 20 ) X 36 ( X 37 X 36 )
10 10 10
1 5 9
X4 (12 10) X 20 (22 21) X 36 (36 36)
10 10 10
2 5 0
X4 X 20 X 36
10 10 10
= 10 + 0,2 = 21 + 0,5 = 36 + 0
= 10,2 = 21,5 = 36
27
Untuk data yang tersusun dalam daftar distribusi frekuensi berkelompok
rumus desil adalah :
i
n f kDi
Di LDi 10 P
f Di
Keterangan :
L = tepi
n = ukuran data
fkDi = frekuensi kumulatif sebelum kelas desil
fDi = frekuensi kelas desil
P = panjang kelas interval
Di = Desil ke i ( i = 1, 2, 3, 9 ).
Contoh :
Tentukan D1, D5 dan D8 data berikut :
Nilai frekuensi
40 49 2
50 59 5
60 69 12
70 79 10
80 89 5
90 99 2
Jawab :
Nilai frekuensi fk
40 49 2 2
50 59 5 7
60 69 12 19
70 79 10 29
80 89 5 34
90 99 2 36
jumlah 36
3,6 2
= 49,5 + 10
5
16
= 49,5 +
5
= 49,5 + 3,2
D1 = 52,7
18 7
= 59,5 + 10
12
110
= 59,5 +
12
= 59,5 + 9,16
= 68,66
28,8 19
= 69,5 + 10
10
98
= 69,5 +
10
= 69,5 + 9,8
= 79,3
1 n
SR i
n i 1
x x
Keterangan :
x = rata rata hitung / mean
xi = datum ke i
n = ukuran data
| | = tanda harga mutlak
1 n
SR
n i 1
f i xi x
Keterangan :
x = rata rata hitung / mean
fi = frekuensi kelas ke i
30
xi = titik tengah kelas ke i
n = jumlah data / frekuensi
| | = tanda harga mutlak
Contoh :
Jawab :
3 4 4 5 7 8 8 9 48
x 6
8 8
1 n
SR i
n i 1
x x
3 6 4 6 4 6 5 6 7 6 8 6 8 6 9 6
1 8
8 i 1
1
= (3+2+2+1+1+2+2+3)
8
1
= (16)
8
= 2
Nilai Frekuensi
1 10 5
11 20 6
21 30 10
31 40 4
41 50 3
51 60 2
Jumlah fi = 30
Jawab :
Nilai fi xi fi . xi | xi x | fi . | xi x |
1 10 5 5,5 27,5 20 100
11 20 6 15,5 93 10 60
21 30 10 25,5 255 0 0
31 40 4 35,5 142 10 40
41 50 3 45,5 136,5 20 60
51 60 2 55,5 111 30 60
Jumlah 30 765 90 320
31
n
f x
i. i
765
x i 1
n
25,5
30
f
i 1
i.
1 n 1
SR
n i 1
f x
i i x
30
(320) 10,67
b. Ragam ( Varians )
Ragam atau varians merupakan ukuran penyebaran data yang dianggap
lebih baik daripada simpangan rata rata, karena simpangan rata-rata
menggunakan deviasi secara mutlak ( absolut ) tanpa menghiraukan tanda
tanda positif atau negatif yang menyulitkan manipulasi secara matematis.
2
1 n
S2 xi x
n i 1
Untuk data yang tersusun dalam daftar distribusi frekuensi, ragam (varians)
di rumuskan sebagai berikut :
2
1 n
S fi xi x
2
n i 1
c. Simpangan Baku
Simpangan baku atau deviasi standar ( S ) adalah akar kuadrat dari
varians.
Simpangan baku atau deviasi standar (S) dirumuskan :
S S2
Contoh 1 :
Tentukan ragam / varians dan simpangan baku data tunggal berikut :
3, 4, 4, 5, 7, 8, 8, 9
Jawab :
3 4 4 5 7 8 8 9 48
x 6
8 8
32
2
1 n
S xi x
2
n i 1
1 8
8 i 1
3 6 2 4 6 2 4 6 2 5 6 2 7 6 2 8 6 2 8 6 2 9 6 2
1
= (9+4+4+1+1+4+4+9)
8
1
= (36)
8
= 4,5
S S2 4,5 2,12
Jawab :
(xi x )
Nilai fi xi fi . xi fi . (xi x ) 2
2
f x
i. i
765
x i 1
n
25,5
30
f
i 1
i.
2
1 n
1
S2
n i 1
f i xi x
30
(6000) 200
S S2 200 10 2 14,14
33