Anda di halaman 1dari 12

SATUAN LAYANANBIMBINGAN DAN KONSELING

Sekolah : SMA KRISTEN 1 KUPANG


Kelas/Semester : X /1,2
Tahun :2013/2014

A. Topik Permasalahan : Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi


B. Bidang Bimbingan : Pribadi
C. Jenis Layanan : Orientasi,
D. Fungsi Layanan : Pemahaman
E. Kompetensi yang ingin dicapai: Siswa mampu memilih Jurusan di Perguruan
Tinggi yang sesuai dengan bakat dan minat
F. Uraian Kegiatan
1. Strategi Penyajian : Klasikal :
a. Menyiapkan siswa untuk memasuki proses pemberian layanan.
b. Pemberian layanan informasi tentang berbagai jurusan yang ada di
Perguruan Tinggi
c. Pengisian tentang penjajakan angket pemilihan Jurusan/Perguruan
Tinggi.

2. Materi : a. Perguruan Tinggi yang ada Indonesia.


b. Penjenjangan Perguruan Tinggi
c. Pengelompokan program studi menurut jenjangnya.
G. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas
H. Alokasi Waktu :1 x 30 menit
I. Alat dan Perlengkapan : Papan Tulis, Brosur
J. Rencana Penilaian : Laiseg, Laijapen, Laijapang
K. Rencana Tindak Lanjut : a. Bimbingan kelompok
b. Konseling individu
SATUAN LAYANANBIMBINGAN KONSELING
Sekolah : SMA KRISTEN 1 KUPANG
Kelas/semester : X/ I
Tahun ajaran : 2013/2014

A. Bahasan/ topik masalah : Norkoba


B. Bidang bimbingan : Pribadi dan sosial
C. Jenis layanan : informasi
D. Fungsi layanan : Pemahan dan pencegahan
E. Kompetensi dasar : Siswa mampu memahami dampak bahaya dari narkoba
F. Tujuan layanan : Agar siswa dapat mengetahui dampak dari narkoba
G. Sasaran layanan : Siswa kelas X
H. Uraian kegiatan :1. Menjelaskan apa itu narkoba
2. Menjelaskan dampak dari narkoba
3. Jenis-jenis narkoba
4. Menjelaskan cara menanggulangi narkoba
I. Materi layanan
Narkoba/narkotika memang diketahui telah digunakan didalam dunia medis sebagai
obat atau penghilang rasa nyeri. Namun seiring dengan berkembangnya zaman
banyak orang yang telah menyalahgunakan narkoba, untuk mencari kepuasaan
tersendiri. Mereka mengkomsumsinarkoba tanpa aturan, tanpa dosis yang tepat/
berlebih, sehingga menimbulkan keterggantungan narkoba/ kecanduan narkoba/ drugs
addicted.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba
istilah lain yang dipperkenalkan khususnya oleh Deperteman Kesehatan Republik
Indonesia adalah NAPZA yang merupakan singkatan dari narkotika, Psikotropika dan
Zat adiktif. Narkoba sangat berbahaya apabila disalahgunakan.
Dampak dari narkoba:
Depresan yaitu pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
Halusinogen yaitu pemakai akan berhalusinasi( melihat sesuatu yang sebenarnya tidak
ada)
Stimulan yaitu mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga
pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus
dipaksa bekerja diluar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa
mengakibatkan kematian.
Adiktif yaitu pemakai merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar
terus bisa mengomsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuh akan
ada pada kondisi kritis(sakaw).
Jenis-jenis narkoba:
OPIAT atau opium( candu)
MORFIN
HEROIN atau putaw
GANJA atau kanabis
KOKAIN
AMFETAMIN
Cara menanggulangi narkoba:
Mempelajari masalah narkoba
Mengajarkan anak tentang narkoba
Melarang pemakaian narkoba
Cegah pengaruh negatif berita kriminal
Mewaspadai sikap dan perilaku sendiri
Pola hidup sehat dalam keluaraga
Bentuk kegiatan:
Kegiatan awal : bersalam/absen
Kegiatan inti : guru dan siswa berdiskusi/ tanya jawab
Tahap eksplorasi : tanya jawab sebelum memulai pelajaran
Tahap elaborasi : menjelaskan materi tentang dampak penyebab narkoba
pada gangguan tubuh
Tahap konfirmasi : memberikan ruang diskusi kepada siswa
Kegiatan penutup : membuat kesimpulan dan memberikan tugas.
J. Metode : Ceramah dan tanya jawab
K. Tempat penyelenggara : Ruang kelas
L. Alokasi waktu : 1x30 menit
M. Alat dan perlengkapan : papan tulis, spidol dan buku sumber
N. Rencana penilaian :Penilaian cara belajar dan perubahan sikap siswa
O. Rencana tidak lanjut : Evaluasi diri

Mengetahui Kupang, Februari 2014


Guru pamong Calon guru

YENGSI EPSI BURAEN MUNI

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Identitas sekolah

Sekolah : SMA KRISTEN I KUPANG


Kelas / Semester : XI (semester I)

Tahun ajaran : 2013/2014

B. Topik Permasalaha : Menyesuaikan bakat serta minat dalam pemilihan karir di masa

depan.

C. Bidang Bimbingan : Karir

D. Jenis Layanan : Penempatan dan penyaluran

E. Fungsi Layanan : Pemeliharaan

F. Kompetensi yang ingin dicapai :


Agar siswa mampu memahami bakat yang ada di dirinya
Agar siswa dapat menentukan karir dimasa depan
Agar siswa mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri

G. Uraian Kegiatan

H. Kegiatan Awal

Guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan


kegiatan bimbingan.

Guru melakukan kegiatan apersepsi. Guru menyampaikan topik dan tujuan yang
akan dibahas pada pertemuan ini

I. Kegiatan Inti

Eksplorasi : Guru menyampaikan tujuan penyampaian materi

Elaborasi : Siswa memperhatikan materi yang akan dibahas

Konfirmasi : Guru memberikan arahan serta motivasi kepada siswa dalam rangka
menyesuaikan bakat serta minat dalam pemilihan karir di masa depan.

J. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas

K. Alokasi Waktu : 1x30 menit

L. Pihak yang disertakan : Wali Kelas

M. Alat dan Perlengkapan : Spidol, papan tulis

N. Rencana Penilaian : Layanan jangka pendek


O. Rencana tindak lanjut : Melakukan bimbingan yang intensif dengan siswa.

MATERI :
Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk
mengembangkan diri seperti yang sudah saya sedikit jelaskan di depan. Bakat itu sendiri
berupa pola pikir, kepandaian atau kemampuan yang kita miliki sejak lahir. Walaupun kita
memiliki talenta, jika kita tidak berusaha untuk membukanya maka talenta yang diberikan
Tuhan akan menjadi sia-sia. Jadi Usaha dan Talenta adalah Jalan untuk sukses bagi seseorang
didalam kehidupannya.
Sudahkah teman mengetahui bakat yang dimiliki? Namun jika belum tahu apa bakat
yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya alias mumpung masih muda. Teman
hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potesi Anda yang sesungguhnya.
1.Keahlian
Pernahkah teman mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata teman
dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain?
Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu teman melepaskan dan
mengembangkannya.
Misalkan, jika teman dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat
orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat teman sebagai seorang akuntan atau
banker sedang berusaha muncul dan menyapa teman. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu
mudah bagi teman tetapi tidak bagi teman-teman yang lain.Kemudian, perhatikan bakat apa
yang tengah bekerja pada diri teman.
2.Ketertarikan
Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu teman
inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan
alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara
menghabiskan waktu alias hobi semata.
Nah, coba pikirkan apa yang paling teman ingin lakukan seharian? Menonton film?
Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu
tidak harus yang menjadi ambisi teman, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat
yang tengah bekerja.
Jika teman seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis di blog, bisa jadi bakat
tersembunyi teman adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa teman
teman pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.
3.Kepuasan
Apa yang membuat teman teman merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam
bekerja? Pekerjaan apa yang membuat teman teman begitu hanyut dan merasa tak ingin
berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka
berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka
menghadapi piranti lunak.
Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk
menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola
gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat teman teman
terhanyut? Jika teman teman belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang
membuat Anda terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat teman teman ada di sana.
4.Kebiasaan
Pernahkah teman teman dipuji karena kemampuan atau sikap Anda? Misalnya, orang
menilai teman teman sebagai karyawan yang sangat teratur atau ide pemasaran teman
teman hebat, atau teman teman pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar
orang-orang di sekitar, teman teman juga bisa mengetahui kemampuan alami teman teman.
Ketrampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita
menganggapnya biasa saja karena ketrampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tak
disadari kehadirannya.
Lalu, bagaimana mengenali bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada
teman teman, mengenali Anda atau terfokus pada Anda? Apakah teman teman menjadi
tempat curahan hati teman-teman yang lain? Atau mereka selalu meminta pendapat teman
teman soal pakaian? Nah, di sanalah bakat teman teman tersimpan. teman teman hanya
perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya.
Inilah beberapa cara untuk meningkatkan potensi dir :
a) Tetap fokus terhadap potensi bukan terhadap keterbatasan diri
Ketika kita merasa kecil hati karena mungkin diri ini tidak semenarik atau sepintar
orang lain. Barangkali tidak ada kebiasaan yang lebih menggerogoti rasa percaya diri
daripada kebiasaan untuk melirik orang-orang lain di sekitar kita dan membandingkan
diri kita dengan mereka. Dan bila kita melihat ternyata orang lain itu memang lebih
menarik atau lebih pintar maka perasaan berharga akan diri sendiri pun mulai luntur.
Maka jawabannya jadilah dirimu sepenuhnya!
b) Tetap fokus terhadap hal-hal yang bisa kita kerjakan dengan baik.
Yang menentukan keberhasilan itu biasanya bukanlah bakat mentah, tapi niat dan
ketekunan.
c) Tanamkan di benak kita bahwa diri kita sebagai orang yang berhasil.
Jika kita bisa menggambarkan hal-hal yang bermanfaat, maka dengan suatu cara
tertentu maka hal-hal tersebut pasti akan terlaksana.
d) Lepaskan diri kita dari tumpuan harapan orang lain.
Usaha kita untuk menolak penyesuaian diri dan mengembangkan beberapa ciri atau
keanehan kecil tertentu adalah suatu langkah menuju kemerdekaan dan rasa percaya
diri.
e) Membina hubungan dengan relasi atau persahabatan yang mendukung.
Dengan berusaha di mana pun dan kapan pun untuk membangun suatu jaringan
persahabatan yang menopang dan memperkaya hidup. Adapun seandainya ada sahabat
atau bahkan keluarga mungkin yang dalam hubungannya dengan kita barangkali
kurang harmonis kita jangan dipusingkan dengan masalah itu yang terpenting sebisa
mungkin usahakan tetap membina hubungan baik.

Kupang, Februari 2013


Guru pamong Calon guru pembimbing

YENGSI EPSI BURAEN MUNI

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Sekolah : SMA KRISTEN 1 KUPANG


Kelas : XI / Genap
Tahun : 2012/2013

A. Topik Pembahasan : memahami diri sendiri


B. Bidang Bimbingan : pribadi
C. Jenis Layanan : Penguasaan Konten
D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
E. Kompetensi yang ingin dicapai : siswa memiliki dorongan yang kuat dalam berperilaku
dengan memahami diri dan konsepsinya sesuai dengan sistem etika dan nilai bagi
kehidupan hidup.
F. Uraian Kegiatan
1. Strategi Penyajian : Klasikal
Pembukaan (salam, perkenalan, pendekatan)
Ceramah
Tanya Jawab
Penutup (evaluasi, pemberian tugas)
2. Materi : Pembahasan materi tentang memahami diri sendiri
dan konsep diri.
G. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas
H. Alokasi Waktu : 1 x (30 menit)
I. Pihak yang disertakan
Dan Peranannya : Wali kelas, dan penunjang fasilitas
J. Alat dan Perlengkapan : OHP, Papan Tulis, ATK, dan Buku-buku referensi
K. Rencana Penilaian :
L. Rencana Tindak Lanjut : Menjadikan hal ini sebagai perilaku

MATERI LAYANAN

Pemahaman Diri dan Konsepsinya

Pemahaman Diri
Pemahaman diri tidak hanya sebatas tentang pemahaman terhadap identitas diri,
namun lebih dari itu. Pemahaman diri merupakan pemahaman sebagai diri pribadi, social,
spiritual dan kelebihan serta kelemahan yang ada pada diri sendiri. Pemahaman diri
merupakan langkah awal dalam pembentukan konsep dan kepribadian diri. Dari sini akan
mewujudkan eksistensi dan eksplorasi diri pribadi.

Tujuan Hidup.

Sebagai langkah awal untuk menjawab pertanyaan itu kiranya kita perlu memahami
berbagai hal prinsip yang bisa dipahami dan dikembangkan terus-menerus dalam kehidupan.

1. Hidup itu adalah suatu periode yang memiliki batas waktu tertentu yang diberikan oleh
Tuhan bagi manusia.
2. Hidup adalah suatu proses menjadi, yaitu menjadi manusia yang berarti dan berguna
bagi hidup itu sendiri dan berguna bagi dunia.
3. Waktu tak akan terulang lagi. Menunda-nunda waktu dengan alasan masih banyak
waktu adalah tidak beralasan.
4. Rentang waktu kehidupan tidak seharusnya diisi dengan cara seadanya. Manusia harus
merencanakan dan mengisi kesempatan hidupnya dengan cara efektif dan produktif.
5. Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidupmu. Tidak ada yang bisa memastikan kapan
seseorang akan dilahirkan, sebagaimana juga tidak bisa dipastikan kapan kita akan
meninggalkan dunia.
6. Tak selamanya manusia tergantung padaorang lain; tidak selamanya kamu bergantung
padaorang tua. Suatu saat kamu harus mandiri. Karena itu, kamu harus sudahmemiliki
cita-cita. Kamu harus memulai sesuatu dengan berani mengatakan, Aku sudah
mulai!

Berdasarkan prinsip diatas, individu akan lebih mengerti tujuan hidupnya dan untuk apa
dia di lahirkan di bumi ini.

Sebagai remaja dan pelajar, kamu berada pada kelompok peralihan kematangan tertentu
dan menjelang pemantapan dan penitian karir. Ini adalah masa yang penting untuk
memantapkan hati menuju masa depan. Oleh karena itu, seorang pelajar SMA harus berani
melangkah menuju kedewasaan. Seorang yang dewasa tidak malu bertindak benar, tidak
bermalasan, dan tidak dimanjakan oleh fasilitas.
Remaja atau pelajar yang memiliki prinsip harus berani menata hidupnya sendiri. Tidak
seharusnya seorang pelajar melakukan hal-hal berikut ini.

Menjadi benalu atau parasit; menjadi penghisap, yang akan mati jika yang
dihisap telah mati
Menjadi fotokopi atau bayang-bayang orang lain; tidak memiliki rasa tanggung jawab
diri; seolah-olah orang lainlah yang memiliki dan menguasai hidupnya
Menjadi konsumeris, boros, dan koruptif; takut menata dan menerima realita, tidak mau
menjalani kehidupan dengan perhitungan matang, tidak sederhana, tidak apa adanya
dan merugikan diri sendiri atau orang lain
Menjadi hedonis; hanya menikmati hari ini sepuasnya dengan menghalalkan segala
cara, tidak peduli akan masa depan
Malas, tidak mau bekerja; hanya ingin menikmati hidup tanpa usaha keras.

Konsep Diri Positif dan Konsep Diri Negatif

Konsep diri merupakan faktor penting didalam berinteraksi. Hal ini disebabkan oleh
setiap individu dalam bertingkah laku sedapat mungkin disesuaikan dengan konsep diri.
Kemampuan manusia bila dibandingkan dengan mahluk lain adalah lebih mampu menyadari
siapa dirinya, mengobservasi diri dalam setiap tindakan serta mampu mengevaluasi setiap
tindakan sehingga mengerti dan memahami tingkah laku yang dapat diterima oleh
lingkungan.

Dengan demikian manusia memiliki kecenderungan untuk menetapkan nilai-nilai


pada saat mempersepsi sesuatu. Setiap individu dapat saja menyadari keadaannya atau
identitas yang dimilikinya akan tetapi yang lebih penting adalah menyadari seberapa baik
atau buruk keadaan yang dimiliki serta bagaimana harus bersikap terhadap keadaan tersebut.
Tingkah laku individu sangat bergantung pada kualitas konsep dirinya yaitu konsep diri
positif atau konsep diri negatif.

Menurut Brooks dan Emmart (1976), orang yang memiliki konsep diri positif menunjukkan
karakteristik sebagai berikut:

Merasa mampu mengatasi masalah. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif


untuk mengatasi persoalan-persoalan obyektif yang dihadapi.
Merasa setara dengan orang lain. Pemahaman bahwa manusia dilahirkan tidak dengan
membawa pengetahuan dan kekayaan. Pengetahuan dan kekayaan didapatkan dari
proses belajar dan bekerja sepanjang hidup. Pemahaman tersebut menyebabkan
individu tidak merasa lebih atau kurang terhadap orang lain.
Menerima pujian tanpa rasa malu. Pemahaman terhadap pujian, atau penghargaan layak
diberikan terhadap individu berdasarkan dari hasil apa yang telah dikerjakan
sebelumnya.
Merasa mampu memperbaiki diri. Kemampuan untuk melakukan proses refleksi diri
untuk memperbaiki perilaku yang dianggap kurang.

Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif menunjukkan karakteristik
sebagai berikut:

Peka terhadap kritik. Kurangnya kemampuan untuk menerima kritik dari orang lain
sebagai proses refleksi diri.
Bersikap responsif terhadap pujian. Bersikap yang berlebihan terhadap tindakan yang
telah dilakukan, sehingga merasa segala tindakannya perlu mendapat penghargaan.
Cenderung merasa tidak disukai orang lain. Perasaan subyektif bahwa setiap orang lain
disekitarnya memandang dirinya dengan negatif.
Mempunyai sikap hiperkritik. Suka melakukan kritik negatif secara berlebihan terhadap
orang lain.
Mengalami hambatan dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Merasa kurang
mampu dalam berinteraksi dengan orang-orang lain.

Kupang, Februari 2013


Guru pamong Calon guru pembimbing

YENGSI EPSI BURAEN MUNI