Anda di halaman 1dari 6

LAMPIRAN

Soal dan Jawaban

Soal pilihan ganda


1. Silika merupakan suatu komponen dari Kromatografi Lapis Tipis, mempunyai fungsi
apakah silika dalam KLT ?
a. Fase Gerak
b. Fase diam
c. Plat
d. Sampel
e. Eluen
Jawaban : b
2. Analisa Kualitatif pada Kromatografi Lapis tipis dapat diidentifikasi dengan ?
a. Nilai Rf
b. Warna noda
c. Besar Noda
d. Tinggi noda
e. Tinggi eluen
Jawaban : a
3. Pemisahan apa saja yang biasanya menggunakan silika sebagai fase diam pada KLT ?
a. Asam amino, hidrokarbon, vitamin, alkaloid
b. Polimer, protein, kompleks logam
c. Asam nukleat, nukleotida, halida
d. ion-ion logam
e. Campuran enansiomer
Jawaban : a
4. Manakah yang bukan termasuk faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan
antar fase diam dan fase gerak?
a. Kepolaran fase gerak
b. Kepolaran fase diam
c. Kepolaran molekul
d. Ukuran molekul
e. Banyaknya molekul
Jawaban : e
5. Yang manakah yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi gerakan noda
dalam kromatografi lapis tipis ?
a. Struktur kimia dari senyawa yang sedang dipisahkan.
b. Sifat dari penyerap dan derajat aktivitasnya.
c. Tebal dan perataan dari lapisan penyerap.
d. Pelarut ( dan derajat kermuniannya) fase bergerak.
e. Besar platnya
Jawab : e

6. Apa sifat suatu fasa gerak yang digunakan until mengelusi senyawa-senyawa yang
adsorbsinya kuat adalah
a. Kurang polar
b. Polar
c. Lebih polar
d. Non polar
e. Sedikit polar
Jawab : c

7. Rf KLT yang digunakan untuk mengoptimasi fase gerak berkisar antara


a. 0,2-0,8
b. 0,4-0,6
c. 0,5-0,9
d. 0,3-0,8
e. 0,1- 0,9
Jawab : a

8. Senyawa netral yang sering digunakan untuk pemisahan senyawa non polar seperti steroid
adalah
a. Silika
b. Alumina
c. Selulosa
d. Siklodekstrin
e. Serbuk selulosa
Jawab : b

9. Apabila terdapat beberapa senyawa yang terkandung di dalam sampel, kemudian


dianalisa menggunakan pelat kromatografi lapis tipis. Maka titik spot yang diperoleh
pada pelat akan terpisahkan yang didasari pada
a.Senyawa yang lebih polar akan berada dibagian atas pelat dan yang kurang polar
akan berada dibawah
b. Senyawa yang lebih polar akan berada dibagian bawah pelat dan yang kurang
polar akan berada dibagian atas
c.Senyawa yang memiliki titik didih lebih rendah akan berada di bagian bawah pelat
dan yang lebih tinggi titik didihnya akan berada di bagian atas
d. Senyawa yang memiliki titik didih lebih rendah akan berada di bagian atas
pelat dan yang lebih tinggi titik didihnya akan berada di bagian bawah.
e. Kedua senyawa baik polar maupun non polar akan berada pada bagian yang sama
( atas semua atau bawah semua )
Jawab : b
10. Bagaimana suhu yang sebaiknya dilakukan pada suhu sebagai faktor yang
mempengaruhi gerakan noda dalam kromatografi lapis tipis yang juga mempengaruhi
harga Rf
a. Suhu rendah
b. Suhu sedang
c. Suhu tinggi
d. Suhu tetap
e. Suhu bervariasi
Jawab : d

Soal essay
1. Gambarkan Struktur Dasar Alumina (a) Asam, (b) Netral dan (c) Basa
Jawab:

1.

2. Bagaimana Prinsip Kerja dari Kromatografi lapis tipis


Jawab :
Prinsip dari proses ini adalah proses adsorpsi dimana sampel dipisahkan berdasarkan
perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan. Setelah sampel
ditotolkan di atas fasa diam, senyawa-senyawa dalam sampel akan terelusi dengan
kecepatan yang sangat tergantung pada sangat bergantung pada sifat senyawa-
senyawa tersebut (kemampuan terikat pada fasa diam dan kemampuan larut dalam
fasa gerak), sifat fasa diam (kekuatan elektrostatis yang menarik senyawa di atas fasa
diam), dan sifat fasa gerak (kemampuan melarutkan senyawa). Teknik ini biasanya
menggunakan fase diam dari bentuk plat silika dan fase geraknya disesuaikan dengan
jenis sampel yang ingin dipisahkan. Pada KLT, secara umum senyawa-senyawa
dengan kepolaran rendah akan terelusi lebih cepat daripada senyawa-senyawa polar.
Hal ini dikarenakan senyawa polar terikat lebih kuat pada silika yang mengandung
silanol (Si(OH)2) yang pada dasarnya memiliki afinitas yang kuat terhadap senyawa
polar.Semakin dekat kepolaran antara sampel dengan eluen maka sampel akan mudah
terbawa oleh fase gerak tersebut.
3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga Rf ?
Jawab:

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan noda dalam kromatografi lapis tipis


yang juga mempengaruhi harga Rf : (Mulja,1985)
a. Struktur kimia dari senyawa yang sedang dipisahkan.
b. Sifat dari penyerap dan derajat aktivitasnya.
Biasanya aktifitas dicapai dengan pemanasan dalam oven, hal ini akan mengeringkan
molekul-molekul air yang menempati pusat-pusat serapan dari penyerap. Perbedaan
penyerap akan memberikan perbedaan yang besar terhadap harga Rf meskipun
menggunakan fase bergerak dan zat terlarut yang sama tetapi hasil akan dapat diulang
dengan hasil yang sama, jika menggunakan penyerap yang sama, ukuran partikel
tetap dan jika pengikat (kalau ada) dicampur hingga homogen.
c. Tebal dan perataan dari lapisan penyerap.
Pada prakteknya tebal lapisan tidak dapat dilihat pengaruhnya, tetapi perlu
diusahakan tebal lapisan yang rata. Ketidakrataan akan menyebabkan aliran pelarut
menjadi tak rata pula dalam daerah yang kecil dari plat.

d. Pelarut ( dan derajat kermuniannya) fase bergerak.


Kemurnian dari pelarut yang digunakan sebagai fase bergerak dalam kromatografi
lapisan tipis adalah sangat penting dan bila campuran pelarut digunakan maka
perbandingan yang dipakai harus betul-betul diperhatikan.
e. Derajat kejenuhan dari uap dalam bejana pengembangan yang digunakan.
f. Teknik percobaan
Arah pelarut bergerak di atas plat. (Metoda aliran penaikan yang hanya
diperhatikan, karena cara ini yang paling umum meskipun teknik aliran penurunan
dan mendatar juga digunakan).
g. Jumlah cuplikan yang digunakan
Penetesan cuplikan dalam jumlah yang berlebihan memberikan hasil
penyebaran noda-noda dengan kemungkinan terbentuknya ekor dan efek tak
kesetimbangan lainnya, hingga akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan pada harga-
harga Rf.
h. Suhu
Pemisahan-pemisahan sebaiknya dikerjakan pada suhu tetap, hal ini terutama
untuk mencegah perubahan-perubahan dalam komposisi pelarut yang disebabkan
oleh penguapan atau perubahan-perubahan fase.
4. Apa saja kekurangan dari kromatografi lapis tipis ?
Jawab :

Beberapa kekurangan KLT yaitu:


a. Butuh ketekunan dan kesabaran yang ekstra untuk mendapatkan bercak/noda
yang diharapkan.
b. Butuhsistem trial and eror untuk menentukan system eluen yang cocok.
c. Memerlukan waktu yang cukup lama jika dilakukan secara tidak tekun
d. Hanya digunakan untuk langkah awal untuk menentukan pelarut yang cocok
dengan kromatografi kolom.
e. Noda yang terbetuk belum tentu senyawa murni.
f. Kerja penyaputan, antara pelat kaca dengan penyerap. Kerja ini dapat sedikit
diringankan dengan adanya penyaput otomatis. Meskipun begitu, dengan
menggunakan alat itu pun tetap diperlukan tindakan pencegahan tertentu.
5. Bagaimana Prosedur kerja dari kromatografi lapis tipis ?
Jawab:

Pada KLT, fasa diam berupa plat yang biasanya disi dengan silica gel. Sebuah
garis pensil digambar dekat bagian bawah fasa diam dan setetes larutan sampel
ditempatkan di atasnya. Sampel ditotol dengan bantuan pipa kapiler. Garis pada fasa
diam berguna untuk menunjukkan posisi asli sampel. Pembuatan garis harus
menggunakan pensil karena jika semua ini dilakukan dengan tinta, pewarna dari tinta
juga akan bergerak sebagai kromatogram berkembang. Ketika titik campuran kering, fasa
diam diletakkan berdiri dalam gelas tertutup yang telah berisi fasa gerak dengan posisi
fasa gerak di bawah garis. Digunakan gelas tertutup untuk memastikan bahwa suasana
dalam gelas jenuh dengan uap pelarut.
Pelarut (fasa gerak) perlahan-lahan bergerak naik. Komponen-komponen yang
berbeda dari campuran berjalanan pada tingkat yang berbeda dan campuran dipisahkan
memiliki warna yang berbeda. Setelah plat pelarut telah bergerak sekitar setengah jalan.
Pelarut diperbolehkan untuk naik hingga hampir mencapai bagian atas plat yang akan
memberikan pemisahan maksimal dari komponen-komponen pewarna untuk kombinasi
tertentu dari pelarut dan fase diam.