Anda di halaman 1dari 10

Proses perumusan pancasila sebaagai negara berawal pada sidang badan penyelidik usaha2 persiapan

kemerdaekaan indonesia (bpupki). Dr. Radjimun wedyoningrat, selaku kketua bpupki pda awal sidang
mengajujakansuatu masalah sebagai agenda sidang.

fungsi pokok Pancasila adalah sebagai Dasar Negara. Selain fungsi pokok tersebut, masih ada fungsi
lainnya yaitu :

Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Ideologi berasal dari kata Idea yang
berart gagasan, konsep, pengertian dasar, cita cita dan logos berarti ilmu. Jadi Ideologi dapat
diartkan sebagai Ilmu tentang ide atau gagasan yang bersifat mendasar. Ideologi ialah
seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan untuk menata
masyarakatnya. Pancasila sebagai ideologi nasional merupakan kumpulan nilai yang diyakini
kebenarannya oleh Bangsa Indonesia dan digunakan untuk menata masyarakat.

Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan pedoman bagi Bangsa Indonesia dalam
mencapai kesejahteraannya lahir dan batn.

Pancasila sebagai jiwa Bangsa Indonesia. Menurut Von Savigny bahwa setap bangsa punya
jiwanya masing-masing yang disebut Volkgeist, artnya Jiwa Rakyat atau Jiwa Bangsa. Pancasila
sebagai jiwa Bangsa Indonesia lahir bersamaan dengan adanya Bangsa Indonesia sendiri yaitu
sejak jaman dahulu kala. Menurut Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo bahwa Pancasila itu sendiri telah
ada sejak adanya Bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, artnya Pancasila lahir bersama


dengan lahirnya Bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas Bangsa Indonesia dalam sikap
mental maupun tngkah lakunya sehingga dapat membedakannya dengan bangsa lain.

Pancasila sebagai perjanjian luhur artnya Pancasila telah disepakat secara nasional sebagai
dasar negara, pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI (Panita Persiapan
Kemerdekaan Indonesia).

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum artnya segala peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia harus bersumberkan Pancasila atau tdak boleh
bertentangan dengan Pancasila.

Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai Bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan
masyarakat adil dan makmur yang merata secara materiil maupun spiritual, berdasarkan
Pancasila.

Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia. Pancasila merupakan
sarana yang ampuh untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. karena Pancasila adalah palsafah
hidup dan kepribadian Bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang
oleh Bangsa Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana dan tepat untuk mempersatukan
seluruh rakyat Indonesia.

Melihat besarnya fungsi Pancasila, maka sebagai generasi muda yang akan meneruskan perjuangan
bangsa Indonesia kelak, perlu memelihara dan melestarikannya dengan menghayat dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi Pokok Pancasila sebagai dasar Negara dan Ideologi Negara :


a. Pancasila sebagai dasar Negara :
1. Sebagai dasar Negara, pancasila berkedudukan sebagai norma dasar atau norma
fundamental (fundamental norm) Negara dengan demikian Pancasila menempati
norma hukum tertinggi dalam Negara ideologi Indonesia. Pancasila adalah cita
hukum ( staatside ) baik hukum tertulis dan tidak tertulis ( konvensi ).
2. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupaka n kaidah Negara
yang fundamental artinya kedudukannya paling tinggi, oleh karena itu Pancasila juga
sebagai landasan ideal penyususnan arturan aturan di Indonesia. Oleh karena itu
semua peraturan perundangan baik yang dipusat maupun daerah tidak menyimpa ng
dari nilai Pancasila atau harus bersumber dari nilai -nilai Pancasila.
3. Sebagai Pandangan Hidup, yaitu nilai Pancasila merupakan pedoman dan pegangan
dalam pembangunan bangsa dan Negara agar tetap berdiri kokoh dan mengetahui
arah dalam memecahkan masalah ideologi, politik, ekonomi, soaial dan budaya serta
pertahanan dan keamanan.
4. Sebagai iiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, nilai pancasila itu mencerminkan
kepribadian bangsa sebab nilai dasarnya kristalisasi nilai budaya bangsa Indonesia
asli, bukan diambil dari bangsa lain.
5. Sebagai Perjanjian luhur bangsa Indonesia, pancasila lahir dari hasil musyawarah
para pendiri bangsa dan negara ( founding fathers) sebagi para wakil bangsa,
Pancasila yang dihasilkan itu dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sisio
kulturil. Moral dalam arti tidak bertentangan dengan nilai agama yang berlaku di
Indonesia, sosio kultural berarti cerminan dari nilai budaya bangsa Indonesia, karena
itu Pancasila merangkul segenap lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk ini.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara merupakan
norma dasar dalam kehidupan bernegara yang menjadi sumber dasar, landasan norma,
serta memberi fungsi konstitutif dan regulative bagi penyusunan hukum hukum
Negara.
b. Pancasila Sebagai Ideologi Negara :
Dalam kehidupan sehari-hari istilah ideologi umumnya digunakan sebagai pengertian
pedoman hidup baik dalam berpikir maupun bertindak. Dalam hal ini ideologi dapat
dibedakan mejadi dua pengertian yaitu ideologi dalam arti luas dan ideol ogi dalam arti
sempit. Dalam arti luas ideologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir dan bertindak
atau sebagai pedoman hidup di semua segi kehidupan baik pribadi maupun umum.
Sedangkan dalam arti sempit, ideologi menunjuk pada pedoman baik dalam berpikir
maupun bertindak atau pedoman hidup dalam bidang tertentu misalnya sebagai ideologi
Negara.
Ideologi Negara adalah ideologi dalam pengertian sempit atau terbatas. Ideologi Negara
merupakan ideologi mayoritas waga Negara tentang nilai -nilai dasar Negara yang ingin
diwujudkan melalui kehidupan Negara itu. Ideologi Negara sering disebut sebagai
ideologi politik karena terkait dengan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan
bernegara yang tidak lain adalah kehidupan politik.
Pancasila adalah ideologi Negara yaitu gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup
bernegara milik seluruh bangsa Indonesia bukan ideologi milik Negara atau rezim
tertentu.
Sebagai ideologi, yaitu selain kedudukannya sebagai dasar Negara kesatuan republik
Indonesia Pancasila berkeduduka n juga sebagai ideologi nasional Indonesia yang
dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.
Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila sebagai ikatan budaya ( cultural bond)
yang berkembangan secara alami dalam kehidupan masyarakat Indo nesia bukan secara
paksaan atau Pancasila adalah sesuatu yang sudah mendarah daging dalam kehidupan
sehari-hari bangsa Indonesia. Sebuah ideologi dapat bertahan atau pudar dalam
menghadapi perubahan masyarakat tergantung daya tahan dari ideologi itu. Alfian
mengatakan bahwa kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang dimiliki
oleh ideologi itu, yaitu dimensi realita, idealisme, dan fleksibelitas. Pancasila sebagai
sebuah ideologi memiliki tiga dimensi tersebut:
1. Dimensi realita, yaitu nilai-nilai dasar yang ada pada ideologi itu yang mencerminkan
realita atau kenyataan yang hidup dalam masyarakat dimana ideologi itu lahir atau
muncul untuk pertama kalinya paling tidak nilai dasar ideologi itu mencerminkan
realita masyarakat pada awal kelahira nnya.
2. Dimensi Iidalisme, adalah kadar atau kualitas ideologi yang terkandung dalam nilai
dasar itu mampu memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan
masyarakat tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik
kehidupan bersama sehari-hari.
3. Dimensi Fleksibelitas atau dimensi pengembangan, yaitu kemampuan ideologi dalam
mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya. Mempengaruhi
artinya ikut wewarnai proses perkembangan zaman
tanpa menghilangkan jati diri ideologi itu sendiri yang tercermin dalam nilai dasarnya.
Mempengaruhi berarti pendukung ideologi itu berhasil menemukan tafsiran -tafsiran
terhadap nilai dasar dari ideologi itu yang sesuai dengan realita -realita baru yang
muncul di hadapan mereka sesuai perkembangan zaman.
Menurut Dr.Alfian Pancasila memenuhi ketiga dimensi ini sehingga pancasila dapat
dikatakan sebagai ideologi terbuka. Fungsi Pancasila sebagai ideologi Negara, yaitu :
1. Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.
2. Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan serta membimbing
bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.
3. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam
pembentukan karakter bangs a berdasarkan Pancasila.
4. Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai kedaan bangsa dan Negara.

Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka

1) Makna Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikut perkembangan jaman dan bersifat dinamis atau
merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsensus dari masyarakat itu sendiri,
nilai-nilai dari cita-citanya tdak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan,
rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.

2) Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Sebagai ideologi Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan aktvitas
di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel tdak tertutup dan kaku melainkan
harus mampu mengikut perkembangan jaman tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya. Pancasila
memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan
dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang.

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Setap negara yang merdeka dan berdaulat memiliki dasar Negara atau falsafah hidup. Oleh karena itu,
bangsa Indonesia pun memiliki dasar negara. Pendiri negara Indonesia atau yang dikenal dengan sebutan
the founding father harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh negara yang
bersangkutan, termasuk dasar negara. Apa yang dimaksud dasar negara itu?

A. Pengertian Dasar Negara

Dasar negara adalah dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam bidang
ideologi, politk, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dasar negara merupakan
falsafah negara yang berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum. Falsafah negara atau
dasar negara menjadi sikap hidup, pandangan hidup bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dasar negara
yang digunakan di Indonesia adalah Pancasila.

B. Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara atau disebut juga dengan dasar falsafah negara berart Pancasila
digunakan sebagai dasar dalam mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan negara . Badan
Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam sidang-sidang yang
dilakukannya berupaya untuk merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Setelah melalui dua kali
persidangan yang dihadiri para pendiri negara maka diputuskanlah Pancasila sebagai dasar negara. Hal
ini berart bahwa setap perilaku rakyat dan negara Indonesia harus sesuai dengan Pancasila. Pancasila
sebagai dasar negara tercantum dalam konsttusi negara (UUD 1945) terdiri atas:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa.

2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

3) Persatuan Indonesia.

4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dasar negara Pancasila memiliki nilai-nilai yang tercantum dalam sila-sila Pancasila. Nilai-nilai Pancasila
tersebut merupakan asas bagi hukum tata negara Indonesia yang terlihat dalam keterkaitan Pancasila
dengan pasal-pasal dalam konsttusi negara. Perumusan Pancasila sebagai ideologi (dasar negara)
berlangsung pada akhir masa pendudukan Jepang. Hal itu diawali dengan Jepang memberikan janji
kemerdekaan kepada Indonesia dengan tujuan untuk menarik simpat rakyat Indonesia. Namun, janji itu
tdak terlaksana karena Jepang kalah dari Sekutu sehingga mengharuskan bangsa Indonesia untuk
menentukan nasibnya sendiri dan memproklamasikan kemerdekaannya. Namun demikian, Jepang
membentuk suatu badan yang diberi nama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia).

Dalam sidang BPUPKI I terdapat beberapa tokoh yang mengusulkan tentang dasar negara. Tokoh
tersebut adalah Muh. Yamin (dikemukakan 29 Mei 1945), Supomo (dikemukakan 31 Mei 1945), dan
Sukarno (dikemukakan 1 Juni 1945). Tokoh yang mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan
gagasan tentang dasar negara adalah Muhammad Yamin. Beliau menyampaikan pidatonya tentang
dasar negara pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam pidatonya, Muhammad Yamin menyampaikan lima asas
dasar negara kebangsaan Republik Indonesia sebagai berikut.

1) Peri kebangsaan

2) Peri kemanusiaan

3) Peri ke-Tuhanan

4) Peri kerakyatan, dan

5) Kesejahteraan social
Pada tanggal 31 Mei 1945 giliran Prof. Dr. Supomo menyampaikan gagasan mengenai dasar negara.
Beliau mengajukan gagasan dasar negara, yaitu sebagai berikut.

1) Persatuan.

2) Kekeluargaan.

3) Keseimbangan lahir dan batin.

4) Musyawarah.

5) Keadilan rakyat.

Pada esok harinya, yaitu tanggal 1 Juni 1945, Ir. Sukarno menyampaikan gagasannya. Pidato beliau
tentang dasar negara Indonesia merdeka dikenal dengan hari lahirnya Pancasila. Ir. Sukarno
menyampaikan rumusan lima dasar negara bagi Indonesia merdeka, yaitu sebagai berikut.

1) Kebangsaan.

2) Internasionalisme atau perikemanusiaan.

3) Mufakat atau demokrasi.

4) Kesejahteraan sosial.

5) Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Ketga tokoh tersebut mengemukakan pendapat atau gagasannya tentang dasar negara, dan disepakat
bahwa semua gagasan itu baik. Namun, ketga gagasan itu harus dimusyawarahkan atau dibicarakan
lebih lanjut. Dalam persidangan pertama itu tdak ada kesimpulan yang diambil. Anggota yang hadir
hanya diminta menyimak tentang usulanusulan dasar negara Indonesia merdeka.

Masa persidangan yang pertama selesai, BPUPKI menjalani masa reses selama satu bulan. Namun,
sebelum masa reses, BPUPKI membentuk Panita Kecil dengan ketua Ir. Sukarno dan
beranggotakan Moh. Hatta, Sutardjo Kartohadikusumo, Muh. Yamin, A. A. Maramis, Wachid Hasyim, Ki
Bagus Hadikusumo, Otto Iskandardinata. Tugas Panita Kecil ini menampung saran, usulan, dan berbagai
pemikiran dari anggota tentang dasar negara Indonesia merdeka. Panita Kecil ini pada tanggal 22
Juni1945 mengadakan pertemuan dengan para aggota BPUPKI lainnya. Pertemuan itu menghasilkan
kesepakatan untuk membentuk panita dengan jumlah anggota Sembilan orang. Panita tersebut
dinamakan Panita Sembilan yang bertugas menyusun rumusan dasar negara berdasarkan pemandangan
umum anggota. Adapun anggota Panita Sembilan adalah sebagai berikut.

1) Ir. Sukarno

2) Drs. Mohammad Hatta

3) Muhammad Yamin

4) Achmad Subardjo

5) A.A. Maramis

6) Abdulkadir Muzakir

7) K.H. Wachid Hasyim

8) H. Agus Salim

9) Abikusno Tjokrosuyoso

Akhirnya, Panita Sembilan berhasil membuat rumusan tentang maksud dan tujuan pembentukan dasar
negara Indonesia merdeka. Oleh Muhammad Yamin, hasil kerja Panita Sembilan diberi nama Jakarta
Charter atau Piagam Jakarta. Isi dari Piagam Jakarta adalah sebagai berikut.

1) Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

3) Persatuan Indonesia.

4) (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

5) (serta dengan wewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

BPUPKI kembali mengadakan sidang yang kedua tanggal 10 Juli 17 Juli 1945. Dalam sidang ini, BPUPKI
meminta laporan dari Panita Kecil. Salah satu hasil laporan Panita Kecil adalah terbentuknya Panita
Sembilan yang bertugas menyusun rumusan dasar negara berdasarkan pandangan umum para anggota.
Panita Sembilan telah menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan
pembentukan negara yang dikenal dengan sebutan Piagam Jakarta.
Pada pelaksanaan sidang kedua juga membahas tentang rancangan undang-undang dasar berikut
pembukaannya. Untuk itu BPUPKI membentuk panita yang dinamakan Panita Perancang Undang-
Undang Dasar. Panita ini diketuai oleh Ir. Sukarno dan beranggotakanA.A. Maramis, Otto
Iskandardinata, Puruboyo, H Agus Salim, Achmad Subardjo, Prof. Dr. Supomo, Maria Ulfa Santosa, R.P.
Singgih, P. A. Husein Djayadiningrat, K. H. Wachid Hasyim, Parada Harahap, Latuharhary, Susanto
Tirtoprojo, Sartono, Wongsonegoro, Wuryaningrat, Tan Eng Hoat, dan dr. Sukiman. Pada pelaksanaan
sidang tanggal 11 Juli 1945, panita ini dengan suara bulat menyetujui isi pembukaan undang-undang
dasar diambilkan dari isi Piagan Jakarta. Selanjutnya, Panita Perancang Undang-Undang Dasar
membentuk Panita Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang beranggotakan, yaitu Prof. Dr. Supomo,
Wongsonegoro, Ahmad Subardjo, A . A. Maramis, R. P. Singgih, Agus Salim, dan dr. Sukiman. Tugas
panita ini membuat rancangan undang-undang dasar. Hasil kerja panita itu dilaporkan kepada Panita
Perancang Undang-Undang Dasar dan diterima pada tanggal 13 Juli 1945. Pada persidangan tanggal 14
Juli 1945, Ir. Sukarno melaporkan hasil kerja seluruh panita yang mencakup tga hal, yaitu sebagai
berikut.

1) Pernyataan Indonesia merdeka.

2) Pembukaan undang-undang dasar.

3) Undang-undang dasar itu sendiri (batang tubuh).

BPUPKI kembali bersidang pada tanggal 15 Juli 1945 untuk membicarakan rancangan undang-undang
dasar. Selanjutnya pada tanggal 16 Juli 1945 anggota sidang menerima secara bulat rancangan
undangundang dasar. Dengan demikian, tugas badan ini dalam menyiapkan dasar negara bagi Indonesia
merdeka telah selesai. Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Akan tetapi, para anggota
mengusulkan pembentukan Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

PPKI diresmikan pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibat suasana yang tdak menentu dan pada tanggal 17
Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya maka panita ini baru dapat bekerja pada
tanggal 18 Agustus 1945. PPKI diketuai oleh Ir. Sukarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta. Panita Persiapan
Kemerdekaan Indonesia pertama kali bersidang di Pejambon. Sebelum sidang dimulai, Ir. Sukarno
dan Drs. Moh. Hatta meminta Ki Bagus Hadikusumo, K. H. Wachid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo,
dan Teuku Moh. Hassanuntuk membahas kembali rancangan undang-undang dasar. Peninjauan
rancangan UUD ini dilakukan karena ada kelompok yang tdak bersedia menerima kalimat yang terdapat
pada sila pertama naskah Piagam Jakarta yang berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Keberatan ini disampaikan kepada Drs. Moh.
Hatta dengan tujuan untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan seluruh wilayah Indonesia, maka
kalimat pada sila pertama diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan kalimat tersebut
dihasilkan setelah Drs. Moh Hattaberdiskusi dengan tokoh-tokoh Islam.

Setelah semua tokoh menyetujui perubahan itu, selanjutnya PPKI menetapkan Pancasila sebagai dasar
negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Bunyi Pancasila selengkapnya sebagai dasar Negara
Indonesia adalah sebagai berikut.

1) Ketuhanan Yang Maha Esa.

2) Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3) Persatuan Indonesia.

4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang
didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang
utama. Secara umum,liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh
kebebasan berpikir bagi para individu.

Di Benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili,


Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua,
Panama, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia,
Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara penganut paham liberal
lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe,
Georgia, Irlandia dan San Marino.

Di Asia antara lain adalah India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina,
Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai
berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia
dan Singapura.

Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya,


dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di
bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi,
semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski
demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam
segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya (Bagus, 1996).
(Sumber: http://minicordoba.blogspot.com/2013/05/ideologi-kapitalisme_20.html. Diakses pada Jumat,
28 Maret 2014. Pukul 14:59)

2. Ajaran/Teori Kapitalisme

Max Weber mengungkapkan bahwa kemunculan kapitalisme erat sekali dengan dengan semangat
religius terutama kaum protestan. Pendapat ini didukung Marthin Luther King yang mengatakan bahwa
lewat perbuatan dan karya yang lebih baik manusia dapat menyelamatkan diri dari kutukan abadi. Tokoh
lain adalah Benjamin Franklin dengan mottonya yang sangat terkenal yaitu Time Is Money, bahwa ma
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan
usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu
sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan
sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Adam Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik yang
menyerang merkantlisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang
para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling pentng dalam pola produksi. Gerakan
produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang
menjadi suatu hal yang tdak akan berhent karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan
berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi
yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari
intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang
dilakukan oleh rakyatnya.
Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan
Perancis. nusia hidup untuk bekerja keras dan memupuk kekayaan.