Anda di halaman 1dari 7

NASKAH ROLEPLAY

1. PRE DAN POST OPERASI APPENDIKSITIS (Usus Buntu)


2. Pemain
Ajeng Citra Mahardhika
Dikri Sahrul
Gilang Haipalloh
Neng Sinta P.
Nurwulan A
Tri Renaldi S
Yuni Fitri D
3. Prolog
Ada seorang pasien yang dirawat di Rumah sakit umum Kab. Tangerang, tepatnya
diruangan Puspa yang bernama Elsa Hadianti berusia 22 tahun dan menderita penyakit Usus
buntu, perawat disana datang dan akan memberikan obat antibiotik yang akan diberikan
kepada pasien.
a. Fase Perkenalan (pagi itu datanglah seorang perawat ke ruangan)
Perawat 1 : Selamat pagi ibu Elsa.
Pasien : Pagi sus.
Perawat 1 : Ibu, perkenalkan saya suster Liza dari Akper Tangerang hari ini saya dinas
dari jam 07.00-14.00 siang, baik ibu Elsa, ibu lebih senang di panggil apa?
Pasien : Panggil ibu Elsa saja sus.
Perawat 1 : Berapa tahun umur ibu?
Pasien : Umur saya sudah 22 tahun sus.
Perawat 1 : Wah... Umur ibu 22 tapi masih kelihatan seperti umur 17 ya. (Humor)
Pasien : Ah suster bisa saja.
Perawat 1 : Ibu kesini sama siapa ?
Pasien : Saya kesini ditemani suami saya, kebetulan dia lagi keluar katanya mau beli
sesuatu.
Perawat 1 : Kalau boleh tahu ibu sudah bekerja apa masih kuliah?
Pasien : Saya masih kuliah, sekarang sudah semester 6.
Perawat 1 : Ibu bagaimana keadaannya hari ini ?
Pasien : Masih merasa sakit di daerah perut bawah sebelah kanan bahkan sakitnya
tambah parah sus.
Perawat 1 : Apa sebelumnya ibu sudah minum obat ?
Pasien : Sudah sus.
Perawat 1 : Baiklah bu dari keluhan yang ibu sampaikan, nanti ibu akan dilakukan
pemeriksaan darah dan rontgen. Apa ibu bersedia ?
Pasien : Iya sus saya bersedia.
Perawat 1 : Ibu, nanti untuk pemeriksaan darah petugas dari laboratorium akan datang
keruangan mengambil darah untuk di periksa dan untuk rontgen saya
sendiri yang akan mengantar ibu ke ruang radiologi. Ada yang ingin
ditanyakan lagi bu ?
Pasien : Tidak sus.
Perawat 1 : Baik bu, mari saya antar ke ruang radiologi.
( Setelah dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen pasien diantar kembali
keruangannya dan suami pasien datang ke ruangan, tidak lama kemudian dokter bersama
perawat 1 datang ke ruangan pasien untuk menjelaskan hasil pemeriksaan )
Dokter : Selamat sore ibu pak.
Pasien dan suami: Sore dok.
Dokter : Ibu bagaimana keadaannya sekarang, apa perutnya masih sakit ?
Pasien : Iyah dok masih sakit.
Dokter : Baik kalau begitu bu saya periksa dulu ya.
Suami Pasien : Istri saya mau diapakan dok ?
Dokter : Cuma mau diperiksa saja kok pa.
Suami Pasien : Oh yasudah silahkan dok.
Dokter : Baik bu, berdasarkan hasil pemeriksaan yang baru dilakukan dan hasil
pemeriksaan darah dan rontgen yang tadi pagi dilakukan, ternyata ibu
positif menderita usus buntu dan harus dilakukan operasi secepatnya.
Untuk waktu operasinya akan dilakukan besok pagi pukul 06.00,
bagaimana apakah ibu bersedia ?
Pasien : Astagfirullahaladzim, apa tidak ada jalan lain selain operasi, seperti
terapi atau berobat jalan ?
Perawat 1 : Ibu, operasi ini dilakukan demi kesehatan ibu juga dibanding dengan
pengobatan lain seperti terapi atau berobat jalan.
Pasien : Tapi sus saya takut dengan operasi.
Perawat 1 : Hemmm, iya bu saya mengerti, operasi ini tidak lama dan tidak sakit
karena nanti ibu akan dilakukan pembiusan. Bagaimana bu ibu beredia ?
Pasien : Tunggu sebentar yah sus saya akan bicarakan tentang operasi ini kepada
suami saya.
Perawat 1 : Baik bu saya tinggal keluar dulu sebentar nanti saya kembali lagi kesini.
(Setelah pasien membicarakan tentang operasi ini dengan suaminya akhirnya
pasien setuj untuk dilakukan operasi, lalu datanglah perawat 1)
Perawat 1 : Bagaimana bu apakah Ibu dan suami setuju untuk dilakukan operasi ?
Pasien : iyah sus saya bersedia untuk dilakukan operasi ini demi kebaikan saya.
Perawat 1 : ( perawat memberikan surat persetujuan utuk ditandatangani oleh pasien ).
Perawat 1 : Baiklah bu untuk penjelasan lebih lanjut tentang persiapan operasi akan
dijelaskan oleh perawat Anastesi. Kalau begitu saya kembali ke ruangan
saya dulu yah bu.
Pasien : iyah sus, terimakasih.
(Perawat anastesi datang ke ruangan pasien untuk menjelaskan persiapan operasi)
Perawat Anastesi : Selamat malam ibu Elsa, bagaimana keadaannya malam ini ?
Pasien : Malam sus, masih seperti kemarin.
Perawat Anastesi : Ibu apakah sudah tahu kalau besok akan dilakukan operasi usus buntu ?
Pasien : Iyah sus, tadi dokter bilang bahwa besok saya akan menjalankan operasi.
Perawat Anastesi : Baik bu, sekarang saya akan menjelaskan untuk persiapan operasi
besok. Jadi gini bu, besok saat operasi ibu akan dilakukan pembiusan
didaerah punggung jadi nanti pada bagian dada sampai kaki akan mati
rasa. Apakah ibu mengerti ?
Pasien : iya sus saya mengerti. Sus kalau saya minta dibius total boleh tidak ?
Perawat Anastesi : Baik bu, nanti saya akan bicarakan dengan dokter. Sepertinya ibu
sudah memahami apa yang saya jelaskan tadi, ibu jangan takut yah.
Pasien : Iyah sus.
Perawat Anastesi : ibu sebelum operasi dilakukan, saya akan mengajarkan ibu teknik
nafas dalam, ini bisa digunakan saat ibu merasakan nyeri atau saat ibu
merasakan tegang.
Pasien : iyah sus.
Perawat anestesi : Mari bu, saya bantu ke posisi setengah duduk. ( perawat mengajarkan
teknik nafas dalam terlebih dahulu ) Ibu ikuti arahan saya ya bu.
Pertama, ibu tarik nafas melalui hidung keluarin dari mulut ( Pasien
mengikuti arahan perawat ) Ibu gimana setelah dilakukan teknik nafas
dalam ? apakah sudah merasa lega ?
Pasien : Iya sus, saya sudah merasa lega setelah dilakukan teknik nafas dalam.
Perawat anestesi : Baik bu, teknik napas dalam ini bisa ibu lakukan sendiri tanpa bantuan
perawat saat ibu merasakan nyeri setelah operasi. ibu mengerti?
Pasien : Iya sus, saya mengerti.
Perawat anastesi : Baiklah bu, kalau begitu saya akan kembali ke ruangan saya, permisi bu.
( Perawat 2 datang ke ruangan pasien untuk menjelaskan persiapan operasi)
Perawat 2 : Selamat malam Ibu Elsa.
Pasien : Malam sus.
Perawat 2 : Ibu perkenalkan saya suster Venty yang menggantikan suster Liza. Saya
dinas dari jam 14.00-21.00 ya bu, sekarang saya akan memberitahu untuk
persiapan operasi besok, untuk persiapannya ibu harus berpuasa dulu selama
8 jam ya bu di mulai dari pukul 21.00 sampai waktu operasi. Bagaimana bu,
apakah ibu mengerti ?
Suami Pasien : Kenapa sus istri saya harus puasa dulu ?
Perawat 2 : Puasa disini dilakukan supaya semua kotoran terkuras di usus dan bersih,
nanti pada saat dilakukan operasi tidak mengganggu jalannya operasi.
Suami pasien : Apakah tidak akan mempengaruhi kesehatan istri saya sus dan bagaimana
dengan pemberian obatnya ?
Perawat 2 : InsyaAllah tidak pak dan bapak juga tidak usah khawatir mengenai obat
yang diberikan semuanya akan baik baik saja.
Suami pasien : Iyah sus kalau begitu, saya harap dengan operasi ini istri saya bisa sembuh
dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Perawat 2 : Iyah mudah mudahan , bapak berdoa saja sama yang di atas.
Suami Pasien : Iyah sus.
Perawat 2 : Kalau begitu sekarang ibu harus istirahat ya, jangan banyak pikiran siapkan
diri ibu untuk menjalani operasi besok, kebetulan sekarang tugas saya
sudah selesai nanti akan ada perawat lain yang akan menggantikan saya
dan bilamana ibu butuh sesuatu suami ibu bisa memanggil perawat lain
yang sedang bertugas malam ini, kalau begitu saya pamit dulu yah bu,
selamat beristirahat.
Pasien : Iya sus, terimakasih.
(Setelah perawat 2 menjelaskan persiapan operasi, perawat 2 meninggalkan
ruangan. Keesokan harinya operasi dilakukan dan berjalan dengan lancar)
Pasien Post Operasi
( Setelah dilakukan operasi dan diobservasi selama 12 jam pasien pun dipindahkan ke
ruang perawatan )
Perawat 3 : Selamat malam ibu Elsa.
Pasien : Malam sus.
Perawat 3 : Ibu bagaimana perasaan ibu setelah dilakukan operasi ?
Pasien : Ini sus bekas operasinya masih terasa sakit.
Perawat 3 : Ibu jangan khawatir ya, sakit setelah operasi itu wajar nanti juga bisa
sembuh asalkan pola makan dan minum obatnya yang teratur ya bu.
Pasien : Memang makanan yang seperti apa sus yang harus saya makan agar saya
cepat sembuh ?
Perawat 3 : Makanan yang baik dan bergizi yang berguna untuk proses pemulihan luka
bekas operasi ibu. Untuk proses penyembuhan luka operasi, ibu harus
banyak mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C
misalnya jeruk.
Pasien : Kira-kira proses pemulihan lukanya lama gak sus ?
Perawat 3 : Kalau misalkan ibu makan sesuai dengan yang di anjurkan maka proses
penyembuhannya akan lebih cepat.
Pasien : Apa saya boleh makan makanan dari rumah sus ?
Perawat 3 : Maaf bu tidak boleh, selama proses pemulihan ibu hanya boleh makan
makanan dari rumah sakit sesuai dengan yang di anjurkan. Apakah ibu
sudah mengerti ?
Pasien : Iyah sus saya mengerti.
Perawat 3 : Ibu sebelum saya kembali ke ruangan, saya akan mengajarkan ibu untuk
latihan bergerak supaya badan ibu tidak kaku.
( Perawat mengajarkan mobilisasi posisi lateral sinistra dan dextra )
Perawat 3 : baik bu saya permisi dulu karena masih ada pekerjaan lain yang harus saya
selesaikan. Selamat beristirahat.
Pasien : Iya sus, terimakasih.
(Setelah perawat menjelaskan kepada pasien, perawatpun kembali ke ruangan. Setelah itu,
keesokan harinya datang perawat 1 mengantarkan makanan)
Perawat 1 : Selamat pagi Ibu Elsa.
Pasien : Pagi sus.
Perawat 1 : Ibu hari ini saya membawa sarapan pagi untuk ibu, habiskan yah bu.
Supaya ibu cepat sembuh dan bisa segera pulang.
Pasien : Iyah sus saya akan menghabiskannya.
Perawat 1 : Bapak, istrinya disuapin yah pak biar lahap makannya. Biar ibu juga cepat
sembuh.
Suami Pasien : Iya sus.
Perawat 1 : Baiklah kalau begitu saya akan kembali ke ruangan saya, permisi pak, bu.
Pasien : Iya sus, terimakasih.
(Keesokan harinya perawat 3 datang ke ruangan pasien untuk memberitahu bahwa pasien
sudah diperbolehkan pulang)
Perawat 3 : Ibu berhubung kondisi ibu sudah membaik, hari ini ibu sudah di
perbolehkan pulang atas izin dari dokter. Tapi, minggu depan ibu harus
kembali ke rumah sakit untuk mengecek bekas luka operasi ibu. Bagaimana
bu, apa ada pertanyaan lain?
Pasien : Tidak sus, saya mengerti.
Perawat 3 : Bapak, istrinya dijaga yah. Pola makannya di atur supaya istri bapak selalu
sehat.
Suami pasien : Baik sus, terimakasih.
Perawat 3 : Baik bu, kalau gitu saya permisi ke ruangan saya ya.
Pasien : Iya sus, terimakasih.