Anda di halaman 1dari 19

KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Definisi cairan tubuh


Cairan tubuh adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk yang
memiliki fungsi fisiologis tertentu. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air
( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Pengaturan keseimbangan cairan perlu
memperhatikan dua parameter penting, yaitu: volume cairan ekstrasel dan
osmolaritas cairan ektrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan
mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan
ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal
mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan urine
sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari
air dan garam tersebut. Tubuh manusia tersusun kira-kira 50%-60% cairan.

1. Prosentase cairan tubuh


Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan
tergantung beberapa hal antara lain :3
a. Umur
Cairan tubuh menurun dengan bertambahnya usia.
b. Kondisi lemak tubuh
Mengandung sedikit air, air tubuh menurun dengan peningkatan lemak
tubuh.
c. Jenis Kelamin
Wanita dewasa mempunyai jumlah cairan tubuh lebih sedikit dibanding
pada pria, kerena jumlah lemak dalam tubuh wanita dewasa lebih banyak
dibandingkan dengan pria.

Jumlah normal air pada tubuh manusia :


a. Bayi (baru lahir): 75 % Berat Badan
b. Dewasa :
Wanita dewasa (20-40 tahun): 50 - 55% Berat Badan
Pria dewasa (20-40 tahun): 55 - 60% Berat Badan
Usia lanjut : 45-50% Berat Badan
2. Fungsi Cairan
a. Pelarut universal
1) Senyawa bergerak lebih cepat dan mudah
2) Berperan dalam reaksi kimia.
Contoh: Glukosa larut dalam darah dan masuk ke sel
3) Sebagai medium untuk reaksi metabolisme dalam sel
4) Transport nutrient, membersihkan produk metabolisme dan substansi
lain
b. Pengaturan suhu tubuh
1) Mampu menyerap panas dalam jumlah besar

1
2) Membuang panas dari jaringan yang menghasilkan panas
Contoh: Otot-otot selama excercise
c. Pelicin
1) Mengurangi gesekkan (sebagai pelumas)
d. Reaksi-reaksi kimia
1) Pemecahan karbohidrat
2) Membentuk protein
e. Pelindung
1) Cairan Cerebro-spinal, cairan amniotic

3. Komposisi Cairan Tubuh


Cairan tubuh berisikan:3
a. Oksigen yang berasal dari paru-paru
b. Nutrien yang berasal dari saluran pencernaan
c. Produk metabolisme seperti karbondiokasida
d. Ion-ion yang merupakan bagian dari senyawa atau molekul yang disebut
juga elektrolit. Seperti misalnya sodium klorida dipecah menjadi satu ion
Natrium atau sodium (Na+) dan satu ion klorida (Cl-). Ion yang
bermuatan positif disebut kation, sedangkan yang bermuatan negatif
disebut anion

Cairan tubuh berada pada dua kompartemen yaitu Cairan Intraselular (CIS)
dan Cairan Ektraselular (CES)3,6
a. Cairan Intraselular
Cairan intrasel merupakan cairan yang berada dalam sel di seluruh tubuh.
Cairan ini berfungsi sebagai media penting dalam proses kimia. Jumlahnya
sekitar 2/3 dari jumlah cairan tubuh atau 40% dari berat badan. Elektrolit kation
terbanyak adalah K+, Mg+, sedikit Na+. Elektolit anion terbanyak adalah HPO42-,
protein-protein, sedikit HCO3-, SO42-, Cl-
b. Cairan Ekstrasel
Cairan ekstrasel merupakan cairan yang berada diluar sel, jumlahnya sekitar
1/3 dari total cairan tubuh atau sekita 20% dari berat badan. Cairan ekstrasel
berperan dalam transport nutrient, elektrolit dan okseigen ke sel dan
membersihkan hasil metabolisme untuk kemudian dikeluluarkan dari tubuh,
regulasi panas, sebagai pelumas pada persendian dan membran mukosa,
penghancuran makanan dalam proses pencernaan.
Cairan ekstrasel terdiri dari:
1) Cairan interstisial
Cairan Interstisial merupakan cairan yang berada disekitar sel
misalnya cairan limfe, jumlahnya sekitar 10%-15% dari cairan ekstrasel.
Relatif terhadap ukuran tubuh, volume ISF adalah sekitar 2 kali
lipat pada bayi baru lahir dibandingkan orang dewasa.
2) Cairan intravaskuler

2
Cairan Intravaskuler adalah cairan yang terkandung dalam pembuluh
darah misalnya plasma, jumlahnya sekitar 5% dari cairan ekstrasel. Hingga
saat ini belum ada alat yang tepat/pasti untuk mengukur jumlah darah
seseorang, tetapi jumlah darah tersebut dapat diperkirakan sesuai dengan
jenis kelamin dan usia, komposisi darah terdiri dari kurang lebih 55%plasma,
dan 45% sisanya terdiri dari komponen darah seperti sel darah merah, sel
darah putih dan platelet.
3) Cairan transelular
Cairan Transelular merupakan cairan yang berada pada ruang
khusus seperti cairan serebrospinalis, perikardium, pleura, sinova, air mata,
intaokuler dan sekresi lambung, jumlahnya sekitar 1%-3%.
Didalam cairan ekstrasel terdapat elektrolit kation terbanyak Na+, sedikit K+,
Ca2+, Mg2+ serta elektrolit anion terbanyak Cl- , HCO3-, protein pada plasma,
sedikit HPO42-SO42-.

Human Bod:
1. Tissue (40%)
2. Fluid (60%)
Ekstraseluler (20%)
Intraselular (40%) -> Interstisial (10-15%), Intravaskluler (5%),
dan Traseluler (1-3%)

4. Tekanan Cairan
Perbedaan lokasi antara di interstisial dan pada ruang vaskuler
menimbulkan tekanan cairan yaitu tekanan hidrostatik dan tekanan onkotik atau
osmotik koloid.
a. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang disebabkan karena volume
cairan dalam pembuluh darah akibat kerja dari organ tubuh.
b. Tekanan onkotik merupakan tekanan yang disebabkan karena plasma
protein.
Perbedaan tekanan kedua tersebut mengakibatkan pergerakan cairan. Misalnya
terjadinya filtrasi pada ujung arteri, tekanan hidrostatik lebih besar dari tekanan
onkotik sehingga cairan dalam vaskuler akan keluar menuju interstisial.
Sedangkan pada ujung vena pada kapiler, tekanan onkotik lebih besar sehingga
cairan dapat masuk dari ruang interstisial ke vaskuler. Pada keadaan tertentu,
dimana serum protein rendah, tekanan onkotik menjadi rendah atau kurang
maka cairan akan di absorpsi ke ruang vaskuler.

5. Keseimbangan Cairan
a. Intake cairan dan output cairan3
Keseimbangan cairan terjadi apabila kebutuhan cairan atau
pemasukan cairan sama dengan cairan yang dikeluarkan.

3
1) Intake cairan
Pada keadaan suhu dan aktivitas yang normal rata-rata pada
orang dewasa minum antara 1300-1500 ml perhari, sedangkan
kebutuhan cairan tubuh sekitar 2600ml, sehingga kekuarangan 1100-
1300 ml. kekurangan cairan tersebut diperoleh dari pencernaan makanan
sayur-sayuran mengandung 90% air, buah-buahan 85% dan daging 60%
air. Kekurangan cairan dapt diperoleh dari makanan dan oksidasi selama
proses pencernaan makan
Intake cairan meliputi:
Minum : 1300 ml
Pencernaan makanan : 1000 ml
Oksidasi metabolik : 300 ml
Jumlah : 2600 ml
Kebutuhan Intake cairan berdasarkan umur dan berat badan:
No Umur BB(KG) Kebutuhan Cairan
1 3 hari 3 250-300
2 1 tahun 9,5 1150-1300
3 2 tahun 11,8 1350-1500
4 6 tahun 20 1800-2000
5 10 tahun 28,7 2000-2500
6 14 tahun 45 2200-2700
7 18 tahun 54 2200-2700

2) Output Cairan
Kehilangan cairan dapat melalui 4 (empat) rute yaitu:3
a) Urine
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui
tractus urinariusmerupakan proses output cairan tubuh yang
utama. Dalam kondisi normaloutput urine sekitar 1400-1500 ml
per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam.Pada orang dewasa. Pada
orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap
harinya, bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi
urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankankeseimbangan
dalam tubuh.
b) Keringat
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas, respon
ini berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum
tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit.besarnya
tergantung dari aktivitas, jumlahnya 0-500 ml
c) Insensible water loss (IWL)
IWL merupakan pengeluaran cairan yang sulit diukur, pengeluaran ini melalui
kulit dan paru-paru/pernapasan. Jumlahnya sekitar 1000-1300ml. keadaan

4
demam dan aktivitas meningkatkan metabolisme dan produksi panas,
sehingga meningkatkan produksi cairan pada kulit dan pernapasan.
d) Feses
Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari, yang
diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon)

Pengeluaran cairan meliputi:


Ginjal : 1500 ml
Melalui keringat : 0-500 ml
Insensible water loss (IWL):

Kulit : 600-900 ml
Paru-paru : 400 ml
Feses : 100 ml
Jumlah : 2600-2900 ml

b. Pengaturan Keseimbangan Cairan


Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, ada beberapa mekanisme tubuh
diantaranya:
1) Rasa Haus
Pusat rasa haus berada pada hypotalamus dan diaktifkan oleh peningkatan
osmolaritas cairan ekstarsel. Dapat juga disebabkan karena hipotensi, poliuri
atau penurun volume cairan. Rasa haus merupakan manifestasi klinik dari
ketidakseimbangan cairan, sehingga merangsang individu untuk minum.
2) Pengaruh Hormonal
Ada 2 jenis hormon yang berperan dalam keseimbangan cairan yaitu Antidiuretik
Hormon (ADH) dan Aldosteron.
a) Hormon ADH
ADH dihasilkan Ihipotalamus yang kemudian disimpan pada hipofisis posterior.
ADH disekresi ketika terjadi peningkatan serum protein, peningkatan osmolaritas,
menurunnya volume CES, latihan/aktivitas yang lama, stress emosional, trauma.
Meningkatkan ADH berpengaruh pada peningkatan reabsorpsi cairan pada
tubulus ginjal. Reaksi mekanisme haus dan hormonal merupakan reaksi cepat
jika terjadi deficit cairan. Faktor yang menghambat produksi ADH adalah
hipoosmolaritas, meningkatnya volume darah, terpapar dingin, inhalasi CO2 dan
pemberian antidiuretik.

5
b) Hormon aldosteron
Hormon ini dihasilkan oleh korteks adrenal dengan fungsinya meningkatkan
reabsorpsi sodium dan meningkatkan sekresi dari ginjal. Sekresi aldosteron
distimulasi yang utama oleh sistem renin-angotensin I. angiotensin I selanjutnya
akan diubah menjadi angiotensin II. Sekresi aldosteron juga distimulasi oleh
peningkatan potasium dan penurunan konsentrasi sodium dalam cairan
interstisial dan adrenocortikotropik hormon (ACTH) yang diproduksi oleh pituitary
anterior. Ketika menjadi hipovolemia, maka terjadi tekanan darah arteri menurun,
tekanan darah arteri pada ginjal juga menurun, keadaan ini menyebabkan
tegangan otot arteri afferent ginjal menurun dan memicu sekresi renin. Renin
menstimulasi aldostreon yang berefek pada retensi sodium, sehingga cairan
tidak banyak keluar melaui ginjal.
3) Sistem Limpatik
Plasma protein an cairan dari jaringan tidak secara langsung direaksorpsi
kedalam pembuluh darah. Sistem limpatik berperan penting dalam kelebihan
cairan dan protein sebelum masuk dalam darah.
4) Ginjal
Ginjal mempertahankan volume dan konsentrasi cairan dengan filtrasi CES di
glomerulus, sedangkan sekresi dan reabsorpsi cairan terjadi di tubulus ginjal.
5) Persarafan
Mekanisme persarafan juga berkontribusi dalam keseimbangan cairan dan
sodium. Ketika terjadi peningkatan volume cairan CES, mekanoreseptor
merespon pada dinding atrium kiri untuk distensi atrial dengan meningkatkan
stroke volume dan memicu respons simpatetik pada ginjal untuk pelepasan
aldosteron oleh korteks adrenal.

6. Konsentrasi Cairan Tubuh3,6


a. Osmolaritas
Osmolaritas adalah konsentrasi larutan atau partikel terlarut per liter
larutan,diukur dalam miliosmol. Osmolaritas ditentukan oleh jumlah partikel
terlarut per kilogram air. Dengan demikian osmlaritas menciptakan tekanan
osmotik sehingga mempengaruhi pergerakan cairan. Jika terjadi penurunan
osmolaritas CES maka terjadi pergerakan air dari CES ke CIS,sebaliknya jika
terjadi penurunan osmolaritas CES maka terjadi pergerakan dari CIS ke CES.
Partikel yang berperan dalam osmolaritas adalah sodium atau natrium,urea,dan
glukosa.
b. Tonisitas
Tonisitas merupakan osmolaritas yang menyebabkan pergerakan air dari
kompartemen ke kompartemen yang lain. Ada beberapa istilah yang tekait
dengan tonisitas yaitu :

6
1) Larutan isotonik yaitu larutan yang mempunyai osmolaritas sama efektifnya
dengan cairan tubuh.
2) Larutan hipertonik yaitu larutan yang mempunyai osmolaritas efektif lebih
besar dari cairan tubuh.
3) Larutan hipotonik yaitu larutan yang mempunyai osmolaritas efektiflebih
kecil dari cairan tubuh,mengandung lebih sedikit natrium dan klorida daripada di
plasma.

7. Pertukaran Cairan Tubuh


Pertukaran cairan tubuh terjadi karena danya pergerakan cairan antara
kompartemen. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi cairan.
Pertukaran cairan tubuh terjadi melalui proses difusi,osmosis,dan filtrasi dan
transport aktif.3,6
a. Difusi
Gerakan partikel dari larutan maupun gas secara acak dari area dengan
konsentrasi tinggi ke area dengan konsentrasi rendah. Proses difusi terjadi
ketika partikel melewati lapisan yang tipis. Kecepatan difusi ditentukan oleh
ukuran molekul,konsentrasi larutan dan suhu larutan. Semakin besar molekul
kecepatannya berkurang. Meningkatnya temperature akan meningkatkan
pergerakan molekul dan mempercepat difusi.
b. Osmosis
Gerakan air yang melewati membran semipermeabel dari area yang
berkonsentrasi rendah ke area dengan berkonsentrasi tinggi. Pergerakan cairan
dalam proses osmosis tidak terlepas adanya tekanan osmotik dan tekanan
onkotik. Proses osmotic tidak terlepas dari adanya osmolaritas cairan dan
tonisitas.
c. Filtrasi
Gerakan cairan dari area yang mepunyai tekanan hidrostatik tinggi ke area yang
bertekanan hidrostatik rendah
d. Transport Aktif
Perpindahan partikel terlarut melalui membran sel dari konsentrasi rendah ke
daerah dengan konsentrasi tinggi dengan menggunakan energi. Proses ini
sangat penting dalam keseimbangan cairan intrasel dan ekstrasel terutama
dalam perbedaan kadar sodium dan potassium. Untuk mempertahankan porposi
ion tersebut diperlukan mekanisme pompa sodium-potasium,dimana potassium
akan masuk dalam sel dan sodium keluar sel.

8. Gangguan atau Masalah dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan3


a. Hipovolume atau dehidrasi
Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan
kelebihan pengeluaran cairan. Tubuh akan merespons kekurangan cairan tubuh
dengan mengosongkan cairan vaskular. Sebagai kompensasi akibat penurunan
cairan interstisial, tubuh akan mengalirkan cairan keluar sel. Ada tiga macam
kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi, yaitu:

7
1) Dehidrasi isotonik, terjadi jika kehilangan sejumlah cairan dan elektrolitnya
yang seimbang.
2) Dehidrasi hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak
daripada elektrolitnya.
3) Dehidrasi hipotonik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya
daripada air.
Kehilangan cairan ekstrasel yang berlebihan akan menyebabkan volume
ekstrasel berkurang (hipovolume). Pada keadaan ini, tidak terjadi perpindahan
cairan daerah entrasel ke permukaan, sebab osmolaritasnya sama. Jika terjadi
kekurangan cairan ekstrasel dalam waktu yang lama, maka kadar urea, nitrogen,
serta kreatinin akan meningkat dan menyebabkan terjadinya perpindahan cairan
intrasel ke pembuluh darah. Macam dehidrasi (kurang volume cairan)
berdasarkan derajatnya:
Dehidrasi berat
a. Pengeluaran/kehilangan cairan 4-6 L
b. Serum natrium 159-166 mEq/Lt
c. Hipotensi
d. Turgor kulit buruk
e. Oliguria
f. Nadi dan pernapasan meningkat
g. Kehilangan cairan mencapai > 10%BB
Dehidrasi sedang
a Kehilangan cairan 2-4 L atau antara 5-10%BB
b Serum natrium 152-158mEq/Lt
c Mata cekung
Dehidrasi ringan
a. Kehilangan cairan mencapai 5%BB
b. Pengeluaran cairan tersebut sekitar 1,5-2 L

b. Hipervolume atau overhidrasi


Terdapat dua menifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu
hipervolume (peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada
interstisial). Normalnya cairan interstisial tidak terikat dengan air, tetapi elastis
dan hanya terdapat di antar jaringan. Keadaan hiperolume dapat menyebabkan
pitting edema, merupakan edema yang berada di daerah perifer atau akan
mencekung setelah ditekan pada daerah yang bengkak. Hal ini disebabkan
karena perpindahan cairan ke jaringan melalui titik tekanan. Cairan dalam
jaringan yang edema tidak digerakkan ke permukaan lain dengan penekanan
jari. Nonpitting edema tidak menunjukkan tanda kelebihan cairan ekstrasel, tetapi
sering karena infeksi dan trauma yang menyebabkan engumpulan membekunya
cairan ke permukaan jaringan. Kelebihan cairan vaskular dapat meningkatkan
hidrostatik cairan dan akan menekan cairan kepermukaan interstisial, sehingga
menyebabkan edema anasarka (edema yang terdapat di seluruh tubuh).

8
Peningkatan tekanan hidrostatik yang besar dapat menekan sejumlah
cairan hingga ke membran kapiler paru-paru, sehingga menyebabkan edema
paru-paru dan dapat mengakibatkan kematian. Manifestasi edema pru-paru
adalah penumpukan sputum, dispnea, batuk dan suara ronkhi. Keadaan edema
ini disebabkan oleh gagal jantungyang mengakibatkan peningkatan penekanan
pada kapiler darah paru-paru dan perpindahan cairan ke jaringan paru-paru.

Prinsip Kebutuhan Cairan Pada Ibu Hamil7


a. Jumlah masukan cairan yang direkomendasikan dalam sehari adalah
sekitar 6-8 gelas (1500-2000 ml).
b. Pada wanita hamil kebutuhan air akan meningkat sampai 10-12 gelas
perhari. atau paling tidak minum setiap 15 menit sekali.
c. Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketuban.
d. Jika mual-mual dan muntah di trimester pertama tidak diimbangi dengan
usaha memasukkan kembali makanan dan minuman, maka terjadi
dehidrasi.

Air
Dalam keadaan normal kita membutuhkan 8 gelas per hari. Untuk wanita
hamil kebutuhan ini jadi meningkat karena wanita hamil cenderung mudah
berkeringat dan buang air. Pada wanita hamil kebutuhan air akan meningkat
sampai 10-12 gelas per hari. Dalam hal ini air berguna untuk memenuhi
kebutuhan cairan bagi janin. Misalnya, cairan ketuban dan cairan dalam darah.7

Cairan
Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketuban.
Minum setidaknya 6 hingga 8 gelas setiap harinya. Mengurangi asupan cairan
tidak akan mengurangi bengkak yang di alami. Akan tetapi dapat menyebabkan
kerusakan pada ginjal.7

Akibat malas minum menyebabkan dehidrasi


Cairan yang keluar dari tubuh, idealnya segera digantikan. Jika tidak,
tubuh bukan hanya sekadar kekurangan cairan, tetapi juga mengganggu daya
tahan tubuh. Yang akan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi ialah Kondisi tubuh
yang kekurangan cairan, akibat cairan yang keluar lebih banyak dari yang
masuk.
Tubuh kita mengandung sekitar 60% cairan. Setiap hari, sekitar 1,7 liter
cairan keluar dari tubuh melalui urin, sekitar 1 liter keluar melalui tinja, dan sekitar
satu liter keluar melalui keringat dan pernapasan.
Cairan yang diharapkan masuk, baik melalui minuman maupun makanan
berkuah, sekitar tiga liter per hari. Jika cairan yang keluar tidak diimbangi dengan
cairan yang masuk, maka terjadilah dehidrasi.7

Ibu hamil bisa dehidrasi

9
Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi. Jika mual-mual dan muntah di
trimester pertama tidak diimbangi dengan usaha memasukkan kembali makanan
dan minuman, maka terjadi dehidrasi.
Selain itu, selama hamil, kelenjar keringat bekerja lebih aktif, dan
pembuluh darah pada kulit juga membesar, sehingga tubuh ibu hamil selalu
banyak berkeringat. Lebih-lebih, bila ibu hamil yang bersangkutan banyak
berkegiatan di luar ruangan (out door) dan sering terpapar terik matahari.
Masalahnya, seringkali ibu hamil enggan minum karena malas pipis.
Padahal, dengan mengurangi jatah minum, tubuh jadi kekurangan cairan.7

Bahaya Dehidrasi pada ibu hamil


Kalau tidak segera ditangani, bisa berbahaya. Secara umum, kekurangan
cairan dalam tubuh akan mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan
elektrolit tubuh (senyawa yang larutannya merupakan penghantar arus listrik
dalam tubuh kita). Ini karena pengeluaran cairan tubuh disertai dengan
pengeluaran garam dan mineral.
Awalnya, mungkin hanya dehidrasi ringan yang ditandai dengan rasa
haus yang sangat, sehingga merangsang penderita untuk minum lebih banyak.
Tapi kalau rasa haus ini diabaikan, dehidrasi akan bertambah berat. Tanda-
tandanya, mata cekung dan kulit menjadi tidak elastis (bila dicubit, bekas cubitan
tidak cepat kembali). Kalau kondisi ini tidak segera dipulihkan, kesadaran akan
menurun, bahkan mengalami shock. Kondisi ini bisa mengakibatkan kematian.7

Akibat bagi janin


Kalau tubuh ibu hamil kekurangan cairan, ia akan mengalami
pengenceran darah (hemodilusi), yang membuat sirkulasi darah serta suplai
oksigen ke plasenta dan janin terganggu. Selain itu, dehidrasi yang disebabkan
diare, demam atau penguapan tubuh yang berlebihan, juga membuat
mekanisme pertahanan tubuh jadi terganggu.7

Pencegahan
Jaga jangan sampai tubuh kehausan serta jangan malas minum, apalagi
dengan alasan malas BAK.
Minum sesuai kebutuhan (8-12 gelas/hari), atau paling tidak minum setiap
15 menit sekali. Bentuknya bisa air putih, sari buah, jus atau buah-buahan serta
sayuran berkuah. Namun, sebaiknya tidak terlalu banyak minum minuman
bersoda, teh atau kopi, karena minuman ini mengandung kafein yang bersifat
diuretik (meningkatkan frekuensi buang air kecil).
Selain itu, bila ingin beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian yang
menyerap keringat, misalnya dari katun. Pakaian yang menyerap keringat bisa
membantu mengurangi penguapan tubuh.7

2.2 Definisi Elektrolit dan kebutuhan elektrolit

10
Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan
listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Elektrolit terdapat pada seluruh
cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung oksigen, nutrien, dan sisa metabolisme
(seperti karbondioksida), yang semuanya disebut ion. Beberpa jenis garam akan
dipecah menjadi elektrolit. Contohnya NaCl akan dipecah menjadi Na+ dan Cl-.
Pecahan elektrolit tersebut merupakan ion yang dapat mengahantarkan arus
litrik. Elektrolit adalah substansi ion-ion yang bermuatan listrik yang terdapat
pada cairan. Satuan pengukuran elektrolit menggunakan istilah milliequivalent
(mEq). Satu milliequivalent adalah aktivitass secara kimia dari 1 mg dari
hidrogen. 3
Ion-ion positif disebut kation. Contoh kation antara lain natrium, kalium,
kalsium, dan magnesium
ion-ion negatif disebut anion. Contoh anion antara lain klorida, bikarbonat,
dan fosfat.

a. Keseimbangan Elektrolit
Keseimbangan elektrolit sangat penting, karena total konsentrasi elektrolit akan
mempengaruhi keseimbangan cairan dan konsentrasi elektrolit berpengaruh
pada fungsi sel. Elektrolit berperan dalam mempertahankan keseimbangan
cairan, regulasi asam basa, memfasilitasi reaksi enzim dan transmisi reaksi
neuromuscular. Ada 2 elektrolit yang sangat berpengaruh terhadap konsentrasi
cairan intasel dan ekstrasel yaitu natrium dan kalium.3
1) Keseimbangan Natrium/sodium (Na+)
Natrium merupakan kation paling banyak pada cairan ekstrasel serta sangat
berperan dalam keseimbangan air, hantaran impuls saraf dan kontraksi otot. Ion
natrium didapat dari saluran pencernaan, makanan atau minuman kemudian
masuk ke dalam cairan ekstrasel melalui proses difusi. Pengeluaran ion natrium
melalui ginjal, pernapasan, saluran pencernaan dan kulit. Pengaturan
konsentrasi ion natrium dilakukan oleh ginjal, jika konsentrasi natrium serum
menurun maka ginjal akan mengeluarkan cairan sehingga konsentrasi natrium
akan meningkat. Sebaliknya jika terjadi peningkatan konsentrasi natrium serum
maka akan merangsang pelepasan ADH sehingga ginjal akan menahan air.
Jumlah normal 135-148 mEq/Lt
2) Keseimbangan kalium/potassium (K+)
Kalium adalah kation yang paling banyak pada intraseluler. Ion kalium 98%
berada pada cairan intasel, hanya 2% berada pada cairan ekstrasel. Kalium
dapat diperoleh melalaui makanan seperti daging, buah-buahan dan sayuran.
Jumlah normal 3,5-5,5 mEq/Lt.
3) Keseimbangan Kalsium (Ca2+)
Kalsium merupakan ion yang paling banyak dalam tubuh, terutama berikatan
dengan fosfor membentuk mineral untuk pembentukan tulang dan gigi. Diperoleh
dari reabsorpsi usus dan reabsorpsi tulang. Dikeluarkan melalui ginjal, sedikit
melalui keringat dan disimpan dalam tulang. Pengaturan konsentrasi kalsium
dilakukan hormon kalsitonin yang dihasilkan oleh kelnjar tiroid dan hormon

11
paratiroid. Jika kadar kalsium rendah maka hormon paratiroid dilepaskan
sehingga terjadi peningkatan reabsorpsi kalsium pada tulang dan jika terjadi
peningkatan kadar kalsium maka hormon kalsitonin dilepaskan untuk
menghambat reabsorpsi tulang. Jumlah normal 4-5mEq/Lt.3
4) Keseimbangan Magnesium (Mg2+)
Magnesium biasanya ditemukan pada cairan intrasel dan tulang, berperan dalam
metabolisme sel, sintesis DNA, regulasi neuromuscular dan fungsi jantung.
Sumbernya didapat dari makanan seperti sayuran hijau, daging dan ikan.
Magnesium Diabsorpsi dari usus halus, peningkatan absorpsi dipengaruhi oleh
vitamin D dan hormon paratiroid.
5) Keseimbangan Fosfor (PO4-)
Fosfor merupakan anion utama cairan intasel, ditemukan juga di cairan ekstrasel,
tulang, otot rangka dan jaringan saraf. Fosfor sangat berperan dalam berbagai
fungsi kimia, terutama fungsi otot, sel darah merah, metabolisme protein, lemak
dan karbohidrat, pembentukan tulang dan gigi, regulasi asam basa, regulassi
kadar kalsium. Di reabsorpsi dari usus halus dan banyak ditemukan dari
makanan daging, ikan dan susu. Disekresi dan reabsorpsi melalui ginjal.
Pengaturan konsentrasi fosfor oleh hormon paratiroid dan berhubungan dengan
kadar kalsium. Jika kadar kalsium meningkat akan menurunkan kadar fosfat
demikian sebaliknya. Jumlah normal sekitar 2,5-4,5 mEq/Lt.
6) Keseimbangan Klorida (Cl-)
Klorida merupakan anion utama pada cairan ekstrasel. Klorida berperan dalam
pengaturan osmolaritas serum dan volume darah bersama natrium, regulasi
asam basa, berperan dalam buffer pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam
sel darah merah. Disekresi dan direabsorpsi bersama natrium diginjal.
Pengaturan klorida oleh hormon aldosteron. Kadar klorida yang normal dalam
darah orang dewasa adalah 95-108mEq/Lt.3
7) Keseimbangan Bikarbonat
Bikarbonat berada di dalam cairan intrasel maupun di dalam ekstrasel dengan
fungsi utama yaitu regulasi keseimbangan asam basa. Disekresi dan
direabsorpsi oleh ginjal. Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam
karbonat dan suasana garam untuk menurunkan PH. Nilai normal sekitar 25-
29mEq/Lt.

b. Pengaturan dan Fungsi Elektrolit


Elektrolit Pengaturan Fungsi
Reabsorpsi dan sekresi Pengaturan dan distribusi volume cairan
ginjal ekstrasel
Sodium ( ) Aldosteron,meningkatkan Mempertahankan volume darah
reabsorpsi natrium di duktus Menghantarkan impuls saraf dan kontraksi
kolekting nefron otot
Sekresi dan konservasi Mempertahankan osmolaritas dan cairan
Potassium ( ) oleh ginjal intrasel
Aldosteron Transmisi saraf dan impuls elektrik

12
meningkatkan pengeluaran Pengaturan transmisi impuls jantung dan
Pemindahan dalam dan kontraksi otot
luar sel Pengaturan asam basa
Insulin membantu Kontraksi tulang dan otot polos
memindahkan ke dalam
sel dan luar sel,jaringan
yang rusak
Distribusi antara tulang Pembentukan tulang dan gigi
dan cairan ekstrasel Transmisi impuls saraf
Hormon paratiroid Pengaturan kontraksi otot
Kalsium ( )
meningkatkan serum Mempertahankan pace maker jantung
,kalsitonin menurunkan Pembekuan darah
kadar serum Aktivitas enzim pancreas,seperti lipase
Dipertahankan dan Metabolisme intrasel
dikeluarkan oleh ginjal Pmpa sodium-potasium
Magnesium (
Meningkan adsorpsi Relaksasi kontraksi otot
)
oleh vitamin D dan hormon Transmisi impuls saraf
paratiroid Pengaturan fungsi jantung
Pengeluran dan Produksi HCl
reabsorpsi bersama sodium Pengaturan keseimbangan cairan ekstrasel
dalam ginjal dan volume vaskuler
Klorida ( )
Aldosteron Keseimbangan asam-basa
meningkatkan adsorpsi
klorida dengan sodium
Eksresi dan reabsorpsi Pembentukan tulang dan gigi
oleh ginjal Metabolism karbohidrat,lemak,dan protein
Paratiroid hormon Metabolisme seluler produksi ATP dan DNA
Pospat ( )
menurunkan kadar serum Fungsi otot,saraf,dan sel darah merah
dengan meningkatkan Pengaturan asam-basa
sekresi ginjal Pengaturan kadar kalsium
Eksresi dan reabsorpsi Buffer utama dalam keseimbangan asam-
Bikarbonat (
oleh ginjal basa
)
Pembentukan oleh ginjal

Jenis Cairan Elektrolit


Cairan elektrolit adalah cairan saline atau cairan yang memiliki sifat bertegangan
tetap. Cairan saline terdiri atas cairan isotonik, hipotonik, dan hipertonik.
Konsentrasi isotonik disebut juga normal saline yang banyak dipergunakan.
Contohnya:3
a. Cairan Ringers, terdiri atas: Na+, K+, Cl-, dan Ca2+
b. Cairan Ringers Laktat, terdiri atas: Na+, K+, Mg2+, Cl-, Ca2+, dan HCO3-
c. Cairan Buffers, terdiri atas: Na+, K+, Mg2+, Cl-, dan HCO3-

Gangguan/Masalah Kebutuhan Elektolit3

13
a. Hiponatremia
Hiponatremia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam
plasma darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang
dari 135 mEq/Lt, mual, muntah dan diare.
b. Hipernatremia
Hipernatremia merupakan suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma
tinggi yang ditandai dengan addanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit
buruk dan permukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering dan
kemerahan, konvulsi, suhu badan naik, serta kadar natrium dalam plasma lebih
dari 145 mEq/Lt. kondisi demikian dapat disebabkan oleh dehidrasi, diare, dan
asupan, air yang berlebihan sedangkan asupan garamnya sedikit.
c. Hipokalemia
Hipoklemia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah.
Hipokalemia ini dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien
yang mengalami diare yang berkepanjangan dan juga ditandai dengan lemahnya
denyut nadi, turunnya tekanan darah, tidak nafsu makan dan muntah-muntah,
perut kembung, lemah dan lunaknya otot, denyut jantung tidak beraturan
(aritmia), penurunan bising usus, kadar kalium plasma menurun kurang dari 3,5
mEq/L.
d. Hiperkalemia
Hiperkalemia merupakan suatu keadaan di mana kadar kalium dalam darah
tinggi, sering terjadi pada pasien luka bakar, penyakit ginjal, asidosis metabolik,
pembe:rian kalium yang berlebihan melalui intravena yang ditandai dengan
adanya mual, hiperaktivitas sistem pencernaan, aritmia, kelemahan, jumlah urine
sedikit sekali, diare, adanya kecemasan dan irritable (peka rangsang), serta
kadar kalium dalam plasma mencapai lebih dari 5 mEq/L.
e. Hipokalsemia
Hipokalsemia me:rupakan keekurangan kadar kalsium dalam plasma darah yang
ditandai de:ngan adanya kram otot dan kram perut, kejang, bingung, kadar
kalsium dalam plasma kurang dari 4,3 mEq/L dan kesemutan pada jari dan
sekitar mulut yang dapat disebabkan oleh pengaruh pengangkatan kelenjar
gondok atau kehilangan sejumlah kalsium karena sekresi intestinal.
f. Hiperkalsemia
Hiperkalsemia merupakan suatu ke;adaan kelebihan kadar kalsium dalam darah
yang dapat terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok
dan makan vitamin D secara berlebihan, ditandai dengan adanya nyeri pada
tulang, relaksasi otot, batu ginjal, mual-mual, koma, dan kadar kalsium dalam
plasma lebih dari 4,3 mEq/L.
g. Hipomagnesia
Hipomagnesia merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah yang
ditandai dengan adanya iritabilitas, tremor, kram pada kaki dan tangan, takikardi,
hipertensi, disorientasi dan konvulsi. Kadar magnesium dalam darah kurang dari
1,3 mEq/L.
h. Hipermagnesia

14
Hipermagnesia merupakan kondisi kelebihan kadar magnesium dalam darah
yang ditandai dengan adanya, koma, gangguan pernapasan, dan kadar
magnesium lebih dari 2,5 mEq/L.

1. Kebutuhan kalsium pada ibu hamil8

Kebutuhan Kalsium
Asupan yang dianjurakan untuk ibu hamil usia > 25 th = 1200 mg/ hari
Ibu hamil usia < 25 th = 800 mg/ hari
Kebutuhan kalsium dapat dipenuhi dengan 1 gelas susu tiap hari dan
variasi makanan sehari-hari

Fungsi Kalsium
Pembentukan tulang janin
Pembentukan gigi janin
Mencegah pengeroposan tulang
Mencegah hipertensi kehamilan
Mencegah sesak nafas/ asma (alergi)

Kekurangan Kalsium
Nyeri pada tulang saat kehamilan
Pengeroposan tulang (osteoporosis)
Hipertensi kehamilan

2. Kebutuhan Potasium pada ibu hamil9


Sekitar 2 miligram. Kebutuhan yang hanya sedikit ini dapat dipenuhi dari
aneka jenis bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Di dalam tubuh, potasium biasanya bekerja sama dengan sodium atau
natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan
tubuh. Kedua zat gizi itu bekerja sama karena selama masa kehamilan,
volume cairan tubuh akan meningkat sekitar 50%, sehingga lebih encer.
Bila keseimbangan elektrolit ini terus terjaga, maka berbagai proses
metabolisme (produksi) di dalam tubuh selama proses kehamilan dapat
berjalan lancar.
Sebagai contoh adalah pengontrolan denyut jantung, yang proses
penghantaran pesannya dari otak ke jantung dibantu oleh potasium.
Bersama sodium, potasium menjaga fungsi dan kerja otot jantung,
sehingga kerja jantung yang meningkat dalam memompa darah untuk
memenuhi kebutuhan tubuh ibu hamil dan janin, bisa berlangsung dengan
baik.

15
1. Kebutuhan Natrium pada ibu hamil10
National Research Council of The National Academy of Sciences
merekomendasikan konsumsi natrium per hari sebanyak 1.100-3.300 mg.
Jumlah tersebut setara dengan -1 sendok teh garam dapur per hari.
Untuk orang yang menderita hipertensi, konsumsi natrium dianjurkan
tidak lebih dari 2.300 mg perhari. Jumlah tersebut sama dengan 6 gram
NaCl atau lebih kurang satu sendok teh garam dapur. American Heart
Association (AHA) merekomendasikan konsumsi Na bagi orang dewasa
tidak lebih dari 2.400 mg/hari, yaitu setara dengan satu sendok teh garam
dapur sehari. Menurut United StatesDepartment of Agriculture (USDA),
rata-rata kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 2.400 mg dalam sehari, kira-
kira setara dengan satu sendok teh.
Pengaruh kelebihan dan kekurangan :
Kebutuhan tubuh akan natrium telah banyak diteliti oleh ilmuwan yang
bergerak di bidang gizi dan kesehatan. Kita memerlukan minimum 200-
500 miligram natrium setiap hari untuk menjaga kadar garamdalam darah
tetap normal, yaitu 0,9 persen dari volume darah di dalam tubuh.Dalam
tubuh kita terdapat sistem otonom untuk mengatur keseimbangan kadar
natrium di dalam darah. Jika kadar natrium terlalu tinggi, otak akan
mengirimkan sinyal rasa haus dan mendorong kita untuk minum. Selain
itu, jika sensor dalam pembuluh darah dan ginjal mengetahui adanya
kenaikan tekanandarah dan sensor di jantung menemukan adanya
peningkatan volume darah, ginjal dirangsang untukmengeluarkan lebih
banyak natrium dan air kencing, sehingga mengurangi volume darah.Jika
kadar natrium terlalu rendah, sensor dalam pembuluh darah dan ginjal
akan mengetahui bila volumedarah menurun dan memacu reaksi rantai
yang berusaha untuk meningkatkan volume cairan dalamdarah. Kelenjar
adrenal akan mengeluarkan hormon aldosteron, sehingga ginjal menahan
natrium.Sementara itu, kelenjar hipofisa mengeluarkan hormon
antidiuretik, sehingga ginjal menahan air.Penahanan natrium dan air
menyebabkan berkurangnya pengeluaran air kencing, yang pada
akhirnya akan meningkatkan volume darah dan tekanan darah kembali ke
normal. Sensitivitas seseorang terhadap kadar natrium dalam darah
berbeda-beda. Umumnya, semakin bertambah usia seseorang, semakin
bertambah tingkat sensitivitasnya. Kurangnya konsumsi natrium dapat
menyebabkan volume darah menurun yang membuat tekanan darah
menurun, denyut jantung meningkat, pusing, kadang-kadang disertai
kram otot, lemas, lelah, kehilangan selera makan, daya ingat menurun,
daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan
penglihatan, rambut tidak sehat dan terbelah ujungnya, serta
terbentuknya bercak-bercak putih di kuku.

2. Kebutuhan Magnesium pada ibu hamil11


Kebutuhan magnesium

16
a. wanita hamil berusia 19-30 tahun: 350 mg
b. wanita hamil berusia di atas 31 tahun: 360 mg.
Namun, dosis harian di atas hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan dasar saja, dan bukan untuk mencapai kesehatan yang
optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan suplemen magnesium
tambahan untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan cukup
magnesium.

Pentingnya Suplemen Magnesium

Survei terbaru menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak


mendapatkan jumlah magnesium harian yang direkomendasikan dalam
diet mereka.
Meskipun kekurangan ini tidak cukup parah untuk menyebabkan
gejala tertentu, jumlah magnesium yang tidak memadai dalam makanan
dapat memengaruhi kesehatan dan meningkatkan risiko terkena penyakit
jantung dan osteoporosis.

Fungsi Magnesium

Magnesium penting untuk memperlancar metabolisme dalam


tubuh. Magnesium membantu tubuh memecah dan menggunakan
karbohidrat, lemak, protein, serta beberapa mineral termasuk kalsium,
seng, dan tembaga.
Magnesium merilekskan pembuluh darah dan membantu
menurunkan tekanan darah. Magnesium dapat membantu mencegah
aritmia (irama jantung abnormal) dan mengurangi timbulnya migren.
Magnesium sangat penting untuk kesehatan tulang, sehingga
defisiensi magnesium dapat menyebabkan osteoporosis. Magnesium
juga penting untuk fungsi otot. Kadar magnesium yang tidak mencukupi
bisa menyebabkan kram otot.

Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit


Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh antara lain :3
a. Umur
Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia, karena usia akan
berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan. Infant
dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan
dibanding usia dewasa. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan
cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.
b. Iklim

17
Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban
udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit
melalui keringat. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang
panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.
c. Diet
Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. Ketika intake
nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga
akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya
sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan
menyebabkan edema.
d. Stress
Stress dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahan
glykogen otot. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air
sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah
e. Kondisi Sakit
Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh. Misalnya :
Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui
IWL.
Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses
regulator
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan
pemenuhan intake
cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri.
f. Tindakan Medis
Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh seperti : suction, nasogastric tube dan lain-lain.
g. Pengobatan
Pengobatan seperti pemberian deuretik, laksative dapat berpengaruh pada
kondisi cairan dan elektrolit tubuh.
h. Pembedahan
Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, dikarenakan kehilangan
darah selama pembedahan.

18
BAB III

KESIMPULAN

Cairan dan elektrolit pada masa kehamilan sangat penting dipertahankan,


karena pada awal kehamilan sering mengalami mual dan muntah serta diare
yang berakibat pada kekurangan cairan dan elektrolit. Perasaan mual dan
muntah pada awal kehamilan disebabkan karena peningkatan hormon human
Chorionic Gonadotropin ( hCG). Selama kehamilan sekitar 500-900 mEq sodium
dipertahankan untuk kebutuhan fetus. Untuk mencegah pengeluaran sodium
yang berlebihan, ginjal meningkatkan reabsorpsi tubular.
Pada ibu hamil sering disertai penimbunan cairan pada ekstremitas
bawah karena terhambatnya aliran darah sehingga menyebabkan filtrasi
glomerulus rate menurun,hal ini menyebabkan edema.
Jumlah masukan cairan yang direkomendasikan dalam sehari adalah
sekitar 6-8 gelas (1500-2000 ml).
a. Pada wanita hamil kebutuhan air akan meningkat sampai 10-12 gelas per
hari. atau paling tidak minum setiap 15 menit sekali.
b. Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketubah.
c. Jika mual-mual dan muntah di trimester pertama tidak diimbangi dengan
usaha memasukkan kembali makanan dan minuman, maka terjadi dehidrasi.

19