Anda di halaman 1dari 27

ANGGOTA KELOMPOK

ARINI KURNIA
ATIKAH RIANI
IRMA FITRIANI
AYU OKTA RINI
YOVI HENDRA

PSORIASIS
KELOMPOK 9

DEFENISI

Psoriasis merupakan penyakit inflamasi


kronik yang umumnya terjadi dan ditandai
oleh kekambuhan yang lebih parah serta
pengurangan kekebalan kulit, eritema, dan
pengelupasan plak.

BAGIAN TUBUH YANG SERING


TERKENA PSORIASIS

ETIOLOGI
Faktor genetik

Faktor
Lingkungan

cuaca, stress,
alkohol,
merokok,infeksi
dan trauma

GEJALA
gatal ringan pada tempattempat predileksi
bercak-bercak eritema yang
meninggi (plak) dengan skuama
Trauma pada kulit
kelainan kuku yang agak khas

PATOFISIOLOGI
Signal I
(Antigen dikenali oleh
APC)

Signal II
(Kostimulasi
interaksi permukaan)

Aktivasi sel T
Migrasi sel T
( dari nodus limfa dan aliran
darah ke epidermis)

Sekresi sitokin
Abnormal Proliferasi sel
epidermis
Psoriasis
(Eritema, Sisik)

GAMBAR

0 = none

1 = minimal

2 = mild

3 = moderate

4 = severe

5 = very severe

TERAPI

TERAPI NON
Adalimumab
FARMAKOLOGI

Emolien
Balneoterapi
Paparan uV B

TERAPI BIOLOGI

Infliksimab
Etanercept
Adalimumab

TERAPI
FARMAKOLOGI

TOPIKAL

SISTEMIK

Lini Pertama :
Keratolitik
Kortikosteroid
Analog Vit D
Tazaroten

Lini Pertama :
Acitretin

Lini Kedua :
Ter Batubara
Antralin

Lini Kedua :
Siklosporin
Metotreksat
Takrolimus
Mikofenolat Mofetil
Sulfasalazin

TERAPI BIOLOGI

RUJUKAN

Joseph T. DiPiro, et al. 2005.


Pharmacotherapy: A Pathophysiologic
Approach, Sixth Edition. MCGRAW-HILL
Medical Publishing Division

TERIMA KASIH

KASUS

Seorang laki laki, 41 tahun datang ke poli klinik rawat


jalan IKKK RS Dr. M. Djamil Padang, September 2004
dengan keluhan bercak merah dan bersisik tebal, gatal
pada hampir seluruh badan sejak 3 tahun yang lalu,
Berobat ke Dokter tapi tidak ada perubahan. Tidak ada
keluarga menderita penyakit yang sama. Keadaan
umum baik. Pada pemeriksaan terdapat plak eritem
dengan skuama tebal, ukuran plakat pada hampir
seluruh tubuh.
Skor PASI 30,4. Pemeriksaan darah rutin dan kimia
darah dalam batas normal.
Pada pemeriksaan histopatologi ditemukan akantosis,
papilomatosis, vasodilatasi pembuluh darah dan
infiltrasi limfosit.

Pasien di terapi dengan metotreksat 3 x 2,5


mg sekali seminggu. Setelah 2 minggu gatal
dan skuama berkurang. Setelah 8 minggu
terdapat perbaikan yang signifikan. Skor PASI
3,2, Lesi sebagian besar hanya berupa
makula hipopigmentasi. Pada pemeriksaan
histopatologi terdapat lapisan epitel gepeng
dengan rete rigdes mendatar. tidak di
temukan tanda-tanda psoriasis. Metotreksat
di tape ring off 2 x 2,5 mg selama 4 minggu.

Signal I
(Anntigen dikenali oleh
APC)

Signal II
(Kostimuasi
interaksi permukaan)

Aktivasi sel T

Emolien,
Keratolitik
Analog Vit.
D,Antralin,
Acitretin
Emolien,
Keratolitik

Migrasi sel T
( dari nodus limfa dan aliran
darah ke epidermis

Sekresi sitokin
Abnormal Proliferasi sel
epidermis
Psoriasis
(Eritema, Sisik)

TERAPI TOPILKAL LINI PERTAMA


Keratolitik
keratolitk membantu pengelupasan kulit
dan mengurangi hiperkeratosis
Contoh : asam salisilat 2 sampai 10 % dalam
bentuk gel dan losio

Kortikosteroid
Menginhibisi fospolipase.
Kortikosteroid topikal digunakan 2-4 kali
sehari selama terapi jangka panjang.
Contoh : hidrokortison 1%

Analog vit. D
Menginhibisi diferensiasi dan proliferasi
keratinosit.
Contoh : Kalsipotriol 50 mcg/mL

Tazaroten
Retinoid sintetik yang dihidrolisis menjadi
metabolit aktif, yaitu asam tazarotenat
Memodulasi proliferasi dan diferensiasi
keratinosit
Sediaan yang beredar 0,05 dan 0,1%
digunakan sekali sehari biasanya sore hari

TERAPI TOPIKAL LINI KEDUA


Ter (Batu Bara)
Sinar UV B mengaktivasi fotoaduksi antara
ter batu bara dengan DNA epidermal serta
menginhibisi sintesis DNA penormalan laju
replikasi epidermis sehingga mengurangi
peningkatan jumlah plak.
Sediaan : 2-5% digunakan pada malam hari.

Antralin
Antiproliferasi keratinosit, menginhibisi DNA
dengan menyisipkan dirinya pada helai DNA
Terapi dimulai dari konsentrasi rendah (0,10,25%) ditingkatkan bertahap 0,5-1%

TERAPI SISTEMIK LINI PERTAMA


Acitretin
Derivat asam retinoat dengan metabolit
aktifnya etretinat
Diferensiasi keratinosit, hiperproliferasi
keratinosit, dan infiltrasi jaringan oleh sel
inflamasi.
Dosis mula-mula yang direkomendasikan
yaitu 25 hingga 50mg

TERAPI SISTEMIK LINI KEDUA


Siklosporin
Imunosupresif dengan inhibisi aktivasi sel T