Anda di halaman 1dari 27

STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN RADIOLOGY

Kata Pengantar

Buku Pedoman Pelaksanaan Administrasi dan Manajemen Instalasi Radiologi


RSUD dr Adjidarmo Kabupaten Lebak. ini disusun dengan maksud untuk
membakukan penatalaksanaan kegiatan kerja Instalasi Radiologi RSUD dr
Adjidarmo Kabupaten Lebak. .sehingga tercapai mutu pelayanan radiologi
yang setinggi-tingginya dan dapat digunakan sebagai pedoman kerja bagi
dokter, perawat dan staf yang terkait.

Buku ini terdiri dari 7 Standar sesuai dengan Standar yang ditetapkan oleh
Departemen Kesehatan RI dan dilampiri dengan prosedur tetap tatalaksana di
Unit Instalasi Radiologi.

Karena materi buku ini bersifat dinamis, maka Buku Standar Pelayanan
Administrasi dan Manajemen Instalasi Radiologi ini akan ditinjau setiap tiga
tahun sekali. Oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan.
DAFTAR ISI

Hal

Kata pengantar..........................................................................................

Pendahuluan.........................................................................................................

Falsafah dan Tujuan

- Visi..

- Misi.

- Tujuan.

Administrasi dan Pengelolaan

1. Uraian Tugas dan Jabatan Ka. Instalasi Radiologi.

2. Uraian Tugas Jabatan Radiografer

3. Uraian Tugas Jabatan Proteksi Radiasi

4. Uraian Tugas Jabatan Petugas Administrasi

5. Uraian Tugas Jabatan Petugas Kamar Gelap..

6. Ruang lingkup kegiatan ..

A. Perencanaan..

B. Tatalaksana Kerja Instalasi Radiologi

1. Administrasi

2. Pelaksanaan Pemeriksaan Radiologi..

3. Pemrosesan Film di Kamar Gelap..

4. Proteksi Radiasi..

5. Pelaksanaan Pemeriksaan USG..

6. Hasil Pemeriksaan Radiologi / USG..


Staf dan Pimpinan

Fasilitas dan Peralatan

1. Fasilitas

2. Peralatan Pelayanan Radiologi

Kebijakan dan Prosedur....

Pengembangan Staf dan Program Pendidikan

Evaluasi dan Pengendalian Mutu


FALSAFAH DAN TUJUAN

Instalasi Radiologi sebagai salah satu komponen penunjang di RSUD dr


Adjidarmo Kabupaten Lebak selalu berusaha menjalankan tugas seoptimal
mungkin dalam memberikan pelayanan kepada pasien, baik pasien dalam
maupun luar Rumah Sakit.

Pada saat ini Instalasi Radiologi dapat melayani jenis pemeriksaan


sederhana, sedang, dan canggih. Pemeriksaan sederhana meliputi :
pemeriksaan thorax, abdomen, lumbal, femur, thoracal, cruris, pedis, manus,
coxae, cranium, humerus, antebrachii, manus, cervical, clavicula, genu.
Pemeriksaan sedang yaitu pemeriksaan Ultra Sonografi (USG). Pemeriksaan
canggih meliputi: pemeriksaan BNO-IVP, Uretrografi, Cystografi.

Perkembangan Instalasi Radiologi mencakup sumber daya manusia,


fasilitas bangunan, fasilitas peralatan serta pelayanan yang diberikan dengan
tujuan untuk memberikan pelayanan yang optimal. Sumber daya manusia yang
ada di Instalasi Radiologi saat ini adalah 8 orang radiografer , 3 orang dokter
radiologi. Peralatan yang ada di Instalasi Radiologi adalah 3 buah pesawat
Rontgen dengan kapasitas 500 mA, 1 buah pesawat Rontgen dengan
kapasitas 300 mA, 1 buah pesawat CT Scan 16 Slice, 1 buah pesawat
panoramic, serta satu buah pesawat USG.

Oleh karena itu perlu dibuat rencana agar Instalasi Radiologi mampu
memberikan pelayanan yang bermutu tinggi kepada pasien.

Maka diharapkan Instalasi Radiologi mampu menjadi unggulan pelayanan


radiologi di Kabupaten Lebak

I. FALSAFAH INSTALASI RADIOLOGI

Memberikan pelayanan radiologi yang bermutu, efektif, efisien dan


terjangkau oleh masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan
masyarakat, baik yang berasal dari Rumah Sakit maupun dari luar Rumah
Sakit.

II. TUJUAN INSTALASI RADIOLOGI

Memberikan pelayanan radiodiagnostik sebaik-baiknya dengan


memperhatikan unsur bahaya radiasi, perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi serta unsur Cost Benefit Ratio dengan cepat, tepat,
menyenangkan dan efisien sesuai kebutuhan dan permintaan pelanggan.
III. VISI INSTALASI RADIOLOGI

1. Menjadi andalan masyarakat dalam bidang pelayanan Radiologi

2. Kepuasan pasien sebagai tujuan pelayanan Radiologi

3. Keselamatan radiasi baik terhadap pekerja, pasien dan masyarakat

IV. MISI INSTALASI RADIOLOGI

Memberikan pelayanan radiologi yang terjangkau, aman dan berkualitas


dengan dilandasi sentuhan manusiawi.

V. MOTTO INSTALASI RADIOLOGI

Kami melayani dengan RADIASI ( Ramah, DIsiplin, Aman, SImpatik)

VI. STRATEGI PENGEMBANGAN

1. Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia di bidang teknologi


radiology.

2. Meningkatkan fasilitas peralatan yang mengikuti perkembangan iptek


radiology.

3. Memberikan pelayanan radiologi yang berkualitas dan bermutu sesuai


kebutuhan pasien.

4. Meningkatkan kepuasan pasien dengan sikap dan perilaku yang ramah.


ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN

Instalasi Radiologi melayani pasien dari Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Inap dan
Unit Gawat Darurat serta pasien luar Rumah Sakit kiriman dari Dokter praktek
dan rujukan :

Dalam melaksanakan pelayanan Radiologi terdapat jabatan-jabatan sebagai


berikut :

Kepala Instalasi Radiologi

Radiografer

Petugas Kamar Gelap

Petugas Administrasi.

Perawat radiologi.

Dalam melaksanakan pekerjaannya sudah terdapat uraian tugas masing-


masing dan menjalankan pekerjaannya di Instalasi Radiologi RSUD dr
Adjidarmo Kabupaten Lebak harus memenuhi prosedur tetap yang ada, dan
prosedur tetap itu harus dipatuhi oleh semua petugas Instalsi Radiologi dan
Instalasi yang terkait yang menerima pelayanan, karena prosedur tetap sudah
disahkan oleh pimpinan Rumah Sakit.

a. Kepala Instalasi Radiologi

Hubungan lini : Bertanggungjawab pada Wadir. Pelayanan Medis dan Direktur.

Kualifikasi Dokter ahli Radiologi.

Tugas : Mengatur pelaksanaan kegiatan di Instalasi Radiologi.

Kepala Instalasi bertindak sebagai :

Kepala Administrasi

Kepala Teknis Medis

Uraian Tugas :

Sebagai Kepala Administrasi


a. Mengkoordinasi tenaga-tenaga / staf yang ada di Instalasi Radiologi

b. Memberi masukan kepada Pimpinan RS dalam permasalahan pelayanan


dan pengembangan Instalasi Radiologi

c. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan Instalasi Radiologi

d. Mengadakan rapat rutin dengan staf Instalasi Radiologi untuk membahas


masalah yang ada.

2. Sebagai Kepala Teknis Medis

a. Menerima dan menjawab konsul dokter baik dalam lingkungan Rumah Sakit
maupun luar Rumah Sakit.

b. Mengerjakan pemeriksaan radiologi bagi pasien dengan persiapan /


perjanjian ( foto rontgen khusus ) misalnya IVP, Colon Inloop, OMD, Myelografi
dsb. Serta menyetujui surat persetujuan ( Inform Concent )

c. Menghadiri pertemuan dengan unit-unit lain dalam lingkungan rumah sakit

d. Mengawasi segi-segi bahaya radiasi dan proteksi radiasi.

b. Tenaga Radiografer ( Penata Rontgen )

Hubungan Lini : Bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi Pendidikan D III APRO

Uraian tugas :

1. Melakukan pembuatan foto Rontgen .

2. Membantu dokter ahli radiologi / non radiologi dalam pemeriksaan radiologi


kontras atau khusus.

3. Melaporkan kepada kepala Instalasi Radiologi bila terjadi kerusakan


pesawat dan aksesorisnya.

4. Melakukan perawatan semua peralatan radiologi dan aksesorisnya.

5. Membina petugas kamar gelap sehingga tercapai hasil akhir yang optimal
dari radiograf.

6. Membantu pengumpulan data pemeriksaan secara berkala.

7. Merencanakan kebutuhan habis pakai, misalnya film, obat cuci film dll.
8. Membantu dokter Spesialis Radiologi dalam pemeriksaan USG.

c. Operator

Hubungan Lini : bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi pendidikan : Pelatihan Radiologi

Uraian Tugas :

Membantu tugas-tugas Radiografer.

Bekerjasama dengan Radiolog, Radiografer dll melaksanakan tugas


pembuatan foto .

Secara berkala membersihkan peralatan radiologi.

d. Petugas Kamar Gelap

Hubungan Lini : bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi pendidikan : Pelatihan Radiologi .

Uraian Tugas :

1. Mengambil film yang telah disinari dari kaset film , lalu mencuci dan
memprosesnya kemudian memasukkan film baru ke dalam kaset film.

2. Memberi tahu kepada operator bila ada yang rusak, supaya operator
mengulang pembuatan foto.

3. Mengeringkan foto yang sudah diproses dan menyerahkan kepada petugas


loket.

4. Mengusahakan agar kamar gelap selalu bersih.

e. Petugas Administrasi

Hubungan Lini : bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi Pendidikan : Sarjana

Uraian Tugas :

Menerima surat konsul dari dokter dan mencatatnya dalam buku register.

Menyerahkan surat konsul ke Radiografer / operator untuk dilakukan


pemeriksaan.
Menyerahkan surat permintaan semua program kontras dengan status pasien
(untuk yang rawat inap) kepada dokter spesialis radiologi.

Memberi identitas pada amplop dan foto sesuai dengan data pasien.

Menyiapkan lembar ekspertise untuk dibacakan kepada dokter spesialis


radiologi.

Mengumpulkan foto-foto yang sudah dibaca untuk diserahkan kepada ruangan


atau pasien.

f. Petugas Sanitasi.

Hubungan Lini : bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi Pendidikan : SMA

Uraian Tugas :

1 Membersihkan dan merawat gedung Instalasi Radiologi.

2 Membersihkan dan merawat furniture / mebel yang ada di Instalasi Radiologi.

3 Melaporkan bila ada kerusakan / lampu listrik yang putus kepada Kepala
Instalasi untuk diteruskan kepada IPSRS.

a. Petugas Proteksi Radiasi

Hubungan Lini : bertanggungjawab kepada Kepala Instalasi Radiologi.

Kualifikasi Pendidikan : APRO dan Pelatihan PPR

Uraian Tugas :

Menyelenggarakan proteksi Radiasi

Menyelenggarakan pelayanan film bagde dengan mengumpulkan, mencatat


serta mengirim kembali dan mendistribusikan pada semua pekerja radiasi.

Melaporkan kepada Kepala Instalasi bila ada hal luar biasa.

Mengawasi dan menegur sikap dan perilaku petugas terhadap proteksi radiasi.

Melaporkan tentang adanya bahaya kebocoran radiasi.

B. RUANG LINGKUP KEGIATAN INSTALASI RADIOLOGI


A. PERENCANAAN

1. Perencanaan Alat-alat Kesehatan

Untuk mendukung pelayanan radiologi yang dapat memenuhi kebutuhan


pelayanan dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi
kedokteran maka perlu dipikirkan fasilitas peralatan sinar X yang memenuhi
tuntuta tersebut. Perencanaan kebutuhan fasilitas peralatan sinar X dan alat-
alat kesehatan lainnya yang menjadi ruang lingkup Instalasi Radiologi tahun
kedepan dengan pertimbangan karena fasilitas sinar X yang ada sudah tua
atau memperluas fasilitas baru sehingga akan terpenuhi pelayanan radiologi
yang mengikuti perkembangan IPTEK Kedokteran. Namun demikian
pemenuhan kebutuhan tersebut harus menyesuaikan dengan kemampuan
anggaran Rumah Sakit.

2. Perencanaan Bahan Habis Pakai

Perencanaan bahanhabis pakai di Instalasi Radiologi dilakukan minimal 1


( satu ) bulan sekali. Hal ini mengingat jumlah pemakaian bahan habis pakai
menyesuaikan dengan jumlah pasien yang dilayani di Instalasi Radiologi.

A. TATA LAKSANA KERJA INSTALASI RADIOLOGI

1. Administrasi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas administrasi meliputi :

a. Menerima dan mencatat surat permintaan rontgen pada buku register.

b. Memberikan informasi / keterangan untuk pasien dengan permintaan


radiologi yang memerlukan persiapan khusus.

c. Memberikan surat tagihan kepada pasien rawat jalan sesuai tarif yang
berlaku, untuk membayar di kasir.

d. Menyerahkan / memberitahukan surat permintaan foto ke petugas pelaksana


rontgen / radiografer.

2. Pelaksanaan Pemeriksaan Radiologi.

Surat permintaan pemeriksaan radiologi yang telah diregistrasi oleh petugas


administrasi diterima oleh radiografer. Kemudian meyakinkan bahwa pasien
yang akan di foto sesuai dengan surat permintaan pemeriksaan. Setelah itu
menyiapkan kaset dan assesoris yang sesuai dengan jenis pemeriksaan.
Kemidian menyiapkan pasien dengan baju pemeriksan bila pemeriksaan
mengharuskan pasien berganti baju. Memberitahuakan kepada poasien yang
akan di foto untuk melepas perhiasan atau benda yang akan mengganggu
gambaran foto rontgen.

Setelah selesai dengan persiapan-persiapan itu, kemudian melakukan


posisioning sesuai denga jenis pemeriksaan, mengatur faktor exposi ( KV, mA
dan Sec. ). Setelah selesai Ekspos pemeriksaan selesai, pasien dipersilakan
menunggu di ruang tunggu bagi pasien rawat jalan dan untuk pasien rawat
inap dapat kembali ke ruangan masing-masing.

Selama pemeriksaan, petugas harus melaksanakan paraturan proteksi radiasi.

3. Pemrosesan Film di Kamar Gelap.

A. Persiapan Pencucian Film

Film film yang sudah dieksposi, langsung dibawa ke dalam kamar gelap
untuk dilakukan pencucian .

Langkah langkah persiapan :

1. Ambil kaset yang sudah dieksposi

2. Matikan lampu penerangan dan hidupkan safety light.

3. Buka kaset, ambil film

4. Kaitkan film tersebut pada hanger sesuai ukurannya.

B. Development / Pembangkit.

Fungsi dasar dari development adalah mereduksi butir-butir perak bromida


menjadi perak metalik. Perubahan yang terjadi sebagai hasil dari eksposi dan
pembangkitan yaitu perak-perak bromida yang terkena eksposi dirudah
menjadi perak metalik, sedang yang tigdak terkena eksposi tidak berubah.
Dengan kata lain development merubah bayangan laten hasil dari pemotretan
menjadi bayangan nyata (dapat dilihat ).

Dalam proses pembangkitan sebaiknya film di agitasi, karena dengan agitasi


akan mempercepat waktu pembangkitan, meratakan proses pembangkitan dan
bisa menghindari terjadinya noda-noda pada film.

Waktu yang diperlukan dalam proses pembangkitan adalah 2 3 menit.

C. Rinsing
Setelah film pada development mencapai tingkat densitas maksimum,
kemudian film dipindahkan ke dalam air sambil diagitasi + menit. Pada tahap
ini disebut dengan rinsing.

Tujuannya adalah menghilangkan sisa cairan developer yang masih terbawa


oleh film.

D. Fixing

Tahap selanjutnya dari prosesins film adalah Fixing, yaitu memasukkan film ke
dalam cairan fixer + 4 5 menit, dengan tujuan :

a. Menghentikan proses pembangkitan

b. Untuk melarutkan perak bromida yang tidak terkena ekaposi agar tidak
terjadi perubahan dari bayangan apabila foto dilihat di tempat kering.

c. Menjernihkan bagian film yang tidak terkena eksposi

d. Menyamak emulsi film agar tidak menjadi rusak.

E. Washing

Dilakukan setelah proses fixasi selesai. Tujuannya adalah menghilangkan sisa-


sisa larutan fixer yang masih melekat pada film agar tidak merusak gambaran.
Bahan-bahan dari fixer pada dasarnya mudah larut dalam air ( kalau
memungkinkan air yang mengalir ), tetapi untuk mempercepat apat dibantu
dengan mengusap dengan tangan seperti mencuci sehingga dapat benar-
benar bersih.

F. Drying

Setelah film dicuci dengan bersih, selanjutnya film bersama hanger dikeringkan
dengan cara dimasukkan ke dalan alat pengering film, dengan temperatur
udara 40 C 50 C sampai kering.

G. Mengisi Kaset dan Menyalakan Lampu Penerangan.

Kaset yang kosong diisi dan ditutup kembali dengan rapi, kemudian box film
ditutup kembali. Setelah yakin semuanya sudah dalam keadaan tertutup dan
aman lampu penerangan pada kamar gelap dapat dihidupkan kembali.

4. Proteksi Radiasi

Proteksi radiasi atau keselamatan radiasi perlu diperhatikan selama proses


pemeriksaan, baik terhadap petugas, pasien maupun lingkungan sekitarnya.
A. Tujuan Proteksi Radiasi

Tujuan Proteksi Radiasi adalah mencegah dan membatasi peluang terjadinya


efek yang membahayakan bagi petugas, pasien dan masyarakat.

B. Filosofi Keselamatan Radiasi

1. Justifikasi yaitu azas manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan resiko
yang diperoleh.

2. Optimasi yaitu penerimaan radiasi yang serendah-rendahnya ( As Low As


Reasenably Achievable atau ALARA )

3. Limitasi yaitu dosis radiasi tidak akan melebihi Nilai Batas Dosis Radiasi
yang ditetapkan.

C. Nilai Batas Dosis ( NBD )

Nilai Batas Dosis ( NBD ) yang ditetapkan dalam buku keselamatan kerja
terhadap radiasi, dengan Surat Keputusan Dirjen Batan No. PN 03/160/DJ/89,
yang sekarang menjadi Surat Keputusan Kepala Bapeten No. 01 / Ka.
BAPETEN / V 1999. Nilai batas yang digunakan dalam keselamatan kerja ini
adalah seperti yang direkomendasikan oleh ICRP DALAM PUBLIKASI No. 26
dan oleh IAEA dalam Sefety Series No. 9.

1. Pekerja Radiasi tidak bolrh berumur kurang dari 18 tahun

2. Nilai Batas Dosis ( NBD ) untuk penyinaran seluruh tubuh adalah 50 mSv
( 5000 mRem ) dalam setahun.

3. Nilai Batas Dosis ( NBD ) untuk wanita dalam usia subur sama dengan untuk
pekerja radiasi pria, akan tetapi khusus untuk abdomen tidak boleh melebihi 13
mSv ( 1300 mRem ) dalam jangka waktu 13 minggu.

4. Nilai Batas Dosis ( NBD ) untuk wanita hamil, selama masa kehamilannya
dosis yang diterima janin tidak boleh melebihi 10 mSv.

5. Nilai Batas Dosis ( NBD ) untuk anggota masyarakat umum adalah 1/10 x
NBD pekeja radiasi atau 5 mSv ( 500 mRem ) dalam setahun.

D. Prosedur Kerja.

Setiap petugas pada saat melakukan pemeriksaan / pekerjaan harus


memperhatikan hal-hal sebai berikut :

1. Mamakai alat monitoring personil ( film bagde )


2. Berdiri sejauh mungkin dari sumber radiasi

3. Berlindung di balik tabir pelindung

4. Bekerja sesingkat mungkin dan hindari kesalahan / pengulangan foto.

5. Lampu merah menyala pada saat pemeriksaan.

5. PELAKSANAAN PEMERIKSAAN USG

Pelaksana pemeriksaan USG adalah dokter radiologi. Surat permintaan untuk


pemeriksaan USG diberikan kepada bagian / ruangan USG untuk diregistrasi.

Apabila dokter yang akan melaksanakan telah siap, maka pasien tersebut
dipanggil masuk ruang pemeriksaan USG. Kemudian pasien disiapkan dan
dokter siap melaksanakan USG.

Apabila telah selesai dilaksanakan pemeriksaan, pasien dirapikan dan bisa


kembali ke ruangan bagi pasien rawat inap, dan bagi pasien rawat jalan
dipersilakan menunggu hasil pemeriksaan USG di ruang tunggu.

6. HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI DAN USG

Untuk pasien rawat jalan / Poliklinik hasil pemeriksaan radiologi / USG apabila
telah selesai diberikan kepada pasien untuk dibawa ke dokter pengirim.

Untuk pasien rawat inap, hasil pemeriksan akan diambil oleh petugas
ruangan tersebut

7. SISTEM PENGARSIPAN

Hasil ekspertise dokter untuk foto rontgen dibuat rangkap dua, satu untuk
pasien dan satunya untuk arsip di radiologi.

Warna lembar bacaan / ekspertise foto rontgen dibedakan antara pasien


rawat inap (putih) dan pasien rawat jalan ( hijau ).

Hasil bacaan USG dibuat rangkap dua, warna putih untuk pasien dan warna
merah muda untuk arsip radiologi.
STAF DAN PIMPINAN

Agar pelayanan radiologi dapat terselenggara dengan mutu yang dapat


dipertanggung jawabkan, maka pemeriksaan radiologi harus dilakukan oleh
tenaga-tenaga yang profesional.

Kualifikasi ketenagaan yang ada di Instalasi Radiologi RSU RA. . . adalah


sebagai berikut :

1. TENAGA MEDIS

Dokter Spesialis Radiologi yang diakui oleh Perhimpunan Dokter Spesialis


Radiologi.

a. Dokter Spesialis Radiologi di RSU . .adalah dokter purna waktu.

b. Kepala Instalasi Radiologi dipimpin oleh Dokter Spesialis Radiologi.

c. Didalam melaksanakan tugasnya Kepala Instalasi Radiologi


bertanggungjawab kepada Wadir Pelayanan Medis dan Direktur.

d. Kepala Instalasi Radiologi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :

- Radiografer

- Operator

- Petugas Administrasi

e. Tanggung jawab Kepala Instalasi Radiologi :

- Memimpin Instalasi Radiologi

- Koordinasi dengan instalasi lain di RSU RA> . .

2. TENAGA PARAMEDIS

a. Tenaga Paramedis Non Perawatan ( lulusan Akademi Penata Rontgen )

b. Didalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala


instalasi Radiologi

c. Tanggung jawab :

- Melaksanakan pemeriksaan radiografi


- Membantu dan menyiapkan pemeriksaan radiologi dengan kontras ( khusus )
yang dibuat Radiolog.

3. TENAGA OPERATOR

a. Tenaga Operator adalah tenaga yang telah mendapatkan pelatihan radiologi


selama 6 bulan dan bersertifikat.

b. Didalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala


instalasi Radiologi

c. Tanggung jawab :

- Membantu radiografer dalam melaksanakan pemeriksaan radiografi

4. TENAGA ADMINISTRASI

a. Tenaga lulusan sarjana ( honorer ).

b. Didalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala


Instalasi Radiologi.

c. Tanggung jawab :

- Melaksanakan pekerjaan administrasi

- Tata usaha pelayanan pasien radiologi

FASILITAS DAN PERALATAN

I. SARANA FISIK

Instalasi Radiologi mempunyai ruangan pelayanan untuk semua jenis


pemeriksaan rutin, baik kontras atau tanpa kontras.

Ruangan-ruangan didalam gedung radiologi :

a. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 8 x 5 x 3 m, untuk peralatan pesawat


rontgen yang dilengkapi dengan flouroscopy dan TV Monitor serta Pesawat
Mobile Unit

b. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 4 x 5 x 3 m, untuk peralatan pesawat


rontgen dengan bucky table stasioner dilengkapi dengan standar kaset non
bucky.

c. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 5 x 4 x 3 m, untuk peralatan pesawat


USG ALOKA dan KONTRON
d. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 1,75 x 2 x 3 m, untuk pengering film

e. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 2 x 3 x 3 m, untuk Kamar Gelap

f. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 1,75 x 2 x 3 m, untuk pengering film

g. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 2,25 x 3 x 3 m, untuk loket / administrasi.

h. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 1 x 3 x 3 m, untuk gudang

i. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 1x 3 x 3 m, untuk Ruang Ganti pakaian


pasien

j. 1 ( satu ) ruangan dengan ukuran 2,5 x 5 x 3 m, untuk Ruang Jaga

k. 1 ( satu ) ruang tunggu pasien.

Semua ruangan mempunyai ventilasi yang baik, untuk ruang pemeriksaan


dilengkapi dengan AC. Aliran listrik dan air tersedia dengan cukup.

Prasarana penunjang antara lain :

WC untuk pasien setelah pemeriksaan dengan kontras

Tempat cuci tangan dokter / staf

Kipas penyedot udara di kamar gelap.

II. KEAMANAN TERHADAP RADIASI

Dalam merencanakan sebuah unit radiologi ada beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu : pengamanan terhadap radiasi.

a. Pengamanan terhadap bahaya radiasi bagi petugas yang menjalankan


peralatan radiologi.

Petugas yang menjalankan peralata radiologi harus benar-benar aman


terhadap bahaya radiasi dikarenakan petugas yang bersangkutan setiap
harinya menjalankan peralatan radiologi.

Hal-hal yang harus diperhatikan :

Ketebalan dari dinding ruangan harus setara dengan 2 mm Pb. (+ 25 cm. )

Jarak antara sumber radiasi dengan petugas minimal 2 m dari sumber sinar
primer setelah diberi shielding.
Pintu ruangan pemeriksaan radiologi harus dilapisi dengan Pb. 2 mm.

b. Pengamanan terhadap bahaya radiasi bagi pasien / pengantar pasien

Pengantar yang membantu pasien diberi pelindung ( APRON )

Membatasi lapangan penyinara sesduai dengan obyek yang akan di foto.

Hindari mengulangan foto.

c. Pengamanan terhadap bahaya radiasi untuk lingkungan sekitar

Hal-hal yang harus diperhatikan :

Ketebalan dari diding ruangan harus setara dengan 2 mm Pb. (+ 25 cm. )

Pintu ruangan pemeriksaan radiologi harus dilapisi dengan Pb. 2 mm.

Pada waktu pemeriksaan pintu harus selalu tertutup

Lampu merah didepan pintu ruang pemeriksaan harus menyala, sebagai


tanda ada pemeriksaan menggunakan sinar X.

III. PERALATAN PELAYANAN RADIOLOGI

1. OMNIX 200 ST

Spesifikasi : Generator : 200 mA

Tabung : single tube double fokus

Table : stasioner dengan bucky

2. TBM-5

Spesifikasi : Generator : 500 mA

Tabung : double tube + Floruscopy

Table : tilting dengan bucky

3. MOBILE UNIT

Spesifikasi : Generator : 100 mA

Tabung : single tube

Table : not table


4. ASSESORIS

Standart kaset : 2 buah

Lysholum dengan ratio 8 : 1 ukuran 30 x 40 : 1 buah

Irigator : 1 buah

Kaset + Intesifying screen ( green )

Ukuran 18 x 24 cm. : 1 buah

Ukuran 24 x 30 cm. : 2 buah

Ukuran 30 x 40 cm. : 2 buah

Ukuran 35 x 35 cm. : 1 buah

Hanger Ukuran 18 x 24 cm. : 5 buah

Ukuran 24 x 30 cm. : 10 buah

Ukuran 30 x 40 cm. : 10 buah

Ukuran 35 x 35 cm. : 6 buah

Apron : 2 buah

Light Case ( lampu baca ) : 2 buah

Tabir / sheilding : 2 buah

Pengering film : 2 buah

X ray marker set : 1 box

2. USG ALOKA

Spesifikasi : Echo camera SSD-500

tansduser 3,5 mhz.

Printer

3. USG KONTRON

Spesifikasi : KUI IRIS 880

Tranduser 3,5 mhz


Printer

IV. PERLENGKAPAN RUANGAN.

A. Ruang Pemeriksaan X-Ray

1. Almari Instrumen :

kapas

alkohol

plester

betadin

spuit 20 cc, 5 cc, dan nedle

wing nedle no.21, 23

bak instrumen

HSG set + cocor bebek

Spuit Aesculap 200 ml

handscon

2. Bahan kontras dan obat-obatan :

barium sulfat ( BaSO4 )

iopamiro 370

urografin

cairan infus : Na Cl

dexametason

antihistamin lainnya.

3. Perlengkapan lainnya :

standar infus

tabung oksigen + manometer

B. Ruang USG
Ruang USG merangkap sebagai ruang dokter dan tempat ekspertise dokter.

Perlengkapan yang ada antara lain :

aquasonic jelly

kertas tissue

meja + kursi dokter

bed pemeriksaan

light case / lampu baca

computer billing system

C. Ruang Kamar Gelap

tangki isi 20 lt. untuk : - developer

- fixer

- air

safety light

exhouse fan

hanger berbagai ukuran

film dalam box siap pakai

D. Ruang Jaga Petugas

Almari untuk penyimpana film dll.

Buffet / loker petugas

Bed / tempat tidur

E. Ruang Pendaftaran / Loket

Meja pendaftaran

Box countainer

F. Perlengkapan Proteksi Radiasi

APRON
Film bagde ( personil )

Lead glove

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR

Dalam melaksanakan tugas pelayanan di Instalasi Radiologi, diperlukan


kebijakan dan prosedur tetap yang disusun bersama dan disyahkan atau
diberlakukan oleh Direktur RSU RA. .. .

Kebijakan dan prosedur tetap yang ada di Instalasi Radiologi antara lain :

A. Kebijakan kebijakan.

1. Kebijakan Pemeriksaan dengan Kontras serta Ekspertise

2. Kebijakan Tentang Pelaksanaan Tindak Medik Radiologi

3. Kebijakan Pemeriksaan Radiologi Tanpa Kontras dan Radiografer

4. Kebijakan tentang Persetujuan Tindak Medik

5. Kebijakan tentang Angket

6. Kebijakan tentang Proteksi Radiasi

7. Kebijakan tentang Pelayanan Radiologi

B. Prosedur Tetap ( Protap )

1. Protap alur pelayanan pasien

2. Protap Teknik Radiografi sederhana

3. Protap Teknik Radiografi Canggih

4. Protap Persiapan Penderita untuk Pemeriksaan Khusus

5. Protap Pembacaan Hasil Rontgen

6. Protap Persetujuan inform

7. Protap Timbang Terima Dinas

8. Protap Teknik Pengolahan Prosessing

9. Protap Pemeliharaan Alat


10. Protap Pengoperasian Alat

11. Protap Pengadaan Bahan dan Alat

12. Protap Pemeriksaan Kesehatan bagi Petugas

13. Protap Penanggulangan Reaksi Alergi Bahan Kontras

14. Protap Pelaporan dan Evaluasi

15. Protap Sistem Arsip

16. Protap Pemeliharaan Linen

PENGEMBANGAN STAF
DAN PROGRAM PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN

Suatu tujuan dari organisasi akan tercapai apabila sumber daya yang ada
dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik mungkin, baik sumber daya
manusia maupun aset-aset kekayaan yang berupa materi maupun non materi.

Dalam program kerja Instalasi Radiologi th 2004 / 2005 selain membahas


tentang kelengkapan sarana penunjang dan administrasi juga membahas
tentang sumber daya manusia yanmg menyangkut dokter spesialis Radiologi,
Radiografer dan staf yang lain.

VISI :

1. Menjadi andalan masyarakat . dalam bidang pelayanan Radiologi.

2. Kepuasan pasien sebagai tujuan pelayanan Radiologi.

3. Keselamatan radiasi baik terhadap pekerja, pasien dan masyarakat.

MISI :

1. Memberikan pelayanan Radiologi yang terjangkau, aman, dan berkualitas


dengan dilandasi sentuhan manusiawi.

II. TUJUAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Tujuan Umum :

Meningkatkan mutu pelayanan radiologi kepada pasien dengan


memperhatikan unsur bahaya radiasi dan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi.

B. Tujuan Khusus :

1. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dokter spesialis radiologi dan


radiografer.

2. Dapat meningkatkan kemampuan keselamatan radiasi dengan menekan


jumlah dosis yang diterima petugas dan pasien.

3. Terciptanya pelayanan radiologi yang optimal dan profesional.

III. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN


Pengembangan staf diarahkan pada pengembangan Sumber Daya Manusia
dengan menitikberatkan pada penguasaan bidang pelayanan radiologi baik
secara teori maupun praktek, sehinnga mampu dan terampil dalam
melaksanakan tugasnya secara profesional. Sedangkan pengembangan
pelayanan dengan meningkatkan fasilitas peralatan radiologi yang mengikuti
perkembangan IPTEK.

Semua staf / pegawai mempunyai kesempatan dan kemudahan untuk


mendapatkan program pendidikan maupun pelatihan-pelatihan untuk
mrningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki.

1. Untuk Dokter Spesialis Radiologi

- Program Pendidikan berkelanjutan, mengikuti seminar dan pelatihan.

- Mengikuti pertemuan ilmiah yang diselenggarakan perhimpunan Dokter


Spesialis Radiologi, baik tingkat regional maupun nasional / pusat.

- Mengikuti pertemuan ilmiah yang diselenggarakan Komite Medik RSU RA.


Kartini ..

2. Untuk Radiografer

- Program pendidikan berkelanjutan mengikuti seminar dan pelatihan .

- Mengikuti pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh PARI (Persatuan Ahli


Radiologi Indonesia)

- Pelatihan PPR ( Petugas Proteksi Radiasi ).

3. Untuk Staf Instalasi Radiologi yang lain.

- Program orientasi bagi staf Radiologi baru

- Penyegaran dan pelatihan tentang kamar gelap SOP dan pengoperasian


pesawat Rontgen.

- Program Pendidikan berkelanjutan.

EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu bertujuan agar mutu pelayanan Instalasi Radiologi


diselenggarakan semakin meningkat dan untuk mengoreksi apabila selama
penyelenggaraan tersebut dittemukan permasalahan-permasalahan sehingga
segera dapat diadakan perbaikan.
Kegiatan Pengendalian Mutu mencakup unsur :

1. Monitoring secara teratur terhadap beberapa hal yang dianggap perlu seperti
:

Pelaksanaan pemeriksaan Rontgen sederhana

Pelaksanaan pemeriksaan Rontgen canggih

Pelaksanaan USG

Penggunaan bahan habis pakai

Pemeliharaan alat-alat yang ada di Instalasi Radiologi.

2. Penilaian yaitu suatu informasi untuk mengetahui adanya kekurangan atau


masalah, misalnya :

Pengulangan foto

Permasalahan dengan proses pencucian.

Pelaksanaan USG oleh dokter.

3. Tindakan :

Upaya untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam melaksanakan


penyelenggaraan pemeriksaan radiologi dan pelaksanaan USG.

4. Evaluasi :

Evaluasi kegiatan dengan menggunakan :

Penampilan grafik kegiatan

Penyebaran angket yang menyangkut kepuasan pasien.

Gugus kendali mutu.

5. Umpan Balik :

Diadakan melalui rapat rutin

Laporan tertulis

Koordinasi dengan Instansi terkait.

PENUTUP
Telah disusun Buku Standart Pelayanan Administrasi Manajemen Instalasi
Radiologi RSU . .Kabupaten . yang terdiri dari 7 bab yang dapat digunakan
sebagai acuan dan pedoman bagi staf Instalasi Radiologi dalam melaksanakan
tugasnya.

Buku Standart Pelayanan Administrasi Manajemen Instalasi Radiologi RSU ..


.ini masih memerlukan penyempurnaan, sehingga diharapkan partisipasi dari
berbagai pihak untuk memberikan sumbang saran bagi perbaikan buku ini .

Harapan kami buku ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya


untuk pelayanan yang optimal Instalasi Radiologi pada khususnya dan
pelayanan rumah sakit pada umumnya.