Anda di halaman 1dari 17

DAFTAR PERTANYAAN TELUSUR

SKP Ada berapa cara yang digunakan dalam mengidentifikasi pasien? Ada 2 cara: nama lengkap
(sesuai E KTP) dan nomer rekam medis
Kapan saja dilakukan prosedur identifikasi pasien?
1. Sebelum pemberian obat
2. Sebelum pemberian darah /produk darah
3. Sebelum pengambilan spesimen untuk pemeriksaan
4. Sebelum dilakukan tindakan/ prosedur
5. Sebelum dilakukan pemberian perawatan dan prosedur pelayanan lain
Bagaimana prosedur identifikasi pasien?
Prosedur dilakukan secara verbal: menanyakan kepada pasien langsung
Secara visual dengan melihat pada gelang pasien
Bagaimana prosedur komunikasi yang efektif ?
Komunikasi efektif dilakukan ketika menerima instruksi pertelpon/lisan, ketika menerima
pelaporan nilai kritis, dengan cara: (Tebak)
1. Tulis lengkap
2. Baca ulang (read back)/ instruksi obat high alert di eja
3. Konfirmasi lisan dan tanda tangan
Tehnik pelaporan: SBAR (situation, background, assesment, recomendation)
- Situation: selamat malam saya Ns. Made, dari unit perawatan lt 4 Pu melaporkan kondisi tn. A,
sh. 39 dst (perubahan kondisi pasien yg memerlukan penanganan)
- Background:
Obat- obat apa saja yang termasuk dalam high alert medications? Na Cl 3 %, MgSO4 > 40 mgr,
KCl, bicnat
Bagaimana prosedur penyimpanan obat-obatan tersebut?
- Prosedur untuk penyimpanan elektolit konsentrat: Farmasi, IGD, ICU dan IKO
Kapan dilakukan time out?
- Sebelum insisi daerah operasi
Siapa yang memimpin proses time out?
- Perawat sirkuler
Ada berapa tehnik cuci tangan? 3
- Dengan air mengalir / hand wash
- Dengan cairan berbasis alkohol / hand rub
- Surgical hand wash / cuci tangan pada tindakan pembedahan
Berapa lama dilakukan masing-masing cara cuci tangan tersebut?
- Hand wash : 40 60 detik
- Hand rub : 20 30 detik
- Surgical hand wash :
Ada berapa langkah cuci tangan? 6 langkah
Peragakan cara cuci tangan yang benar!
Te-pung-sela-ci-pu-pu
Kapan saat kita harus melakukan cuci tangan?
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan aseptik
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan pasien
Bagaimana prosedur identifikasi pasien risiko jatuh?
1. Asesmen awal risiko jatuh pd pengkajian awal
2. Melakukan tindakan penanganan risiko jatuh sesuai hasil asesmen
Bagaimana mengkaji pasien dengan risiko jatuh?
Pasien dewasa :
- menggunakan Morse False Score
Pasien anak:
- menggunakan humpty dumty score
Pasien jiwa :
- menggunakan edmonson score
Bagaimana mengkaji ulang pasien dengan risiko jatuh tersebut?
- Dilakukan pengkajian ulang ketika terjadi perubahan kondisi pasien, di tulis dalam form
tanggal dan skoring
HPK Bagaimana prosedur pemberian edukasi kepada pasien & keluarga?
1. Melakukan 5S
2. Memperkenalkan diri
3. Memberikan edukasi dengan jelas
4. Beri kesempatan untuk bertanya dan diskusi
5. Beri edukasi sesuai kebutuhan
Bagaimana prosedur pemberian informed consent kepada pasien & keluarga?
1. pilih tempat yang tenang dan kondusif
2. dilakukan dg 5 S
3. memperkenalkan diri
4. berikan informasi dengan bahasa yang mudah dimengerti
5. beri kesempatan untuk bertanya
6. persilahkan ps/keluarga untuk memberikan TTD pada form IC
7. semua prosedur terdokumentasi pada rekam medik
Siapa yang memberikan informed consent?
1. Dpjp
2. Dokter yg terlibat langsung dalam pelayanan pasien
Apa saja yang diinformasikan saat informed consent? Tunjukan formulir IC:
- Nama pemberi informasi
- Nama penerima informasi
- Diagnosa pasien
- Dasar diagnosis
- Tindakan
- Indikasi tindakan
- Tata cara tindakan
- Tujuan tindakan
- Komplikasi
- Prognosis
- Alternatif & Risiko
Bagaimana pasien mendapatkan informasi pelayanan kerohanian di RS?
1. Pelayanan rutin
2. Pelayanan khusus (mengisi form permintaan pelayanan kerohanian)
Bagaimana RS melindungi kebutuhan privasi pasien?
1. Pasien menyerahkan pengajuan privaci pasien kepada RS yang meminta permintaan khusus
(ada pada general concent poin 5)
2. Pengaturan sbb:
a. Identitas pasien adalah rahasia (tdk tertulis pd nurse station/ ruang perawatan)
b. Privasi di ruang perawatan dipisahkan sesuai jenis kelamin
c. Privasi di ruang tindakan (gunakan tirai)
d. Privasi saat transportasi (pastikan ps menggunakan selimut)
e. Privasi saat terminal
Bagaimana RS melindungi pasien terhadap kekerasan fisik?
a. Pembatasan untuk memasuki lingkungan RS
b. Pembatasan di ru perawatan (yg berada di ruang perawatan penunggu dg kartu tunggu)
c. Menempatkan petugas satpam dan menggunakan CCTV pada wilayah terpencil
Bagaimana proedur melindungi harta milik pasien?
1. Bila ps tdk mampu melindungi barang milik pasien RS mengambil alih penyimpanannya
2. Ada proses serah terima harta milik ps dengan mengisi form proses serah terima harta milik
pasien
3. Barang disimpan pada lemari yg telah disiapkan dan terkunci
4. Ada proses serah terima saat pengembalian barang milik pasien
Apa yang dilakukan RS jika pasien menolak/ memberhentikan tindakan (resusitasi) atau
pengobatan yang diberikan?
1. Prosedur: DPJP menjelaskan pada pasien
2. Keluarga menandatangani formulir penolakan tindakan / operasi - DNR
3. Formulir penolakan tindakan - DNR didokumentasikan pada RM pasien
Bagaimana prosedur pelayanan pasien-pasien tahap terminal?
1. Identifikasi kebutuhan pasien
2. Jika memungkinkan, ruangan tersendiri (terpisah dari ps lain)
3. Pelayanan rohani sesuai keyakinan ps
Bagaimana prosedur pengkajian rasa nyeri?
Pengkajian nyeri dilakukan sesuai usia dan kondisi pasien
(numeric scale untuk pasien > 7 tahun, Flacc scale ps usia 2 7 tahun, Cries scale , Confort Scale
untuk pasien tidak sadar)
Siapa yang memberikan edukasi kepada pasien & keluarga?
- DPJP, dokter yang merawat pasien, perawat, bidan, nutrisionis, farmasis, fisioterapis yang
sesuai kompetensi dan telah mengikuti pelatihan sebagai edukator
Bagaimana prosedur pemberian edukasi kepada pasien & keluarga?
a. Melakukan pengkajian awal dengan mengisi form pengkajian pada kebutuhan komunikasi dan
edukasi
b. Melakukan pengkajian lebih lanjut yang akan didokumentasikan pada catatan edukasi
terintegrasi
c. Memberikan edukasi sesuai kebutuhan pasien dan keluarga berdasarkan hasil pengkajian
dengan menggunakan media yang dipilih
d. Memberikan leaflet kepada pasien dan keluarga sesuai topik edukasi yang diberikan
Bagaimana cara anda mendorong pasien untuk aktif bertanya saat pemberian edukasi?
- Setiap kali dan disela waktu memberikan edukasi, diberikan kesempatan kepada pasien dan
keluarga untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami
Bagaimana cara anda mengetahui pencapaian keberhasilan edukasi yang diberikan?
PPK - Di akhir pemberian edukasi, menanyakan tentang topik yang telah diberikan untuk
mengevaluasi pemahaman secara kognitif, untuk pemahaman psikomotor meminta pasien
dan atau keluarga mendemontrasikan kembali
Apa bukti edukasi telah diberikan kepada pasien?
- Mendokumentasikan edukasi yang telah diberikan kepada pasien dan keluarga pada catatan
terintegrasi dan ditandatangani oleh edukator dan penerima edukasi, serta memberikan
leaflet kepada keluarga sesuai topik yang diberikan
Bagaimana penanganan edukasi pasien jika terkendala bahasa/fisik?
- Edukasi diberikan kepada keluarga pasien. Bila pasien dan keluarga ada kendala tentang
bahasa, maka edukasi diberikan oleh petugas yang kompeten dengan bahasa yang dipahami
pasien dan keluarga atau edukasi dengan menggunakan penerjemah/ kamus bahasa
Apakah definisi kejadian sentinel?
KTD yang mengakibatkan kecacatan permanen s.d. kematian pada pasien, yang termasuk kejadian
sentinel :
a. Kematian tidak terduga dan tidak terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien atau kondisi yang
mendasari penyakitnya ( contoh : bunuh diri ).
b. Kehilangan fungsi utama ( major ) secara permanen yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah
penyakit pasien atau kondisi yang mendasari penyakitnya.
PMKP c. Salah lokasi, salah prosedur, salah pasien operasi, dan ;
Penculikan bayi atau bayi yang dipulangkan bersama orang yang bukan orang tuanya.
Bagaimana cara validasi data-datanya?
Koordinator data mutu mengumpulkan data validasi dg bukti paraf sebagai pengumpul data 1, kemudian
lapor Kaur dan divalidasi dg bukti paraf sebagai pengumpul data 2
Bagaimana prosedur pelaporan insiden?
Untuk insiden yg ringan : KPC, KNC, KTC dengan form rekap IKP, tiap bulan
Untuk KTD form IKP 2 lembar, 2 x 24 jam setelah insiden terjadi
Bagaimana prosedur merujuk pasien PONEK ke unit pelayanan kesehatan lainnya?
- Pastikan pelayanan dan SDM di RS yang di tuju tersedia sesuai kebutuhan pasien
- Catat nama petugas yang menerima telepon
- Isi form rujukan dengan lengkap
- Rujuk pasien dengan fasilitas taransportasi dan SDM yg kompetensinya sesuai kondisi pasien
MDGs Adakah MoU dengan UPK tersebut? (tunjukkan MOU
Bagaimana prosedur pencatatan pasien TB-DOTS di RS ni? Register pasien dicatat pada TB 03 dan
dilaporkan setiap 3 bulan ke Dinas Kesehatan melalui sistem informasi TB terpadu
Siapa yang mencatat? Apa kompetensinya? (Petugas TB DOTS, memiliki sertifikasi pelatihan TB
DOTS, tunjukan sertifikat pelatihannya)

APK Siapa yang menerima pasien datang pertama kali di IGD?


- Dokter dan perawat
Bagaimana prosedur penerimaan pasien di IGD?
- Pasien dilakukan triage untuk ditentukan status kegawatan
- Keluarga/ pendamping pasien yang melakukan pendaftaran administrasi
Bagaimana prosedur skrining di IGD?
- Skrining dilakukan dengan melihat status kegawatan pasien
Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat jalan?
- Pasien baru : mendaftar dibagian administrasi pasien
- Pasien lama: mendaftar langsung ke poliklinik yang dituju
Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat inap?
- Pasien diterima masuk rawat setelah ada instruksi rawat dari DPJP dengan bukti surat masuk
yang ditanda tangani oleh DPJP, jika dari IGD oleh dokter IGD
Apa saja yang diinformasikan saat pasien mendaftar di admisi rawat inap?
- Tata tertib RS
- Dokter yang akan merawat
- Perkiraan biaya
- Fasilitas RS
Apa yang dilakukan jika ruang rawat inap yang dibutuhkan penuh?
- Jika ruang rawat penuh maka pasien akan dititipkan ke ruang rawat lain dengan jenis
pelayanan yang sama mis di ruang internis (PU) bisa dititipkan di lantai unit PU yang lain
Bagaimana prosedur triage?
- Prosedur triage dengan melakukan asesment terlebih dahulu tentang kegawatan pasien
kemudian penanganan sesuai dengan kegawatan
Kapan terakhir kali anda mengikuti pelatihan triase?Dapatkah anda menunjukan sertifikatnya?
- Dijawab oleh petugas yang ditanya (Sesuai dengan pelatihan yg diikuti )
Bagaimana prosedur transfer/ pemindahan pasien antar unit di RS?
- Prosedur pemindahan pasien antar unit dengan menggunakan form timbang terima diisi
lengkap kemudian pasien diantar oleh perawat dan bila kondisi kritis harus ditemani oleh
dokter
Siapa yang mendampingi pasien saat proses transfer?
- Pembantu Perawat : jika kondisi pasien stabil, tenang, tidak ada masalah gangguan kesehatan
yang mengancam
- PP dan perawat: kondisi pasien tenang dan butuh pengawasan dan keamanan
- Perawat : kondisi pasien butuh pengawasan
- Dokter & perawat: kondisi pasien kritis
Apa yang dilakukan jika pasien memiliki kendala dalam berkomunikasi?( tidak dapat berbahasa
Indoesia/ tidak dapat bicara)
- Pasien yang tidak dapat berbahasa Indonesia akan dicarikan penerjemah sesuai bahasa yang
digunakan pasien
- Pasien yang tidak dapat bicara kita akan mengunakan keluarga/ pendamping pasien sebagai
penerjemah
Bagaimana prosedur pemulangan pasien?
- Dari awal masuk pasien sudah direncanakan estimasi/diperkirakan waktu pulang
- DPJP menyatakan pasien sudah boleh pulang dan resume pulang perawatan di buat disertakan
saat pasien pulang
Sejak kapan prosedur rencana pemulangan pasien dilakukan?
- Perencanaan pemulangan pasien dilakukan setelah pasien dinyatakan sebagai pasien rawat
inap
Bagaimana prosedur transfer ke RS lain?
- Menghubungi RS apakah tersedia sdm dan fasilitas yang sesuai kebutuhan pasioen
- Catat nama penerima berita
- Pastikan formulir rujukan telah di lengkapi saat pasien akan ditransfer
- Pasien diantar menggunakan transportasi dan sdm sesuai kondisi pasien
Apa saja yang dimonitor saat proses transfer ke RS lain tersebut?
- Tanda-tanda vital
- Kesadaran
- Kepatenan jalan nafas
- Akses intra vena
- Terapi yang diberikan selama proses transfer
AP Apa saja yang dikaji saat penerimaan pasien baru di rawat jalan?
Asesmen rawat jalan ( tunjukan formulir pengkajian)
- keluhan utama
- Riwayat penyakit dan pengobatan
- Psiko, sosial, ekonomi dan spiritual
- Pemeriksaan fisik
- Penilaian nyeri
- Penilaian risiko jatuh
- Penilaian status gizi
- Diagnosa dan tindak lanjut (masalah dan target ukur)
Apa saja yang dikaji saat penerimaan pasien baru di rawat inap?
Asesmen rawat inap (tunjukan form pengkajian)
- keluhan utama
- Riwayat penyakit dan pengobatan
- Psiko, sosial, ekonomi dan spiritual
- Pemeriksaan fisik
- Penilaian nyeri
- Penilaian risiko jatuh
- Penilaian status gizi
- Penilaian integritas kulit
- Rencana pemulangan pasien (discharge planing)
- Diagnosa dan tindak lanjut (masalah dan target ukur)
Siapa yang melakukan pengkajian tersebut?
DPJP: memiliki STR/SIP dan kewenangan klinis
Perawat : yang memiliki STR/SIP dan kewenangan klinis
Dimana pengkajian itu dicatat?
Pengkajian didokumentasikan pada rekam medis Rawat inap / rawat jalan (tunjukan formulir
pengkajian medis dan keperawatan)
Bagaimana RS mengkaji status gizi pasien?
Skrining Menggunakan
a. Malnutritionscreeningtools pada ps dewasa
b. Strong Kids pada pasien anak
c. Skrining kehamilan pada ibu hamil
d. Skrining gynekologi
Bagaimana RS mengkaji rasa nyeri pasien?
Menggunakan
a. VAS numericscale
b. Flacc pada anak
c. Cries pada neonatus
d. Confortscale pada paasien tidak sadar
Bagaimana penyusunan rencana pemulangan pasien?
Menggunakan formulir discharge planing yang dilakukan sejak pasien dinyatakan sebagai
pasien rawat inap pada pasien

PP Siapa yang berwenang mengambil keputusan mengenai tindakan medis yang akan diberikan
kepada pasien? DPJP
Bagaimana prosedur pemberian informasi mengenai tindakan medis yang akan dilakukan
kepada pasien?
Edukasi/Informasi dilakukan oleh DPJP atau Case Manager
Bagaimana prosedurnya jika dalam pemeriksaan penunjang memakan waktu lama?
Jika penundaan diakibatkan karena faktor fasilitas (Kerusakan alat) maka dibuatkan keterangan
penundaan oleh RS, jika pemeriksaan hasilnya dibutuhkan segera maka dilakukan pemeriksaan di
luar rumah sakit sesuai dengan laboratorium yang bekerjasama dengan RS Kepresidenan RSPAD
Gatot Soebroto
Bagaimana prosedur penanganan resusitasi pada pasien?
1. Pasien tanpa gelang DNR akan di Resusitasi oleh perawat pertama yang menemukan, dengan
sebelumnya mengkaji nadi carotis.
2. Perawat pertama akan memanggil bantuan dengan berteriak Code Blue kamar...... (tempat
pasien apnea)
3. Perawat kedua akan menghubungi dokter, perawat tiga, dan perawat logistik.
4. Pasien akan diberikan resusitasi sesuai prosedur dan kebijakan RS yang telah dilaksanakan pada
saat BHD
Bagaimana prosedur pemakaian alat penghalang (restrain) pada pasien?
Sebelum diberikan restrain pasien atau keluarga di beri edukasi dan mengisi inform consent tanda
setuju atas tindakan yang akan dilakukan.
Selama pengikatan pasien di observasi Personal hygiene dan kebutuhan dasarnya, serta area
pengikatan.
Observasi dilakukan setiap 30 menit sekali ( tunjukan form pengawasan pasien restrain)
Bagaimana prosedur penanganan pasien dialisis?
1. Pasien sebelum HD dokter harus melakukan peresepan HD
2. Pasien mengisi Inform Consent
3. Perawat melakukan pengkajian ulang sebelum HD
4. Pasien di berikan gelang identitas
5. HD dilakukan dengan observasi perawat.
6. Observasi pasca HD dan kaji ulang pasca HD.
7. Edukasi oleh gizi dilakukan pasca HD
Bagaimana kebijakan dan prosedur pasien-pasien kemoterapi?
1. Kemoterapi hanya dikerjakan di 3 tempat yaitu lantai 4 PU dan lantai 5 Kartika untuk pasien
dewasa dan lantai 2 IKA untuk pasien anak.
2. Dispensing hanya dilakukan oleh pihak Farmasi
3. Kemoterapi hanya dilakukan oleh perawat yang terlatih
4. Sebelum Kemoterapi perawat memastikan bahwa protokol sudah ada, inform consent telah
terisi, obat sudah tersedia.
5. Selama kemoterapi pasien mendapat pengawasan oleh perawat

Bagaimana prosedur penyimpanan, penyajian dan pendistribusian makanan kepada pasien?


1. Bahan makanan disimpan berdasarkan jenisnya, menggunakan wadah dan diberi label (nama
bahan makanan, tgl datang).
2. Bahan makanan disimpan di freezer / chiller pada suhu yang terpantau dan sesuai standar :
a. Bahan makanan basah :
- BM hewani : suhu 0 C
- Sayur dan BM Nabati : suhu 10-15 C
- Bumbu : 0-7 C
- Telur : 5-7 C
b. Bahan makanan kering di simpan dalam ruangan penyimpanan dengan suhu 22-30 C
dan kelembaban 35-60 %
3. Makanan untuk persediaan pasien baru disimpan di dapur Diamak (Penyediaan Makanan)
disimpan di dalam alat khusus pemanas (Bain marie) dalam keadaan tertutup dengan suhu
70 derajat Celsius dalam waktu maximal 3 jam. Terdapat Label pada setiap jenis makanan
meliputi : nama menu, tgl, waktu matang.
4. Makanan sampel (retain food) untuk setiap jenis menu, disimpan di frezer pada suhu 0 C
dan diberi label (Tgl, nama menu). Makanan sampel dibuang setelah 3 hari.
Penyajian :
1. Penyajian sesuai dengan diet pasien.
2. Makanan diberikan 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan (snack) atau sesuai
preskripsi diet khusus.
Pendistribusian :
1. Pendistribusian makanan dengan sistem sentralisasi pemorsian di dapur diamak disesuaikan
diet pasien (penyediaan makanan) .

2. Pendistribusian makanan sesuai dengan diet pasien (label pada alat makan pasien) nama,
no RM, no.Kamar, Diet.

Bagaimana prosedur pemberian edukasi batasan diet kepada pasien & keluarga?
1. Nutrisionis / ahli gizi membaca hasil pengkajian awal keperawatan tentang kebutuhan edukasi.
2. Bila ada tanda ceklist () pada edukasi gizi maka nutrisionis melakukan edukasi gizi.
3. Edukasi gizi meliputi memperkenalkan diri, memberikan penjelasan diet, makanan yang
dianjurkan, makanan yang dihindari dan pembatasan diet pasien bila keluarga menyediakan
makanan.
4. Setelah nutrisionis memberi edukasi , pasien atau keluarga menandatangani formulir edukasi
terintegrasi.
Bagaimana cara memonitor terapi gizi yang diberikan?
Monitoring evaluasi terapi gizi :
1. Monitoring sesuai dengan terapi gizi yang diberikan
2. Evaluasi terapi gizi dilakukan :
a. setiap 3 hari pada pasien berisiko malnutrisi ( skor skrining gizi 2) dan ditulis di
lembar terintegrasi.
b. setiap 7 hari pada pasien tidak berisiko malnutrisi (skor skrining gizi < 2) dilakukan
skrining gizi lanjut.
c. Evaluasi terapi gizi berdasarkan dengan target yang telah ditentukan sebelumnya (asupan
makan, nilai laboratorium, fisik klinis , antropometri), bila belum memenuhi target maka akan
dilakukan reassessmen.
Bagaimana prosedur penanganan pasien dengan rasa nyeri?
Lihat alur penanganan nyeri
Bagaimana prosedur penanganan pasien-pasien dalam tahap terminal?
1. Pasien dinyatakan terminal oleh DPJP
2. Keluarga dan pasien di edukasi
3. Keluarga di edukasi dan inform tentang DNR dan disahkan dengan penandatanganan DNR jika
setuju maka pasien diberi pin ungu.
4. Pasien akan diberikan pelayanan pasien end of life, berupa tim yang terdiri dari :
a. Anastesi untuk nyeri
b. Psikiatri untuk mental
c. DPJP untuk keseluruhan
d. Rohaniwan untuk spiritual
Bagaimana prosedur pemberian informed consent kepada pasien? Lihat Tabel dibawah
Kapan dilakukan time out? Sebelum dilakukan insisi
Siapa yang melakukan time out? Perawat sirkuler
Bagaimana prosedur time out?
Fase setiap anggota tim bedah memperkenalkan diri dan peran masing-masing. Tim bedah
memastikan bahwa semua orang di ruang operasi saling kenal. Sebelum melakukan sayatan/insisi
pertama pada kulit pasien, tim mengkonfirmasi dengan suara yang keras mereka melakukan operasi
yang benar, pada pasien yang benar. Mereka juga mengkorfimasi bahwa antibiotic profilaksis sudah
diberikan dalam 60 menit sebelumnya.
PAB Kejadian beresiko yang perlu diantisipasi oleh dr Bedah:
1). Tindakan rutin yang dilakukan
2). Lama operasi
3). Apakah sudah diantisipasi perdarahan
Kejadian beresiko yang perlu diantisipasi oleh tim Perawat:
1). Apakah ada masalah dengan peralatan atau masalah yang perlu dihawatirkan
2). Apakah sudah dipastikan kesterilan alat
3). Apakah hasil radiologi sudah ada.
4). Untuk semua di atas perlu ditandatangani oleh oleh dr Anestesi. Perawat sirkuler perawat anestesi,
dan keterangan tanggal dan jam.
Apa saja daftar obat-obatan yang termasuk dalam NORUM?
- DAFTAR OBAT-OBAT LASA

Generik Injeksi
NO NAMA OBAT LASA
1. Asam traneksamat 250 mg Asam traneksamat 500 mg
3. Cefoperazone Cefoperazone sulbactam
2. Ceftriaxone Cefotaxime
4. Ephedrine Ephineprine
5. Ketorolac 10 mg Ketorolac 30 mg
6. Lovenox 0,4 Lovenox 0,6
8. Omeprazole Lanso
7. Ondancetron 4 mg Ondancetron 8 mg
MPO Patent Injeksi

NO NAMA OBAT LASA


1. Adona 5 ml Adona 10 ml
2. Brainact Bralin
3. Hidonac Hipobac
4. Kalfoxim 0,5 mg Kalfoxim 1 mg
5. Kalmethasone 4 mg Kalmethasone 5 mg
6. Klanex 250 Kalnex 500
7. Meropec Merofen
8. Merosan Meronesco
9. Mersibion 5000 Neurobion 5000
10. Takelin 250 Takelin 500
11. Termicef Terfacef
12. Vicillin Vicillin SX
Generik Tablet
NO NAMA OBAT LASA
1. Acarbose 50 mg Acarbose 100 mg
2. Allopurinol 100 mg Allopurinol 300 mg
3. Amlodipine 5 mg Amlodipine 10 mg
4. Captopril 25 mg Captopril 50mg
5. Cefixime 100 mg Cefixime 200 mg
6. Clindamycin150 mg Clindamycin 300 mg
7. Erythromycin 250 mg Erythromycin 500 mg
8. Mecobalamin 250 mg Mecobalamin 500 mg
9. Meloxicam 7,5 mg Meloxicam 15 mg
10. Metformin 500 mg Metformin 850 mg
11. Metil prednisole 4 mg Metil prednisole 8 mg
12. Ondancetron 4 mg Ondancetron 8 mg
13. Rifampicin 300 mg Rifampicin 450 mg
14. Sprinolactone 25 mg Sprinolactone 100 mg

Patent Tablet

NO NAMA OBAT LASA


1. Adalat 5 mg Adalat 10 mg
2. Adalat oros 20 mg Adalat oros 30 mg
3. Arcoxia 30 mg Arcoxia 60 mg
4. Aspar Aspar K
5. Betaserc 8 mg Betaserc 24 mg
6. Bioprexum 5 mg Bioprexum 10 mg
7. Blopress 8 mg Blopess16 mg
8. Bone one 0,25 mg Bone one 1 mg
9. Cholestat 10 mg Cholestat 20 mg
10. Citaz 50 mg Citaz 100 mg
11. Coveram 5/10 Coveram 10/10
12. Crestor 10 mg Crestor 20 mg
13. Diovan 40 mg Diovan 160 mg
14. Divask 5 mg Divask 10 mg
15. Flumucil capsul Flumucil 200 sacc

Bagaimana kebijakan penyimpanan elektrolit pekat di RS?


Obat High Alert (Obat yang memerlukan kewaspadaan tinggi) harus disimpan di tempat terpisah
( tdk mudah dijangkau ) dan di beri label khusus warna merah
- Tempat-tempat yang diperbolehkan menyimpan obat-obat dengan konsentrasi tinggi (High Alert)
adalah: Gudang Farmasi, Depo Intensive Care Unit (ICU), Depo Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan
Depo Instalasi Kamar Operasi (IKO). Diluar tempat-tempat tersebut di atas harus mengambil obat
di instalasi farmasi dalam bentuk yang sudah diencerkan sesuai kebutuhan
Bagaimana cara penyimpaan dan pemantauan obat-obatan sampel di RS?
a) Obat sampel yang diterima oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan lainnya
harus mendapat rekomendasi dari Komite Farmasi dan Terapi
b) Obat Sampel yang telah di rekomendasi dari KFT di kelola oleh Instalasi Farmasi
c) Instalasi Farmasi menyimpan obat ditempat khusus obat sampel.
d) Pengeluaran/pemakaian obat sampel dilakukan atas dasar permintaan tenaga medis
atau Ka Inst/Unit Wat/Poliklinik yang membutuhkan.
e) Farmasi mengevaluasi dan mencatat setiap permintaan dan saat pengeluaran harus
mencatat pada kartu stok yang berada disamping/menempel pada kemasan obat.
f) Instalasi Farmasi memonitor data klinis obat sampel
g) Hasil monitoring dan evaluasi di sampaikan ke Pimpinan Rumah Sakit dan Ketua
Komite Medik
Bagaimana prosedur pengelolaan obat emergensi di RS?
a) Instalasi Farmasi mengisi perbekalan farmasi disetiap ruang perawatan dan poliklinik dengan
standart yang sama, kecuali utntuk ICU/NICU, Perawatan anak/peristi,kebidanan,kamar operasi,
IGD dan cathlab/jantung
b) Obat emergensi disimpan di troli emergensi dan dikelola secara khusus oleh petugas yang
ditunjuk.
c) Troli emergensi harus selalu dalam posisi terkunci dan berlabel Instalasi farmasi, hanya digunakan
bila dalam keadaan emergensi/Code blue dan ada petugas penanggung jawab troli emergensi
tersebut.
d) Kunci troli emergensi harus selalu tergantung dileher petugas penanggung jawab troli emergensi
tersebut.
e) Kunci troli emergensi harus diserah terimakan setiap pergantian shift dengan buku serah terima.
f) Tenaga kesehatan yang menggunakan obat, harus mencatat jumlah yang dipakai, nama pasien,
nama dokter yang menginstruksikan, tanggal pemakaian dan paraf petugas pada buku emergensi.
g) Setiap kali pemakaian obat emergensi pada jam kerja, petugas membawa buku dan resep
pengganti obat emergensi dalam waktu 2 jam. Label di pasang setelah obat diisi kembali oleh
Instalasi Farmasi
h) Setiap satu bulan sekali petugas farmasi melihat ke troli emergensi tentang jumlah dan ED obat,
kerusakan obat dengan bukti buku yang ditanda tangani oleh petugas farmasi dan
peanggungjawab ruangan.
i) Semua kegiatan harus dilakukan pencatatan dan dokumentasi sesuai ketentuan.
j) Bila ada obat yang di butuhkan di poliklinik dan perawatan yang tidak tertera dalam daftar troli
emergensi, dapat di siapkan pada permintaan sehari sebelumnya dan disimpan pada penyimpanan
obat pasien/ , kecuali keadaan khusus.
k) Kolaborasi dengan Tim Code Blue RSPAD Gatot Soebroto

Bagaimana prosedur penarikan obat di RS?


A. PENARIKAN ATAS KEBIJAKAN PEMERINTAH
a) Apabila ada edaran pemberitahuan penarikan obat, suplai medis & alat kesehatan baik dari
pabrik maupun dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kepala Instalasi
b) Farmasi atau yang didelegasikan / mewakili akan menetapkan proses penarikan obat dan
suplai medis tersebut di rumah sakit.
c) Surat edaran dilengkapi dengan pengkajian dokumen kartu stok untuk melihat jika ada dari
obat yang dimaksud tercatat di dalam kartu. Stock
d) Jika kita tidak memiliki obat dan suplai medis yang ditarik, tidak perlu melakukan tindak lanjut.
e) Jika kita memiliki merek dan nomor lot / batch obat dan suplai medis yang ditarik, tahapan
langkah berikut harus dilakukan dengan segera.
f) Semua persediaan (stok) obat dan suplai medis yang ditarik yang tersedia di inventaris
Instalasi Farmasi diambil dari rak atau tempat penyimpanan dan dikarantina.
g) Semua tempat dimana obat dan suplai medis disimpan di seluruh Rumah Sakit harus
diinspeksi. Semua stok obat dan suplai medis yang ditarik harus dikembalikan ke Instalasi
Farmasi. Diperlukan koordinasi antara Instalasi Farmasi dan Kasub Instal Wat Inap dan Wat Lan
h) Staf medis dan semua pihak yang terkait akan mencatat penarikan obat dan suplai medis ini.
i) Obat dan suplai medis yang digunakan dihentikan sampai obat dan suplai medis
alternatif/pengganti tersedia
j) Inspeksi khusus di tempat penyimpanan obat dan suplai medis (termasuk trolley emergency)
dilakukan oleh apoteker ruangan atau petugas farmasi untuk memastikan obat dan suplai
medis
k) yang ditarik dari peredaran semuanya sudah dibawa / dipindahkan ke Instalasi Farmasi
l) Dokumen penarikan obat dan suplai medis akan disimpan di Instalasi Farmasi untuk dikaji
secara internal maupun eksternal.
m) Pengkajian efek dari obat dan suplai medis yang ditarik dilakukan oleh Kasub Instal Penunjang,
kemudian dilaporkan oleh Kepala Instalasi Farmasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan
dan dikembalikan ke Pabrik Obat

B. PENARIKAN KARENA ED / RUSAK


1). Persediaan Obat dan Suplai Medis di unit/ruang perawatan
a. Penarikan obat dan suplai medis ED/ rusak dilakukan oleh Instalasi Farmasi atas dasar
laporan dari Instalasi / unit pelayanan atau perawatan baik yang dilakukan secara khusus
maupun atas laporan rutin (Bulanan, Triwulan, Semesteran, Tahunan).
b. Instalasi Farmasi mengumpulkan dan menyimpan obat dan suplai medis hasil penarikan di
gudang khusus atau tempat dalam gudang farmasi di dalam tempat khusus.
c. Setiap periodik Instalasi Farmasi mengirimkan obat dan suplai medis rusak/hasil recall ke
Gumat untuk dikumpulkan dan diajukan proses pencelaan/penghapusan.
2). Obat/ suplai medis telah diserahkan kepada pasien
a. Petugas farmasi kesempatan pertama melaporkan kepada Kainstal farmasi atau apoteker
senior yang ada serta segera menghubungi pasien via telepon atau mendatangi tempat
tinggal nya untuk menarik obat yang telah diberikan dan menggantinya dengan obat baru.

b. Apabila pasien tidak bisa menerima keadaan dan berniat melakukan penuntutan, maka
petugas/apoteker melakukan penjelasan dan pendekatan secara bijak dan secara
persuasive dan kekeluargaan sambil memohon maaf baik atas nama pribadi atau institusi
Apakah ada pembatasan dalam peresepan antibiotik di RS?
a) Antibiotik harus sesuai indikasi
b) Penulisan resep antibiotik harus sesuai dengan formulasi yang ada di RS
c) Dosis antibiotik harus disesuaikan menurut umur dan berat badan serta memperhatikan efek
samping, riwayat alergi
d) Resep yang diberikan antibiotika harus mlampirkan hasil kultur
e) Bila belum ada hasil kultur, antibiotika diberikan sampai menunggu hasil kultur
f) Jika hasil kultur sesuai, Antibiotika di teruskan
g) Jika hasil resisten antibiotkan dig anti dengan antibiotika yang sesuai dengan hasil kultur
h) Apabila pemakaian sudah mencapai 14 hari, konfirmasi ke DPJP dan dilakukan evaluasi

Apakah ada standarisasi singkatan yang digunakan dalam peresepan di RS?

1. Penulisan Dosis yang Tidak Boleh Digunakan


Maksud
Penulisan Dosis Misinterpretasi Koreksi
penulisan dosis
Angkat 0 dibelakang 1 mg Disalahartikan Tidak boleh menulis angka 0 setelah koma
koma (contoh 1,0 mg) sebagai 10 mg (1 mg)
Angkat 0 di depan 0,5 mg Disalahartikan Tidak boleh menghilangkan angka 0
koma pada penulisan sebagai 5 mg didepan koma
desimal (contoh : ,5mg) (0,5 mg)

Penulisan Dosis Maksud Misinterpretasi Koreksi


penulisan
dosis
Penulisan dosis dan obat Inderal 40 mg Disalahartikan Tempatkan spasi antara nama obat, dosis,
langsung digabung tanpa Tegretol 300 sebagai Inderal dan satuan dosis
spasi (contoh: Inderal40 mg 140 mg dan
mg Tegretol3000mg) Tegretol 1300
mg
Penulisan jumlah dosis 10 mg Huruf m sering Tempatkan spasi antara jumlah dosis dan
dan satuan dosis 100 ml disalahartikan satuan dosis
digabung (contoh : 10mg, sebagai angka
100ml) 0
Penulisan satuan dosis Mg Tanda titik Tidak menggunakan titik setelah
dengan tanda titik mL sering penulisan satuan dosis
dibelakangnya (contoh: disalahartikan
mg, mL.) sebagai angka
1 jika cara
penulisan buruk
Penulisan dosis yang 100.000 unit Disalahartikan Menggunakan koma yang tepat pada
besar tanpa penempatan 1.000.000 unit dengan jumlah jumlah dosis 1.000 unit atau lebih. Dapat
tanda koma yang benar yang berbeda juga menggunakan kalimat, contoh : 100
(contoh: 100000 unit, ribu dan 1 juta sehingga lebih mudah
1000000 units) dibaca

2. Penulisan Singkatan Nama Obat yang Tidak Boleh Digunakan


Maksud
Singkatan nama obat Misinterpretasi Koreksi
singkatan
AZT Zidovudin Disalahartikan Ditulis dengan zidovudin
sebagai
azatriopin
atau
aztreonam
HCl Asam klorida Disalahartikan Ditulis dengan lengkap
sebagai kalium
klorida
HCTZ Hidroklorotiazid Disalahartikan Ditulis dengan hidroklorotiazid
sebagai
hidrokortison
MgSO4 Magnesium Disalahartikan Ditulis dengan magnesium sulfat
sulfat sebagai morfin
sulfat
MS, MSO4 Morfin sulfat Disalahartikan Ditulis dengan morfin sulfat
sebagai
magnesium
sulfat
ZnSO4 Zinc sulfat Disalahartikan Ditulis dengan zinc sulfat
sebagai morfin
sulfat

3. Penulisan Nama Obat yang Dipendekkan


Penulisan nama Maksud
Misinterpretasi Koreksi
obat penulisan
Nitro drip Infus Disalahartikan Ditulis dengan Infus nitrogliserin
nitrogliserin sebagai infus
natrium
nitroprusid
Norflox Norfloksasin Disalahartikan Ditulis dengan norfloksasin
sebagai Norflex
IV Vanc Vankomisin Disalahartikan Ditulis dengan vankomisin IV
intravena sebagai Ivanz

Bagaimana kebijakan mengenai penulisan resep yang lengkap?


1. Yang berhak menulis resep adalah Dr,Drg, Dr Spesialis /Subspesialis dan dokter PPDS yang
bertugas dan mempunyai surat izin praktik di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto.
2. Yang berhak menulis resep narkotika adalah dokter yang memiliki nomer SIP (Surat Izin
Praktik) atau SIPK (Surat Izin Praktik Kolektif)
3. Penulis resep harus memperhatikan kemungkinan adanya kontraindikasi, interaksi obat, dan
reaksi alergi.
4. Resep ditulis secara manual pada blanko lembar resep dengan Kop RS Kepresidenan RSPAD
Gatot Soebroto yang telah dibubuhi stempel Departemen/Unit Pelayanan tempat pasien
dirawat/berobat, atau secara elektronik dalam sistem informasi farmasi.
5. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca, menggunakan istilah dan singkatan yang lazim sehingga
tidak disalahartikan.
6. Obat yang diresepkan harus sesuai dengan Formularium RS Kepresidenan RSPAD Gatot
Soebroto

7. Penulisan resep harus dilengkapi / memenuhi hal-hal sebagai berikut :


a. Nama Pasien sesuai e-KTP
b. SIP
c. Tanggal lahir atau umur pasien (jika tidak dapat mengingat tanggal lahir )
d. Berat badan pasien ( untuk pasien anak )
e. Nomor rekam medik
f. Nama dokter
g. Tanggal penulisan resep
h. Nama ruang pelayanan
i. Memastikan ada tidaknya riwayat alergi obat dengan mengisi kolom riwayat alergi
obat pada bagian kanan atas lembar resep manual
j. Tanda R/ pada setiap sediaan
k. Untuk nama obat tunggal ditulis nama generik.
l. Jumlah sediaan
m. Bila obat berupa racikan dituliskan nama setiap jenis/bahan obat dan jumlah bahan
obat (untuk bahan padat : mikrogram, milligram, gram dan untuk cairan : tetes, milliliter, liter)
Bagaimana prosedur pemberian edukasi mengenai terapi obat-obatan kepada pasien?
1. Rumah sakit memberikan edukasi yang mendukung partisipasi pasien dan keluarganya dalam keputusan
perawatan dan proses keperawatan.
2. Cakupan pendidikan yang diberikan pada pasien dan keluarga meliputi:
a. Kondisi kesehatan dan diagnosis penyakit
b. Penggunaan obat-obatan yang didapat pasien secara efektif dan aman
c. Penggunaan peralatan medis secara efektif dan aman
d. Potensi interaksi antar obat yang diresepkan dengan obat lainnya, serta makanan
3.Persiapan Pasien:
a. Mengkaji kesediaan pasien dan keluarga menerima edukasi
b. Menyiapkan lingkungan untuk pelaksanaan edukasi
4. Pelaksanaan :
a. Menjelaskan tujuan dan waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan edukasi
b. Menjelaskan materi edukasi sesuai kebutuhan pasien dan keluarga
5. Penutup
a. Mengevaluasi pemahaman pasien dan keluarga tentang materi yang telah diberikan
b. Memberikan pujian terhadap upaya yang diberikan oleh pasien dan keluarga
c. Mengisi formulir edukasi terintegrasi dan menandatangani
Pasien atau keluarga menandatangani formulir edukasi
Pasien dan keluarga diharapkan berperan aktif dalam pelaksanaan edukasi
Bagaimana prosedur pelaporan insiden bila terjadi medication error?
a. Bila terjadi KTD/KNC perawat yang bertugas merawat pasien harus segera melaporkan kepada DPJP.
b. DPJP segera melakukan tindakan pencegahan atau penanganan agar tidak membahayakan keselamatan
pasien. Setelah ditindaklanjuti, segera buat laporan insidennya dengan mengisi Formulir Laporan
Insiden pada akhir jam kerja kepada Atasan langsung (Paling lambat 2 x 24 jam ).
c. Kejadian yang dilaporkan berupa :
a) Data Pasien yang mengalami KTD/KNC
b) waktu kejadian,
c) Insiden yang terjadi,
d) Kronologi kejadian
e) Tempat kejadian.
d. Setelah selesai mengisi laporan,. Atasan langsung akan memeriksa laporan dan melakukan investigasi
terhadap insiden yang dilaporkan, dan selanjutnya dilaporkan kepada Tim Keselamatan Pasien di
Rumah sakit
e. Tim KP di RS akan membuat laporan dan Rekomendasi untuk perbaikan serta Pembelajaran berupa :
Petunjuk /Safety alert untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Rekomendasi dan
rencana kerja dilaporkan kepada Karumkit.
f. Rekomendasi untuk Perbaikan dan Pembelajaran diberikan umpan balik kepada unit kerja terkait

MKI Adakah standarisasi singkatan yang boleh dipakai di RS ini? Ada (tunjukan buku daftar singkatan)
Adakah standarisasi simbol yang digunakan di RS ini?
Ada (tunjukkan buku simbol dan daftar singkatan)
Bagaimana prosedur pemusnahan berkas rekam medis?
Pemusnahan rekam medis dilakukan pada RM yang tidak aktif dg tenggang waktu 5 tahun
Dapatkah anda menjelaskan uraian jabatan anda?
KPS Sesuaikan dengan uraian tugas masing-masing
Bagaimana RS mengidentifikasi pasien-pasien berisiko infeksi?
1. Kewaspadaan air bone
- Penempatan pasien di R isolasi Tekanan negatif / lantai 1 paru
- Perlindungan pernafasan (petugas Masker N95, pasien masker bedah)
- Batasi pemindahan dan transportasi pasien
- Pintu selalu tertutup
2. Kasus-kasus MDRO (resistensi Antibiotika) pada pasien yang telah mendapatkan terapi
antibiotika melalui hasil kultur menunjukkan adanya resistensi atau penggunaan antibiotik > 1
minggu. Dilakukan pemantauan intensif dan ditindaklanjuti oleh tim PPA
3. Kewaspadaan kontak
- Penempatan pasien di ruang tersendiri
- Kebersihan tangan dan kenakan sarung tangan bersih saat memasuki ruang perawatan, ganti
sarung tangan setelah menyentuh peralatan pasien yang terkontaminasi mikroorganisme
(faeses/ luka), lepaskan sarung tangan & kebersihan tangan sebelum keluar
- Kenakan gaun bersih saat memasuki ruang perawatan
- Batasi pemindahan dan transport pasien
PPI - Peralatan nonkritikal hanya untuk satu pasien
Bagaimana prosedur penanganan pasien infeksius?
1. Penerapan kewaspadaan kontak (pasien dengan MRSA), resisten E Colly, Diare, Herpes
Simplex, Resisten pseudomonas Aeruginosa)
2. Penerapan kewaspadaan airbone (pada pasien dengan H5N1, H1N1, Mers Co V, SARS, Tb Aktif
dengan BTA (+), MDR Tb)
3. Pada pasien Immunocompromized denganpenempatan pada ruang perawatan khusus yang
dilengkapi dengan Hepa filter, gunakan APD, batasi pengfunjung dan efisiensi tindakan
pelayanan keperawatan yang dilakukan
4. Pemantauan terhadap pasien-pasien yang menggunakan alat-alat single use, reuse sesuai spo
Bagaimana RS mengidentifikasi pasien yang beresiko infeksi
1. Surveilance aktif (IPCN & IPCLN)
Monitoring pasien yang dilakukan tindakan invasif (HAIs) melalui Bundle HAIs
2. Deteksai / pemeriksaan MRSA pada pasien dengan ulkus, abses yang berat/ serius atau luka
yang menunjukkan tanda infeksi (peningkatan suhu tubuh, nyeri, kemerahan, pus, yang tidak
kunjung sembuh)

TKP Apa visi dan misi RS?


VISI RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto
Menjadi Rumah Sakit Kepresidenan berstandar Internasional, tujukan tertinggi dan Rumah Sakit
pendidikan utama serta kebanggaan prajurit dan Masyarakat
MISI
- Misi RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan yankes bagi Presiden, Pejabat negara dan tamu negara
2. Menyelenggarakan fungsi perumahsakitan tingkat pusat dan rujukan tertinggi bagi rumah
sakit TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI
3. Menyelenggarakan yankes dan dukungan kesehatan yang profesional dan bermutu serta
menyeluruh bagi prajurit? ASN TNI Kemhan dan keluarga serta masyarakat
4. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan
5. Mengembangkan keilmuan dan riset secara berkesinambungan berdasarkan evidence
based practice
6. Memberikan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian bagi
tenaga kesehatan

Apa yang anda lakukan jika terjadi kebakaran di RS?


1. Tetap tenang jangan panik
2. Lakukan RACE
R : Remove (singkirkan barang dari titik api)
A : Alarm (bunyikan alarm atau teriak code red)
C : Close : tutup pintu, jendela untuk menhindari penjalaran api dan asap
E : Estinguisher (gunakan alat pemadam apu yang ada/ APAR)
3. Evakuasi
Jika api dan asap tidak terkendali maka lakukan evakuasi. (perintah evakuasi oleh komadan
darurat kebakaran)
MFK Bagaimana prosedur penggunaan APAR?
1. Tata Cara Penggunaan Tabung APAR dengan PASS:
a. Pegang dan Tarik (Pegang dan tarik Pin pengunci tabung APAR
b. Arahkan. (Arahkan selang ke sumber api)
c. Satukan. (Satukan pegangan atas dan pegangan bawah)
d. Sapukan, (Sapukan dengan cara dari kiri ke kanan atau sebaliknya.)
2. Apabila dalam keadaan darurat/ kebakaran gunakan APAR dengan cara memecahkan kaca box/
kotak APAR dengan mengikuti/ membaca petunjuk cara-cara pemakaian APAR degan jelas dan benar

TATALAKSANA PASIEN DENGAN NYERI


PASIEN MASUK
POLI RAWAT JALAN UNIT GAWAT DARURAT RUANG TINDAKAN
KHUSUS

DIKAJI TANDA-TANDA VITAL (TEKANAN DARAH, NADI, SUHU, PERNAPASAN, DAN


SKALA NYERI)

BILA NYERI

TATALAKSANA RINGAN (0-3) SEDANG (4-6) BERAT (7-10)

DIKELOLA PERAWAT DPJP ANASTESI


TERAPI TANPA TERAPI ANALGETIK OPIAD
(distraksi, massage,
komunikasi)
KAJI ULANG a. LAKUKAN a. 15 SETELAH a. 15 SETELAH PEMBERIAN
SETELAH PEMBERIAN TERAPI TERAPI
MEMBERIKAN b. DILAJUTKAN SETIAP 2 b. DILAJUTKAN SETIAP 1
TERAPI (MISAL : JAM SAMPAI SKALA JAM SAMPAI SKALA
massage/music) MENURUN MENJADI MENURUN
b. LANJUTKAN SKALA RINGAN c. LANJUTKAN OBSERVASI
SETIAP 8 JAM c. LANJUTKAN SETIAP 8 SESUAI SKALA NYERI
SAMPAI NYERI JAM SEKALI SAMPAI SEDANG/RINGAN
HILANG NYERI HILANG TANPA SAMPAI NYERI HILANG
OBAT TANPA OBAT
PENCATATAN CATAT DI CATATAN a. LAKUKAN a. LAKUKAN
TERINTEGRASI PENGKAJIAN NYERI PENGKAJIAN NYERI
BERUPA SOAP KOMPREHENSIF KOMPREHENSIF
SESUAI FORMAT SESUAI FORMAT
YANG TERSEDIA YANG TERSEDIA
b. HASIL b. HASIL
OBSERVASI/KAJI OBSERVASI/KAJI
ULANG DICATAT DI ULANG DICATAT DI
FORMAT OBSERVASI FORMAT OBSERVASI
NYERI NYERI
c. SEMUA TINDAKAN c. SEMUA TINDAKAN
DAN OBSERVASI DAN OBSERVASI
DICATAT DI CATATAN DICATAT DI CPPT
TERINTEGRASI