Anda di halaman 1dari 16

Rangkaian Tiga Lampu Hidup Bergantian Secara Otomatis

Dengan Menggunakan Program Plc Omron

Rangkaian tiga lampu hidup bergantian secara otomatis dengan menggunakan program PLC Omron dapat
digunakan sebagai lampu hias pada toko, apotik, ataupun hotel. Lampu ini jiga dapat digunakan pada iklan,
perinsip kerja lampu bergantian secara otomatis juga digunakan pada lampu tanda lalu lintas (traffict light) dan
lain-lainnya.

Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan cara kerja rangkain 3 lampu hidup bergantian secara otomatis dengan
menggunakan program PLC Omron. Berikut ini adalah rangkaian yang saya maksudkan tersebut.

Gambar.1. Rangakaian 3 Lampu Hidup Bergantian Secara Otomatis


Keterangan :

Q 100.00 = Contactor 1

Q 100.01 = Contactor 2

Q 100.02 = Contactor 3

TIM 000 = Timer 1

TIM 001 = Timer 2

TIM 002 = Timer 3

I 0.00 = Tombol Stop (NC)

I 0.01 = Tombol Start 1 (NO)

I 0.02 = Tombol Start 2 (NO)

Contactor 1 (Q 100.00) berguna untuk mengoperasikan Lampu 1

Contactor 2 (Q 100.01) berguna untuk mengoperasikan Lampu 2

Contactor 3 (Q 100.02) berguna untuk mengoperasikan Lampu 3

Timer 1 (TIM 000) berguna untuk mengatur waktu operasi Lampu 2

Timer 2 (TIM 001) berguna untuk mengatur waktu operasi Lampu 3

Timer 3 (TIM 002) berguna untuk mengatur waktu operasi Lampu 1

Cara Kerja Rangkaian :

1. Pada Rung 1, bila ditekan tombol Start I 0.01 maka arus listrik masuk ke Contactor Q 100.00 sehingga Contactor
Q 100.00 bekerja, pada saat yang bersamaan kontak NO dari Q 100.00 akan mengunci tombol Start I 0.01, maka
Contactor Q 100.00 akan tetap bekerja walaupun tombol Start I 0.01 sudah kembali pada posisi Off. Sementara
itu kontak NC dari Contactor Q 100.00 (sebagai pengunci) pada Rung 3 membuka akibatnya Contactor Q
100.02 tidak dapat bekerja bersamaan dengan bekerjanya Contactor Q 100.00. Jadi pada tahap ini hanya Lampu
1 saja yang bekerja (hidup).

2. Sementara Contactor Q 100.00 bekerja pada Rung 1 maka pada saat yang bersamaan Timer TIM 000 sudah
dialiri arus listrik dan akan mengerjakan kontak NO-nya (T000) setelah mencapai waktu setting yang diberikan
(sebagai simulasi pada rangkaian ini waktunya cuma 7 detik),

3. Pada Rung 2, setelah waktu settingnya tercapai 7 detik maka Sakelar NO dari T000 akan menutup maka arus
listrik masuk ke Contactor Q 100.01 sehingga Contactor Q 100.01 bekerja, pada saat yang bersamaan kontak
NO dari Q 100.01 akan mengunci sakelar NO dari T000 maka Contactor Q 100.01 akan tetap bekerja walaupun
sakelar NO dari T000 sudah kembali pada posisi Off. Sementara itu kontak NC dari Contactor Q 100.01
(sebagai pengunci) pada Rung 1 membuka akibatnya Contactor Q 100.00 tidak dialiri arus listrik dan tidak
dapat bekerja bersamaan dengan bekerjanya Contactor Q 100.01. Jadi pada tahap ini hanya Lampu 2 saja yang
bekerja (hidup).
4. Sementara Contactor Q 100.01 bekerja pada Rung 2 maka saat yang bersamaan Timer TIM 001 sudah dialiri
arus listrik dan akan mengerjakan kontak NO-nya (T001) setela mencapai waktu setting yang diberkan (sebagai
simulasi pada rangkaian ini waktunya cuma 7 detik),

5. Pada Rung 3, setelah waktu settingnya tercapai 7 detik maka sakelar NO dari T001 akan menutup maka arus
listrik masuk ke Contactor Q 100.02 sehingga Contactor Q 100.02 bekerja, pada saat yang bersamaan kontak
NO dari Q 100.02 akan mengunci sakelar NO dari T001 maka Contactor Q 100.02 akan tetap bekerja walaupun
sakelar NO dari T001 sudah kembali pada posisi Off. Sementara itu kontak NC dari Contactor Q 100.02
(sebagai pengunci) pada Rung 2 membuka akibatnya Contactor Q 100.01 tidak dialiri arus listrik dan tidak
dapat bekerja bersamaan dengan bekerjanya Contactor Q 100.02. Jadi pada tahap ini hanya Lampu 3 saja yang
bekerja (hidup).

6. Sementara Contactor Q 100.02 bekerja pada Rung 3 maka saat yang bersamaan Timer TIM 002 sudah dialiri
arus listrik dan akan mengerjakan kontak NO-nya (T002) setela mencapai waktu setting yang diberkan (sebagai
simulasi pada rangkaian ini waktunya cuma 7 detik), Setelah waktu settingnya tercapai maka TIM 002
mengerjakan kontak NO-nya (T002) pada Rung 1 maka Contactor Q 100.00 bekerja kembali sehingga Lampu 1
hidup lagi, setelah 7 detik kemudian hidup lagi Lampu 2 (pada saat ini Lampu 1 mati), setelah 7 detik kemudian
hidup lagi Lampu 3 ( pada saat ini Lampu 2 mati) dan begitu seterusnya.

7. Untuk mematikan rangkaian Lampu tersebut dapat dilakukan dengan menekan tombol Stop I 0.00 yang ada
pada Rung 1 atau yang terdapat pada Rung 2 atau yang terdapat pada Rung 3.

Konfigurasi Rangkaian :

1. Mengedit Tombol Stop :

Double Click tombol Stop I 00.00, maka muncul kotak Edit Contact maka ketikan 0.00, terus klik OK,
kemudian muncul kotak Edit Comment maka ketikan STOP, terus klik OK dan selesai.

Gambar.2. Mengedit Tombol Stop


2. Mengedit Tombol Start 1 :

Double Click tombol Start I 0.01, maka muncul kotak Edit Contact maka ketikan 0.01, terus klik OK, kemudian
muncul kotak Edit Comment maka ketkan START, terus klik OK dan selesai.

Gambar.3. Mengedit Tombol Start 1


3. Mengedit Tombol Pengunci NC dari Q:100.01 :

Double Click tombol NC dari Q 100.01 yang ada terdapat dikanan tombol START 1 maka muncul kotak Edit
Coil maka ketikan 100.01, terus klik OK, kemudian muncul kotak Edit Comment maka ketikan CONTACTOR
2, terus klik OK dan selesai.

Gambar.4. Mengedit Tombol Pengunci NC dari Q 100.01


4. Mengedit Coil Q:100.00:

Double Click Coil Q 100.00 (Contactor 1) maka muncul kotak Edit Coil maka ketikan 100.00, terus klik OK,
kemudian muncul kotak Edit Comment maka ketikan CONTACTOR 1, terus klik OK dan selesai.

Gambar.5. Mengedit Coil Q 100.00


5. Mengedit Tombol Pengunci NO dari Q 100.00:

Double Click tombol NO dari Q 100.00 yang ada di bawah tombol START 1 maka muncul kotak Edit Coil
maka ketikan 100.00, terus klik OK, kemudian muncul kotak Edit Comment yang sudah bertuliskan
CONTACTOR 1, terus klik OK dan selesai.

Gambar.6. Mengedit Tombol Pengunci NO dari Q 100.00


6. Mengedit Tombol Pengunci NO dari T002 :

Double Click tombol N0 dari T002 yang ada di bawah tombol NO dari Q 100.00 maka muncul kotak Edit
Contact maka ketikan T002, terus klik OK, kemudian muncul kotak Edit Comment maka ketikan TIMER 3,
terus klik OK dan selesai.

Gambar.7. Mengedit Tombol Pengunci NO dari T002


7. Mengedit Timer T000

Double Click Timer TIM 000 maka muncul kotak Edit Instruction maka ketikan TIM 000 #70, terus klik
OK, kemudian muncul kotak Edit Comment maka ketikan TIMER 1, terus klik OK dan selesai.

Gambar.8. Mengedit Timer T000

Kemudian lanjutkan pengeditan pada Rung 2 dan Rung 3 dengan cara yang sama seperti pengeditan pada Rung 1,
jangan lupa memasukan alamat/address yang benar seperti yang ditampilkan pada gambar.1. di atas.
8. Mengedit Rangkaian END :

Pada Rung 4, double Click kotak END, maka muncul kotak Edit Instruction maka ketikan END, terus klik OK,
selesai.

Mesimulasikan Rangkaian

Untuk mesimulasikan program yang sudah selesai dibuat dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Klik tombol Work Online Simulator (Ctr+Shift+W), seperti diperlihatkan pada gambar.9. berikut.

Gambar.9. Tombol Work Online Simulator


2. Maka rangkaian nampak berwarna hijau yang menandakan bahwa rangkaian sudah aktif

Gambar.10. Rangkaian Sudah Aktif


3. Klik Tombol START ( I:0.01), aktifkan tombol dengan cara tekan Ctrl+J kemudian tekan Ctrl+K, maka Coil
Q:100.00 akan bekerja (ditandai berwarna hijau) seperti yang ditunjukan pada Gambar 11 berikut ini.

Gambar 11. Coil Q:100.00 Sedang Bekerja


4. Sepuluh (7) detik kemudian Timer (TIM 000) akan bekerja sehingga switch NO dari T000 akan menutup, maka
Coil Q:100.01 akan bekerja, sedangkan switch NC dari Q:100.01 akan membuka sehingga Coil Q:100.00
langsung berhenti bekerja, seperti yang ditunjukan oleh Gambar 12 berikut ini.

Gambar 12. Coil Q:100.01 Sedang Bekerja


5. Sepuluh (7) detik kemudian Timer (TIM 001) akan bekerja sehingga switch NO dari T001 akan menutup, maka
Coil Q:100.02 akan bekerja, sedangkan switch NC dari Q:100.02 akan membuka sehingga Coil Q:100.01
langsung berhenti bekerja, seperti yang ditunjukan oleh Gambar 13 berikut ini.

Gambar 13. Coil Q:100.02 Sedang Bekerja

6. Tujuh ( 7 ) detik kemudian Timer (TIM 002) akan bekerja sehingga switch NO dari T002 akan menutup, maka
Coil Q:100.00 akan bekerja kembali, sedangkan switch NC dari Q:100.00 akan membuka sehingga Coil
Q:100.02 langsung berhenti bekerja, seperti yang ditunjukan oleh Gambar 14 berikut ini.
Gambar 14. Coil Q:100.00 Bekerja Kembali
7. Klik Tombol STOP ( I:0.00 ), aktifkan tombol dengan cara menekan Ctrl+J kemudian tekan Ctrl+K, maka
Program di atas akan berhenti bekerja seperti ditunjukan Gambar 15 berikut ini.

Gambar 15. Coil Q:100.00, Coil Q:100.01, Coil Q:100.02 Berhenti Bekerja

Simulasi pengoperasiannya dapat juga dilihat pada video yang ada pada tautan berikut ini, silahkan (tekan Ctrl
dan klik ) : END

Demikianlah rangkaian 2 motor listrik hidup bergantian dengan menggunakan program PLC Omron ini saya
sajikan semoga dapat bermanfaat bagi pengunjung sekalian.

Penulis,

Drs. Syofyan, M.Pd