100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
870 tayangan7 halaman

Bulutangkis

Dokumen tersebut membahas tentang sejarah, pengertian, teknik permainan, dan peraturan bulutangkis. Bulutangkis adalah olahraga individu yang bertujuan mencetak skor 21 poin dengan menggunakan raket dan kok. Teknik dasar termasuk pegangan raket, footwork, posisi memukul, dan servis forehand/backhand. Peraturan mencakup ukuran lapangan, jaring, kok, dan sistem poin.

Diunggah oleh

Kukuh Kasinggih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
870 tayangan7 halaman

Bulutangkis

Dokumen tersebut membahas tentang sejarah, pengertian, teknik permainan, dan peraturan bulutangkis. Bulutangkis adalah olahraga individu yang bertujuan mencetak skor 21 poin dengan menggunakan raket dan kok. Teknik dasar termasuk pegangan raket, footwork, posisi memukul, dan servis forehand/backhand. Peraturan mencakup ukuran lapangan, jaring, kok, dan sistem poin.

Diunggah oleh

Kukuh Kasinggih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bulutangkis : Sejarah, Pengertian, Tehnik Permainan dan Peraturannya

Bulutangkis : Sejarah, Pengertian, Tehnik Permainan dan Peraturannya Permainan olahraga


bulutangkis sangat populer seperti permainan sepak bola. Namun, berbeda dengan permainan
sepak bola, permainan ini memiliki gerak dominan antara lengan dan kaki. Gerakan tersebut
telah menjadikan teknik-teknik tertentu untuk dapat memainkan kok dan raket. Simak Juga
Gambar dan Ukuran Lapangan Bulutangkis.

Permainan bulutangkis adalah permainan yang bersifat individual yang dapat dilakukan
dengan cara satu lawan satu atau dua lawan dua dengan menggunakan raket sebagai alat
pemukul dan kok sebagai objek pukul. Lapangan permainan berbentuk persegi empat dan
dibatasi oleh net untuk memisahkan antara daerah permainan sendiri dan daerah permainan
lawan.

Tujuan utama permainan ini ialah mengumpulkan angka hingga mencapai angka 21. pemain
yang dapat mengumpulkan poin hingga 21 terlebih dahulu maka dialah pemenangnya. Untuk
memenangi permainan, setiap pemain harus memiliki beberapa keterampilan dasar permainan
bulutangkis. Berikut beberapa teknik permainan bulutangkis yang harus dikuasai oleh setiap
pemain bulutangkis.

Peraturan permainan Bulutangkis

Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai tunggal maupun ganda menggunakan
sistem perhitungan 3 21 reli poin. Dapat dikatakan menang jika pemain tunggal maupun
ganda yang memenangkan dua set pertandingan. Sistem perhitungan poin pada bulu tangkis
telah mengalami banyak perubahan, mulai dari sistem klasik yaitu pindah bola 15 poin
sampai sistem terbaru, sistem reli 21 poin. Peraturan permainan bulu tangkis meliputi
beberapa diantaranya peraturan tempat, alat dan permainan.
Peraturan Lapangan Bulu Tangkis

Berdasarkan peraturan bulu tangkis, dan bentuk lapangan bulutangkis adalah persegi panjang
dengan ukurannya adalah berikut:
Pangjang : 13, 40 m
Lebar : 6, 10 m
Lebar garis pembatas : 5 cm

Jaring Net

Jaring netnya terbuat dari tali halus yang memilik ukuran adalah:
Panjang : 6,10 m
Lebar : 0,75 m
Tinggi : 1, 525m
Di sepanjang net diberi pita dengan lebar 5 cm

Bola (shuttlecock)

Kok bulu tangkis dibuat dari bulu angsa atau yang sejenisnya dengan ukuran sebagai berikut:
Panjang bulu : 60 sampai 70 mm
Diameter gabus : 25 sampai 28 mm
Garis tengah ujung lingkaran bulu : 54 mm
Jumlah bulu : 14 sampai 16 helai
Berat bola : 4,7 sampai 5,5 gram

Pengundian

Sebelum permainan dimulai, seorang wasit melakukan pengundian terlebih dahulu untuk
menentukan siapa yang pertama berhak melakukan servis.
Servis adalah pukulan bola pertama mengawali pertandingan telah dimulai. Dalam servis di
dalam permainan bulu tangkis ada aturannya sebagai berikut: Apabila pukulan servis yang
dilakukan oleh penyaji servis tidak dapat dikembalikan oleh penerima servis. Penyaji servis
tersebut mendapat tambahan nilai satu angka. Apabila penerima servis bisa mengembalikan
shuttlecock dengan sempurna /baik dan penyaji servis gagal mengembalikannya terus penyaji
servis tidak mendapat nilai

Jumlah Nilai Point

Jumlah nilai dalam pertandingan byulu tangkis adalah 15, jika tidak mengalami deuce. Hal
itu berlaku pada permainan tungal putra dan ganda yaitu ganda putra, putri dan campuran.
Jumlah nilai dalam pertandingan tunggal putrid adalah apabila tidak terjadi deuce adalah 11.
Apabila terjadi deuce pada skor 13, maka akan diberi tambahan angka 5 jika terjadi deuce
pada angka 14 maka dilakukan penambahan 2 angka.
Untuk permainan tunggal putri, jika deuce terjadi yaitu pada angka 9, dilakukan penambahan
angka 3 dan jika terjadi deuce pada angka 10, maka dilakukan penambahan 2 angka.

Bentuk Permainan

1. Permainan Tunggal
Dalam permainan bulu tangkis khususnya untuk tunggal, baik tunggal putra atau tunggal
putri, garis lapangan yang dipakai adalah garis dalam bagian pinggir lapangan dan garis luar
untuk garis yang berada di belakang.

2. Permainan Ganda
Dalam permainan ganda, garis yang dipakai untuk pinggir adalah garis yang sebelah luar,
sedangkan garis belakang adalah garis yang bagian dalam. Dalam permainan bulu tangkis
ada ganda putra, ganda putrid serta ganda campuran. Untuk ganda campuran adalah pasangan
bulu tangkis yang terdiri dari pemain putra dan putri.

Pegangan raket (grip)

Salah satu teknik dasar bulutangkis yang sangat penting dan harus dikuasai oleh setiap
pemain bulutangkis ialah pegangan raket. Cara dan teknik pegangan raket yang benar
merupakan modal penting untuk dapat bermain bulutangkis. Pegangan raket yang benar
merupakan dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam
permainan bulutangkis. Teknik pegangan raket dalam permainan bulutangkis dibedakan
menjadi dua, yaitu pegangan forehand dan pegangan backhand.

Pegangan forehand. Cara melakukannya pegangan forehand sebagai berikut.1) Pegang


raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti
jabat tangan. Bentuk V tangan diletakkan pada bagian gagang raket.2) Tiga jari, yaitu
jari tengah, jari manis, dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak
terpisah.3) Letakkan ibu jari di antara tiga jari dan telunjuk.
Pegangan backhand. Untuk backhand grip, geser V tangan ke arah dalam. Letaknya di
samping dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.

Footwork

Footworkadalah gerakan kaki yang berfungsi sebagai penyangga tubuh untuk menempatkan
badan dalam posisi yang memungkinkan untuk melakukan gerakan pukulan yang efektif.
Untuk dapat memukul dengan posisi baik, seorang pemain harus memiliki kecepatan gerak.
Kecepatan gerak kaki tidak dapat dicapai jika gerakan kaki tidak teratur.

Hitting position

Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik yang ada pada masa
persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan. Karena itu,
posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan baik dalam upaya menghasilkan
pukulan berkualitas. Hal yang perlu diperhatikan dalam hitting position,yaitu:

Overhead untuk pegangan tangan kanan

Cara melakukan overheaduntuk pegangan tangan kanan sebagai berikut.

Posisi badan menyamping arah net.


Kaki kanan berada di belakang kaki kiri.
Saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki
kiri.
Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.

Untuk pukulan underhand net

Cara melakukan pukulan underhand netsebagai berikut.

Salah satu kaki di depan.


Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun.
Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul.
Sedangkan, saat bola dipukul posisi kaki kiri harus tetap berada di belakang dan hanya
bergeser ke depan sedikit.

Servis

Servis merupakan pukulan pertama untuk mengawali permainan bulutangkis. Selain itu,
servis juga dilakukan setelah bola mati. Apabila terjadi kesalahan dalam servis maka akan
menguntungkan lawan di antaranya poin untuk lawan bila servis menyangkut atau gerakan
servis salah. servis yang tanggung untuk ganda sehingga menyebabkan lawan dapat merusak
pertahanan kita dengan pengembalian dari servis yang susah dicapai oleh kita. Oleh karena
itu, teknik ini harus mendapat perhatian utama sebelum memberikan teknik yang lain dalam
permainan bulutangkis.Dalam permainan bulutangkis, terdapat tiga jenis servis, yaitu
servis pendek, servis tinggi, dan flickatau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis
digabungkan ke dalam jenis atau bentuk yaitu servis forehanddan backhand. Masing-masing
jenis ini bervariasi pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.
Servis forehand

Servis forehandpendek. Servis pendek bertujuan untuk memaksa lawan supaya tidak dapat
melakukan serangan, sehingga lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan. Cara
melakukannya adalah sebagai berikut.a) Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif
pendek.b) Saat perkenaan kepala (daun) raket dan kok, posisi siku dalam keadaan bengkok,
untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik
berat badan Anda.

Servis forehand tinggi. Servis forehandtinggi biasanya digunakan dalam permainan


tunggal. Cara melakukannya sebagai berikut.a) Kok harus dipukul dengan menggunakan
tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis
lapangan lawan.b) Saat memukul kok, kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua kaki
senantiasa kontak dengan lantai.c) Perhatikan gerakan ayunan raket. Lakukan dengan
sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang ke kaki depan
yang harus berlangsung kontinu dan harmonis.d) Konsentrasi sebelum memukul kok.

Servis backhand

Servis ini biasanya digunakan dalam permainan ganda. Cara melakukannya sebagai
berikut.1) Salah satu kaki di depan, ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan.
2) Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan. Sikap badan tetap rileks dan
konsentrasi.3) Ayunan raket relatif pendek, sehingga kok hanya didorong dengan bantuan
peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan
harmonis. 4) Arahkan bola dengan tepat.

Underhand(pukulan dari bawah)

Untuk dapat melakukan teknik pukulan dari bawah. Anda harus terampil berlari dengan
langkah lebar, kaki kanan berada di depan kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya kok. Sikap
menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap tubuh tetap
tegak, sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk. Fungsi pukulan dasar ini, antara lain
sebagai berikut.

Untuk mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.


Sebagai cara bertahan akibat pukulan serang lawan. Dalam situasi tertekan dalam
permainan, harus melakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat kok tinggi ke
daerah belakang lapangan lawan.
Pukulan dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.

Cara melakukan pukulan underhandsebagai berikut.

Pegangan raket forehanduntuk underhand forehand, dan pegangan backhanduntuk


underhand backhand.
Pergelangan tangan agak bengkok ke belakang, siku juga agak bengkok.
Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ayunkan raket ke belakang lalu pukul bola
dan pada saat perkenaan bola, posisi tangan lurus.
Bola dipukul kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.
Posisi akhir raket sesuai arah bola.

Overhead clear/lob

Pukulan overhead clear atau pukulan lob harus benar-benar dikuasai, karena pukulan ini sama
dengan beberapa pukulan lainnya. Pukulan lob merupakan pukulan jauh dengan hasil pukulan
melambung. Terdapat dua jenis pukulan lob, antara lain:

deep lob/clear, bolanya tinggi ke belakang;


attacking lob/clear, bolanya tidak terlalu tinggi.

Cara melakukan pukulan lob sebagai berikut.

Gunakan pegangan forehand, pegang raket di samping bahu.


Badan menyamping ke arah net.
Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi
perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
Posisi badan harus selalu berada di belakang bola saat memukul.
Bola dipukul seperti gerakan melempar.
Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus.
Posisi akhir raket mengikuti arah bola, lalu dilepas, sedang raket jatuh di depan badan.
Lecutkan pergelangan (raket) saat perkenaan dengan bola.

Smash

Pukulan smash merupakan pukulan yang keras dan tajam. Tujuan dari pukulan ini adalah
untuk memetikan lawan secepat-cepatnya. Dalam praktik permainan, pukulan smashdapat
dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau sambil loncat (king smash). Teknik pukulan
smashtersebut secara bertahap harus dikuasai oleh setiap pemain dengan sempurna.
Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan. Cara melakukan
smashsebagai berikut.
Perhatikan pegangan raket.
Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada
kok.
Perkenaan raket dan kok di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk
menjangkau kok itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada
saat memukul kok.
Lakukan gerak l anjutan dengan mengayun raket yang sempurna ke depan badan.
Dropshot

Pukulan dropshot adalah pukulan yang meluncurkan kok ke daerah lawan sedekat
mungkin dengan net. Dropshotyang baik yaitu apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan
tidak melewati garis ganda. Karakteristik pukulan potong ini ialah kok senantiasa jatuh dekat
jaring di daerah lapangan lawan. Oleh karena itu, pukulan ini harus memakai perasaan supaya
jatuhnya kok setipis dan sedekat mungkin dengan garis serang lapangan lawan. Pukulan jenis
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pegangan raket, gerak kaki yang cepat,
posisi badan, dan proses perpindahan berat badan yang harmonis pada saat memukul. Cara
melakukannya sebagai berikut.

Pergunakan pegangan forehand.


Pegang raket dan posisinya di samping bahu.
Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net, posisi kaki kanan berada di belakang
kaki kiri. Pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke
kaki kiri.
Posisi badan harus selalu berada di belakang bola.
Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus menjangkau bola dan dorong dengan
sentuhan halus.
Posisi akhir raket mengikuti arah bola.
Perhatikan gerak langkah dan keseimbangan badan pada saat dan setelah memukul kok.

Netting

Netting merupakan pukulan pendek yang dilakukan di depan net dan diarahkan ke depan net
di daerah lapang lawan. Karakteristik pukulan netting ialah kok senantiasa jatuh bergulir
sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Beberapa faktor yang
memengaruhi pukulan ini, antara lain koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh,
posisi raket, dan kok saat perkenaan, serta daya.

Cara melakukannya sebagai berikut.

Pegangan raket forehanduntuk forehandnet dan backhanduntuk backhandsamping net.


Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.
Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi
mungkin.
Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukullah bola
pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket
menghadap atau sejajar dengan langit-langit.

Drive

Drive adalah pukulan cepat dan mendatar. Drivebiasanya digunakan dalam permainan ganda.
Tujuannya, untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan
mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan. Pukulan ini memerlukan kekuatan otot
bahu. Selain kekuatan bahu, gunakan lecutan pergelangan pada saat bola dipukul.

Common questions

Didukung oleh AI

Singles and doubles in badminton differ in tactics and strategy mainly due to court coverage and shot selection. Singles require players to cover the entire court alone, seeking to exploit open spaces and utilize long rallies and clears for strategic advantage. In doubles, teamwork and communication are paramount; players adopt more aggressive shot selections like drives and smashes, focusing on quick exchanges and coordinated positional play to reduce the opponent's response time . Court lines also differ, influencing shot angles and strategies .

The effectiveness of a netting shot in badminton is influenced by multiple factors, including the coordination of footwork, the positioning of the arm and racket, body balance, the position and timing of the racket at the moment of contact with the shuttlecock, and controlled force application. Properly executed netting requires the shuttlecock to fall closely and softly over the net to the opponent's court .

The overhead clear and smash differ in power and intent. An overhead clear is a high and deep shot aimed at the opponent's backcourt, allowing for defensive repositioning and buying time to recover . Conversely, a smash is a powerful, downward shot intended to finish the rally quickly by exploiting defensive weaknesses. Mastery of both enriches a player's tactical options: clears offer a strategic reset, while smashes apply pressure and seek to win points decisively .

The backhand stroke in badminton encompasses techniques like backhand clears, smashes, and net shots. Each caters to different scenarios for maximum effectiveness: a backhand clear is essential for regaining court position when forced wide by opponents; a backhand smash leverages surprise and speed in offensive plays; and a backhand net shot offers control and precision during close net exchanges, crucial for creating angles and reducing opponent response time. Understanding when to deploy each technique enhances a player's adaptability and tactical variability against diverse playing styles .

Mastering the three main service types—short, high, and flick—enhances a player's adaptability and strategic depth in badminton games. Short serves initiate play with low, strategic shots to prevent immediate opponent attacks. High serves aim to push opponents to the backcourt, useful in singles for defensive positioning. Flick serves, delivering deceptive quickness and medium elevation, can catch opponents off-guard, maintaining tactical unpredictability . Mastery of these serves allows players to control the pace, rhythm, and tactical balance of the match.

The forehand and backhand grips in badminton are fundamental techniques essential for effective play but differ significantly. The forehand grip, akin to a handshake, allows for powerful smashes and clears, and is applicable for shots requiring forward momentum . In contrast, the backhand grip necessitates repositioning the 'V' of the hand further inwards, supporting control and finesse, especially for backhand shots and net exchanges . Players utilizing these grips can adapt their play style to emphasize powerful attacks or controlled placements, impacting their strategic approach to matches.

Wrist flexibility is integral to executing precise and powerful badminton strokes. It allows players to control shuttlecock direction and speed efficiently, accommodating various strokes like smashes, drops, and drives. Flexibility enhances a player's ability to generate force quickly and adapt strokes on the fly, improving shot placement and response to unpredictable plays . This contributes to overall gameplay by enabling dynamic and adaptable strategies, making players more versatile on the court.

The hitting position is crucial in badminton as it determines the quality and effectiveness of shot execution. A clear, stable hitting position allows for optimal body mechanics and energy transfer, ensuring powerful and precise shots. It facilitates strategic decision-making by situating players appropriately to choose between offensive and defensive play types like smashes or clears . Mastery of this position aids in coping with high-speed rallies, granting players a tactical and competitive advantage.

Badminton scoring systems have evolved significantly, shifting from the classic 'service point' system to the current rally point system. Initially, only the server could score, necessitating long rallies for point accumulation (up to 15 points). The rally point system, adopted in 2006, allows either player to score (up to 21 points), promoting a faster, more aggressive style of play. This evolution has intensified the pace of matches, encouraging strategic emphasis on maintaining serve and creating scoring opportunities from all facets of play .

Footwork in badminton is crucial as it positions the player to optimally reach and execute shots, thereby enhancing their effectiveness and strategic advantage. Effective footwork consists of balance, speed, and precision, enabling a player to transition smoothly into an ideal hitting position. It supports the body's stability during shots, facilitating quick and economical movement around the court . Without this foundation, even technically sound shots could lack precision and speed, reducing their effectiveness during play.

Anda mungkin juga menyukai