Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN FISIKA UMUM II

Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah Fisika Umum II


Dosen Pengampu : Prof. Dr. Sahyar, MS.,MM

Disusun Oleh :

LIZA YOLANDA 4153121037


NIA AYU NINGSIH 4151121045
MIRA SURYA NIMGSIH 4151121040
IRA KASYUSI 4152121023
NIA SUTRIYATI SITUMORANG 4152121029

DIK C 2015

JURUSAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016
Pertemuan II 10/02/2016

GETARAN
1. KONSEP
1. Getaran
2. Periode
3. Frekuensi
4. Amplitudo
5. Simpangan
6. Sudut Fase
7. Konstanta Pegas
8. Energi Kinetik Getaran
9. Energi Potensial Getaran
10. Energi Total

2. PENGERTIAN

1. GETARAN Gerakan bolak balik secara periodik sebuah materi secara


periodip melalui titik kesetimbangan.

2. PERIODE Waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gaya bolak


balik

3. FREKUENSI Banyaknya getaran yang terjadi dalam 1 sekon

4. AMLITUDO Simpangan maksimum yang ditempuh getaran

5. SIMPANGAN Jarak yang ditempuh benda bergetar dalam titik setimbang

6. SUDUT FASE Posisi sudut paikel awal selama gerak harmonik.


Pengamatan awal simpangan seimbang = 00
saksimum = 900

7. KONSTANTA PEGAS Suatu gaya yang diperlukan untuk mengubah panjang


pegas dalam satu satuan panjang

8. ENERGI KINETIK GETARAN Energi gerak pada getaran

9. ENERGI POTENSIAL GETARAN Energi pemulihan untuk suatu benda


yang bergetar ke posisi semula

10. ENERGI TOTAL GETARAN Jumlah energi kinetik dan energi potensial
3. RUMUS

PERIODE
1
T= T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)

FREKUENSI
1 T = periode (s)
= f = frekuensi (Hz)
T

AMLITUDO
x
A = amplitudo
A= x = simpangan (m)
sin(t+)
= frekuensi sudut
= sudut fase
t = waktu (s)

SIMPANGAN

A = amplitudo
x = A sin(t + ) x = simpangan (m)
= frekuensi sudut
= sudut fase
t = waktu (s)

KONSTANTA PEGAS

F F = gaya pemulih (N)


k= k = konstanta pegas (N/m)
x
x = jarak terhadap titik setimbang (m)
ENERGI KINETIK GETARAN
1
Ek = mv2 Ek = Energi kinetik (joule)
2 m = massa (kg)
dx
v = kecepatan (m/s)
x = A sin(t + ) v = = A cos(t + ) A = amplitudo (m)
dt
= kecepatan sudut (rad/s),
1 2
Ek = m A2 2 cos2(t + ) = = 2

2 t = waktu (s)
= sudut fase

ENERGI POTENSIAL GETARAN


1
Ep = kx2 Ep = energi potensial (joule)
2
k = ketetapan gaya (N/m)
1 x = simpangan (m)
Ep = k A2 sin2(t + ) A = amplitudo
2
= kecepatan sudut (rad/s),
2
= = 2

t = waktu (s)
= sudut fase

ENERGI TOTAL GETARAN


Etot = energi total (joule)
Etot = Ek +Ep

1 1
Etot = m A2 2 cos2(t + )+ k A2 sin2(t + )
2 2
1 1
= k A2 cos2(t + )+ k A2 sin2(t + )
2 2
1
= k A2
2

1
Etot = k A2
2
4. HUBUNGAN PERIODE (T), KONSTANTA (k) DAN MASSA (m)

PADA PEGAS
k = m2
k = m (2)2
1
k = m (2 )2

1
(2 )2 =

1
2 =


=
2

T = periode (s)

T = 2
m = massa (kg)
k = tetapan gaya (N/m) => F = kx
mg = kx

k=

PADA AYUNAN BANDUL

Sudut simpangan () tidak lebih dari 100


T = periode ( s)
T = = 2

L = panjang tali ayunan ( m)

g = gaya gravitasi (m/s2)


Pertemuan ke III 17/02/2016

GELOMBANG
1. KONSEP

1. Gelombang
2. Jenis Gelombang
3. Cepat Rambat Gelombang
4. Panjang Gelombang
5. Energi Gelombang
6. Intensitas Gelombang

2. PENGERTIAN

1. GELOMBANG Gejala perambatan energi getaran yang


merambat disuatu medium atau tampa
medium
2. JENIS GELOMBAG
Berdasarkan medium perambatannya
1. Gelombang mekanik : memerlukan medium
2. Gelombang elektromagnetik : tanpa medium
Berdasarkan arah getarannya
1. Gelombang tranversal : arah getarannya tegak lurus dengan arah
rambatannya
2. Gelombang longitudinal : arah getarannya sejajar dengan arah
rambatannya
Berdasarkan amplitudo
1. gelombang berjalan : amplitudonya tetap
2. gelombag stasioner : amplitudonya berubah-ubah
Berdasarkan dimensinya
1. gelombang satu dimensi, contoh : pada tali
2. gelombang dua dimensi, contoh : pada permukaan air
3. gelombang tiga dimensi, contoh : gelombang bunyi dan cahaya
Berdasarkan fron gelombang
1. gelombang datar ( bidang sejajar)
2. gelombang sferis ( keseluruh penjuruh)
3. CEPAT RAMBAT GELOMBANG Jarak yang ditempuh gelombang dalam
satuan waktu
4. PANJANG GELOMBANG jarak yang ditempuh gelombang dalam satu
periode
5. ENERGI GELOMBANG Energi yang ditentukan oleh massa jenis
mediumnya,amplitudo dan frekuensinnya
6. INTENSITAS Daya gelombang per satuan luas

3. RUMUS

CEPAT RAMBAT GELOMBANG

V = cepat rambat gelombang


V= = panjang gelombang

= periode

PANJANG GELOMBANG
= panjang gelombang
= VT
V = cepat rambat gelombang
= periode

Keceptan Gelombang Dalam Tali



= =

Keceptan Gelombang Dalam Cairan



= =

Keceptan Gelombang Dalam Benda Tegar



= =

Keceptan Gelombang Dalam Gas


.
= =

INTENSITAS GELOMBANG

I = intensitas geombang ( watt/m2)


I= P = daya gelombag (watt)

A = luas bidang yang ditembus tegak lurus oleh gelombang
Pertemuan ke IV 24/02/2016

MACAM-MACAM GELOMBANG
1. Gelombang merambat lurus
2. Pemantulan
Contoh : gema
3. Interferensi
Contoh : Gaung ( penggabungan gelombang datang dan gelombang gema )
4. Pembiasan
Contoh : pada malam hari suara keyboard membias kebawah
5. Resonansi
Contoh : gitar ( udara dari bak gitar ikut bergetar ), suling (udara ikut bergetar
dalam pipa (medium))
6. Difraksi
Contoh : pada celah jendela keci masih dapat masuk cahaya
7. Dispersi
8. Polarisasi
Pertemuan V 02/03/2016

OPTIK GEOMETRI

1. KONSEP
1. Hukum Pemantulan
2. Hukum pembiasan
3. Jarak benda
4. Jarak bayangan
5. Jarak fokus
6. Jarak bias
7. Bayangan semu
8. Bayangan sejati

2. PENGERTIAN

1. Hukum pemantulan menyatakan bahwa :


a. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan
terletak pada suatu bidang datar.
b. Sudut datang sama besar dengan sudut pantul

2. Hukum pembiasan atau hukum snellius menyatakan bahwa :


a. Sinar datang,sinar bias, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan
terletak pada satu bidang datang
b. Sinar datang dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih tapat
dibiaskan mendekati normal
c. Sinar datang dari medium yang lebih rapat kemedium yang kurang rapat
dibiaskan menjauhi normal
d. Sinar dtaang secara tegak lurus terhadap bidang batas dua medium tidak
dibiaskan, melainkan diteruskan

3. Jarak benda adalah jarak benda ke benda optik

4. Jarak bayangan adalah jarak bayangan ke alat optik atau panjang ( posisi
benda ) dihitung dari benda ke alat optik

5. Jarak fokus adalah tempat berkumpulnya sinar pantul atau sinar bias

6. Indeks bias adalah perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang


hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium.
Secara matematis, indeks bias dapat ditulis: di mana:
n = indeks bias.

7. Bayangan semu adalah bayangan yang terbentuk disebabkan perpotongan


pemanjangan sinar pantul atau sinar bias
Kaca

Sinar datang

Udara r>

I n1 n1 sin i = n2 sin r

n1 v1 = n2 v2

r n2 jika n1 adalah udara n1 =1

v1 = c

n2 = atau secara umumu
2

n= dimana c = kecepatan cahaya

Pertemuan VI 09/03/2016 ( LIBUR)

Pertemuan VII 16/03/2016

OPTIK GEOMETRI
PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN

A. CERMIN CEMBUNG
Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung
1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali
seolah-olah melalui titik itu

2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah datang
dari fokus

3. Sinar yang datang menuju fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
Pembentukan bayangan pada cermin cembung

Sifat bayangan :

1. maya
2. tegak
3. diperkecil

B. CERMIN CEKUNG
Sinar-sinar istimewa yang dibentuk oleh cermin cekung
1. Sinar yang melalui pusat kelengkungan akan dipantulkan melalui pusat
kelengkungan itu lagi

2. Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama

3. Sinar yang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama
Pembentukan bayangan pada cermin cekung

1. jika objek terletak di ruang I, maka bayangan yang terbentuk berada di ruang IV
yang.
Bersifat :
- Maya
- Tegak
- Diperbesar

2. Jika objek terletak di titik F, maka bayangan yang terbentuk adalah maya dan tak
terhingga.

3. Jika objek terletak di ruang II, maka bayangan yang terbentuk berada di ruang III

Bersifat
- Nyata
- Terbalik
- Diperbesar
4. jika objek terletak di titik M, maka bayangan yang terbentuk adalah nyata, tebalik,
dan sama besar.

5. Jika objek terletak di ruang III, maka bayangan yang terbentuk terletak di ruang II
yang
Bersifat :
- Nyata
- Terbalik
- Diperkecil

C. CERMIN DATAR
Pembentukan bayangan pada cermin datar
Untuk melukis bayangan digunakan aturan hukum pemantulan.

Sifat bayangan:
-maya/semu
-tegak
-sama besar
Pertemuan VIII 23/3/2016

OPTIK GEOMETRI

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA


A. LENSA CEMBUNG
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus

2) Sinar datang menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

3) Sinar yang datang melewati pusat optik lensa diteruskan, tidak dibiaskan

Pembentukan bayangan pada lensa cembung


1. Benda diruang I

Ba bayangan bersifat :
-maya
-tegak
, -diperbesar
-didepan lensa
2. Benda dititik F

bayangan bersifat:
maya di tak hingga

3. Benda diruang II
bayangan bersifat :
-nyata
-terbalik
, -diperbesar

4. Benda diruang 2F

Bayangan bersifat :
-nyata
-terbalik
-sama besar

5. Benda diruang III

Bayangan bersifat :
-nyata
-terbalik
-diperkecil
B. LENSA CEKUNG
Pada lensa cekung juga terdapat 3 sinar istimewa, yaitu :
1. Sinar yang datang sejajar sumbu utama lensa akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik
fokus.

2. Sinar yang datang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama lensa.

3. Sinar yang datang melalui titik pusat lensa akan diteruskan tanpa pembiasan.

Pembentukan bayangan pada lensa cekung


1. Diruang I
sifat bayangan :
-maya
-Tegak
-diperkecil
2. Diruang II
sifat bayangan :
-Maya
-Tegak
-diperkecil

3. Diruang III
sifat bayangan :
-Maya
-Tegak
-diperkecil
Pertemuan IX 30/03/2016

LISTRIK STATIS
1. KONSEP
1. Muatan Listrik
2. Medan Lisrik
3. Potensial Listrik

2. PENGERTIAN

1. Listrik Statis Dalam listrik statis, muatan-muatan listriknya berada


dalam keadaan diam.

2. Muatan Listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang
membuatnya mengalami gaya pada benda lain yang
berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Simbol Q
sering digunakan untuk menggambarkan muatan. Sistem
Satuan Internasional dari satuan Q adalah coulomb, yang
merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar

3. Medan Lisrik adalah daerah atau ruang di sekitar muatan listrik yang
masih dipergunakan oleh gaya listrik. Arah medan
listrik yaitu menjauhi sumber positif dan mendekati sumber
negatif. Medan listrik dapat digambarkan dengan garis-garis
khayal yang dinamakan garis-garis gaya listrik.

4. Potensial Listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu


benda. Beda potensial listrik(tegangan) timbul karena dua
benda yang memilikipotensial listrik berbeda
dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini
berfungsi untuk mengalirkan muatan dari satu titik ke
titik lainnya.

3. RUMUS

1. Muatan Listrik
Rumus yang berlaku dalam muatan listrik adalah rumus yang dimatematiskan dari
hukum coulomb. Hukum coulomb ditemukan oleh Charles Augustin de Coulomb pada
akhir abad ke 18. Ilmuan dibidang fisika berkebangsaan Perancis ini menemukan hukum
yang dinamakan hukum coulomb. Hukum ini berbunyi

Gaya tarik menarik atau gaya tolak menolak antara dua muatan listrik
sebanding dengan muatan-muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak yang memisahkan kedua muatan tersebut.
secara matematis:
F = gaya tarik manarik/tolak menolak (newton)
1 2
F=k 2
q = muatan listrik (coulomb)
r = jarak antara kedua muatan
k = konstanta = 1/4o = 9 x 109 N.m2/C2
o= permitivitas listrik dalam ruang hampa/udara
= 8,85 x 10-12 C2/Nm2
Jika medium muatan bukan pada medium vakum atau udara maka besar gaya antaran
muatan q1 dan q2 akan lebih kecil

2. Medan Lisrik
rumus medan listrik menjadi :

E = k2 E = kuat mendan litrik (N/C)


Q = muatan sumber (C)
r = jarak muatan uji dengan muatan sumber (m)

3. Potensial Listrik
.
EP = q.V atau EP =
Pertemuan X 06-04-2016

LISTRIK DINAMIS
1. KONSEP
1. Kuat Arus Listrik
2. Hukum Ohm
3. Hukum 1 Kirchoff
4. Hukum 2 Kirchoff

2. PENGERTIAN
1. Listrik Dinamis Mempelajari tentang muatan-muatan listrik yang
bergerak yang disebut arus listrik.

2. Kuat Arus Listrik Didefnisikan sebagai banyaknya muatan listrik


yang mengalir dalam suatu penghantar setiap satu
satuan waktu. Secara matermatis, dituliskan sebagai
berikut. Amperemeter adalah alat yang umum
digunakan untuk mengukur kuat arus listrik

3. Hukum Ohm Berbunyi Kuat arus yang mengalir pada suatu


pengantar brbanding dengan beda potensial antara ujung-
ujung pengahatar, asal suhu penghantar tersebut tidak
berubah

4. Hukum 1 Kirchoff Berbunyi Jumlah kuat arus listrik yang masuk


kesuatu ke titik percabangan sama dengan jumlah
kuat arus yang keluar dari titik peracabangan
tersebut.

5. Hukum 2 Kirchoff Berbunyi Didalam suatu rangkaian tertutup jumlah


aljabar gaya gerak listrik dengan penurunan
tegangan sama dengan nol

3. RUMUS

1. Kuat Arus Listrik

I = Kuat Arus Listrik ( A)


I= Q = Jumlah Muatan ( C )

t = Waktu ( s)
2. Hukum Ohm
V = Tegangan (volt)
V = IR I = Kuat arus (amper)
R = Hambatan (ohm)

3. Hukum 1 Kirchoff

4. Hukum 2 Kirchoff

+ = 0

Pertemuan XI 13/04/2016 ( PEMBAHASAN SOAL)

Pertemuan XII 20/04/2016 ( PEMBAHASAN SOAL FORMATIF)


Pertemuan XIII 27/04/2016

MEDAN MAGNETIK
1. KONSEP
1. Pengaertian magnet
2. Sifa-sifat magnet
3. Hubungan kelistrikan dengan kemagnetan
4. Kuat medan
5. Indiksi magnetik
6. Penentuan magnet
7. Gaya magnetik.

2. PENGERTIAN
1.Magnet

adalah benda yang mampu menarik benda-benda di sekitarnya yang


memiliki dua kutub yaitu utara-selatan.Bentuk-bentuk magnet ada beberapa yaitu
berbentuk U,berbentut batang ,berbentuk cincin,berbentuk silinder,dan magnet
jarum.

2.Sifat-sifat magnet

Magnet hanya dapat menarik benda-benda tertentu dalam jangkauanya,artinya


tidak semua benda dapat di tarik oleh magnet.
Gaya magnet dapat menembus benda,semakin kuat gaya magnet maka semakin
tebal pula benda yang dapat din tembus oleh gaya tersebut.
Magnet mempunyai dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan.
Apabila kutub yang sejenis di dekatkan satu sama lain maka mereka akan saling
tolak menolak,tetapi jika kutub yang didekatkan berbeda maka mereka akan tarik
menarik.
Medan magnet akan membantu gaya magnet.semakin dekat benda dengan
magnetnya semakin rapat begitu pula sebaliknya.sifat kemegnetan dapat hilang
karena beberapa penyebab yaitu terus menerus jatun dan terbakar.

3.Hubungan kelistrikan dengan kemagnetan

Beberapa fisikawan yang menemukan hubungan kemagnetan dengan


kelistrikan,beberapa fisikawan itu adalah:

Denmark Hans Christian Oersted,menyimpulkan bahwaArus listrik (muatan


listrik yang bergerak)menghasilkan medan magnetik.
Michael Faraday,menyimpulkan bahwaPerubahan medan magnet dapat
menghasilkan medan listrik yang disebut induksi elektromagnetik.
Joseph Henry,menyimpulkan bahwaperubahan kuat arus melalui suatu kumparan
mengakibatkan perubahan fluks magnetik dalam kumparan.

4.Kuat medan

Kuat medan yaitu gaya persatuan kuat kutub magnet.kuaty medan dapat
dinyatakan dengan menggunakan konsep medan,yaitu dirumuskan

E=F/Q

5.induksi magnetik

Induksi magnet adala kuat medan magnet akibat adanya arus listrik yang mengalir
pada konduktor.

Induksi magnet disekitar arus listrik sebagai berikut:


Berbanding lurus dengan arus listrik
Berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar
Berbanding terbalik dengan kuadrat arak atau titik dari kawat penghantar
itu
Arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang dialui arus
lisrtik

sin
dB=KI
2

6.Adanya sifat kemagnetan dalam suatu benda dalam penghantar listik dapat di
tentukan oleh alat yaitu Kompas.

7.Gaya magnetik

Gaya magnetik pada penghantar berarus dalam medan magnetik.Kawat


penghantar dialiri arus listrik berada di dalam medan magnetik,maka pada kawat bekerja
gaya magnetik atau gaya lorenz.gaya lorenz dapat di tentikan dengan kaidah tangan
kanan.ibujari menunjukan arah arus I dan keempat lainya ditunjukan dengan arah medan
magnetik B maka arah dorong telapak tangan menunjukan arah gaya F.

F1 = F2 = B2I1I
7.Induksi elektromagnetik

Induksi elektromagnetik dapat dikatakan sebagai peroses perubahan energi


mekanik(energi kinetik) menjadi energi listrik.gejala timbulnya arus listrik di sebuah
penghantar atau kumparan diakibatkan perubahan fluks magnetik disebut induksi
elektromagnetik.beda potensial di setiap ujung-ujung penghantar akibat perubahan fluks
magnetikyang disebut gaya gerak listrik(GGL).

Hukum faraday memberikan kesimpulan bahwaGGL induksi yang timbul di


antara ujung-ujung loop suatu penghantar berbanding lurus dengan operubahan fluks
magnetik yang dilingkupi loop penghantar tersebut.


= -N

Hukum lentz memberikan kesimpulan arah arus induksi adalah sedemikian


hingga medan magnetik yang ditimbulkan berlawanan dengan arah medan magnetik yang
menimbulkan arus induksi itu.

= sin
Pertemuan XIV 04/05/2016 (MENGERJAKAN SOAL DI BAB IV LISTRIK
DAN BAB V MEDAN MAGNETIK)

Pertemuan XV 11/05/2016

ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK BOLAK BALIK


1. KONSEP DAN DEFINISI

1. Arus bolak-balik
Arus bolak-balik adalah arus yang arahnya berubah-ubah secara bergantian.

2. Tegangan rata-rata
Tegangan rata-rata adalah besarnya nilai tegangan selama setengah
gelombang dari nol hingga T/2.

3. Tegangan root mean square (rms)


Tegangan root mean square (rms) adalah tegangan yang terukur pada alat
ukur.

4. Daya dan daya rata-rata


Daya adalah perkalian antara tegangan yang diberikan dengn hasil arus
yang mengalir.
Daya rata-rata adalah daya yang di hasilkan sebagai integral dari fungsi
periodik waktu terhadap keseluruhan range waktu tertentu di bagi oleh
periodanya sendiri.

5. Diagram fasor
Diagram fasor adalah sebuah gambar anak panah yang dignakan untuk
menyatakan suatu besaran bolak balik.

6. Rangkaian R-L-C
Rangkaian R-L-C adalah rangkaian yang tediri dari resistor, induktor, dan
kapasitor yang dapat dihubungkan secara seri dan paralel.

7. Sudut fase
Sedut fase () adalah sudut yang terbentuk antara tegangan dan arus sumber
pada diagram fasor.
2. RUMUS

1. Arus bolak-balik

a) Arus bolak-balik sinosoidal


2
= ( + 0 )

Dengan :
Im = arus maksimum (amplitudo arus)
T = periode arus
t = waktu
0 = fase mula-mula (saat t = 0)
b) Arus bolak-balik dalam tahanan
= cos

2. Tegangan rata-rata

1
< >= lim

0

3. Tegangan root mean square (rms)


= < >2
= < >2

4. Daya dan daya rata-rata


2

< >=

5. Tegangan bolak balik pada dua ujung hambatan


= ( + 0 )

Dan tegangan dapat di cari nilainya dengan menggunakan Hukum Ohm, yaitu:
= = cos( + 0 )

6. Tegangan antara dua ujung kapasitor



=

= sin( + 0 )

Dengan :
1
=

7. Rangkaian R-L seri


= cos ( + 0 )

8. Rangkaian seri R-L-C

= 2 + ( )2
= ( . )2 + ( . . )2
= . 2 + ( )2
Dengan:
= 2 + ( )2

9. Rangkaian paralel R-L-C

1 1 1 1
= = 2+( )

10. Sudut fase ()


. ( )
= = =
.

C. Aplikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari


1. Listrik PLN yang mengalir ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk.
2. Sinyal-sinyal radio atau audio yang di salurkan melalui kabel
3. Lampu-lampu kota yang dilihat dari kamera yang bergerak

Pertemuan XVI 18-05-2016 ( PEGUMPULAN LAPORAN)