Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN PROSES

KONFIGURASI PENGENDALIAN FLOW

Dosen Pebimbing : Ir. In Jumanda


Kelas : 2A TKPB
Kelompok : 1(SATU)
Oleh : Annisa Syafitri K (08414001)
: Arya Febriyanto (08414002)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PRODI TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2010
KONFIGURASI PENGENDALIAN FLOW

I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mampu mengidentifikasi unit-unit/ elemen-elemen pengendalian proses.
2. Mampu menjelaskan jenis alat beserta fungsinya pada setiap unit/ elemen pengendalian
proses.
3. Mampu mengidentifikasi variabel-variabel/ sinyal-sinyal pengendalian proses dan media
transmisinya.

II. DASAR TEORI


Sistem proses adalah rangkaian operasi yamg melakukan konversi material secara fisika-
kimia sehingga material yang dihasilkan memiliki keadaan yang lebih bermanfaat. Keadaan
itu dapat berupa besaran fisik atau kimia, seperti suhu (T), tekanan (P), laju alir (F), tinggi
permukaan cairan (L), komposisi, pH dan lain sebaginya. Peranan pengendali proses pada
dasarnya adalah usaha untuk mencapai tujuan proses agar berjalan sesuai dengan yang
diinginkan.
Jenis-jenis variabel yang berperan dalam sistem pengendalian adalah:
1. Process Variable (PV) adalah besaran fisik atau kimia yang menunjukan keadaan sistem
proses yang dikendalikan agar nilainya tetap atau berubah mengikuti alur tertentu (variabel
terkendali).
2. Manipulited Variable (MV) adalah variabel yang digunakan untuk melakukan koreksi atau
mengendalikan PV (variabel pengendali).
3. Set Point (SP) adalah nilai variabel proses yang diinginkan (nilai acuan).
4. Gangguan (W) adalah variabel masukan yang dapat mempengaruhi nilai PV tetapi tidak
digunakan untuk mengendalikan.
5. Variabel keluaran tak terkendali adalah variabel yang menunjukan keadaan sistem proses
tetapi tidak dikendalikan secara langsung.
Pengendali proses adalah bagian dari pengendali automatik yang diterapkan dibidang
teknologi proses untuk menjaga kondisi proses agar sesuai dengan yang diinginkan. Seluruh
komponen yang terlibat dalam pengendalian proses disebut sistem pengendalian atau sistem
kontrol.
Langkah-langkah pengendalian proses adalah sebagai berikut :
1. Mengukur, artinya mengamati nilai variabel terukur.
2. Membandingkan, artinya hasil pengukuran atau pengamatan variabel proses (nilai terukur)
dibandingkan dengan nilai acuan (set point).
3. Mengevaluasi, artinya perbedaan antara nilai terukur dengan nilai acuan dievaluasi untuk
menentukan langkah atau cara melakukan koreksi atas kesalahan itu.
4. Mengoreksi, artinya tahap ini bertugas melakukan koreksi variabel proses, agar perbedaan
dengan variabel terukur dan nilai acuan tidak ada atau sekecil mungkin.
Untuk melaksanakan langkah-langkah pengendalian tersebut diperlukan instrumentasi
sebagai berikut:
1. Unit proses. Unit tempat berlangsungnya proses yang akan dikendalikan. Variabel yang
akan dikendalikan dalam unit ini disebut dengan variabel proses terkendali (process
variable disingkat PV), variabel yang dikendalikan (controlled variable), atau variabel
terukur (measured varable).
2. Unit pengukuran (measurement unit). Unit yang berfungsi untuk mengukur variabel proses
(PV). Hasil pengukuran unit ini kemudian dikirimkan ke unit kendali. Unit pengukuran
terdiri atas sensor saja atau sensor dan transmitter.
a. Sensor :
Elemen perasa (sensing element) yang langsung merasakan variabel proses. Sensor
merupakan perangkat paling ujung dari sistem/unit pengukuran dalam sistem pengendalian.
Contoh yang biasa dipakai adalah, themokopel, orificemeter, venturimeter dan sensor
elektromagnetik.
b. Transmiter atau transduser :
Bagian yang menghitung variabel proses dan mengubah sinyal dari sensor menjadi
sinyal standar menghasilkan sinyal proporsional, seperti :
1. DC voltage 0 5 volt.
2. DC Current 4 20 mA
3. Pressure 3 15 psi
3. Unit kendali (controlling unit). Unit ini merupakan otak dari sistem pengendalian proses.
Unit kendali menerima sinyal dari unit pengukuran dan membandingkan hasil pengukuran
dari variabel proses (PV) untuk kemudian mengambil keputusan dan memberikan perintah
kepada unit kendali akhir untuk melakukan tindakan tertentu.
4. Unit kendali akhir (final control unit). Unit ini merupakan unit yang akan melakukan
tindakan akhir sesuai dengan keputusan dan perintah dari unit kendali. Unit pengendali
akhir terdiri atas :
a) Actuator atau Servo motor : elemen power atau bergerak elemen pengendali akhir.
Elemen ini menerima sinyal yang dihasilkan oleh controller dan mengubah segalanya
kedalam action proporsional ke sinyal penerima.
b) Elemen kendali akhir (final controll element) : bagian akhir dari pengendali yang
befungsi untuk mengubah measurment variable dengan cara memanipulasi besarnya
MV yang diperintahkan oleh controll. Contoh paling umum dari element kendali akhir
adalh control valve (pipa kendali).
5. Unit pengubah (transducer). Unit ini mengubah informasi dalam besaran mekanik menjadi
elektrik atau sebaliknya. Pengubah yang umum adalah I/P (arus listrik ke tekanan udara)
atau P/I (tekanan udara ke arus listrik).

III. LANGKAH PRAKTIKUM


1. Penentuan peralatan yang terdapat dalam sistem pengendalian proses yang akan
diidentifikasi.
2. Identifikasi unruk semua unit atau elemen serta variabel/ sinyal dan peralatan tesebut.
3. Penelusuran sinyal-sinyal yang menghubungkan antar unit/ elemen.
4. Mengukur dan mencatat semua spesifikasi alat dan semua data dalam peralatan.
IV. DATA PERCOBAAN DAN PENGOLAHAN DATA
A. Data Skema Peralatan :

Supply enconditioning
Electric mini regulator Unit

CRF PC
UNIT PENGENDALI UNIT PENGENDALI
UNIT PENGENDALI

Control quantity signal


Sinyal kendali

Transmitter Fin (MV)


UNIT PENGUBAH SINYAL
Sumber tekanan
I/P Tangki
Sinyal elektrik
Transducer UNIT PROSES
Sinyal pneumatik
UNIT PENGUKURAN

Valve
Sensor
Fout
UNIT KENDALI AKHIR

Centrifugal pump Gangguan

Water drainage (UNIT PENDUKUNG)


B. Data Skema Peralatan Berupa Foto

PC

Supply Enconditioning unit

P/I
transducer

Control valve

Transmitter FLOWMETER

Centrifugal pump

Turbin meter

Water Drainage
Data 2 : Tabulasi

Nama Sinyal masuk Sinyal Keluar


No. Unit Sfesifikasi
Alat Variabel Besaran Variabel Besaran

1. Proses Pipa Didacta Italia MV Flow umpan masuk PV Flow

15 150 ltr/h
Didacta Italia
Flow sensor transmitter
3-15 psi Sinyal Arus standar
2. Pengukuran (flowmeter) PV Flow
PC, Elec.Reg, manual Pengukuran (4-20 mA)
+5v, +12v, -12v
Turbin meter
Sinyal Arus standar
3. Kendali CRL, PC Cod Sinyal Kendali Sinyal elektrik
Pengukuran (4-20 mA)

Model sex 21 A4
T4 t.amb 80oC/T5 t.amb -55 oC
L.eq = 0 ; C.eq = 0
Vmax.in.28v;
Pengubah I/P Tranducer Lmax.215 mA; Sinyal Sinyal Sinyal
4. Sinyal elektrik
(Transduser) Pmax.in.0,42w Kendali Kendali pneumatik
4-20mAv
20-100 kPA
Air supplay 140 kPA
SPRIAD-ITALYA

CuSn Sinyal Sinyal


5. Kendali akhir Control valve MV Flow masuk
5 ZnPb 6 kendali pneumatik
C. Diagram Pengendalian Proses

Gangguan (level, P, T, C)
MV
(CRF, PC) Control valve
(Flow in)
Sinyal kendali PV
Set point (sinyal elektrik
Unit kendali (Flow)
Unit kendali Unit Proses
+ akhir
-

(Tranducer, Transmiiter)
Flow nyata
Sinyal pengukuran (sinyal elektrik)
Unit pengukuran
V. PEMBAHASAN
Arya Febriyanto
08414002
Praktikum pengendalian proses kali ini berdasarkan pada pemahaman terhadap
beberapa variabel dan unit/elemen pengendalian pada suatu sistem proses, jenis alat serta
fungsi pada setiap unit/elemen dan melakukan identifikasi variabel-variabel/sinyal-sinyal
pada pengendalian proses.
Dalam melakukan identifikasi terlebih melakukan penunjukan kemudian
penyebutan unit-unit/elemen-elemen pengendalian proses yang ada di laboratorium
pengendalian proses. Setelah itu dilakukan penjelasan mengenai jenis alat beserta
fungsinya pada setiap unit/elemen pengendalian proses tersebut.
Praktikum ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dasar mengenai sistem
pengendalian proses terutama modul flow serta dalam praktikum modul-modul selanjutnya
dalam praktikum pengendalian proses.
Dari pengamatan yang diperoleh didapat suatu unit proses berupa pipa-pipa yang
ada dalam proses pengendalian flow. Pipa-pipa tersebut merupakan unit/elemen tempat
proses laju alir (flow) tersebut berlangsung yang kemudian akan dikendalikan. Variabel
yang akan dikendalikan dalam unit ini disebut dengan variabel proses terkendali (Process
Variable atau disingkat dengan PV) dengan besaran flow (Liter/jam). Sedangkan variabel
yang masuk ke dalam unit ini adalah adalah variabel pengendali atau Manipulated Variable
(MV) dengan besaran flow umpan masuk yang digunakan untuk mengendalikan atau
mempertahankan keadaan proses.
Sementara itu, unit pengukuran yang digunakan berupa Flow sensor transmiter.
Unit ini berfungsi untuk mengukur variabel proses (PV) dalam besaran flow yang diubah
menjadi variabel sinyal pengukuran yang berupa sinyal elektri (arus listrik). Dalam unit
pengukuran ini terdapat alat pengukuran, yaitu flowmeter. Nilai dari flowmeter akan
diterjemahkan oleh flow sensor transmiter menjadi sinyal listrik arus standar (4 20 mA).
Variabel pengukuran dari unit proses yang berupa sinyal listrik (variabel sinyal
pengukuran) tersebut diberikan kepada supply enconditioning unit (unit kendali) yang
berupa Flow Regulation Control (CRF) untuk dibandingkan dan dievaluasi. Unit ini
merupakan otak dari sistem pengendalian proses. Pembandingan disini artinya hasil
pengukuran atau pengamatan variabel proses (nilai terukur) dibandingkan dengan nilai set
point atau nilai variabel proses yang diinginkan (nilai acuan). Selisih antara set point dan
nilai variabel proses terkendali (PV) disebut error (e). Atas dasar besar, lama, dan
kecepatan nilai error, unit pengendali (Flow Regulation control) atau supply enconditiong
unit mengevaluasi atau memutuskan dan mengirim variabel sinyal kendali berupa sinyal
elektrik untuk mengoreksi atau melakukan tindakan.
Sinyal ini akan diteruskan kepada I/P tranducer yang merupakan unit pengubah. I/P
tranducer berfungsi sebagai pengubah sinyal dari sinyal elekrik (variabel sinyal kendali)
menjadi sinyal pneumatic (variabel kendali).
Sinyal pneumatik tersebut kemudian disalurkan kepada Unit Kendali Akhir (Final
Control Valve). Unit ini merupakan unit yang akan melakukan tindakan akhir sesuai
dengan keputusan dan perintah dari unit kendali. Unit ini berupa katup kendali (control
valve). Sinyal pneumatik tersebut memerintahkan control valve untuk memperbesar atau
memperkecil bukaan valve.
Semua hal rangkaian proses pengendalian flow tersebut bertujuan untuk
mendapatkan nilai variabel proses, yaitu flow, yang diinginkan dengan
membandingkannya dengan nilai yang diinginkan (set point) atau dengan kata lain
mempertahankan nilai variabel proses agar sama dengan nilai acuan atau setidaknya nilai
varibel proses tersebut berada di sekitar nilai acuan dalam batas-batas toleransi, tidak
berbeda jauh dengan pustaka acuan. Hal ini adalah untuk kebutuhan operasi agar berada
pada kondisi yang diinginkan.
V. PEMBAHASAN
Annisa Syafitri K

Praktikum pengendalian proses kali ini bertujuan untuk memahami beberapa


variabel dan unit/elemen pengendalian pada suatu sistem proses, jenis alat serta fungsi
pada setiap unit/elemen, serta dapat melakukan identifikasi variabel-variabel/sinyal-sinyal
pada pengendalian proses.
Dalam melakukan identifikasi terlebih melakukan penunjukan kemudian
penyebutan unit-unit/elemen-elemen pengendalian proses yang ada di laboratorium
pengendalian proses. Setelah itu dilakukan penjelasan mengenai jenis alat beserta
fungsinya pada setiap unit/elemen pengendalian proses tersebut.
Praktikum ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dasar mengenai sistem
pengendalian proses terutama modul flow serta dalam praktikum modul-modul selanjutnya
dalam praktikum pengendalian proses.
Dari pengamatan yang diperoleh pada pengendalian flow, didapat suatu unit proses
berupa pipa-pipa yang merupakan unit/elemen tempat proses laju alir (flow) tersebut
berlangsung yang akan dikendalikan. Variabel yang akan dikendalikan dalam unit ini
disebut dengan variabel proses terkendali (Process Variable atau disingkat dengan PV)
dengan besaran flow (Liter/jam). Sedangkan variabel yang masuk ke dalam unit ini adalah
adalah variabel pengendali atau Manipulated Variable (MV) dengan besaran flow umpan
masuk yang digunakan untuk mengendalikan atau mempertahankan keadaan proses.
Sementara itu, unit pengukuran yang digunakan berupa Flow sensor transmiter
yang berfungsi untuk mengukur variabel proses (PV) dalam besaran flow yang diubah
menjadi variabel sinyal pengukuran yang berupa sinyal elektri (arus listrik). Dalam unit
pengukuran ini terdapat alat pengukuran, yaitu flowmeter. Nilai dari flowmeter akan
diterjemahkan oleh flow sensor transmiter menjadi sinyal listrik arus standar (4 20 mA).
Variabel pengukuran dari unit proses yang berupa sinyal listrik (variabel sinyal
pengukuran) tersebut diberikan kepada supply enconditioning unit (unit kendali) yang
berupa Flow Regulation Control (CRF) untuk dibandingkan dan dievaluasi. Unit ini
merupakan otak dari sistem pengendalian proses. Pembandingan disini artinya
membandingkan anatara pengamatan variabel proses (nilai terukur) dengan nilai set point
atau nilai variabel proses yang diinginkan (nilai acuan). Selisih antara set point dan nilai
variabel proses terkendali (PV) disebut error (e). Kemudian unit pengendali atau supply
enconditing akan mengevaluasi besar, lama, dan kecepatan nilai error dan mengirim
variabel sinyal kendali berupa sinyal elektrik untuk mengoreksi atau melakukan tindakan.
Sinyal ini akan diteruskan kepada I/P tranducer yang merupakan unit pengubah dan
berfungsi sebagai pengubah sinyal dari sinyal elekrik (variabel sinyal kendali) menjadi
sinyal pneumatic (variabel kendali).
Sinyal pneumatik tersebut kemudian disalurkan kepada Unit Kendali Akhir (Final
Control Valve) yang akan melakukan tindakan akhir sesuai dengan keputusan dan perintah
dari unit kendali. Unit ini berupa katup kendali (control valve). Sinyal pneumatik tersebut
memerintahkan control valve untuk memperbesar atau memperkecil bukaan valve.
Semua hal rangkaian prose pengendalian flow tersebut bertujuan untuk
mendapatkan nilai variabel proses, yaitu flow yang diinginkan dengan
membandingkannya dengan nilai yang diinginkan (set point) atau dengan kata lain
mempertahankan nilai variabel proses agar sama dengan nilai acuan atau setidaknya nilai
varibel proses tersebut berada di sekitar nilai acuan dalam batas-batas toleransi, tidak
berbeda jauh dengan pustaka acuan. Hal ini adalah untuk kebutuhan operasi agar berada
pada kondisi yang diinginkan.
VI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil praktikum ini adalah :
1. Pengendalian suatu sistem proses adalah untuk mempertahankan nilai varibel
proses sama dengan nilai acuan, sesuai dengan yang diinginkan.
2. Unit/elemen proses pada proses pengendalian flow adalah pipa.
3. Unit/elemen pengukuran pada proses pengendalian flow adalah Flow Sensor
Transmiter.
4. Unit/elemen kendali pada proses pengendalian flow adalah Flow Regulation
Control.
5. Unit/elemen pengubah pada proses pengendalian flow adalah I/P transduser.
6. Unit/elemen kendali akhir pada proses pengendalian flow adalah Control Valve.
DAFTAR PUSTAKA

Jumanda K, Ir. 2009. Jobsheet praktikum Pengendalian Proses modul Konfigurasi


Pengendalian. Teknik Kimia Polban; Bandung.
Pakpahan, S. 1988. Kontrol Otomatik Teori dan Penerapannya. Erlangga; Jakarta
Heriyanto. 1999. Diktat kuliah Pengendalian Proses . Teknik Kimia Polban; Bandung.
Harriot, Peter, Process Control, McGraw-Hill, New York, 1964.
ISA, Standards and Practices for Instrumentation and Control; 11 th Edition, The
Instrument Society of America, Research Triangle Park, 1992.
Staff of Chemical Engineering, Practical Instrumentation and Control, McGraw-Hill, New
York, 1980.