BAB II Hairspray
BAB II Hairspray
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rambut
Rambut adalah struktur keratin memanjang yang berasal dari invaginasi epitel
epidermis. Rambut ditemukan di seluruh tubuh kecuali di telapak tangan, telapak kaki,
bibir, glans penis, klitoris dan labia minor. Infundibulum adalah lubang folikel sebasea
untuk saluran masuk. Isthmus adalah saluran sebasea yang masuk ke penyisipan otot pili
arrector. Otot penegak rambut (muskulus arrektor pili) terdiri dari otot polos. Kontraksi
menyebabkan ereksi dari batang rambut dan dapat menyebabkan merinding. Titik
penyisipan pili arrector disebut sebagai tonjolan. Daerah ini merupakan lokasi dari sel-
sel induk folikel. Bagian bawah yaitu umbi rambut terdapat matriks dan papila. Melanosit
yang terletak di matriks menghasilkan warna rambut. Papila dermal terdiri dari kelompok
khusus fibroblast dan memiliki tindakan induktif pada epidermis mempromosikan
proliferasi dan differensiasi (Shapiro, 2010).
Inner root sheath adalah sebuah tabung silinder kaku. Ini berkembang sebelum
rambut di dalamnya dan fungsi utamanya adalah untuk membentuk rambut. Rambut akan
hancur pada tingkat kelenjar sebasea. Outer root sheath berasal dari dan sambung dengan
epidermis. Fungsinya tidak diketahui dan ini tidak mengambil bagian dalam
pembentukan rambut (Shapiro, 2010).
Komposisi kimia rambut yang utama adalah protein yaitu 65-95%. Rambut
meningkat pada masa pubertas dan kemudian menurun seiring bertambahnya usia.
Elemen seperti Cu, Cd, Cr, Hg, Pb, An juga terdapat pada rambut. Rambut berasal dari
sumber eksogen (kosmetik, polusi udara) atau sumber endogen (matriks, papilla, sebasea
dan kelenjar keringat) (Shapiro, 2010).
Rambut dapat terbagi atas dua jenis yaitu rambut velus dan rambut terminal. Pada
badan fetus dijumpai rambut halus yaitu rambut lanugo. Rambut lanugo kemudian akan
digantikan oleh rambut velus dan rambut terminal. Rambut velus adalah rambut halus,
sedikit mengandungi pigmen, berwarna terang. Rambut velus terdapat hampir diseluruh
tubuh. Rambut velus diproduksi oleh folikel-folikel rambut yang kecil yang ada di
lapisan dermis dengan diameter < 0,03 mm. Rambut terminal adalah rambut yang kasar,
3
tebal dan berwarna gelap karena mengandungi pigmen yang banyak. Rambut terminal
terdapat di kepala, alis mata, bulu mata, ketiak dan genitalia eksterna. Rambut terminal
diproduksi oleh folikel-folikel rambut yang besar yang ada di lapisan subkutis dengan
diameter > 0,03 mm12.
Pada bagian luar, penampang rambut terdiri atas kutikula, medula dan korteks.
Kutikula terdiri atas lapisan keratin. Terdapat 6-8 lapisan sel kutikula, tumpan tindih
seperti genteng, margin bebas selalu mengarah ke atas. Poros yang tebal (> 0,06 mm)
adalah rambut terminal kasar dan poros yang tipis (< 0,03 mm) adalah bulu-bulu halus
velus. Kutikula berfungsi untuk perlindungan dari kekeringan dan pengaruh lain dari luar.
Korteks terdiri atas serabut polipeptida dan mengandungi pigmen. Medula terdiri atas 3-
4 lapis sel kubus (berisi keratohialin, badan lemak dan rongga udara). Medula tidak
dijumpai pada rambut velus12.
4
Masa katagen adalah fase peralihan. Fase ini berlangsung selama 2-3 minggu. Fase
peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut. Bagian tengah
akar rambut menyempit dan bagian bawahnya melebar mengalami pertandukan sehingga
terbentuk gada (club). Masa telogen adalah fase istirahat. Fase ini berlangsung selama
100 hari (3-5 bulan). Selama fase ini, rambut akan mengalami kerontokan. Sel epitel akan
memendek dan membuat rambut baru bentuk tunas kecil. Rambut gada akan didorong ke
luar. 50-100 lembar rambut rontok dalam setiap hari (Shapiro, 2010).
Masa anagen berkisar berlangsung selama 1000 hari dan masa telogen berlangsung
selama 100 hari. Rasio antara anagen dan telogen di kepala adalah 9:1 dan di kening
adalah 1:9. Normalnya di kepala mempunyai 100.000 folikel rambut. Folikel rambut akan
semakin berkurang dari bayi hingga umur tiga puluhan karena meningkatnya keluasan
kepala. Pada umur lima puluhan folikel rambut akan makin berkurang dan warnanya
akan berkurang dan akhirnya menjadi putih. Warna rambut perang dan merah
mempunyai jumlah yang kurang berbanding dengan warna rambut hitam. Warna rambut
ditentukan oleh pigmen melanin pada rambut (Shapiro, 2010).
5
b. Nutrisi
Nutrisi juga memainkan peranan penting dalam pertumbuhan rambut.
Malnutrisi protein dan kalori akan menyebabkan rambut menjadi kering,
suram, dan kehilangan pigmen setempat. Kekurangan vitamin B12, asam
folat dan zat besi bisa menyebabkan rambut rontok (Soepardiman, 2010).
c. Umur
Pertumbuhan rambut berbeda dengan umur. Masa dalam kandungan, janin
akan mengalami masa anagen. Pada masa lahir, setelah beberapa minggu
rambut pada janin akan rontok. Pada masa balig, pertumbuhan rambut pada
ketiak dan tempat kemaluan akan meningkat karena meningkatnya hormon
seks. Namun rambut di kepala akan rontok. Pada masa kehamilan, tiga bulan
pertama, jumlah rambut telogen akan berada dalam batas normal tetapi akan
menurun hingga 10% pada masa kehamilan tua. Setelah tiga bulan
melahirkan, folikel-folikel rambut kepala ibu akan beralih ke fase telogen.
Pada masa tua, laki-laki dan perempuan akan mengalami kerontokan rambut.
Fase anagen akan menjadi singkat dan rambut rontok akan meningkat
(Kusumadewi, 2002).
d. Vaskularisasi
Vaskularisasi dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut tetapi bukan
penyebab utama pada gangguan kerontokan rambut. Pengaruh pada
pertumbuhan rambut terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah
di bawah folikel rambut sebelum mengalami perubahan (Suling, 2012).
2.4.2 Faktor patologis
a. Peradangan sistemik / setempat
Kuman lepra akan menyebabkan kulit mengalami atropi dan folikel rambut
rusak. Akhirnya terjadi kerontokan alis mata dan bulu mata (madarosis). Pada
penyakit sifilis stadium 2, rambut akan menipis secara rata atau setempat
secara tidak rata. Keadaan ini disebut moth eaten appearance. Infeksi jamur
pada kulit kepala dan rambut akan menyebabkan kerusakan pada batang
rambut dan akan menyebabkan kerontokan rambut (Suling, 2012).
6
b. Obat
Obat antineoplasma (bleomisin, endoksan, vinkristin, antimitotik (kolkisin))
akan menghalangi pembentukan batang rambut yang akan menyebabkan
rambut rontok. Obat logam berat (thalium, merkuri dan arsen) akan terikat
pada grup sulfhidril dalam keratin rambut yang akan mempengaruhi
pertumbuhan rambut (Suling, 2012).
c. Bahan-bahan kimia
Bahan-bahan kimia yang digunakan dalam berbagai jenis proses styling
seperti pelurusan, pengeritingan dan pewarnaan mengakibatkan kerusakan
pada rambut seperti rambut kering, rambut kasar dan rambut bercabang serta
kelainan pada kulit kepala seperti rasa terbakar, rasa gatal dan kulit kepala
bersisik. Radiasi akibat proses styling yang berlebihan juga mengakibatkan
kerusakan rambut seperti rambut bercabang, rambut rontok, rambut kering
dan rambut kasar. Bahan- bahan kimia seperti PPD, amonia, hidrogen
peroksida, anilin yang terdapat dalam proses pewarnaan rambut dapat
menyebabkan kerusakan pada rambut seperti rambut kusam, rambut kering,
rambut rontok, rambut kasar, rambut bercabang dan rambut mudah patah.
Selain itu, pewarnaan rambut juga dapat menyebabkan kelainan pada kulit
kepala seperti rasa gatal, rasa terbakar, kulit kepala bersisik, kemerahan,
bengkak, dan luka. Pemilihan shampoo dan kondisioner yang tidak cocok
dengan jenis rambut juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan rambut
seperti rambut mudah patah, rambut kering, rambut kasar dan rambut rontok.
Jenis bahan kimia seperti amonium tioglikolat dan amonium bikarbonat yang
ditambahkan pada alkali kurl merusakan batang rambut dan akan bertindak
keras pada permukaan rambut (Jusuf, 2014).
7
dari semua. Pada gangguan pada siklus folikel rambut, terjadinya kasus-kasus seperti
telogen efluvium, alopesia areata, alopesia androgenik, alopesia yang diinduksi
kemoterapi. Telogen efluvium adalah keadaan dimana rambut dalam fase telogen terlepas
lebih banyak dari normal seperti 150 jadi 400 lembar sehari. Telogen effluvium bisa
terjadi akibat menderita demam tinggi. Alopesia areata adalah kehilangan rambut yang
cepat dan komplit sehingga terbentuk berak satu atau lebih, berupa bulatan atau oval,
biasanya di kepala dan tempat berambut lain (alis mata, kumis, badan). Pada kasus
alopesia androgenik, hirsutisme, hipertrikosis terjadinya perubahan pada folikel rambut
yang tidak dikehendaki. Alopesia androgenik dapat terbagi kepada dua yaitu pada laki-
laki dan pada wanita. Pada laki-laki dikenali sebagai male pattern alopecia. Pada wanita
dikenali sebagai female pattern alopecia. Terjadinya kerontokan rambut akibat pengaruh
hormon. Regenerasi folikel rambut yang tidak sempurna akan menyebabkan kasus seperti
alopesia sikatrikal (liken planopilaris), alopesia karena traksi, alopesia karena radiasi,
folliculitis decalvans dan SLE kronis. Folikulitis adalah inflamasi folikel rambut akibat
infeksi. Defek pada struktur batang rambut seperti gangguan pada batang rambut akan
menyebabkan monilethrix, pili torti, dan trikotiodistrofi. Kesalahan pertumbuhan folikel
rambut menyebabkan Aplasia cutis congenital dan dysplasia ectodermal. Kelainan pada
rambut bisa juga terjadi akibat kombinasi dari semua kelainan di atas (Harrison, 2003).
Penyakit tertentu juga memiliki peranan yang cukup besar yang menyebabkan rambut
rontok seperti penyakit kanker, diabetes mellitus, systemic lupus erythematosus (SLE),
penyakit kronis dan degeneratif lainnya yang masuk dalam stadium lanjut. Perubahan dan
ketidak seimbangan hormon tubuh juga memiliki peranan aktif dalam masalah rambut
rontok. Perubahan hormon ini dapat terjadi pada seorang wanita yang sedang dalam masa
kehamilan, seseorang yang memasuki masa menopause, efek samping pemakaian pil
kontrasepsi dan ketidak seimbangan kelenjar tiroid (Soepardiman, 2010).
Pada umumnya, rambut rontok mengalami kerontokan 50-100 helai setiap harinya.
Dibandingkan rambut yang berjumlah 100.000 helai di setiap kepala, tetapi tidak
menyebabkan penipisan rambut berlebih. Rambut yang mulai menipis biasanya
disebabkan oleh faktor usia yang semakin bertambah. Jika rambut yang rontok lebih
banyak daripada rambut yang tumbuh, dan jika rambut tumbuh lebih tipis dibanding
rambut yang rontok pada bagian tertentu (Suling, 2012).
8
2.6 Jenis Produk Perawatan Rambut8
Produk perawatan rambut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok:
1. Produk yang bekerja dengan mekanisme fisik, misalnya shampo, conditioner dan
semprotan rambut.
2. Produk yang membawa perubahan kimiawi pada rambut, misalnya produk waving hair
permanen, produk meluruskan rambut permanen, dan pewarna rambut permanen.
Produk perawatan rambut ditujukan untuk memberikan manfaat positif pada rambut
dan menghilangkan atau mengurangi atribut yang tidak diinginkan. Rambut adalah faktor
yang sangat penting dalam penampilan pribadi, namun meski memiliki kekuatan yang
besar, rambut rawan mengalami kerusakan akibat pelapukan, serangan kimia, panas dan
abrasi. Kondisi rambut yang buruk menunjukkan kekasaran dan kekeringan.
2.7 Hairspray8
Proporsi terbesar pasar hair styling dikuasai oleh hairsprays. Produknya dalam
kemasan aerosol atau non-aerosol, proporsi pasar yang lebih besar adalah dalam bentuk
aerosol. Hairspray aerosol diformulasikan secara konvensional untuk memberikan
berbagai kekuatan tahan dari normal hingga maksimum. Propelan memberikan tekanan
yang memaksa produk keluar dari wadah saat katup dibuka dengan menekan aktuator.
Perubahan kinerja yang hebat dapat dilakukan dengan mengubah dimensi ruang dan
lubang di katup dan aktuator yang dipilih untuk produk. Sebagai contoh, semprotan yang
lebih halus dapat diperoleh jika lubang aktuator dikurangi, ruang ekspansi membesar dan
diameter ruang pusaran di katup meningkat. Perubahan rasio propelan terhadap
konsentrat produk juga dapat mengubah laju semprot.
Hairspray aerosol harus disemprotkan pada jarak sekitar 20cm dari rambut sehingga
mendapatkan hasil yang memuaskan. Ukuran partikel merupakan faktor penting dalam
mencapai cakupan yang memuaskan tanpa potensi inhalasi partikel. Cara tetesan
hairspray berinteraksi dengan serat telah diinvestigasi secara mendalam. Bila tetesan
sampai pada rambut sebagian besar propelan telah hilang melalui penguapan. Oleh
karena itu, tetesan merupakan larutan polimer yang cukup terkonsentrasi dan akan
bereaksi dengan serat rambut dengan salah satu dari dua cara.
Hal ini tergantung pada energi permukaan, volatilitas dan viskositas. Jika tidak
9
menyebar secara efisien, mereka akan mengikat serat rambut yang berdekatan dengan
'manik-manik' polimer. Sebaliknya, jika mereka kurang terkonsentrasi dan kurang kental,
penyebarannya yang efisien terjadi dan massa rambut terikat oleh lapisan polimer kering.
Efek sebelumnya dikenal sebagai 'spot welding' dan yang terakhir sebagai 'seam welding'.
Meningkatkan konsentrasi polimer tidak selalu meningkatkan daya tahan karena polimer
ekstra dapat membuat tetesan terlalu kental untuk menyebar dengan cukup baik untuk
membentuk lasan jahitan.
Hairspray umumnya memiliki semprotan yang relatif halus yang cukup lembut agar
tidak mengganggu konfigurasi rambut. Ini harus memberikan cakupan ke seluruh kepala
dengan cepat, sehingga pola semprotan harus menyebar. Waktu pengeringan harus relatif
cepat. Semprotan kering tidak boleh menempel pada rambut, juga tidak harus menjadi
norak karena terpapar kelembaban tinggi. Hairspray harus mudah dibilas dengan air atau
dengan keramas; Jika tidak, 'build-up' akan terjadi dan rambut menjadi kusam dan
bertekstur kasar.
10
kelembaban dan karena itu akan membuat ikal menjadi lebih baik. Namun, jika
kopolimer PVPVA yang tidak diformulasikan dengan benar bisa sangat tahan air
sehingga sulit dibersihkan dari rambut. Kopolimer lain yang umum dibuat dari vinyl
acetate dan crotonic acid. Bahan ini populer karena memberikan keseimbangan yang
tepat dari kekerasan, kelarutan, dan kerentanan kelembaban.
2.8.2 Pelarut
Pelarut membentuk porsi terbesar menurut berat dari hairspray aerosol. Mereka
digunakan sebagai pembawa untuk bahan aktif dalam formulasi dan dipilih berdasarkan
kompatibilitasnya dengan bahan kimia dan propelan. Air adalah pelarut yang populer
karena harganya murah. Sayangnya, formulasi yang mengandung air membutuhkan
waktu lebih lama untuk mengering dan kurang larut dalam banyak sistem propelan. Air
juga meningkatkan kemungkinan korosi di dalam kaleng. Etanol, meski agak mahal,
merupakan pelarut populer lainnya. Namun, etanol termasuk dalam golongan senyawa
organik yang mudah menguap (VOC) yang penggunaannya dalam aerosol telah dibatasi
karena berkontribusi terhadap polusi udara. Sampai saat ini, tidak ada pelarut pengganti
yang dapat diterima telah disetujui.
2.8.3 Additives
Hairsprays mengandung sejumlah aditif kimia selain polimer dan pelarut. Sebagai
contoh, peliat ditambahkan untuk memodifikasi efek polimer. Ini termasuk bahan kimia
seperti isopropil miristat, dietil ftalat, dan silikon yang bisa membuat film hairspray lebih
lentur dan kurang rapuh. Agen penetralisir dan anti korosi, seperti aminometil propanol
(AMP), amonium hidroksida, morfolin, sikloheksilamina, dan ester borat ditambahkan
untuk mengendalikan kelarutan resin dan membantu mencegah bagian dalam kaleng dari
karat.
2.8.4 Propelan11
Propelan, sesuai namanya, bertanggung jawab untuk mendorong hairspray keluar
dari kaleng. Ini adalah gas yang bisa disimpan di bawah tekanan rendah di kaleng.
Awalnya gas chlorofluorocarbon (CFCs) digunakan, namun telah dilarang karena diduga
11
terlibat dalam penipisan lapisan ozon di atmosfer bagian atas. Propelan hidrokarbon
seperti butana dan propana digunakan sebagai pengganti CFC. Gas-gas ini adalah
campuran butana dan propana yang dirancang untuk memberikan sejumlah tekanan
dalam kaleng. Misalnya, butana butiran 40 adalah campuran butana dan propana yang
memiliki tekanan uap 40 lb / in 2 (18 kg / cm 2). Propelan hidrokarbon sangat populer
sampai tahun 1980an ketika California dan beberapa negara Amerika lainnya mulai
membuat undang-undang berapa banyak gas ini dapat digunakan dalam hairspray karena
terbukti memberi kontribusi pada polusi udara. Perundang-undangan ini menyebabkan
penurunan penggunaan hidrokarbon.
Ilmuwan yang bekerja di Dupont mengembangkan kelas propelan baru. Ini dikenal
sebagai hydrofluorocarbons (HFCs), dan mereka memiliki banyak sifat CFC namun tidak
mencemari lingkungan. HFC yang populer adalah 1,1, -difluoroetana (propelan 152A)
dan 1, 1, 1, 2, -tetrafluorometana (propelan 134A). Sementara harganya relatif mahal,
mereka terbiasa merumuskan hairspray yang cepat mengering.
12
yang jika ditekan atau digerakkan, membuka katup dan mengatur semprotan yang
mengandung
2.11 Wadah11
Keefektifan aerosol farmasi tergantung pada penemuan/pencapaian kombinasi yang
tepat pada formula, wadah dan pemasangan katup. Formulasi harus tidak berinteraksi
secara kimia dengan wadah atau komponen katup sehingga mengganggu kestabilan
formula atau keutuhan pengoprasian wadah dan pemasangan katup. Wadah dan katup
harus mampu menahan tekanan yang diinginkan produk, harus tahan terhadap kerusakan,
dan katup harus dalam pembentukan produk yang dipancarkan.
Wadah Berbagai bahan yang telah digunakan dalam pembuatan wa aerosol, termasuk
gelas, dilapisi atau tidak dilapisi plastic logam, termasuk kaleng yang disepuh dengan
baja, aluminium dan baja tidak berkarat stainless steel dan plastik. Pemilihan wadah
untuk produk aerosol berdasarkan pada kemampuan penyesuaiannya terhadap cara
pembuatan, ketercampurapnya dengan komponen formula, kemam- puannya untuk
menahan tekanan yang diharapkan produk, kepentingan- nya dalam model dan daya tarik
estetik pada bagian pembuatan pembiayaan Ini bukan untuk kerapukan dan bahaya
pecahnya, wadah gelas lebih dipilih untuk sebagian besar aerosol. Gelas mencegah lebih
banyak persoalan yang disebabkan oleh ketidakcampuran secara kimia dengan for mulasi
daripada yang terjadi dengan wadah logam dan bukan yang men- jadi sasaran karat.
Gelas juga lebih dapat disesuaikan dengan kreativitas model. Segi negatifnya, wadah
gelas harus direncanakan tepat untuk meng hasilkan tekanan maksimum yang aman dari
daya tahan tekan yang kuat Lapisan plastik umum dipakai di permukaan luar wadah gelas
untuk mem- buatnya lebih tahan terhadap kepecahan yang tidak disengaja, dan bila
pecah, lapisan plastik mencegah penyebaran pecahan-pecahan gelas. Bila tekanan total
sistem aerosol di bawah 25 psig dan tidak lebih propelan digunakan, wadah gelas
diperhitungkan cukup aman. Bila diper lukan, lapisan dalam wadah gelas dapat dilapisi,
untuk membuatnya lebih tahan terhadap zat-zat kimia dari bahan-bahan formulasi Pada
saat sekarang, wadah kaleng yang disepuh dengan baja yang paling banyak digunakan
dari wadah logam untuk aerosol. Karena bahan awal yang digunakan dalam bentuk
lapisan-lapisan, tabung aerosol yang lengkap dilipat dan dipatri untuk mendapatkan unit
13
yang tertutup. Bila dikehendaki, lapisan penjaga khusus digunakan dalam wadah untuk
mencegah berkarat dan interaksi antara wadah dan formula. Wadah harus dicoba hati
sebelum diisi. Untuk menjamin bahwa tidak ada kebocoran pada ipatan atau pada lapisan
penjaga, yang akan membuat wadah lemah atau menjadi sasaran karat. Wadah aluminium
terbanyak dibuat dengan penjuluran atau dengan cara lain yang membuatnya tanpa
lipatan. Wadah ini mempunyai ke untungan melebihi jenis wadah yang dilipat dalam hal
keamanannya terhadap kebocoran, ketidakcampuran, dan karat. Baja tidak berkarat,
digunakan untuk mendapatkan wadah aerosol volume kecil tertentu di mana dibutuhkan
daya lahan yang besar terhadap zat-zat kimia. Keter. batasan pemakaian baja tidak
berkarat ini adalah biayanya yang tinggi. Wadah plastik tidak selalu berhasil baik sebagai
pengemas aerosol karena sifatnya yang dapat ditembus oleh uap dalam wadah. Juga, in
teraksi tertentu obat-plastik telah terjadi yang mempengaruhi penglepasan obat dari
wadah dan menurunkan efektivitas produk.
Katup terpasang, Fungsi katup terpasang adalah untuk memungkin kan penglepasan
isi wadah dari tabung dalam bentuk yang diinginkan dengan kecepatan yang diinginkan
dan dengan adanya katup yang beru- dalam tepat. Bahan yang digunakan dalam pem-
buatan katup harus disetujui oleh FDA. Di antara bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan berbagai katup ialah plastik, karet, alumi- nium dan baja tidak berkarat. Katup
aerosol terpasang biasanya terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut Gambar
1. Aktuator ( penggerak) - akuator adalah kenop yang ditekan oleh pemakai untuk
mengaktifkan katup terpasang untuk pemancaran produk Aktuator
memungkinkan katup dengan mudah. Ini terjadi lewat lubang pada aktuator di
mana produk dilepaskan. Modal ruang dalam dan ukuran lubang pemancar di
aktuator berperan pada bentuk fisik produk yang dilepas (kabut, semprotan halus,
ali zat padat, atau busa). Campuran jenis dan jumlah propelan yang digunakan,
model aktuator dan ukuran mengontrol besarnya partikel produk yang
dipancarkan. Lebih besar lubang (dan lebih sedikit propelan) yang digunakan
untuk memancarkan produk dalam bentuk busa atau aliran padat dibandingkan
untuk memancarkan produk dalam bentuk semprotan atau kabut.
2. Tangkai
14
Tangkai membantu aktuator dan pengeluaran produk dalam bentuk yang tepat ke
ruangan actuator.
3. Pengikat
Pengikat ditempatkan dengan tepat (pas) terhadap tangkai. untuk mencegah
kebocoran formula bila katup pada posisi tertutup.
4. Pegas
Pegas memegang pengikat pada tempatnya dan juga merupakan mekanisme yang
menarik kembali aktuator ketika tekanan dilepaskan, kemudian mengembalikan
katup ke posisi semula.
5. Lengkungan bantalan
Lengkungan bantalan terikat pada tabung aerosol atau wadah, berperan dalam
pemegangan katup di tempatnya. Karena bagian bawah lengkung bantalan ini
terkena formula maka ia harus mendapat peihitungan atau pertimbangan yang
sama dengan bagian dalam wadah, agar kriteria ketercampuran dipenuhi. Bila
diperlukan, harus dilapisi dengan bahan yang inert (seperti resin epoksi atau vinil)
untuk mencegah interaksi yang tidak dikehendaki
6. Badan
Badan terletak langsung di bawah lengkung bantalan berperan dalam
menghubungkan pipa tercelup dengan tangkai dan aktuator Bersama dengan
tangkai, lubangnya membantu menentukan kecepatan penglepasan bentuk produk
yang dikeluarkan.
Pipa Tercelup
Pipa tercelup memanjang dari badan menurun masuk ke dalam produk, berperan
untuk membawa formula dari wadah ke katup. Kekentalan produk dan kecepatan
penglepasan yang dituju ditentukan oleh besarnya pelebaran dimensi (ukuran)
dalam pipa tercelup dan badan untuk produk tertentu. Aktuator, tangkai, badan
dan pipa tercelup umumnya dibuat dari plastik, lengkung bantalan dan pegas dari
logam, pengikat dari karet atau plastik yang sebelumnya telah diteliti
ketahanannya terhadap formula.
15
2.11 Desain10
Ahli kimia harus mempertimbangkan beberapa parameter kunci saat merancang
formulasi hairspray termasuk khasiat, keamanan, biaya, daya tarik konsumen, dan
pertimbangan peraturan. Fungsionalitas produk merupakan pertimbangan utama.
Perumusan ahli kimia memiliki ratusan, bahkan ribuan bahan yang bisa dipilih. Mereka
mulai dengan memilih resin yang akan memberikan karakteristik tahan yang diinginkan
dan menggabungkannya dengan plasticizers dan bahan lainnya yang memberi nuansa
yang tepat pada rambut.
Untuk polimer untuk membuat resin styling yang baik, harus memiliki karakteristik
tertentu. Ini harus menyimpan film yang substantif pada rambut yang masih bisa
dibersihkan dengan mudah; itu harus menahan rambut dengan fleksibilitas sehingga
rambut bisa bergerak tanpa merusak film; itu harus transparan sehingga tidak mengurangi
gloss rambut alami; Seharusnya tidak ada serpihan saat rambut disikat; dan tidak harus
menyerap kelembaban dari atmosfer dan menjadi lengket.
Karena formulasi yang digunakan dalam hairspray mungkin bersentuhan dengan
kulit untuk jangka waktu yang lama, karena ramuan yang digunakan dalam rentang
rambut mungkin berhubungan dengan kulit untuk waktu yang lama, mereka harus
didesain agar tidak menimbulkan iritasi. Untuk memastikannya tidak berbahaya saat
ditangani, keamanan medis mereka dapat ditentukan dengan pengujian inhalasi hewani,
walaupun sejumlah tes alternatif non-hewan tersedia. Ini bukan masalah untuk produk
non-aerosol karena partikel yang dihasilkan oleh pompa dispenser jauh lebih besar
daripada gas yang bertekanan tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan
perjalanan ke paru-paru. Untuk alasan yang sama, non-aerosol bisa lebih basah dan lebih
lengket daripada rekan aerosol mereka.
Ahli kimia merancang hairspray untuk lebih menarik konsumen dengan
menggunakan wewangian yang menyenangkan dan kemasan yang mudah digunakan.
Beberapa wewangian dirancang untuk menutupi bau bahan kimia dalam formulasi; yang
lain didesain sangat harum. Pilihan desain kemasan juga membantu meningkatkan daya
tarik estetika produk. Ini termasuk mudah digunakan dispenser seperti toggle katup dan
tombol aktuator besar.
Biasanya hairsprays dirancang untuk menghasilkan 8 oz (237 ml) produk namun
16
ukurannya lebih kecil dan lebih besar tersedia. Tekanan di dalam kaleng umumnya antara
40 dan 80 lb / 2 (18 dan 36 kg / cm 2) tergantung pada jenis propelan yang digunakan.
Penting juga untuk dicatat bahwa hairsprays dirancang untuk memiliki umur simpan
minimal tiga tahun namun telah diketahui berlangsung selama lima tahun dan lebih lama.
Keamanan medis mereka dapat ditentukan dengan pengujian inhalasi hewani,
walaupun sejumlah tes alternatif non-hewan menjadi semakin tersedia. Ini bukan masalah
untuk produk non-aerosol karena partikel yang dihasilkan oleh pompa dispenser jauh
lebih besar daripada gas yang bertekanan tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk
melakukan perjalanan ke paru-paru. Untuk alasan yang sama, non-aerosol bisa lebih
basah dan lebih lengket daripada rekan aerosol mereka.
17
katup dari buret bertekanan. Propelan dalam jumlah yang diinginkan dimasukkan ke
dalam wadah di bawah tekanan uapnya. Bila tekanan di dalam wadah sama dengan
tekanan di dalam buret, propelan akan berhenti mengalir. Penambahan propelan dapat
dilakukan dengan meningkatkan tekanan di dalam alat pengisi lewat pompa udara atau
gas nitrogen. Udara yang terperangkap dalam wadah dapat diabaikan jika tidak
mengganggu kualitas dan kestabilan produk, atau dapat dikosongkan sebelum selama
pengisian, dengan menggunakan alat khusus. Sesudah pengisian wadah dengan propelan
secukupnya, aktuator katup dicoba untuk kete- patan fungsinya. Penyemprot ini juga
dicoba dengan mengosongkan pipa dari murni sebelum digunakan oleh konsumen.
Pengisian dengan tekanan, digunakan untuk hampir semua aerosol far masi. Cara ini
mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara dingin, dimana bahaya pengotoran uap
air pada produk lebih kecil dan juga pada proses ini propelan yang hilang lebih sedikit.
Bila digunakan gas bertekanan pada sistem aerosol, gas dipindahkan dari silinder baja
yang besar ke dalam wadah aerosol. Sebelum pengisian, cairan pekat produk ditempatkan
secara kuantitatif ke dalam wadah katup terpasang disisipkan ke tempatnya udara
dikeluarkan dari wadah dengan pompa vakum. Gas bertekanan kemudian dimasukkan ke
dalam wadah lewat katup pengurang tekanan yang ditempelkan ke tabung gas; bila
tekanan di dalam wadah aerosol sama dengan tekanah yang telah ditentukan sebelumnya
dan dengan tekanan pengisian yang diatur, gas akan berhenti mengalir, dan katup aerosol
dikembalikan ke kedudukan semula. Untuk gas-gas seperti CO2 dan NO, yang sedikit
larut dalam cairan pekat produk, wadah d secara manual atau mekanik selama pengisian
untuk mencapai tekanan yang dibutuhkan dalam ruang atas wadah aerosol.
1. Jika suatu gas yang dicairkan berada dalam wadah yang tertutup, maka sebagian
dari gas tersebut akan menjadi uap dan sebagian lagi tetap cair. Dalam keadaan
keseimbangan fase uap naik, fase cair turun.
2. Komponen zat aktif dari obat dilarutkan atau didispersikan dalam fase cair dari
gas tersebut.
3. Fase uap gas memberi tekanan pada dinding dan permukaan fase cair
18
4. Jika pada fase cair dimasukkan tabung yang pangkalnya melekat pada katup dan
hanya ujungnya yang masuk ka fase cair, maka karena tekanan uap tersebut, fase
cair akan naik melalui tabung ke tabung katup
5. Jika tombol pembuka ( aktuator ) ditekan, katup terbuka, fase cair didorong keluar
selama actuator ditekan
6. Fase gas yang berkurang akan terisi kembali oleh fase cair yang menguap
7. Fase cair yang keluar bersama zat aktif, karena titik didihnya terlampaui, akan
menguap di udara menyebabkan terjadinya bentuk semprotan atau spray.
19
suhu kamar, Timbang kembali wadah satu persatu, catat bobot sebagai W2,
Hitung waktu perobaan dan catatwaktu sebagai T (dalam jam)
Hitung derajat kebocoran (Dkb) masing-masing wadah dalam tiap tahun
dengan rumus:
20
2.16 Perumusan Karakter Sediaan
4. Aroma Wangi
5. Spray Wide
21
2.17 Formulir Pemecahan Masalah
hydrocarbons. menguap
22
2.18 Praformulasi
% %
Formulasi I Formulasi II Formulasi %
w/w w/w w/w
Utylaminoethyl 3 Luviflex VBM 35 5 Covidone (PVP-VA) 2
Methacrylate
Copolymer
Source :
FI : POUCHERs Parfumes, Cosmetic and Soap 10 Edition
FII : Cosmetic and Toiletry Formulation Second Edition Volume 2
23
2.19 Formulasi
Jumlah PENIMBANGAN
PEMAKAIAN pemakaian BAHAN
NO NAMA BAHAN FUNGSI
LAZIM Dalam UNIT BATCH
formula (%) 278ml 10
1. Covidone (PVP-
Holding Agent 0.5 5 % 2 5.56 55.6
VA
2. Dimethicone
Additives 0.1 50 % 2.9 8.34 83.4
1. Covidone (PVP-VA)2
Deskripsi
Copovidone adalah bubuk putih amorf putih putih. Biasanya dikeringkan dengan
ukuran partikel yang relatif halus. Ini memiliki sedikit bau dan rasa samar.
Kelarutan
Kelarutan lebih dari 10% dalam 1,4-butanadiol, gliserol, butanol, kloroform,
diklorometana, etanol (95%), gliserol, metanol, polietilen glikol 400, propan-2-ol,
propanol, propilen glikol, dan air. Kurang dari 1% kelarutan dalam sikloheksana,
dietil eter, parafin cair, dan pentane
Penggunaan :
Pembentuk film; bantuan granulasi; pengikat tablet
Aplikasi dalam Formulasi Farmasi atau Teknologi
Copovidone digunakan sebagai pengikat tablet, bekas film, dan sebagai bagian
dari bahan matriks yang digunakan dalam formulasi pelepasan terkontrol. Dalam
tableting, copovidone dapat digunakan sebagai pengikat untuk kompresi langsung
24
dan sebagai pengikat dalam granulasi basah. Copena sering ditambahkan ke
larutan pelapis sebagai bahan pembentuk film. Ini memberikan adhesi, elastisitas,
dan kekerasan yang baik, dan dapat digunakan sebagai penghalang kelembaban.
2. Difluoroethane2
Deskripsi
Difluoroetana adalah gas cair dan ada sebagai cairan pada suhu kamar bila
terkandung di bawah tekanan uapnya sendiri, atau sebagai agas saat terkena suhu
ruangan dan tekanan atmosfir. Cairan ini praktis tidak berbau dan tidak berwarna.
Difluoroetana bersifat noncorrosif dan nonirritasi.
Penggunaan
Propelan aerosol
Aplikasi dalam Formulasi Farmasi atau Teknologi
Difluoroetana, hidrofluorokarbon (HFC), adalah propelan aerosol yang digunakan
dalam formulasi farmasi topikal. Difluoroetana dapat digunakan sebagai wahana
untuk dispersi dan emulsi. Karena difluoroetana tidak mengandung klorin, tidak
ada pengendalian lingkungan pada penggunaan bahan ini sebagai propelan, karena
tidak mengikis lapisan ozon dan bukan merupakan gas rumah kaca.
25
Kondisi Stabilitas dan Penyimpanan
Difluoroetana adalah bahan yang tidak reaktif dan stabil. Gas cair stabil bila
digunakan sebagai propelan dan harus disimpan dalam silinder logam di tempat
yang sejuk dan kering.
Incompabilities
Kompatibel dengan bahan biasa yang digunakan dalam formulasi aerosol farmasi.
3. Ethanol2
Deskripsi
Pada BP 2009, istilah 'etanol' yang digunakan tanpa kualifikasi lain mengacu pada
etanol yang mengandung 599,5% v/v C2H6O. Istilah 'alkohol', tanpa kualifikasi
lainnya, mengacu pada etanol 95.1-96.9% v/v. Bila kekuatan lain dimaksudkan,
istilah 'alkohol' atau 'etanol' digunakan, diikuti oleh pernyataan kekuatan. Dalam
PhEur 6.0, etanol anhidrat mengandung tidak kurang dari 99,5% v/v C2H6O pada
208C. Istilah etanol (96%) digunakan untuk menggambarkan bahan yang
mengandung air dan 95,1-96,9% v/v C2H6O pada 208C. Dalam USP 32, istilah
'dehidrasi alkohol' mengacu pada etanol 599,5% v/v. Istilah 'alkohol' tanpa
kualifikasi lain mengacu pada etanol 94.9-96.0% v/v. Dalam JP XV, etanol
(alkohol) mengandung 95,1-96,9% v/v (dengan gravitasi spesifik) C2H6O pada
158C. Dalam Handbook of Pharmaceutical Excipients, istilah 'alkohol' digunakan
untuk etanol 95% v/v atau etanol 96% v/v. Alkohol adalah cairan yang jelas, tidak
berwarna, mobile, dan mudah menguap dengan sedikit bau khas dan rasa terbakar.
Penggunaan
Pengawet, antimikroba; desinfektan; penetran kulit; pelarut.
Aplikasi dalam Formulasi Farmasi atau Teknologi
Etanol dan larutan etanol berair dari berbagai konsentrasi banyak digunakan
dalam formulasi dan kosmetik farmasi. Meskipun etanol terutama digunakan
sebagai pelarut, ia juga digunakan sebagai desinfektan, dan dalam larutan sebagai
pengawet, antimikroba. Larutan etanol digunakan dalam pengembangan sistem
pengiriman obat transdermal sebagai peningkat penetrasi. Ethanol juga telah
digunakan dalam pengembangan sediaan transdermal sebagai kosurfaktan
26
Incompabilities
Dalam kondisi asam, larutan etanol dapat bereaksi dengan cepat dengan bahan
pengoksidasi. Campuran dengan alkali dapat menggelapkan warnanya karena
reaksi dengan jumlah residu aldehid. Garam organik atau akasia dapat diendapkan
dari larutan berair atau dispersi. Larutan etanol juga tidak sesuai dengan wadah
aluminium dan dapat berinteraksi dengan beberapa obat.
4. Dimethicone2
Deskripsi
Dimethicone jernih, tidak berwarna, tersedia dalam berbagai viskositas
Penggunaan
Antifoaming agent; emollient; water-repelling agent.
27
air berdifusi ke cairan yang menyebabkannya menjadi kabur. Namun, film tipis
bisa disterilkan dengan metode ini. Iradiasi gamma juga bisa digunakan untuk
mensterilkan dimetikon. Iradiasi gamma dapat, bagaimanapun, menyebabkan
ikatan silang dengan peningkatan konsekuen cairan
28