Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

ARTERI VENA MALFORMATION

OLEH :
I Gusti Lanang Krisna Wiracakra
H1A012024

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


BAGIAN/SMF ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
2015
LAPORAN KASUS

IDENTITAS

Nama : Tn. E
Usia : 19 tahun
Alamat : Lombok tengah
JenisKelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Pelajar
Status : Belum menikah
PendidikamTerakhir : SMK
Suku : Sasak
MRS : 06-03-2016

ANAMNESA

Keluhan utama

Penurunan kesadaran

Riwayat penyakit sekarang


Pasien dirujuk dari rumah sakit kota dengan keluhan penurunan kesadaran.
Awalnya pasien mengalami nyeri kepala hebat disebelah kanan. Nyeri kepala dirasakan
seperti tertekan. Pasien juga mengalami mual dan muntah sebelum pingsan. Satu bulan
yang lalu pasien sering mengeluhkan nyeri kepala sebelah kanan lebih dari satu kali
sehari dan mengganggu aktifitas. Keluhan memberat jika pasien mngalami tekanan
(stressor). Keluhan membaik jika pasien istirahat. Nyeri dirasakan selama lebih dari 30
menit. Setelah sadar pasien mengeluh badan sebelah kiri terasa lemah dan kebas pada
tubuh bagian kiri.

2
Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ada riwayat kejang, tidak ada riwayat hipertensi, tidak ada riwayat DM.
Pasien mengaku tidak pernah mengalami keluhan serupa, tidk ada riwayat penggunaan
obat, tidak ada riwayat kcelakaan saat masih kecil.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga pasien memiliki penyakit DM, Hipertensi, penyakit tumor
maupun kanker.

PEMERIKSAAN FISIK
Kesan Umum: Pasien tampak gelisah
GCS: E4V5M6
Vital Sign
TD: 100/60
N : 65x/menit
T : 36,5C
RR: 20x/menit
Status Generalis
Kepala :
1. Ekspresi wajah : Normal
2. Bentuk dan ukuran : normochepali
3. Rambut : penyebaran rambbut merata
4. Udema (-)
5. Ada luka yang sudah di jahit pada regio parietal kepala pasien
Mata :
1. Simetris
2. Udema palpebra (-/-)
3. Konjungtiva : anemia (-/-), hiperemia (-/-)
4. Sklera : ikterus (-)
5. Pupil : isokor
6. Mata cowong (-/-)
7. Pergerakan bola mata simetris

3
Telinga :
1. Sekret (-)
2. Pendengaran : normal
3. Ada bercak darah
Hidung :
1. Simetris, deviasi septum (-)
2. Perdarahan (-), secret (-)
3. Penciuman normal
Mulut :
1. simetris
2. Mukosa : normal
3. Faring dan laring : normal
4. Cadel
5. Lidah tidak ada deviasi
Leher :
1. Simetris
2. Massa (-)
3. Pembesaran KGB (-)
Thoraks :
Inspeksi :
Bentuk dada normal, retraksi (-)
Palpasi :
Gerakan dinding dada simetris, stem fremitus kiri dan kanan simetris.
Perkusi :
Sonor pada kedua lapang paru,
Auskultasi :
- Cor : S1S2 tunggal, reg, murmur(-), gallop (-)
- Pulmo : vesikuler +/+, Rhonki -/- apeks paru, Wheezing -/-

Abdomen

4
Inspeksi :
Distensi (-), massa (-), permukaan rata, darm contour (-), darm steifung (-),
warna kulit abdomen normal.
Auskultasi:
Bising usus (+)
Perkusi :
Timpani pada seluruh lapang abdomen
Palpasi:
Ballotment(-/-), hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan (-), pembesaran

Ekstremitas :
Hangat (+), Edema (-)
Tubuh bagian kiri terasa kebas
Kekuatan motorik tangan kiri 5, kekuatan motorik tangan kanan 5
Kekuatan motorik kaki kiri 5, kekuatan motorik kaki kanan 5
Ada bekas luka di kaki kiri dan kanan pasien
Ada bekas luka pada tangan kanan pasien

Refleks fisiologis

Refleks bisep (+2)


Refleks trisep (+2)
Refleks patela (+2)
Refleks achiles (+2)
Refleks patologis

Refleks babinsky (-)


Refleks chaddock (-)
Refleks openheim (-)
Refleks Hoffman dan tromner (-)
Tes rangsangan meningen

5
Kaku kuduk (-)

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Laboratorium
HB: 12,7 g/dl BT: 2 menit
HCT: 37,3% CT: 6,4 menit
WBC: 9,24 x 103/uL PPT: 13,5 detik
Plt: 280 x 103/uL APTT: 30 detik
GDS: 166 mg/dl

CT-Scan Kepala

Rencana Tindakan
Rencana Eksisi