Anda di halaman 1dari 4

III. 1.4.

FOSFAT

Cara Kerja :

1. Ambillah presipitat yang sudah ditambahkan asam asetat encer, lalu tambahkan 1 ml
larutan urea 10% dan 10 ml pereaksi molibdat special. Campur, dan kemudian tambahkan
1 ml larutan fero sulfat special. Warna biru yang timbul dan menjadi biru tua apabila
didiamkan, menunjukkan adanya ortofosfat.

Perhatikan : Sesudah penambahan molibdat, larutan harus bersifat asam (cek dengan
kertas lakmus)

Teori :

Fosfat diuji dengan menambahkan urea sehingga dihasilkan urea yang terikat
pada fosfat dengan cara memutus ikatan rangkap dengan atom O, kemudian mineral ini
dapat bereaksi dengan larutan ferosulfat khusus membentuk persenyawaan berwarna biru
atau hijau kebiruan karena senyawa ferosulfat reaktif dengan fosfat dan membentuk
senyawa kompleks berwarna.

Bahan Uji Praktikum


1 ml Presipitat + 1 ml persenyawaan berwarna
larutan urea 10% + 10 ml biru
molibdat + 1 ml larutan
fero sulfat

Hasil Percobaan :

PO43- + FeSO4 Fe3(PO4)2 (biru) + SO42-


Hasil percobaan menunjukkan bahwa jaringan tulang mengandung fosfat.
III. 1.5. MAGNESIUM
Cara Kerja
1. Sisa presipitat yang ditambahkan asam asetat encer, dipanaskan sampai mendidih.
Tambahkanlah ammonium karbonat dan ammonium klorida perlahan-lahan ke dalam
larutan yang masih panas sampai terbentuk endapan lalu disaring. Endapan yang
terbentuk adalah kalsium karbonat. MgCO3 tidak terbentuk karena terdapat NH4Cl.
Ke dalam filtrate, tambahkan dinatrium hydrogen-fosfat, dan buatlah alkali dengan
menambah ammonia.

Perhatikan : endapan ammonium-magnesium-fosfat, (apabila terdapat magnesium)


Teori :
Magnesium dalam reaksi biokimia berperan sebagai koenzim sehingga membantu
reaksi dapat berlangsung (Poedjiadi 1994). Mineral ini pada percobaan diuji
keberadaanya dengan pemanasan agar sampel teraktivasi dan mineral dapat sedikit
melonggar ikatan senyawanya dengan senyawa lain dalam filtrat.
Penambahan amonium karbonat dan amonium klorida dilakukan untuk
membentuk endapan yang bukan magnesium yang dapat bereaksi sama seperti
magnesium membentuk endapan ketika ditambahkan dinatrium hidrogen fosfat dan
amonium hidroksida.
Jika filtrat direaksikan dengan larutan dinatrium hidrogen fosfat maka akan
terjadi endapan putih. Awalnya magnesium klorida tidak akan mengendap, karena
amonium klorida berfungsi sebagai buffer. Konsentrasi ion hidroksida dari amonium
hidroksida berdasarkan kerja aksi massa akan didesak kembali dengan bertambahnya
konsentrasi ion amonium (Poedjiadi 1994).

Hasil Percobaan :

Mg2+ + NaHPO4 MgHPO4 (endapan putih) + 2 Na+


Hasil percobaan menunjukkan bahwa jaringan tulang mengandung magnesium
III.`1.6. BESI

Cara Kerja

1. Ambillah presipitat yang sudah ditambahkan asam asetat encer. Tambahkanlah 1 ml


ammonium tiosianat -> warna merah akan timbul. Atau tambahkan 1 ml larutan
Kalium ferosianida -> endapan biru atau hijau akan timbul. Hal-hal tersebut
menunjukan adanya besi

Teori :

Uji besi dilakukan dengan menambahkan asam asetat. Uji besi yang pertama
dengan amonium tiosianat dan uji besi yang kedua dengan kalium ferosianida. Besi
akan membentuk senyawa berwarna dengan larutan amonium tiosianat
(membentuk warna merah) dan beraksi dengan kalium ferosianida (membentuk
warna biru atau hijau).

Hasil Percobaan :

1)
Fe2+ + 6 NH4SCN [Fe(SCN)6]3- (merah) + 6 NH4+
2) 4 Fe+3 + 3 K4[Fe(CN)6] Fe4[Fe2(CN)6)]3 (hijau) + 12 K+
Hal ini menandakan bahwa jaringan tulang mengandung besi

Keimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa komposisi


mineral yang terdapat pada tulang, yaitu klorida, kalsium, fosfat, magnesium, fero (Fe2+) ,
dan feri (Fe3+).
II. 3. Mukopolisakharida Tulang Rawan
Persiapan Sebelum Praktikum :
Tulang rawan direndam dalam NaOH 1 % dan didiamkan satu malam. Kemudian
tambahkan 1 ml HCl dan didihkan hingga larut.

Cara Kerja
1. Masukkan 5 ml larutan tulang rawan. Tambahkan larutan BaCl2 secukupnya sampai
terlihat endapan putih.
2. Masukkan ke dalam tabung 5 ml larutan kartilago. Netralkan dengan larutan Na2CO3 .
lanjutkan dengan test benedict.
Bahan Uji Teori Praktikum
1. BaCl

Bahan dasar jaringan tulang Tidak ada perubahan warna


2. Benedict rawan mengandung suatu merah bata -> tulang rawan
kompleks protein-karbohidrat mengandung KH gugus non
yang dikenal sebagai aldehid
kondromukoid.