0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan27 halaman

Profil SMA Negeri 2 Bangkalan 2023

Dokumen tersebut membahas tentang profil SMA Negeri 2 Bangkalan. Sekolah ini memiliki luas tanah 9813 m2 dan berlokasi di Jalan Soekarno Hatta 18, Bangkalan. Sekolah ini memiliki 363 siswa kelas X, 383 siswa kelas XI, dan 356 siswa kelas XII. Tingkat kelulusan tiga tahun terakhir mencapai 100% dan rata-rata nilai UN berkisar antara 70-82 untuk IPA dan 60-75 untuk IPS.

Diunggah oleh

erna yunaini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan27 halaman

Profil SMA Negeri 2 Bangkalan 2023

Dokumen tersebut membahas tentang profil SMA Negeri 2 Bangkalan. Sekolah ini memiliki luas tanah 9813 m2 dan berlokasi di Jalan Soekarno Hatta 18, Bangkalan. Sekolah ini memiliki 363 siswa kelas X, 383 siswa kelas XI, dan 356 siswa kelas XII. Tingkat kelulusan tiga tahun terakhir mencapai 100% dan rata-rata nilai UN berkisar antara 70-82 untuk IPA dan 60-75 untuk IPS.

Diunggah oleh

erna yunaini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) merupakan salah satu mata kuliah yang
wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa program studi pendidikan. Program Pengelolaan
Pembelajaran merupakan rintisan dari kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang
bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa pendidikan sebagai calon guru. Selain itu,
kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa pendidikan untuk menerapkan
segala keterampilan yang telah dipelajari dalam perkuliahan. Pelaksana Program Pengelolaan
Pembelajaran Univesitas Negeri Surabaya di prakarsai oleh tim PPPG. Untuk periode
perkuliahan 2016/2017 Program Pengelolaan Pembelajaran dilaksanakan pada 18 Juli 2016
sampai dengan 9 September 2016 di sekolah-sekolah yang telah bermitra dengan UNESA.
Adapun uraian informasi mengenai salah satu sekolah mitra akan dijabarkan pada laporan ini,
sebagai berikut:

1.1 Nama Sekolah dan Alamat Sekolah


Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Bangkalan
Alamat Sekolah : Jalan Soekarno Hatta 18, Kabupaten Bangkalan

1.2 Profil Sekolah


1.2.1 Identitas Sekolah
Berikut merupakan uraian informasi mengenai identitas sekolah:
1.2.1.1 Nama Sekolah
Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Bangkalan
Jenis Sekolah : Negeri
NSS : 301052901002
Luas Tanah : 9813 m2
Alamat Sekolah : Jalan Soekarno Hatta 18
Kecamatan : Bangkalan
Kabupaten : Bangkalan
Provinsi : Jawa Timur

1
1.2.1.2 Kepala Sekolah
Nama Lengkap : Drs. Abdus Syakur, M.Pd.
NIP : 196203181985121003
Tempat/Tanggal Lahir : Bangkalan, 18 Maret 1962
Status Kepegawaian : Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pendidikan Terakhir : S2
Jurusan : Pendidikan IPS

1.2.1.3 Ketua Komite Sekolah

Jabatan dalam
No Nama Unsur
Komite
1. Abdus Syakur, M.Pd Penanggung Jawab Kepala Sekolah

Drs. H. Hamsit Ketua 1 P. P


2.
Drs. Agus Priyono Ketua 2 P. P
3. Baheramsyah, SE Sekretaris O.P

4. Hj. Sri Astutik, S.Pd Bendahara P.P

Bidang
pengendalian
Sumber Daya
5. Fathor Fajar P.P
Manusia (SDM)
dan pengelolaan
dana masyarakat.
Bidang jalinan
Ibnu Harijanto, S.Pd, kerjasama, sistem
6. P.P
M.Si Informsi, dan
usaha.
Bidang
pengendalian
Drs. M. Syafii P.P
7. kualitas pelayanan
pendidikan.
Roesman, MM Bidang P.P

2
pengendalian
kualitas pelayanan
pendidikan.
Bidang sarana dan
8. H. Moh. Amin P.P
prasarana.
Pengawas dan
9. Hj. Siti Maryam, ST P.P
pemeriksa.

Catatan :
O.P = Organisasi Profesi
P.P = Pemerhati Pendidikan
O.T = Orang Tua
T.M = Tokoh Masyarakat

1.2.2 Data Peserta didik


1.2.2.1 Banyak Peserta didik

Kelas Banyak Rombel Pria Wanita Jumlah


Peserta didik

X 11 162 201 363

XI 11 161 222 383

XII 11 170 186 356

1.2.2.2 Tingkat Kelulusan Tiga Tahun Terakhir

Banyak Peserta
Tahun Lulus Tidak Lulus
didik Kelas 12
2016 100 % -

2015 100 % -

2014 100 % -

3
1.2.2.3 Rata-Rata Nilai UN Tiga Tahun Terakhir
Berikut merupakan rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir untuk kelas
IPA:

Tahun Rata-Rata Nilai UN

2016 82,07

2015 70,79

2014 80,85

Sedangkan tabel berikut merupakan rata-rata nilai UN tiga tahun


terakhir untuk kelas IPS:

Tahun Rata-Rata Nilai UN

2016 75,74

2015 60,87

2014 80,39

1.2.3 Data Guru dan Karyawan


1.2.3.1 Data Guru

No Nama Guru Mapel yang Diampu Keteranga


n
1. Drs. Abdus Syakur, Ekonomi PNS / GT
M.Pd
2. Dra. Hj Sri Wahyuni Bahasa Indonesia PNS / GT
3. Dra.Hj. Sulisrany Bahasa Jerman PNS / GT
4. Dra. Siti Djusmanijah Matematika PNS / GT
5. Drs. Mas Imam Luthfy Sejarah Indonesia PNS / GT
Sejarah
6. Marjumin, S.Pd Pendidikan Pancasila PNS / GT
dan Kewarganegaraan

4
7. Dra.Hot Marito Pendidikan Pancasila PNS / GT
Situmeang dan Kewarganegaraan
8. Zainal Arifin, S.Pd. Ekonomi PNS / GT
9. Hj.Sri Astutik,S.Pd Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
10. Drs. Hasan Effendi Geografi PNS / GT
11. Drs. Johar Budi Arifin Pendidikan Jasmani, PNS / GT
Olah Raga, dan
Kesehatan
12. Zainal Arifin, S.Pd. Bahasa Inggris PNS / GT
13. Drs. Zuhdi Pendidikan Agama dan PNS / GT
Budi Pekerti
14. Ibnu Harijanto, M.Si. Biologi PNS / GT
15. Sugino, S.Pd. Matematika PNS / GT
Matematika
Pememinatan
16. H. Ansori, S.Pd. Kimia PNS / GT
17. H. Suudi, M.Pd. Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
18. Dra. Rr.Hesni Herawati Biologi PNS / GT
19. Mohammad Yasir, S.Pd. Penjas, Olah Raga dan PNS / GT
Kesehatan
20. Haryati, S.Pd. BP/BK PNS / GT
21. Endang Any Astuty, Matematika PNS / GT
S.Pd.
22. Abdul Rachman, S.Pd. Matematika Peminatan PNS / GT
23. Ratna Suharti, S.Pd. Sosiologi PNS / GT
24. Dra. Hj. Nur'Aini Kimia PNS / GT
Prakarya
25. Agus Heri Santoso, Matematika Peminatan PNS / GT
S.Pd.
26. Dra. Hj. Nursalimah Bahasa Indonesia PNS / GT
27. Yayuk Tri Wahyu Kimia PNS / GT

5
Wulandari,S.T. Prakarya
28. Dra. St.Yatimah Bahasa Inggris PNS / GT
Djamaliah R
29. Achmad Hadori,S.Pd Geografi PNS / GT
30. RA. Nurul Fisika PNS / GT
Istiqomaliyah, S.Pd
31. Dwi Basuki Widodo, Kimia PNS / GT
S.Pd.
32. Drs. Suharso Sejarah Indonesia PNS / GT
33. Drs. Kuswandi Seni Budaya PNS / GT
34. Endang Sufiati, S.Pd. Biologi PNS / GT
35. Mohammad Saeri, Fisika PNS / GT
M.Pd. Fisika Lintas Minat
36. R.Yudistira Ria, M.Pd. Seni Budaya PNS / GT
37. Dra. Siti Hosniyah, Pendidikan Agama dan PNS / GT
M.Pd.I. Budi Pekerti
38. Dian Fariani, S.Pd. Bahasa Inggris PNS / GT
Sastra Inggris
39. Idil Fitri, S.Pd. Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
40. Hj.Nur Diana Fary, Ekonomi PNS / GT
SE.M.Pd
41. Endang Kusumawati, Bahasa Inggris PNS / GT
S.Pd.
42. Nur Kumala Sari,S.Pd. Kimia PNS / GT
Prakarya
43. Arbainah,S.Pd Pendidikan Pancasila PNS / GT
dan Kewarganegaraan
44. Suhartatik, S.Pd. Sastra Inggris PNS / GT
45. Nurul Herliyah, S.Psi. BP/BK PNS / GT
46. Faliya Irma Sarini,S.Pd Sejarah Indonesia PNS / GT
Sejarah
47. Rimbi Ariraja, S.T. Seni Budaya PNS / GT

6
48. Jeahan Arabican El Pendidikan Agama dan PNS / GT
Islamie,S.Pd.I Budi Pekerti
49. Maisyaroh,S.Pd Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
50. Dwinda Putri Sastra Inggris PNS / GT
Hafidah,S.Pd.
51. Aufa Afkar Ifada, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GT
52. Aries Henny BP/BK PNS / GT
Rosita,S.Pd.
53. Elia Andriani, S.Pd. Matematika PNS / GT
54. Nurul Aini, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GT
55. Rahmania, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GP
56. Dra. Nur Syarifah BP/BK THL
Hidayati.
57. Zainal Mustofa, S.Pd. Bahasa Indonesia GTT
58. Nurut Taufik, S.S Bahasa Madura GTT
(Mulok)
59. Denis Febriyanto, S.Pd Penjas, Olah Raga dan GTT
Kesehatan
60. Lilik Murniati, SH. PPKN GTT
S.Pd. Sejarah Indonesia
61. St. Halimatus Zahroh Sastra Jerman GTT
S.Pd.
62. Nur Kholida, S.Th.I Pendidikan Agama dan GTT
Budi Pekerti
63. Dwi Suciati Putri Matematika Peminatan GTT
Isdiansyah. S.Pd.
64. Tika Puspita, S.Pd. Matematika GTT
Matematika
Peminatan
65. Laili Arofiyati, S.Pd. Matematika GTT
Matematika
Peminatan

7
66. Dra.Arik Setyorini BP/BK GTT
67. Ismu Fajar,S.Pd.I Bahasa Madura GTT
(Mulok)
68. Raisa Fitriana A,S.Pd Sosiologi GTT
69. Tutik Mufidah,S.Pd Bahasa Madura GTT
(Mulok)
70. M.Fahrudianto Penjas, Olah Raga dan GTT
Kesehatan
71. Hendratno,S.Pd Sejarah GTT

1.2.3.2 Data Karyawan

Pangkat/
No. Nama/NIP Jabatan
Golongan
1. Baheramsyah,SE Penata, Kepala Tata
NIP.19620624 199403 1 006 III/c Usaha
2. Mohammad Adamullah Admin
NIP.19650524 198903 1 012 Penata Urusan
Muda Ketenagaan
Tk.I.III/b dan
Kurikulum
3. Abdul Halim Penata Admin
NIP.19640110 198602 1 008 Muda Urusan
Tk.I.III/b Kesiswaan
4. Muhammad Marsuki, SE Admin
Penata
NIP.19671004 200701 1 017 Urusan
Muda
Keuangan
Tk.I.III/b
BOSNAS
5. Marotib, S.Pd Admin
NIP. 19701203 200701 2 015 Urusan
Penata
Keuangan
Muda, III/a
RUTIN dan
BOSDA

8
6. Abdus Syukur Admin
NIP. 19730212 200701 1 024 Pengatur, Urusan
II/c Perlengkapa
n
7. Eliya Falentina Admin
NIP. 19681220 200701 2 015 Urusan
Pengatur,
Inventaris
II/c
Barang dan
Kearsipan
8. Siti Aminah Administrasi
Pengatur
NIP. 19820725 201407 2 004 Urusan
Muda,II/a
Perpustakaan
9. Indah Rachmawati, S. Com Admin
PTT Urusan
Dapodikmen
10. Achmad Kamil, S.Com Admin
PTT
Laboran TIK
11. Arini Titah Munawaroh, SE Admin
Urusan
PTT Umum dan
Kesekretaris
an
12. Sadiyah Admin
PTT Laboratoriu
m IPA
13. Achmad Norsaji Admin
PTT Urusan
Perpustakaan
14. Dewi Anda Aryani Admin
Urusan
PTT Rumah
Tangga
Sekolah

9
15. Moh. Rohim Tukang
PTT
Kebun
16. Abd. Halim Tukang
PTT
Kebun
17. Sahuri Tukang
PTT
Kebun
18. Abd. Ishak Tukang
PTT
Kebun
19. Ali Wafa THL Satpam
20. Imam Hidayat PTT Satpam
21. Moh. Makbul Sugiharto Penjaga
PTT
Sekolah
22. Mohammad Tuki Penjaga
PTT
Sekolah

1.2.4 Sarana dan Prasarana


Tabel berikut merupakan sarana dan prasarana yang terdapat di SMA Negeri 2
Bangkalan:

Ruang Jumlah Luas Kondisi Keterangan


(m2) (Baik/Buruk)
Teori/Kelas 31 1.116 Baik -
Laboratorium
1 130 Baik -
Kimia
Laboratorium
1 130 Baik -
Fisika
Laboratorium Masih dalam proses
1 156 -
Bahasa renovasi
Ruang
1 120 Baik -
Perpustakaan
Masih dalam proses
Ruang Komputer 1 56 -
renovasi
Ruang 1 130 Baik -

10
Keterampilan
Kepala Sekolah 1 15 Baik -
SPKG 1 270 Baik -
Ruang Guru 1 81 Baik -
Ruang Masih dalam proses
1 54 -
Administrasi renovasi
Ruang BP 1 36 Baik -
Ruang UKS 1 12 Baik -
Ruang OSIS 1 36 Baik -
Tempatnya kurang besar
Ruang Koperasi
1 15 Buruk dan tidak sesuai dengan
Sekolah
banyaknya peserta didik
Tempat kurang bersih dan
Mushollah 1 56 Buruk kurang terawat, serta tidak
terdapat banyak mukenah.
Rumah Penjaga
1 36 Baik -
sekolah
Kamar mandi
2 15 Baik -
Guru
Kamar mandi
18 135 Buruk Kurang terawat
Peserta didik
Gudang 1 15 Baik -
Parkir
Kendaraan 1 300 Baik -
Peserta didik
Lapangan 1 300 Baik -

11
1.3 Karakteristik Guru Pamong Bidang Studi
Setiap guru pamong memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Adapun
karakteristik guru pamong untuk bidang studi Fisika adalah:
Nama guru : RA. Nurul Istiqomaliyah, S.Pd
Tempat, Tanggal Lahir : Bangkalan, 19 Agustus 1973
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pemuda Akhmad 1 Bangkalan
Bidang Studi : Fisika
Jabatan : Asisten wakasek bidang kurikulum
Pendidikan : S1
Karakteristik : Beliau merupakan guru yang tegas dan cekatan terhadap
peserta didik. Cara mengajar dari guru pamong bidang Fisika
juga sangat mudah dimengerti. Hal ini disebabakan, beliau
selalu menghubungkan hal-hal yang dipelajari peserta didik
dengan kehidupan sehari-hari.

12
BAB II
KEGIATAN AKADEMIK

2.1 Proses Pembekalan dan Pembimbingan Bidang Studi


2.1.1 Proses Pembekalan Bidang Studi
Proses pembekalan untuk Program Pengelolaan Pembelajaran atau
Program Pengalaman Lapangan telah dilakukan dalam perkuliahan sejak
semester 4, yakni melalui mata kuliah Pembelajaran Inovatif satu. Dalam
perkuliahan Pembelajaran Inovatif satu, mahasiswa yang merupakan calon
pendidik dibekali dengan kemampuan dasar untuk membuat perangkat
pembelajaran bagi beberapa model. Adapun untuk program studi Pendidikan
Fisika, model yang diterapkan adalah pembelajaran langsung (direct instruction),
pembelajaran konsep, serta pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team
Achievement Division). Perangkat pembelajaran memiliki beberapa komponen,
yakni silabus; Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); materi ajar yang
tertuang dalam handout; Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD); Lembar Evaluasi
Peserta Didik (LEPD); serta Lembar Penilaian Peserta Didik (LPPD) yang terdiri
dari lembar penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Selain dibekali
dengan kemampuan dasar untuk membuat perangkat pembelajaran, mahasiswa
juga dibekali dengan kemampuan dalam mengajar. Kemampuan ini diasah
dengan melaksanakan kegiatan simulasi mengajar. Dalam hal ini, mahasiswa
memperoleh kesempatan untuk menerapkan perangkat yang telah dikembangkan
dalam pembelajaran.
Pembekalan kemudian dilanjutkan pada perkuliahan semester 5 dan
semester 6, yakni melalui mata kuliah Pembelajaran Inovatif dua dan
Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Kegiatan pembekalan yang dilakukan
pada perkuliahan pembelajaran inovatif dua hampir sama dengan perkuliahan
pembelajaran inovatif satu, namun model pembelajaran yang diterapkan adalah
penemuan terbimbing (guided discovery), Problem Based Instruction, serta
diskusi. Sedangkan untuk mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran,
selain memantapkan kemampuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran,
mahasiswa juga dibekali dengan kegiatan manajemen sekolah. Untuk
memantapkan kemampuan dalam mengajar, maka mahasiswa dituntut untuk

13
melaksanakan microteaching dan peerteaching. Kegiatan microteaching
merupakan kegiatan realteaching dalam skala mikro (kecil). Microteaching
(Pengajaran mikro) dilakukan secara berkelompok dengan satu guru model.
Dalam kegiatan microteaching, penyusunan perangkat dilakukan dalam tim,
artinya perangkat disusun oleh anggota-anggota dalam kelompok. Penyusunan
perangkat ini dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen pembimbing
microteaching. Pada kegiatan microteaching, peserta didik yang dilibatkan dalam
pembelajaran merupakan peserta didik asli yang berasal dari tingkat Sekolah
Menengah Atas (SMA). Adapun tujuan dari adanya kegiatan microteaching
adalah membekali mahasiswa sebagai calon pendidik dengan kondisi nyata di
lapangan. Sedangkan kegiatan peerteaching hampir sama dengan simulasi,
namun, mahasiswa dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran bagi enam
model yang telah dipelajari dalam mata kuliah Pembelajaran inovatif satu dan
dua. Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa juga melewati proses pembekalan
yang dilakukan di gedung P3G Universitas Negeri Surabaya. Pembekalan
pertama Program Pengeloalaan Lapangan dilakukan selama dua hari berturut-
turut. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam proses pembekalan adalah
penyampaian materi oleh beberapa dosen mengenai model-model pembelajaran,
kurikulum 2013, serta gerakan literasi sekolah.

2.1.2 Proses Pembibingan Bidang Studi


Penerimaan mahasiswa PPP atau PPL dilaksanakan pada tanggal 18 Juli
2016 di kelas XII MIA 2. Penerimaan dilakukan bertepatan dengan kegiatan
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Untuk pengajar (guru PPL) mata
pelajaran Fisika, bimbingan dengan guru pamong dilaksanakan pada tanggal 19
Juli 2016. Kegiatan yang dilakukan saat bimbingan yakni, menyepakati teknis
dari kegiatan belajar mengajar serta materi yang diajarkan. Materi yang
kemudian disepakati untuk diajarkan adalah hukum Newton tentang gravitasi
serta usaha dan energi. Dalam hal ini, Guru pamong juga melakukan bimbingan
tentang penyusunan materi, yakni dengan memberikan contoh modul yang
digunakan dalam pembelajaran. Pembimbingan untuk kegiatan belajar mengajar
dilakukan pada tanggal 21 Juli 2016, yakni guru PPL melakukan pengamatan
terhadap cara mengajar guru pamong di kelas XI MIA 3 pada materi persamaan
gerak. Kegiatan belajar mengajar oleh guru PPL dimulai pada tanggal 24 Juli
14
2016. Proses bimbingan untuk guru PPL oleh guru pamong terus dilaksanakan
secara berkala untuk meminimalisir beberapa kekurangan selama proses
pembelajaran.

2.2 Proses Pengamatan Kultur Sekolah Sesuai Bidang Studi


SMA Negeri 2 Bangkalan merupakan sekolah yang mengedepankan
kedisiplinan. Hal ini ditandai dengan adanya sistem surat izin masuk kelas apabila
terdapat peserta didik yang terlambat datang ke sekolah. Apabila peserta didik lebih dari
3 kali terlambat datang ke sekolah, maka peserta didik tersebut akan dipanggil oleh
pihak Bimbingan Konseling (BK) untuk mendapatkan nasehat. Selain mengedepankan
kedisiplinan, SMA Negeri 2 Bangkalan juga mengedepankan sikap religius dari peserta
didik. Sikap religius peserta didik dipupuk dengan mengadakan kegiatan sholat dhuha
berjamaah yang dijadwalkan untuk setiap kelas. Pada saat sholat dhuha tiap kelas wajib
menentukan atau memilih salah satu perwakilan kelas untuk memberikan kultum.
Selain program sholat dhuha berjamaah, sekolah juga mencanangkan program BTQ
atau baca tulis Al-quran yang dilaksanakan setiap hari selasa pukul 13.00 WIB dan
bertempat di kelas XII IIS 2 serta XII IIS 1. Program sari tilawah dan seni hadrah juga
merupakan upaya sekolah untuk memupuk sikap religius peserta didik. Kedua program
tersebut dilaksanakan setiap hari selasa pukul 15.30 dan bertempat di musholla SMA
Negeri 2 Bangkalan. Untuk tahun ajaran baru 2016/2017, program-program tersebut
dilksanakan mulai tanggal 30 Agustus 2016.
Sedangkan untuk kultur sekolah terkait bidamg studi Fisika adalah guru pengajar
Fisika selalu memberikan tugas pada lembaran dengan warna-warna yang berbeda
untuk setiap bab. Tugas yang diberikan kepada peserta didik terdiri dari beberapa tipe
soal. Untuk bidang studi Fisika, terdapat dua macam buku yang harus dibawa peserta
didik pada saat proses pembelajaran, yakni buku catatan dan buku tugas. Dalam hal ini,
buku tugas juga difungsikan sebagai buku ulangan. Artinya, ulangan yang diberikan
kepada peserta didik bersifat open book, namun hanya dibatasi dengan membuka buku
catatan. Oleh sebab itu, apabila terdapat jawaban dari soal tugas yang tidak benar, maka
peserta didik wajib memperbaiki bagian yang salah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar
peserta didik dapat menjawab soal-soal ulangan dengan baik. Untuk bidang studi Fisika,
nilai tugas dan ulangan memiliki bobot yang sama. Adapun apabila terdapat peserta
didik yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka peserta didik

15
tersebut wajib mengikuti kegiatan perbaikan atau remidi. Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) untuk bidang studi Fisika sendiri adalah 75 (Tujuh Puluh Lima)

2.3 Hasil Penelaahan Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Bidang Studi


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu..
Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah
rencana dan pengaturan mengenai tujuan; isi; dan bahan pelajaran, sedangkan yang
kedua adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan informasi pada permendikbud nomor 70 tahun 2013, kurikulum 2013 yang
diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut. SMA
Negeri 2 Bangkalan telah menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun ajaran 2015/2016.
Adapun kurikulum yang digunakan sebelumnya adalah Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Namun, untuk mata pelajaran Fisika sendiri, penerapan kurikulum
2013 masih belum sepenuhnya terlaksana. Hal ini disebabkan jumlah anak disetiap
kelas terlalu banyak untuk melaksanakan pembelajaran yag ideal sesuai kurikulum
2013. Namun, untuk perangkat pembelajaran yang dikembangkan pada mata pelajaran
fisika sesuai dengan kurikulum 2013. Adapun contoh dari perangkat pembelajaran yang
dikembangkan telah dilampirkan dalam laporan ini, yakni berupa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) beserta penilaiannya.

2.4 Perangkat Pembelajaran yang Dikembangkan


Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh penulis sesuai dengan
kurikulum yang diterapkan disekolah, yakni kurikulum 2013. Adapun perangkat
pembelajaran tersebut telah dilampirkan dalam laporan ini.

16
BAB III

KEGIATAN PENUMBUHAN BUDI PEKERTI: GERAKAN LITERASI SEKOLAH

3.1 Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 2 Bangkalan


Gerakan literasi sekolah adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk
menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang
hayat melalui pelibatan publik. Gerakan tersebut diharapkan dapat terapkan di berbagai
sekolah di Indonesia. Di SMAN 2 Bangkalan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) belum
diaksanakan hingga saat ini. Minat membaca di SMAN 2 Bangkalan perlu di tingkatkan
lagi melihat minimnya minat peserta didik yang datang ke perpustakaan untuk
membaca buku. Hal ini disebabkan ketersediaan buku yang minim dan keadaan
perpustakaan yang belum siap sepenuhnya melayani peserta didik karena pengalihan
perpustakaan akibat adanya pembangunan.

3.2 Peran Diri dalam Proses dan Hasil Kinerja


3.2.1 Peran Diri dalam Proses Literasi Sekolah
Berdasarkan minimnya peserta didik akan kesadaran terkait dengan
literasi sekolah, maka mahasiswa Program Pengalaman Lapangan jurusan
Fisika mulai menerapkan gerakan tersebut di dalam proses pembelajaran.
Gerakan awal yang dilakukan adalah literasi dasar (basic literacy). Adapun hal-
hal yang lebih difokuskan pada literasi dasar adalah kemampuan untuk
mendengarkan, berbicara, membaca, menulis dan menghitung. Dari berbagai
kemampuan tersebut, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diterapkan oleh
mahasiswa PPL hanya dapat melatihkan tiga kemampuan dasar yakni,
kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Gerakan Literasi Sekolah
hanya diterapkan pada 4 kelas yamg diserahkan oleh guru pamong terhadap
guru PPL mata pelajaran Fisika, yakni kelas XI MIA 1, XI MIA 2, XI MIA 3
dan XI MIA 4. Adapun tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah adalah
tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Tahap
pembiasaan merupakan tahap awal yang dilakukan untuk membiasakan peserta
didik terhadap kegiatan baru di kelas. Tahap pembiasaan yang dilakukan adalah
membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Pada pertemuan
sebelumnya, setiap peserta didik telah diminta untuk membawa buku bacaan

17
baik novel, cerpen maupun buku bacaan lainnya di luar buku pelajaran. Setelah
tahap pembiasaan, terdapat tahap pengembangan dimana peserta didik diberi
waktu untuk mendiskusikan ataupun menyampaikan apa yang dibaca kepada
teman sebangku, sedangakan teman lainnya berperan menyimak hal-hal yang
disampaikan tersebut. Tahap selanjutnya adalah tahap pembelajaran, pada tahap
ini, setiap peserta didik diminta untuk membuat sebuah rangkuman dari buku
yang telah dibaca. Rangkuman tersebut ditulis pada kertas folio bergaris.
Dalam merangkum, peserta didik dibebaskan untuk menulis dalam beberapa
paragraf.

3.2.2 Hasil Kinerja Penerapan Program Literasi Sekolah


Gerakan literasi sekolah yang masih awal dilaksanakan di kelas XI MIA
1, XI MIA 2, XI MIA 3, dan MIA 4 dapat sedikit menumbuhkan kesadaran
literasi para peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta didik yang
membawa buku bacaan. Selain itu, perserta didik juga melaksanakan tugas
merangkum buku bacaan dengan sangat baik. Namun, Gerakan Literasi
Sekolah yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPL jurusan Fisika hanya
mencapai pada kemampuan literasi dasar, sehingga perlu ditingkatkan pada
kemampuan literasi yang lebih tinggi agar diperoleh hasil yang lebih maksimal.

3.3 Kendala Diri dan Cara Penanganannya


3.3.1 Kendala yang Dihadapi
Selama proses penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdapat
beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya adalah:
1. Proses pembiasaan membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar
mengajar mengurangi alokasi waktu pembelajaran. Sehingga
terdapat beberapa materi yang belum terselesaikan.
2. Terdapat sebagian peserta didik yang tidak membawa buku di
setiap pertemuan.
3. Sulitnya mengatur peserta didik untuk lebih kondusif ketika
proses membaca sedang dilaksanakan.
4. Banyaknya peserta didik yang mengeluh dengan adanya
pemberian tugas menulis rangkuman dari buku yang dibaca
dengan alasan diluar pelajaran Fisika yang diajarkan.
18
5. Terdapat beberapa peserta didik dari setiap kelas yang tidak
mengumpulkan hasil tulisannya terkait buku yang dibaca.

3.3.2 Cara Penanganan dari Kendala yang Dihadapi


Adapun beberapa hal yang dilakukan untuk menghadapi kendala tersebut
adalah:
1. Membagi materi Fisika yang akan di sampaikan dengan lebih baik
dan menyesuaikan dengan waktu Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
2. Bagi peserta didik yang tidak membawa buku bacaan diluar buku
pelajaran, maka ia harus menyimak peserta didik lain yang
menceritakan mengenai buku yang sedang dibaca. Hal ini
dilakukan, agar peserta didik yang tidak membawa buku bacaan
tidak menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas lain yang
kurang bermanfaat.
3. Bersikap lebih tegas terhadap peserta didik yang membuat kelas
kurang kondusif dengan memberikan sanksi tegas yang lebih
bermanfaat bagi peserta didik tersebut.
4. Memberikan penjelasan kepada peserta didik bahwa pemberian
tugas tersebut bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Tugas
tersebut adalah bagian dari tujuan literasi dasar, yakni
meningkatkan kemampuan menulis peserta didik.
5. Bagi peserta didik yang kurang berpartisipasi atau tidak
mengumpulkan tugas merangkum buku bacaan akan diberikan
sanksi yaitu dengan membuat rangkuman materi yang diajarkan
pada hari itu dan dikumpulkan pada hari yang sama.

19
BAB IV
KEGIATAN PENDAMPINGAN TUGAS EKSTRAKULIKULER

4.1 Peran Diri dalam Proses dan Hasil Kinerja


4.1.1 Peran Diri dalam Ekstrakulikuler Badminton dan Pramuka
Seperti sekolah pada umumnya, SMA Negeri 2 Bangkalan memiliki
beberapa kegiatan pengembangan diri (ekstrakulikuler). Kegiatan
ekstrakurikuler merupakan wadah pengenalan bagi peserta didik mengenai
hubungan sosial. Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler juga merupakan wadah
untuk mengembangkan bakat peserta didik pada bidang yang diminati. Adapun
ekstrakulikuler yang sudah aktif atau beroperasi saat mrmasuki tahun ajaran
baru adalah:
a. Pramuka : Sabtu pada pukul 14.00 WIB-Selesai
b. Badminton : Jumat pada pukul 15.00 WIB-17.00 WIB
c. Futsal : Kamis pada pukul 15.00 WIB-17.00 WIB
d. Basket : Rabu, Jumat, dan Minggu pada pukul 15.00 WIB
17.00 WIB.
Selain ekstrakulikuler di atas terdapat beberapa ekstrakulikuler yang belum aktif
saat memasuki tahun ajaran baru, yakni ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja,
tari, musik, paduan suara, dan teater.
Adapun kegiatan pendampingan ekstrakulikuler yang dilakukan oleh
penulis adalah pendampingan ekstrakulikuler badminton dan pramuka.
Ekstrakulikuler badminton dilaksanakan setiap hari jumat pada pukul 15.00
sampai pukul 17.00. Adapun tempat pelaksanaan ekstrakulikuler badminton
adalah di Gedung Olahraga Kerida Bakti. Sedangkan tujuan dari kegiatan
ekstrakulikuler badminton adalah untuk mempersiapakan para peserta didik
pada ajang olimpiade olahraga tingkat Kabupaten. Kegiatan awal yang
dilakukan dalam ekstrakulikuler badminton adalah pemanasan. Kemudian
dilanjutkan dengan latihan footwork (kerja kaki) dan stroke (pukulan). Dalam
hal ini, penulis yang berperan sebagai guru PPL pendamping ekstrakulikuler
badminton bertugas membantu pelatih dalam memandu peserta didik
melaksanakan latihan footwork dan stroke sesuai dengan pengalaman penulis
saat mengikuti klub badminton. Latihan footwork dimulai dengan peningkatan

20
kemampuan peserta ekstrakulikuler dalam hal penguasaan lapangan. Sedangkan
latihan stroke diberikan pada peserta didik yang baru saja mengikuti
ekstrakulikuler badminton, yakni peserta ekstrakulikuler dari kelas sepuluh (X).
Sedangkan bagi peserta ekstrakulikuler yang lain langsung melakukan latih
tanding secara bergantian.
Selain ekstrakulikuler badminton, penulis juga melakukan kegiatan
pendampingan pada ekstrakulikuler wajib, yakni pramuka. Karena
ekstrakulikuler pramuka baru saja aktif menjelang berakhirnya kegiatan
Program Pengelolaan Pembelajaran atau Program Pengalaman Lapangan, maka
penulis hanya berkesempatan untuk mendampingi kegiatan ekstrakulikuler
pramuka saat dilaksnakannya PERSAMI (Perkemahan Sabtu dan Minggu).
Kegiatan PERSAMI dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 sampai
dengan 4 September 2016. Kegiatan PERSAMI sendiri adalah kegiatan rutinan
dari ekstrakulikuler pramuka yang bertujuan untuk mengenalkan pramuka
kepada peserta didik baru. Kegiatan dari PERSAMI meliputi kemah bersama di
sekolah; pentas seni; pelatihan sidang pramuka; serta bakti sosial, yaitu
membersihkan sampah di sekolah. Dalam hal ini, penulis yang merupakan guru
PPL pendamping ekstrakulikuler pramuka berperan mengontrol jalannya acara.
Selain itu, guru PPL pendamping ekstrakulikuler pramuka juga berperan
memberi masukan dalam hal menentukan penampilan terbaik untuk kegiatan
pentas seni

4.1.2 Hasil Kinerja Pendampingan Ekstrakulikuler Badminton dan Pramuka


Latihan footwork maupun stroke yang dilaksanakan saat kegiatan
ekstrakulikuler badminton dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
hal penguasaan lapangan serta ketaktisan penempatan pukulan. Hal ini
merupakan modal awal bagi para peserta didik untuk mengikuti olimpiade
olahraga tingkat kabupaten. Sedangkan untuk ekstrakulikuler pramuka,
pendampingan yang dilakukan dapat membuat acara terlaksana dengan baik dan
meminimalisir kemoloran waktu saat berlangsungnya acara.

21
4.2 Kendala Diri dan Cara Penanganannya
4.2.1 Kendala yang Dihadapi
Adapun beberapa kendala yang dihadapi saat kegiatan pendampingan
ekstrakulikuler badminton adalah:
1. Beberapa peserta ekstrakulikuler badminton belum memiliki basic skill
atau kemampuan dasar dalam bermain badminton, sehingga tertinggal
dengan peserta ekstrakulikuler yang lain.
2. Tidak seimbangnya antara jumlah lapangan dengan peserta
ekstrakulikuler saat dilakukannya latih tanding.

Sedangakan kendala yang dihadapi saat kegiatan pendampingan


ekstrakulikuler pramuka adalah sulitnya berkoordinasi dengan para panitia
PERSAMI yang menimbulkan terjadinya miss communication, salah satunya
mengenai pengumpulan pilihan penampilan terbaik oleh para penonton diluar
peserta PERSAMI.

4.2.2 Cara Penanganan dari Kendala yang Dihadapi


Beberapa cara yang dilakukan untuk menangani atau mengatasi kendala
yang dihadapi saat kegiatan pendampingan ekstrakulikuler badminton adalah:
1. Memisahkan peserta ekstrakulikuler badminton yang belum memiliki
basic skill atau kemampuan dasar dalam bermain badminton dengan
peserta ekstrakulikuler yang telah memiliki basic skill, kemudian
melatih peserta ekstrakulikuler badminton yang belum memiliki basic
skill dengan lebih intensif.
2. Mengatur dan membatasi jam latih tanding bagi para peserta
ekstrakulikuler badminton, agar semua peserta mendapat porsi latih
tanding yang sama.

Sedangkan cara yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi


saat kegiatan pendampingan ekstrakulikuler pramuka adalah menetapkan salah
satu panitia sebagai penanggungjawab dalam jembatan komunikasi antara
panitia PERSAMI dengan guru PPL pendamping ekstrakulikuler pramuka. Hal
ini cukup efektif dalam mengatasi kesulitan koordinasi yang sebelumnya terjadi.

22
BAB V
KENDALA DAN UPAYA PEMECAHANNYA

5.1 Kendala yang Dihadapi


Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terdapat beberapa kendala yang
dihadapi, yakni:
1. Satu dari empat kelas yang diajar cukup sulit dikondisikan, sehingga
membuat suasana belajar kurang kondusif.
2. Beberapa peserta didik bermain handphone dan mengerjakan tugas selain
Fisika pada saat pembelajaran Fisika sedang berlangsung.
3. Sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam teori hitungan
tingkat dasar, sehingga berdampak pada penyelesaian pertanyaan atau soal-
soal Fisika yang cukup kental dengan hitungan.
Sedangkan kendala yang dihadapi terkait dengan guru pamong maupun sekolah adalah
terdapatnya perbedaan pendapat antara guru PPL dengan guru pamong yang disebabkan
perbedaan informasi yang diterima oleh guru PPL selama mengikuti perkuliahan dan
informasi yang diterima guru pamong saat mengikuti pelatihan bagi guru. Adapun
kendala yang dihadapi terkait dengan sekolah adalah kurangnya komunikasi antara
dewan guru dengan guru PPL, sehingga membatasi keterlibatan guru PPL dalam
beberapa agenda acara di luar sekolah, salah satunya yakni gerak jalan dalam rangka
memperingati HUT RI ke-71.

5.2 Upaya yang Dilakukan dan Hasil


5.2.1 Upaya yang Dilakukan
Terkait dengan kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar, maka dilakukan beberapa upaya, sebagai berikut:
1. Bersikap lebih tegas kepada perserta didik di kelas tersebut sebagai
upaya untuk membuat suasan kelas menjadi lebih kondusif. Selain
itu, guru PPL juga menerapkan sistem menjawab bergantian, yakni
peserta didik secara bergantian harus menjawab soal-soal yang
terdapat di modul yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan
ketetapan dari guru.

23
2. Guru membuat kontrak belajar terhadap peserta didik, bahwa poin +
(plus) yang didapat saat menjawab pertanyaan akan dikurangi seiring
pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Selain itu, guru PPL juga
mencanangkan peraturan bahwa handphone harus diletakkan di atas
meja saat pembelajaran berlangsung.
3. Menyelipkan materi teori hitungan dasar saat memberikan contoh
dalam menjawab beberapa pertanyaan atau soal Fisika.
Sedangkan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dengan guru pamong
adalah saling berbagi informasi terkait hal-hal atau teori yang menimbulkan
perbedaan, kemudian mendiskusikan solusi dari hal tersebut. Adapun upaya
yang dilakukan untuk mengatasi kendala dengan sekolah adalah menambah
intensitas komunikasi dengan para dewan guru dan menawarkan diri untuk
membantu dalam setiap pelaksaan kegiatan baik di dalam sekolah maupun
diluar sekolah.

5.2.2 Hasil yang Didapat dari Upaya yang Dilakukan


Beberapa upaya yang telah dilakukan dapat mengatasi kendala-kendala
yang dihadapi, baik terkait proses belajar mengajar, guru pamong, maupun
sekolah. Adapun hasil yang didapat setelah dilakukan beberapa upaya tersebut
adalah:
1. Peserta didik jauh lebih kondusif saat pembelajaran dengan adanya
sistem menjawab bergantian. Hal tersebut disebabkan, peserta didik
selalu berada dalam keadaan menyiapkan diri untuk menjawab
pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
2. Peserta didik jauh lebih tertib dalam kelas saat ditetapaknnya kontrak
belajar berupa pengurangan poin plus (+) saat peserta didik
melanggar peraturan.
3. Sebagian besar peserta didik tidak lagi menunjukkan kesulitan
dengan teori hitungan dasar saat dilakukan upaya pemberian materi
hitungan dasar bersamaan dengan pengerjaan contoh soal.
Sedangkan upaya saling berbagi informasi dan diskusi antara guru PPL
dengan guru pamong juga menunjukkan dampak positif, yakni diperolehnya
titik temu atau penyelesaian terkait perbedaan beberapa hal maupun teori.
Adapun dampak positif dari upaya penambahan intensitas komunikasi antara
24
dewan guru dengan guru PPL membuat guru PPL dapat terlibat aktif dalam
persiapan kegiatan karnaval dan seleksi Gebyar Nuansa Seni (GNS) SMA
Negeri 2 Bangkalan.

5.3 Kesan, Saran, dan Rekomendasi untuk Sekolah dan Pengelola (Unesa)
5.3.1 Kesan, Saran, dan Rekomendasi untuk Sekolah
SMA Negeri 2 Bangkalan merupakan sekolah yang mengedepankan
sikap disiplin guru maupun peserta didik. Selain itu, SMA Negeri 2 Bangkalan
juga merupakan sekolah yang menuntut peserta didik untuk menyeimbangkan
softskill dan hardskill para peserta didiknya. Hal ini terlihat dari keseimbangan
antara prestasi dalam bidang akademik dan ekstrakulikuler. Penulis merasa
bangga dapat menerapkan ilmu yang didapat saat menempuh perkuliahan di
sekolah yang juga mengedepankan akhlak para peserta didiknya. Tentunya, ilmu
yang diperoleh penulis dari sekolah, guru pamong, serta peserta didik adalah
suatu hal yang sangat bermanfaat kedepannya dan dapat digunakan sebagai
modal saat terjun ke lapangan sebagai guru tetap.
Adapun saran dan rekomendasi yang dapat penulis sampaikan untuk
sekolah adalah penambahan koleksi buku bacaan yang terdapat diperpustakaan
serta perbaikan fasilitas untuk ruang perpustakaan. Hal ini perlu dilakukan untuk
menarik minat kunjung peserta didik serta menunjang kenyamanan peserta didik
saat belajar di perpustakaan. Selain itu, kebersihan kamar mandi sebagai fasilitas
bagi peserta didik juga perlu diperbaiki. Sedangkan berkenaan dengan
pembelajaran, hendaknya peserta didik diberikan istirahat kedua untuk
melaksanakan shalat dzuhur, agar peserta didik tidak perlu meminta izin
meninggalkan kelas saat jam pelajaran dengan alasan ingin melaksanakan
shalat.

5.3.2 Kesan, Saran, dan Rekomendasi untuk Pengelola (Unesa)


PPPG UNESA sebagai tim pelaksana kegiatan Program Pengelolaan
Pembelajaran atau Program Pengalaman Lapangan telah melaksanakan kegiatan
ini dengan cukup baik. Penulis merasa berterima kasih dengan adanya
kesempatan untuk mengikuti Program Pengelolaan Pembelajaran. Kegiatan ini
tentu harus terus ditingkatkan agar hasil dan pengalaman yang diperoleh
mahasiswa juga lebih maksimal.
25
Saran dan rekomendasi yang dapat saya sampaikan untuk tim pelaksana
kegiatan Program Pengelolaan Pembelajaran atau Program Pengalaman
Lapangan adalah koordinasi antara tim PPPG UNESA dengan jurusan perlu
ditingkatkan kembali. Hal ini sangat diperlukan, mengingat untuk periode ini
masih terdapat beberapa kesalahan atau ketidaksesuaian penempatan mahasiswa
dibeberapa sekolah mitra. Salah satunya yakni, penempatan mahasiswa jurusan
Fisika yang seharusnya berada di SMA Negeri 2 Bangkalan sempat tertukar
dengan SMA Negeri 1 Bangkalan. Selain itu, sistem penempatan mahasiswa
pada sekolah mitra juga perlu diperjelas, mengingat penempatan mahasiswa di
sekolah mitra yang dilakukan oleh jurusan Fisika terkesan sangat mendadak.

26
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Proposal Penelitian Tindakan Kelas (Proposal PTK)


Lampiran 2 : Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pamong
Lampiran 3 : Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh guru PPL
Lampiran 4 : Kegiatan harian mahasiswa PPL di SMA Negeri 2 Bangkalan
Lampiran 5 : Daftar nilai peserta didik
Lampiran 6 : Rangkuman bacaan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah
Lampiran 7 : Dokumentasi kegiatan

27

Anda mungkin juga menyukai