Profil SMA Negeri 2 Bangkalan 2023
Profil SMA Negeri 2 Bangkalan 2023
PENDAHULUAN
Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) merupakan salah satu mata kuliah yang
wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa program studi pendidikan. Program Pengelolaan
Pembelajaran merupakan rintisan dari kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang
bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa pendidikan sebagai calon guru. Selain itu,
kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa pendidikan untuk menerapkan
segala keterampilan yang telah dipelajari dalam perkuliahan. Pelaksana Program Pengelolaan
Pembelajaran Univesitas Negeri Surabaya di prakarsai oleh tim PPPG. Untuk periode
perkuliahan 2016/2017 Program Pengelolaan Pembelajaran dilaksanakan pada 18 Juli 2016
sampai dengan 9 September 2016 di sekolah-sekolah yang telah bermitra dengan UNESA.
Adapun uraian informasi mengenai salah satu sekolah mitra akan dijabarkan pada laporan ini,
sebagai berikut:
1
1.2.1.2 Kepala Sekolah
Nama Lengkap : Drs. Abdus Syakur, M.Pd.
NIP : 196203181985121003
Tempat/Tanggal Lahir : Bangkalan, 18 Maret 1962
Status Kepegawaian : Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pendidikan Terakhir : S2
Jurusan : Pendidikan IPS
Jabatan dalam
No Nama Unsur
Komite
1. Abdus Syakur, M.Pd Penanggung Jawab Kepala Sekolah
Bidang
pengendalian
Sumber Daya
5. Fathor Fajar P.P
Manusia (SDM)
dan pengelolaan
dana masyarakat.
Bidang jalinan
Ibnu Harijanto, S.Pd, kerjasama, sistem
6. P.P
M.Si Informsi, dan
usaha.
Bidang
pengendalian
Drs. M. Syafii P.P
7. kualitas pelayanan
pendidikan.
Roesman, MM Bidang P.P
2
pengendalian
kualitas pelayanan
pendidikan.
Bidang sarana dan
8. H. Moh. Amin P.P
prasarana.
Pengawas dan
9. Hj. Siti Maryam, ST P.P
pemeriksa.
Catatan :
O.P = Organisasi Profesi
P.P = Pemerhati Pendidikan
O.T = Orang Tua
T.M = Tokoh Masyarakat
Banyak Peserta
Tahun Lulus Tidak Lulus
didik Kelas 12
2016 100 % -
2015 100 % -
2014 100 % -
3
1.2.2.3 Rata-Rata Nilai UN Tiga Tahun Terakhir
Berikut merupakan rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir untuk kelas
IPA:
2016 82,07
2015 70,79
2014 80,85
2016 75,74
2015 60,87
2014 80,39
4
7. Dra.Hot Marito Pendidikan Pancasila PNS / GT
Situmeang dan Kewarganegaraan
8. Zainal Arifin, S.Pd. Ekonomi PNS / GT
9. Hj.Sri Astutik,S.Pd Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
10. Drs. Hasan Effendi Geografi PNS / GT
11. Drs. Johar Budi Arifin Pendidikan Jasmani, PNS / GT
Olah Raga, dan
Kesehatan
12. Zainal Arifin, S.Pd. Bahasa Inggris PNS / GT
13. Drs. Zuhdi Pendidikan Agama dan PNS / GT
Budi Pekerti
14. Ibnu Harijanto, M.Si. Biologi PNS / GT
15. Sugino, S.Pd. Matematika PNS / GT
Matematika
Pememinatan
16. H. Ansori, S.Pd. Kimia PNS / GT
17. H. Suudi, M.Pd. Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
18. Dra. Rr.Hesni Herawati Biologi PNS / GT
19. Mohammad Yasir, S.Pd. Penjas, Olah Raga dan PNS / GT
Kesehatan
20. Haryati, S.Pd. BP/BK PNS / GT
21. Endang Any Astuty, Matematika PNS / GT
S.Pd.
22. Abdul Rachman, S.Pd. Matematika Peminatan PNS / GT
23. Ratna Suharti, S.Pd. Sosiologi PNS / GT
24. Dra. Hj. Nur'Aini Kimia PNS / GT
Prakarya
25. Agus Heri Santoso, Matematika Peminatan PNS / GT
S.Pd.
26. Dra. Hj. Nursalimah Bahasa Indonesia PNS / GT
27. Yayuk Tri Wahyu Kimia PNS / GT
5
Wulandari,S.T. Prakarya
28. Dra. St.Yatimah Bahasa Inggris PNS / GT
Djamaliah R
29. Achmad Hadori,S.Pd Geografi PNS / GT
30. RA. Nurul Fisika PNS / GT
Istiqomaliyah, S.Pd
31. Dwi Basuki Widodo, Kimia PNS / GT
S.Pd.
32. Drs. Suharso Sejarah Indonesia PNS / GT
33. Drs. Kuswandi Seni Budaya PNS / GT
34. Endang Sufiati, S.Pd. Biologi PNS / GT
35. Mohammad Saeri, Fisika PNS / GT
M.Pd. Fisika Lintas Minat
36. R.Yudistira Ria, M.Pd. Seni Budaya PNS / GT
37. Dra. Siti Hosniyah, Pendidikan Agama dan PNS / GT
M.Pd.I. Budi Pekerti
38. Dian Fariani, S.Pd. Bahasa Inggris PNS / GT
Sastra Inggris
39. Idil Fitri, S.Pd. Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
40. Hj.Nur Diana Fary, Ekonomi PNS / GT
SE.M.Pd
41. Endang Kusumawati, Bahasa Inggris PNS / GT
S.Pd.
42. Nur Kumala Sari,S.Pd. Kimia PNS / GT
Prakarya
43. Arbainah,S.Pd Pendidikan Pancasila PNS / GT
dan Kewarganegaraan
44. Suhartatik, S.Pd. Sastra Inggris PNS / GT
45. Nurul Herliyah, S.Psi. BP/BK PNS / GT
46. Faliya Irma Sarini,S.Pd Sejarah Indonesia PNS / GT
Sejarah
47. Rimbi Ariraja, S.T. Seni Budaya PNS / GT
6
48. Jeahan Arabican El Pendidikan Agama dan PNS / GT
Islamie,S.Pd.I Budi Pekerti
49. Maisyaroh,S.Pd Fisika PNS / GT
Fisika Lintas Minat
50. Dwinda Putri Sastra Inggris PNS / GT
Hafidah,S.Pd.
51. Aufa Afkar Ifada, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GT
52. Aries Henny BP/BK PNS / GT
Rosita,S.Pd.
53. Elia Andriani, S.Pd. Matematika PNS / GT
54. Nurul Aini, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GT
55. Rahmania, S.Pd. Bahasa Indonesia PNS / GP
56. Dra. Nur Syarifah BP/BK THL
Hidayati.
57. Zainal Mustofa, S.Pd. Bahasa Indonesia GTT
58. Nurut Taufik, S.S Bahasa Madura GTT
(Mulok)
59. Denis Febriyanto, S.Pd Penjas, Olah Raga dan GTT
Kesehatan
60. Lilik Murniati, SH. PPKN GTT
S.Pd. Sejarah Indonesia
61. St. Halimatus Zahroh Sastra Jerman GTT
S.Pd.
62. Nur Kholida, S.Th.I Pendidikan Agama dan GTT
Budi Pekerti
63. Dwi Suciati Putri Matematika Peminatan GTT
Isdiansyah. S.Pd.
64. Tika Puspita, S.Pd. Matematika GTT
Matematika
Peminatan
65. Laili Arofiyati, S.Pd. Matematika GTT
Matematika
Peminatan
7
66. Dra.Arik Setyorini BP/BK GTT
67. Ismu Fajar,S.Pd.I Bahasa Madura GTT
(Mulok)
68. Raisa Fitriana A,S.Pd Sosiologi GTT
69. Tutik Mufidah,S.Pd Bahasa Madura GTT
(Mulok)
70. M.Fahrudianto Penjas, Olah Raga dan GTT
Kesehatan
71. Hendratno,S.Pd Sejarah GTT
Pangkat/
No. Nama/NIP Jabatan
Golongan
1. Baheramsyah,SE Penata, Kepala Tata
NIP.19620624 199403 1 006 III/c Usaha
2. Mohammad Adamullah Admin
NIP.19650524 198903 1 012 Penata Urusan
Muda Ketenagaan
Tk.I.III/b dan
Kurikulum
3. Abdul Halim Penata Admin
NIP.19640110 198602 1 008 Muda Urusan
Tk.I.III/b Kesiswaan
4. Muhammad Marsuki, SE Admin
Penata
NIP.19671004 200701 1 017 Urusan
Muda
Keuangan
Tk.I.III/b
BOSNAS
5. Marotib, S.Pd Admin
NIP. 19701203 200701 2 015 Urusan
Penata
Keuangan
Muda, III/a
RUTIN dan
BOSDA
8
6. Abdus Syukur Admin
NIP. 19730212 200701 1 024 Pengatur, Urusan
II/c Perlengkapa
n
7. Eliya Falentina Admin
NIP. 19681220 200701 2 015 Urusan
Pengatur,
Inventaris
II/c
Barang dan
Kearsipan
8. Siti Aminah Administrasi
Pengatur
NIP. 19820725 201407 2 004 Urusan
Muda,II/a
Perpustakaan
9. Indah Rachmawati, S. Com Admin
PTT Urusan
Dapodikmen
10. Achmad Kamil, S.Com Admin
PTT
Laboran TIK
11. Arini Titah Munawaroh, SE Admin
Urusan
PTT Umum dan
Kesekretaris
an
12. Sadiyah Admin
PTT Laboratoriu
m IPA
13. Achmad Norsaji Admin
PTT Urusan
Perpustakaan
14. Dewi Anda Aryani Admin
Urusan
PTT Rumah
Tangga
Sekolah
9
15. Moh. Rohim Tukang
PTT
Kebun
16. Abd. Halim Tukang
PTT
Kebun
17. Sahuri Tukang
PTT
Kebun
18. Abd. Ishak Tukang
PTT
Kebun
19. Ali Wafa THL Satpam
20. Imam Hidayat PTT Satpam
21. Moh. Makbul Sugiharto Penjaga
PTT
Sekolah
22. Mohammad Tuki Penjaga
PTT
Sekolah
10
Keterampilan
Kepala Sekolah 1 15 Baik -
SPKG 1 270 Baik -
Ruang Guru 1 81 Baik -
Ruang Masih dalam proses
1 54 -
Administrasi renovasi
Ruang BP 1 36 Baik -
Ruang UKS 1 12 Baik -
Ruang OSIS 1 36 Baik -
Tempatnya kurang besar
Ruang Koperasi
1 15 Buruk dan tidak sesuai dengan
Sekolah
banyaknya peserta didik
Tempat kurang bersih dan
Mushollah 1 56 Buruk kurang terawat, serta tidak
terdapat banyak mukenah.
Rumah Penjaga
1 36 Baik -
sekolah
Kamar mandi
2 15 Baik -
Guru
Kamar mandi
18 135 Buruk Kurang terawat
Peserta didik
Gudang 1 15 Baik -
Parkir
Kendaraan 1 300 Baik -
Peserta didik
Lapangan 1 300 Baik -
11
1.3 Karakteristik Guru Pamong Bidang Studi
Setiap guru pamong memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Adapun
karakteristik guru pamong untuk bidang studi Fisika adalah:
Nama guru : RA. Nurul Istiqomaliyah, S.Pd
Tempat, Tanggal Lahir : Bangkalan, 19 Agustus 1973
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pemuda Akhmad 1 Bangkalan
Bidang Studi : Fisika
Jabatan : Asisten wakasek bidang kurikulum
Pendidikan : S1
Karakteristik : Beliau merupakan guru yang tegas dan cekatan terhadap
peserta didik. Cara mengajar dari guru pamong bidang Fisika
juga sangat mudah dimengerti. Hal ini disebabakan, beliau
selalu menghubungkan hal-hal yang dipelajari peserta didik
dengan kehidupan sehari-hari.
12
BAB II
KEGIATAN AKADEMIK
13
melaksanakan microteaching dan peerteaching. Kegiatan microteaching
merupakan kegiatan realteaching dalam skala mikro (kecil). Microteaching
(Pengajaran mikro) dilakukan secara berkelompok dengan satu guru model.
Dalam kegiatan microteaching, penyusunan perangkat dilakukan dalam tim,
artinya perangkat disusun oleh anggota-anggota dalam kelompok. Penyusunan
perangkat ini dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen pembimbing
microteaching. Pada kegiatan microteaching, peserta didik yang dilibatkan dalam
pembelajaran merupakan peserta didik asli yang berasal dari tingkat Sekolah
Menengah Atas (SMA). Adapun tujuan dari adanya kegiatan microteaching
adalah membekali mahasiswa sebagai calon pendidik dengan kondisi nyata di
lapangan. Sedangkan kegiatan peerteaching hampir sama dengan simulasi,
namun, mahasiswa dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran bagi enam
model yang telah dipelajari dalam mata kuliah Pembelajaran inovatif satu dan
dua. Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa juga melewati proses pembekalan
yang dilakukan di gedung P3G Universitas Negeri Surabaya. Pembekalan
pertama Program Pengeloalaan Lapangan dilakukan selama dua hari berturut-
turut. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam proses pembekalan adalah
penyampaian materi oleh beberapa dosen mengenai model-model pembelajaran,
kurikulum 2013, serta gerakan literasi sekolah.
15
tersebut wajib mengikuti kegiatan perbaikan atau remidi. Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) untuk bidang studi Fisika sendiri adalah 75 (Tujuh Puluh Lima)
16
BAB III
17
baik novel, cerpen maupun buku bacaan lainnya di luar buku pelajaran. Setelah
tahap pembiasaan, terdapat tahap pengembangan dimana peserta didik diberi
waktu untuk mendiskusikan ataupun menyampaikan apa yang dibaca kepada
teman sebangku, sedangakan teman lainnya berperan menyimak hal-hal yang
disampaikan tersebut. Tahap selanjutnya adalah tahap pembelajaran, pada tahap
ini, setiap peserta didik diminta untuk membuat sebuah rangkuman dari buku
yang telah dibaca. Rangkuman tersebut ditulis pada kertas folio bergaris.
Dalam merangkum, peserta didik dibebaskan untuk menulis dalam beberapa
paragraf.
19
BAB IV
KEGIATAN PENDAMPINGAN TUGAS EKSTRAKULIKULER
20
kemampuan peserta ekstrakulikuler dalam hal penguasaan lapangan. Sedangkan
latihan stroke diberikan pada peserta didik yang baru saja mengikuti
ekstrakulikuler badminton, yakni peserta ekstrakulikuler dari kelas sepuluh (X).
Sedangkan bagi peserta ekstrakulikuler yang lain langsung melakukan latih
tanding secara bergantian.
Selain ekstrakulikuler badminton, penulis juga melakukan kegiatan
pendampingan pada ekstrakulikuler wajib, yakni pramuka. Karena
ekstrakulikuler pramuka baru saja aktif menjelang berakhirnya kegiatan
Program Pengelolaan Pembelajaran atau Program Pengalaman Lapangan, maka
penulis hanya berkesempatan untuk mendampingi kegiatan ekstrakulikuler
pramuka saat dilaksnakannya PERSAMI (Perkemahan Sabtu dan Minggu).
Kegiatan PERSAMI dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 sampai
dengan 4 September 2016. Kegiatan PERSAMI sendiri adalah kegiatan rutinan
dari ekstrakulikuler pramuka yang bertujuan untuk mengenalkan pramuka
kepada peserta didik baru. Kegiatan dari PERSAMI meliputi kemah bersama di
sekolah; pentas seni; pelatihan sidang pramuka; serta bakti sosial, yaitu
membersihkan sampah di sekolah. Dalam hal ini, penulis yang merupakan guru
PPL pendamping ekstrakulikuler pramuka berperan mengontrol jalannya acara.
Selain itu, guru PPL pendamping ekstrakulikuler pramuka juga berperan
memberi masukan dalam hal menentukan penampilan terbaik untuk kegiatan
pentas seni
21
4.2 Kendala Diri dan Cara Penanganannya
4.2.1 Kendala yang Dihadapi
Adapun beberapa kendala yang dihadapi saat kegiatan pendampingan
ekstrakulikuler badminton adalah:
1. Beberapa peserta ekstrakulikuler badminton belum memiliki basic skill
atau kemampuan dasar dalam bermain badminton, sehingga tertinggal
dengan peserta ekstrakulikuler yang lain.
2. Tidak seimbangnya antara jumlah lapangan dengan peserta
ekstrakulikuler saat dilakukannya latih tanding.
22
BAB V
KENDALA DAN UPAYA PEMECAHANNYA
23
2. Guru membuat kontrak belajar terhadap peserta didik, bahwa poin +
(plus) yang didapat saat menjawab pertanyaan akan dikurangi seiring
pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Selain itu, guru PPL juga
mencanangkan peraturan bahwa handphone harus diletakkan di atas
meja saat pembelajaran berlangsung.
3. Menyelipkan materi teori hitungan dasar saat memberikan contoh
dalam menjawab beberapa pertanyaan atau soal Fisika.
Sedangkan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dengan guru pamong
adalah saling berbagi informasi terkait hal-hal atau teori yang menimbulkan
perbedaan, kemudian mendiskusikan solusi dari hal tersebut. Adapun upaya
yang dilakukan untuk mengatasi kendala dengan sekolah adalah menambah
intensitas komunikasi dengan para dewan guru dan menawarkan diri untuk
membantu dalam setiap pelaksaan kegiatan baik di dalam sekolah maupun
diluar sekolah.
5.3 Kesan, Saran, dan Rekomendasi untuk Sekolah dan Pengelola (Unesa)
5.3.1 Kesan, Saran, dan Rekomendasi untuk Sekolah
SMA Negeri 2 Bangkalan merupakan sekolah yang mengedepankan
sikap disiplin guru maupun peserta didik. Selain itu, SMA Negeri 2 Bangkalan
juga merupakan sekolah yang menuntut peserta didik untuk menyeimbangkan
softskill dan hardskill para peserta didiknya. Hal ini terlihat dari keseimbangan
antara prestasi dalam bidang akademik dan ekstrakulikuler. Penulis merasa
bangga dapat menerapkan ilmu yang didapat saat menempuh perkuliahan di
sekolah yang juga mengedepankan akhlak para peserta didiknya. Tentunya, ilmu
yang diperoleh penulis dari sekolah, guru pamong, serta peserta didik adalah
suatu hal yang sangat bermanfaat kedepannya dan dapat digunakan sebagai
modal saat terjun ke lapangan sebagai guru tetap.
Adapun saran dan rekomendasi yang dapat penulis sampaikan untuk
sekolah adalah penambahan koleksi buku bacaan yang terdapat diperpustakaan
serta perbaikan fasilitas untuk ruang perpustakaan. Hal ini perlu dilakukan untuk
menarik minat kunjung peserta didik serta menunjang kenyamanan peserta didik
saat belajar di perpustakaan. Selain itu, kebersihan kamar mandi sebagai fasilitas
bagi peserta didik juga perlu diperbaiki. Sedangkan berkenaan dengan
pembelajaran, hendaknya peserta didik diberikan istirahat kedua untuk
melaksanakan shalat dzuhur, agar peserta didik tidak perlu meminta izin
meninggalkan kelas saat jam pelajaran dengan alasan ingin melaksanakan
shalat.
26
LAMPIRAN
27