S1-PW-004
STUDIOPEMETAAN
LAPORAN
PEMBUATAN PETA DIGITAL MENGGUNAKAN ARCGIS 10.1.
DISUSUN OLEH :
1. RABIATUL AL ADAWIAH NASUTION (17.86.0001)
2. NOVITA JIHAN (17.86.0035)
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AMIKOM
YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada tuhan yang maha esa karena dengan rahmatnya kami berikan
kesehatan sehingga dapat menyelesaikan tugas dan laporan pembuatan peta digital dengan
menggunakan ARGIS 10.1. Laporan ini telah kami susun semaksimal mungkin, Terlepas dari
semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi
penyusunan kalimat maupun tata bahasanya.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latarbelakang
ARCGIS merupakan salah satu perangkat lunak pemetaan yang banyak digunakan di
Indonesia sebagai suatu Tools dalam melakukan pemetaan. ARCGIS merupakan perangkat
lunak yang diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama ESRI. Perangkat lunak ini memiliki
beberapa elemen atau komponen, yaitu ArcMap, ArcCatalog, ArcScene, dan ArcGlobe.
ArcMap merupakan aplikasi ARCGIS desktop yang digunakan untuk semua pekerjaan
pemetaan, termasuk visualisasi data, analisis data spasial, editing peta, dan produksi peta.
B. Alat dan bahan
1. Alat
Aplikasi ARGIS (ArcMap)
Laptop
Mouse
Charger laptop
2. Bahan
Peta administrasi provinsi DIY
Peta curah hujan provinsi DIY
Peta kemiringan lereng provinsi DIY
Peta jenis tanah provinsi DIY
BAB 2
LANGKAH KERJA
1. DIAGRAM ALIR PROSES PEMBUATAN PETA DIGITAL
MEMBANGUN GOEDATABASE
PROSES GEOPROSESING
INPUT DATA (ON-SCREEN DIGITATION)
UPDATING DATA
SYMBOLOGI
DISPLAYING DATA (LAYOUTING)
2. DESKRIPSI MASING-MASING PROSES
a. Membangun geodatabase
Geodatabase dapat diartikan sebagai suatu sistem manajemen data dalam ARCGIS.
Pembuatan geodatabase dimaksudkan untuk memudah kandala manalisis menggunakan
ARCGIS yang membutuhkan keteraturan dalam sistem data (input). Membangun geodatabase
dengan perangkat lunak ARCGIS dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcCatalog.
b. proses Geoprosesing
Geoprosesing merupakan salah satu proses registrasi koordinat kebumian yang terdapat
pada data terhadap koordinat sesungguhnya dilapangan.
c. Input Data (ON-SCREEN DIGITATION)
On-Screen Digitation merupakan suatu proses input data dengan memanfaatkan peta atau
citra penginderaan jauh yang telah ada. Setiap informai dalam sebuah peta dimasukan kedalam
masing-masing feature class yang telah disiapkan sebelumnya.
d. Updating Data
updating Data merupakan salah satu proses untuk mengisi data pada feature class yang telah
dibuat dari dari hasil proses digitasi on-screen. Proses updating data ini tidak terlepas pada
proses editing dara atribut pada ARCGIS. Data atribut merupakan salah satu elemen penting
dalam sistem informasi geografis. Data ini merupakan data tabular yang mereferensikan suatu
informasi dalam data geografis (peta).
e. symbology
simbologi merupakan salah satu proses yang penting dalam melakukan suatu pemetaan.
Simbologi merupakan proses memberikan simbol pada peta yang telah dibuat. Hal ini menjadi
penting karena pembaca peta yang merupakan orang awam akan mengenali maksud dan
informasi yang ada dalam peta melalui simbol - simbol pada peta tersebut.
f. DISPLAYING (layouting)
proses displaying data merupakan tahap akhir dalam melakukan pemetaan. Proses
displaying data merupakan proses untuk menampilkan peta beserta segala simbolnya. Dalam
proses ini termasuk didalamnya proses menyusun tata letak peta (layouting), serta menyusun
informasi tepi peta.
BAB 3
PEMBAHASAN
1. PROSES PEMBUATAN PETA
a. membangun geodatabase
Langkah-langkah :
Buka ArcCatalog
Tentukan tempat penyimpanan data dengan membuat folder baru dan dikasih nama,
misal > Studio_Pemetaan_2017
Selanjutnya, buatlah personal geodatabase pada folder “Studio_Pemetaan_2017” > new
> personal geodatabase
Setelah membuat geodatabase, buatlah beberapa feature class untuk data-data
kewilayahan dengan cara: klik kanan pada geodatabase DataDIY.mdb > New > Feature
Database > setelah itu berinama feature datasets yang anda buat sesuai dengan data yang
anda miliki (lihat tabel berikut).
Tabel. 1
Pilih proyeksi yang akan digunakan dalam pembuatan peta. Karena peta yang akan dibuat
adalah wilayah DIY, maka dalam proyeksi UTM, wilayah DIY terletak pada zona 49M
dan terletak pada southernhemisphere (belahan bumi selatan). Jadi, projected
coordinate system > UTM > WGS’84 > Southern Hemisphere > WGS 1984
UTM Zone 49S. KlikNext.
Pilih sistem koordinat yang akan digunakan untuk koordinat Z dalam feature datasets.
Pilih>Vertical Coordinate System > World > WGS1984. Klik Next > Finish.
Klik finish
Ulangi langkah tersebut untuk membuat feature dataset yang lain seperti yang tertera
pada tabel 1.
Contoh pembuatan feature class
Klik kanan pada feature datasets yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan
feature class pada tabel diatas.
Beri nama feature class yang anda buat sesuai dengan data yang anda miliki pada tabel 1.
Misal :
Name : Batas_kabupaten
Alias : Batas_Administrasi
Pilih tipe dari feature class yang ingin anda buat (lihat tabel 1 ). Kemudian klik Next.
Selanjutnya field name untuk data atribut yang akan diisikan pada feature class yang anda
buat. Untuk data type yang berupa Text, isikan Leght 100.
Field name yang anda isikan untuk masing-masing feature class yang akan anda buat
antara lain:
Tabel. 2
Ulangi langkah-langkah berikut untuk feature class yang lain.
b. proses georeferensing
Langkah-langkah:
Bukalah aplikasi ArcMap dan aturlah Data Frame yang anda gunakan sudah
mengunakan sistem koordinat UTM. Dengan cara klik view > Data Frame Properties
klik coordinate system > Projected Coordinated System > UTM > WGS 1984 >
Southren Hemisphere > WGS 1984 UTM Zone 49S kemudian klik ok. Maka
framework siap digunakan.
Setelah mengatur frame ArcMap, maka silahkan lakukan Georeferensing dengan cara
klik tools Add Data yang terdapat paa toolbar > pilih file Administrasi.bmp pada
folder DATA LATIHAN 03 dan klik Add.
Setelah peta tampil pada window, kemudian aktifkan toolbar Georeferensing, dengan
cara klik kanan pada toolbar yang kosong, kemudian pilih georeferencing.
Sebelum menambahkan titik kontrol, klik View Link Table sebagai tabel yang
menampilkan daftar titikkontrol yang akan dibuat.
Hilangkan tanda centang pada tombol Auto Adjust
Buatlah 4 titik kontrol dengan klik Add Control Point, tentukan 4 titik yang bisa
digunakan sebagai titik kontrol, yaitu titik yang diketahui X dan Y nya.
Klik pada titik yang akan digunakan sebagai titik kontrol, kemudian klik kanan >Input X
and Y. Setelah itu masukan angka koordinat X dan Y yang telah diketahui kemudian klik
OK. Untuk memperoleh aposisi yang akurasi, lakukan zoom in pada titik kontrol yang
digunakan, kemudian buatlah garis bantu.
Jika sudah menambahkan 4 titik kontrol pada peta tersebut, kemudian buka tabel daftar
titik kontrol yang anda buat dengan klik View Link Table kemudian aktifkan tools Auto
Adjust dengan tanda centang. Setelah itu lihat pada Total RMS Error. jika nilai RMSe
hasil georeferensing anda masih lebih dari 1 maka silahkan ulang georeferensing
Jika hasil RMSe sudah sesuai dengan ketentuan, kemudian lakukan updating
georeferencing, dengan cara klik Georeferencing > Update Georeferencing
Ulangi langkah – langkah georeferensing tersebut untuk HUJAN.bmp, LERENG.bmp,
dan TANAH.bmp pada folder DATA LATIHAN 03.
c. Input Data (ON-SCREEN DIGITATION)
Langkah-langkah:
On-Screen Digitation Polygon
Tampilkan data yang telah di georeferencing, misalnya ADMINISTRASI.bmp
menggunaka tools Add Data
Kemudian tapilkan feature class batas_kabupaten yang telah anda buat pada proses
membangun geodatabase , caranya Add Data > Studio_Pemetaan_2017 >
DataDIY.mdb > Data_dasar > Batas_Kabupaten setelah itu klik add
Aktifkan toolbar editor dengan cara klik kanan pada toolbar kosong dan pilih editor.
Setelah itu geser menu toolbar editor kearah toolbar yang kosong
Setiap kali akan melakukan digitasi, maka perlu diaktifkan tools Start Editing. dengan
cara klik kanan pada toolbar Editor > Start Editing
Sebelum melakukan proses digitasi, aktifkan dahulu toolbar snapping. Snapping
merupakan salah satu tools yang digunakan untuk mendeteksi titik (vertex), ujung garis
(end), atau tepi (edge) dari data vektor seperti feature class atau shapefile.
Lakukan proses digitasi pada batas terluar, mengikuti gambar pada AMINISTRASI.bmp
dengan cara klik feature claas yang akan diedit pada Create Feature dan pilihlah
construction tool > polygon. Lakukan digitasi hingga polygon tertutup.
Setelah batas luar sudah terdigit, maka lakukan digitasi pada poligon didalamnya dengan
menggunakan tools cut polygon. Untuk mempermudah digitasi bagian dalam buatlah
warna polygon menjadi hollow.
untuk melakukan pemotongan polygon, silahkan menggunakan tools cut polygon,
dengan langkah, select polygon yang akan dipotong > pilih cut polygon pada menu
toolbar editor > kemudian potonglah polygon batar terluar dari peta tersebut. Cara
memotong mulailah dari luar polygon dan berakhir diluar polygon yang akan dipotong.
Lakukan hingga setiap kabupaten terdigit.
Jika proses on-screen digitation selesai, silahkan disimpan hasil digitasi dengan cara klik
Editor > save edit > stop editing.
On-Screen Digitation Polyline
Tampilkan data ADMINISTRASI.bmp
Tampilkan featue class jalan yang telah dibuat pada proses membangun geodatabase
(Studio_Pemetaan_2017 > DataDIY > Data Dasar > Jalan) menggunakan tools Add
Data
Untuk memulai digitasi, klik Editor>start editing. pada toolbar creature feature pilihlah
feature class jalan (Polyline) dan untuk construction tools pilih line
Lakukan digitasi jalan dengan memperhatikan setiap segmen jalan
Setelah proses digitasi selesai klik Editor>save edit>stop Editing.
Lakukan cara-cara tersebut untuk digitasi sungai
On-Screen Digitation Point
Tampilkan peta administrasi
Setelah itu tampilkan feature class Ibukota_Kabupaten yang telah dibuat pada
proses membangun geodatabase (Studio_Pemetaan_2017) > DataDIY.mbd >
Data_Dasar > Ibukota_Kabupaten) menggunakan tools Add Data
Klik Editor>Start Editing
Pilihlah feature claas ibukota_kabupaten (point). Untuk Construction tools pilih
Point
Lakukan proses digitasi sampai semua titik ibukota terdigit
Jika semua titik ibukota telah terdigit silahkan klik kanan pada toolbar
Editor>saveedit>stop editing
lakukan digitasi pada TANAH.bmp jenis tanah (polygon) , LERENG.bmp kemiringan lereng
(polygon), HUJAN.bmp curah hujan (polygon).
d. Updating Data
Langkah-langkah:
Peta administrasi-batas kabupaten
Tampilkan data spasial yang akan dilakukan proses editing data atribut dengan tools Add
Data.
Tampilkan hasil digitasi pada feature class Batas_Kabupaten
Klik editor>start editing
Klik kanan pada layer Batas_Kabupaten > open attribute table
Setelah attribute table muncul, isilah data atribut untuk flied kabupaten, yaitu sesuai
dengan nama kabupaten. Caranya adalah select polygon yang akan diisi data atributnya
pada flied kabupaten> kemudian isikan data atribut pada attribute table yang ter-select
sesuai dengan nama kabupatennya
Untuk mengisi data atribut pada flied luas, maka hitunglah luas dari tiap poligon
kabupaten yang telah didigitasi. Klik kanan pada kolom (flied) luas>calculate geometry
Pilih satuan luas yang akan digunakan untukmengukur luas area kabupaten. Klik unit>
pilih (misal) square kilometers [sq km].Klik ok.
Setelah itu akan mucul angka-angka pada attribute table yaitu pada flied luas.
Klik pada editor>save edit jika telah tersimpan klik editor>stop editing
peta administrasi-jalan
Tampilkan hasil digitasi pada featur class jalan
Klik kanan >open attribute table
Jika attribute table telah muncul, buatlah flied baru dengan judul jns_jalan dan
pjg_segmen dengan menggunakan toolsAdd flied. Beri nama flied baru anda, yaitu
jns_jalan dengan type text dan pjg_segmen dengan type double. Klik ok
Langkah mengisi flied jns_jalan> select jalan yang sejenis (pada peta
ADMINISTRASI.bmp memiliki ketebalan sama), misal jalan Arteri/Utama> klik kanan
pada layer jalan>open attribute table>show selected records> kemudian pilih flied
jns_jalan> klik kanan >flied calculator>muncul kotak dialog > klik yes > isikan
“jalan Arteri/Utama” pada window flied calculator> klik ok. ulangi langkah tersebut
untuk jenis jalan kolektor, dengan cara pada attribute table> klik switch selection>
kemudian klik kanan pada flied jns_jalan> flied calculator. Isikan “jalan koletor” pada
window flied calculator
Untuk mengisi pjg_segmen >calculate geometry. Jika muncul kotak dialog klik yes
Pilih satuan panjang yang akan digunakan untuk mengukur panjang segmen jalan. Klik
unit > pilih meters klik ok
Peta administrasi-sungai
Tampilkan hasil digitasi pada featur class sungai
Jika attribute table telah muncul, buatlah flied baru dengan judul pjg_sungaidengan
menggunakan tools Add flied. Beri nama flied baru anda, yaitu pjg_sungai dengan type
double. Klik ok
Untuk mengisi pjg_sungai>calculate geometry. Jika muncul kotak dialog klik yes
Pilih satuan panjang yang akan digunakan untuk mengukur panjang segmen jalan. Klik
unit > pilih meters klik ok.
Ulangi langkah diatas dengan TANAH.bmp,LERENG.bmp, dan HUJAN.bmp dengan format
seperti dibawah.
1. peta adimistrasi DIY
Tabel. 3
2. peta tanah DIY
Tabel. 4
3. peta lereng DIY
Tabel . 5
6. peta hujan DIY
Tabel. 6
e. symbology
Langkah –langkah :
peta administrasi
Tampilkan peta adminidtrasi DIY yang telah dilakukan proses digitasi batas_kabupaten
, jalan , sungai , dan ibukota_kabupaten
Untuk feature class ibukota_kabupaten (simbol titik) > klik kanan pada feature class
ibukota_kabupaten > kemudian pilih properties > symbology > klik feature > single
symbol > double klik pada kotak kemudian pilih simbol sesuai keinginan > kemudian
klik ok
Untuk feature class jalan (simbol garis) klik kanan pada feature class jalan> pilih
properties > symbology > categories > pada value field pilih jns_jalan kemudian
nonatifkan yang ada tanda centang > Add all values > double klik pada jalan
Arteri/Utama kemudian edit symbol > pilih yang garis yang tebal > klik ok. lakukan
langkah yang sama terhadap jalan kolektor tetapi pada jalan kolektor pilihyang garisnya
kurang tebal.> setelah itu klik ok > klik apply
Untuk feature class sungai (garis), klik kanan pada feature class sungai> pilih
properties > symbology > klik features > single symbol > klik double pada kotak
> edit simbol > pilih simbol yang ada tulisan river > kemudian ok > klik Aplly
Peta kemiringan lereng
Tampilkan peta kemiringan lereng DIY yang telah di digitasi
Klik kanan pada feature kemiringan lereng
Klik properties
Pilih symbology dan klik categories
Nonaktifkan yang ada tanda centang
Pada value field pilih kem_lereng kemudian klik Add All Values
Pilih warna yang sesuai dengan keinginan pada color Ramp
Klik Apply
Peta curah hujan
Tampilkan peta curah hujan DIY yang telah di digitasi
Klik kanan pada feature curah hujan
Klik properties
Pilih symbology dan klik categories
Nonaktifkan yang ada tanda centang
Pada value field pilih crh_hujan kemudian klik Add All Values
Pilih warna biru pada color Ramp
Klik Apply
Peta jenis tanah
Tampilkan peta jenis tanah DIY yang telah di digitasi
Klik kanan pada feature jenis tanah
Klik properties
Pilih symbology dan klik categories
Nonaktifkan yang ada tanda centang
Pada value field pilih jns_tanah kemudian klik Add All Values
Pilih warna coklat pada color Ramp
Klik Apply
f. DISPLAYING (layouting)
Langkah-langkah :
peta adminidtrasi
Untuk memulai proses layouting peta, pilih menu view > layout view
Aktifkan toolbar layout dangan cara klik kanan pada toolbar > layout
Atur ukuran kertas orientasinya landsape, caranya klik menu file > page and print
set up
Untuk mengatur agar skala peta tidak berubah-ubah ketika melakukan layouting maka
skala peta dapat dikunci dengan cara klik menu view > data frame properties.
Kemudian pilihlah tab dataframe pada kolo extent > pilih fixed scale > aturlah
sesuai dengan keinginan misal 1:500.000 klik ok
Menambahkan komponen kelengkapan pada peta
Menggunakan toolbar draw
Cara menambahkan judul pada peta klik insert > klik text > klik dimana akan
diletakan judul peta > tuliskan judul peta dengan “ PETA ADMINISTRASI
PROVINSI DIY “ > pada judul peta double klik dan ubah ukuran tulisan
Cara menambahkan skala angka dengan cara klik insert > scale text kemudian secara
otomatis akan muncul skala angka sesuai dengan skala peta yang telah diatur sebelumnya
> kemudian atur penempatan skala peta tersebut
Cara menambahkan skala grafis klik insert > scale bar. Setelah muncul skala bar
selector, pilihlah tipe skala grafis yang diinginkan klik ok
Cara menambahkan orientasi peta klik insert > North Arow, setelah muncul North
Arrow Selector, pilihlah tipe orientasi yang ingin ditampilkan dan klik ok > kemudian
atur letak orientasi peta
Cara menambahkan legenda peta klik insert > legend > setelah itu muncul legend
window wizard, maka anda dapat mengatur informasi > setelah mengatur informasi
dalam legenda klik next > kemudian ubahlah tulisan legend menjadi legenda > setelah
mengatur jenis legenda klik next > setelah mengatur border klik next > klik next > dan
klik finish
Menambahkan grid koordinat peta dengan cara klik view > data frame properties >
kemudian muncul window data frame properties, masuk pada grid tab > new grid >
setelah masuk pada grid and graticules wizard > pilih jenis grid yang akan digunakan >
pilih measured grid kemudian klik next > kemudian aturlah tampilan grid koordiat
yang diinginkan dan aturlah interval koordinat pada sistem grid yang diinginkan klik next
> atur format grid yang ingin anda tampilkan klik next > klik finish
Menambahkan keterangan sumber pada peta , sistem proyeksi, sistem koordinat, dan
pembuat peta dengan cara klik insert > text kemudian ketikan keterangan sumber pada
peta , sistem proyeksi, sistem koordinat, danpembuat peta.
Menambahkan objek gambar / foto pada peta dengan cara klik insert > picture
kemudian pilih gambar yang diinginkan.
Penyimpanan hasil peta dalam format lain dengan cara klik file > export map > ubah
save us type menjadi JPEG kemudia klik save
Ulangi langkah-langkah diatas dengan peta kemiringan lereng, peta curah hujan, peta
jenis tanah.
Hasil akhir :
Peta Adminidtrasi Provinsi DIY
Peta Jenis Tanah Provinsi DIY
Peta Kemiringan Lereng Provinsi DIY
Peta Curah Hujan Provinsi DIY
2. analisis layout
Kelebihan : kelebihan dari peta ini adalah membantu memberikan informasi kepada pembaca
peta tentang administrasi provinsi DIY, curah hujan provinsi DIY, kemiringan lereng yang ada di
provinsi DIY, dan jenis-jenis tanah di provinsi DIY.
Kekurangan : kekurangan dari peta ini adalah masih merupakan peta terbang yang menyulitkan
pembaca untuk mengetahui dimana letak provinsi DIY.
3. kesulitan dalam pembuatan peta digital
Kesulitan yang kami alami pada saat georeferensing yang nilai erornya selalu diatas satu,
kesulitan lain pada saat digitasi yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, kadang slow
reponding, dan error.
4. kelebihan dan kekurangan software ARCGIS
Kelebihan : membantu untuk memudahkan dalam pembuatan peta digital
Kekurangan : sering terjadi eror pada saat pembuatan peta
BAB 4
KESIMPULAN
ARCGIS merupakan salah satu perangkat lunak pemetaan yang banyak digunakan di
Indonesia sebagai suatu Tools dalam melakukan pemetaan. Perangkat lunak ini memiliki
beberapa elemen atau komponen, yaitu ArcMap, ArcCatalog, ArcScene, dan ArcGlobe.
ArcMap merupakan aplikasi ARCGIS desktop yang digunakan untuk semua pekerjaan
pemetaan, termasuk visualisasi data, analisis data spasial, editing peta, dan produksi peta.
Langkah-langkah pembuatan peta : Membangun geodatabase, proses Geoprosesing, Input Data
(ON-SCREEN DIGITATION), Updating Data, symbology, DISPLAYING (layouting).
Kekurangan dari peta yang kami buat adalah masih merupakan peta terbang yang menyulitkan
pembaca untuk mengetahui dimana letak provinsi DIY. kelebihan dari yang kami buat adalah
membantu memberikan informasi kepada pembaca peta tentang administrasi provinsi DIY, curah
hujan provinsi DIY, kemiringan lereng yang ada di provinsi DIY, dan jenis-jenis tanah di
provinsi DIY.