Anda di halaman 1dari 23

BAB2

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Lat:u Belakang Perusaba:nt

PT Indomatsumoto Press & Dies Industries merupakan perusahaan yang

bergerak dalam bidang manl((aktur stamping parts perusahaan ini berdiri pada tanggal 2

Agusius 1991 dengan berkantor pusat di Wisma Indomobil Jalan MT. Haryono kav 8.

PT Indomatsumoto Press & Dies Industries merupakan anak perusahaan dari Indomobil,

pada awalnya perusahaan ini berdiri karena untuk memenuhi kebutu. an fndomobil

dalam penyediaan part-- part melalui proses stamping.

PT !ndomatsumoto Press & Dies Industries berlokasi di Bekasi Timur jalan

Toyogori Tambun dengan Iuas ta.:1ah sebesar 6880 M dan Iuas banga'1an sebesar 4539M.

· Pada waktu berdiri, PT Indomat un10to Press & Dies Industries mempunyai karyawan

57 orang dcngan pcmbagian kerja sebanyak 2 shift. PT Indomatsumoto Press & Dies

Industries mempunyai kemarnpuan produksi sebanyak 2.500.000 stoke I month dengan

rata- rata sales unit sebesar 1.000.000 units I month, selain itu perusahaan ini rata- rata

memproduksi 1.500.000 stroke I month.

Pemsahaan Indornatsunwto terdiri dari tiga perusai aan pernegang sai1an1, yaitu :

o Matsumoto Industries ( 49 %)

o PTIMG Sejahtera Langgeng ( 41 %) dan

o PT Indomobi! Sukses Intemational1bk ( 10% ),


6

Paid up capital yang dibutuhkan untc:k mendirikan pemsal-taan ini sebesar Rp.

2931.000.000, dalam menjalankan fungsinya secara operasional PT Indomatsumoto di

managed o!eh Salim Group.

Produk utama dari PT Indomatsumoto ada!ah komponen untuk otomotif2w 14w

adapun produk laiunya yang berupa pesanan. Pada urnumnya mesin yang digur;,a_kan

dalam memproduksi di PT Indomatsumoto adalab mesin pres, mesin welding, dan mesin

shearing.

PT Mambeni Ste! Processing Indonesia merupakan Supplier utama dari PT

Indomatsmoto, PT Ma:mbeni mengirim coils ( sphc I sppc ) sebagai bahan utama

pembuat produk- produk PT Indomatsumoto.

Production method yang digunakan dala'll PT Indomatsumoto adaiah Just In

Time Method.

Berikut ini adalal:t customer - customer dari PT Indomatsu:noto


:

• PT Indomobil Suzuki Intemasional

• PI Yarnaha Ir.donesia Manufacturing

• PI Hino Indonesia Manufacturing

a PT lndokarlo Perkasa

• PT Panasonic Gobel Electronic Component

• PT Nihon Plast Indonesia

• PTMeiwa
7

PT Indomasumoto mempunyai representatives sebagai berik:ut :

• Scebronto Laras ( President Director )

• Kaname Matsumoto ( Vice President Director )

• Yukio Matsumoto (Director)

• JosefUtamin (Director)

2.2. Struktur Organisasi dan Manajemen Pe.rusabaan

DIRBISI

DIV1S10N

DEPAR1ME
NT

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Indomatsumoto Press & Dies Industries

Organisasi merupak:a'l k:eseluruhan ak:tifitas manajemen dalam mengelompokkan

anggota-anggota organisasi yang mempunyai tugas, kewajiban, wewenang dan tujuan

agar tercapainya kerja sama yang baik. Tiap-tiap bagian dahun organisasi memimpin

satu atau beberapa orang bawahan. Struktur organisasi PTindomatsumoto pada umu.,.'1l!

lya sama dengan stnL!(tur organisasi kebanyakan perusahaan lain. Dalam struktur ini

dipimpin oleh dire!z.i atau biasanya disebut sebagai owner, owner tidak turun
&

langsung ke dalam pengawasan akiifitas pabrik tetapi dia hanya menjadi pengawas saja.

Yang bertanggung jawab langsung terhadap berjalannya aktifitas pabrik adalah head

atau biasa dikenal dengan direktur.

Untuk iebih jelasnya berikut ini dijelaskan siapa saja yang terlibat dan tugas

masing - masing, yaitu:

• Direktur(Head)

Mengawasi dan bertanggung jawab atas jalarmya kinelja pabrik dari segi

opersional, keuangan dan surnber daya manusianya.

Selain itu ada beberapa tugas daripada head, yaitu :

l. Mewakiii direksi.

2. Mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan pabrik dalam hal bahan

baku cia.n. produksi untuk memenuhi pesanan pelanggan.

3. Memimpin dan mengendalikan manajer-manajer pernsalrnan.

4. Memimpin da.11 mengawasi sehnuh aktivitas kerja pernsahaan.

5. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

6. Mengatur semua pembelian bahan baku dan penjualan barangjadi.

7. Mengambii keputusan perusabaan yang tela.l} disetujui direksi.

• Manajer Keuangan(Finance)

Bertanggung jawab dalarn menjalankan dan mengelola kebijakan

keuangan perusahaan sehingga dapat menghasilkan income yang baik dengan

modal yang cukup. Manajer keuangan membawahi staff keuangan dan kasir.

Adapun tugas dari bagian keuangan, yaitu:


9

1. Mencatat dan melaporkan infonnasi dalam bentuk laporan slstem

akuntansL

2. Mendokumentasikan dan menyimpan laopran.

3. Mengalokasikan dana secara tepat untuk laba operasi perusahaan.

4. Mengestimasikan biaya penge!uran rutin perusahaan.

• Manajer Sumber Daya Manusia(HRD)

Mengelola sdm ya.rtg ada eli lingungan pabrik dan bertanggung jawab atas

kesejahteraan sdm di pabrik tersebut. Mana,ier sdm membawahi beberapa

orang stru"f. Bagian su.'llber daya manusia ada dua, yaitu: Personnel dan

Gathering Affairs (GA) Department yang mempunyai tanggung jawab

sebagai berikut :

!. Merawat dan menjaga kebersihan bangunan/gedung sekitamya serta

!ingkungan pabrik.

2. Pengadaan dan perawatan peralatan kantor, peralatart keselamatan

kelja, peralatan material handling, AC danlampu penerangan

3. Pengadaan dan perawatan kendaraan opersional dan transportasi

4. Perizinan perusahaan

5. Pengadaan dan pelatih<U'1 ke1ja

6. Proses penegakan disiplin kerja

7. Pengelolaan pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan pekelja I

keluarga pekerja

8. Menerapkan dan memelihara prosedur identifikasi kebutuhan

pelatihan seluruh pekerja.


10

9. Merencanakan kegiatan da!am divisi Personnel dan GA.

10. Mengorganisir seluruh kegiatan sesuai rencana.

11. Mengkoordinir pe!aksanaan kegiatan.

12. Mela.lcukan pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan

kegiatan, mencip!akan suasana keija yang harmonis.

• Manajer Operasional

Manajer operasional bertanggungjawab atas pekerjaan yang dilakukan dalam

proses di pabrik dari bahan menta.h hingga menjadi barang yang siap dikirim

kepada pelanggan. Manajer operasional membawahi 3 orang supervisor

yaitu:

* ,Haintenance
Bertanggung jawab da1am memelihara maintenance pabrik mulai dari alat

berat, mesin sampai kepada kebersihan pabrik. Supervisor ini dibantu

oleh beberapa orang staff maintenance. Berikut ini adalah tugas - tugas

lainnya dari maintenance :

1. Memasang, menyiapkan, menguji coba sernua fasilitas produksi dan

rnenyerahkannya kepada operator serta melengkapinya dengan

pedoman pemakaian mesin

2. Mengadakan rencana pemeliharaan mesin-mesin produksi yang tepat

3. Menyiapkan tata cara penanggulangan sementara bila mesin produksi

tidak beroperasi sepenuhnya.

4. Menyediakan suku cadang masing-masing mesin


11

e Produksi

Bertanggung jawab dalam berjalar_nya proses produksi dalam pabrik

mulai dari bagian welding, press dan quality sehingga menghasiika:n

barang jadi yang baik dan sesuai. Supervisor produksi dibantu oleh

ba:nyak staff dari 3 bagian tersebut, irl adalah bagian ya'1g paling penting

dalam jala;nya suatu pabrik. Berikut ini adalah tugas- tugas lainnya dari

produksi:

1. Mengkorordinir pelaksanaa\1kegiatan.

2. Mengorganisasikan seluruh kegiatan produksi sesuai rencana.

3. Melakuka"'1 pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan

kegiatan.

" PPC

Bertanggu:ng jawab dalam menangad bagian gudang serta admL-'"!istrasi

produksi, bagian ini biasanya sangat berhubungan dengan proses

pengiriman serta penerimaa'1 barang dari dan ke!uar pabrik. Berikut ini

adalal1 tugas tugas iairm.ya dari PPC adalah :

I. Menetapkan dan menentukan ukuran kua!itas serta akurasi untuk

mempertahankan reputasi perusahaa:n.

2. Mempersiapkan bentuk pola perkakas dan cetakan untuk mendukung

al<urasi produksi.

3. Mengestimasi biaya produksi suatu produk untuk pelanggan dan

meminta persetujuan atas biaya tersebut.


12

4. Mengadakan perbaikan terus-menerus terhadap pola produksL

5. Melakukan pengecekan intensif terhadap persediaan.

2.3. Sumber Daya Man usia (SDM)

Karyawan yan.g bekerja di PT Indomatsmnoto Press & Dies Industries pada saat

inj berjumlah 210 orang dengan perincian karyawan langsung ( 150 orang ) dan

karyawan tidak langsung ( 60 orang ). Karyawan tidak langsung biasanya hanya dipakai

bila kekurangan surnber daya saja seperti bila menghadapi jumlah pesanan yang banyak,

sehlngga diharuskan menambah shift yang sudah ada. Latar belakang para karyawan PT

Indomatsmnoto heranekaragam ( SLTP, SLTA, D3, Sl ).

PT Indomatsmnoto Press & Dies Industries pada mnumnya mengambil buruh

dar:i daerah sekitar pabrik dengan presentase sebagai berikut Direct Labour ( 72 % ) dan

Indirect Labour ( 18 % ). Attendance Ratio yang dimiliki oleh para huruh tersebut

sebesar 97,46 %. Dalam melakukan suatu pekerjaan baik di kantor maupun di suatu

pabrik diper!ukan sebuah jam kerja yang baik dan terorganisir secara berkala. Kefisienan

dan keefektifan jam kerja sangat berkaitan erat dengan produktivitas suatu pemsahaa!L

Ada dua macaw jam I shift kelja da!arn PT Indornatsumoto yakni jam kerja

untuk karyawa..r1 administratif dan sistem kerja untuk buruh pabrik tersebut. Untuk

karyawan administratif ( yang bekerja di kantor ), jam kerjanya adalah satu shift masuk

jam 8.00 dan pulangjam 17.30 pada hari sabtu karyawan ini tidak masuk kantor ( libur ).

Selain itu ada juga jam keija untuk buruh pabrik, yaitu jam kerja dua shift secara

bergantian siang dan malam.


13

Jumlah jam kerja ini bisa saja ditambah ataupun dikurangi tergantung pada

banyaknya item yang akan diproduksi. Setiap kelompok buruh akan dipimpin oleh

seorang supervisor. Berikut ini adalah jadwal dari pergantian shift ( jam kelja ) yang

beriaku di PT Indomatsumoto, yaitu:

• Shift i pukul 07.30 sampai 19.05 bila hari jumat sampai 17.10 dengan

waktu istirahat dari pukul12.00 sampai 13.00

• Shift 2 pukul 19.30 sampai 04.45 dengan waktu istirahat dari pukul 23.00

sampai 24.00.

Sebelum dimulainya kegiatan di dalam pabrik akan dilakukan briefing terlebih

baik itu di kalangan buruh pabrik maupun karyawa11 kantor pabrik tersebut. Briefing

tersebut di pimpin oleh Kepala Regu.

2.4.. Sistem Kerja

Sistem kerja yang baik dan benar sangat berpengaruh di dalam satu perusahaan,

buruknya sistem kelja di dalam perusahaau akan mengakibatkan buruknya juga

produktivitas dari perusahaan tersebut Dalam merancang suatu sistem kerja harus

diperhatikan penyemgaman antara sebruh karyawan, ini dimaksudkan agar bisa

menghasilkan optimalisasi dalam beijalannya suatu perusahaan. Ada 2 macam sistem

kerja pada PT Indomatsumoto yaitu : sistem kerja dalam hubungannya dengan sikap

tenaga kerja d&'1 sistem kerja dalam hubungannya dengan keselamatan dan kesehatan

tenaga kerja.
14

2.4.1. Sistem Kerja dalam Hubungannya dengan Sikap Tenaga Kerja

Sikap tenaga kelja pada PT Indomatsumoto sangatlah diperhatikan oleh

perusahaan, karena menyangkut penggunaan berbagai maeam mesin yang kbusus. Sikap

tenaga kerja haruslah efisien untuk mengurangi gerakan -- gerakan yang dianggap tidak

perlu dalam suatu. proses peke jaan, karena ini bisa membuang tenaga dan waktu dari

p3Ia karyawan dan mempengaruhi produktivitas karyawan.

Berikut adalah contoh dari sikap tenaga kerja di PT Indomatsumoto dalam hai

penggunaan mesin- mesin produksi :

• Posisi pekerja mesin potong

Pertama kali pekelja melakukan posisi berdiri untuk mengankat lempengan

plat ke mesin potong, kemudian pekerja kembali dan menekan tombol

dengan kedua tangan untuk memulai proses tersebut.

• Posisi pekerja mesin press

Pertama kali pekerja meletakkan benda kerja dengan kedua tangan laiu

setelah itu pekelja menekan tombol dengan kedua tangan untuk memuiai

proses tersebut.

• Posisi pekerja mesin welding

Posisi pekelja dalam keadaan duduk dan kaki kid menekan pedal pengelasru"1

untuk memulai proses tersebut.


15

2.4.2. Sistem Kerja dalam Hubungannya dengan Keselamatan dan

Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja haruslah dijaga baik oleh pekerja

tersebut ataupun perusahaan dimana tempat ia bekelja. Maka diperlukan perancangarr

sistem kerja dalat-n perusahaan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan

keselamatan kerja. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu : sikap kerja,

posisi kerja, dimensi ruang kerja, kondisi lingkungan ke!ja, efisiensi ekonomi gerakan

dan pengaturan fasilitas kerja.

PT Indomatsumoto sudah merancang sistem kelja berhubungan dengan

keselamatan ka:ryawaunya, berih:ut adalah penerapaunya:

• Ruang gerak operator yang luas

• Jarak yang cukup antar mesin ( 1,5 meter)

• Waktu break operator setelah tigajam bekerja

• Operator duduk atau berdiri pada saat bekerja sesuai dengan prosesnya.

• Penggunaan masker dan kacamata pada bagian welding.

2.5. Proses Produksi

Bagian proses produksi merupakan bagia.11 yang paling penting dalam suatu

pabrik, disinilah terj adi pengolahan suatu barang mulai dari bahan mentah hingga siap

untuk dipasarkan.

Proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode dan teknik untuk

menciptakan atau menan1bah keg>JUaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan
16

sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan dan dana) yang ada. Ada dua macam

proses produksi yang dikenal dalam dunia perin.dustrian, yaitu :

• Continous process (proses prodcl:si terns- menerus)

• Jntermitten process (proses produksi terputus- putus )

Proses produksi yaag te1jadi di PT lndomatsumoto secara garis besar dimulai

dari bagian ppc yang menerima po dan forecast dari customer. Setelah itu bagian ppc

akan mengecek ke gudang apakah masih ada stok jika ada maka stok tersebut yang akan

dikirim ke konsumen, jika tidak maka barang tersebut akan diproduksi kembali. Dalam

PI Indomatsumoto proses produksi akan di!akukan secara kontinyu tanpa adanya

pemisahan, ini dikarenakan PT Indomatstnnoto sudah memegang konsumen- konsumen

yang pasti sepe ti suzuki da:1 indomobil group.

Untuk lebih jelasnya mengenai arus produ.ksi akan dilampir.kan pada lampiran.

Selain itu adapun ciri - ciri dari proses produ.ksi jenis ini yang bisa dilihat dalam

kegiatan di PT Indornatsumoto, antara lain:

• Produ.k yang dihasilkan mempunyai suatu standart yang telah ditetapkan atau

sesum pesanan.

• Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar dengan vanas1 yang relatif

sedikit.

• Tata letak di pabrik in!disebut juga poduct layout, dimana cara penyusunan

peralatan atau mesin disesuaikan denga.11 proses untu.k menghasilkan barang

tersebut.

• Bila teljadi kerusakan atau hambatan dalam proses produ.ksi maka akan

mempengaruhi proses yang lain.


17

• Mesin yang dipakai dalam proses ini biasanya mesin yang bersifat khusus

seperti mesin potong dengan berbagai jenis, mesin press dengan berbagai

uku:-an dan ada juga robot yang mengerjakan proses welding. Mesin- mesin

ini dikenal dengan istilah special purpose machine.

• Tenaga kerja yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, satu orang dapat

menaugani sejumlah mesin bisa masih dengan jenis mesin yang sama.

Misalnya mesin press 100 ton dengan mesin press 60 ton.

• Pengesetan standart produk di mesin sudah baku, karena biasanya pabrik

akan membah set tersebut bila pabrik sudah memenuhi kapasitas yang

diinginkan.

• Para bur.;h yang beke!ja biasanya Slidah biasa me!akukan kegiatan tersebut

sehingga bisa meminilimasi kegagalan yang mungkin terjadi. Selain hal- hal

yang diuraikan diatas, ada juga kekurangan - kekurangan bi!a menggunakan

proses model ini antara lain:

• Akan timbul kesulitan bila konsumen menghendaki untu.k merubah

spesiftkasi produk pada saat proses produksi sedang berja!an.

• Tingkat produksi bersifat kaku, sehingga sulit untuk menemukan dan

membuat inovasi yang baru dalam kegiatan pabrik.

• Buruh pabrik mudal:l jenuh karena hanya mengerjakan pekerjaan yang sama

setiap waktu.

" Proses produksi mudah terhenti atau terhambat karena sangat bergantung

pada kinerja mesin yang ada, kerusakan mesin bisa menghambat proses yang

lainnya.
18

2.6. Perenca:mum dan Perancangan Produksi

Perencanaan dan perancangan produk.si yang hendak dibnat oleb perusahaan

sangatlah penting yang juga merupakan kegiatan utama sebdum proses produksi.

Kegiatan perencanaan dan perancangan produksi didasari oleh keinginan konsn1nen

yang ada, dimana data tersebut didapat dari bagian pemasaran ya11g telah melakukan

perja.njian peketjaan dengan konsumen

PT Indomatsumoto hanya melakukan perencanaan produksi saja karena biasanya

perancangan plat untuk pedoman produksi sudah dilakukan pcrusahaan terkait atau

perusahaan lainnya. Perencanaan produksi diiakukan oleh bagian ppic ( seorang

supervisor ppic dibantu dengan beberapa stafuya ) dimana biasanya sudah dilakukan dua

bulan sebe!umnya un.tuk mencega.'I keterlambatan dalam pengiriman barang jadi.

Pada saat ini perencanaan dan perancangan di PT lndomatsumoto bersifat

pennanen karena belum ada order barang dari perusahaan bam !ainnya. Kegiatan rutin

PT Indomatsumoto adalah memenuhi order dari PT Suzuki internasional dan anak

Perusahaan Indomobil !ainnya.

Dalam me!akukan suatu perencanaan produksi barang perusahaan harus juga

memikirkan banyaknya barang gaga! yang mungkin terjadi, oleh karen itu perusahaan

harus me!ebihkan jumlahnya dari jumla.'I pesanan yang ada. Selain itu barang yang lebih

bisa dijadikan sample untuk penelitian maupun jika diperlukan kembali untuk produksi

Diatas dije!askan mengenai perenca11aan produksi, selain itu perusahaan harus

memperhatikan juga perencanaan gudang seperti keluar masuknya bahan baku dan

pengiriman barang jadi ke konsumen, Semua :hal yang berkaitan dari masuknya ba..han
19

mentah sampai pengiriman kepada konsumen hams dijadwalkan dan dijalanka'1 denga'1

tepa!.

2.7. Tata Letak Pabrik

Baik buruknya perjalanan suatu proses produksi dipengaruhi oleh tata letak yang

ada di dalam pabrik tersebut, baik itu tata letak mesin ataupun bagian - bagian

penunjang lainnya. Adanya tata letak yang baik didalam suatu pabrik akan rnemudahkan

alir..n proses yang te1jadi untuk memproduksi suatu barang serta meminimumkan

perpindahan barang yang akan terjadi.

Ini akat"l berdampak kepada cost yang dipakai untuk operasional pabrik serta

akan membuat sistem produksi iebih efisien dan efektif. Tata letak pabrik PT

IndomatslmlOto terdiri dari ruangan kantor yang berada di lantai atas ruang produksi

sehingga memudahkan pemantauan proses produksi yang dilakukan. Selain ruang kantor

ada juga lantai produksi, gudang, serta ruang makan karyawan, ruang tarnu dan

musholia. Berikut hli akan dijelaskan secara rinci ruang ·- ruang tersebut, yaitu :

• Lantai produksi

Lantai produksi mempunyai lokasi yang terbesar dimana didalam lantai

produksi dibagi men.iadi empat bagian yaitu bagian mesin press, mesin

potong, mesin weiding dan mesin welding dengan tenaga robot. Selain itu

bagian quality control dan kantor lantai produksi juga termasuk didalarnnya (

satu !okasi ).
20

• Gudang

Gudang terletak berdampingan dengan lantai produksi, ini dimaksudkan agar

perpindahan yang te!jadi baik dari dalam maupun keluar gudang tidak

memakan jarak yang jauh sehingga bisa lebih etektif dan menekan biaya

perphldai1an. Di dalam gudang sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu

bagian barang jadi d&'l ballan mentah y:J.ag akan dig!ll1akan dalam proses

produksi. Selain itu di dalam area guda.'l.g juga terdapat kantor yang berisi

data- data peneri.tnaan dan pengeluaran barang yang te!jadi.

• Ruang makan karyawan ( kantin )

Ruangan ini berada di bawah kantor, lebih tepatnya di lantai produksi.

Ruangan ini bisa menampung karyawan pada saat makan siang dengan cara

bergantian pemakaiannya ( shift ), diperkirakan bisa menampung 20 orang (

kurang lebih ) secara bcrgantian. Penempatan ruangan ini sangatlah efektif

dan efisien bagi karyawan yang bekerja di PT Indomatsurnotc.

• Ruangtamu

Ruangan ini berada di bagian depan dari pabrik dan di lantai dasar sehingga

berdampingan dengan lantai produksi. Ruangan ini dipakai untuk bertemu

atau rapat dengan tamu yang dat&>g.

• Musho!la

Ruangan ini ter!etak di pojok kiri dari bangunan pabrik.

Berikut ini gambar denall secara jelas dari PT Indomatsumoto :


2i

Gambar 2.2 Denah lantai 1 PT Indomatsumoto Press & Dies Industries

Gambar 2.3 Denah iantai 2 PT lndomatstL'l.1oto Press & Dies Industries


22

Pola aliran ba.h.m1 di PT Indomatsumoto berbentuk huruf U yakni dimu!ai gudang

ke la11tai produksi dan berakhir kembali di gudang. Bahan yang diambil dari gudang

akan digunakan pada mesin - mesin yang ada alaupun tidak semua mesin memakai

bahan tersebut. Pergerakan pemindahan bahaa ke mesin dilakukan dengan menggunakan

fork!ifl ataupun manual, begitu juga perpindahan bahan dari mesin ke mesin selanjutnya.

Sebelum bahan tersebut sampai kepada mesin yang diinginkan biasanya bahan - bahan

yang ada diietakkan pada wadah ( buffer ) terlebih dahulu.

2.8. Manajemen Mutu

Suatu mutu sangatlah penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan, karena

mutu itu adalah suatu citra perusahaan bila ingin bersaing dengan perusahaan yang lain.

Dalam suatu industri rnanufaktur mutu ya.11g diperhatikan tidak hanya mutu produk

jadinya saja, tetapi juga mutu pada waktu proses produksi tersebut dijalankan begitu

juga dengan PI lndomatsumoto. Yang dimaksud mutu pada waktu proses adalah mutu

dari balum baku yang didapat sarnpai kepada mutu apa saja yang terkait kepada proses

tersebut. Ada beberapa hal yang diperhatikan PT Indomatsumoto dalarn pengendalian

mutu bahan baku, yaitu :

• Spesifikasi bahan

Bahan baku yang diterima hams sesuai dengan apa yang kita pesan baik dari

segi ukuran, model da.11 bahannya.

• Dokumen pendukung
23

Bahan baku yang masuk ke dalazn PI IndomatsUc"!loto harusla.'I dilengkapi

dengan dokumen dokumen yang terkait, seperti form pemesanan, surat

jalan dan kwitansi pembayaran. Semua dokumen - dokumen yang datang

dengan bahan baku akan diproses didalam adminstrasi kantor.

Selain memperhatikan mutu bahan baku, PT Indomatsumoto JUga

memperhatLkan mutu proses, seperti :

• Cara pembuatan produk sesuai standart

Pembuatan produk yang salah akan mengakibatkan banyaknya barang gaga!

yang akan timbul sehingga mutu produk akan menjadi jatuh.

• Mutu kinerja mesin

Kinerja mesin yang sudah tidak optimal akan mengak.ibatkan kepada produk

yang a.l::an dihasiikan.

• Mutu kinerja karyawan

Yang terkait dengan produksi tidak lain adalah karyawan pabrik tersebut,

karyawan yang mempunyai tanggung jawab baik akan mengerjakan dan

menyelesaikan pekerjaannnya dengan sungnh ·- sungguh.

Yang paling penting adalah mutu yang berhubungan langsung dengan konsumen

dari perusahaan tersebut, yaitu :

• Mutu produk

Produk yang d1hasi!kar. dapat dikatakan mempunyai mutu yang tinggi bila

produk tersebut sesuai pesana.."1 dan tidak terlambat sampai kepada konsumen

yang menerimanya. Produk juga harus tahan lama dan tidak cepat rusak. PT

Indomatsumoto memberikan garansi terhadap mutu prodtLl;: yang dihasilkan.


24

• Standarisasi mutu

Pada saat ini ba.'lyak perusahaan yang menganggap bahwa standarisasi mutu

sangatlah penting (ISO 9001, ISO 14001, Malcolm Badridge). Bcgitu juga

dengan PT Indomatsumoto, perusahaan ini yakin dengan mereka memakai

brau.d standarisasi tersebut, maka kepercayaan konsumen terhadap

perusahaan ini akan sem ldn baik Oleh karena itu pada saat ini PT

Indomatsumoto sedang dalam proses nntuk mendapatkan sertifikat brand

tersebut, pada saat ini sudah mencapai tahap prosedur dari ISO 900 L ISO

9001 yang diambii PT, Indomatsumoto berlaku dalam lingkungan

manajemen perusahaan.

2.9. Visi dan Misi PT Indomatsumato Press and Dies Industries

Visi organisasi mernuat mimpi organisasi yang pa!i.TJ.g ambisius. Visi organisasi

juga r:1emberikan pandangan bersama tentang situasi masa depan yang diinginkan dan

bias dicapai, serta jalan 1mtuk mencapainya. Visi menUJ1jukan apa yai1g ingin dicapai

organisasi, apa yang penting untuk keberhasi!annya, da.'l ma11a factor penentu

kcberhasilan yang membuatnya unik. Standar, nilai, dan prinsip juga merupakan bagian

dari visi organisasi.

Misi orgarJsasi memua:identitas organisasi dan menunjukan alasan keberadaan

organisasi tcrsebut Misi yang diciptakan secara efektif menciptakan rasa pcrsatuan

dalam perilaku karyawan, memperkuat keselarasan mereka, dan memperbaiki

komunikasi sert.a suasana dalam organisasi.


25

2.9,1. Visi

"Menjadikan PT Indomatsumoto Press & Dies Industries sebagai perusahaan

penghasil komponen otomotif yang rctampu bersaing dengan perusahaan sejenis, dengan

efektif dan efisien baik dalam lingkungan Indomobil maupnn Non Indomobil".

2.9.2. Misi

Berikut misi dari PT Indomatsumoto adalah sebagai berikut :

L Mendukung pembuatan komponen otomotif yang dibutuhkan oleh

perusahaan - perusahaan daiam Iinkungan Indomobil group maupun

perusahaan perakitan otomotif !ainnya.

2. Memproduksi barang dengan mutu balk, biaya prouksi efisien, tepat waktu

dalam pengiliman.