Anda di halaman 1dari 1

I. PENDAHULUAN 8. Surat Advokasi Menteri Kesehatan Nomor V.

STRATEGI PENYELENGGARAAN
PK-02-01/Menkes/323/2015 tentang STBM
Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait
STBM kepada Kepala Desa di Seluruh
pembangunan kesehatan, khususnya bidang Strategi penyelenggaraann STBM meliputi 3
Indonesia.
higiene dan sanitasi masih sangat besar. (tiga) komponen yang saling mendukung satu
STBM Untuk itu perlu dilakukan intervensi terpadu
II. TUJUAN STBM
dengan yang lain yaitu penciptaan lingkungan
melalui pendekatan pembangunan sanitasi yang kondusif (enabling environment),
(SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT)
total. Pemerintah merubah pendekatan Mewujudkan perilaku masyarakat yang peningkatan kebutuhan sanitasi (demand
pembangunan sanitasi nasional dari higienis dan saniter secara mandiri dalam creation) dan peningkatan penyediaan akses
pendekatan sektoral dengan penyediaan rangka meningkatkan derajat kesehatan sanitasi (supply improvment). Apabila salah
subsidi perangkat keras yang selama ini tidak masyarakat yang setinggi-tingginya. satu dari komponen STBM tersebut tidak ada
memberi daya ungkit terjadinya perubahan maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM
perilaku higienis dan peningkatan akses III. INDIKATOR STBM tidak maksimal.
sanitasi, menjadi pendekatan sanitasi total Menurunnya kejadian penyakit diare dan
berbasis masyarakat yang menekankan 5 penyakit berbasis lingkungan lainnya yang
(lima) perubahan perilaku higienis. berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
merupakan pendekatan untuk merubah IV. LIMA PILAR STBM
perilaku higienis dan saniter melalui
Lima Pilar STBM terdiri dari : 5
pemberdayaan masyarakat dengan cara
pemicuan. Pendekatan ini ditetapkan sebagai 1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
kebijakan nasional berdasarkan Peraturan Suatu kondisi ketika setiap individu dalam
komunitas tidak buang air besar sembarangan.
Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 Perilaku SBS diikuti dengan pemanfaatan
tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. sarana sanitasi yang saniter berupa jamban sehat.

Regulasi terkait STBM : 2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).


1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 CTPS merupakan perilaku cuci tangan dengan
Gambar : Strategi STBM

tentang Kesehatan. menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.


2. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015
tentang RPJMN 2015-2019. 3. Pengelolaan Air Minum & Makanan Rumah
Tangga (PAMM-RT).
3. Peraturan Presiden Nomor 185 Tahun
2014 tentang Percepatan Penyediaan Air PAMM-RT merupakan suatu proses pengolahan,
penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan
Minum dan Sanitasi. pengelolaan makanan yang aman dirumah tangga.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun
2014 tentang Kesehatan Lingkungan. 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga.
5. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 Pengamanan sampah rumah tangga adalah untuk
menghindari penyimpanan sampah dlm rumah dengan
PROMKES tentang Program Pembangunan yang segera menangani sampah.
Berkeadilan.
6. Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 tentang 5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
PUSKESMAS TANJUNG BALAI Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Proses pengamanan limbah cair yang aman pada tingkat
rumah tangga untuk menghindari terjadinya genangan air
7. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor limbah yang berpotensi menimbulkan penyakit berbasis
132 Tahun 2013 tentang pelaksanaan lingkungan.
STBM.