Anda di halaman 1dari 32

STOIKIOMETRI LARUTAN

A. REAKSI PENETRALAN

Dalam bahasa sehari-hari, pengertian " garam" kita gunakan untuk menyebut senyawa NaCl
( garam dapur). Adapun dalam ilmu kimia, yang dinamakan garam adalah semua elektrolit yang
tersussun dari kation selain H + serta anion selain . Reaksi dalam larutan elektrolit selalu
menghasilkan suatu garam dan sering disebut reaksi penggaraman.
Salah satu reaksi penggaraman yang penting adalah reaksi penetralan, yaitu reaksi antara asam
dan basa. Ada empat reaksi penetralan :
a. Asam + basa ------> garam + air
b. oksida asam +basa ------>garam + air
c. asam + oksida basa ------> garam + air
d. oksida asam + oksida basa ---->garamsam .

a. Asam + Basa -----> Garam + Air


Contoh :

HCl + NaOH ----> NaCl + H2O


2HNO3 + Mg(OH)2 ----> Mg(NO3)2 + 2H2O
H2CrO4 + 2KOH ----> K2CrO4 + 2H2O
H2SO4 + Ba(OH)2 ----> BaSO4 + 2H2O
2 H3PO4 + 3Ca(OH)2 ----> Ca3(PO4)2 + 6H2O

b. Oksida Asam + Basa ----> Garam + Air


Contoh:
CO2 + NaOH ----> Na2CO3 + H2O
SO3 + 2KOH ----> K2SO4 + H2O
N2O5 + Ca (OH)2 ----> Ca(NO3)2 + H2O

c. Asam + Oksida Basa ----> Garam + Air


Contoh :
2HCl + K2O ----> 2KCl + H2O
2H3PO4 + 3Na2O ----> 2Na3PO4 + 3H2O
3H2SO4 + Al2O3 ----> Al2(SO4)3 + 3H2O

d. Oksida Asam + Oksida Basa ----> Garam


Contoh :
CO2 + Na2O ----> Na2CO3
N2O3 + CaO ----> Ca(NO3)2
P2O5 + 3K2O ----> 2K3PO4

B. REAKSI PENDESAKAN LOGAM


Unsur logam cenderung mengalami oksidasi (melepas elektron), sehingga semua logam
mempunyai sifat reduktor. Ada logam yang bersifat reduktor kuat (mudah teroksidasi), ada pula
yang bersifat reduktor lemah (sukar teroksidasi)
Pada tahun 1825 Alessandro Giuseppe Volta dari Italia menyususn derat logam, mulai dari
reduktor terkuat sampai reduktor terlemah. Deret itu dikenal dengan Deret Volta. Unsur
Hidrogen meskipun bukan logam, dimasukkan juga sebagai anggota deret.
K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au
Makin ke kiri letak suatu logam dalam deret Volta, sifat reduktornya makin kuat. Oleh karena
itu, anggota deret volta yang lebih kiri dapat mendesak anggota deret volta yang lebih kanan
melalui reaksi redoks. Reaksi ini disebut reaksi pendesakan logam.
Sebagai contoh, alumunium dapat bereaksi dengan larutan asam, sebab Ag terletak di sebelah
kanan H. Demikian juga seng dapat bereaksi dengan larutan FeSO4, sebab Zn terletak di sebelah
kiri Fe. Adapun timah tidak bereaksi dengan larutan FeSO4..
Adapun dua jenis reaksi pendesakan logam dalam larutan elektrolit, sebagai berikut :
Logam + Asam -----> garam + gas H2
Logam + garam -----> garam + logam

1. Logam + asam -----> Garam + gas H2


syarat berlangsungnya reaksi :
- logam yang direaksikan harus terletak di sebelah kiri H dalam deret volta
- asam yang direaksikan bukanlah HNO3 atau H2SO4 pekat
- jika logam yang direaksikan memiliki bilangan oksidasi, garam yang terbentuk mengandung
ion logam yang bermuatan 2+
Contoh :
Zn + H2SO4 -----> ZnSO4 + H2
2Al + 6HBr -----> 2AlBr3 + 3H2
Ag + HCl --/--> tidak bereaksi

2. Logam + Garam ----> Garam + Logam


Syarat berlangsungnya reaksi
- logam yang direaksikan harus terletak di sebelah kiri logam pada garam
- jika logam yang direaksikan memiliki dua macam bilangan oksidasi, garam yang terbentuk
mengandung ion logam yang bermuatan 2+
Contoh:
Zn + CuSO4 ----> ZnSO4 + Cu
Cu + 2AgNO3 -----> Cu(NO3)2 + 2Ag
2Al + 3FeSO4 ----> Al2(SO4)3 + 3Fe
Pb + NiCl2 --/---> tidak terjadi reaksi

C. REAKSI METATESIS
Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran pasangan ion dari dua buah elektrolit. Ada 3 jenis
reaksi metatesis, yaitu:
garam AX + garam BY ----> garam A Y + garam BX
garam AX + asam HY -----> garam AY + asam HX
garam AX + basa B(OH) ----> garam BX + basa A(OH)

Syarat berlangsungnya reaksi :


Salah satu larutzat yang terbentuk di ruas kanan harus mengendap (berupa padatan yang
tidaklarut), atau berupa gas, atau dapat terurai menjadi gas.
Asam yang berupa gas: H2S
Asam yang terurai menjadi gas :
H2CO3 -----> H2O + CO2 (g)
H 2 SO4 ----> H2O + SO2 (g)
Basa yang terurai menjadi gas:
NH4OH ----> H2O + NH3 (g)

Daftar Kelarutan Elektrolit dalam Air


1. Semua asam larut.
2. Sebagian besar basa tidak larut.
Kecuali : NaOH, KOH, NH4OH, Ba(OH)2 dan Ca(OH)2 larut.
3.Garam kalium (K+), natrium (Na+)ammonium (NH4+), nitrat (NO3-), asetat (CH3COO-),
hipoklorit (ClO-), klorit (ClO2-), klorat (ClO3-), perklorat (ClO4-), bromat (BrO3-), dan iodat (IO3-
) semuanya larut.
4. Garam sulfat (SO4 2-) umumnya larut.
Kekecualian : BaSO4, PbSO4, dan Ag2SO4 tidak larut
5. Garam Fluorida (F-) umumnya larut.
Kekecualian : MgF2, CaF2, dan BaF2 tidak larut

6. Garam klorida (Cl-)(Br-) , bromide dan iodide (I-) umumnya larut.


Kekecualian : AgCl, PbCl2, Hg2Cl2, AgBr, PbBr2, Hg2Br2, AgI, PbI2, dan Hg2I2 tidak larut.

7. Garam sulfide (S2-) umumnya tidak larut.


Kekecualian : Na2S, K2S, (NH4)2S, MgS, CaS, dan BaS larut.

8. Garam-garam yang belum disebutkan (CO2-, CrO4 2-, PO4 2-, NO2 – dsb) umumnya tidak larut
Kekecualian : garam Na+, K+, dan NH4+ larut.

contoh reaksi metatesis :

AgNO3 + NaCl ----> AgCl (s) + NaNO3


Pb(NO3)2 + K2SO4 ----> PbSO4 (s) + 2KNO3
CaCO3 + 2HCl ----> CaCl2 + H2O + CO2 (g)
Al2(SO4)3 + 3Ba(OH)2 ----> 2Al(OH)3 + 3BaSO4 (s)
KNO3 + MgCl2 --/--> tidak terjadi reaksi

D. PERHITUNGAN LARUTAN ELEKTROLIT

Konsfisiefn dasar perhitungan kimia


1. koeffisien reaksi menyatakan perbandingan mol dari zat-zat yang tercantum pada suatu
persamaan reaksi
2. Hubungan mol dengan gram :
mol = gram/ Ar atau Mr Gram = mol x Ar atau Mr

Hubungan mol dengan liter STP


mol = liter STP/22,4 liter STP = mol x 22,4
3. Konsentrasi suatu larutan umumnya dinyatakan dalam molar (M)
M = mol/liter mol = liter x M
M = mmol/mL mmol = mL x M

Penentuan Rumus Kimia


Konsep mol dapat digunakan untuk menentukan rumus kimia suatu senyawa, baik rumus
empiris (perbandingan terkecil atom-atom dalam senyawa) maupun rumus molekul(jumlah
atom-atom dalam senyawa).
1. Rumus empiris, adalah rumus yang menytakan perbandingan terkecil atom-atom unsur yang
menyusun tiap molekul suatu senyawa
2. Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan dengan pasti atom-atom unsur yang menyusun
tiap molekul suatu senyawa.
Contoh : Senyawa Rumus empiris Rumus molekul
Air H2O H2O
Benzena CH C6H6
Glukosa CH2O C6H12O6
Amoniak NH3 NH3
Rumus empiris dapat ditentukan dengan mengetahui perbandingan mol unsur-unsur yang
menyusun suatu senyawa. Sedangkan rumus molekul dapat ditentukan apabila rumus empiris
dan massa molekul relatif (Mr) senyawa diketahui.

Contoh soal 1:
Dalam 3 gram suatu senyawa karbon terdapat 1,2 gram karbon, 0,2 gram hidrogen, dan sisanya
adalah oksigen. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut(Ar H=1;C=12; dan O=16).
Jawab : C= 1,2 gram, H= 0,2 gram, O= 3-(1,2+0,2)gram = 1,6 gram
Mol C : mol H : mol O = 1,2 : 0,2 : 1,6
12 1 16
= 0,1 : 0,2 : 0,1
= 1 :2 : 1
Rumus empiris senyawa karbon tersebut adalah CH2O

Contoh soal 2:
Senyawa dengan rumus empiris CH2O mempunyai masa molekul relatif(Mr)=60. Tentukanah
rumus molrkul senyawa tersebut
Jawab: (CH2O)n = 60
(12+2+16)n = 60
30n = 60
n = 2 Jadi rumus molekul senyawa adalah (CH2O)2 atau C2H4O2

Contoh soal 3 :
Suatu senyawa diketahui terdiri dari 72% karbon (C), 21% nitrogen (N) dan 7% hydrogen (H) .
Tentukan rumus empirisnya. (Persentase dalam hal ini persen berat).
Jawab : Misalkan berat senyawa adalah 100 gram, maka : berat unsur C = 72 gram, berat unsur
N = 21%, dan berat unsur H = 7%
Mol C : mol N : mol H = 72 : 21 : 7 = 6 : 1,5 :
7 12 14 1
Perbandingan mol setiap unsur :
C : N : H = 6 : 1,5 : 7 = 12 : 3 : 1 Jadi rumus empiris senyawa itu
adalah (C12N3H14)n dengan n adalah suatu kelipatan dari harga satu sampai tak terhingga.

Contoh soal 4 :
Suatu senyawa mengandung 48% karbon, 8% oksigen, 28% nitrogen dan sisanya hydrogen. Bila
massa molekul relatif senyawa adalah 400, tentukan rumus molekul relatif senyawa itu !
Jawab : Misalkan berat senyawa adalah 10 gram, maka : berat unsur C=48 gram, berat unsur O = 8 gram,
berat unsur N= 28 gram, dan berat unsur H = (100-48-8-28) gram = 16 gram

Contoh soal 5 :
Tiga liter hidrokarbon dibakar dengan tepat oleh 15 l gas oksigen dan menghasilkan 9 l gas
karbondioksida. Tentukan rumus molekul senyawa hidrokarbon itu !
Jawab : Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon CxHy adalah :
CxHy (g) + (x + ¼ y)O2(g) xCO2(g) + ½ yH2O(l)
Perbandingan volume gas :
CxHy : O2 : CO2 = 1 : (x + ¼ y) : x
Volume gas CO2 yang terbentuk = 9 l, maka :
x/1 X volume CxHy = volume gas CO2
x/1 X 3 = 9 x = 3
Volume gas O2 yang bereaksi = 15 liter, maka :
(x + ¼ y) X volume CxHy = volume gas O2
1
(x + ¼ y) X 3 = 15
3x + ¾ y = 15
3.3 + ¾ y = 15
¾ y = 15 - 9 = 6
y = 4/3. 6 = 8
Jadi rumus molekul hidrokarbon itu : C3H8

3. PERSENTASE UNSUR DALAM SENYAWA


Merupakan penjabaran dari Hukum Proust

Contoh : Berapa persen besi yang terdapat dalam Fe2O3, (Ar Fe=56, Ar O = 16)

Jawab :
4. AIR KRISTAL
Yaitu air yang terjebak didalam kristal dan akan hilang bila dilakukan
pemanasan. Contoh CuSO4.5H2O (Cupri Sulfat/ Terusi)

Contoh : Kristal Zn (NO3)2.xH2O dipanaskan hingga semua air kristalnya menguap, ternyata
beratnya berkurang 36.54%, tentukan harga x. (Ar Zn = 65, N=14, O=16, H=1 )
Jawab: misalnya massa kristal = 100 gram
Massa kristal berkurang 36.54%
Jadi, massa kristal yang tersisa adalah
Massa Zn(NO3)2 = (100 – 36.54) gram
= 63.46 gram
Massa H2O = 36.54 gram

5. KOEFISIEN REAKSI
Koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol dari seluruh zat yang ada pada persamaan
reaksi, baik pereaksi di ruas kiri maupun hasil reaksi di ruas kanan.
Jika salah satu zat diketahui molnya, maka mol zat-zat lain pada persamaan reaksi tersebut
dapat dicari dengan cara membandingkan koefisien.
hal ini, yang kita perhatikan dan dilibatkan dalam perhitungan hanyalah mol yang habis saja.

Contoh soal 1 :
Sebanyak 32 gram metana , CH4 dibakar dengan 160 gram oksigen(C=12; H=1; O=16). Berapa
gram CO2 yang dihasilkan ?
Jawab : Reaksi pembakaran CH4 : CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
Mol CH4 = 32 mol = 2 mol
16
mol O2 = 160 mol = 5 mol
32
Oleh karena 2/1 lebih kecil dari 5/2 , berarti yang habis adalah 2 mol CH4.
CO2 = 1/1 x 2 mol = 2 mol
Massa CO2 = 2 x 44 gram = 88 gram

6. HUKUM AVOGADRO DAN KEADAAN STANDAR


1. Hukum Avogadro
Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang bervolume sama akan memiliki mol yang
sama

Contoh:
Sebanyak 13,5 gram aluminium(Al=27) direaksikan dengan larutan asam sulfat:
2Al + 3H2SO4 ---------> Al2(SO4)3 + H2
Hitunglah volume gas H2 yang terbentuk , diukur pada kondisi dimana 1 mol gas O2 bervolume
20 liter .
Jawab:
Al = 13,5 mol = 0,5 mol
27
H2 = 3 x 0,5 mol = 0,75 mol
2
Untuk mencari volume H2 gunakan volume O2 sebagai pembanding.
Mol H2 = mol O2
Volume H2 volume O2
0,75 = 1
x 20
x = 15 liter

2. Keadaan Standar
Setiap 1 mol gas apa saja pada suhu 00 C dan tekanan 1 atm memiliki volume 22,4 liter
(22,4 dm3).
Suhu 00 C dan tekanan 1 atm dikenal sebagai keadaan standar atau STP(Standard Temperature
and Pressure). Pada keadaan standar berlaku hubungan :

Ingat, rumus ini hanya berlaku pada STP(suhu 00 C dan tekanan 1 atm). Jika suhu bukan 00 C
dan tekanan bukan 1 atm, gunakanlah Hukum avogadro untuk mengubah mol menjadi volume
atau sebaliknya.
Contoh :
245 gram KClO3(Mr = 122,5) dipanaskan sehingga terurai menjadi KCl dan gas O2 menurut reaksi
2 KClO3(s) -------> 2KCl(s) + 3O2(g)
Berapa liter gas O2 yang terbentuk, diukur pada keadaan standar?
Jawab :
KClO3 = 245 mol = 2 mol
122,5
O2 = 3 x 2 mol = 3 mol
2
= 3 x 22,4 lter = 67,2 liter

3.Hukum Gas Ideal


P V = n RT
Dengan:
P = tekanan (atmosfer)
V = Volum (liter)
N = jumlah mol (mol)
R = tetapan gas ideal ( 0.082 L atm K-1 mol-1)
T = suhu mutlak (Kelvin = oC + 273 )
Contoh :
Berapa volume 1 gram gas Hidrogen yang diukur pada 25oC dan tekanan 1 atm?
Jawab : Mr H2 = 2, T =(25 + 273)oK = 298oK

gram H2
mol H2 = -----------
Mr H2

P V = nRT
V =nRT
P
V = 0.5 mol x 0.082 L atm K-1 mol -1
x 298 K
1 atm

= 12.218 L
Hukum Perbandingan Volume Gay Lussac
Jossep Louis Gay Lussac (1778-1850), Perancis. Merumuskan suatu hukum yang
menyatakan pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi
merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
Untuk memahami hasil penelitian Gay Lussac perhatikan contoh-contoh sebagai berikut :
a. Gas hydrogen + gas klorin ---------> gas hydrogen klorida
1L 1L 2L
Perbandingan volume gas Hidrogen : klorin : hydrogen klorida = 1 : 1 : 2
b. Gas hydrogen + gas oksigen ---------> uap air
2L 1L 2L
Perbandingan volume gas hydrogen: oxygen: uap air = 2 : 1 : 2
c. Gas nitrogen + gas hydrogen --------> gas amoniak
1L 3L 2L
Perbandingan volume gas nitrogen : hydrogen : amoniak = 1 : 3 : 2
Dari ketiga contoh tersebut diperoleh perbandingan dengan bilangan bulat dan sederhana.
B. Hipotesa Avogadro

Amadeo Avogadro (1778-1856), Italia, mengajukan pemikiran bahwa bukan hanya


senyawa saja yang memiliki partikel dasar berupa atom-atom, tetapi juga beberapa unsur
diatomic seperti hydrogen, oksigen, klorin, nitrogen dan hydrogen klorida. Perhatikan
contoh sbb :
Gas nitrogen + gas hydrogen ---------> gas amoniak
Menurut Gay Lussac perbandingan volume gas nitrogen : hydrogen : amoniak = 1 : 3 :
2. Pernyataan ini dapat digambarkan sebagai berikut :

N2 (g) + 3H2(g) --------> 2NH3 (g)


Berdasarkan data di atas Avogadro menyatakan bahwa : pada suhu dan tekanan yang
sama, semua gas yang memiliki volume sama, memiliki jumlah molekul yang sama.
Jika setiap 1 liter gas memiliki x molekul gas tersebut, maka perhatikanlah reaksi
berikut !
a. 1L H2 (g) + 1L Cl2(g) ----------> 2L HCl (g)
x molekul H2(g) x molekul Cl2 (g) 2x molekul HCl (g)

Persamaan reaksinya : H2(g) + Cl2(g) -------> 2HCl(g)


b. 2L H2 (g) + 1L O2 (g) -------> 2L H2O(g)
2x molekul H2(g) x molekul O2(g) 2x molekul H2O(g)
Persamaan reaksinya : 2H2 (g) + O2(g) 2H2O (g)

Dari contoh di atas, diperoleh kesimpulan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama,
perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya.
Rumus yang berlaku khusus untuk gas :

Volume yang dicari = koeffisien yang di cari X volume yang diketahui


koeffisien yang diketahui

Jumlah molekul dicari = koeffisien yang dicari x jumlah molekul yang diketahui
koeffisien yang diketahui

Contoh soal 1:
Pada suhu tertentu, 6L gas nitrogen direaksikan dengan gas hydrogen untuk menghasilkan gas
amoniak. Jika pengukuran pada suhu dan tekanan yang sama, tuliskan :
a. persamaan reaksinya
b. volume gas hydrogen yang bereaksi
c. volume gas amoniak yang terbentuk !
Jawab :
a. reaksi : N2(g) + 3H2(g) -------> 2NH3(g)

b. Volume H2(g) = Koefisien H2 X volume N2


Koefisien N2
Jadi volume H2(g) = 18L
c. Volume NH3 (g) = Koefisien NH3 X 2/1 volume N2 = 2 X
6L = 12L koefisien N2
Jadi volume NH3 (g) = 12 L

Contoh soal 2 :
Pada pembakaran C2H6 (g) dengan gas oksigen, dibutuhkan 35L gas oksigen sampai C2H6 (g)
habis. Jika pengukuran dilakukan pada suhu dan tekanan yang sama dan hasil reaksinya
adalah CO2(g) dan H2(g), tentukan
a. persamaan reaksinya
b. volume C2H6(g)
c. volume CO2 (g)
d. volume H2O (g) !
Jawab :
a. Persamaan reaksi : 2C2H6 (g) + 7O2 (g) 4CO2(g) + 6H2O(g)
b. Volume C2H6(g) = Koefisien C2H6 X volume O2 = 2 X 35 L = 10L
koefisien O2 7
Jadi volume C2H6 (g) = 10 L

c. Volume CO2 (g) = Koefisien CO2 X volume O2 = 4 X 35 L = 20L


koefisien O2 7
Jadi volume CO2 (g) = 20L
d. Volume H2O (g) = Koefisien H2O X volume O2 = 6 X 35 L = 35 L
koefisien O2 7
Jadi volume H2O (g) = 30 L

Contoh soal 3 :
Pada pembakaran 50 molekul CH4 (g) dengan oksigen dihasilkan CO2 (g) dan H2O (g), tentukan
:
a. persamaan reaksinya
b. jumlah molekul oksigen yang diperlukan
c. jumlah molekul CO2 (g) yang dihasilkan
d. jumlah molekul H2O (g) yang dihasilkan !
Jawab :
a. Persamaan reaksi : CH4 (g) + 2O2 (g) ----> CO2(g) + 2H2O (g)

b. Jumlah molekul O2 (g) = Koefisien O2 X jumlah molekul CH4


koefisien CH4
= 2/1 X 50 molekul = 100 moleku
c. Jumlah molekul CO2 (g) = jumlah molekul CH4 = 50 molekul
(koefisien sama, sehingga jumlah molekulnya sama)
d. Jumlah molekul O2 (g) = jumlah molekul O2 (g) = 100 molekul
(koefisien O2 sama dengan koefisien H2O, sehingga jumlah molekulnya sama)

Contoh soal 4 :
Jika 35 L gas karbon dioksida mengandung 4,5 X 1023 molekul pada suhu dan tekanan yang
sama, berapakah :
a. jumlah molekul 7L gas hydrogen
b. volume gas amoniak yang mengandung 9 x 1022 molekul
Jawab :
a. Jumlah molekul H2 (g) = Volume H2 X jumlah molekul CO2
volume CO2
= 7/35 X 4,5 . 1023 molekul
= 0,9 X 1023 = 9 X 1022 molekul H2

b. Volume NH3 = jumlah molekul NH3 X volume CO2


jumlah molekul CO2
= 9 . 1023 X 35 L = 70 L
4,5 .1023

Contoh soal 5 :
Jika 50 mL CxHy(g) dibakar dengan 250 mL oksigen dan menghasilkan 150mL karbondioksida
dan sejumlah uap air, semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan rumus CxHy
!
Jawab :
Perbandingan volume sesuai dengan perbandingan koefisien, sehingga volume yang ada
disederhanakan, kemudian dijadikan sebagai koefisien.
CxHy (g) + O2 (g) -------> CO2 (g) + H2O (g)
50mL 250mL 150mL
1 : 5 : 3
Koefisien H2O belum diketahui. Dimisalkan H 2O adalah z sehingga
CxHy (g) + 5O2(g) ----------> 3CO2(g) + zH2O (g)
Ruas kiri = ruas kanan
Berdasarkan jumlah atom O, 10 = 6+z
Z = 10 - 6 = 4 Sehingga persamaan reaksinya menjadi :
CxHy (g) + 5O2 (g) ------> 3CO2 (g) + 4H2O (g)
Untuk menentukan x dan y, dilakukan penyetaraan atom C dan H
Ruas kiri = ruas kanan
Jumlah atom C : x = 3
Jumlah atom H : y = 8
Jadi rumus CxHy adalah C3H8.

Contoh soal 6 :
Diketahui 5 L campuran CH4 (g) dan C2H6(g) dibakar habis menghasilkan CO2 (g) dan H2O (g). Jika
campuran tersebut mengandung 20% CH4 dan 80% C2H6 (g), maka tentukan :
a. volume gas oksigen yang diperlukan
b. volume CO2 (g) yang dihasilkan !
Jawab :
Semua pengukuran dilakukan pada suhu dan tekanan yang sama.
Volume CH4 (g) = 20/100 x 5l = 1l

Volume C2H6 (g) = 80/1000 X 5 l = 4l


Reaksi pembakaran CH4 (g) :
CH4 (g) + 2O2 (g) -------> CO2 (g) + H2O (g)
Volume O2(g) = Koefisien O2 X volume C2H6 = 2/1 X 4L = 14L
Koefisien CH4
Volume CO2 (g) = Koefisien CO2 X volume C2H6 = 4/2 X 4L = 8L
Koefisien C2H6
Jadi, volume total gas oksigen yang diperlukan :
= volume O2(g) reaksi pembakaran CH4(g) + volume O2(g) reaksi pembakaran C2H6(g)
= 2 L + 14 L = 16 L
Volume CO2 total yang dihasilkan :
= volume CO2 (g) pembakaran CH4 (g) + volume CO2(g) pembakaran C2H6(g)
= 1 L + 8L = 9L

Contoh soal 7 :
Diketahui 6L gas C2H6 dibakar dengan gas oksigen dari udara menghasilkan gas CO2 dan uap air.
Jika udra mengandung 20% gas oksigen, tentukan volume udara yang diperlukan !
C2H6(g) + 3,5O2(g) ---------> 2CO2(g) + 3H2O(g)
Atau
2C2H6 (g) + 7O2 (g) ---------> 4CO2(g) + 6H2O(g)
Jawab :
Volume O2(g) = koefisien O2 X volume C2H2 = 3,5/1 X 6L = 21L
Koefisien C2H6
Volume udara = 100/20 X volume O2(g) = 5 X 21 L = 10 Jadi, diperlukan
105 L udara.

Contoh soal 8 :
Diketahui campuran CH4 (g) dan C3H8 (g) dibakar sempurna dengan 18L gas oksigen. Jika
semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan masing-masing volume CH4 (g)
dan C3H8(g)
Jawab:
Dimisalkan volume CH4 (g) = x L maka volume C3H8 (g) = (6 - x) L Persamaan reaksi
pada CH4 (g) :
CH4(g) + 2O2(g) ------> CO2(g) + 2H2O(g)
Volume O2 (g) = Koefisien O2 X volume CH4 = 2/1 X x = 2xL
Koefisien C3H8
Persamaan reaksi pada C3H8 (g) :
C3H8(g) + 5O2(g) -----> 3CO2(g) + H2O(g)
Volume O2 (g) = Koefisien O2 X volume C3H8
Koefisien C3H8
=5/1 X (6 - x) = (30 - 5x) L
Volume O2 (g) total = volume O2 (g) reaksi pembakaran CH4(g) + volume O2 (g) reaksi
pembakaran C3H8(g)
18 = 2x + (30 - 5x)
18 = 2x + 30 - 5x
5x - 2x = 30 - 18
3x = 12 x = 4
Jadi volume CH4(g) = 4 L dan Volume C3H8 (g) = 6 - 4 = 2L

C. STOIKIOMETRI / KONSEP MOL


Dalam ilmu kimia ada satuan jumlah yang disebut mol. Jika satu lusin adalah dua belas maka
satu mol adalah jumlah atom dalam 12 gram atom karbon yaitu sebanyak 6,02 x 1023 butir.
Bilangan 6,02 x 1023 ini dinamai tetapan Avogadro yang dilambangkan dengan L dan sering
dibulatkan menjadi 6 x 1023 (merupakan Tetapan Avogadro)

Segala bentuk perhitungan kimia yang berhubungan dengan jumlah partikel


disebut stoikiometri(bahasa Yunani: stoicheion=partikel; metron=perhitungan
a. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Satu mol adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung 6 x 1023 (L) butir partikel.
Partikel di sini dapat berupa atom, molekul atau ion yang dinyatakan dalam rumus kimia zat
itu.

Jumlah partikel = mol L

Mol = jumlah partikel / L

Contoh soal 1 :
Hitunglah: a. jumlah atom dalam 5mol besi(Fe)
b. jumlah molekul dalam 0,25 mol air(H2O)
c. jumlah atom dalam 3 mol metana(CH4)
Jawab:
a. Jumlah atom Fe = 5x6x1023 atom = 3x1024 atom
b. Jumlah molekul H2O = 0,25x6x1023 molekul = 1,5x1023 molekul.
23
c. Jumlah molekul CH4 = 3x6x10 molekul.
Oleh karena satu molekul CH4 tersusun dari 5 butir atom,maka jumlah atom dalam 3 mol
metana adalah = 5x3x6x1023atom = 9x1024 atom.

Contoh soal 2 :
Hitunglah jumlah mol dari : a. 4,5x1023 atom Mg
b. 1,5x1024 molekul gula
Jawab:
a. mol Mg = 4,5x1023 = 0,75 mol
6 x1023
b. mol gula = 1,5x1024 = 2,5 mol
6x1023

1. Hubungan Mol dengan Massa(gram)


Massa satu mol zat yang dinyatakan dalam gram disebut massa molar.

Gram = mol x Ar(Mr)


Ar (Mr) = Gram/mol
Mol = Gram / Ar(Mr)

Jumlah partikel = gram


L Ar (Mr)

Contoh soal 1:
a. Berapa gram massa dari 0,1 mol natrium(Ar=23)
b. Berapa Mr amonia jika 5 mol amonia mempunyai massa 85 gram
c. Hitunglah mol dari 180 gram urea(Mr=60)
d. Sebanyak 3x1022 atom logam M mempunyai massa 1,35 gram (L=6x1023). Hitunglah Ar logam M
Jawab:
a. Massa natrium = 0,1 x 23 gram = 2,3 gram
b. Mr amonia = gram = 85 = 17
Mol 5
c. mol urea = 180 mol = 3 mol
60
d. jumlah atom = gram
L Ar
3x1022 = 1,35
6x1023 Ar
Ar = 27
Hubungan antara mol, gram, dan jumlah partikel dapat digambarkan dalam diagram sebagai
berikut :

Penentuan Rumus Kimia


Konsep mol dapat digunakan untuk menentukan rumus kimia suatu senyawa, baik rumus
empiris (perbandingan terkecil atom-atom dalam senyawa) maupun rumus molekul(jumlah
atom-atom dalam senyawa).
1. Rumus empiris, adalah rumus yang menytakan perbandingan terkecil atom-atom unsur yang
menyusun tiap molekul suatu senyawa
2. Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan dengan pasti atom-atom unsur yang menyusun
tiap molekul suatu senyawa.
Contoh : Senyawa Rumus empiris Rumus molekul
Air H2O H2O
Benzena CH C6H6
Glukosa CH2O C6H12O6
Amoniak NH3 NH3
Rumus empiris dapat ditentukan dengan mengetahui perbandingan mol unsur-unsur yang
menyusun suatu senyawa. Sedangkan rumus molekul dapat ditentukan apabila rumus empiris
dan massa molekul relatif (Mr) senyawa diketahui.

Contoh soal 1:
Dalam 3 gram suatu senyawa karbon terdapat 1,2 gram karbon, 0,2 gram hidrogen, dan sisanya
adalah oksigen. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut(Ar H=1;C=12; dan O=16).
Jawab : C= 1,2 gram, H= 0,2 gram, O= 3-(1,2+0,2)gram = 1,6 gram
Mol C : mol H : mol O = 1,2 : 0,2 : 1,6
12 1 16
= 0,1 : 0,2 : 0,1
= 1 :2 : 1
Rumus empiris senyawa karbon tersebut adalah CH2O

Contoh soal 2:
Senyawa dengan rumus empiris CH2O mempunyai masa molekul relatif(Mr)=60. Tentukanah
rumus molrkul senyawa tersebut
Jawab: (CH2O)n = 60
(12+2+16)n = 60
30n = 60
n = 2 Jadi rumus molekul senyawa adalah (CH2O)2 atau C2H4O2
Contoh soal 3 :
Suatu senyawa diketahui terdiri dari 72% karbon (C), 21% nitrogen (N) dan 7% hydrogen (H) .
Tentukan rumus empirisnya. (Persentase dalam hal ini persen berat).
Jawab : Misalkan berat senyawa adalah 100 gram, maka : berat unsur C = 72 gram, berat unsur
N = 21%, dan berat unsur H = 7%
Mol C : mol N : mol H = 72 : 21 : 7 = 6 : 1,5 :
7 12 14 1
Perbandingan mol setiap unsur :
C : N : H = 6 : 1,5 : 7 = 12 : 3 : 1 Jadi rumus empiris senyawa itu
adalah (C12N3H14)n dengan n adalah suatu kelipatan dari harga satu sampai tak terhingga.

Contoh soal 4 :
Suatu senyawa mengandung 48% karbon, 8% oksigen, 28% nitrogen dan sisanya hydrogen. Bila
massa molekul relatif senyawa adalah 400, tentukan rumus molekul relatif senyawa itu !
Jawab : Misalkan berat senyawa adalah 10 gram, maka : berat unsur C=48 gram, berat unsur O = 8 gram,
berat unsur N= 28 gram, dan berat unsur H = (100-48-8-28) gram = 16 gram

Contoh soal 5 :
Tiga liter hidrokarbon dibakar dengan tepat oleh 15 l gas oksigen dan menghasilkan 9 l gas
karbondioksida. Tentukan rumus molekul senyawa hidrokarbon itu !
Jawab : Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon CxHy adalah :
CxHy (g) + (x + ¼ y)O2(g) xCO2(g) + ½ yH2O(l)
Perbandingan volume gas :
CxHy : O2 : CO2 = 1 : (x + ¼ y) : x
Volume gas CO2 yang terbentuk = 9 l, maka :
x/1 X volume CxHy = volume gas CO2
x/1 X 3 = 9 x = 3
Volume gas O2 yang bereaksi = 15 liter, maka :
(x + ¼ y) X volume CxHy = volume gas O2
1
(x + ¼ y) X 3 = 15
3x + ¾ y = 15
3.3 + ¾ y = 15
¾ y = 15 - 9 = 6
y = 4/3. 6 = 8
Jadi rumus molekul hidrokarbon itu : C3H8
3. PERSENTASE UNSUR DALAM SENYAWA
Merupakan penjabaran dari Hukum Proust

Contoh : Berapa persen besi yang terdapat dalam Fe2O3, (Ar Fe=56, Ar O = 16)

Jawab :

4. AIR KRISTAL
Yaitu air yang terjebak didalam kristal dan akan hilang bila dilakukan
pemanasan. Contoh CuSO4.5H2O (Cupri Sulfat/ Terusi)

Contoh : Kristal Zn (NO3)2.xH2O dipanaskan hingga semua air kristalnya menguap, ternyata
beratnya berkurang 36.54%, tentukan harga x. (Ar Zn = 65, N=14, O=16, H=1 )
Jawab: misalnya massa kristal = 100 gram
Massa kristal berkurang 36.54%
Jadi, massa kristal yang tersisa adalah
Massa Zn(NO3)2 = (100 – 36.54) gram
= 63.46 gram
Massa H2O = 36.54 gram
5. KOEFISIEN REAKSI
Koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol dari seluruh zat yang ada pada persamaan
reaksi, baik pereaksi di ruas kiri maupun hasil reaksi di ruas kanan.
Jika salah satu zat diketahui molnya, maka mol zat-zat lain pada persamaan reaksi tersebut
dapat dicari dengan cara membandingkan koefisien.
hal ini, yang kita perhatikan dan dilibatkan dalam perhitungan hanyalah mol yang habis saja.

Contoh soal 1 :
Sebanyak 32 gram metana , CH4 dibakar dengan 160 gram oksigen(C=12; H=1; O=16). Berapa
gram CO2 yang dihasilkan ?
Jawab : Reaksi pembakaran CH4 : CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
Mol CH4 = 32 mol = 2 mol
16
mol O2 = 160 mol = 5 mol
32
Oleh karena 2/1 lebih kecil dari 5/2 , berarti yang habis adalah 2 mol CH4.
CO2 = 1/1 x 2 mol = 2 mol
Massa CO2 = 2 x 44 gram = 88 gram

6. HUKUM AVOGADRO DAN KEADAAN STANDAR


1. Hukum Avogadro
Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang bervolume sama akan memiliki mol yang
sama

Contoh:
Sebanyak 13,5 gram aluminium(Al=27) direaksikan dengan larutan asam sulfat:
2Al + 3H2SO4 ---------> Al2(SO4)3 + H2
Hitunglah volume gas H2 yang terbentuk , diukur pada kondisi dimana 1 mol gas O2 bervolume
20 liter .
Jawab:
Al = 13,5 mol = 0,5 mol
27
H2 = 3 x 0,5 mol = 0,75 mol
2
Untuk mencari volume H2 gunakan volume O2 sebagai pembanding.
Mol H2 = mol O2
Volume H2 volume O2
0,75 = 1
x 20
x = 15 liter

2. Keadaan Standar
Setiap 1 mol gas apa saja pada suhu 00 C dan tekanan 1 atm memiliki volume 22,4 liter
(22,4 dm3).
Suhu 00 C dan tekanan 1 atm dikenal sebagai keadaan standar atau STP(Standard Temperature
and Pressure). Pada keadaan standar berlaku hubungan :

Ingat, rumus ini hanya berlaku pada STP(suhu 00 C dan tekanan 1 atm). Jika suhu bukan 00 C
dan tekanan bukan 1 atm, gunakanlah Hukum avogadro untuk mengubah mol menjadi volume
atau sebaliknya.
Contoh :
245 gram KClO3(Mr = 122,5) dipanaskan sehingga terurai menjadi KCl dan gas O2 menurut reaksi
2 KClO3(s) -------> 2KCl(s) + 3O2(g)
Berapa liter gas O2 yang terbentuk, diukur pada keadaan standar?
Jawab :
KClO3 = 245 mol = 2 mol
122,5
O2 = 3 x 2 mol = 3 mol
2
= 3 x 22,4 lter = 67,2 liter

3.Hukum Gas Ideal


P V = n RT
Dengan:
P = tekanan (atmosfer)
V = Volum (liter)
N = jumlah mol (mol)
R = tetapan gas ideal ( 0.082 L atm K-1 mol-1)
T = suhu mutlak (Kelvin = oC + 273 )
Contoh :
Berapa volume 1 gram gas Hidrogen yang diukur pada 25oC dan tekanan 1 atm?
Jawab : Mr H2 = 2, T =(25 + 273)oK = 298oK

gram H2
mol H2 = -----------
Mr H2
P V = nRT
V =nRT
P
V = 0.5 mol x 0.082 L atm K-1 mol -1
x 298 K
1 atm

= 12.218
Hukum Perbandingan Volume Gay Lussac
Jossep Louis Gay Lussac (1778-1850), Perancis. Merumuskan suatu hukum yang
menyatakan pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi
merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
Untuk memahami hasil penelitian Gay Lussac perhatikan contoh-contoh sebagai berikut :
a. Gas hydrogen + gas klorin ---------> gas hydrogen klorida
1L 1L 2L
Perbandingan volume gas Hidrogen : klorin : hydrogen klorida = 1 : 1 : 2
b. Gas hydrogen + gas oksigen ---------> uap air
2L 1L 2L
Perbandingan volume gas hydrogen: oxygen: uap air = 2 : 1 : 2
c. Gas nitrogen + gas hydrogen --------> gas amoniak
1L 3L 2L
Perbandingan volume gas nitrogen : hydrogen : amoniak = 1 : 3 : 2
Dari ketiga contoh tersebut diperoleh perbandingan dengan bilangan bulat dan sederhana.

B. Hipotesa Avogadro

Amadeo Avogadro (1778-1856), Italia, mengajukan pemikiran bahwa bukan hanya


senyawa saja yang memiliki partikel dasar berupa atom-atom, tetapi juga beberapa unsur
diatomic seperti hydrogen, oksigen, klorin, nitrogen dan hydrogen klorida. Perhatikan
contoh sbb :
Gas nitrogen + gas hydrogen ---------> gas amoniak
Menurut Gay Lussac perbandingan volume gas nitrogen : hydrogen : amoniak = 1 : 3 :
2. Pernyataan ini dapat digambarkan sebagai berikut :

N2 (g) + 3H2(g) --------> 2NH3 (g)


Berdasarkan data di atas Avogadro menyatakan bahwa : pada suhu dan tekanan yang
sama, semua gas yang memiliki volume sama, memiliki jumlah molekul yang sama.
Jika setiap 1 liter gas memiliki x molekul gas tersebut, maka perhatikanlah reaksi
berikut !
a. 1L H2 (g) + 1L Cl2(g) ----------> 2L HCl (g)
x molekul H2(g) x molekul Cl2 (g) 2x molekul HCl (g)

Persamaan reaksinya : H2(g) + Cl2(g) -------> 2HCl(g)


b. 2L H2 (g) + 1L O2 (g) -------> 2L H2O(g)
2x molekul H2(g) x molekul O2(g) 2x molekul H2O(g)
Persamaan reaksinya : 2H2 (g) + O2(g) 2H2O (g)

Dari contoh di atas, diperoleh kesimpulan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama,
perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya.
Rumus yang berlaku khusus untuk gas :

Volume yang dicari = koeffisien yang di cari X volume yang diketahui


koeffisien yang diketahui
Jumlah molekul dicari = koeffisien yang dicari x jumlah molekul yang diketahui
koeffisien yang diketahui

Contoh soal 1:
Pada suhu tertentu, 6L gas nitrogen direaksikan dengan gas hydrogen untuk menghasilkan gas
amoniak. Jika pengukuran pada suhu dan tekanan yang sama, tuliskan :
a. persamaan reaksinya
b. volume gas hydrogen yang bereaksi
c. volume gas amoniak yang terbentuk !
Jawab :
a. reaksi : N2(g) + 3H2(g) -------> 2NH3(g)

b. Volume H2(g) = Koefisien H2 X volume N2


Koefisien N2
Jadi volume H2(g) = 18L
c. Volume NH3 (g) = Koefisien NH3 X 2/1 volume N2 = 2 X
6L = 12L koefisien N2
Jadi volume NH3 (g) = 12 L

Contoh soal 2 :
Pada pembakaran C2H6 (g) dengan gas oksigen, dibutuhkan 35L gas oksigen sampai C2H6 (g)
habis. Jika pengukuran dilakukan pada suhu dan tekanan yang sama dan hasil reaksinya
adalah CO2(g) dan H2(g), tentukan
a. persamaan reaksinya
b. volume C2H6(g)
c. volume CO2 (g)
d. volume H2O (g) !
Jawab :
a. Persamaan reaksi : 2C2H6 (g) + 7O2 (g) 4CO2(g) + 6H2O(g)
b. Volume C2H6(g) = Koefisien C2H6 X volume O2 = 2 X 35 L = 10L
koefisien O2 7
Jadi volume C2H6 (g) = 10 L

c. Volume CO2 (g) = Koefisien CO2 X volume O2 = 4 X 35 L = 20L


koefisien O2 7
Jadi volume CO2 (g) = 20L
d. Volume H2O (g) = Koefisien H2O X volume O2 = 6 X 35 L = 35 L
koefisien O2 7
Jadi volume H2O (g) = 30 L

Contoh soal 3 :
Pada pembakaran 50 molekul CH4 (g) dengan oksigen dihasilkan CO2 (g) dan H2O (g), tentukan
:
a. persamaan reaksinya
b. jumlah molekul oksigen yang diperlukan
c. jumlah molekul CO2 (g) yang dihasilkan
d. jumlah molekul H2O (g) yang dihasilkan !
Jawab :
a. Persamaan reaksi : CH4 (g) + 2O2 (g) ----> CO2(g) + 2H2O (g)

b. Jumlah molekul O2 (g) = Koefisien O2 X jumlah molekul CH4


koefisien CH4
= 2/1 X 50 molekul = 100 moleku
c. Jumlah molekul CO2 (g) = jumlah molekul CH4 = 50 molekul
(koefisien sama, sehingga jumlah molekulnya sama)
d. Jumlah molekul O2 (g) = jumlah molekul O2 (g) = 100 molekul
(koefisien O2 sama dengan koefisien H2O, sehingga jumlah molekulnya sama)

Contoh soal 4 :
Jika 35 L gas karbon dioksida mengandung 4,5 X 1023 molekul pada suhu dan tekanan yang
sama, berapakah :
a. jumlah molekul 7L gas hydrogen
b. volume gas amoniak yang mengandung 9 x 1022 molekul
Jawab :
a. Jumlah molekul H2 (g) = Volume H2 X jumlah molekul CO2
volume CO2
= 7/35 X 4,5 . 1023 molekul
= 0,9 X 1023 = 9 X 1022 molekul H2

b. Volume NH3 = jumlah molekul NH3 X volume CO2


jumlah molekul CO2
= 9 . 1023 X 35 L = 70 L
4,5 .1023

Contoh soal 5 :
Jika 50 mL CxHy(g) dibakar dengan 250 mL oksigen dan menghasilkan 150mL karbondioksida
dan sejumlah uap air, semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan rumus CxHy
!
Jawab :
Perbandingan volume sesuai dengan perbandingan koefisien, sehingga volume yang ada
disederhanakan, kemudian dijadikan sebagai koefisien.
CxHy (g) + O2 (g) -------> CO2 (g) + H2O (g)
50mL 250mL 150mL
1 : 5 : 3
Koefisien H2O belum diketahui. Dimisalkan H 2O adalah z sehingga
CxHy (g) + 5O2(g) ----------> 3CO2(g) + zH2O (g)
Ruas kiri = ruas kanan
Berdasarkan jumlah atom O, 10 = 6+z
Z = 10 - 6 = 4 Sehingga persamaan reaksinya menjadi :
CxHy (g) + 5O2 (g) ------> 3CO2 (g) + 4H2O (g)
Untuk menentukan x dan y, dilakukan penyetaraan atom C dan H
Ruas kiri = ruas kanan
Jumlah atom C : x = 3
Jumlah atom H : y = 8
Jadi rumus CxHy adalah C3H8
Contoh soal 6 :
Diketahui 5 L campuran CH4 (g) dan C2H6(g) dibakar habis menghasilkan CO2 (g) dan H2O (g). Jika
campuran tersebut mengandung 20% CH4 dan 80% C2H6 (g), maka tentukan :
a. volume gas oksigen yang diperlukan
b. volume CO2 (g) yang dihasilkan !
Jawab :
Semua pengukuran dilakukan pada suhu dan tekanan yang sama.
Volume CH4 (g) = 20/100 x 5l = 1l

Volume C2H6 (g) = 80/1000 X 5 l = 4l


Reaksi pembakaran CH4 (g) :
CH4 (g) + 2O2 (g) -------> CO2 (g) + H2O (g)
Volume O2(g) = Koefisien O2 X volume C2H6 = 2/1 X 4L = 14L
Koefisien CH4
Volume CO2 (g) = Koefisien CO2 X volume C2H6 = 4/2 X 4L = 8L
Koefisien C2H6

Jadi, volume total gas oksigen yang diperlukan :


= volume O2(g) reaksi pembakaran CH4(g) + volume O2(g) reaksi pembakaran C2H6(g)
= 2 L + 14 L = 16 L
Volume CO2 total yang dihasilkan :
= volume CO2 (g) pembakaran CH4 (g) + volume CO2(g) pembakaran C2H6(g)
= 1 L + 8L = 9L

Contoh soal 7 :
Diketahui 6L gas C2H6 dibakar dengan gas oksigen dari udara menghasilkan gas CO2 dan uap air.
Jika udra mengandung 20% gas oksigen, tentukan volume udara yang diperlukan !
C2H6(g) + 3,5O2(g) ---------> 2CO2(g) + 3H2O(g)
Atau
2C2H6 (g) + 7O2 (g) ---------> 4CO2(g) + 6H2O(g)
Jawab :
Volume O2(g) = koefisien O2 X volume C2H2 = 3,5/1 X 6L = 21L
Koefisien C2H6
Volume udara = 100/20 X volume O2(g) = 5 X 21 L = 10 Jadi, diperlukan
105 L udara.

Contoh soal 8 :
Diketahui campuran CH4 (g) dan C3H8 (g) dibakar sempurna dengan 18L gas oksigen. Jika
semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan masing-masing volume CH4 (g)
dan C3H8(g)
Jawab:
Dimisalkan volume CH4 (g) = x L maka volume C3H8 (g) = (6 - x) L Persamaan reaksi
pada CH4 (g) :
CH4(g) + 2O2(g) ------> CO2(g) + 2H2O(g)
Volume O2 (g) = Koefisien O2 X volume CH4 = 2/1 X x = 2xL
Koefisien C3H8
Persamaan reaksi pada C3H8 (g) :
C3H8(g) + 5O2(g) -----> 3CO2(g) + H2O(g)
Volume O2 (g) = Koefisien O2 X volume C3H8
Koefisien C3H8
=5/1 X (6 - x) = (30 - 5x) L
Volume O2 (g) total = volume O2 (g) reaksi pembakaran CH4(g) + volume O2 (g) reaksi
pembakaran C3H8(g)
18 = 2x + (30 - 5x)
18 = 2x + 30 - 5x
5x - 2x = 30 - 18
3x = 12 x = 4
Jadi volume CH4(g) = 4 L dan Volume C3H8 (g) = 6 - 4 = 2L

C. STOIKIOMETRI / KONSEP MOL


Dalam ilmu kimia ada satuan jumlah yang disebut mol. Jika satu lusin adalah dua belas maka
satu mol adalah jumlah atom dalam 12 gram atom karbon yaitu sebanyak 6,02 x 1023 butir.
Bilangan 6,02 x 1023 ini dinamai tetapan Avogadro yang dilambangkan dengan L dan sering
dibulatkan menjadi 6 x 1023 (merupakan Tetapan Avogadro)

Segala bentuk perhitungan kimia yang berhubungan dengan jumlah partikel


disebut stoikiometri(bahasa Yunani: stoicheion=partikel; metron=perhitungan).

a. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel


Satu mol adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung 6 x 1023 (L) butir partikel.
Partikel di sini dapat berupa atom, molekul atau ion yang dinyatakan dalam rumus kimia zat
itu.
Jumlah partikel = mol L

Mol = jumlah partikel / L

Contoh soal 1 :
Hitunglah: a. jumlah atom dalam 5mol besi(Fe)
b. jumlah molekul dalam 0,25 mol air(H2O)
c. jumlah atom dalam 3 mol metana(CH4)
Jawab:
a. Jumlah atom Fe = 5x6x1023 atom = 3x1024 atom
b. Jumlah molekul H2O = 0,25x6x1023 molekul = 1,5x1023 molekul.
23
c. Jumlah molekul CH4 = 3x6x10 molekul.
Oleh karena satu molekul CH4 tersusun dari 5 butir atom,maka jumlah atom dalam 3 mol
metana adalah = 5x3x6x1023atom = 9x1024 atom.

Contoh soal 2 :
Hitunglah jumlah mol dari : a. 4,5x1023 atom Mg
b. 1,5x1024 molekul gula
Jawab:
a. mol Mg = 4,5x1023 = 0,75 mol
6 x1023
b. mol gula = 1,5x1024 = 2,5 mol
6x1023
1. Hubungan Mol dengan Massa(gram)
Massa satu mol zat yang dinyatakan dalam gram disebut massa molar.

Gram = mol x Ar(Mr)


Ar (Mr) = Gram/mol
Mol = Gram / Ar(Mr)

Jumlah partikel = gram


L Ar (Mr)

Contoh soal 1:

a. Berapa gram massa dari 0,1 mol natrium(Ar=23)


b. Berapa Mr amonia jika 5 mol amonia mempunyai massa 85 gram
c. Hitunglah mol dari 180 gram urea(Mr=60)
d. Sebanyak 3x1022 atom logam M mempunyai massa 1,35 gram (L=6x1023). Hitunglah Ar logam M
Jawab:
a. Massa natrium = 0,1 x 23 gram = 2,3 gram
b. Mr amonia = gram = 85 = 17
Mol 5
c. mol urea = 180 mol = 3 mol
60
d. jumlah atom = gram
L Ar
3x1022 = 1,35
6x1023 Ar
Ar = 27
Hubungan antara mol, gram, dan jumlah partikel dapat digambarkan dalam diagram sebagai
berikut :

Transisi elektron dari kulit bernergi tinggi (kulit luar) menuju kulit dengan energi yang lebih
rendah (kulit lebih dalam) akan menghasilkan pancaran cahaya atau foton dengan panjang
gelombang yang berbeda tergantung dari seberapa besar selisih energi antar kulit. Untuk dapat
mempelajari spektrum atom ini diperlukan sebuh alat yang namanya spektrometer. Untuk
dapat mempelajari spektrum setiap atom, para ilmuwan memulai pengamatan dari spektrum
sederhana yang dihasilkan dari transisi elektron atom hidrogen.

Atom hidrogen merupakan atom yang memiliki struktur paling sederhana yaitu terdiri atas 1
elektron dan satu proton. Kesederhanaan dari struktur ini menghasilkan spektrum yang sederhana
pula sehingga lebih mudah untuk diamati dan dipelajari. Untuk dapat mengamati spektrum atom
hidrogen dilakukanlah suatu percobaan dengan menggunakan gas hidrogen pada tabung
bertekanan rendah seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

gambar: catalog.flatworldknowledge.com

Tabung hidrogen dihubungkan dengan beda potensial tertentu sehingga dihasilkan atom-atom
hidrogen dan memancarkan cahaya. Cahaya tersebut diteruskan pada sebuah celah sempit agar
terpolarisai dan dibiaskan melalui prisma kaca. Hasil pembiasan dari prisma akan ditangkap oleh
layar. Ternyata spektrum yang dihasilkan dari percobaan ini adalah spektrum garis.

Panjang gelombang yang dihasilkan pada spektrum atom hidrogen dipengaruhi oleh transisi
elektron dari kulit ke kulit dengan mengikuti persamaan berikut:

dengan
λ = panjang gelombang yang dihasilkan spekrum atom hidrogen
R = tetapan Rydberg (1,097×107 m-1)
n = kulit elektron yang dituju
m = kulit elekron mula-mula atau asal
Untuk memudahkan kita dalam perhitungan maka persamaan ini bisa diturunkan menjadi:

Panjang gelombang yang dihasilkan dari spektrum atom hidrogen merupakan sebuah bilangan
istimewa yang menghasilkan sebuah deret yang disebut deret spektral. Deret spektral yang
pertama ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama J.J Balmer pada tahun 1885 ketika dia sedang
mempelajari bagian sinar tampak pada spektrum atom hidrogen.

Balmer menemukan bahwa cahaya sinar tampak dihasilkan pada transisi elektron dari berbagai
kulit luar menuju kulit ke-2 (n=2). Selanjutnya beberapa ilmuwan seperti Lyman, Paschen,
Bracket, dan Pfund menemukan beberapa deret lain yang terletak pada daerah panjang
gelombang berbeda.

Semua deret yang dihasilkan pada spektrum atom hidrogen dapat disusun sebagai berikut:
Gambar: wikipedia.org

1. Deret Lyman terbentuk pada transisi elektron dari kulit luar menuju kulit dasar
lintasan elektron.

n = 1 m = 2,3,4,5,6,7…..

Deret ini terletak pada spektrum cahaya ultraviolet

2. Deret Balmer terbentuk pada transisi elektron dari kulit luar menuju kulit ke-2 lintasan
elektron

n = 2 m = 3,4,5,6,7,8,…..

Deret ini terletak pada spektrum cahaya tampak

3. Deret Paschen terbentuk pada transisis elektron dari kulit luar menuju kulit ke-3
lintasan elektron

n = 3 m = 4,5,6,7,8,9,…..

Deret ini terletak pada spektrum inframerah-1

4. Deret Bracket terbentuk pada transisi elektron dari kulit luar menuju kulit ke-4 lintasan
elektron

n = 4 m = 5,6,7,8,9,10,…
Deret ini terletak pada spektrum inframerah-2

5. Deret Pfund terbentuk pada transisi elektron dari kulit luar menuju kulit ke-5 lintasan
elektron

n = 5 m = 6,7,8,9,10,11,…

Deret ini terletak pada spektrum inframerah-3

Transisi elektron yang menghasilkan deret spektral dapat digambarkan sebagai berikut
Spektrum atom hidrogen mengikuti pola yang dihasilkan pada deret spektral dan memiliki
keteraturan dalam jarak garis-garis spektrum. Pada Gambar 14.2 hanya menampilkan
perpindahan elektron dari sebagian kulit elektron, sejatinya elektron dapat berpindah dari semua
lapisan kulit bahkan sampai kulit tak berhingga asalkan bertransisi menuju kulit-kulit yang telah
ditetapkan pada deret spektral.

Setiap transisi elektron menuju kulit yang lebih dalam atau tingkat energi yang lebih rendah akan
dihasilkan panjang gelombang yang berbeda. Panjang gelombang yang dihasilkan pada setiap
deret akan mencapai maksimum pada saat terjadi transisi dari kulit yang satu tingkat lebih tinggi
energinya. Sebaliknya panjang gelombang minimum dihasilkan pada saat elektron bertransisi
dari kulit tak berhingga menuju kulit yang lebih rendah energinya (lebih dalam).

Contoh soal

1. Elektron bertansisi dari kulit ke-5 menuju kulit ke 3. Berapakah panjang gelombang yang
dipancarkan?

Dik : n = 3 m = 5 R = 1,097×107 m-1


Dit : λ
Jawab : P

2. Atom hidrogen berpindah lintasan dari n = 3 ke n = 1. Jika R adalah konstanta Reidberg,


berapakah panjang gelombang foton yang dipancarkan?

Dik : n = 1 m = 3
Dit : λ
Jawab :

3. Berapakah energi terbesar yang dipancarkan pada perpindahan elektron dalam deret Balmer?

Dik : n = 2
Dit : Emax
Jawab :

Energi maksimum akan terpenuhi jika elektron bertransisi dari kulit dengan energi paling tinggi
yaitu kulit tak berhingga. Karena deret yang dihasilkan adalah deret Balmer, maka elektron dari
kulit tak berhingga akan bertransisi menuju kulit ke-2.

Dengan demikian panjang gelombang yang dihasilkan adalah


Soal Latihan
1. UMB 2009 kode 121
Model atom Bohr untuk atom H menempatkan elektron pada tiap lintasan dengan memiliki

spektrum dengan panjang gelombang . Spektrum cahaya tampak dapat


dijelaskan apabila elektron berpindah dari suatu lintasan B ke lintasan A, diantaranya dari
A. nB = 2 ke nA = 1
B. nB = 3 ke nA = 2
C. nB = 3 ke nA = 1
D. nB = 4 ke nA = 3
E. nB = 4 ke nA = 1

2. UM-UGM 2008 kode 472


Dalam spektrum hidrogen, rasio panjang gelombang terpendek untuk radiasi Paschen terhadap
panjang gelombang terpanjang radiasi Balmer adalah
A. 5/48
B. 5/4
C. 1/3
D. 3
E. 9

3. UMB 2011 Kode 152


Frekuensi foton yang terlepas saat terjadi transisi dua tingkat tenaga berurutan pada atom
hidrogen dapat dinyatakan dalam bilangan kuantum n dan tetapan positif C dalam bentuk
A. C/n2
B. C (1-n2)
C. C (n+1)2
D. C (2n+1)/n2(n+1)2
E. ε

4. UMB 2008 Kode 280


Deret Balmer untuk atom hidrogen bersesuaian dengan perpindahan elektron dari tingkat eksitasi
ketiga dan yang lebih tinggi menuju keadaan dengan bilangan kuantum n = 2. Apabila energi
ionisasi atom hidrogen sebesar 13,6 eV, maka panjang gelombang maksimum pada deret Balmer
adalah
A. 360 nm
B. 510 nm
C. 660 nm
D. 810 nm
E. 1200 nm

5. UMPTN 1999 Rayon A


Diagram di bawah ini menunjukkan empat tingkatan energi atom hidrogen suatu logam.

Dari pengolahan data tersebut, dengan mengendalikan transisi ke tingkat energi yang lebih
rendah selalu mungkin, dapat ditarik kesimpulan bahwa
(1) Ada enam garis spektrum yang mungkin terjadi akibat transisi elektron
(2) Panjang gelombang minimum spektrum emisinya 1 x 10-7 m
(3) Panjang gelombang maksimum spektrum emisinya 5 x 10-7m
(4) Ada empat komponen spektrum emisi yang merupakan sinar tampak

Anda mungkin juga menyukai